Saturday, December 18, 2010

4 Cara Mendapatkan Pelanggan Lebih Banyak

PDF Cetak E-mail
Jumat, 17 Desember 2010 09:27
getmrcustomerBerita baik dan berita buruk tentang pemasaran ialah bahwa harga dan hasil tidak selalu berhubungan erat satu sama lain. Anda bisa membayar harga yang sama untuk hasil yang buruk sama dengan saat Anda mendapatkan hasil yang baik. Perbedaannya berdasarkan pada apa yang Anda curahkan untuk pemasaran sebelum Anda mengimplementasikan.

Berikut ini merupakan metode yang efektif dan mudah untuk merencanakan usaha pemasaran sehingga Anda bisa mendapatkan hasil yang lebih memuaskan tanpa menghabiskan lebih banyak uang.

Kenali Kelebihan Anda

Tanyakan kepada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
1. Mengapa orang membeli dari Anda?
2. Apa yang sesungguhnya Anda lakukan untuk pelanggan Anda?
3. Seberapa lebih baik Anda dibanding para pesaing?
4. Keahlian atau kelebihan khusus apa yang Anda punyai?

Jawaban pertanyaan-pertanyaan ini merupakan keuntungan-keuntungan kompetitif yang Anda miliki. Semuanya adalah hal-hal yang  membedakan Anda dari pesaing lainnya. Keuntungan kompetitif bisa berhubungan dengan harga, lokasi, keahlian profesional, sikap, kecepatan, atau pribadi Anda.

Orang membeli dari Anda karena Anda melakukan sesuatu bagi mereka yang orang lain tidak bisa lakukan. Pahami hal ini dan Anda telah melakukan langkah pertama menuju pemasaran yang lebih baik.

Kenali Pelanggan Anda (Pasar yang Menjadi Target Anda)

Untuk mempromosikan bisnis Anda, Anda harus berfokus pada orang-orang yang menghargai nilai-nilai yang Anda anut. Kekuatan Anda (atau keuntungan kompetitif) akan membantu Anda fokus pada orang-orang yang paling menghargai produk atau layanan Anda. Misalnya jika lokasi Anda ialah sebuah kelebihan kemudian pelanggan akan juga akan mencerminkan pilihan lokasi Anda. Jika kualitas tinggi merupakan kelebihan Anda, maka pelanggan Anda harus menghargai kualitas.

Untuk mendapatkan gagasan mengenai siapa yang menjadi pasar sasaran Anda, lihat dan amati pelanggan yang Anda miliki sekarang atau amati margin keuntungan untuk menentukan jenis pelanggan apa yang harus menjadi fokus Anda. Anda bisa memiliki beberapa pasar sasaran karena Anda memiliki sejumlah produk atau jasa dan beberapa jenis kelebihan.

Intinya Anda sebaiknya berfokus pada orang-orang yang akan memberikan penghargaan terhadap apa saja yang bisa Anda lakukan bagi mereka. Orang-orang inilah yang menjadi pelanggan yang paling setia dan menguntungkan bagi Anda.

Ciptakan Pesan yang Bermakna

Kunci dalam pemasaran yang berhasil ialah menyampaikan pesan yang tepat kepada orang-orang yang tepat selama anggaran Anda mengijinkan. Maka dari itu, Anda membutuhkan sebuah pesan yang memberitahukan pasar sasaran Anda mengapa mereka harus berbisnis dengan Anda.

Pesan Anda sebaiknya mencerminkan kelebihan yang Anda miliki karena itulah yang membuat Anda menjadi yang terbaik. Pesan Anda juga berkaitan dengan hal yang disukai oleh pasar sasaran. Dengan kata lain, berbicaralah dengan bahasa yang mereka gunakan dan katakan apa yang ingin mereka dengar. Misalnya: Anda bekerja sebagai seorang makelar properti dan kelebihan Anda ialah Anda dapat menjual rumah dengan cepat dan pasar sasaran Anda ialah orang-orang yang ingin menjual rumah mereka dengan cepat. Maka pesan Anda adalah: “Saya menjual rumah dengan cepat!”

Dan Anda bisa memberikan beberapa detil untuk mendemonstrasikan kemampuan Anda dalam menjual rumah dengan cepat, lebih cepat dari siapapun di kota Anda (jika memungkinkan berikan statistik dan testimonial).

Pesan Anda datang secara langsung dari kelebihan dan pasar sasaran Anda. Ketiganya bekerja secara alami dan sederhana.

Anda bisa memiliki lebih dari satu pesan. Setiap fokus pemasaran harus memiliki pesannya sendiri.

Untuk memulai, pikirkan sebuah pesan. Kemudian saat Anda mengembangkan sebuah sistem yang berhasil, tambahkan yang lain ke dalam sistem pemasaran Anda. Jangan membebani diri terlalu banyak dengan melakukan terlalu banyak hal sekaligus.

Sampaikan Pesan Sesering Anggaran Anda Mengijinkan

Sekarang Anda harus menemukan dan membeli sarana (atau media penyampaian) untuk pesan pemasaran yang ingin Anda sampaikan.

Ada tiga hal yang harus diingat saat Anda merencanakan bagaimana menyampaikan pesan Anda:
1. Susun sebuah anggaran untuk proyek Anda.
2. Dapatkan paparan media yang sebanyak mungkin selama anggaran memungkinkan.
3. Fokuskan paparan tersebut pada kelompok yang menjadi sasaran Anda.

Kecuali jika anggaran Anda tidak terbatas, Anda harus memilih sarana penyampaian yang memfokuskan pesan Anda.

Misalnya, jika Anda memiliki sebuah toko eceran dan Anda tahu 90% dari pelanggan Anda dalam jarak dua mil dari toko Anda, kemudian Anda bisa befokus pada penyampaian pesan kepada orang-orang yang tinggal dalam radius tersebut. Ini memberikan Anda sebuah kemampuan untuk mengulangi pesan Anda kepada mereka berulang kali, dan memberikan kekuatan pengulangan yang berguna bagi Anda.

Ada begitu banyak cara untuk menyampaikan pesan Anda: iklan, email langsung, membangun jaringan, telepon, atau kunjungan pribadi.  Beberapa cara yang lebih tidak langsung ialah dengan mengajar kelas atau menawarkan seminar tentang topik yang berhubungan erat dengan produk atau jasa Anda. Cara-cara lain ialah dengan menjadi sponsor acara-acara atau menawarkan sesi informatif tentang apa yang Anda sedang lakukan. Atau Anda bisa bermitra dengan sebuah lembaga nirlaba.

Apapun yang Anda lakukan, cobalah untuk mencapai sebuah kombinasi yang seimbang dari media saat menyampaikan pesan Anda. Ini akan menambah kesadaran masyarakat akan adanya bisnis Anda dan meningkatkan pengaruh pesan Anda.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/53-pelayanan-konsumen/5495-4-cara-mendapatkan-pelanggan-lebih-banyak.html

Friday, December 10, 2010

Ciri Hobi yang Dapat Jadi Inspirasi Usaha

Ciri Hobi yang Dapat Jadi Inspirasi Usaha PDF Cetak E-mail
Kamis, 09 Desember 2010 14:28
hobi_biszHobi Anda apa? Jika pertanyaan itu diajukan, setiap orang hampir pasti mempunyai jawaban yang paling benar menurut dirinya masing-masing. Tahukah Anda, hobi dapat menjadi awal kesuksesan finansial. Seorang yang hobinya utak-atik mesin dan rekayasa mesin, kini berhasil membangun jaringan bengkel power steering yang sangat besar. Ada yang juga yang hobinya menulis, kini menjadi penulis terkenal karena karyanya laku keras.

Banyak sekali contoh kesuksesan pengusaha yang berawal dari hobi. Karena sangat mencintai pekerjaan yang jadi hobi ini, kemungkinan sukses menjadi lebih besar. Dan yang pasti, ada hal yang tidak bisa diukur dengan uang, yaitu kepuasan batin. Sepertinya menyenangkan juga menekuni hobi yang dapat dijadikan usaha.

