Showing posts with label tips bisnis. Show all posts
Showing posts with label tips bisnis. Show all posts

Saturday, March 16, 2013

Ingin Sukses Memulai Wirausaha, Intip Tips Awalnya


Penulis : Riana Afifah | Jumat, 15 Maret 2013 | 09:21 WIB


SHUTTERSTOCK
Saat berbisnis jangan hanya memikirkan soal uang dan keuntungan. Tentukan tujuan lain dari bisnis.

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam memulai mengembangkan wirausaha, ada satu hal yang perlu Anda perhatikan dengan baik sekali pun Anda memulainya pada usia muda. Jaringan pelanggan merupakan salah satu alat ukur keberhasilan usaha yang dijalankan.

Makin besar jaringan yang anda buat, makin terbuka pintu kesuksesan dari usaha tersebut. Lalu bagaimana cara yang tepat untuk membangun jaringan ini?

Pakar bidang Knowledge Management, James Van Der Westhuizen, mengatakan bahwa langkah pertama yang dilakukan adalah memahami jaringan pelanggan tersebut. Pasalnya, menjalankan sebuah usaha tidak semata-mata hanya berkutat pada masalah uang saja, tetapi intinya adalah pelayanan kepada orang lain.

"Pengetahuan akan pelanggan ini penting dan harus dipahami dengan baik keinginannya agar ada tujuan yang jelas dari usaha yang dijalankan," kata Van Der Westhuizen dalam acara Indonesian MAKE Study 2013 di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (14/3/2013).

Langkah selanjutnya adalah memilih target pasar yang sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan. Hal ini juga berkaitan dengan pelayanan dan pengembangan wilayah usaha nantinya jika jaringan pelanggan mulai terbentuk. Dengan memilih target pasar yang tepat, pelaku usaha dapat membuat program promosi dan penjualan yang sesuai juga.

"Tidak cukup hanya paham dengan kemauan pasar. Namun, harus memilih target market mana yang akan disasar. Jadi sales programnya bisa tepat," jelas Van Der Westhuizen.

Langkah selanjutnya tentu saja mulai membuat program promosi yang jelas dan akurat dengan memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang pesat saat ini. Untuk menggaet pelanggan, informasi yang memadai dengan berbagai rekomendasi positif akan membantu mendongkrak pengembangan usaha yang tengah dijalankan.

"Sekarang di mana-mana orang googling dulu untuk tahu review suatu tempat atau suatu barang. Jadi, manfaatkan itu sebaik mungkin. Banyaknya review positif tentu menarik minat orang untuk menggunakan jasa kita," tandasnya.
 
Editor :
Caroline Damanik

http://edukasi.kompas.com/read/2013/03/15/09211324/Ingin.Sukses.Memulai.Wirausaha..Intip.Tips.Awalnya

Wednesday, March 13, 2013

Mengapa Bisnis Anda Harus Online?

Hits : 2128 PDF Cetak E-mail
Selasa, 12 Maret 2013 08:36
e-commerce0911Teknologi internet saat ini sedang berkembang dengan sangat cepat. Internet diyakini akan merubah cara orang di seluruh dunia untuk berinteraksi dan bertukar informasi antar-sesama mereka.

Di Indonesia saja, pengguna internet jumlahnya naik rata-rata 35 persen setiap tahun. Saat ini diperkirakan ada 30 juta pengguna internet aktif di Indonesia, dan masih akan terus bertambah. Di negara maju, bahkan hampir setiap rumah memiliki koneksi internet.

Sudah saatnya, bisnis Anda menggarap pasar yang sangat besar dan potensial ini. Dengan cara meng-online-kan bisnis Anda, otomatis bisnis Anda sudah satu langkah lebih maju.

Berikut ini beberapa alasan mengapa bisnis Anda harus online:

Menjangkau wilayah yang lebih luasAnda dapat memperkenalkan diri Anda, perusahaan Anda, maupun produk atau jasa yang Anda jual ke seluruh pelosok dunia, di manapun ada koneksi internet. Dengan demikian bisnis Anda berpotensi untuk menjangkau calon konsumen lebih luas, termasuk dari luar negeri.

Tanpa batas waktuAnda dapat berpromosi selama 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, dan 12 bulan dalam setahun. Website Anda tetap dapat diakses meskipun tanggal merah.

Biaya promosi yang lebih ringanAnda dapat berpromosi dengan cara yang jauh lebih efektif. Melalui website Anda, promosi dapat dilalukan dengan cepat dan mudah, dan dengan biaya yang sangat ringan.

Bandingkan dengan cara promosi dengan media tradisional, di mana wilayah distribusinya sangat terbatas, dan hampir dapat dipastikan kita tidak mampu memasang iklan di setiap terbitannya secara terus-menerus, karena biaya beriklan di media seperti itu sangat mahal.

Membangun reputasi

Anda dapat menunjukkan pengetahuan, ketrampilan, maupun pengalaman Anda, sehingga dunia bahwa Anda serius dan profesional dalam bisnis Anda. Semakin banyak orang mengunjungi website Anda, nama Anda atau perusahaan Anda akan semakin dikenal.

Membangun komunikasi

Anda dapat berinteraksi dengan konsumen maupun calon konsumen Anda, sehingga terjadi hubungan. Anda juga bisa mendapatkan umpan balik dengan cepat dari konsumen, baik negatif maupun positif, sehingga masalah kecil dapat dengan segera diperbaiki sebelum menjadi besar.

