Tuesday, November 8, 2011

SENTRA PEMBUATAN BONEKA CIKAMPEK

Peluang Usaha

SENTRA USAHA

Senin, 07 November 2011 | 16:22  oleh Fitri Nur Arifenie
SENTRA PEMBUATAN BONEKA CIKAMPEK
Sentra boneka Cikampek: Surga berburu aneka boneka lucu (1)
Mainan menyerupai orang, hewan atau tokoh kartun yang disebut boneka ini banyak disukai anak-anak hingga orang dewasa. Nah, aneka boneka ini sejatinya banyak yang berasal dari Cikampek, Karawang. Di sana ada ratusan perajin dan puluhan toko boneka.

Boneka berasal dari bahasa Portugis, yaitu boneca yang artinya, mainan yang menyerupai manusia, hewan atau tokoh kartun. Mainan ini termasuk mainan tertua karena sudah ada sejak zaman Yunani, Romawi ataupun Mesir kuno.

Walaupun termasuk mainan lawas, boneka masih banyak digandrungi termasuk di Indonesia. Tidak hanya anak-anak, boneka juga digemari remaja hingga orang dewasa.

Bagi Anda yang gemar boneka, tak ada salahnya berburu boneka di Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Di desa itu ada ratusan perajin yang memproduksi aneka boneka.

Lokasi desa ini bisa ditempuh dalam waktu dua jam dari Jakarta via tol Jakarta-Cikampek. Setelah keluar dari gerbang tol Cikopo, lokasi bisa ditempuh dengan waktu 10 menit hingga 15 menit.

Dari gerbang tol Cikopo itu, Anda bisa menggunakan kendaraan umum atau ojek, meski dengan tarif yang tentu lebih mahal.

Bagi warga setempat, nama sentra boneka Cikampek Utara ini lebih dikenal dengan nama sentra boneka Kampung Baru, karena sentra ini persisnya di Dusun Kampung Baru. Selain ratusan perajin boneka, di sebuah gang di Kampung Baru berjejer sekitar 30 toko boneka.

Berbagai toko itu memajang aneka boneka berbentuk satwa, seperti singa, anjing, kucing, panda, lumba-lumba, dan kura-kura. Selain itu, toko-toko ini juga menjual ada boneka berbentuk tokoh kartun seperti Doraemon, Sinchan, dan yang lain-lain.

Wasno, seorang pedagang boneka bilang, sentra boneka Cikampek Utara itu berdiri sejak 1980-an. Namun baru berkembang pesat sejak 1997. "Awalnya hanya lima kepala keluarga (KK) yang membuat boneka, tapi lama-kelamaan perajinnya tambah banyak," kata pemilik toko boneka Aldi Jaya itu.

Pertama kali produksi boneka, warga Cikampek Utara itu hanya mengandalkan bahan baku dari sisa pabrik garmen. Wasno menjelaskan, ketika itu, harga boneka Cikampek itu lebih miring karena perajin menggunakan bahan baku sisa garmen. Karena itu wajar jika penggemar atau pemilik toko boneka doyan berburu boneka di Cikampek.

Karena harga nan relatif murah, desa ini tak pernah sepi pembeli. Para perajin perlu merekrut banyak tenaga kerja. Hingga awal 1990-an, satu per satu pekerja mulai pandai membuat sendiri boneka dan memisahkan diri dari majikan untuk merintis usaha sendiri.

Lama-kelamaan jumlah perajin itu makin banyak, dari semula lima orang, kini sudah mencapai ratusan perajin. Bahkan, bisa dibilang, seluruh warga Kampung Baru kini berprofesi sebagai perajin boneka. Lihat saja, banyak rumah yang kini disulap menjadi bengkel pembuatan boneka.

Data terakhir menunjukkan, setidaknya ada 50 rumah yang merangkap sebagai "pabrik" boneka. Di setiap pabrik itu, ada lima hingga tujuh pembuat boneka yang bekerja dengan dibantu mesin jahit.

Faishal Ridla, salah satu perajin boneka bilang, boneka hasil produksi perajin itu banyak dibeli pelanggan dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Selain itu mereka juga melayani permintaan boneka dari Sumatra, Bali hingga Indonesia Timur. "Saya juga punya pelanggan dari Papua," ujar Faishal yang juga punya toko boneka Fanny Collection.

Walaupun sudah memproduksi boneka sendiri, tapi Faishal mengaku tak bisa melayani pesanan boneka dalam jumlah banyak. Nah, kalau ada pesanan dalam jumlah besar, dia harus membagi pekerjaan itu ke perajin lain.