Namun hobi yang bagaimana yang layak dijadikan usaha? Sebenarnya hampir semua hobi bisa dijadikan sumber usaha, namun tentu tidak semuanya. Karena Anda perlu hati-hati, ada hobi yang justru menghabiskan uang. Hobi yang bisa dijadikan usaha mempunyai beberapa ciri khas. Berikut ini adalah ciri-cirinya:

1. Marketable (bisa dijual)
Coba lakukan riset kecil, apakah hobi Anda ini disukai oleh banyak orang lain juga? Apakah komunitas hobi Anda banyak atau sedikit? Jika hobi Anda terlalu unik sehingga tidak banyak yang membutuhkannya, kemungkinan besar hobi Anda itu tidak potensial menjadi sebuah usaha. Namun, jika Anda memang seorang marketer hebat, bisa saja hobi yang terlalu unik diawal-awal, justru jadi booming begitu diluncurkan. Bahkan menjadi trendsetter. Lihat saja Oke Rosgana, kegemarannya akan yo-yo mampu membuat dirinya sukses sebagai pemain dan pelukis yo-yo. Padahal sebelumnya tidak banyak orang yang berminat pada hobi yang kelewat spesifik ini. Tapi dengan berbagai cara dan keseriusannya, yo-yo mampu membuatnya sukses dan mendapat penghargaan nasional maupun internasional. Tentunya, yo-yo itu pula yang menjadi sumber mata pencariannya.

2. Menarik untuk ditekuni dalam jangka panjang
Jika hobi Anda mampu membuat Anda terus-menerus bersemangat menekuninya bahkan hingga 10 tahun ke depan, maka itulah hobi yang pantas untuk diperhitungkan. Bahkan, jika Anda merasa mampu melakukan hal itu seumur hidup, maka selamat, hobi Anda sangat potensial untuk sukses sebagai bisnis.

3. Bukan tren sesaat
Jawablah pertanyaan, apakah hobi Anda itu masih akan berlangsung dalam waktu yang lama? Apakah akan semakin banyak orang yang membutuhkannya di masa yang akan datang? Jika jawabannya ya, maka ini hobi hebat dan menjadi salah satu ciri yang bisa dijadikan usaha.

Itulah sebagian ciri hobi yang baik untuk usaha. Coba perhatikan dan analisis sendiri, apakah hobi Anda sudah memenuhi salah satu atau semua ciri tersebut? Jika ya, maka jangan ragu untuk menekuninya dan siap-siaplah jadi pengusaha sukses dan bahagia karena mengerjakan sesuatu yang Anda cintai. (*/Nilam/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/5336-ciri-hobi-yang-dapat-jadi-inspirasi-usaha.html

Thursday, December 9, 2010

Kreativitas, Modal Entrepreneur Handal

Tips Bisnis
Kreativitas, Modal Entrepreneur Handal PDF Cetak E-mail
Kamis, 09 Desember 2010 11:54
creativity-signUntuk menjadi entrepreneur handal, Anda harus kreatif. Lalu apa sajakah ciri-ciri orang yang kreatif? Simak penjelasan-penjelasan berikut ini:

1. Pencetus paradigma
Paradigma adalah seperangkat cara berpikir atau rujukan. Orang yang kreatif sering kali mampu melewati kelaziman cara berpikir orang kebanyakan. Mereka mempelajari situasi dengan memanfaatkan banyak sudut pandang dan mampu melakukan pergeseran dratis dalam pemikiran untuk menemukan solusi permasalahan.

2. Selalu berusaha bekerja lebih baik
Manusia kreatif tidak begitu saja menerima segala sesuatu apa adanya. Mereka selalu mencari cara memperbaiki keadaan. Mereka melihat sesuatu yang dilihat orang lain, tetapi sering kali memikirkannya dengan cara yang berbeda. Mereka memandang masalah sebagai peluang dan tantangan yang menggugah semangat untuk berinovasi.

3. Menyukai humor dan santai
Ide kreatif sering muncul dalam keadaan otak yang santai dan tenang. Saat senang dan santai, otak tidak lagi menyiapkan hambatan atas segala hal atau kemungkinan baru.

4. Mempunyai kebiasaan bertindak
Orang kreatif tidak hanya menghasilkan ide-ide baru, mereka juga bertindak mewujudkan ide mereka menjadi kenyataan. Mereka memiliki dorongan yang kuat untuk berbuat.

5. Mempunyai pemikiran inkuisitif
Orang kreatif biasanya selalu ingin tahu. Mereka terbiasa bertanya kenapa, atas segala sesuatu yang terjadi.

6. Melihat kesalahan sebagai peluang
Mereka tidak suka menghindar dari suatu perbuatan, meskipun perbuatan itu menghasilkan kegagalan. Mereka senantiasa berpikir bahwa kegagalan adalah resiko sekaligus proses menuju keberhasilan.

7. Mempunyai jawaban alternatif
Mereka tidak hanya membuat satu kemungkinan solusi, melainkan beberapa solusi. Dari sana mereka akan memilah cara atau solusi terbaik.

8. Toleran terhadap hal-hal yang dilematis
Ide kreatif sering muncul pada otak yang sedang menghadapi dilema dan kesukaran. Pola pikir yang lurus dan cara pandang yang menggunakan kaca mata kuda dapat cenderung
mengesampingkan gangguan, sehingga menimbulkan konsentrasi tinggi pada hal yang sedang dipikirkan.

9. Mencoba kemustahilan
Mereka selalu memerhatikan ide-ide termasuk ide yang mustahil. Merenungkan ide baru dapat memunculkan kemungkinan baru.

10. Berpikir seimbang
Orang yang kreatif biasanya mampu menggunakan otak kanannya sebanyak penggunaan otak kirinya. Insting diterapkan untuk mengimbangi otak kiri yang biasa berpikir teknis. (*/Nilam/dari berbagai sumber)
Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis.html?start=319

Wednesday, December 8, 2010

Langkah-langkah Mengubah Hobi Jadi Bisnis


PDF Cetak E-mail
Senin, 06 Desember 2010 10:19
business_hobbiessKetika Anda memiliki pekerjaan penuh waktu yang begitu Anda cintai, Anda mungkin tidak akan bermimpi untuk melakukan hal yang lain. Namun bagi orang lain, mungkin bukan pekerjaan yang memberikan makna hidup dan memenuhi setiap aspek dalam hidup Anda, melainkan hobi. Nah, bagaimana caranya agar Anda bisa mendapatkan kepercayaan diri dan pengalaman untuk mengembangkan hobi ini menjadi bisnis yang sukses?

Ada lima cara untuk perlahan mengubah hobi yang dijalani secara paruh waktu ini menjadi bisnis penuh waktu:

1. Tawarkan karya Anda secara gratis, atau sebagai sampel yang diberikan dengan diskon
Entah itu Anda menjual aksesori, pakaian yang Anda desain sendiri, makanan, atau layanan apapun, latihlah keahlian Anda ini, dan uji kemampuan Anda menjual pada teman-teman. Undang mereka ke rumah Anda untuk mencoba hidangan khas yang Anda kuasai, atau bawakan contoh aksesori yang Anda rangkai sendiri ke kantor. Kemudian, cobalah mendapatkan feedback dari mereka supaya Anda bisa memperbaiki diri dan menghasilkan karya yang lebih baik.

2. Curi ilmu dari ahlinya
Banyak sekali seminar atau workshop kewirausahaan yang diadakan oleh perusahaan atau produk tertentu. Hadiri seminar-seminar ini, karena Anda tidak akan sekadar mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman dari mereka yang pernah jatuh-bangun saat mengembangkan bisnisnya. Anda juga bisa memulai langkah Anda dengan melamar sebagai part-timer di perusahaan pemilik bisnis tersebut, sehingga Anda bisa belajar banyak dari sana.

3. Bangun jejaring
Begitu Anda menyadari bahwa hobi Anda memiliki peluang untuk berkembang dan memiliki masa depan yang cukup menjanjikan, gunakan situs seperti LinkedIn.com atau jejaring sosial lain untuk menghimpun calon kolega, prospek, atau pelanggan Anda. Mintalah orang-orang yang berpengaruh untuk menjadi bagian dari jejaring Anda. Semakin besar komunitas Anda, semakin besar potensi Anda menjadi sukses.

4. Iklankan
Setelah menyempurnakan hobi Anda, dan kini Anda siap melangkah ke tahap selanjutnya, ciptakan website sederhana yang menjelaskan mengenai usaha Anda, lengkap dengan nama perusahaan yang baik, logo yang didesain dengan unik, dan sebarkan berita mengenai peluncuran produk atau layanan Anda ini melalui Twitter, Facebook, YouTube (jika ada hubungannya), jejaring sosial lain, dan tentunya e-mail.