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/178-bisnis-online/11304-mengapa-bisnis-anda-harus-online.html

Tuesday, February 5, 2013

6 Kiat Jalankan Toko Online


Hits : 661 PDF Cetak E-mail
Senin, 04 Februari 2013 09:13
bisnis online0412
Saat ini banyak para pelaku usaha yang menggunakan fasilitas internet untuk menjalankan usahanya. Salah satu peluang usaha yang dapat dijalankan dengan fasilitas internet yaitu toko online. Yang dimaksud dengan toko online yaitu berjualan produk atau jasa namun dalam memasarkannya menggunakan internet, biasanya dengan menggunakan website atau menggunakan blog maupun jejaring sosial yang memiliki banyak pengunjung.
Para pelaku usaha memilih menjalankan usahanya dengan cara online, karena dengan internet dapat menjangkau pasar yang lebih luas daripada jangkauan pasar toko offline. Selain itu bisnis online tidak membutuhkan modal yang terlalu besar, karena tidak memerlukan biaya tempat ataupun biaya peralatan sebesar toko offline.
Memang idealnya bisnis online dilakukan secara penuh alias fulltime. Namun ada kalanya, terutama bagi pemula bisnis internet memilih untuk memulai bisnis online sebagai bisnis sampingan. Dan ini sama sekali bukan soal.
Google yang merupakan search engine terbesar di dunia, pun diawali sebagai proyek sampingan dua lulusan Stanford. Jadi faktanya banyak pengusaha yang bisa sukses sekalipun diawali dengan perlengkapan yang sederhana.
Namun walaupun terlihat mudah, untuk menjalankan toko online juga diperlukan ketekunan, keseriusan dan fokus yang sama besar dengan menjalankan toko offline.
Berikut beberapa kiat-kiat yang mudah di jalankan untuk memulai bisnis online atau membuka toko online, yang dapat Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menjalankan usaha toko online seperti dilansir dari Vibiznews.com:
1. Seperti halnya membuka toko offline, toko online juga membutuhkan tempat yang strategis untuk memasarkan produknya.
2. Dalam menjalankan toko online, buatlah desain website atau blog yang digunakan sebagai tempat berjualan semenarik mungkin. Sehingga para konsumen merasa senang dan nyaman dengan tempat usaha anda, seperti mereka masuk ke dalam toko offline yang display tempatnya menarik, rapi, dan memberikan kenyamanan pada konsumen.
3. Walapun toko online tidak melayani konsumen dengan bertatap muka langsung, namun pelayanan yang diberikan tetap sama? Bertujuan memberikan kepuasan terhadap konsumennya. Salah satu caranya dengan menyediakan fasilitas pelayanan chating online ataupun layanan call center.
4. Untuk pelayanan pembayaran, sediakan fasilitas pembayaran dengan mencantumkan nomor rekening bank yang memiliki jaringan luas atau yang memiliki nasabah banyak. Karena konsumen akan lebih senang jika melakukan pembayaran melalui rekening bank.
5. Lakukan promosi untuk toko online Anda, gunakan SEO untuk membantu meningkatkan kunjungan pada website toko online Anda. Selain itu Anda juga bisa memasang iklan baris ataupun iklan baner pada situs-situs yang telah memiliki banyak pengunjung (Baik iklan gratis maupun berbayar).
6. Lakukan sekarang. Jangan berkata nanti, sebentar untuk bisnis online Anda. Kesempatan tidak datang dua kali. Ambil kesempatan sekarang dan jangan pernah menunda tindakan Anda.

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/178-bisnis-online/22126-6-kiat-jalankan-toko-online.html

Saturday, December 22, 2012

Langkah-langkah Menjaga Pelanggan Anda

Hits : 3414 PDF Cetak E-mail
Jumat, 21 Desember 2012 09:04
konsumenloyalTidak peduli apa lini bisnis yang Anda jalankan, pelanggan membutuhkan penghargaan Anda atas dukungan mereka dalam menunjang pertumbuhan bisnis Anda. Secara sederhana, ucapan terima kasih adalah cara murah untuk menyatakan hal tersebut. Berterima kasih kepada pelanggan tidak hanya sebelum penjualan, tetapi setelah masa penjualan dilaksanakan.

Berikut beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk menjaga pelanggan Anda:
1. Ucapkan rasa terima kasih Anda dan katakan dengan penuh perasaan. Membuat ucapan terima kasih lisan secara pribadi dengan secara khusus menyebutkan mengapa Anda berterima kasih.

2. Menulis ucapan terima kasih secara pribadi pada catatan. Hal ini dapat Anda lakukan dengan menulis kata terima kasih pada faktur atau kwitansi setelah pembelian atau layanan.

3. Menawarkan diskon untuk pelanggan dengan menyediakan kupon yang dapat digunakan pada pembelian berikutnya. Atau, Anda dapat menciptakan program insentif seperti menawarkan pelanggan sebuah item diskon atau hadiah gratis setelah pembelian jumlah tertentu.

4. Kirim hadiah sebagai tanda penghargaan Anda. Hadiah dapat mencakup berbagai barang dengan logo perusahaan perusahaan Anda sebagai hadiah terima kasih dan sebagai tanda pemasaran untuk bisnis Anda.

