Wednesday, September 7, 2011

BUDIDAYA JAMBU AIR CITRA

PELUANG USAHA
AGRIBISNIS

 
Senin, 05 September 2011 | 16:14  oleh Ragil Nugroho
BUDIDAYA JAMBU AIR CITRA
Jambu air citra berbadan jumbo nan aduhai (1)
 
Indonesia memang kaya tanaman buah. Salah satu tanaman buah yang populer itu adalah jambu air citra yang memiliki rasa manis dengan buah berukuran jumbo. Jambu air citra ini juga gampang dibudidayakan dan bisa panen hingga tiga kali dalam setahun.

Kita tentu sudah kenal dengan jambu air. Buah ini tergolong populer di Tanah Air. Seperti namanya, jambu air ini memang mengandung kadar air yang tinggi.

Salah satu jenis buah ini tropis, kalau lagi musim, gampang ditemui di mana-mana. Selain itu, varian jambu air ini juga bermacam-macam, ada jambu air putih, merah, jambu air kerikil karena bentuk buahnya yang kecil-kecil seperti batu kerikil.

Namun ada satu jenis jambu air yang belakangan ini semakin banyak diburu, baik oleh pembibit tanaman maupun oleh penyuka jambu air, yakni jambu air citra. Jambu ini terkenal manis rasanya.

Selain itu, keunggulan lainnya, adalah bentuk buah yang jumbo ketimbang ukuran jambu air lainnya. Sebutir jambu air citra bisa berbobot hingga 300 gram. "Ukurannya bisa sebesar kaleng susu kental manis," kata Rony Pranata, pemilik CV Bina Agro Mandiri, yang membudidayakan jambu air citra di Yogyakarta.

Walaupun jambu air citra sudah dikenal lama di dunia agrobisnis. Tapi buah yang kaya vitamin itu baru dibudidayakan massal sejak lima tahun lalu. Adapun tren kenaikan permintaan dari pembudidaya terjadi sejak dua tahun ini.

Tahun ini saja, seperti dialami Rony, permintaan jambu air citra bisa naik hingga 200% ketimbang dua tahun lalu. Kini Rony harus melayani permintaan jambu air citra 500 kilogram (kg)-600 kg per bulan.

Dengan harga Rp 15.000-Rp 20.000 per kg, Rony mampu meraup omzet hingga Rp 15 juta per bulan. Omzet itu tidak hanya dari penjualan buah saja, melainkan juga dari penjualan bibit. "Keuntungan bersih bisa 15%-25% dari omzet," kata Rony.

Untuk satu batang bibit jambu air citra ukuran 30 cm-50 cm, Rony menjualnya Rp 20.000. "Kalau beli 20 bibit, harga bisa Rp 10.000 per bibit," terang Rony.

Menurut Rony, pembudidaya bibit jambu air citra bisa memanen saat pohon berusia dua tahun lebih. Soal lokasi tanam, karena ini buah tropis, bisa di tanaman di mana saja. "Semakin lama kemarau maka semakin manis buahnya," kata Rony yang memasarkan jambu air miliknya itu ke daerah Jabodetabek, Semarang, dan Bali.

Selain melayani pasar domestik, Rony baru-baru ini sedang merintis pasar ekspor. Rony sedang berusaha melayani ekspor ke Malaysia dan Singapura dalam jumlah terbatas. "Ada pelanggan yang memanfaatkan jambu air untuk makanan olahan seperti manisan dan juga selai," ujar pria yang berusia 40 tahun itu.

Selain Rony, ada Rudi Sudjarwo yang mengembangkan perkebunan jambu air citra di Demak, Jawa Tengah, dengan nama usaha CV Segar Rasa. Sejak memulai berbisnis jambu air citra dua tahun lalu, Rudi mengakui ada kenaikan permintaan. "Setiap bulan saya rutin mengirimkan sekitar 400 kg ke Jakarta dan Semarang dengan omzet sekitar Rp 10 jutaan," kata Rudi.

Ia menilai, budi daya jambu air citra itu cukup menguntungkan, karena memiliki masa panen dua sampai tiga kali dalam setahun. "Tanaman jambu air memiliki daya tahan yang kuat dan tidak kenal musim," ujar Rudi.  

Selasa, 06 September 2011 | 15:05  oleh Ragil Nugroho
BUDIDAYA JAMBU AIR CITRA
Jambu air citra: Budidayanya mudah, bisa panen tiga kali setahun (2)

Tanaman jambu air citra bisa tumbuh baik saat musim kemarau. Bahkan di saat jarang hujan, rasa buah akan terasa lebih manis ketimbang saat musim hujan. Dengan pemeliharaan yang sederhana saja, petani bisa panen tiga kali setahun.

