Monday, April 23, 2012

Entrepreneur Sejati Nikmati Pekerjaan Seperti Permainan

Views :1115 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 24 Maret 2012 10:59
ciputra1Sebagian besar orang membenci pekerjaan mereka. Biasanya mereka memiliki dua alasan. Entah itu karena mereka tak terlalu menyukai pekerjaannya atau karena mereka tidak tahan dengan orang-orang yang berada dalam satu tempat bekerja dengan mereka. Dalam sebagian kasus, dua-duanya menjadi alasan utama. Dan masih banyak alasan lain sebenarnya.
Namun saat Anda memahami makna hakiki menjalani panggilan hidup sebagai seorang entrepreneur, Anda mencintai apapun yang Anda kerjakan dalam perjalanan entrepreneurial ini. Saya yakin saat kita begitu mencintai dan menghayati apa yang kita lakukan dan mengapa kita harus bekerja sekeras ini, semua beban pekerjaan akan dengan sendirinya berubah ringan. Pekerjaan yang berat di mata orang kebanyakan akan terasa demikian ringan di mata kita. Pekerjaan tak lagi menjadi pekerjaan. Pekerjaan juga bisa seasyik permainan. Dan asyiknya lagi, kita dibayar setelah bermain! Itulah inti entrepreneurship.

Lalu mengapa tak semua orang melakukan apa yang mereka cintai untuk mencari nafkah? Alasannya begitu banyak dan sering tidak signifikan. Bukan masalah besar jika Anda berpikir Anda akan menjadi penulis atau musisi, bankir bank Swiss kenamaan. Kehidupan memiliki cara yang jenaka untuk menghalau manusia dari impian besar mereka. Manusia dewasa memiliki tanggung jawab dan Anda  serta saya harus mencari nafkah, karena kehidupan tidak akan membaik begitu saja dengan berpangku tangan.

Itulah mengapa lebih banyak orang menyukai bermimpi daripada bekerja keras. Impian menjadi hal yang bisa dinikmati hanya saat tidur sebagai akibat tak terwujudkannya impian itu dalam kenyataan. Semangat/ passion menjadi tema berbagai film dan novel motivasional, sebuah karakteristik yang seolah hanya dimiliki para pahlawan. Orang biasa seperti kita tidak bisa, padahal bisa!

Entrepreneur mungkin bukan figur luar biasa di permukaan, mereka mungkin juga tak terpikirkan untuk menjadi luar biasa atau terkenal di tengah masyarakat. Tetapi sejatinya entrepreneur memiliki tekad baja untuk mengejar visi mereka sebagai tanggung jawab terbesarnya. Mereka lebih fokus dengan keinginan untuk memperbaiki kehidupan orang banyak daripada hanya mencari naflah.

Inilah yang sering kita dengar dari filsuf Jerman Friedrich Hegel. Ia mengatakan tiada hal atau prestasi yang agung di dunia  ini yang dicapai tanpa disertai passion.

Pertanyaannya: apakah Anda sudah menemukan passion sebagai entrepreneur?

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/ciputra-notes-inspirasi/15502-entrepreneur-sejati-nikmati-pekerjaan-seperti-permainan.html

No comments:

Post a Comment