Wednesday, December 5, 2012

4 Pelajaran Karier dari Pria


Penulis : Christina Andhika Setyanti | Rabu, 5 Desember 2012 | 15:29 WIB

Bersikap aman dengan menghindari konflik serta persaingan bisa menghambat karier Anda. Pelajari gaya pria di dunia profesional dalam menjawab setiap tantangan yang ada.
KOMPAS.com - Menjadi seorang wanita karier bukan berarti Anda bisa merasa paling hebat dan pintar dibanding pria. Dalam dunia kerja ada beberapa kelebihan kaum pria yang bisa Anda contoh. Tetapi apa ya, kekuatan pria dalam lingkungan kerja yang harus Anda kuasai?

1. Tahu kapan harus egois

Ini adalah pelajaran karier yang harus diperhatikan oleh wanita. Wanita terkenal terlalu emosional, serius, dan membawa semua masalah ke dalam hati. Sedangkan para pria bersikap lebih santai, terbuka, berani mengungkapkan pikirannya. Misalnya, jumlah gaji, jam kerja,dan lain-lainnya. Satu lagi, wanita cenderung berpikir berkali-kali tentang satu masalah sebelum mengungkapkannya. Kadang sikap terbuka demi kebaikan bukan hal yang buruk. Menderita dalam diam terlalu lama bisa merusak produktivitas Anda dalam bekerja, lho!

2. Bekerja sambil berteman

Sampai di kantor dan ternyata teman perempuan Anda sudah sampai duluan di mejanya. Berawal dari ucapan selamat pagi akhirnya jadi merembet ngobrol tentang gosip. Hasilnya, pekerjaan terbengkalai karena keasikan ngobrol. Hmm..., wanita memang sulit jika harus duduk tenang di kubikelnya sementara ada teman lain di samping yang bisa diajak ngobrol. Ini memang kelebihan sekaligus kekurangan dari sifat wanita yang sangat suka bersosialisasi dan berteman dengan siapa saja.

Di sisi lain, pria jarang melakukan ini. Pria cenderung lebih bisa mengontrol keinginannya untuk bersosialisasi di lingkungan kerja. Jika dibandingkan, wanita pasti punya teman lebih banyak dibanding pria. Agar karier berjalan lancar dan sukses, wanita harus bisa belajar menahan dan mengontrol diri agar pertemanan ini tidak merusak pekerjaan Anda. Kenali waktu yang tepat untuk kerja dan bersosialisasi.

3. Percaya diri

Ini bukan berarti wanita tak percaya diri. Hanya saja kepercayaan diri wanita masih lebih rendah bila dibandingkan dengan pria terutama saat harus bernegosiasi dengan klien. Jika pria mengatakan hal yang salah dengan penuh kepercayaan diri, pasti banyak orang yang percaya. Namun hal sebaliknya tidaklah terjadi pada wanita. Penampilan mempesona tak akan berguna dihadapan klien jika tak diimbangi dengan kepercayaan diri.

5. Persaingan sehat
Wanita bukan tipe orang yang menyukai kompetisi. Namun wanita lebih mengutamakan persahabatan dan perilaku yang baik untuk membangun perilaku dan lingkungan kerja yang sehat. Namun, gaya kerja seperti ini kurang efektif untuk memacu produktivitas dan semangat kerja. Tak perlu khawatir dengan persaingan, selama cara bersaingnya masih sehat. Dalam dunia kerja, pria seringkali bersaing sehat dengan salah satu rekannya, sekalipun mungkin tak terlihat banyak orang. Hanya saja, persaingan dengan rekan kerja ini bisa membantu menyemangati Anda.