5. Kirim kartu ucapan momen spesial seperti hari ulang tahun, hari raya keagamaan, tahun baru, dan sebagainya.

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/53-pelayanan-konsumen/12083-langkah-langkah-menjaga-pelanggan-anda.html

Jangan Remehkan Surat Perjanjian dalam Bisnis

Hits : 1909 PDF Cetak E-mail
Jumat, 21 Desember 2012 14:05
perj_bisnisDalam bisnis, memiliki surat penjanjian adalah hal yang sangat penting. Banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dari selembar kertas surat perjanjian. Seperti kita ketahui, bisnis adalah kegiatan yang melibatkan dua atau lebih pihak. Surat perjanjian dibuat untuk mengikat hak dan kewajiban kedua pihak. Dalam proses berbisnis bisa jadi timbul masalah, sengketa, atau perselisihan. Hal-hal semacam ini biasanya muncul dari ego manusia atau kepentingan salah satu pihak.

Surat perjanjian dimaksudkan untuk memberikan kejelasan secara tertulis mengenai hak dan kewajiban kedua belah pihak. Masalah yang sering timbul misalnya tentang pembagian keuntungan. Jika pembagian keuntungan sudah ditentukan di awal, dan dalam proses bisnis timbul masalah, kedua pihak hanya perlu kembali menengok perjanjian yang dibuat di awal.

Ini juga berlaku untuk bisnis kecil. Bahkan jika usaha yang Anda lakukan melibatkan teman dekat atau sudara, Anda tetap wajib membuat surat perjanjian. Jangan menganggap enteng masalah ini, karena tidak sedikit bisnis keluarga yang justru hancur karena pembagian keuntungannya tidak jelas karena tidak dibuatkan perjanjian tertulis.

Jadi, mulailah membuat surat perjanjian bisnis dari sekarang. Di secarik kertas saja sudah cukup, yang penting ada detail perjanjiannya dan tanda tangan kedua belah pihak. (*/dari berbagai sumber)

http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/7571-jangan-remehkan-surat-perjanjian-dalam-bisnis.html

Thursday, December 20, 2012

Pendelegasian yang Efektif


Hits : 1327 PDF Cetak E-mail
Kamis, 20 Desember 2012 10:33
Dua orang manajer, yang satu terlihat begitu rajin, tumpukan dokumen in-and-out berserakan di mejanya. Ia datang paling pagi, pulang paling malam, belum lagi membawa setumpuk dokumen pekerjaan ke rumahnya.

delegasi98Tiba di rumah hanya mengambil waktu sebentar untuk mandi, makan dan bicara dengan istri dan anak, kemudian tenggelam lagi dengan pekerjaan yang harus ia selesaikan karena esok hari diperlukan untuk bahan rapat dengan atasan. Rapat sering membuatnya panik karena tidak siap dengan materi yang harus dipersiapkannya.

Sudah tiga tahun lebih ia tidak sempat mengambil cuti karena begitu sibuknya. Manajer yang satu lagi, terlihat begitu santai, hanya beberapa tumpukan tipis di mejanya, memang sepertinya banyak berbicara dengan anak buah bergantian, ketika waktu rapat tiba dengan santainya ia masuk ruang rapat.

Sore hari tidak terlihat membawa setumpukan dokumen seperti rekannya yang tadi. Tiba di rumah, mandi, makan dan sempat bercengkerama dan bersenda-gurau dengan istri dan anaknya. Tiap tahun ia mengambil cuti untuk menikmati liburan bersama keluarga. Mereka sama-sama sarjana, lulusan universitas terkemuka.

Di atas adalah gambaran atau contoh ekstrem dari dua orang manajer. Yang pertama bukan seorang manajer yang efektif, sekalipun ia rajin, serius–jarang tertawa, sedangkan yang kedua manajer yang efektif sekalipun terlihat kurang rajin bahkan cenderung santai–banyak tertawa, lebih ceria.

Anda sudah dapat menebaknya apa yang membedakan keduanya. Delegasi! Manajer yang pertama tidak bisa menjalankan atau melakukan delegasi, sedangkan yang kedua melakukan delegasi dengan baik.

Seorang manajer yang efektif adalah seorang yang melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan efektif, sesuai dengan kurun waktu yang diberikan kepadanya, melalui orang lain yang menjadi bawahan atau anak buahnya. Semua pekerjaan selesai pada waktunya, tanpa ia sendiri harus mengerjakannya.

Seorang manajer yang pandai mendelegasikan akan menikmati keuntungan bagi dirinya sendiri. Pertama, mencapai atau memperoleh lebih banyak hasil, ketimbang dengan mengerjakannya sendiri. Kedua, mempunyai lebih banyak waktu untuk memikirkan hal-hal yang bersifat strategis, berdampak luas dan berjangka panjang. Ketiga, karena dua alasan yang disebutkan, ia akan mempunyai kesempatan lebih besar untuk memperoleh promosi.

Delegasi akan bermanfaat bukan saja terhadap dirinya, namun juga terhadap bawahan yang dipimpinnya akan memperoleh manfaat, antara lain memberikan mereka kesempatan untuk mengambil bagian, meningkatkan keterampilan dan kerja sama dengan manajer, juga memperoleh kesempatan untuk naik jabatan.

Dan akhirnya, tentu organisasi atau perusahaan akan memperoleh keuntungan seperti meningkatnya atau tingginya output, dalam waktu yang lebih singkat dan ruang lingkup yang lebih luas. Banyak manajer yang enggan, tidak mau melakukan delegasi, bukan karena tidak bisa, namun karena alasan-alasan yang bersifat pribadi.

Yang paling umum antara lain merasa terancam jika ia mendelegasikan pekerjaan maka akan terlihat oleh atasan, tanpa keberadaan dirinya pun pekerjaan berjalan lancar; karena merasa bahwa anak buahnya tidak siap, tidak dapat menangani pekerjaan yang akan didelegasikan.

