Friday, October 5, 2012

Bagaimana Cara 'Bermain' Saham yang Aman?


Danny Eugene - detikfinance
Kamis, 04/10/2012 10:38 WIB
Jakarta - Pertanyaan dari pembaca, Nurimah Handayani: Bagaimana cara main saham yang aman dan terkendali? Apa kita serahkan sepenuhnya oleh broker? Terus baiknya bagaimana?

Jawaban:
Kepada Nurimah Handayani,

Terima kasih atas pertanyaannya, yang menurut saya pasti banyak ditanyakan oleh kebanyakan orang yang aktif berinvestasi di pasar saham.

Mungkin pertama-tama saya hendak mengoreksi kalimat “bermain saham.” Ini hal sepele namun secara psikologis membuat saham itu seperti permainan. Bisa kalah dan bisa menang. Menurut saya ini adalah kesalahan utama setiap orang yang berinvestasi di saham (termasuk saya).

Saya lebih tepat menyebut sebagai “investasi/bisnis saham.” Investasi di saham harus diperlakukan sebagai sebuah investasi atau bisnis. Investasi saham harus memiliki prinsip seperti kita berbisnis di sektor riil, entah itu membuka warung atau memiliki perusahaan pertambangan.

Hal ini memang benar, karena membeli saham adalah membeli perusahaan. Sehingga harus benar-benar dipikirkan dengan matang. Sama seperti jika hendak berbisnis, tentunya harus memiliki BUSINESS PLAN. Kita harus mengerti aturan main serta memiliki program kerja yang akan membuat bisnis kita menguntungkan.

Untuk berinvestasi di saham, pertama-tama Nurimah harus memiliki TRADING PLAN. Trading Plan ini biasa berisi kriteria apa saja yang dibutuhkan yang akan menjadi SINYAL BELI/JUAL atas sebuah saham. Anda bisa menggunakan ANALISA FUNDAMENTAL maupun ANALISA TEKNIKAL. (Untuk lebih jauh tentang Trading Plan ini sudah banyak buku yang diterbitkan).

Berikutnya, kita harus memiliki MONEY MANAGEMENT. Money Management ini biasanya berisi dua hal; pertama adalah besaran alokasi dana untuk masing masing saham (dengan tujuan diversifikasi) dan kedua tentang bagaimana kita membatasi kerugian. Dalam berinvestasi di saham tidak mungkin kita selalu mendapatkan keuntungan (saham yang kita beli naik). Adakalanya kita mengalami kerugian (saham yang kita beli turun). Nah di sini perlunya kita menetapkan level cut loss untuk membatasi kerugian.

Sebagai contoh, kita bisa membagi total portfolio ke dalam 4 hingga 8 saham. Dan jika harga saham turun 8% maka kita melakukan cut loss guna mencegah kerugian lebih dalam. Angka angka tersebut hanya sebagai contoh dan bisa disesuaikan.

Terakhir saya hendak menjawab pertanyaan “Apakah kita serahkan sepenuhnya kepada broker?” Jawaban saya sangat tegas, TIDAK BOLEH. Secara profesi, broker hanya boleh memberi saran. Sedangkan keputusan mutlak di tangan investor.

Broker bisa memberi saran saham apa saja yang bisa dibeli dan dijual, namun kita harus melakukan sendiri due diligence, dengan menggunakan Trading Plan & Money Management yang telah kita siapkan.

Pesan saya yang paling akhir adalah JANGAN PERNAH BERINVESTASI SEBELUM MEMILIKI TRADING PLAN & MONEY MANAGEMENT. Sama seperti berbisnis, kita harus lebih dulu memiliki rencana.

*) Danny Eugene, Head of Research, PT Mega Capital Indonesia



(ang/ang)

http://finance.detik.com/read/2012/10/04/103836/2054302/65/bagaimana-cara-bermain-saham-yang-aman

No comments:

Post a Comment

Post a Comment