Sumber: boldsky
Editor :
Hesti Pratiwi
http://female.kompas.com/read/2012/12/05/15290840/4.Pelajaran.Karier.dari.Pria

Tuesday, December 4, 2012

3 Cara Meningkatkan Kreativitas


Penulis : Felicitas Harmandini | Senin, 3 Desember 2012 | 18:03 WIB

Saat proses brainstorming menjadi buntu, cobalah untuk melanjutkan diskusi di luar ruangan.
KOMPAS.com - Duh, macet, buntu, deadlock! Kalau proses kreatif Anda maupun seluruh anggota tim Anda mulai terhambat, apa yang sebaiknya Anda lakukan? Anda mungkin akan bergegas mengambil secangkir kopi, membuka-buka buku, atau menghirup udara segar untuk mencari ide-ide baru. Namun beberapa penelitian terkini menemukan beberapa cara baru untuk meningkatkan kreativitas Anda. Harapannya, sesi brainstorming kembali jadi "hidup" setelah Anda melakukannya.

1. Beraktivitas lah di luar ruangan. Para backpacker mampu mengerjakan tes intelijensi kreatif 50 persen lebih baik setelah melakukan hiking selama empat hari, demikian menurut sebuah studi dari University of Kansas. "Alam hanya memiliki sedikit sekali pemicu stres, karena tidak ada e-mail masuk atau telepon yang berdering-dering," ujar profesor psikologi Ruth Ann Atchley, PhD. "Bahkan hiking selama satu hari saja akan memberikan Anda peningkatan mental."

2. Tonton film berbahasa asing (selain bahasa Inggris). "Mengidentifikasi dua budaya sekaligus akan melatih Anda untuk melihat perspektif yang berbeda-beda," demikian menurut Carmit Tadmor, PhD, ketua tim peneliti dari Tel Aviv University yang melacak kreativitas orang-orang yang tinggal di negara lain. Jika Anda tidak sedang berniat travelling ke luar negeri, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang sama dengan menikmati hidangan asing atau memelajari bahasa asing yang baru.

3. Nikmati sedikit wine. Studi dari University of Illinois, Chicago, mengungkapkan bahwa sedikit tipsy bisa saja meningkatkan daya temu Anda, karena minum alkohol bersifat melonggarkan kontrol dalam diri kita. "(Pengaruh alkohol) membuat Anda bersedia mempertimbangkan ide-ide yang gila," ujar ketua tim peneliti, Andrew Jarosz.



Sumber: Redbook
Editor :
Dini
 
http://female.kompas.com/read/2012/12/03/18034112/3.Cara.Meningkatkan.Kreativitas

Tak kenal usia, asal jangan takut ambil risiko

WIRAUSAHA: Tak kenal usia, asal jangan takut ambil risiko

Compact_ukm__28_ BOGOR: Sejumlah pensiunan dosen dan pegawai IPB mendapatkan materi kewirausahaan dari pakar wirausaha Musa Hubeis di Grha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga.

Dalam paparannya, Musa memotivasi pensiunan IPB agar tidak takut mengambil resiko dalam berbisnis atau berwirausaha.

“Berwirausaha itu tidak mengenal batas umur, lihat penggagas KFC (Kolonel Sanders aktif mewaralabakan KFC di usia 65) atau pencipta DELL (anak usia 14 tahun). Selain itu, berwirausaha tidak membuat umur menjadi pendek karena otak kita diajak untuk berpikir. Yang membuat umur pendek itu adalah hutang yang menumpuk,” ujarnya, Selasa (4/12).

Kunci utama dalam berbisnis, produk harus terstandarisasi nasional atau internasional, jika tidak maka tidak bisa “goes international”. Selain itu penggunaan bahan yang zero waste yang bisa di daur ulang dengan bantuan teknologi.

“Selain itu, ciptakan pasarnya dulu baru proses produksinya,” jelas Musa.

Selain materi tentang kewirausahaan, pada kesempatan tersebut, pensiunan IPB juga mendapatkan tawaran kerjasama dengan Agribusiness Development Center University Farm (ADC-UF) IPB. Kerjasama yang ditawarkan Kepala University Farm Anas D. Susila berupa pengembangan budidaya jambu Kristal.