Lalu bagaimana sebaiknya? Robert B Nelson, dari Blanchard Training and Development, dalam bukunya, Delegation (Scott,Foresman and Company), mengatakan bahwa untuk dapat melakukan delegasi dengan baik dan efektif, ada empat tahap yang perlu diperhatikan:

Pertama, persiapan. Manajer harus menyediakan waktu untuk terlebih dahulu membuat persiapan sebelum mendelegasikan. Ada pekerjaan-pekerjaan biasanya yang bersifat rutin dan tidak bersifat strategis yang tidak perlu ia sendiri yang melakukannya, itulah pekerjaan yang paling tepat untuk didelegasikan.

Kedua,proses delegasi.Setelah persiapan matang, maka manajer harus berbicara dengan jelas dengan setiap anggota tim atau masing-masing bawahan seperti soal maksud dan sasaran yang harus dicapai, apa saja yang harus dicapai dalam kurun waktu yang ditetapkan, ukuran atau standardisasi yang bersifat kuantitatif, disertai wewenang yang mengiringi pendelegasian pekerjaan yang bersangkutan.

Ketiga, monitoring (pemantauan) dan mentoring (bimbingan pribadi). Ada ungkapan “trust is good, but control is better.” Manajer harus memberikan kepercayaan terhadap bawahan, akan tetapi bukan berarti kepercayaan tanpa reserve yang membabi buta. Apabila ada penyimpangan atau kekurangan dapat segera dilakukan koreksi atau perbaikan.

Keempat, evaluasi. Semakin banyak jumlah anak buah, semakin diperlukan evaluasi atas semua pekerjaan yang dialokasikan dan didelegasikan terhadap masing-masing bawahan. Proses evaluasi akan juga memperlihatkan bawahan yang mana yang sangat berpotensi dan kelak bisa menggantikan diri sang manajer.

Ingat delegasi yang dilakukan efektif memberikan manfaat kepada manajer yang bersangkutan, kepada bawahan dan perusahaan atau organisasi. Delegation is the art of doing and accomplished tasks through others.

*) Disarikan dari artikel Eliezer H. Hardjo PH.D. CM, Anggota Dewan Juri ReBi & Institute of Certified Professional Managers di Koran Sindo

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/10604-pendelegasian-yang-efektif.html

6 Langkah Membuat Rencana Bisnis

Hits : 3241 PDF Cetak E-mail
Kamis, 20 Desember 2012 10:00
renc_bis0112Mungkin bagi banyak entrepreneur, sebuah rencana bisnis atau yang lazim disebut dengan business plan bukan merupakan syarat mutlak dalam menjalankan sebuah usaha yang sukses. Namun, jika ditilik lebih lanjut peran sebuah rencana bisnis dalam perkembangan sebuah usaha ternyata sangat vital. Sebuah rencana bisnis merupakan faktor krusial dalam keberhasilan pendirian sebuah usaha dan sering dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari penentuan kelayakan pemberian dana kredit.

Rencana bisnis biasanya berupa sebuah dokumen tertulis yang dengan jelas menggambarkan dan menganalisis usaha Anda, dan memberikan informasi yang rinci mengenai tujuan jangka pendek dan jangka panjang, strategi pencapaian tujuan, dan kelebihan serta kelemahan perusahaan sehubungan dengan pasar yang disasar. Sebuah rencana bisnis yang ideal akan dapat memberikan peluang yang lebih baik dalam membantu menemukan investor potensial dan merupakan panduan yang efektif yang dapat Anda gunakan untuk memantau perkembangan usaha di masa datang. Berikut ini merupakan enam langkah mudah dalam menyusun sebuah rencana bisnis yang baik bagi usaha Anda:

Langkah 1Gambarkan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Bagian ini harus digunakan untuk membahas dengan intensif produk atau jasa yang Anda jual, dan menjelaskan keuntungan apa saja yang dapat diperoleh konsumen. Selain itu, cantumkan bagaimana dan di mana produk  Anda akan dibuat. Jika Anda menjalankan suatu usaha eceran, pastikan bahwa Anda berikan rincian mengenai lokasi usaha dan demografi wilayah. Di samping itu, Anda harus memasukkan informasi tentang persaingan yang Anda hadapi, dan sebutkan pula kendala dan tantangan yang harus diatasi sebelum produk itu mampu mencapai pasaran.

Langkah 2

Analisis pasar Anda di bagian ini. Sertakan informasi mengenai kebutuhan pelanggan, bagaimana Anda berkeinginan untuk mencapai pelanggan, bagaimana Anda berencana untuk mengiklankan produk atau jasa yang Anda tawarkan, dan sebanyak apa uang yang hendak Anda belanjakan untuk menegaskan besar dan pertumbuhan potensi pasar yang Anda garap. Anda harus sertakan juga rencana detil yang menunjukkan bagaimana Anda akan menyalurkan barang hingga ke tangan konsumen.

Langkah 3

Tentukan persaingan Anda dan jelaskan keuntungan yang usaha Anda miliki dari pesaing dalam ceruk pasar yang disasar. Bagian ini dianggap penting bagi investor dan Anda harus gunakan sebagai sarana untuk menonjolkan kekuatan usaha Anda dan kelemahan pesaing Anda. Namun, penting juga untuk tetap realistis dan jujur terhadap diri sendiri dan pihak yang akan menjadi sumber dana Anda.

