Thursday, August 9, 2012

SENTRA PEMBUATAN GITAR DESA MANCASAN

SENTRA PEMBUATAN GITAR DESA MANCASAN, BAKI, SUKOHARJO, JAWA TENGAH

Sentra gitar Mancasan: Keahlian tutun-temurun (1)

Sentra gitar Mancasan: Keahlian tutun-temurun (1)
desa Mancasan, Baki, sudah lama kondang sebagai sentra pembuat gitar. Umumnya, para perajin desa ini mendapat keahlian membuat gitar secara turun-temurun dari orangtuanya. Produk gitar buatan tangan terampil para perajin Desa Mancasan kini sudah melanglang buana ke berbagai daerah.

Gitar termasuk alat musik paling favorit para musisi. Nah, kalau Anda ingin memesan alat musik gitar ini, cobalah mendatangi Desa Mancasan, Kecamatan Baki, Sukaharjo, Jawa Tengah.

Ya, Desa Mancasan memang telah lama dikenal sebagai daerah home industry gitar. Sejak tahun 1975, para penduduk desa tersebut telah mulai merintis usaha pembuatan gitar. Kian lama, kian banyak perajin yang ikut membuat gitar dan lambat laun daerah ini pun kondang sebagai sentra pembuatan gitar.

Giatno, pria berusia 52 tahun yang salah seorang perajin gitar dari Desa Mancasan, berujar, ia memiliki keahlian membuat gitar setelah berguru pada ayahnya yang juga bekas pembuat gitar. Kebanyakan para perajin gitar di desa ini memang belajar keahlian membuat gitar secara turun-temurun atau belajar dari tetangga sekampung.

Kini, hampir seluruh penduduk Desa Mancasan, merupakan perajin gitar. "Kalau ditotal bisa ada sekitar 100 perajin gitar di kawasan ini," ujar Giatno.

Produk-produk yang dihasilkan di sentra ini pun beragam. Awalnya, para perajin ini hanya menghasilkan celo, bas, dan gitar ukuran besar. "Karena dulu musik keroncong berjaya," ujar Giatno. Namun kini, seiring perkembangan zaman, para perajin juga membuat gitar akustik dengan ukuran standar yang mendominasi penjualan.

Giatno sendiri dalam sebulan bisa memproduksi gitar hingga 12 lusin. "Harganya bervariasi, mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 500.000 per gitar," ujar Giatno.

Omzet yang diterimanya pun bervariasi tergantung jumlah pesanan. Namun, biasanya bisa sekitar Rp 15 juta hingga Rp 40 juta per bulan.

Pembuat gitar lain di Mancasan adalah Joko. Ia telah 15 tahun menjadi perajin gitar. Ia memperoleh keahliannya secara otodidak. Dibantu tiga orang karyawan, Joko mampu memproduksi sekitar sembilan lusin gitar per bulan. "Di sini jualnya biasanya per lusin," jelas Joko. Namun, ia tak menutup kemungkinan jika ada yang mau membeli satuan.

Joko menjual gitar mulai dari harga Rp 100.000 untuk gitar kecil atau sering disebut gitar sayur, hingga Rp 850.000 per gitar untuk gitar berkualitas bagus. Omzet Joko berkisar Rp 30 juta hingga Rp 50 juta per bulan.

Para pelanggan Joko kebanyakan toko alat musik di Jawa, Sumatra, hingga Kalimantan. "Pelanggan saya paling banyak dari Medan," ujar Joko.

Menurutnya, toko alat musik yang membeli gitar buatannya bisa menjual 50% lebih tinggi dari harga awal. Ia mengaku, artis lokal juga ada yang memesan di desa tersebut. "Salah satunya Didi Kempot," sebut Joko.

Di sentra ini, para perajin gitar juga banyak macamnya. Tidak perajin ini membuat gitar secara utuh. Ada juga perajin yang khusus membuat bahan dasar gitar yang biasa disebut mutihan. Ada pula perajin yang khusus membentuk badan gitar dan setang sehingga bermodel.

Joko termasuk perajin yang membeli mutihan dari perajin lain, lalu mengubah produk setengah jadi tersebut menjadi gitar yang siap jual.

Setelah mendapat gitar mutihan, Joko biasanya mengamplas, mengecat, memasang senar dan menyetel agar suara yang terdengar bisa merdu. Setelah itu, diberi pelitur melamin agar mengkilap. 
 

