Thursday, September 15, 2011

SENTRA ONDERDIL MOBIL HARAPAN BARU, BEKASI

Peluang Usaha

SENTRA USAHA
Senin, 12 September 2011 | 16:56  oleh Fahriyadi
SENTRA ONDERDIL MOBIL HARAPAN BARU, BEKASI
Sentra onderdil Harapan Baru: sentra onderdil mobil di tengah perumahan (1)
Pengembangan kota ke pinggiran Jakarta turut menyuburkan lahan bisnis. Salah satunya sentra onderdil mobil di perumahan Harapan Indah, Bekasi Barat. Sejak 1998, banyak pedagang onderdil dari pasar Senen, Jakarta Pusat, eksodus ke sentra onderdil ini.

Pengembangan kawasan pemukiman ke daerah pinggiran Jakarta mampu menggerakkan pula sektor bisnis lainnya. Tengok saja, kompleks pertokoan di Perumahan Harapan Indah, Bekasi Barat, yang sekarang terkenal sebagai sentra onderdil mobil.

Lokasi sentra onderdil itu tepatnya berada di Jalan Taman Harapan Baru, Kelurahan Pejuang, Harapan Indah, Bekasi Barat. Dari enam blok rumah toko (ruko) yang ada di lokasi itu, setidaknya ada 40 pedagang yang menjual onderdil.

Pedagang onderdil itu menjual beraneka ragam onderdil, baik onderdil mobil merek Jepang, Eropa, maupun onderdil mobil merek Amerika Serikat (AS). Bahkan, sebagian pedagang juga menjual onderdil mobil antik alias mobil tua.

Kehadiran pedagang onderdil di lokasi pertokoan perumahan Harapan Indah itu sudah dimulai sejak 1998 silam. Pedagang onderdil mulai membuka toko setelah pengembang menyelesaikan pembangunan ruko. "Tahun 2000-an barulah ramai," kata Stephanus Kurniadi, pemilik toko Emporium Motor di sentra onderdil Harapan Indah itu.

Kebanyakan pedagang di sentra onderdil itu adalah pedagang onderdil di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat. "Tahun 2000-an pedagang onderdil pasar Senen eksodus ke Harapan Indah," terang Stephanus yang juga berdagang onderdil di pasar Senen.

Karena banyak pedagang yang eksodus ke Harapan Indah, membuat Stephanus tertarik. Ia lantas ikut membuka cabang bisnis onderdilnya ke Harapan Indah tahun 2001. Selain menjual onderdil, Stephanus juga melayani jasa perbaikan dan perawatan mobil.

Waktu pertama kali buka toko, baru terdapat sepuluh toko onderdil. Namun, karena pasarnya bagus membuat puluhan pedagang lain ikut membuka toko onderdil serupa. "Di Bekasi banyak pemilik mobil yang tentu butuh onderdil," ungkap Stpehanus.

Bak gayung bersambut, kehadiran sentra onderdil itu membantu warga Bekasi yang ingin memperbaiki mobilnya. Salah satunya adalah Dion Aryanto, yang rutin memperbaiki mobil ke Harapan Indah sejak 2006. "Lokasinya tak jauh dari rumah saya," kata warga Bekasi itu.

Selain lokasi yang dekat, pelanggan sentra onderdil Harapan Indah merasa nyaman dengan harga dan kualitas onderdil yang ditawarkan pedagang. "Pedagang mau menjamin kualitas," terang Dion.

Seperti pusat perbelanjaan onderdil lain, kawasan onderdil Harapan Indah makin ramai dikunjungi pelanggan menjelang Lebaran dan juga tahun baru. Di saat itu, pemilik mobil mempersiapkan kendaraannya untuk keperluan mudik atau liburan.

Sayangnya, meski pusat onderdil ini mudah dijangkau warga Bekasi Barat, namun membuat bingung warga dari luar Bekasi untuk menuju tempat itu. Saat KONTAN berkunjung ke sentra itu, tidak ada tanda penunjuk jalan yang tentu mempersulit calon konsumen untuk datang.

Padahal, letak sentra onderdil Harapan Indah itu hanya 3 kilometer (km) dari pintu gerbang Harapan Indah. Tetapi lokasi sentra onderil itu menjadi tersembunyi karena diapit dua kluster perumahan. "Lokasinya menyulitkan pelanggan," kata Laili Hiutra, pemilik Toko Victory di sentra onderdil Harapan Indah.

Laili yang sehari-hari melayani perbaikan dan perawatan pendingin (AC) mobil itu mengeluh kesulitan mencari pelanggan baru, karena sentra onderil itu jarang dilalui kendaraan dari luar Bekasi Barat.