Langkah 4

Gambarkan struktur, manajemen, dan strategi operasional perusahaan Anda. Di sini, berikan penjelasan mengenai manufaktur, pembelian, pemilihan staf, dan pemerolehan peralatan yang diperlukan dan fasilitas untuk usaha Anda. Anda harus menyertakan informasi mengenai bagaimana Anda akan membangun hubungan dengan vendor dan menonjolkan pengalaman tim manajemen Anda. Investor ingin mengetahui apakah tim manajemen Anda memahami pasar dan produk, serta memiliki pengalaman yang diperlukan untuk memulai usaha dengan baik dan menjalankannya.

Langkah 5

Berikan informasi keuangan yang akurat dan mendetil  untuk digunakan oleh investor potensial. Anda diwajibkan untuk memberikan informasi keuangan prospektif  (masa datang) dan historis (masa lalu). Ini juga termasuk laporan keuangan dan laporan kas setiap tahun selama usaha Anda telah berjalan (biasanya 3 hingga lima tahun) dan Anda harus menjelaskan secara langsung ekspektasi dan pendapatan yang diharapkan di masa datang. Jaminan  yang tersedia  harus didaftar karena bisa menjadi sebuah faktor saat Anda mencoba untuk mendapatkan pendanaan.

Langkah 6

Ciptakan ringkasan eksekutif yang persuasif. Ini bisa ditambahkan di bagian awal rencana bisnis, tetapi bisa dibuat di akhir penulisan rencana bisnis. Ringkasan eksekutif ini sebaiknya memuat informasi mengenai sejarah perusahaan, garis besar tujuan Anda, deskripsi produk atau jasa, informasi mengenai pasar dan taksiran pertumbuhan, ringkasan mengenai tim manajemen Anda, dan sebuah pernyataan kuat mengenai kekuatan usaha dan mengapa Anda menginginkannya berhasil. Ringkasan eksekutif ini sebagian besar ialah rangkuman rencana bisnis Anda. Bedanya, ia harus ditulis sedemikian rupa agar pembaca (investor) untuk membaca lebih lanjut hingga selesai. Batasilah ringkasan eksekutif menjadi satu atau dua halaman.

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/13910-6-langkah-membuat-rencana-bisnis.html

Saturday, December 15, 2012

Agar Waralaba Minimarket Mendatangkan Laba

Hits : 3587 PDF Cetak E-mail
Jumat, 14 Desember 2012 08:54
waralaba_minimarketKetepatan memilih lokasi menjadi faktor utama keberhasilan bisnis waralaba minimarket. Jangan heran jika beberapa merek waralaba minimarket yang berbeda tetap ramai dikunjungi pembeli meski berdiri berdampingan hanya dalam jarak ratusan atau bahkan puluhan meter saja. Berikut ini trik yang bisa diterapkan agar profit minimarket Anda tercapai.

Lokasi, lokasi dan lokasi

Lokasi memang penting dan menentukan keberhasilan bisnis waralaba minimarket Anda, namun juga bisa membuat Anda merugi. Syarat utama dalam memilih lokasi di antaranya berdekatan dengan pusat bisnis lain seperti restoran atau bank. Lokasi dekat ruko dan perumahan juga bisa menjadi pertimbangan, selain juga akses yang mudah.

Memiliki jiwa entrepreneurship

Keberhasilan bisnis waralaba yang sudah tertata sistemnya tak lepas dari kepiawaan pewaralabanya. Pewaralaba harus siap berwirausaha dan memiliki jiwa kewirausahaan.

Jeli menyasar pangsa pasar

Minimarket yang berdiri berdampingan tak lantas menjadi ancaman kegagalan bisnis waralaba ritel. Banyak faktor yang memengaruhi keberhasilan bisnis waralaba minimarket yang berkompetisi dengan pesaing di satu wilayah. Kebanyakan polanya adalah siapa yang lebih dahulu mendirikan toko dia yang akan bertahan. Mindset masyarakat setempat sudah terbangun karena sudah lebih dahulu mengenalnya.

Selain itu, ceruk pasar di wilayah tersebut juga memang potensial. Tak jadi soal jika ada minimarket tumbuh berdampingan namun tetap ramai pengunjung. Pasarnya cukup besar jadi kalau dibagi 2 atau 3 juga tak jadi masalah.

Yang bikin gagal

Faktor kegagalan bisnis minimarket dengan sistem waralaba di antaranya:
* Lokasi belum berkembang.
* Perubahan akses jalan.
* Muncul pesaing lebih besar seperti supermarket.
* Lebih dari lima pesaing ritel modern berdiri di sekitar wilayah yang sama. (*/Kompas Female)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/180-waralaba/7480-agar-waralaba-minimarket-mendatangkan-laba.html

Friday, December 14, 2012

Ini Trik Pemasaran 'Gatot Kaca' ala Hermawan Kartajaya


Zulfi Suhendra - detikfinance
Kamis, 13/12/2012 20:11 WIB
Jakarta - CEO Markplus Hermawan Kertajaya memiliki trik khusus dalam mengembangkan dan memasarkan suatu produk, baik itu barang atau jasa. Hermawan menyebutnya sebagai trik Marketing 'Gatot Koco'.

"Untuk orang marketing ini apa yang harus dilakukan, harus jadi Gatot Koco, Gatot Koco ini simbol marketing dan innovation. Dia bisa terbang itu pakai teknologi, tapi teknologi zaman dulu, tapi tetap manusia," ungkap Hermawan saat ditemui detikFinance di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (13/12/2012).

Dia memaparkan, teknologi memang sangat dibutuhkan saat ini, khususnya untuk sebuah trik pemasaran. Dia merinci, ada 13 poin penting yang harus dilakukan seorang yang hendak memasarkan sesuatu.