“Kami sudah menciptakan pasarnya yakni beberapa mall di Jakarta dengan total permintaan per tahunnya 40 ton. Namun sampai saat ini, kami baru bisa memenuhinya sekitar 50%. Oleh karenanya dalam kesempatan ini, kami mengajak Bapak dan Ibu untuk dapat bekerjasama dengan kami,” ujarnya. (arh)

http://www.bisnis.com/articles/wirausaha-tak-kenal-usia-asal-jangan-takut-ambil-risiko

4 Langkah "iBranding" Lewat Media Sosial


Selasa, 4 Desember 2012 | 16:02 WIB

Jangan hanya memikirkan atau merancang strategi branding produk Anda tapi juga diri Anda.
KOMPAS.com - Personal branding mirip dengan menjual produk. Butuh promosi supaya "laku" dijual. Bedanya, hal utama yang kita dapat dari iBranding bukanlah uang, melainkan image positif yang membuat diri Anda "potensial" di mata bos dan klien. Apalagi kalau kita masih mengincar posisi lowong di perusahaan idaman, butuh strategi khusus supaya nama Anda dilirik. Cara mudahnya, gunakan media sosial untuk promosi diri. Bisa lewat LinkedIn, Twitter, Facebook, atau Path. Berikut langkah-langkahnya:

1. Following.
Follow akun-akun penting demi kemajuan karier atau bisnis. Bisa akun resmi perusahaan idaman, akun situs pencari kerja, atau siapa pun yang bisa memberi semangat positif. Anda boleh juga boleh unfollow akun yang isinya keluhan supaya tidak tertular energi negatif.

2. Tagline.

Buat tagline di bio yang menjelaskan profesi atau kemampuan Anda. Misalnya, "Adinda-2 years experience in Public Relations & Marketing - Good Communication Skill - Creative Writer".

3. Pengalaman.

Tambahkan pengalaman penting di akun media sosial. Meliputi pengalaman kerja, passion dan prestasi yang pernah Anda dapat untuk mendukung iBranding.

4. Blog atau profesional website.

Mulailah membuat blog atau profesional website. Terutama kalau Anda ingin membangun bisnius. Dengan begitu, saat perusahaan googling nama Anda untuk mencari tahu, banyak informasi yang bisa mereka dapat. Karena itu, jangan asal "berkicau" karena HRD juga menilai calon karyawan lewat status di media sosial.

(Majalah Chic/Ayunda Pininta Kasih)
Editor :
wawa
 
 http://female.kompas.com/read/2012/12/04/16024548/4.Langkah.iBranding.Lewat.Media.Sosial

Monday, December 3, 2012

Sentra Percetakan Kramat Jati

SENTRA PERCETAKAN DI KRAMAT JATI, JAKARTA TIMUR

Sentra Percetakan Kramat Jati: Layanan lengkap (1)