5. Berikan perhatian penuh
Usaha yang semakin berkembang, tentu menuntut perhatian yang lebih besar dari Anda. Maka jika bisnis Anda sudah menghasilkan keuntungan, dan Anda yakin bisa membiayai hidup Anda dari usaha ini, pertimbangkan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan kantoran Anda. Umumkan bahwa bisnis ini sekarang sudah menjadi pekerjaan penuh Anda yang baru. Selamat mencoba. (*/Kompas Female)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/5290-langkah-langkah-mengubah-hobi-jadi-bisnis.html

Tuesday, December 7, 2010

Beternak Kelinci

Views :3433 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 07 Desember 2010 09:12
kelinciSebagian besar pengangguran di Indonesia adalah warga pedesaan. Masyarakat desa banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Karena itulah, sangat penting untuk membuka lapangan pekerjaan baru di pedesaan.

Beternak kelinci merupakan usaha yang menguntungkan karena dapat dimulai dengan investasi awal yang rendah. Ada dua jenis kelinci yang dapat dibudidayakan secara komersial, yaitu kelinci anggora (kelinci untuk diambil wol dan bulunya) dan chinchilla (kelinci pedaging). Kelinci anggora dipelihara di kawasan bersuhu rendah yakni pada kisaran 25 derajat celcius. Sedang jenis chinchilla adalah varietas kelinci untuk diambil dagingnya. Daging kelinci memiliki kandungan gizi yang baik dan kadar kolesterol yang sangat rendah sehingga baik untuk kesehatan. Kelinci jenis ini dapat dipelihara di tempat-tempat dengan suhu 35 derajat celcius.

Kelinci adalah hewan yang cepat berkembang biak. Anda perlu menyediakan pakan hijau, rumput jerami, sayuran sisa dapur, dan tambahan 15 persennya adalah pelet padat. Kebutuhan pakan satu ekor kelinci adalah 3,7–4% dari berat badan kelinci.

Kelinci ditempatkan dalam kandang rak tingkat 2–3. Kandang kelinci tidak boleh memiliki tepi yang tajam, karena akan membuat kelinci terluka. Peternakan sebaiknya dibangun di lokasi yang jauh dari keramaian, misalnya di daerah pedesaan yang bebas polusi udara dan kebisingan. Kelinci juga harus dilindungi dari para predator seperti anjing, kucing, dan lain-lain.

Tips-tips beternak kelinci:

• Rawatlah kelinci dengan kelembutan.
• Bersihkan wadah pakan dan air minumnya secara rutin.
• Sediakan air yang cukup.
• Perkawinan harus dilakukan pada pagi hari, dengan cara betinanya dibawa ke kandang kelinci jantan.
• Periksa perut betinanya setelah 15 hari. Lakukan dengan cara menekan perutnya perlahan.
• Usahakan agar suhu kandang kelinci senantiasa sejuk. (*/Nilam/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/bisnis-mikro/5286-beternak-kelinci.html

Friday, December 3, 2010

Perlu Keberanian untuk Berkembang

Tips Bisnis
Perlu Keberanian untuk Berkembang PDF Cetak E-mail
Kamis, 02 Desember 2010 17:02
Mengembangkan bisnis agar semakin berkembang bukan urusan mudah. Banyak sekali tantangan yang harus dihadapi selain faktor permodalan. Menjalankan bisnis memang sulit. Selain ketekunan, kreativitas dan inovasi, entrepreneur juga butuh keberanian. Mengembangkan bisnis itu artinya Anda berteman dengan ketidakpastian. Oleh karena itu, jika entrepreneur tidak memiliki keberanian, maka sulit untuk membuat usahanya semakin besar. Harus ada rasa optimistis, itu sangat penting untuk membuat Anda bersemangat.

pengusaha_beraniBersahabat dengan ketidakpastian ini adalah mempelajari setiap langkah yang akan dijalankan. Ketidakpastian pada usaha-usaha yang tidak dikenal, alangkah lebih baiknya jika bukan menjadi prioritas. Ingat ada risiko, namun semakin pasti suatu bisnis, semakin kecil risiko yang dihadapi dan semakin kecil kemungkinan keuntungan. Sebaliknya semakin berisiko usaha itu maka tingkat pengembaliannya semakin besar.

Entrepreneur harus memperhatikan perkembangan pasar. Pergeseran pasar penting untuk melihat minat konsumen. Sebab minat ada hubungannya dengan permintaan. Semakin tinggi minat dan kesukaan, maka permintaan akan semakin tinggi dan produksi akan terus meningkat.

Pengembangan bisnis juga sangat tergantung pada konsep, bukan program. Contoh, dengan konsep oleh-oleh maka orang tidak akan memandang harga. Tapi ketika diprogram dengan jualan di mana-mana, maka konsep oleh-oleh akan hilang. Sehingga ketika produk tersebut ada di berbagai tempat, maka harga dan minat akan berkurang.

Terakhir adalah cerdas dalam memilih. hidup selalu soal memilih. Hasil itu merupakan respons dari entrepreneur dengan suatu kejadian. Keputusan cerdas yang diambil akan bisa meningkatkan usaha atau justru menjatuhkannya bila Anda tidak bijak. (*/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis.html?start=323

Thursday, December 2, 2010

Jadikan Pelanggan Media Promosi Anda

Views :1116 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 01 Desember 2010 11:24
word-of-mouthTrik pemasaran yang paling efektif untuk bisnis yang baru mulai dirintis adalah promosi dari mulut ke mulut. Jika Anda ingin mempromosikan bisnis laundry, Anda bisa memulainya dengan memberi tahu tetangga sekitar atau teman-teman Anda. Orang lain adalah media yang baik sebagai penyambung promosi usaha Anda. Karena itulah, konsumen-konsumen pertama Anda harus benar-benar dilayani, sehingga mereka puas dan secara sukarela menyampaikan keunggulan pelayanan Anda kepada koleganya. Masalahnya, ada orang-orang yang menyampaikannya secara meyakinkan, tapi ada juga orang yang malah membuat produk Anda terlihat tidak istimewa. Karena itulah produk-produk besar seringkali menggunakan selebriti untuk mengiklankan produk mereka.

Tapi untuk bisnis kecil tentu Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membayar selebriti. Penelitian di dunia pemasaran menunjukkan bahwa komunikasi efektif seseorang kepada banyak orang lainnya adalah sarana penjualan yang terbaik. Lalu bagaimana cara mengidentifikasi orang mana yang tepat untuk melakukan ini? Berikut triknya.

• Orang yang antusias Klien bisnis Anda adalah sarana pemasaran Anda. Temukan klien yang sudah antusias tentang bisnis Anda. Mereka biasanya langsung tertarik saat diajak berbincang tentang ranah bisnis Anda. Mereka biasanya banyak bicara dan banyak bertanya. Jika mereka adalah orang yang antusias, namun tidak tahu banyak tentang ranah bisnis Anda, Anda hanya tinggal perlu ‘meracuninya’ saja.

• Cari pelanggan yang dapat dipercayaBiasanya pelanggan semacam ini bisa dimintai pendapat dan dapat memberikan saran-saran. Mereka biasanya adalah orang-orang yang jujur. Jika mereka berkata bahwa kemasan produk Anda terlihat kuno, Anda tidak perlu tersinggung. Komentar mereka itulah yang menjadi kunci bahwa mereka akan mau merekomendasikan produk Anda.

• Luas jaringan atau kenalan mereka Ada orang-orang tertentu yang memiliki kepribadian seorang reporter. Mereka selalu ingin menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Mereka talkative secara verbal lisan maupun tulisan. Seorang blogger biasanya memiliki kepribadian ini. Atau bahkan mungkin tukang salon. Salon biasanya adalah tempat ngerumpi. Ada berapa banyak tukang salon yang senang berbincang panjang lebar dengan pelanggan setianya sembari mencukur rambut mereka? Atau bahkan tetangga sebelah
rumah. Jika Anda satu-satunya penjual nasi uduk di komplek Anda, Anda boleh memberi nasi uduk edisi perdana Anda secara cuma-cuma ke tetangga sebelah rumah. Jika ia suka nasi uduk Anda, saat ia ke pasar, ia akan memberi tahu ibu-ibu lain bahwa mereka tak perlu repot menyiapkan sarapan untuk untuk keluarga, karena mereka bisa membelinya di rumah Anda.

