Tuesday, February 7, 2012

TAWARAN KEMITRAAN KULINER: KEBAB

Peluang Usaha

 
Selasa, 07 Februari 2012 | 12:32  oleh Fahriyadi, Noverius Laoli, Eka Saputra
TAWARAN KEMITRAAN KULINER: KEBAB
Enak disantap, laba kebab mantap
Kebab sudah makin akrab di lidah masyarakat kita. Makanan ringan asal Timur Tengah ini mulai populer di Indonesia sejak awal 2000-an. Para pewaralaba kebab ikut andil besar mempopulerkan roti isi daging ini.

Terbukti memiliki pasar, mereka pun gencar membuka gerai di mana-mana. Jangan heran, kalau sekarang kita bisa dengan mudah menemukan gerai kebab.

Bagi para pelakunya, bisnis ini masih menjanjikan. Bahkan peluang pasarnya pun masih sangat besar, terutama ke daerah-daerah. Indikasi ini terlihat dari penambahan jumlah mitra para pewaralaba kebab tersebut.

Strategi bisnis para pemain kebab juga menjadi resep usaha ini masih awet bertahan. Para pemilik kemitraan kebab berupaya melakukan inovasi mulai dari peremajaan menu secara periodik, memperbarui paket investasi, hingga meningkatkan kualitas dan variasi produk demi bertahan dari persaingan.

Nah, berikut ulasan mengenai perkembangan beberapa kemitraan kebab, seperti Kebab Kings, Corner Kebab, dan Zahfy Kebab.


• Kebab Kings

Mulai berdiri tahun 2006 dan membuka kemitraan tahun 2007, Kebab Kings racikan Bobby Hendrawan mampu berkembang cukup pesat. Saat KONTAN mengulas kemitraan kebab asal Surabaya pada 3 April 2009, Kebab Kings baru memiliki 75 mitra yang tersebar di 13 kota besar di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara.

Waktu itu, Bobby menawarkan paket investasi mulai dari Rp 45 juta-Rp 75 juta dengan omzet Rp 20 juta per bulan dengan balik modal 13-15 bulan. Hampir tiga tahun berlalu, gerai Kebab Kings sudah bertambah menjadi 345 gerai, 20 di antaranya milik sendiri.

Bobby bilang keberhasilannya merangkul mitra sebanyak itu tak lepas dari keagresifan mengenalkan tawaran usahanya hingga tingkat kabupaten. Selain itu, Bobby juga mengubah paket investasi yang ditawarkan ke calon mitra agar semakin menarik.

Kini, Bobby menawarkan empat paket investasi, yakni, memakai gerobak Rp 35 juta, booth Rp 40 juta, kios di mal Rp 50 juta, dan sepeda motor roda tiga Rp 55 juta.

Dari keempat paket itu mitra bisa memperoleh omzet antara Rp 15 juta-Rp 60 juta per bulan. "Kini mitra bisa balik modal antara 3-9 bulan," klaim Bobby.

Peningkatan omzet itu juga tak lepas dari perubahan harga jual ke konsumen. Sebelumnya Kebab Kings menjual produknya dari Rp 8.000-Rp 12.000 per porsi. Sekarang naik menjadi Rp 12.000-Rp 15.000 per porsi.

Bobby mengatakan, harga itu dapat disesuaikan dengan lokasi tempat mitra berjualan. Ia mencontohkan, harga jual kebab di Papua bisa Rp 18.000-Rp 20.000 per porsi. Ia yakin bisnis kebab ini masih cerah. "Tahun ini kami akan buka 255 gerai lagi," ujarnya.


• Corner Kebab

Pertumbuhan bisnis kebab juga dirasakan Ardiansyah Murdiawan, pemilik Corner Kebab yang bermarkas di Kompleks Ruko Ogie Plaza, Pamulang, Tangerang Selatan.

