Tuesday, January 24, 2012

Entrepreneur Sukses Harus Berani Ambil Risiko


Views :361 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 24 Januari 2012 15:09
business-communityVisi merupakan faktor terpenting dalam mengarungi dunia entrepreneurship dan terus belajar adalah hal penting dalam bisnis. Di dalam sebuah lingkup perekonomian yang sedang berkembang, keberhasilan entrepreneurship juga turut ditunjang oleh ekosistem serta kebijakan yang sesuai. Entrepreneurship, inovasi dan kreatifitas hanya dapat tumbuh di sebuah lingkungan yang beratmosfirkan kebebasan.

Demikianlah beberapa cuplikan observasi yang dihasilkan pada hari pertama pembukaan ajang Global Competitiveness Forum (GCF) ke-6 yang terselenggara selama tiga hari, yakni 23 – 25 Januari di Riyadh.

Dari rilis yang diterima Reuters, Senin 23 Januari 2012, GCF 2012 khusus mengambil tema entrepreneurship. “Kami memilih tema ini karena entrepreneurship merupakan kunci utama untuk meningkatkan daya saing dalam ekonomi nasional dan meningkatkan kinerja pemerintah serta sektor swasta,” jelas CEO GCF Abdullah Al Uzaib di acara pembukaan GCF ke-6 tersebut.

Bertajuk “The Entrepreneurship Imperative”, acara itu dihadiri sekitar 2.000 delegasi plus ratusan pebisnis dari penjuru dunia yang pada rencananya akan berbagi mengenai pendapat serta wawasannya di dunia entrepreneurship.

Di hari pertama, seperti dilansir dari laman Arab News, Senin 23 Januari 2012, ada beberapa pebisnis serta entrepreneur sukses yang berbagi resep seputar entrepreneurship. Mereka adalah :

George Buckley, pimpinan dan CEO 3M menyatakan bahwa cara terbaik untuk bisa bertahan dari persaingan adalah melalui inovasi. “Tidak ada medali perak untuk posisi kedua dalam dunia yang penuh dengan “gelar juara”. Anda harus berubah lebih cepat dari kompetitor. Cara terbaik untuk memproyeksikan masa depan adalah dengan menciptakannya. Inovasi memang berisiko tapi sangat penting. Jika tidak berinovasi, Anda tidak akan pernah memenangi pertarungan kompetitif seberapapun besarnya Anda berusaha. Anda harus berinovasi untuk bias bertahan. Tidak ada data di masa depan—inovasi adalah apa yang kita butuhkan. Anda tidak bisa berinovasi tanpa rasa optimistik.”

Anna Dutra, CEO Korn/Ferry Leadership and Talent Consulting menyatakan bahwa entrepreneur yang sukses haruslah yang berani. “Entrepreneur besar mampu melihat kesempatan (peluang) di mana orang lain tak melihatnya. Mereka memiliki kemampuan ini untuk memantau kondisi ekonomi, pangsa pasar dan peluang serta mengambil risiko. Mereka berhasil dengan tantangannya. Mereka mengambil risiko. Mereka berani. Dengan hal-hal itulah mereka bisa sukses.”

Fadi Ghandour, pendiri dan CEO Aramex menambahkan, “Kita harus membangun budaya entrepreneurial sejak dini dan memperkenalkannya sebagai karir sarat risiko yang diinginkan. Kita tidak butuh modal asing, Anda membutuhkan wawasan mereka untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang sangat dibutuhkan saat ini.”

Magatte Wade, entrepreneur, pendiri dan CEO The Tiosanno Tribes berpendapat bahwa setiap orang bisa membangun semangat entrepreneurial. “Apapun hal yang paling menyebalkan dalam hidup Anda, itu adalah sebuah kesempatan untuk bertindak dan membangun sesuatu.” (*/ely)

 Sumber:
 http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/14587-entrepreneur-sukses-harus-berani-ambil-risiko.html

No comments:

Post a Comment