Jika Anda sudah dapat mengidentifikasi orang-orang yang tepat untuk menjadi jalur pemasaran Anda, lalu apa? Anda perlu menyisipkan pesan-pesan atau informasi utama mengenai produk Anda, saat berbicara dengan mereka. Informasi yang Anda sampaikan kepada mereka harus baru, eksklusif, dan penting. Dengan demikian, orang yang Anda pilih itu akan merasa penting juga. Jadikan mereka bagian dari misi bisnis Anda. Mereka yang turut berbicara tentang bisnis Anda akan memajukan bisnis Anda.

Dengan menggunakan strategi ini, Anda bisa mendapatkan sarana promosi yang murah dan efisien. Anda tidak perlu mengerjakan semua hal sendirian. Tugas utama Anda adalah menyediakan produk yang berkualitas. Setelah itu buatlah lingkungan Anda yang bekerja untuk Anda. Anda hanya perlu menyalurkan informasi yang tepat kepada orang yang tepat. Karena itu bergaul adalah salah satu hal yang penting dalam proses marketing. Selebihnya, proses pemasaran atau marketing pun akan bekerja dengan sendirinya. (*/Nilam/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/bina-usaha/49-rencana-bisnis/5207-jadikan-pelanggan-media-promosi-anda.html

Friday, November 12, 2010

Delapan Hal yang Membuat Pelanggan Puas

PDF Cetak E-mail
Kamis, 11 November 2010 10:12
pelanggan_senangKita pasti sudah sering mendengar dengan sebuah idiom yang menyebutkan bahwa, "Pelanggan adalah raja." Karena itu, siapapun orang yang menjadi pelanggan harus dilayani dengan sebaik-baiknya, tanpa membedakan apakah pelanggan tersebut dari golongan ekonomi tertentu. Satu contoh, jika ada orang yang masuk ke rumah makan, maka dia adalah pelanggan yang berhak mendapatkan pelayanan yang sama baik, sama berkualitasnya dengan pelanggan lain yang juga masuk ke rumah makan itu.

Tidak dapat dipungkiri bahwa karena pelangganlah usaha pebisnis dapat terus hidup dan berjalan. Maka dari itu, sebaiknya para pebisnis harus mengetahui apa yang penting dan diinginkan oleh para pelanggan.

Berikut kami paparkan hal-hal yang diinginkan pelanggan:

1. Produk atau jasaApa yang akan Anda jual? Produk atau jasa apa? Apakah hal tersebut memiliki keunikan? Apa bedanya dengan produk pesaing? Jika produk Anda sama saja dengan produk yang sudah ada dan tidak ada keistimewaan, orang sulit untuk mengenal Anda atau mau pindah dari tempat sebelumnya.

2. HargaBerapa harga yang ditawarkan? Ketahuilah, pelanggan pasti akan mencari harga yang lebih murah jika pelayanan, kualitas, dan produk yang ditawarkan sama saja. "Perbedaan harga itu penting. Jika Anda menjual produk seharga Rp 10.000 dan pesaing menjual dengan harga Rp 9.999, pasti akan berpengaruh. Tetapi jangan lalu jadi membiarkan terjadi persaingan harga terus menerus.

3. TempatDi mana dan channel apa yang digunakan? Lokasi strategis dan kemudahan akses akan menjadi hal penting dan menyenangkan bagi pelanggan.

4. PromosiKetahui apa yang kira-kira akan membuat pelanggan bergairah untuk membeli barang Anda? Gimmick promosi akan menjadi hal yang menyenangkan bagi pelanggan. Pelanggan tentu akan menghitung nilai yang bisa ia dapatkan dari harga yang ia keluarkan.

5. Proses pelayananSeperti apa pelayanan Anda? Misal, jika Anda pemilik salon yang menyediakan pelayanan creambath yang urutan umumnya sudah jelas, tentu pelanggan yang datang ke tempat Anda juga mengharapkan proses pelayanan yang jelas dan memuaskan, kan? Pelanggan pasti kesal jika ternyata urutannya berantakan dan malah bikin pusing.

6. PegawaiSiapa yang akan mengurus saya sebagai pelanggan? Bayangkan diri Anda sebagai pelanggan di sebuah salon. Tidakkah Anda akan mengharap bahwa orang yang mengurus Anda adalah orang yang kompeten, mengetahui apa yang dilakukannya, ramah, dan mengutamakan kenyamanan Anda? Sama seperti itu pula pelanggan lain mengharapkan pelayanan yang akan ia dapatkan .

7. WaktuWaktu adalah hal yang penting. Apalagi saat seperti sekarang ini. Pelanggan butuh pelayanan yang cepat. Siapa yang mau menunggu lama untuk dilayani? Penuhi kebutuhan pelanggan dengan waktu yang singkat.

8. Bukti
Pelanggan adalah iklan berjalan. Tak percaya? Coba ingat-ingat, jika Anda pernah mengalami sebuah pengalaman pelayanan atau produk yang menyenangkan dan baik, tidakkah Anda akan merekomendasikan kepada orang lain? Pelanggan butuh bukti. Saat mereka terpuaskan, niscaya ia akan bawa orang lain ke tempat itu.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/53-pelayanan-konsumen/4849-delapan-hal-yang-membuat-pelanggan-senang.html

Saturday, October 30, 2010

Membangun Makna dalam Bisnis Ala Guy Kawasaki

PDF Cetak E-mail
Jumat, 29 Oktober 2010 10:21
Sebagian besar entrepreneur baru termasuk mungkin sebagian dari kita memulai usaha dengan semangat membara untuk sebanyak mungkin meraup rupiah, membukukan sebanyak-banyaknya keuntungan dan berekspansi dengan agresif. Namun, pernahkah kita bertanya apakah inti dari entrepreneurship itu?

guy_kawasakiGuy Kawasaki dalam paparan singkatnya menyatakan dengan lugas bahwa inti dari entrepreneurship itu bukanlah semata-mata semangat mencari keuntungan materi. Berikut kutipan dari Guy Kawasaki yang patut dicamkan bagi kita semua yang hendak mendirikan usaha:

“If you make meaning, you PROBABLY make money. But if you set out to make money, you WON’T probably make meaning and you WON’T make money.”
Dengan kata lain jika kita berusaha untuk membangun makna melalui usaha kita, ada kemungkinan kita bisa meraup untung. Sebaliknya bila kita terlalu fokus pada tujuan meraup untung, maka kita  harus menghadapi 2 risiko sekaligus sepanjang mengelola usaha: tidak bisa membangun makna dan tidak bisa meraup untung.

Membangun makna dalam hal ini ialah memiliki misi untuk menjadikan dunia menjadi lebih baik. Misi ini tentunya lebih dalam dan jauh daripada hanya sekedar mencetak untung. Berikut ini merupakan tiga cara yang menurut Guy Kawasaki bisa ditempuh untuk membangun makna dalam entrepreneurship:

1. Tingkatkan kualitas kehidupan Sebuah usaha yang memiliki kualitas kehidupan akan cenderung bisa bertahan dan berkembang daripada sebuah usaha yang hanya sekadar berorientasi profit.

2. Luruskan yang bengkok

Anda dapat memulai sebuah usaha dengan tujuan untuk membenarkan apa yang belum benar. Misalnya, kurang menggembirakannya minat baca di masyarakat bisa kita gunakan sebagai celah bisnis dengan menjual buku-buku bekas yang terjangkau.

3. Mencegah sesuatu yang baik dari kemusnahan

Saat Anda memulai sebuah usaha, temukan sesuatu yang baik namun terancam keberlangsungannya  dalam waktu  dekat. Misalnya menjaga ketersediaan lahan hijau di sekitar tempat tinggal Anda dengan membuka sebuah usaha pembibitan dan pembuatan taman dengan konsep yang unik dan berbeda.

Nah, jika Anda ingin membuka sebuah bisnis, saatnya Anda membangun pondasi yang kokoh bagi bisnis Anda di masa datang. Dan bagi Anda yang sudah memiliki bisnis, saatnya menggunakan saran Guy Kawasaki di atas untuk mengevaluasi arah usaha Anda.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/4615-membangun-makna-bisnis-ala-guy-kawasaki.html

Friday, October 15, 2010

6 Tips Menangani Pelanggan yang Sulit

6 Tips Menangani Pelanggan yang Sulit PDF Cetak E-mail
Kamis, 14 Oktober 2010 10:07
pelayanan_konsumenPelanggan adalah raja. Adagium alias pepatah tersebut selalu terngiang di benak para entrepreneur yang ingin usahanya tumbuh dengan pesat. Mengerti kemauan pelanggan dan mampu memanjakan mereka hampir selalu menjadi sebuah keniscayaan bagi entrepreneur yang ingin sukses. Akan tetapi, tidak semua pelanggan mampu mengutarakan keluhan, kritik, maupun sarannya dengan bijak kepada kita.