Sentra gitar Mancasan: Pusat gitar tiruan (2)

Sentra gitar Mancasan: Pusat gitar tiruan (2)
Sebagai sentra pembuatan gitar, hampir semua model dan ukuran gitar bisa Anda temukan di Desa Mancasan, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Kualitasnya juga bervariasi, mulai dari yang rendah hingga kualitas jempolan.

Dengan pilihan produk yang demikian banyak, tentu harganya juga bervariasi. "Berbeda kualitas dan ukuran gitar, tentu harganya juga beda," jelas Joko, salah seorang perajin gitar di Desa Mancasan.

Dari segi ukuran, gitar terkecil yang diproduksi para perajin di desa ini hanya memiliki panjang sekitar 40 centimeter (cm) atau seukuran ukulele. Adapun yang terbesar panjangnya bisa mencapai 1,5 meter.

Selain itu, di desa ini banyak juga dihasilkan gitar tiruan dari merek ternama. Gitar merek Yamaha paling banyak duplikatnya di kawasan ini. Para perajin biasa menyebutnya gitar model \'tembakan\'.

Selain model \'tembakan\', perajin gitar juga membuat model-model lain. Di antaranya ada model bulat hingga model dengan ujung-ujung runcing atau biasa disebut model tanduk.

Perajin gitar lain, Triman bilang, bila dihitung-hitung variasi gitar yang diproduksi bisa ratusan jenis. Triman sendiri biasanya mendapatkan inspirasi model terbaru gitar dari media massa. "Saya sering melihat model gitar unik di majalah atau televisi lalu saya buat," ujarnya.

Triman juga sering mengaplikasikan berbagai model gitar dalam satu produk. Misalnya, ia pernah mengaplikasikan beragam model gitar elektrik pada gitar akustik. "Jadi dari luar kaya gitar listrik, padahal akustik," jelasnya.

Ia mengklaim, gitar model itu hanya ditemui di kawasan Sukoharjo sekitarnya saja dan tak banyak di jual di daerah lain.

Giatmo, perajin gitar lain membenarkan bahwa hampir semua model gitar yang mereka produksi merupakan hasil meniru. Bahkan, model gitar tembak ini bisa divariasikan dengan memberi warna beraneka ragam, seperti biru, merah, dan gradasi.

Untuk harga jual tentu tergantung kualitas gitar tersebut. Joko bilang, kualitas gitar ditentukan oleh bahan dasarnya. Untuk gitar dengan kualitas terendah biasanya terbuat dari kayu tripleks dan kayu mahoni muda.

Adapun gitar kualitas menengah terbuat dari kayu mahoni yang lebih bagus. Sementara gitar kualitas paling tinggi dibuat dari kayu maple impor atau kayu jati londoh.

Ciri lain, gitar kualitas rendah biasanya dihias stiker yang banyak dijual di pasaran. Sementara, gitar kualitas baik biasanya dihias sendiri oleh para perajin.

Nah, untuk urusan menghias gitar, Joko memilih mengerjakan sendiri. Menurutnya, menghias gitar butuh keahlian agar hasilnya baik. "Makanya, saya kerjakan sendiri," ujarnya.

Joko bilang, semakin baik hiasan gitar akan semakin mahal pula harganya. Bila gitar kualitas menengah ke bawah bisa didapat dengan harga Rp 200.000-Rp 300.000 per gitar, maka gitar berkualitas baik mulai Rp 500.000-Rp 800.000 per gitar. 

Sentra gitar Mancasan: Perajin pun adu strategi (3)

Sentra gitar Mancasan: Perajin pun adu strategi (3

Tingkat persaingan di sentra pembuatan gitar di Desa Mancasan, Baki, Sukoharjo, Jawa tengah sudah semakin ketat. Guna menggenjot penjualan, para perajin pun adu strategi. Ada yang menerima pembuatan gitar pesanan (custom), dan ada juga perajin yang menyediakan jasa reparasi dan konsultasi gitar.

Sentra pembuatan gitar di Desa Mancasan, Baki, Sukoharjo, selalu ramai dikunjungi pembeli. Kendati konsumennya banyak, tingkat persaingan di sentra ini juga sudah lumayan ketat.

Maklum, jumlah pembuat gitar di desa ini terus bertambah. Bila sebelumnya tak sampai 50 perajin, kini sudah ada sekitar 100 perajin gitar.

Munculnya para perajin baru ini memang turut menaikkan pamor Desa Mancasan sebagai sentra pembuatan gitar. Alhasil, sentra ini selalu ramai disambangi pembeli.