Poin ke-1 menurut Hermawan ialah konektivitas. Seorang marketer harus memiliki hubungan yang baik dengan semua orang, karena menurut Hermawan, itulah poin penting dalam strategi pemasaran.

"Kalau marketer nggak terhubung mau bagaimana. Yang ke-2 carilah community atau bentuklah community, lalu ke-3 buatlah supaya anda diterima, itu adalah confirmation," paparnya.

Dia melanjutkan, poin ke-4 adalah klarifikasi (clarification). Dia menjelaskan, seorang marketer harus menjelaskan siapa diri dia sebenarnya agar lebih dikenal. Ke-5 ialah modification atau memiliki perbedaan daripada yang lain.

"Ke-5 modification, harus betul-betul punya perbedaan yang otentik, seperti Santika itu punya hotel betul-betul orang Indonesia," katanya.

Poin ke-6 menurut Hermawan adalah dapat memberikan kesempatan atau lapangan kerja bagi orang lain. Kemudian Ke-7 adalah currency (mata uang, valuta). Ke-8 adalah communal activation, maksud Hermawan di sini ialah memanfaatkan jaringan, tempat, dan komunitas yang ada.

"Ke-9 adalah conversation (percakapan), jangan promosi," tegasnya yang juga seorang motivator marketing ini.

Hermawan melanjutkan, poin ke-10 adalah komersialisasi. Lalu ke-11 adalah hal yang wajib untuk membuat sebuah karakter produk atau jasa yang ditawarkan. Menurutnya, merek bukanlah hal yang begitu penting, yang penting adalah sebuah karakter.

Ke-12 dikatakan Hermawan adalah care (kepedulian). Kemudian yang terakhir ialah collaboration, menurutnya sebuah trik pemasaran jika dikerjakan sendiri hasilnya tak akan maksimal. Oleh karena itu harus melibatkan orang lain.

"Kalau ke 13 poin itu bisa dilakukan semua, akan konkret marketing itu. Intinya yang menggunakan teknologi," cetusnya.



(zul/dnl)
http://finance.detik.com/read/2012/12/13/201152/2118102/4/ini-trik-pemasaran-gatot-kaca-ala-hermawan-kartajaya

Tips Agar Pelanggan Anda Tetap 'Lengket'



Klinik UKM
Iim Rusyamsi, S.T.
Pakar Usaha Kecil Menengah
Chairman UKMSukses.com
Co-Founder Komunitas TDA
Wakil Ketua Komtap UKM KADIN Indonesia
Koordinator Wilayah Tengah

Tips Agar Pelanggan Anda Tetap 'Lengket'

Iim Rusyamsi - detikfinance
Jumat, 14/12/2012 10:45 WIB
Jakarta - Saya mempunyai bisnis jasa yang sangat erat dengan kepercayaan pelanggan. Kami sering sekali melakukan kesalahan dalam berkomunikasi dengan pelanggan sehingga pelanggan tidak percaya lagi dengan kami dan sulit kami hubungi kembali.

Bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan pelanggan agar bisnis kami bisa kembali mendapatkan kepercayaan pelanggan.


Salam
Mira Suprapti
Surabaya

Jawab:

Menjaga hubungan komunikasi dengan pelanggan adalah penting. Dan kesuksesan kita dalam berkomunikasi dengan pelanggan akan membawa kesuksesan pada bisnis kita. Apalagi untuk bisnis jasa, yang sangat perlu dijaga kepercayaan pelanggannya.

Beberapa tips agar pelanggan bisa terus berkomunikasi dan menjaga kepercayaan bisnis dengan kita:

1.Pelanggan bukanlah target penjualan anda. Membangun hubungan yang baik dengan pelanggan adalah lebih penting dibanding menjadikan mereka target penjualan anda. Jika hubungan kita baik maka apapun yang kita tawarkan, mereka akan lebih membeli dari kita.

2.Berkomunikasi dengan pelanggan tidak harus selalu berjualan. Batasi percakapan dengan selalu menawarkan produk/jasa anda. Bercakaplah hal-hal yang memberikan pelanggan anda mendapatkan manfaat untuk mereka. Percakapan yang berarti dan memberikan solusi kepada pelanggan, membuat pelanggan akan percaya dan melirik untuk membeli produk/jasa anda.

3.Jadikan pelanggan anda sahabat. Persahabatan yang bermanfaat akan menghasilkan kepercayaan yang tinggi. Berhubungan dengan pelanggan sebaiknya menjadikan mereka sahabat dan teman anda, yang memberikan solusi untuk mereka.

4.Jadilah pendengar terbaik. Berkomunikasi dengan pelanggan, 90% adalah mendengarkan apa yang mereka sampaikan. Pelanggan akan bercakap apa yang mereka hadapi dan butuhkan. Selebihnya anda hanya memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhannya.

5.Namun perlu diingat, dalam memberikan solusi, anda bukanlah orang satu-satunya yang dapat memberikan solusi kepada pelanggan. Pelanggan tentu juga akan mempertimbangkan dan mencari pembanding. Tetaplah menjaga komunikasi dan utamakan “emotional benefit” yang bisa anda berikan kepada pelanggan anda.

6.Menjaga komunikasi yang terbaik adalah dengan memberikan apa yang anda janjikan. Berikanlah apa pun yang telah anda janjikan, sedikit ingkar janji kepada pelanggan, fatal akibatnya untuk bisnis anda.

Semoga bermanfaat.