Tak hanya itu, untuk menuju lokasi mesti punya kesabaran tinggi, terutama pada hari kerja, karena jalanan yang penuh sesak oleh kendaraan. "Hari kerja jalan bisa macet parah," kata kata Laili.

Namun, bagi konsumen yang sudah paham situasi itu, mensiasatinya dengan berbelanja saat liburan. "Promosi dari mulut ke mulut jadi senjata pedagang untuk menggaet konsumen," ujar Stephanus yang sudah punya tiga ruko di sentra itu.  

Selasa, 13 September 2011 | 14:30  oleh Fahriyadi
SENTRA ONDERDIL MOBIL HARAPAN BARU, BEKASI
Sentra onderdil Harapan Baru: Saat Lebaran omzet datang lebih besar (2)
Lebaran adalah momen penting yang banyak dinanti pebisnis, tak terkecuali bagi pedagang onderdil di sentra onderdil di Harapan Indah, Bekasi. Menjelang Lebaran, omzet pedagang onderdil yang juga melayani jasa perbaikan dan servis mobil itu naik hingga dua kali lipat.

Hari Raya Lebaran adalah saat-saat penting bagi pedagang onderdil di sentra onderdil Harapan Indah, Bekasi Barat. Maklum, menjelang Lebaran omzet pedagang di situ yang biasanya juga buka usaha bengkel itu bakal terdongkrak naik melebihi hari biasa.

Tengoklah penuturan Stephanus Kurniadi, pemilik Emporium Motor yang ditemui KONTAN di toko onderdil miliknya. Ia bilang, kenaikan omzet itu sudah terjadi sejak Ramadan tiba. "Peningkatan omzet bisa mencapai dua kali lipat," tutur Stephanus.

Stephanus mengaku, omzetnya selama Ramadan atau satu bulan sebelum Lebaran mencapai Rp 50 juta. "Pada bulan-bulan di luar Ramadan, omzet hanya Rp 20 juta-Rp 30 juta," terang Stephanus.

Melambungnya omzet itu berasal dari penjualan onderdil, kampas rem, hingga ganti ban. Selain itu, pedagang juga mendapat uang jasa dari ganti oli, tune-up, servis mesin serta perbaikan bagian kendaraan lainnya.

"Untuk jasa servis, saya mengenakan tarif Rp 50.000-Rp 100.000, tune-up mesin dan ganti oli dengan tarif Rp 200.000-Rp 300.000, tergantung jenis dan merek mobil," terang Stephanus, panjang lebar.

Pada hari kerja biasa, Stephanus dikunjungi 6-7 mobil per hari, di akhir pekan ia dikunjungi 12 mobil per hari. "Kalau jelang Lebaran ada 10 sampai 25 mobil per hari," kata Stephanus.

Meski begitu, lelaki yang juga punya usaha jual beli mobil itu enggan memanfaatkan momentum Lebaran untuk menaikkan tarif jasa dan harga onderdil. "Harga bisa saja naik tetapi itu tidak baik untuk bisnis," terang Stephanus.

Namun, Stephanus baru menaikkan harga bila harga itu memang naik dari pabrikan sejak sebelum Ramadan. Namun, Stephanus sudah punya kiat untuk menghindari kenaikan harga dengan cara menambah stok sebelum Ramadan tiba.

Sumber onderdil Stephanus tidak hanya dipasok oleh pabrikan lokal, sebagian ada yang diimpor. Untuk teknisi mesin, ia mencari tenaga yang sudah berpengalaman dengan mesin.

Laili Hiutra, pemilik Victory Jaya, bengkel sekaligus toko AC atau pendingin mobil, juga ketiban rezeki Lebaran. Laili bilang, penjualannya selama sebulan sebelum Lebaran bisa mencapai Rp 200 juta.

Omzet Laili itu naik tajam ketimbang hari biasa yang hanya sebesar Rp 142 juta per bulan. Sama seperti Stephanus, Laili juga enggan menaikkan tarif jasa perbaikan atau harga onderdil AC yang ia jual. "Tidak ada alasan saya untuk menaikkan harga, karena harga onderdil AC cenderung stabil," terang Laili.

Namun, untuk mendapatkan keuntungan lebih, Laili lebih memilih menambah jam kerja. Kalau biasanya hanya 10 jam per hari, menjadi 12 jam saat menjelang Lebaran.