Soal harga boneka made in Kampung Baru ini juga tak membuat kantong bolong. Harga boneka dipatok mulai harga ribuan hingga puluhan ribu saja. Lihat saja, boneka Spongebob segede bantal harganya cuma Rp 20.000.
 
Selasa, 08 November 2011 | 14:36  oleh Fitri Nur Arifenie
SENTRA PEMBUATAN BONEKA CIKAMPEK
Sentra boneka Cikampek: Boneka kartun populer jadi tambang uang (2)
Untuk menggaet pelanggan, perajin boneka di Dusun Kampung Baru, Cikampek, Karawang, rajin mengikuti film kartun yang lagi populer, seperti Shaun The Sheep. Belakangan permintaan, boneka ini membanjir hingga perajin menolak pesanan.

Supaya penjualan boneka bisa laris manis, perajin boneka di Dusun Kampung Baru, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, selalu membuat boneka dengan karakter tokoh kartun yang sedang populer.

Di antara karakter tokoh kartun populer itu adalah Spongebob, Teddy Bear, atau Micky Mouse. Tapi baru-baru ini perajin juga memproduksi karakter tokoh kartun Shaun The Sheep, yang belakangan sedang naik daun.

Asal tahu, tokoh Shaun The Sheep merupakan aktor kartun dari seri animasi produksi CBBC Inggris yang tayang di televisi swasta Indonesia. Film kartun Shaun The Sheep bercerita tentang kehidupan sekelompok domba di peternakan.

Karena menarik, penggemar film Shaun The Sheep itu turut menggemari bonekanya. Tidak hanya anak-anak tapi juga kalangan remaja. "Dalam sehari saya bisa menjual 150 potong boneka Shaun The Sheep," kata Wasno, pedagang boneka di sentra tersebut.

Demikian juga dengan Faishal, pedagang sekaligus perajin boneka, juga kebanjiran pesanan boneka Shaun The Sheep. Bahkan, lantaran permintaan terlalu banyak Faishal pernah menolak pesanan pelanggan. "Produksi saya terbatas, dan saya hanya bisa layani 900 buah per pekan," ungkap Faishal.

Boneka Shaun The Sheep bikinan Faishal atau Wasno itu dijual dengan harga beragam. Untuk boneka ukuran kecil dijual mulai Rp 17.000 sampai Rp 19.000 per buah. Untuk boneka yang agak lebih besar dijual mulai Rp 27.000 sampai Rp 50.000 per buah.

Walaupun pesanan membanjir, perajin boneka mengaku tak mau memproduksi terlalu banyak. Sebab tren pasar boneka sering bersifat musiman, paling lama hanya selama tiga sampai lima bulan saja. "Setelah musimnya habis, pesanan boneka itu akan sepi lagi," terang Wasno.

Wasno memberi contoh, tren pesanan boneka tokoh kartun Upin dan Ipin yang naik daun tahun lalu. Kenaikan pesanan boneka tokoh kartun dari Negeri Jiran itu hanya lima bulan. "Bahkan sekarang kami sudah tidak memproduksi lagi," ucap Wasno.

Tapi, tidak seluruh boneka ramai sesaat saja. Ada boneka tokoh kartun yang tak kenal musim seperti boneka Spongebob dan boneka Teddy Bear. "Boneka ini selalu ada peminatnya," terang Wasno.

Untuk boneka Teddy Bear ukuran manusia dewasa dijual mulai Rp 60.000 sampai Rp 80.000 per boneka. Selain kedua tokoh kartun populer itu, penjualan boneka satwa juga tidak mengenal musim. Seperti boneka berbentuk singa, jerapah, kura-kura, sapi, dan lumba-lumba.

Dalam sebulan Wasno menjual ribuan boneka beragam karakter. Selain produksi sendiri, Wasno juga menjual boneka buatan perajin lain. "Setiap pelanggan saya belanja minimal Rp 10 juta, karena kebanyakan mereka adalah pedagang," kata Wasno.

Dari berjualan boneka itu, saban bulan Wasno mampu meraih omzet hingga Rp 500 juta. Adapun omzet Faishal lebih besar lagi. "Rp 800 jutaan sebulan," ujar Faishal, sumringah.  

Rabu, 09 November 2011 | 14:04  oleh Fitri Nur Arifenie
SENTRA PEMBUATAN BONEKA CIKAMPEK
Sentra boneka Cikampek: Perajin boneka butuh belaian pemerintah (3)

Perajin dan pedagang boneka di Cikampek, Karawang, Jawa Barat mendambakan perhatian dari pemerintah. Mereka berharap mendapat bantuan kredit berbunga ringan bagi pengembangan usaha. Para perajin juga mendambakan pemasaran boneka yang lebih luas.