(hen/hen)
http://finance.detik.com/read/2012/12/14/104053/2118418/1340/tips-agar-pelanggan-anda-tetap-lengket 

4 Trik Promosi Efektif

Hits : 2751 PDF Cetak E-mail
Jumat, 14 Desember 2012 10:10
adv1211Promosi merupakan kegiatan yang sangat penting untuk kelangsungan usaha Anda. Pasalnya, promosi merupakan suatu kegiatan untuk menginformasikan dan mempengaruhi calon konsumen sehingga tertarik untuk mengunakan produk barang ataupun jasa kita. Dengan banyaknya orang yang tertarik, tentunya akan membuat tingkat pendapatan perusahaan meningkat.

Dalam promosi diperlukan strategi khusus agar dapat berjalan efektif dan efisien. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan promosi yang disarikan dari entrepreneur.com:

1. Target pasar

Tentukan siapa sebenarnya target pasar yang akan disasar. Dengan penentuan yang tepat, peluang Anda mendapatkan konsumen baru akan semakin besar.

2. Tempat promosi

Setelah mengetahui target pasar, selanjutnya tentukan di mana target tersebut beraktivitas ataupun bersosialisasi. Di sana Anda dapat memasang iklan atau membagikan brosur.

3. Kekuatan produk

Tawarkan produk atau jasa yang yang menjadi solusi kebutuhan target pasar. Semakin solusi yang ditawarkan sama dengan kebutuhan target pasar maka akan banyak transaksi yang Anda dapatkan.

4. Keunggulan dibanding pesaing

Pastikan produk Anda memiliki nilai tambah dibanding produk sejenis. Misalnya, pelayanan yang diberikan oleh karyawan penuh dengan suasana kekeluargaandan ada jaminan penggantian apabila produk yang dibeli bermasalah.

Dengan menerapkan empat hal di atas, akan berpengaruh positif terhadap penjualan Anda. Selamat mencoba!

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/13600-trik-promosi-efektif.html

Tuesday, December 11, 2012

3 Kunci Menjalankan Roda Bisnis dengan Piawai

Hits : 731 PDF Cetak E-mail
Senin, 10 Desember 2012 14:10
Employee-and-Employer-Relationship1

Awalnya terasa mudah tetapi harus disadari bahwa pengelola bisnis bukan perkara gampang. Apalagi jika Anda entrepreneur yang masih merintis. Ada begitu banyak pekerjaan yang harus Anda selesaikan. Mungkin Anda menjabat sebagai seorang CEO tetapi jika kondisi mendesak, mau tak mau Anda harus turun tangan membantu dalam marketing, sales, distribusi, dan sebagainya.

Sebagai entrepreneur, Anda juga seorang sosok pemimpin bagi karyawan. Untuk itu, Anda juga tidak boleh mengabaikan 3 kunci manajemen bisnis berikut ini agar roda bisnis Anda tetap berjalan dengan baik.

Beri inspirasi
Sebagai seorang pemimpin di perusahaan Anda, Anda harus menjadi sosok teladan yang menginspirasi setiap saat. Seorang entrepreneur dan pemilik bisnis yang pasif, kurang pro aktif, dan apatis (pasrah) dalam mengendalikan bisnisnya tentu akan menjadi teladan yang buruk bagi para pegawai yang ia pimpin. Untuk memotivasi para karyawan, Anda harus terus menerus menebarkan energi dan antusiasme saat bekerja dengan mereka.


Segera tindak pemicu kinerja buruk
Kepekaan seorang entrepreneur dalam mengatasi sumber permasalahan dalam roda bisnisnya sangatlah krusial. Anda jangan menunda penyelesaian permasalahan. Begitu juga saat menghadapi masalah bisnis yang berasal dari sisi internal. Anda perlu melakukan konsolidasi dan menindak mereka yang menghasilka  kinerja yang kurang memuaskan. Mengapa? Jika Anda membiarkan pekerjaan yang buruk begitu saja, karyawana secara tidak langsung akan merasa disetujui untuk bertindak demikian, dan akhirnya produktivitas dan kualitas pekerjaan akan menurun dalam jangka panjang.      

Tetapkan arah yang jelas
Pemimpin yang lemah tidak memiliki perspektif yang optimis terhadap bisnis yang dijalankan. Mereka juga tidak bisa menjawab dengan memuaskan saat ditanya tentang arah bisnis mereka dalam beberapa tahun mendatang. Jangan menjadi pemimpin yang demikian. Setidaknya Anda harus memiliki perencanaan dan arah yang jelas dalam mengelola bisnis. Dengan memiliki perencanaan dan arah yang tegas, Anda akan memberikan arah kerja yang lebih terfokus pada karyawan. Pada gilirannya, mereka akan mampu untuk bekerja lebih fokus dan efisien. (*AP)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/21882-3-kunci-menjalankan-roda-bisnis-dengan-piawai.html

Monday, December 10, 2012

Bagaimana Menentukan Lokasi dan Jenis Waralaba

Hits : 2499 PDF Cetak E-mail
Minggu, 09 Desember 2012 09:34
waralaba_1Waralaba merupakan bisnis yang hakikatnya seperti rantai, satu dengan yang lain saling berhubungan erat dan memiliki kesamaan dalam aspek-aspek tertentu. Waralaba juga dijual oleh pemiliknya (pewaralaba/ franchisor) pada orang lain (terwaralaba/ franchisee). Terwaralaba bisa berupa seseorang yang ingin menjalankan usaha atau sebuah perusahaan yang hendak mengoperasikan waralaba tertentu. Beberapa contoh waralaba dari dalam negeri ialah Es Teler 77, Ayam Bakar Mbok Berek, rumah Makan Wong Solo, dan sebagainya. Sementara waralaba luar negeri di antaranya ialah McDonald’s, Subway, Holiday Inn, stasiun pengisian bahan bakar Exxon, Kentucky Fried Chicken, Carrefour, Starbucks, dan lain-lain.

