Friday, August 5, 2011

Laba mendaki dari pembuatan tenda dan tas bertualang


Peluang Usaha

Jumat, 05 Agustus 2011 | 15:43  oleh Fahriyadi
PELUANG BISNIS PERLENGKAPAN BERKEMAH
Laba mendaki dari pembuatan tenda dan tas bertualang

Berkemah atau camping memang menyenangkan. Apalagi jika berkemah di alam bebas yang jauh dari kebisingan dan keramaian perkotaan. Tapi, kalau ingin berkemah, tentu harus punya keperluan berkemah, seperti tenda, kantong tidur (sleeping bag), tas ransel atau tas punggung, dan lain sebagainya.

Nah, karena peminat berkemah kian banyak, alat berkemah tentu jadi incaran. Peluang inilah yang dilirik Said Zubairi, produsen tenda dan tas ransel merek Lorr Adventure Gear di Sidoarjo, Jawa Timur.

Said melihat jumlah pehobi camping makin bertambah, terutama dari kalangan muda. "Berkemah itu dilakukan saat mendaki gunung, outbond, juga wisata pantai atau pergi ke pegunungan," kata produsen yang membuka usaha sejak 2001 silam, ini.

Nah, seiring kenaikan jumlah permintaan, mendaki pula usaha pembuatan perlengkapan kemah milik Said. Saban bulan, laki-laki berusia 31 tahun itu bisa mendapatkan pesanan pembuatan 20 tenda. Said menjual setiap tenda produksinya seharga Rp 400.000 - Rp 900.000.

Tenda made in Said adalah tenda jenis dome atau tenda kubah yang berdiri menggunakan rangka yang dibalut parasut. Said membuat tenda dome itu ber ukuran 210 centimeter (cm) x 190 cm x 120 cm yang mampu memuat 4 hingga 5 orang. "Rangka tenda menggunakan bahan fiber glass dan bahan aluminium," kata Said.

Untuk membuat satu tenda, Said bisa mengerjakannya selama dua hingga tiga hari. "Sekarang ini tenda dome lebih populer digunakan berkemah," kata Said.

Sementara produksi tas ransel Said dibanderol seharga Rp 200.000 - Rp 300.000. Saban bulan, Said bisa menjual 30 tas ransel. Agar lebih banyak variasi jualan, Said baru-baru ini juga memproduksi jaket pelampung yang dijual seharga Rp 175.000. "Pesanan pelampung memang belum terlalu banyak, karena ini produk baru," terang Said.

Dalam memasarkan produk, Said hanya mengandalkan internet. Ia bahkan tidak berencana membuka toko sendiri yang mahal operasionalnya. Apalagi, meski hanya dijual di dunia maya, Said bisa mendulang omzet Rp 30 juta per bulan.

Produsen perlengkapan kemah lainnya adalah Arnold Simanjuntak. Pemilik www.tendaku.net ini memproduksi tenda dan kantong tidur di Bandung.

Khusus tenda, Arnold memproduksi tenda dome berkapasitas dua hingga 10 orang seharga mulai dari Rp 1,5 juta-Rp 4 juta. "Untuk kantong tidur tidur harga Rp 175.000 per kantong," kata Arnold.

Arnold mulai produksi perlengkapan kemah sejak 1998. Hingga kini pria berusia 38 tahun itu mendulang omzet Rp 20 juta per bulan. Omzet itu berasal dari penjualan 10 tenda dan 10 kantong tidur. "Selain menjual, kami juga menyewakan tenda," kata Arnold.

Sumber: http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/74734/Laba-mendaki-dari-pembuatan-tenda-dan-tas-bertualang

No comments:

Post a Comment

Post a Comment