Kurt Newman, seorang pakar penjualan mengungkapkan 6 tips yang memungkinkan kita dengan lebih mudah menangani kasus-kasus yang melibatkan pelanggan-pelanggan dengan kepribadian yang lebih sulit dan rumit dari kebanyakan orang.

Jangan ditanggapi dengan emosionalKesabaran menjadi poin penting di sini. Menghadapi seorang pelanggan yang sulit acap kali membuat kita kehilangan kesabaran. Mereka boleh saja berkata-kata kasar dan bernada tinggi atau mengirimkan sebuah surel bernada provokatif kepada kita tetapi kita tidak seharusnya berbuat serupa pada mereka (walaupun sebenarnya kita bisa). Selalu ingat bahwa dengan bereaksi secara emosional terhadap ucapan pelanggan, kita hanya akan menambah rumit keadaan. Merespon secara reaktif hanya akan membuat akal sehat kita melemah dan akhirnya tidak bisa berpikir jernih. Akan lebih parah lagi jika respon reaktif kita akan menyulut percekcokan dengan pelanggan dan menimbulkan perdebatan yang sebenarnya tidak rasional dan tidak relevan dengan inti masalah yang sebenarnya.

Selain itu, jangan menganggap apa yang diutarakan pelanggan yang sulit ini sebagai serangan terhadap diri Anda secara pribadi. Di sini kita berada di dalam lingkungan dan konteks bisnis, sehingga berpikir dan bersikaplah layaknya seorang duta besar bagi sebuah negara (baca: perusahaan kita). Dalam kondisi apapun, hindari tindakan tercela yang dapat merugikan perusahaan dalam jangka panjang, bukan malah mengejar kepuasan sesaat karena telah dapat membalas kekurangsopanan pelanggan dan sebagainya.

Pujilah pelanggan

Berikan pujian kepada pelanggan karena mereka telah melakukan upaya untuk menghubungi kita. Hargai usaha itu karena pada dasarnya masukan mereka walaupun menyakitkan pastinya akan memberikan kontribusi positif bagi perbaikan produk atau jasa yang kita tawarkan ke pasar. Jadi alangkah baiknya jika kita memberikan pengarahan bagi pegawai di jajaran terdepan (front liners) yang berhubungan langsung dengan pelanggan untuk bisa memuji pelanggan terutama yang sulit untuk dihadapi dengan memberikan pujian terlebih dahulu. Secara emosional, pujian juga akan menurunkan emosi pelanggan.

Dengarkan pelanggan dengan sungguh-sungguh

Kebanyakan dari kita mungkin hanya mendengarkan pelanggan dengan sepintas, atau bahkan lebih buruk lagi, kita berpura-pura mendengarkan dan mengerti apa masalah mereka. Strategi usang dengan menutup diri kita secara emosional saat menghadapi pelanggan yang marah sudah harus diubah karena tidak memecahkan masalah. Cara konvensional semacam ini hanya akan memberikan penundaan bagi penyelesaian masalah dan tidak pernah benar-benar menyelesaikannya.

Tindakan yang paling penting ialah dengarkan keluh kesah mereka, walaupun itu sangat emosional dan membuat kita hampir kehilangan kendali. Saat pelanggan telah melepaskan segala amarah dan keluh kesahnya, biasanya mereka akan mulai mampu untuk tenang, menguasai diri dan berpikir lebih jernih. Pada saat-saat seperti itulah, Anda mulai bisa mengajak berdiskusi lebih rasional. Dengan tingkat emosi yang lebih stabil setelah menumpahkan amarah, pelanggan akan mampu menceritakan permasalahan dengan lebih baik dan kita akan lebih mampu mengidentifikasi inti permasalahan (dan memisahkannya dari hal-hal lain yang kurang penting).

Berempatilah kepada pelanggan dengan bertanya

Tanyakan dengan nada lembut dan bersahabat kepada pelanggan tentang rincian permasalahan yang ingin mereka kemukakan. Rumus “who, when, why, where, what” dan “how” berlaku di sini. Dengan menunjukkan empati kepada pelanggan, kita juga membuat mereka merasa lebih nyaman dan jauh lebih terbuka dibanding jika kita menanggapi dengan dingin, kaku, dan tanpa empati. Penting juga untuk mencatat dengan sungguh-sungguh apa saja hal yang menjadi poin penting dalam uraian pelanggan. Ini juga memberikan kesan bahwa kita menanggapi permasalahan mereka dengan serius dan beritikad baik untuk menyelesaikannya semampu kita. Berusahalah untuk selalu memelihara pandangan mata kita dengan pelanggan karena tatapan mata langsung terhadap pelanggan mencerminkan perhatian penuh terhadap apa yang mereka sedang sampaikan.

Berikan pemecahan dan mintalah masukan dari pelanggan

Mayoritas pelanggan akan merasa apatis dan tidak sabar saat kita mengatakan pada mereka, “Maaf tunggu sebentar, saya akan kembali untuk memberitahukan solusi masalah Anda”. Hal ini lebih dipicu karena pengalaman buruk sebelumnya tentang bagaimana keluhan ditanggapi oleh orang yang kurang simpatik dan kurang profesional.

Untuk mendapatkan solusi, kita harus mempertimbangkan beberapa faktor, seperti apakah kita mampu memberikan solusi sesuai dengan bidang dan level kewenangan kita. Kadang ada tipe-tipe masalah yang tidak bisa kita berikan pemecahan sendirian karena dibutuhkan persetujuan dan pendapat atasan atau orang lain yang lebih berkompeten/ senior dalam hal tersebut. Dan kemudian berjanjilah untuk menghubungi mereka kembali (jika memang terlalu lama untuk ditunggu di tempat) dalam jangka waktu tertentu, misalnya 1 atau 2 hari setelahnya bergantung kepada kompleksitas permasalahan yang dihadapi.

Dan bila memang sudah buntu atau kita sendiri tidak bisa memecahkannya dengan baik, kita bisa mengajak pelanggan berdiskusi tentang bagaimana sebaiknya masalah tersebut dipecahkan. Pelanggan kadang memiliki usulan yang masuk akal dan praktis untuk itu, misalnya dengan mengembalikan sebagian atau seluruh uang yang dibayarkan pelanggan untuk mendapatkan produk atau jasa kita. Dan perlu sekali kita katakan setelah memberikan kembali uang tersebut (refund) bahwa kita akan memperbaiki sistem atau meningkatkan kualitas produk/ jasa yang ada sehingga pelanggan lain tidak mengalami masalah yang serupa.

Tindak lanjut

Tindak lanjuti apa yang sudah dilakukan sebelumnya misalnya dengan mengirimkan sebuah kartu ucapan terima kasih kepada pelanggan yang telah bersedia bersusah payah menemui atau menghubungi kita untuk memberitahukan masalahnya. Untuk lebih memberikan kesan dekat dan hangat, tulislah kartu ucapan itu dengan tulisan tangan, bukan diketik atau diprint dengan komputer. Atau alternatif lain ialah dengan mengirimkan email. Namun tentu saja email akan terkesan lebih kaku dan dingin, tetapi lebih baik daripada tidak menindaklanjuti sama sekali.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/53-pelayanan-konsumen/4284-6-tips-menangani-pelanggan-yang-sulit.html

Tuesday, October 12, 2010

Jangan Biarkan Bisnis Mengubah Anda Menjadi Zombie

Views :2494 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 12 Oktober 2010 13:06
Bisnis Anda seakan-akan hendak mengubah Anda menjadi sebuah zombie atau mayat hidup, dan yang paling buruk ialah Anda tidak menyadari bahaya ini.

zombie_bizSebagian besar orang karyawan dipekerjakan karena mereka memiliki vitalitas dalam pribadi mereka yang menjadi cermin kepribadian yang hidup, berpikiran kreatif, memiliki gaya komunikasi tersendiri, hadir, sadar, memiliki rasa ingin tahu serta selera humor yang tiada duanya. Namun, kemudian perubahan kebiasaan dan budaya terjadi perlahan-lahan seiring dengan terjadinya masuknya seorang individu ke lingkungan sebuah perusahaan. Jelas sudah bahwa semua karyawan yang bertahan di sana hanya berfokus pada hasil secara umum dan efisiensi. Mereka bekerja dalam waktu yang panjang. Bahkan harus mengorbankan waktu istirahat mereka di rumah. Mereka membalas email saat orang lain terlelap. Mereka menjawab panggilan telepon saat harus berolahraga di pagi hari. Mereka lembur tanpa kenal lelah dan menghabiskan waktu untuk bekerja di akhir minggu.