Walaupun perajin dan pedagang boneka di Dusun Kampung Baru, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat sudah ada sejak 1980-an tetapi mereka tak luput dari masalah. Di antaranya adalah minimnya modal untuk mengembangkan usaha.

Wasno, perajin dan pedagang boneka mengaku, sejak memulai membuat boneka pada 1991, ia belum pernah mendapatkan bantuan modal dari pemerintah. "Pemerintah tak peduli pada kami," keluh Wasno.

Bagi perajin boneka, masalah permodalan memang jauh di luar jangkauan mereka. Ingin kredit pun tak banyak bank yang mau memberi. Menunggu bantuan pemerintah, juga tak kunjung tiba. Padahal mereka butuh menambah pembelian bahan baku dan mesin jahit untuk memperbesar usaha.

Bagi Faishal, yang juga perajin dan pedagang boneka, sejak merintis berdagang boneka pada 2002 lalu, tak sekalipun mendengar selentingan apalagi rencana pemerintah akan mengucurkan modal di Kampung Baru. "Kalaupun usaha kami berkembang itu karena usaha sendiri," jelas Faishal.

Karena tidak dapat bantuan modal dari pemerintah, Wasno berinisiatif mencari pinjaman ke perbankan. Namun ia lebih suka meminjam uang ke perbankan swasta daripada perbankan pelat merah yang dinilainya berbunga tinggi. "Saya pernah ajukan ke BNI tapi dipersulit dan uangnya tidak cair," keluh Wasno.

Sama halnya dengan Faishal yang juga meminjam uang dari perbankan untuk menjalankan usahanya. Namun uang pinjaman itu tidak hanya ia gunakan sendiri, tetapi dipinjamkan lagi kepada perajin yang butuh modal. "Tujuannya agar perajin bisa tetap produksi," kata Faishal.

Tapi Faishal tidak mengutip bunga dari pinjaman itu. Untuk pembayaran utang dari perajin itu ia mengutipnya dari setoran boneka yang diproduksi perajin.

Itulah sebabnya Faishal meminta pemerintah untuk lebih peduli, terutama, pada perajin boneka. Terutama untuk perajin skala kecil yang kesulitan mengakses kredit ke perbankan.

Keluhan yang sama juga dirasakan Dendi Ramdani, perajin boneka di Kampung Baru. Ia mengaku hanya mengandalkan modal sendiri untuk produksi boneka. Dendi berharap ada Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dari BUMN di sentra boneka itu. "Perajin boneka di Bandung bisa ikut PKBL, tapi kami, kok, tidak ada program itu," tanya Dendi.

Selain masalah akses modal, pedagang dan perajin juga mengeluhkan minimnya akses pemasaran. "Dulu pemerintah pernah ajak pameran tapi tidak ada hasilnya," ungkap Wasno.

Memang susah mengharapkan uluran tangan pemerintah. Padahal, kalau melongok ke belakang, di saat krisis pada 1997, sentra boneka itu terbukti mampu menampung buruh-buruh korban PHK industri di Karawang dan Purwakarta. Bahkan kini mereka sudah mandiri, mampu membuat boneka sekaligus menjualnya. "Ketika krisis malah mendapatkan banyak pesanan," terang Wasno.

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1320657737/82039/Sentra-boneka-Cikampek-Surga-berburu-aneka-boneka-lucu-1-
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1320737804/82150/Sentra-boneka-Cikampek-Boneka-kartun-populer-jadi-tambang-uang-2-
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/82271/Sentra-boneka-Cikampek-Perajin-boneka-butuh-belaian-pemerintah-3-

3 comments:

  1. Terimakasih bang postingannya mudah- mudah kita dapat terus bertahan,demi kemajuan warga sekitar,Alhamdulilah kita masih bisa bertahan dengan modal semangat dan kemandirian.
    www.bonekacikampek.com

    ReplyDelete
  2. Postingannya mantap.. Bole neh jalan2 kesitu...
    www.tamanboneka.com

    ReplyDelete
  3. Salam hangat juragan
    Saya mau nawarin sisa kain pampers dari pabrik barangkali aja bisa digumakan untuk kebutuhan pembuatan boneka juragan
    Apabila berminat silahkan kontak saya
    Sulhan cp.087782389669
    Terima kasih sebelumnya

    ReplyDelete