Sentra Percetakan Kramat Jati: Layanan lengkap (1)
Walau sudah era paperless, jasa percetakan tetap dibutuhkan hampir di setiap lini usaha dan kegiatan. Tak heran bila aktivitas percetakan ini masih sangat menjanjikan.
Di wilayah Jakarta sendiri, ada banyak pusat bisnis ini. Salah satu yang cukup terkenal berada di daerah Kramat Jati, Jakarta Timur. Sentra percetakan di daerah ini sudah ada sejak belasan tahun silam. Saat ini, tidak kurang dari 30 kios meramaikan pusat percatakan ini.
Lokasi persis sentra ini berada di Jalan Raya Bogor Kilometer 20. Bila dari arah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sentra ini berada di sisi kiri jalan setelah pertigaan Hek. Lokasinya tak sampai 1 kilometer (km) dari Pasar Kramat Jati.
Pusat percetakan di Kramat Jati menyediakan hampir segala macam jasa layanan di bidang percetakan. Di antaranya, jasa cetak kartu undangan, brosur, spanduk, kartu nama, dan kuitansi, dan lain-lain.
Bahkan, ada juga yang menyediakan jasa pembuatan stempel dan neon box. "Di wilayah sekitar Jakarta Timur dan Bekasi, sentra ini sudah terkenal, " kata Ricky Azhari, pemilik CV Karya Maju, salah satu kios percetakan di Kramat Jati.
Ricky mulai membuka kios percetakan di wilayah ini sejak tahun 2008. Awalnya, ia membantu orangtuanya yang memiliki usaha percetakan di Senen, Jakarta Pusat.
Ia mengaku, tertarik untuk membuka usaha sendiri karena melihat peluang bisnis ini menjanjikan. Dari segi lokasi, kawasan Kramat Jati juga prospek dikembangkan sebagai pusat percetakan. Maklum, di kawasan ini banyak terdapat perkantoran.
Saat ini, Ricky bisa memperoleh omzet sebesar Rp 15 juta sampai Rp 20 juta per bulan. Ia mengaku, banyak menerima order mencetak kartu undangan pernikahan.
Biaya jasa cetak ini dibanderol mulai harga Rp 5.000 hingga Rp 12.000 per kartu undangan. "Harga segitu dengan minimal pesanan sebanyak 500 undangan dan bahannya hard cover," ujarnya.
Sementara, kartu undangan dari bahan kertas biasa dibanderol seharga mulai Rp 2.500 hingga Rp 4.000 per piece. Selain mendapat order dari daerah Jabodetabek, ia juga kerap menerima pesanan dari pelanggan luar kota. Bahkan, ia pernah melayani pesanan dari Kalimantan dan Sumatra.
Pelanggan biasanya datang saat sedang berlibur atau pas ada kegiatan lain. Ada pula yang memesan secara online. Setelah barang yang dipesan selesai dikerjakan, Ricky akan mengirimkannya melalui jasa pengiriman.
Kios lain adalah Percetakan Nabila yang sudah berdiri sejak 2002. Setiawan, pengelola kios ini bilang, setiap bulan, omzet kiosnya berkisar Rp 20 juta. Selain kartu undangan, ia juga kerap mendapat order pembuatan stempel.
Tarif jasa pembuatan stempel mulai Rp 25.000-Rp 35.000 dengan kualitas standar. Jika ingin stempel warna, banderol harganya mulai Rp 50.000-Rp 60.000. "Kami punya banyak agen, bukan cuma konsumen eceran," ujarnya.

Sentra Percetakan Kramat Jati: Adu strategi (2)