Saat bekerja, mereka biasanya hanya merespon daripada secara aktif bergerak mendahului situasi yang ada. Dengan kata lain, hanya akan ada tindakan jika ada masalah. Jika tidak ada masalah di depan mata, maka tidak perlu melakukan apapun. Tingkat kreativitas mereka merosot drastis, dan mereka hanya menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mengevaluasi apa saja yang telah dicapai atau dilakukan. Mereka lebih sedikit tersenyum apalagi tertawa saat bekerja. Semakin lama mereka terlihat lebih seperti orang lain di kantor, ciri khas mereka sebagai individu memudar. Mereka tak segan dan mulai meniru segala ucapan pimpinan tetapi dengan antusiasme yang jauh lebih lemah. Dan yang paling memprihatinkan, cara untuk menaiki jenjang karir yang lebih tinggi bukanlah dengan bekerja lebih baik daripada atasan. Kilatan semangat di mata mereka telah meredup bahkan benar-benar padam. Akhirnya mereka seolah berubah menjadi sekumpulan mayat hidup.

Budaya korporat zombie seperti ini biasanya muncul karena ketakutan akan ditegur oleh atasan atau dipecat sewaktu-waktu tanpa peringatan, yang pada gilirannya menebar teror dan ketakutan di seluruh karyawan dan memaksa mereka mengorbankan lebih banyak waktu dan tenaga yang mereka miliki, berusaha menjadi lebih setia, dan mengorbankan prestasi agar posisi mereka menjadi lebih aman di saat krisis melanda.

Mengapa kita harus membahas masalah ini sekarang? Karena budaya korporat zombie seperti ini bisa membuat kita kurang produktif di saat resesi dan penurunan jumlah karyawan saat ketakutan akan kehilangan pekerjaan mencapai puncak tertinggi.

Jadi apakah yang harus kita lakukan untuk menghindari atau meminimalkan risiko terjadinya budaya semacam ini di dalam perusahaan atau organisasi yang kita kelola? Meski Anda bukan seorang karyawan tetapi seorang entrepreneur yang memiliki atau memimpin perusahaan pun, hal seperti ini bisa mempengaruhi kinerja bisnis secara keseluruhan. Simak empat langkah yang menurut Dave Logan (seorang akademisi pengajar kepemimpinan dan manajemen di USC) bisa Anda ambil untuk menanggulangi akibat buruk dari budaya korporat negatif semacam ini.

Langkah pertama ialah sadarlah mengenai apa yang sedang terjadi. Banyak perusahaan mengirimkan pesan-pesan terselubung, terutama kepada para manajer mereka, bahwa keseragaman dan pengorbanan keunikan pribadi seseorang merupakan sesuatu yang baik. Padahal bukan!

Langkah kedua yaitu ketahui apa saja konsekuensinya. Vitalitas pribadi merupakan salah satu faktor  yang disebut sebagai sebuah “hal yang tidak bisa didelegasikan”, kualitas tak kasat mata itu membutuhkan rasa hormat dan perhatian dan mendorong orang lain untuk mendengarkan apa yang sedang Anda ucapkan.

“Hal yang tak bisa didelegasikan” ini bertalian erat dengan kepemimpinan dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Dalam konteks sejarah kenegaraan Amerika misalnya, “hal yang tak bisa didelegasikan” itu bisa dilihat dalam kepemimpinan mantan presiden John Kennedy, Ronald Reagan, serta Bill Clinton. Budaya korporat zombie ini berbahaya karena bisa menyebabkan Anda kehilangan “hal yang tak bisa didelegasikan”, yang akhirnya nanti akan menyebabkan kepemimpinan Anda menjadi timpang.

Langkah ketiga yaitu katakan “tidak!” pada budaya korporat zombie. Pemimpin yang paling efektif idealnya mampu menembus lapisan-lapisan manajemen tanpa pernah kehilangan vitalitas pribadinya tetapi tentu saja itu adalah sebuah usaha yang sadar dan sulit. Lakukan apa yang mereka lakukan: tetapkan batasan dan latihlah mereka yang berada di sekitar Anda mengenai prioritas Anda. Jika Anda tidak menjawab panggilan ponsel Anda pada kali kedua, mungkin dikarenakan Anda memiliki sesuatu yang lebih penting untuk dilakukan. Tindakan-tindakan ini sebenarnya meningkatkan tingkatan vitalitas pribadi Anda dan “hal yang tak bisa didelegasikan”.

Langkah keempat ialah ciptakan sebuah budaya yang hidup dan inovatif. berkomunikasilah dengan karyawan dan staf lainnya yang memiliki satu visi dengan Anda untuk menolak budaya zombie seperti ini. Dan kemudian bangunlah sebuah kelompok dengan mereka.

Pernahkah Anda melihat sebuah budaya zombie atau malah menjadi bagian dari budaya itu? Jika iya, cobalah menerapkan empat langkah di atas untuk membuat kehidupan di kantor Anda lebih berwarna dan hidup.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/4233-jangan-biarkan-bisnis-mengubah-anda-menjadi-zombie.html

Monday, September 27, 2010

Pendidikan yang Dibutuhkan Seorang Entrepreneur

Views :3109 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 27 September 2010 08:47
Bekerja sebagai seorang entrepreneur tidak hanya berhubungan dengan mendapatkan ide atau mendapatkan pendanaan untuk melaksanakannya. Menjalankan bisnis sendiri membutuhkan ketrampilan dan pengetahuan. Pertanyaannya ialah ketrampilan apakah yang kita perlukan agar menjadi seorang entrepreneur andal? Pengetahuan seperti apakah yang harus kita pelajari supaya kita bisa menjalankan usaha dengan baik dan benar? Banyak orang menduga bahwa gelar akademik akan memberikan jaminan pasti untuk keberhasilan seseorang menjalankan bisnis namun bagaimana dengan sederetan entrepreneur veteran seperti Bill Gates, Michael Dell, dan sebagainya yang diketahui hanya mengantongi ijazah sekolah menengah atau hanya menjalani sebagian masa pendidikan tinggi mereka tanpa menyelesaikannya hingga tuntas alias drop out.

pendidikanTidak ada jawaban atau pola pasti mengenai pendidikan seperti apakah yang harus ditempuh oleh seseorang agar bisa mengelola bisnis dengan piawai. Tidak bisa dipungkiri bahwa terdapat beberapa aspek yang tidak bisa diajarkan oleh seorang dosen terbaik sekalipun agar kita bisa menjadi entrepreneur unggul di kehidupan nyata. Namun begitu, terdapat beberapa hal yang sebenarnya bisa kita pelajari seperti kreativitas, ketrampilan dan pengetahuan.

Dalam sebuah kampus/ sekolah bisnis yang menawarkan gelar entrepreneur, biasanya diajarkan banyak mata kuliah yang bertalian dengan disiplin ilmu ekonomi seperti akuntansi manajemen dan keuangan baku, statistika, strategi, manajemen, pemasaran, keuangan, teknologi, serta hukum bisnis yang semuanya akan diperlukan begitu seseorang hendak membuka sebuah usaha kelak.  Dan agar lebih ideal, ditambahkan mata kuliah khas entrepreneursip yaitu mata kuliah praktik yang lebih bersifat penerapan teori dalam memulai sebuah usaha. Misalnya mahasiswa diajari mengenai bagaimana menyusun sebuah business plan yang baik dan benar, bagaimana mengelola sebuah usaha kecil/ menengah, menjalankan perundingan/ negosiasi, usaha dengan lingkup global atau bersifat padat teknologi. Insititusi pendidikan lainnya seperti sekolah menengah, sekolah kejuruan, pendidikan,atau kegiatan seminar atau lokakarya dengan tujuan spesifik lebih memberikan titik tekan mengenai aspek praktis dari menjalankan sebuah bisnis. Namun, meskipun Anda tidak menguasai beberapa aspek dengan baik, Anda masih dapat bekerjasama dengan beberapa mitra yang menguasai bidang-bidang yang menguasai bidang-bidang tersebut.