Dalam beberapa kasus, orang atau perusahaan yang membeli waralaba akan mendapatkan hak kepemilikan penuh tetapi di beberapa waralaba yang lain para terwaralaba ini akan membayarkan sebagian labanya kepada perusahaan pewaralaba. Untuk membuka waralaba, Anda harus mempertimbangkan beberapa pilihan berikut ini.

* Meneliti peluang dan menentukan waralaba bisnis apakah yang Anda ingin buka. Penting untuk mempertimbangkan lokasi, bisnis apa yang tidak ada di lokasi itu dan bagaimana Anda bisa mencetak laba sebanyak mungkin. Tanyakan dan hubungi pemilik waralaba-waralaba lainnya  agar Anda lebih mengetahui pendapat dan pengalaman mereka.

* Ajukanlah permohonan untuk membuka waralaba ke pewaralaba yang Anda anggap paling sesuai dan berprospek paling cerah. Banyak perusahaan memungkinkan Anda untuk mengajukan permohonan secara online untuk memulai proses. Di beberapa waralaba, Anda akan diharuskan untuk memiliki sebuah lokasi bisnis dan bangunannya yang siap pakai.

* Sewalah seorang pengacara untuk meneliti surat perjanjian kerjasama waralaba jika permohonan Anda disetujui pewaralaba. Pengacara itu akan memberitahu dan menjelaskan pada Anda secara gamblang konsekuensi yang nyata maupun tersembunyi yang harus Anda tanggung setelah menandatanganinya dan memastikan posisi Anda tidak dirugikan di dalam kerjasama itu. Dengan demikian, Anda tidak akan merasa menyesal di kemudian hari.

* Bayarkan biaya waralaba dan jangan lupa untuk mengasuransikan bisnis dan hak milik Anda. Saat selesai dan semua sudah diasuransikan, Anda bisa mewawancarai calon karyawan dan mulai untuk mendirikan bisnis Anda. Beberapa perusahaan waralaba memberikan alat-alat untuk menjalankan kegiatan bisnis seperti mesin kasir, pemanggang, sebagai bagian dari uang yang telah dibayarkan tetapi yang lain tidak. Setelah itu, Anda akan siap dengan operasionalisasi bisnis.

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/180-waralaba/7422-bagaimana-menentukan-lokasi-dan-jenis-waralaba.html

5 Langkah Memilih Software Bisnis

Hits : 3996 PDF Cetak E-mail
Minggu, 09 Desember 2012 06:26
sofware_bizMemilih software bisnis yang tepat turut menyumbang keberhasilan bisnis Anda. Software bisnis melakukan banyak proses dengan otomatis sehingga sangat menghemat waktu dan efisien. Anda harus menentukan jenis software apa yang tepat bagi bisnis Anda seperti akunting, manajemen proyek, sumber daya manusia, pembayaran gaji, prosesor kata, atau alat pengendali inventaris. Pilihan software Anda juga harus mempertimbangkan jenis bisnis apa yang Anda jalankan. Untungnya kini banyak cara untuk meneliti dan menentukan software terbaik bagi Anda.

Berikut langkah-langkah yang bisa Anda tempuh untuk mendapatkan software yang Anda butuhkan:

1. Ketahui apa saja yang Anda perlu lakukan dengan software bisnis

Apakah Anda seorang penulis lepas yang membutuhkan software pencatatan penyerahan naskah? Atau Anda seorang pengusaha ritel dan membutuhkan sebuah software untuk mencatat inventaris Anda? Ada berbagai macam kebutuhan khusus seperti dua contoh tadi. Namun ada juga yang hanya menyentuh kebutuhan dasar saja. Jika Anda adalah seorang staf, Anda harus membeli software pembayaran gaji. Untuk pencatatan standar bisa digunakan software pengolah kata yang bisa fleksibel untuk berbagai tujuan pemakaian, dari menulis proposal hingga korespondensi atau bahkan iklan.

2. Teliti software sebelum membeli

Baca semua hal yang bisa Anda baca tentang software tersebut. Anda bisa mencari secara online atau mengunjungi toko buku, membaca jurnal ekonomi dan perdagangan. atau bahkan menelusuri surat kabar. Ada begitu banyak informasi tentang paket software bisnis. Temukan yang tersedia di toko terdekat dan pastikan harganya sesuai anggaran Anda.

3. Kunjungi toko software

Pergilah ke toko pengecer software dan cobalah untuk merasakan pengalaman menggunakan software yang Anda inginkan tersebut. Anda biasanya akan diberikan kesempatan untuk berbicara dengan staf penjualan toko tentang berbagai pilihan software yang tersedia.

4. Mendaftar dalam kursus

Banyak lembaga kursus yang bisa mengajari Anda bagaimana menggunakan sebuah software dengan baik dan efisien dalam waktu yang lebih singkat daripada harus belajar sendiri.

5. Buat keputusan

Kini Anda memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung menggunakan software tersebut, maka Anda sudah siap untuk menjatuhkan pilihan. (*/Akhlis)


http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/179-teknologi-informasi/7406-5-langkah-memilih-software-bisnis.html