Kios percetakan di Jalan Raya Bogor Km 20, Kramat Jati, Jakarta Timur kian menjamur dalam beberapa tahun terakhir. Di sepanjang jalan ini berderet 30 kios percetakan. Deretan toko ini memenuhi sisi kiri jalan hingga panjangnya mencapai 1 kilometer (km).
Lantaran menawarkan produk serupa, hampir tidak ada pembeda antara satu kios dengan yang lainnya. Tak heran, bila persaingan sesama pemilik kios percetakan cukup ketat.
Di tengah persaingan yang ketat, mereka pun tak bisa sembarang menaikkan harga. Itu sebabnya, ongkos cetak di sentra percetakan ini relatif sama antara satu kios dengan yang kios lainnya.
Contoh, biaya cetak kartu undangan jenis hard cover. Hampir semua kios menetapkan ongkos cetak sebesar Rp 5.000 per buah. Begitu juga dengan ongkos cetak kartu nama standar yang dibanderol dengan harga Rp 45.000 per box.
"Tak bisa lebih karena pelanggan bisa lari," kata Ricky Azhari, pemilik CV Karya Maju, salah satu kios percetakan di sentra percetakan ini.
Untuk menarik pelanggan, masing-masing kios biasanya menawarkan fasilitas-fasilitas lain. Ricky, misalnya, menyediakan kartu nama full color dengan kertas tebal dan lapisan laminating. Harganya tentu lebih mahal, mencapai Rp 145.000 per box.
Untuk meyedot konsumen, Ricky juga kerap memberikan jasa desain gratis, baik untuk kartu undangan, spanduk, atau kartu nama. "Pelanggan cukup membawa tulisan saja," imbuh sarjana desain grafis ini.
Ricky sendiri memiliki ratusan pilihan desain dan masih bisa diedit sesuai keinginan konsumen. Selain itu, Ricky juga melengkapi kiosnya dengan mesin cetak. "Biasanya, orang lebih pilih ke sini karena melihat ada mesin cetaknya," ujar dia.
Lantaran mencetak sendiri, pelanggan akan menilai harga di tempat Ricky lebih murah ketimbang kios yang tidak memiliki mesin cetak. Sebab, kios yang tak punya mesin cetak sendiri akan meng-order lagi pesanan konsumen ke tempat lain.
Dan, tidak semua kios di sentra ini memiliki mesin cetak sendiri. Kios Nabila termasuk yang tak punya mesin cetak. Dalam memenuhi pesanan, kios ini bekerjasama dengan beberapa tempat percetakan yang menjadi rekanannya.
"Kami punya banyak rekanan percetakan besar, hampir semua produk kami pesan ke mereka kecuali stempel" kata Setiawan, pengelola percetakan Nabila.
Kendati diserahkan ke percetakan lain, Setiawan mengklaim, harga tetap bisa bersaing dengan kios yang memiliki mesin cetak sendiri. Selain itu, ia menjamin  proses pengerjaan pesanan di tempatnya lebih cepat.
Soalnya, percetakan yang menjadi rekanannya memiliki banyak karyawan. "Di tempat kami pembuatan kartu undangan hanya butuh waktu satu minggu," ujarnya.
Kelebihan lainnya, Setiawan juga menerima pesanan satuan. Menurutnya, jarang ada kios yang mau menerima pesanan satuan.

Sentra Percetakan Kramat Jati: Pesanan ramai (3)

Sentra percetakan di Jalan Raya Bogor, Km 20, Kramat Jati, Jakarta Timur selalu ramai diserbu pembeli. Namun, tidak seluruh produk percetakan bisa laku dalam waktu yang sama. Biasanya, ada musim-musim tertentu di mana satu produk lebih laku dari produk yang lain.
Saat musim nikah, misalnya, order kartu undangan yang paling laris. "Habis Idul Adha, biasanya banyak yang nikah, jadi permintaan kartu undangan lebih laris," kata Ricky Azhari, pemilik kios percetakan di Kramat Jati.
Ricky bilang, omzetnya di musim nikah itu bisa naik dua kali lipat dari hari biasa. Begitu pula saat musim libur anak sekolah. Lantaran banyak anak yang dikhitan selama libur sekolah, permintaan kartu undangan khitanan juga meningkat.
Biasanya, order percetakan agak sepi di awal tahun. Saat sepi order ini, Ricky kerap mengisi kesibukan dengan melakukan promosi dan menyebar iklan.
Selain melalui internet, ia juga menyebarkan pamflet di toko-toko kertas tempatnya mengambil bahan baku percetakan.
"Biasanya titip pamflet ke toko kertas tempat saya ambil bahan baku, dari situ kadang ada yang mencari juga, misalnya untuk cetak majalah atau yang lain," ujarnya.
Berkat promosi itu, saat ini Ricky mendapat pesanan rutin mencetak sejumlah majalah komunitas yang terbit setiap bulan.
Setiawan, pengelola Percetakan Nabila menuturkan, permintaan jasa percetakan ada musim-musim ramai dan sepinya.
Sama seperti Ricky, omzet kiosnya juga melonjak saat musim nikah. "Itu musim-musimnya orang ramai memesan undangan pernikahan," kata Setiawan.
Sementara, saat Hari Raya Idul Fitri, permintaan ucapan kartu Lebaran gantian marak. Menurut Setiawan, perkantoran masih membutuhkan kartu Lebaran karena dianggap lebih resmi.
Biasanya, perkantoran akan memesan pada percetakan dengan desain dan format kartu sesuai selera perusahaan atau kantor yang memesan. Selain kartu ucapan Lebaran, pada masa-masa itu, pesanan stempel kantor juga akan meningkat.
Selama musim Lebaran ini, Setiawan lebih banyak mengandalkan pesanan dari perkantoran ketimbang perorangan. "Untung dari pesanan dari perusahaan lebih besar," tuturnya.
Kendati begitu, Setiawan tetap memberikan potongan harga bagi perusahaan yang memesan di tempatnya. Syaratnya, pesanan harus dalam partai besar.
Potongan harga juga berlaku bagi pembeli perorangan. Namun, Setiawan akan melihat dulu pembelinya, termasuk kelas menengah atas atau bawah. Jika terlihat cukup mampu, ia akan mematok harga lebih tinggi.
"Misalnya, kita buka harga berbeda untuk pesanan spanduk buat jual nasi uduk dibanding spanduk untuk perusahaan besar," tuturnya. Bagi konsumen kelas bawah, tetap diberikan potongan kendati pesannya satuan.           