Berikut ini merupakan daftar dalam www.smallbusinessnotes.com. Daftar di bawah ini memuat jenis-jenis pengetahuan dan ketrampilan tertentu yang seyogyanya seseorang miliki untuk dapat menjalankan usaha dengan lancar:

Proses perintisan:
Struktur hukum
Pencatatan data administrasi
Asuransi
Pemiilihan peralatan, pasokan, sumber daya manusia
Pemilihan nama
Sumber daya keuangan

Perencanaan bisnis:
Pencatatan dasar
Pendanaan dasar
Manajemen keuangan bisnis
Manajemen produksi dan operasional
Manajemen bisnis dasar

Pemasaran:
Penjualan
Humas
Periklanan

Meskipun terlihat seperti sebuah daftar yang panjang, setiap aspek yang tersebut di atas menjadi komponen vital dalam proses menjalankan usaha. Administrasi Bisnis Kecil menyediakan kelas-kelas dan materi yang membahas semua aspek ketrampilan di atas. Yang menarik ialah sebagian dari aspek-aspek tersebut justru tidak diberikan dalam perkuliahan. Sebagian besar mata kuliah yang dipelajari dalam bangku perkuliahan kurang memberikan kontribusi dalam peningkatan kemampuan mengelola bisnis. Sebagian hanya berguna sebagai kajian teoretis atau hanya trik bisnis yang kurang bermanfaat.
Setelah Anda memperoleh apa yang dibutuhkan, Anda seharusnya mampu untuk menjalankan roda bisnis dan mencapai sukses. Namun, Anda tidak seharusnya belajar di sana. Ada begitu banyak bidang pengetahuan yang berguna, yang dapat digunakan saat dibutuhkan atau memberikan sudut pandang baru bagi Anda dalam menghadapi tantangan yang ada.
Inilah beberapa aspek yang harus Anda berikan perhatian lebih intens saat peluang muncul.

Strategi
Strategi merupakan salah satu dari bagian paling menyenangkan dalam pengelolaan sebuah bisnis meskipun beberapa buku dan kursus mengenai topik ini justru sangat membosankan. Strategi berkutat seputar alternatif. Ada berbagai macam cara untuk menjalankan usaha dan mencapai tujuan. Strategi merupakan rencana yang telah Anda pilih dan rancang untuk mewujudkan tujuan. Anda bisa saja memiliki sebuah ide yang menakjubkan dan akan disukai banyak orang tetapi jika Anda memiliki sedikit saja pengetahuan mengenai strategi alternatif, Anda akan menemukan cara untuk bisa bekerja lebih produktif dan efisien.

Akuntansi/ Perpajakan
Aspek ini harus diakui memainkan peran yang signifikan dalam pengelolaan usaha. Mempelajari seluk beluk akunting dan perpajakan tidak akan sia-sia karena memiliki efek langsung terhadap keberlangsungan bisnis.  Jadikan pengetahuan dan ketrampilan akunting dan perpajakan sebagai salah satu pijakan dalam berbisnis.

Modal Usaha
Banyak entrepreneur terutama pemula yang minim pengetahuan mengenai apa itu modal usaha,  padahal itu berguna bagi Anda jika suatu saat nanti dalam perjalanan berbisnis Anda membutuhkan modal yang banyak. Aspek ini penting dipelajari sebelum Anda berusaha mendapatkan modal.
Penawaran Umum Awal
Banyak usaha dimulai tanpa niat untuk menjadi perusahaan yang akan dijualbelikan secara umum. Sementara perusahaan lain justru didirikan dari awal dengan tujuan untuk diperjualbelikan secara umum. Apapun harapan semula Anda, perubahan selalu terjadi pada lingkungan sekitar kita. Pelajari kemungkinan untuk dapat dijual kepada umum agar bisa mempertimbangkan masak-masak kemungkinan yang lebih baik dan paling memenuhi keinginan Anda.

Jaringan
Dengan membangun hubungan dengan rekanan baik melalui cara bertemu langsung atau secara online, Anda akan mendapatkan nilai lebih untuk bisnis apapun. Jaringan ini bisa berupa kelompok dukungan dengan anggota yang saling menguatkan satu sama lain. Pelajarilah kemampuan untuk membangun jaringan yang solid dan kompak sehingga kelak jika Anda membutuhkan bantuan, teman-teman Anda akan ada untuk memberikan bantuan. Ini adalah salah satu unsur terpenting dalam entrepreneurship karena ia pada dasarnya entrepreneurship adalah pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama, bukan individu.

Personalia dan Kompensasi
Banyak dari kita yang memulai tanpa bantuan seorang pegawai pun atau bahkan jika kita memiliki pegawai, kita telah memiliki definisi tersendiri tentang lingkungan kerja yang baik atau yang pantas untuk kita. Itu bagus untuk usaha kecil. Kini dalam persaingan bagi pegawai yang berkualitas baik sudah sangat ketat. Sisihkan waktu untuk menambah ilmu Anda mengenai personalia yang baik dan masalah kompensasi memungkinkan Anda untuk menawarkan paket yang paling menarik  kepada pegawai sembari melindungi diri Anda sendiri.
Negosiasi
Bersuyukurlah bahwa ternyata kemampuan bernegosiasi yang baik dapat dipelajari. Menguasai keahlian negosiasi yang baik akan membuat Anda  mampu menghadapi berbagai macam orang yang Anda temui saat berbisnis, baik itu pegawai, pelanggan atau pemasok. Sebuah perundingan akan berjalan baik jika di akhir perundingan itu tercapai kesepakatan yang memuaskan kepentingan pihak-pihak yang terlibat. Dalam bernegosiasi, kemampuan untuk mendengar dan berpikir tajam berguna bahkan bagi orang-orang yang tidak sedang menjalankan usaha.
Pemecahan Konflik
Ketrampilan lainnya yang berguna dalam berbagai aspek kehidupan kita ialah kemampuan memecahkan masalah. bahkan jika Anda tidak mempelajari ketrampilan ini, cobalah belajar tentang bagaimana layanan yang ada di sekitar Anda menyelesaikan pertikaian. Banyak perkumpulan yang memiliki pusat mediasi yang ditujukan untuk membantu menemukan jalan keluar dari konflik yang terjadi. Cara ini merupakan pemecahan yang lebih baik jika ditinjau dari segi biaya karena menyelesaikan perkara di pengadilan lebih menguras dana. Dan yang terburuk jika perseteruan memuncak menjadi amarah yang kurang sehat., yang menimbulkan masalah baru yang lebih pelik.
Pengembangan Produk
Setelah merilis sebuah produk yang terhitung sukses di pasaran, mungkin Anda ingin membuat serangkaian produk lainnya yang terinspirasi dari produk yag sukses tersebut. tetapi bagaimana Anda harus memastikan bahwa itu merupakan sebuah keputusan bisnis yang tepat dan menguntungkan? Itulah mengapa kita harus selalu mengandalkan pengetahuan mengenai pengembangan produk. Dengan pengetahuan ini, Anda akan mengetahu dengan akurat apakah sebuah produk layak untuk menjadi inspirasi bagi kemunculan produk lainnya. Idealnya, pengembangan produk ialah suatu usaha bersama antara pemasaran dan produksi.
Penyusunan suatu Budaya atau Tim
Penyusunan tim  telah mengalami pergeseran makna di benak banyak orang karena praktik yang kebanyakan kurang mencerminkan penyusunan sebuah tim yang sebagaimana mestinya. Namun begitu, jika dilakukan dengan baik akan menambah nilai positif kepada produktivitas usaha secara keseluruhan. Terdapat berbagai macam teknik yang bisa digunakan dalam banyak jenis usaha yang berhasil.
Pembangunan Visi Perusahaan
Menentukan apalagi mengejar visi membutuhkan waktu yang panjang dan konsistensi yang tak terputus. Jangan habiskan waktu untuk hanya mencari visi yang terlalu rumit. jadikan sederhana namun menyampaikan makna yang kuat kepada orang lain mengenai apa sesungguhnya bisnis kita lakukan.
Pembinaan
Pembinaan dilakukan dengan tujuan agar seseorang bisa melakukan tugasnya dengan seefisien mungkin. Pembinaan bisa dilakukan dari dua sisi, internal maupun ensternal. Secara internal, pembinaan dapat dilakukan agar orang melakukan pekerjaannya dengan lebih baik. Secara eksternal, pembinaan bisa dilaksanakan dengan membantu tim manajemen dengan lebih efektif. Pembinaan serupa dengan pembimbingan oleh mentor. Namun, pembinaan lebih efektif karena di dalamnya seseorang harus mempraktikkan ketrampilannya dengan aktif untuk kemudian  diuji dan dikembangkan lebih lanjut. Satu nasihat ialah pilihlah pembina atau coach yang teruji kualitasnya.
Perubahan
Perubahan merupakan faktor besar lainnya dalam bisnis masa kini dan mempengaruhi setiap aspek pengelolaan bisnis. Pelajarilah sebanyak mungkin mengenai bagaimana mengantisipasi perubahan. Ketahui pula bagaimana kita dapat menghadapinya dan mengubahnya menjadi peluang bisnis.
Kreativitas
Bukan rahasia lagi bahwa kreativitas menempati posisi penting dalam dunia bisnis. Dengan kreativitas yang melimpah, seorang entrepreneur bisa  menangani masalah, atau mengembangkan produk/jasa yang dimiliki sehingga lebih menarik bagi konsumen.
Pengelolaan Pertumbuhan
Hal ini ialah sebuah tantangan yang kita semua harapkan saat baru saja memulai tetapi bisa saja menjadi tonggak perkembangan selanjutnya jika memang bisa diwujudkan. Menyiapkan diri sendiri untuk apa yang Anda harus lakukan untuk mengelola pertumbuhan Anda sehingga usaha Anda berjalan ke arah yang direncanakan adalah sesuatu yang penting dan menentukan bisa tidaknya usaha Anda menembus persaingan di masa datang.
Teknologi
Bagi mereka yang menyukai bermain dengan sesuatu yang baru, teknologi ialah suatu objek yang menyenangkan. Bagi entrepreneur, teknologi dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk mencapai produktivitas dan efisiensi kerja yang lebih tinggi. Pelajari teknologi terkini untuk bisa meringankan pekerjaan sehari-hari Anda. Dayagunakan apa yang sudah disediakan oleh teknologi.
Manajemen Krisis
Manajemen krisis sering menjadi perbincangan di saat perekonomian sedang mengalami kelesuan. Lain dari pendapat umum,  manajemen krisis semestinya tetap menjadi salah satu fokus pengelolaan usaha, baik di saat perekonomian memburuk, membaik, atau stagnan.

