Wednesday, August 15, 2012

Tubuh pelanggan ideal, klinik pun untung tebal

PELUANG BISNIS JASA KESEHATAN: TOTOK PELANGSING

Tubuh pelanggan ideal, klinik pun untung tebal

Tubuh pelanggan ideal, klinik pun untung tebal


Usaha klinik pelangsing tubuh memiliki segmen yang kuat, yaitu kaum perempuan. Maklum, tubuh langsing adalah impian setiap perempuan. Selama harga perawatan terjangkau dan perawatan manjur, klinik Anda pun akan ramai dikunjungi.

Tubuh langsing ideal merupakan dambaan setiap wanita. Berbagai cara ditempuh kaum hawa yang merasa risih dengan lemak berlebih di tubuhnya. Ada yang rela meminum aneka ramuan herbal yang konon berkhasiat untuk melangsingkan tubuh, menjalani diet ketat, bahkan melakukan sedot lemak.

Perempuan yang mendambakan tubuh langsing pasti akan melakukan segala cara yang efektif demi memperoleh bentuk tubuh ideal, tanpa memikirkan biaya. Banyaknya permasalahan perempuan soal kecantikan, khususnya terkait dengan pelangsingan tubuh, mendorong pelaku usaha untuk mendirikan klinik kecantikan khusus pelangsingan tubuh.

Layanan klinik kecantikan jenis ini cukup beragam. Ada yang menawarkan sedot lemak, operasi, bahkan penggunaan teknologi laser. Tapi ada juga yang menawarkan upaya langsing dengan cara alami, seperti pijat, totok, atau mengonsumsi ramuan herbal. Masing-masing klinik berusaha menonjolkan layanan mereka.

Pemilik Klinik Totok Perut Kamaratih, Ratih Dewanti, misalnya, selama empat tahun menjalankan usaha ini merasa semakin banyak yang menginginkan langsing dengan cara alami. “Sebab, biaya operasi mahal mahal, dan kalau tidak menjaga pola makan atau gaya hidup, lemak akan datang lagi,” katanya. Cara alami mereka pilih lantaran selain tidak menimbulkan efek samping, hasilnya juga nyata dan lebih murah.

Karena itu Ratih melihat usaha ini semakin prospektif. “Tarif jasa perawatannya semakin terjangkau. Sekarang, tidak hanya kalangan atas yang datang untuk ikut program pelangsingan, tapi juga banyak kalangan menengah yang memanfaatkan jasa ini,” katanya.

Mengingat prospeknya yang semakin cerah, dalam waktu dekat, Ratih akan membuka cabang keempat di daerah Bintaro. Tiga klinik milik Ratih saat ini ada di Jl. Rasuna Said, Pejaten Timur, dan Pejaten Raya, semuanya ada di Jakarta “Kini klinik memang terkonsentrasi di Jakarta karena memang pasar di sini sangat besar. Tapi dalam waktu dekat, saya juga tengah menyiapkan klinik di Surabaya,” jelasnya.

Pemilik Kadija Slimming, Rachmat Widjajanto, juga merasakan manisnya usaha yang mengincar perempuan sebagai target pasar ini. “Saya sudah lima tahun menjalankan usaha ini. Tapi, sejak dua tahun terakhir, saya bekerjasama dengan Ippho Santosa, seorang penulis dan motivator, untuk menawarkaj keitraan Kadija Slimming,” jelasnya.

Kini Rachmat sudah memiliki 40 mitra yang membuka cabang di Jawa, Sumatra, hingga Kalimantan. Dari sekian banyak outlet, hanya satu cabang yang dimiliki Rachmat yaitu berlokasi di Madiun, Jawa Timur.