Jika Maret 2011, Ardiansyah hanya memiliki 110 gerai Corner Kebab yang tersebar di Pulau Jawa dan Kalimantan. Namun saat ini, jumlah gerai Corner Kebab mengembang dua kali lipat menjadi 226 gerai. "Punya saya sendiri hanya 10 gerai," kata dia.

Penambahan jumlah gerai tersebut tak terlepas dari usahanya untuk membangun brand Corner Kebab. "Saya banyak melakukan pameran di berbagai daerah," katanya.

Dia mengatakan, kebab harus dibangun sebagai makanan yang menyehatkan. Dus, demi memperkuat citra tersebut, Ardiansyah mewajibkan mitra memiliki lemari pendingin untuk menyimpan daging. "Supaya daging yang ada di tiap gerai segar," jelasnya.

Selain itu, Corner Kebab juga menawarkan menu baru yang menyehatkan bernama Kebab Gandum. Kebab ini terdiri dari biji gandum utuh yang kaya akan serat.

Karena semakin berkembang, tahun ini Ardiansyah mengubah paket investasi yang ditawarkan ke mitra. Untuk tipe outdoor gerobak misalnya, nilai investasi awal menjadi Rp 38 juta dari sebelumnya Rp 36 juta. Adapun tipe outdoor booth, sebelumnya Rp 46 juta, saat ini menjadi Rp 48 juta.

Target omzet, rata-rata per hari Rp 500.000 per hari atau Rp 13 juta per bulan dan bisa balik modal 15 bulan. "Prediksi omzet dan pengembalian modal masih sama seperti yang dulu. Saya mau membangun citra kebab sebagai makanan sehat dulu," imbuhnya.


• Zahfy Kebab

Merintis usaha kebab di tahun 2009 dan tak hanya menjual kebab tapi juga burger dan roti maryam menjadi daya tarik dari Zahfy Kebab. Tak heran, banyak yang berminat menjadi mitra Zahfy. Dus, pada awal 2010, Hefni Tri Sriyantono, pemilik Zahfy Kebab, menawarkan kemitraan.

Pada tanggal 22 Oktober 2010 lalu, KONTAN mengulas kemitraan kebab yang bercokol di Bekasi ini. Kala itu, Hefni memiliki tujuh gerai yang tersebar di Bekasi, Surabaya dan Sidoarjo.

Investasi yang ditawarkan saat itu terdiri dari tujuh paket investasi yang berkisar Rp 16 juta-Rp 65 juta dengan omzet Rp 15 juta per bulan dan balik modal sekitar 11 bulan. Dari sana Hefni juga mengutip royalty fee 3,5% dari omzet. Harga kebab pun dibanderol antara Rp 9.000-Rp 11.000 per porsi.

Saat ini, gerai Zahfy Kebab telah berkembang menjadi 28 gerai, 10 gerai di antaranya milik sendiri. Ia bilang, kebab makin disukai konsumen sehingga turut mendongkrak pertumbuhan gerainya. "Kini kami sudah sampai ke Samarinda dan Tarakan, Kalimantan Timur," ucapnya.

Lantaran makin berkibar, Hefni mengubah paket investasi menjadi enam paket dengan menghapus paket investasi Rp 16 juta. "Kini kami menawarkan investasi dari Rp 22,5 juta-Rp 65 juta," tuturnya. Dia mengatakan, omzet para mitranya kini bisa Rp 10,5 juta-Rp 24 juta per bulan, dengan balik modal 8 bulan-12 bulan.

Menurut Hefni, potensi bisnis kebab masih cukup bagus setidaknya hingga 10 tahun-15 tahun ke depan. Maka itu, Hefni berencana menambah gerai menjadi 50 gerai tahun ini dan 70% di antaranya dimiliki mitra. "Saya juga akan mengembangkan gerai di Singapura," imbuhnya.

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/enak-disantap-laba-kebab-mantap

No comments:

Post a Comment