Thursday, September 13, 2012

5 Kebiasaan Buruk yang Bikin Utang Numpuk


Metta Pranata - detikfinance
Rabu, 12/09/2012 07:42 WIB

img
Jakarta - Utang bukanlah sesuatu yang terjadi tanpa sengaja seiring Anda menjalani kehidupan sehari-hari. Ada beberapa perilaku belanja yang berujung pada pilihan Anda untuk berutang. Mengenali kebiasaan ini mulai sekarang bisa menghemat banyak uang dan stres kemudian.

Jika Anda ingin berhenti menciptakan lebih banyak utang dan melunasi semua utang yang Anda miliki, maka hilangkanlah 5 kebiasaan buruk ini, seperti dilansir dari About.com (12/9/2012):

1. Pengeluaran lebih besar dari gaji

img
Logika Anda berpikir, tidak mungkin menghabiskan Rp 12 juta setiap bulannya jika gaji Anda hanya Rp 10 juta. Menghabiskan uang lebih banyak itu sangat gampang hingga mungkin tidak Anda sadari. Menarik dana dari tabungan, meminjam dari teman dan menggunakan kartu kredit adalah cara-cara belanja lebih banyak daripada uang yang Anda miliki.

Anda bisa lolos dengan melakukan hal ini selama beberapa minggu atau bulan. Tapi cepat atau lambat, kebiasaan gali lubang Anda akan menenggelamkan Anda. Sebelum Anda sadar, saldo tabungan mengering, kartu kredit mencapai limit dan Anda tidak bisa meminjam uang kemana-mana lagi.

Awasi pengeluaran supaya selalu seimbang dengan penghasilan bulanan. Dengan begini, Anda hidup dengan kemampuan Anda, bukan menciptakan utang. Kurangi pengeluaran hingga di bawah penghasilan Anda dan gunakan sisanya untuk membayar utang Anda.

2. Menghabiskan uang yang tidak Anda punya

img
Mengeluarkan uang lebih besar dari gaji Anda bisa terjadi dengan menggunakan kartu kredit dan mengambil pinjaman. Ketika Anda menggunakan instrumen-instrumen ini untuk membayar tagihan dan melakukan pembelian, Anda menciptakan utang. Jika Anda tidak bisa membayar utang tiap bulan, maka utang itu akan terus tumbuh.

Anda bisa mengatasi kebiasaan buruk ini dengan mengurangi pengeluaran dan bergantung sepenuhnya pada gaji Anda untuk membayar kebutuhan dan keinginan Anda.

3. Menggunakan kartu kredit untuk keperluan sehari-sehari

img
Anda seharusnya menggunakan dana tunai untuk membeli keperluan sehari-hari seperti belanja rumah tangga, gas, pakaian dan hiburan. Pesona kartu kredit adalah kemampuannya untuk membayar di lain waktu untuk barang yang Anda beli sekarang.

Jebakannya adalah kemungkinan Anda untuk membayar tagihan kartu kredit barang yang sudah Anda konsumsi itu kecil. Menggunakan kartu kredit dibanding tunai itu kebiasaan buruk, apalagi saat Anda tidak membayar penuh setiap bulan.

Beberapa kartu kredit punya program reward yang memungkinkan Anda mendapat cashback, miles atau poin dengan men-charge lebih pada kartu kredit Anda. Jika anda memilih untuk memaksimalkan pendapatan reward Anda dengan men-charge lebih, hanya charge apa yang akan Anda beli secara tunai dan lunasi segera pembelian itu.

4. Menggunakan kartu kredit padahal pegang uang tunai

img
Kebiasaan buruk lainnya adalah memilih kredit daripada tunai padahal sebenarnya Anda punya tunai. Anda mungkin ingin mendapatkan barang atau jasa tersebut tanpa harus membayarnya hari ini juga. Lebih buruknya, jika Anda ternyata tidak kunjung ingin membayar pembelian tersebut.

Untuk mengubah kebiasaan buruk ini, Anda harus rela membayar apa yang Anda inginkan dengan uang yang Anda hasilkan. Sadarilah jika Anda menunda pembayaran dengan menggunakan kredit, Anda akan berakhir dengan membayar lebih banyak jika Anda menghabiskan stok uang tunai yang dimiliki.

5. Pakai utang untuk bayar utang

img
Ketika Anda menggunakan kartu kredit untuk membayar utang kartu lain dan meminta pinjaman untuk melunasi pinjaman lain, berarti Anda tidak melunasi apa pun. Anda hanya memutar-mutar utang dan menciptakan lebih banyak utang baru. Ada biaya transfer dan sebagian besar pinjaman punya semacam DP atau fee. Jadi ketika Anda bayar utang pakai utang, Anda akan semakin buruk saja dibanding awal-awal.

Menggunakan utang untuk bayar utang bisa menguntungkan jika Anda bisa transfer balance dari kartu kredit berbunga tinggi ke kartu yang bunganya lebih rendah. Tapi Anda harus hati-hati karena fee transfer balance tidak menghapus bunga tabungan dan bunga pasca masa promosi tidak lebih buruk dibanding bunga sebelumnya.

Transfer balance sekali atau dua kali untuk ambil untung dari suku bunga yang bagus itu berbeda dengan terus menerus transfer balance untuk menghindari pembayaran kartu kredit.

http://finance.detik.com/read/2012/09/12/074239/2015463/4/5-kebiasaan-buruk-yang-bikin-utang-numpuk

No comments:

Post a Comment