Tarif perawatan yang murah dan memberikan garansi pada konsumen menjadikan Kadija Slimming banyak diminati. Perawatan Kadija Slimming mulai Rp 250.000 untuk pijat pelangsingan. Mereka juga memberi jaminan berat badan bisa turun mulai 0,5 kilogram (kg) hingga 1 kg dalam 45 menit. “Kalau tidak terbukti, mungkin mitra saya tidak berkembang secepat ini,” katanya.


Margin hingga 70%

Menurut Rachmat, cepatnya pertumbuhan mitra Kadija Slimming juga dikarenakan nilai investasi kemitraan yang ditawarkan tidak besar tetapi menjanjikan keuntungan besar dan bisa balik modal cepat. “Mitra saya di Pangkalpinang sudah membuktikan. Dengan konsep yang benar dalam waktu 40 hari, dia sudah bisa balik modal. Akhirnya, dia memiliki tiga cabang di Pangkalpinang,” terang Rachmat.

Rachmat mengatakan, dalam sehari, rata-rata kliniknya bisa menghasilkan omzet Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. Paling sedikit dalam sebulan, omzetnya Rp 30 juta. “Keuntungannya mencapai 70%. Sisanya untuk operasional,” katanya.

Ratih juga mengakui keuntungan usaha ini cukup tinggi. Maklum yang ditawarkan adalah jasa, bukan produk. Dalam sehari, ia bisa mendapatkan
25 klien per klinik. Bila per klien menghabiskan Rp 300.000 untuk perawatan, omzet usahanya bisa mencapai Rp 7,5 juta per hari. Artinya dalam sebulan, ia bisa mencapai Rp 195 juta. “Margin keuntungan bisa 60%. Kebutuhan operasional tidak banyak, kok,” jelasnya.


Kebutuhan terapis

Bila Anda ingin memiliki usaha ini, salah satu syaratnya adalah Anda harus memiliki keahlian dalam praktik pelangsingan alami, baik itu keahlian memijat maupun penotokan. Menurut Ratih, untuk mendapatkan ilmu penotokan, cukup mengikuti kelas-kelas tenaga dalam yang kemudian difokuskan pada teknik penotokan untuk tujuan pelangsingan. “Mempelajari ilmu tidak bisa instan, harus bertahap dan berkelanjutan. Usaha ini bisa memakan waktu tahunan. Kalau sudah menguasai baru bisa menularkan pada calon terapis yang kita rekrut nantinya,” katanya.

Ratih bilang, meskipun terapis yang dididik sudah menguasai ilmu penotokan, Anda tak perlu khawatir mereka kabur meninggalkan Anda untuk membuka usaha sendiri. “Sebab, ilmu penotokan ini memiliki kelas-kelasnya atau ada tingkatannya. Mereka tidak bisa dibilang sudah menguasai. Anda sebagai pengelola pun harus terus ikut kelas,” jelas Ratih. Menurutnya, cukup banyak jasa pelatihan penotokan yang biasanya diselenggarakan oleh paguyuban-paguyuban tenaga dalam.

Menurut Rachmat, syarat untuk menjadi terapis di klinik pelangsingan tidak merepotkan. “Dalam waktu sekitar tiga hari, orang sudah bisa praktik,” katanya. Rachmat bilang, bila ada mitranya yang akan buka cabang, dia akan terlebih dulu melatihnya. Satu hari latihan full time dan dua hari selanjutnya Rachmat akan mendampingi mereka untuk praktik.

Kadija Slimming menggunakan teknik totok, relaksasi, dan pijat ringan dalam proses pelangsingan klien. “Kalau soal karyawan, untuk satu klinik dengan kapasitas empat kamar cukup memakai dua terapis,” kata Rachmat. Terapis ini bisa siapa saja, lulusan apa pun bisa dilatih untuk menjadi terapis.

Rachmat bilang, soal gaji terapis, ia menerapkan gaji tetap mulai Rp 600.000 hingga Rp 1 juta per bulan, tergantung dari lokasi usaha. Nah, untuk menjaga royalitas terapis, dia memberi tambahan uang kehadiran Rp 10.000 per hari plus Rp 5.000 untuk komisi bila terapis melayani klien. Uang itu di luar tip yang diberikan oleh klien.