Rasa jambu air citra justru semakin manis di kala musim kemarau yang minim air. Karena itu, bagi petani, di saat musim kemarau inilah saat panen jambu air citra yang tepat.

Di kala berbuah di musim hujan, rasa manis akan berkurang karena jambu air memiliki struktur gabus pada daging buah. Struktur gabus ini menyerap air sehingga dalam kondisi iklim dengan air berlimpah, justru tidak menghasilkan buah berkualitas.

Rudy Sudjarwo, pemilik CV Segar Rasa di Demak, mengatakan bahwa pohon jambu air citra tumbuh ideal ketinggian tanah antara 200 meter - 500 meter di atas permukaan laut (dpl).

Lokasi budidaya yang tepat akan membentuk buah seperti lonceng dan berwarna merah kecokelatan dengan rasa yang manis dengan kandungan air yang cukup.

Contohnya, ketika jambu citra ditanam di kota Malang yang bertemperatur dingin dan curah hujan tinggi, buah yang dihasilkan kecil dan tidak begitu manis. Namun, di Demak, jambu air citra akan menghasilkan buah yang manis.

Nah, untuk mengembangkan tanaman jambu air citra yang paling praktis melalui proses cangkok. Namun, sebelum mencangkok harus dipilih dahulu batang yang kokoh dan memiliki daun lebat, hijau, dan segar.

Selain itu, harus dipastikan pula batang tanaman induk memiliki kulit yang mulus, tidak memiliki bercak keputihan atau kelabu. "Pilih tanaman dengan batang kokoh dan percabangan kuat," katanya.

Bibit yang sudah jadi dan kelihatan akarnya, kemudian dipindahkan ke tempat teduh menggunakan polybag atau pot. Bibit perlu dirawat dengan menyemprotkan pupuk daun, pupuk kandang atau kompos secukupnya. Setelah dirawat 2-3 bulan, barulah bibit dipindah ke lokasi penanaman, baik itu di tanah maupun di pot besar. Setiap hektare kebun, bisa ditanami sekitar 200 pohon jambu.

Setelah dipindahkan, tiga bulan sekali, bibit perlu mendapat tambahan pupuk kompos sekitar satu karung. Selain itu, perlu juga pemberian pupuk urea dan NPK sebanyak dua gram, atau sekitar satu sendok makan.

Pemeliharaan juga perlu dilakukan dengan pemangkasan daun yang terlalu rimbun. Pemangkasan dilakukan untuk mempercepat proses pencabangan dan pembuahan. Adapun penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari.

Dalam kurun waktu enam bulan, tanaman jambu air sudah berbuah. Namun, biasanya, buah perdana ini mutunya tidak terlalu baik. Untuk mendapatkan buah yang sempurna, biasanya setelah tanaman berumur dua tahun. Untuk sekali panen, petani bisa mendapatkan buah sebanyak 25 kg per pohon atau 75 kg per tahun per pohon jika panen bisa tiga kali.

Walau proses budidaya itu cukup mudah, Rony Pranata, pemilik CV Bina Agro Mandiri di Yogyakarta, mengingatkan ancaman rontok bunga dan buah. "Jika bunga dan buah rontok perlu penambahan kalsium hingga membuat cabang, ranting, dan tangkai menjadi kokoh," katanya. Kalsium juga baik untuk meningkatkan daya elastisitas dan sel buah sehingga tak mudah retak.

Selain rontok bunga dan buah, perlu mewaspadai serangan hama kutu putih yang biasanya menyerang di saat musim kemarau. Kutu putih ini akan mengakibatkan daun dan batang mengkerdil karena parasit ini memakan nutrisi tanaman jambu. Untuk mengatasinya, bisa menggunakan fungisida atau disemprot menggunakan air deterjen.

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1315214047/76633/Jambu-air-citra-berbadan-jumbo-nan-aduhai-1
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/76726/Jambu-air-citra-Budidayanya-mudah-bisa-panen-tiga-kali-setahun-2

3 comments:

  1. saya aba dari kota palembang saya mau membudi dayakan jambu citra, terus saya mau tannya pak apakah betul ukuran yg bagus untuk tanaman tersebut ukuran 8x7 dan saya mau tannya kalau untuk memperkurang kerontokan jambu pakek apayah pak, sama untuk menghadapi semut di batang..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. gunakan campuran minyak kayu putih dengan racun serangga, semprotkan pada batang pohon.

      Delete
  2. maksudnya minyak kayu putih yang biasa kita pakai pak terus takaran, perbandingan campurannya berapa banding berapa pak? kalau pakek sidamentrin,curacron...? gimana pak?

    ReplyDelete