Thursday, September 8, 2011

Pentingnya Pandangan Baru dalam Perusahaan

Hits : 662 PDF Cetak E-mail
Rabu, 07 September 2011 14:32
Sang manajer baru melihat penuh rasa tidak percaya sebagai saat si operator mengeluarkan komponen keluar dari sebuah kotak, membuang kotaknya, memasang satu bagian ke komponen tersebut dan kemudian mengemasnya kembali dalam sebuah kotak baru yang mirip dengan kotak yang baru saja ia buang.

Saat Anda mendengar kalimat, “Begitulah kami melakukannya di sini.” Anda bisa seketika menemukan celah untuk perbaikan pengeluaran. Sering kali bahkan berlanjutnya proses dan prosedur yang tidak dikritisi tanpa pemahaman nyata tentang mengapa pekerjaan tersebut diperlukan bisa menghilangkan peluang untuk menyingkirkan sampah.

visi_baruSaat mencari perbaikan, bawalah orang baru dari bagian lain perusahaan. Orang-orang tanpa konsepsi awal yang tidak memiliki kecemasan untuk bertanya berkali-kali pertanyaan-pertanyaan sederhana tetapi mendalam, “Mengapa?”

Dalam kelas pelatihan, mereka yang mendahului teriakan mereka dengan, “Ini mungkin terdengar seperti pertanyaan bodoh tetapi hampir dipastikan memulai diskusi yang baik tentang permasalahan-permasalahan yang mendasar."

Tim dari banyak bidang tidak hanya akan menambah kemungkinan status quo untuk digantikan, mereka juga membawa manfaat-manfaat lain.

Dengan melibatkan orang-orang dari bidang usaha berbeda, akan ada penyuburan silang dari berbagai ide karena perbaikan-perbaikan yang disarankan untuk satu bidang bisa ditiru di bidang lainnya, dengan begitu akan memberikan efek pengganda.

Mendapatkan pemahaman aspek-aspek lainnya dalam bisnis ialah bagian dari pengembangan pribadi dan bisa membantu orang untuk menemukan hal-hal yang tidak berguna antarbidang. Kadang sudut pandang baru mampu memberikan manfaat.

Salah satu pelanggan besar dari perusahaan manufaktur komponen ini menyatakan bahwa produk yang ia terima tidak sesuai spesifikasi. Karena itu, ia bersikeras bahwa semua produk yang dipasok kepadanya harus disertai dengan dokumen yang lengkap yang meliputi pemeriksaan dimensi-dimensi kunci, bersamaan dengan informasi pengujian dan pertemuan.

Prosedur yang mahal dan membuang-buang waktu ini dilaksanakan sebagai perbaikan jangka pendek untuk mengatasi masalah kualitas yang khusus. Perusahaan kemudian memilih untuk memperluas prosedurnya ke setiap produk yang menjalani proses serupa. Kemudian menerapkannya juga ke setiap produk yang diproses dalam pabrik. Karena mengetahui peluang untuk mendiferensiasikan produknya  penjualan, kemudian menawarkan untuk memberikan dokumentasi, tanpa pungutan, ke setiap pelanggan baru dan di setiap bagian baru.

Putar waktu lebih cepat 15 tahun. Ya, 15 tahun. Pabrikan pembuat komponen-komponen tidak lagi memiliki masalah kualitas dan tidak lagi membuat produk-produk yang mengawali proses dokumentasi. Namun, paket-paket dokumentasi terus diproduksi. Apa yang seharusnya menjadi perbaikan kilat untuk mengatasi masalah jangka pendek menjadi terlalu mendominasi dalam prosedur perusahaan.

Dan tak cukup sampai di situ. Karena kerumitan dokumentasi, sulit untuk terus memperbarui misalnya perubahan-perubahan terhadap penarikan jumlah yang dikeluarkan dan perubahan-perubahan terhadap perakitan dan metode pengujian. Sehingga perusahaan mulai gagal dalam pelaksanaan audit kualitas karena adanya perbedaan antara produk-produk yang dikirimkan dan paket informasi ‘pendukung’ yang amat berlimpah. Dan sebagai konsekuensi audit yang gagal ini, akan ada lebih banyak pelatihan dan bahkan lebih banyak lagi dokumentasi yang disiapkan.

Yang dibutuhkan hanya satu, “Mengapa kita melakukan ini? Bangun tim dari seluruh jajaran perusahaan jika memungkinkan. Lakukan diskusi tentang proses dan prosedur bukan dengan pertanyaan “Bagaimana kita akan melakukannya?” tetapi dengan pertanyaan, “Mengapa kita melakukan ini?” (*/Akhlis)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/10930-pentingnya-pandangan-baru-dalam-perusahaan.html

No comments:

Post a Comment

Post a Comment