Usaha mandiri

Nah, bila Anda ingin menjajal usaha ini secara mandiri alias tidak memanfaatkan tawaran kemitraan, Anda bisa mencontoh yang dilakukan oleh Ratih. Menurut Ratih, Anda harus memiliki lokasi usaha yang strategis. Paling tidak dekat dengan keramaian atau di kawasan yang padat penduduk dengan tingkat ekonomi menengah atas. “Lebih baik lokasi usahanya rumah sendiri agar bisa mengurangi biaya sewa,” katanya. Selain itu, dengan menggunakan rumah sendiri, suasana akan lebih nyaman. Tapi bila terpaksa, silakan menyewa pilih lokasi strategis.

Modal yang harus Anda siapkan antara lain untuk membeli perlengkapan, seperti ranjang, pendingin ruangan, seprai, bantal, dan meja kursi. Kebutuhan interior yang harus dibeli antara lain gorden, vas bunga, aneka hiasan dinding. “Interior ini penting untuk menciptakan suasana yang nyaman dan menjadikan ruangan terapi yang elegan. Ingat, sasaran pasar jasa ini menengah atas,” katanya.

Selain itu, perlu juga melakukan renovasi ruangan antara lain membuat sekat-sekat kamar terapi dan mengecat ruangan. “Untuk kebutuhan itu, semua membutuhkan dana sekitar Rp 100 juta untuk kapasitas sembilan kamar,” kata Ratih. Sedangkan untuk membuat papan nama usaha, dibutuhkan dana sekitar Rp 5 juta dan Rp 5 juta buat mengurus izin usaha.

Dengan lingkup usaha itu, butuh 10 karyawan. Yakni, 2 administrasi dan 8 terapis. Pengeluaran per bulan antara lain untuk membayar karyawan, membayar listrik dan air, sewa lokasi (bila menyewa), biaya laundry, dan untuk membeli aneka minyak terapi. “Pengeluaran ini memakan 40% dari omzet. Minyak terapi yang digunakan sesuai selera saja,” katanya. Bila dalam sehari bisa menggaet 25 klien yang memakan biaya perawatan Rp 300.000 per klien, usaha Anda sudah bisa balik modal dalam sebulan.


Kemitraan

Kadija Slimming menawarkan kemitraan dengan nilai investasi Rp 52 juta, sebagai biaya pelatihan dan ongkos pembelian merek Kadija Slimming. “Soal promosi, kami mempromosikan secara nasional,”
kata Rachmat.

Mitra harus menyediakan lokasi sendiri, bisa sewa maupun rumah sendiri. Selain itu, untuk kapasitas empat kamar terapi, mitra juga harus menyediakan dana sebesar Rp 20 juta untuk membeli perlengkapan sendiri seperti ranjang, kasur, bantal, seprai, meja kursi, dan pendingin ruangan. Untuk promosi pribadi, sebaiknya mitra punya komputer berjaringan internet.

Selain itu, mitra juga harus menyediakan dana untuk renovasi tempat usaha dan izin usaha. “Omzet sepenuhnya menjadi hak mitra, kami hanya mengenakan management fee Rp 3 juta per tahun atau Rp 250.000 per bulan,” jelas Rachmat.

Bila per bulan bisa menghasilkan omzet Rp 30 juta maka modal usaha bisa kembali dalam waktu tiga bulan. “Terapis cukup dua orang. Pengeluaran per bulan hanya biaya listrik, pegawai dan membeli krim pijat,” jelasnya. Rachmat bilang, usaha ini bisa menjadi bisnis sampingan ataupun sumber penghasilan pokok.

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/tubuh-pelanggan-ideal-klinik-pun-untung-tebal

No comments:

Post a Comment