Tuesday, November 29, 2011

Irma Haryadi, Sulap Limbah Kain Jadi Lukisan

Views :89 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 29 November 2011 15:02
Dengan sentuhan kreativitas, sesuatu yang tak berharga pasti bisa disulap menjadi barang berharga. Hal itu pula yang selalu didengungkan oleh tokoh entrepreneurship Indonesia, DR. Ir. Ciputra. Menurut Pak Ci, seorang entrepreneur bisa merubah kotoran menjadi emas. Hal itu tampaknya nyata di tangan Irma Haryadi. Di tangannya, limbah kain sisa konveksi yang biasanya tergeletak begitu saja di tempat sampah, disulapnya menjadi lukisan.

ima_perca11Walau hanya dari limbah kain, lukisan mirip dengan lukisan cat minyak. Sudahlah bahan bakunya murah dan mengurangi sampah, harga lukisannya bisa mencapai jutaan rupiah. Tak pernah terbayang sebelumnya di benak Irma Haryadi ada lukisan dari kain perca atau gombal, sampai ia melihat pengumuman tawaran belajar membuat lukisan gombal di Museum Tekstil pada 2006. Bagi Irma, teknik melukis gombal sama dengan teknik melukis cat minyak. Bahkan, banyak orang mengira lukisan gombalnya adalah lukisan cat minyak. Selain kain, dia cuma butuh kanvas dan lem perekat untuk membuat lukisan.

“Di sana, saya belajar membuat lukisan gombal selama dua jam dibimbing oleh Pak Didit Sutanto. Saya mengadaptasi teknik melukis cat minyak ke lukisan gombal. Untuk bahannya, saya bisa dapat potongan kain dari banyak penjahit, berkarung-karung dan gratis,” ujar Irma, seperti dikutip dari Kontan Online.

Irma memang sudah suka corat-coret sejak kecil. Sebelum mulai melukis gombal, Irma membuat garis pembatas di atas kanvas sebagai tekstur gambar. Lantas, ia menggunting kecil sisa-sisa kain. Menurutnya, melukis gombal lebih kaya warna dibandingkan melukis dengan cat minyak. Sebab, sisa-sisa kain mengandung warna lebih bervariasi. Apalagi sisa kain batik.

Irma tak bekerja sendiri. Sewaktu ia mengerjakan pesanan lukisan ukuran besar dari Korea Selatan, banyak warga di sekitar rumahnya yang membantu untuk menggunting dan menempel kain. Pembeli dari luar negeri lebih suka memesan tema sosial. Adapun pembeli lokal lebih suka tema etnik.

Irma bisa membuat satu hingga tiga lukisan gombal sebulan. Karya-karyanya terpajang di Pasaraya dan satu galeri milik kawannya di Bogor. Irma menjual satu lukisan gombal di atas kanvas 60 x 90 cm dengan harga Rp 3 juta hingga Rp 5 juta. Lukisannya paling mahal Rp 8 juta dibeli oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

Perempuan yang tinggal di Ragunan, Jakarta Selatan ini tengah giat mengajari teknik lukisan gombal ke banyak orang. Irma yang membuka kelas di Jakarta dan Bogor berharap akan ada lebih banyak orang yang terampil membuat lukisan gombal. (*/Gentur)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/nasional/wanita/13122-irma-haryadi-sulap-limbah-kain-jadi-lukisan.html

1 comment:

  1. Puji syukur saya panjatkan kepada Allah yang telah mempertemukan saya dengan Mbah Rawa Gumpala dan melalui bantun pesugihan putih beliau yang sebar 5M inilah yang saya gunakan untuk membuka usaha selama ini,makanya saya sengaja memposting pesang sinkat ini biar semua orang tau kalau Mbah Rawa Gumpala bisa membantuh kita mengenai masalah ekonomi dengan bantuan pesugihan putihnya yang tampa tumbal karna saya juga tampa sengaja menemukan postingan orang diinternet jadi saya lansun menhubungi beliau dan dengan senang hati beliau mau membantuh saya,,jadi bagi teman teman yang mempunyai keluhan jangan anda ragu untuk menghubungi beliau di no 085-316-106-111 rasa senang ini tidak bisa diunkapkan dengan kata kata makanya saya menulis pesan ini biar semua orang tau,ini sebuah kisa nyata dari saya dan tidak ada rekayasa sedikit pun yang saya tulis ini,sekali lagi terimah kasih banyak ya Mbah dan insya allah suatu hari nanti saya akan berkunjun ke kediaman Mbah untuk silaturahmi.Wassalam dari saya ibu Sartika dan untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah disini šŸ˜ƒPesugihan Putih Tanpa TumbalšŸ˜ƒ

    ReplyDelete