Sebuah pendekatan yang bagus ialah dengan menemukan kelompok pendukung yang bisa Anda jadikan sandaran saat masalah mendera usaha Anda. Kelompok ini idealnya dapat memberikan ruang bagi Anda untuk berbagi dan menimba pengalaman atau mempererat hubungan bisnis. Di sini, Anda seharusnya bisa menjadi seorang siswa yang tidak kenal lelah untuk terus belajar. Terus menerus belajar merupakan sebuah kebutuhan untuk dapat mengantisipasi dunis bisnis yang juga tak henti-hentinya bergerak dinamis. 

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/edukasi/3965-pendidikan-yang-dibutuhkan-seorang-entrepreneur.html

Thursday, July 22, 2010

Yuk, Buka Butik

Yuk, Buka Butik PDF Cetak E-mail
Selasa, 20 Juli 2010 15:25
butikPeluang bisnis membuka butik memiliki kesamaan dengan membuka sebuah toko pakaian. Namun, perlu diperhatikan bahwa biasanya sebuah butik berisi pakaian-pakaian dengan model yang lain dari toko-toko pakaian biasa. Model yang ada lebih bersifat eksklusif dan modis. Sebuah butik ditata sedemikian rupa sehingga menampilkan kesan elegan yang tidak biasanya dimiliki toko-toko pakaian yang terbuka untuk umum. Dengan kesan eksklusif ini, harga yang dipatok juga lebih tinggi dari harga pakaian pada umumnya. Membuka sebuah butik normalnya membutuhkan dana segar yang lebih banyak karena mutu pakaian yang dijual juga biasanya lebih baik dari toko-toko pakaian lainnya.

Meski tidak mutlak, satu ciri yang melekat dengan butik ialah segmen konsumen perempuan, contohnya perempuan lajang atau ibu-ibu dari kalangan menengah ke atas yang tidak ragu untuk membayar lebih demi selera dan kenyamanan. Butik bisa menyasar berbagai macam segmen pelanggan, misalnya pria, anak-anak, orang-orang dengan ukuran badan ‘khusus’, atau selera berbusana yang lain dari konsumen kebanyakan.

Langkah-langkah persiapan:

1. Dapatkan dana segar sebagai modal, terutama untuk membeli stok kain dan peralatan menjahit.
2. Tentukan segmen konsumen butik Anda. Dengan memiliki sasaran yang terfokus, Anda dapat mengembangkan butik Anda agar lebih mudah diingat konsumen. Misalnya, dengan memilih kalangan perempuan dewasa muda mapan usia 20-an hingga 30-an, usaha butik Anda akan lebih mudah dikenal dan akan lebih mudah dibedakan dari pesaing. Dengan begitu, akan ada pelanggan setia yang diharapkan selalu mengunjungi butik Anda.
3. Siapkan tempat usaha yang tepat dan strategis. Bisa menyewa sebuah tempat, atau jika tempat tinggal Anda sudah cukup strategis dan masih cukup luas, bukalah butik di rumah.
4. Perkaya dan mutakhirkan pengetahuan Anda tentang busana secara terus menerus. Ini mutlak diperlukan untuk bertahan dalam persaingan yang ketat. Kreativitas yang tinggi akan membuat butik Anda lebih menonjol dari yang lain. Akan lebih baik jika Anda memiliki latar belakang pekerjaan atau pendidikan yang berhubungan dengan dunai tata busana.

Langkah-langkah realisasi:

1. Merekrut seorang penjahit dan perancang baju yang profesional dan berpengalaman. Mungkin pada tahap awal Anda merasa masih bisa menjalani dua peran ini sembari menjadi pemilik dan pengelola butik. Tetapi saat usaha sudah mulai berkembang dan Anda ingin berekspansi serta serius menekuni usaha butik, ini adalah jalan terbaik yang bisa ditempuh untuk melejitkan butik Anda.
2. Pakaian tentu sangat bertalian erat dengan aksesoris pakaian. Aksesoris, meskipun hanya pelengkap, juga termasuk barang-barang yang digemari oleh kosumen.
3. Ketahui relasi yang bisa memberikan Anda material/ kain yang lebih murah dari harga pasar tanpa mengorbankan mutu. Dengan menekan harga beli material, Anda bisa mendapatkan untung lebih banyak dan bisa lebih kompetitif.

Langkah-langkah pemasaran:

1. Lakukan promosi dari mulut ke mulut ke teman-teman, keluarga, tetangga, dan sebagainya.
2. Ikuti pameran apapun, terutama yang berhubungan dengan busana.
3. Lakukan promosi melalui situs jejaring sosial. Buat sebuah akun khusus untuk butik Anda dan unggahlah foto-foto pakaian dan aksesoris yang Anda jual. Sertakan bagaimana cara memesan, harga per barang dan biaya pengiriman serta cara membayar. Umumnya pemesanan bisa dilakukan via telepon atau pesan singkat dan pembayaran dilakukan dengan transfer uang ke rekening tertentu. Dengan begitu, Anda memperluas peluang usaha. Batasan geografis bukan merupakan kendala lagi.
4. Menyebarkan pamflet atau brosur kepada segmen yang menjadi sasaran butik Anda.
5. Berikan harga khusus untuk menyambut momen-momen tertentu misalnya hari ibu, atau hari anak, yang sesuai dengan segmen butik Anda.

Tantangan:

1. Kompetisi dalam dunia usaha pakaian jadi sekarang ini cukup ketat. Anda harus bekerja keras untuk bisa bertahan. Untuk mengatasinya, ciptakan sebuah nilai tambah dalam usaha butik Anda. Nilai tambah tersebut akan membuat butik Anda mudah dikenali konsumen karena berbeda dari pesaing lainnya. Dan itu membuat peluang untuk berkembang menjadi semakin tinggi.
2. Segmentasi yang ada kemungkinan besar membuat jumlah pelanggan lebih sedikit dibandingkan toko-toko pakaian yang menjual segala macam jenis pakaian. Mengejar keuntungan dengan berdasarkan volume penjualan memang kurang dapat diterapkan dengan baik di sini.  Ini dapat disiasati dengan membuat produk yang benar-benar bermutu lebih baik dari toko-toko pakaian sehingga Anda dapat dengan mudah menetapkan harga yang tinggi. Konsumen tentunya dengan tidak ingin merasa tertipu setelah mengenakan pakaian yang Anda jual. (*/Akhlis/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/kembangkan-uang-anda/3203-yuk-buka-butik.html