Monday, December 5, 2011

Bagaimana Mengenali Kepemimpinan Disfungsional dalam Usaha Baru

Views :93 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 05 Desember 2011 11:33
pemimpin-otak-sehatPara pendiri hampir selalu menyebutkan kekurangan dana sebagai alasan utama mereka mengalami kegagalan tetapi jika kita cermati, bisa ditebak alasan kegagalan ialah kepemimpinan yang kurang andal. Kadang harus dipulangkan kepada si pendiri usaha rintisan, sehubungan dengan kelesuan yang sering disebut “Sindrom Pendiri”.

Ini bukan penyakit yang harus dihindari tetapi ia bisa membunuh sebuah usaha rintisan. Beberapa fakta yang menunjukkan fenomena ini menurut apa yang dikemukakan oleh Marty Zwilling yang disadur dari laman Caycon.com, Senin (5/12) ialah:
  • Penasihat dan staf dipilih sekehendak hati dari teman dan kenalan. Secara pribadi, kesetiaan dan kepribadian merupakan kriteria utama. Ini lebih penting daripada ketrampilan, kecakapan berorganisasi atau pengalaman. Si pelaksana terus mencari lebih banyak pendukung daripada orang-orang dengan pandangan dan ide yang nyata.
  • Bereaksi secara defensif dan terus berbicara. Kadang waktunya untuk mendengarkan dengan tenang daripada berbicara. Seorang pemimpin yang kuat dan percaya diri akan selalu menyadari bahwa tanggapan yang defensif sebelum pesan masukan selesai tidak mengesankan investor atau siapapun dalam tim tersebut.
  • Rapat staf untuk komunikasi satu arah. Pendiri semacam ini mengadakan rapat-rapat hanya untuk melaporkan adanya krisis, memacu staf untuk bekerja lebih keras dan mendapatkan laporan status mengenai pekerjaan yang dibebankan. Tidak ada konsep mengenai pengembangan strategi tim di sini dan persetujuan pelaksanaan tujuan secara bersama-sama.
  • Tanpa masukan dan tanpa ada persetujuan dari tim, menetapkan tujuan yang terlampau ambisius. Tujuan-tujuan ini ditetapkan menurut keinginan dan impian si pendiri, tanpa mengakui adanya kenyataan teknis, biaya atau waktu yang dibutuhkan.
  • Sepanjang waktu menjadi semakin terisolasi dan paranoid. Petunjuk pertama ialah beberapa komentar yang dibungkus motif tertentu dari anggota staf, penasihat dan investor. Hal ini menjadi lebih spesifik saat keadaan makin genting, hingga ke titik di mana anggota utama mulai untuk meninggalkan perusahaan secara sembunyi-sembunyi.
  • Sangat skeptis mengenai perencanaan, kebijakan dan penasihat. Persepsi pendiri ialah bahwa pengalamannya lebih dapat diterapkan dari masukan siapapun dan perencanaan serta kebijakan hanyalah suatu cara memperkenalkan birokrasi yang tak perlu.
Pada awalnya, kita mendapati pendiri usaha rintisan sangat dinamis, bersemangat dan tegas. Ia memiliki visi yang jelas tentang bagaimana perusahaannya ke depan. Ia tampakmengetahui dengan baik kebutuhan pelanggan dan bersemangat mengenai upaya pemenuhan kebutuhan yang ada. Sifat-sifat itulah yang seseorang harapkan saat sebuah perusahaan mulai berjalan. Namun, ia memiliki sifat-sifat lain, termasuk sifat-sifat yang ada dalam daftar di atas, yang menjadi kewajiban utama.

Bagi para pendiri usaha rintisan, jika Anda mendapati artikel ini seperti apa yang Anda alami dalam perusahaan Anda, sekaranglah waktunya untuk bercermin. Tak ada yang bisa mengubah diri kita kecuali kita sendiri. Dan ini bisa menyelamatkan usaha rintisan Anda! (*/Akhlis)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/13257-bagaimana-mengenali-kepemimpinan-disfungsional-dalam-usaha-baru.html

No comments:

Post a Comment