Untuk melayani pelanggan, Laili mematok tarif jasa perbaikan AC sebesar Rp 300.000-Rp 700.000 per mobil. Jika ada pergantian onderdil atau komponen AC, ia membanderol jasanya Rp 1 juta-Rp 2. "Harga tergantung jenis mobil, merek mobil, dan tentu saja merek AC yang dipakai konsumen," terang Laili.
Rabu, 14 September 2011 | 15:53  oleh Fahriyadi
SENTRA ONDERDIL MOBIL HARAPAN BARU, BEKASI
Sentra onderdil Harapan Baru: Butuh pembenahan agar bisa kondang (3)
Menyandang predikat sebagai sentra onderdil di Bekasi Barat tak membuat para pedagang di sentra onderdil Harapan Indah, Bekasi, berpuas diri. Mereka ingin lokasi ini bisa kian tersohor dengan meningkatkan promosi serta pembenahan sarana parkir dan akses jalan.

Memang tepat pilihan pedagang onderdil berjualan di rumah toko (ruko) kawasan perumahan Harapan Indah, Bekasi. Betapa tidak, sekeliling ruko Harapan Indah itu adalah perumahan kalangan menengah atas yang tentu saja sebagian besar penghuninya punya mobil.

Dengan demikian, setidaknya, pedagang sentra onderdil itu mendapat pelanggan dari penghuni perumahan. Mengutip dari situs Wikipedia, jumlah penghuni kawasan Harapan Indah itu mencapai 60.000 kepala keluarga (kk).

Jika separuh dari penghuni perumahan itu memiliki mobil, setidaknya ada 30.000 mobil yang menjadi konsumen potensial bagi sentra perdagangan onderdil itu. Ini jelas target pasar yang menggiurkan. Apalagi kalau konsumen sentra onderdil itu diperbesar ke wilayah Bekasi lainnya, tentu pasar sentra onderdil itu semakin besar.

Karena itulah, sebagian pedagang yakin sentra onderdil Harapan Indah bisa tersohor seperti sentra onderdil yang ada di Senen, Jakarta Pusat atau sentra onderdil di Kelapa Gading, Jakarta Timur.

Harapan itu disampaikan oleh Stephanus Kurniadi, pemilik Emporium Motor di sentra onderdil Harapan Indah. Ia bilang, dari sisi kelengkapan dagangan onderdil, tidak kalah lengkap dengan jualan pedagang onderdil di Kemayoran. "Bedanya cuma lokasi kami masih baru," kata Stephanus.

Dari sisi kualitas jasa perbaikan, Stephanus yakin sentra onderdil Harapan Indah bisa menyamai sentra onderdil lain. Sebab, pedagang dan penyedia jasa perbaikan mobil di Harapan Indah merupakan pindahan dari Pasar Senen.

Sebaliknya, Tri, pemilik toko onderdil PD Tri Mas di Harapan Indah, justru pesimistis dengan masa depan sentra onderdil Harapan Indah ini. "Masalahnya, lokasi ada di perumahan dengan konsumen terbatas," kata Tri.

Selain itu, Tri menilai sentra onderdil Harapan Indah sulit berkembang karena minim perhatian dari pihak pengembang kawasan Harapan Indah. "Memang kami diberi ruang promosi di media komunitas, tetapi itu tidak optimal menggaet pengunjung. Pelanggan kami, ya, itu-itu saja," keluh Tri.

Keluhan Tri soal lokasi yang tidak strategis itu diakui oleh Stpehanus. Tetapi ia menilai masalah lokasi bisa diatasi dengan pembenahan, salah satunya dengan berpromosi. "Pengembang ruko bisa meningkatkan promosi," usul Stpehanus.

Salah satu usul Stephanus adalah memasang penunjuk arah menuju sentra onderdil di gerbang masuk kawasan perumahan. "Ini cara promosi sederhana tetapi efektif bagi pelanggan dan juga pedagang di sentra ini," terangnya

Tak hanya itu, Stephanus juga mengusulkan agar Pemerintah Kota Bekasi segera mengatasi kemacetan di jalan yang menuju sentra onderdil Harapan Indah.

Sementara itu, Laili Hiutra, pemilik Victory Jaya, pedagang onderdil sekaligus bengkel perbaikan AC mobil, berharap pengembang juga membenahi lahan parkir. "Lokasi parkir harus diperbaiki agar konsumen nyaman belanja," harap Laili.

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1315821410/77205/Sentra-onderdil-Harapan-Baru-sentra-onderdil-mobil-di-tengah-perumahan-1
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1315899053/77300/Sentra-onderdil-Harapan-Baru-Saat-Lebaran-omzet-datang-lebih-besar-2
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/77402/Sentra-onderdil-Harapan-Baru-Butuh-pembenahan-agar-bisa-kondang-3

No comments:

Post a Comment

Post a Comment