Namun, keuntungan yang diterima perajin kini semakin tipis. Soalnya, harga bahan baku pembuatan gitar kini terus naik. "Sementara di tengah ketatnya persaingan kami tak bisa sembarang menaikkan harga jual," kata Giatno, salah seorang perajin gitar di Mancasan.

Menurut Giatno, bila dikenakan harga tinggi konsumen bakal lari ke perajin lain. Supaya keuntungan yang diterima tetap besar, ia memilih menggenjot volume penjualan sebanyak mungkin.

Untuk menggenjot penjualan ini, masing-masing perajin sudah memiliki kiat tersendiri. Di antaranya ada yang menerima gitar pesanan (custom), menyediakan jasa reparasi gitar, serta ada juga yang memberikan jasa konsultasi.

Itu pula yang dilakukan Joko, perajin lain di sentra ini. Joko memilih melayani pembuatan gitar custome. Pembeli bisa membawa model gitar yang diinginkan dan memesan ornamen atau hiasan yang ingin ditempelkan pada gitarnya.

Menurut Joko, banyak konsumen meminta dibuatkan nama atau ditempelkan tanda tangan tertentu di gitarnya. Bahkan, pernah ada yang meminta agar fotonya dipajang di gitar. "Saya sendiri selalu menyanggupi pembuatan gitar khusus itu," kata Joko.

Pembuatan gitar custom ini memakan waktu sekitar 10 hari hingga 15 hari. Namun, jika model yang dipesan agak sulit dan bahan mentah atau mutihannya belum tersedia, maka lama pembuatan bisa sebulan.

Sebagai tanda jadi, konsumen diharuskan membayar 50% dari harga gitar. Sedangkan sisanya dibayar saat barang sudah jadi. Mengenai harga, Joko mengakui, pesanan gitar khusus ini lebih mahal. "Namun tetap tergantung kualitas dan tawar-menawar di awal," ujarnya.

Setelah barang selesai, Joko akan langsung mengirimkan ke konsumen. Untuk itu, konsumen diminta meninggalkan alamat tempat tinggalnya. "Jadi mereka cukup sekali datang," ujarnya.

Perajin lain, Triman juga menyediakan layanan gitar custom. Selain itu, ia juga menyediakan jasa reparasi gitar. Jika ada keluhan, pelanggan bisa membawa gitarnya kepada Triman untuk diperbaiki. Perbaikan itu bisa seputar bodi gitar, seperti penggantian warna atau poles. "Mau memperbaiki atau konsultasi saja, bisa dilayani," jelas Triman.

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/sentra-gitar-mancasan-keahlian-tutun-temurun-1/2012/08/07
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/sentra-gitar-mancasan-pusat-gitar-tiruan-2/2012/08/08
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/sentra-gitar-mancasan-perajin-pun-adu-strategi-3

10 comments:

  1. mas, tau alamatnya AD GITAR ga?

    ReplyDelete
  2. harga gitar yamaha sekitar berapa ya?

    ReplyDelete
  3. Minta alamat y.aku mau order 400 gitar langsung ke pengrajinya

    ReplyDelete
  4. Bagi pengrajin gitar aku mau order 400 gitar folk. 087755887778

    ReplyDelete
  5. saya bekerja di jasa pembuatan website dan saya suka main gitar buat melepas stress. Suatu kali saya pesen gitar jackson flying v di bengkel gitar di purwakarta dekat tempat tinggal saya. Saya keluar duit 1,7 juta tapi hasilnya mengecewakan. Saya minta bodi kayu mahoni tapi dikasih kayu as. Warna catnya juga cuma pilok biasa, baunya kecium, warna kayu asli juga masih keliatan. Waktu pertama dateng, baut sambungan neck oblak karena kurang kenceng. Yang tadinya mau hepi malah sakit ati. Makanya kalo pesan gitar harus liat juga reputasinya, jangan sembarangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Daerah mana om purwakarta nya itu bengkel nya?

      Delete
  6. nice info gan..
    karna saya juga pengrajin gitar dari solo, kunjungin aja http://industrigitarsolo.blogspot.co.id/
    tanya aja, siapa tau saya bisa bantu
    atau hubungi Hp. 087736212870 BBm.5452cb5e
    thanks..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas jarwo... Saya follow blog nya.. Follback ea! Sekalian ada yg mau saya tanyakan...

      Delete
    2. Mas jarwo... Saya follow blog nya.. Follback ea! Sekalian ada yg mau saya tanyakan...

      Delete
  7. Ikut nimbrung kak mnerima pesanan gitar wa +6283224634648

    ReplyDelete