Wednesday, October 12, 2011

Taklukkan Hasrat Menunda!


Hits : 1662 PDF Cetak E-mail
Selasa, 11 Oktober 2011 11:32
bisnis_tun1011Tak terhitung orang yang berkata, ”Suatu saat nanti, saya akan mulai memiliki usaha sendiri dan akan menjadi kaya karenanya!” Dan hari itu pun tak kunjung tiba, karena mereka terus menunda untuk berbisnis.

Sebagian besar dari kita memang bermasalah dengan kebiasaan menunda. Tetapi tantangannya di sini kadang tidak hanya mengalahkan kebiasan buruk itu saja. Ada begitu banyak pemicu mengapa seseorang bisa mengidap kebiasaan menunda yang parah.

Jika Anda menemukan salah satu dari poin-poin berikut ini dalam diri Anda, kemungkinan Anda bukan seorang entrepreneur tetapi calon entrepreneur:

  1. Anda seorang pemimpi, bukan pelaku. Mayoritas orang dalam kategori ini sebenarnya lebih menyukai untuk menganggap diri mereka sebagai orang dengan banyak ide daripada seorang pelaksana. Dalam kenyataan, bermimpi dan ide adalah hal yang mudah dan bagian yang sulit adalah menyusun rencana yang bisa direalisasikan dan bagian tersulit ialah mengeksekusi rencana tersebut hingga berhasil seperti yang diharapkan. Sebuah visi yang kuat dibutuhkan tetapi visi berbeda dari impian.
  2. Ketidakmampuan untuk belajar keterampilan baru. Ini awalnya terjadi pada orang-orang begitu mereka lulus sekolah. Mereka berpikir bahwa sekolah adalah tempat di mana keterampilan diperlukan. Sebenarnya sekolah hanya tempat untuk belajar bagaimana belajar dengan baik di kehidupan nyata. Keahlian spesifik bisa dipelajari dari pengalaman, bukan buku. Kemampuan untuk belajar tidak menurun seiring usia, kecuali jika Anda memang tidak memiliki kepercayaan diri dan semangat.
  3. Ketakutan yang tidak sehat terhadap kegagalan. Seseorang yang bijak mengatakan, “Siapa yang tidak pernah takut itu adalah orang bodoh.” Orang-orang sukses mengatasi ketakutan mereka yang masuk akal dan berlanjut untuk mengerjakan tugas mereka. Sementara yang lain terpaku dalam ketakutan dan tidak pernah memulai. Mengharapkan kegagalan dan belajar banyak dari kegagalan itu sendiri ialah salah satu cara paling efektif untuk belajar.
  4. Ketakutan tersembunyi terhadap keberhasilan. Percaya atau tidak, banyak orang takut untuk sukses! Dan saat kesuksesan mendekat, mereka justru ketakutan. Pada kenyataannya ada begitu banyak bukti yang menyatakan bahwa diperlukan kekuatan dalam diri seseorang untuk bisa mengatur kehidupan mereka setelah datangnya keberhasilan dalam hidup mereka. Perhatikan bahwa banyak kegagalan setelah keberhasilan dalam kehidupan orang-orang yang berhasil memenangkan lotere atau setelah menduduki puncak dalam bidang pekerjaan mereka.
  5. Anda suka kesempurnaan, bukan orang yang pragmatis. Sebuah produk atau jasa baru tidak akan pernah sempurna dalam dunia yang terus berkembang, jadi mengapa harus memulai? Pada ujung lain. kita tahu investor yang telah mengerjakan ide yang sama selama 30 tahun dan belum bisa menunjukkan hasil nyata kerja keras mereka selama itu. Sebuah cara yang terbukti berhasil dalam bisnis ialah dengan menghasilkan sesuatu dan secara berangsur-angsur menyempurnakannya.
  6. Tidak fokus, atau mudah terpecah konsentrasinya. Entrepreneur yang sukses memiliki visi yang kuat dan tidak membiarkan orang lain atau hal lain mengalihkan perhatian mereka dari tujuan. Dalam bisnis, ini berarti bahwa Anda harus mendahulukan prioritas dan memisahkan hal penting dari yang darurat. Belajarlah bagaimana harus berkomitmen, fokus, mengatur pekerjaan dan mendelegasikannya saat memungkinkan.
  7. Selalu menemukan alasan. Prinsip pertama entrepreneurship ialah bahwa tanggung jawab ada di bahu Anda. Anda harus menerima tanggung jawab penuh untuk segala hal yang terjadi, baik atau buruk. Alasan adalah penghalang yang digunakan untuk membenarkan penundaan. Ia adalah cara untuk meyakinkan Anda bahwa seseorang atau sesuatu hal bertanggung jawab atas kegagalan yang Anda alami. Tidak satu pun yang produktif.
  8. Anda bukan orang yang bisa memulai sendiri. Jika Anda membutuhkan orang lain untuk memberitahu Anda kapan saatnya menyusun rencana bisnis dan mengatur waktu Anda, maka bisa dipastikan Anda tak akan pernah mencapai apapun. Dengan gaya hidup entrepreneurial, penentuan standar, model dan tindak lanjutnya terserah pada Anda.

Menurut Psychology Today, sekitar 20% orang mengenali diri mereka sendiri sebagai penunda yang parah. Di antaranya adalah calon entrepreneur yang terus bermimpi. Jika Anda menemukan sejumlah poin di atas dalam diri Anda, lakukan tindakan sekarang! Ubahlah sikap, perilaku dan pola pikir Anda saat ini agar tidak membuat Anda kecewa di kemudian hari. Kapan Anda melakukannya? (*/Akhlis)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/11863-taklukkan-hasrat-menunda.html

No comments:

Post a Comment