(Selesai)

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/sentra-percetakan-kramat-jati-layanan-lengkap-1/2012/11/26
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/sentra-percetakan-kramat-jati-adu-strategi-2/2012/11/27
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/sentra-percetakan-kramat-jati-pesanan-ramai-3

3 Langkah Berikan Arahan pada Tim Bisnis secara Efektif

Hits : 482 PDF Cetak E-mail
Selasa, 20 November 2012 13:28
Sangat sering kita jumpai, para entrepreneur yan bekerja membanting tulang mengerjakan sebuah proyek tanpa sepenuhnya memiliki pemahaman bahwa upaya-upaya yang mereka lakukan berkontribusi pada tercapai tidaknya tujuan perusahaan secara umum.


Karenanya, jika Anda berada dalam proses pengerjaan sebuah proyek dan merasa kebingungan dalam memberikan arahan kepada tim kerja Anda, cobalah 3 langkah sederhana namun efektif berikut ini sebagaimana dirangkum dari pendapat Roy Ashkenas:
  1. Jangan berasumsi setiap orang sudah mengetahui dan memahami dengan baik dan mendalam mengenai strategi yang diterapkan: Jangan berasumsi bahwa hanya karena para pelaksana proyek memiliki startegi bersama dalam bekerja, mereka secara otomatis akan memiliki pemahaman dan interpretasi yang sama terhadap startegi yang dimiliki itu. Terkadang kita masih harus menjelaskan kembali secara gamblang untuk menghindari kesalahpahaman, perbedaan pendapat, dan sebagainya. Anggaplah mereka semua belum mengetahui daripada Anda berasumsi mereka sudah mengetahui.
  2. Tegaskan pemahaman bersama: Gambarkan secara umum diagram atau grafik yang menjelaskan mengenai proses atau prosedur yang dijalankan dalam pengerjaan proyek secara sederhana agar mudah dipahami semua orang yang terlibat. Tunjukkan sudah berada di mana posisi perusahaan yang sekarang sudah dicapai dan seberapa jauh posisi itu ke tujuan besarnya. Jangan lupa bagikan ini dengan semua pihak yang berkepentingan. Ini sangat penting agar semua elemen dalam perusahaan Anda memahami visi dan misi yang sama. Saat kesatuan pikiran dan tujuan sudah tercapai, sinergi untuk mencapai sukses akan lebih mudah dilaksanakan.
  3. Hubungkan yang masih terpisah: Dengan bantuan semua anggota tim Anda, susunlah 2 daftar: satu daftar memuat proyek-proyek besar dan yang satu memuat tujuan-tujuan penting dalam perusahaan. Tarik garis antara 2 daftar tersebut. Jika ada proyek yang tidak terhubung, pertimbangkan untuk memfokuskan kembali proyek tersebut agar selaras denga n upaya pencapaian tujuan perusahaan dan jika terpaksa, singkirkan saja proyek tersebut.(*AP)
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/21668-3-langkah-berikan-arahan-pada-tim-bisnis-secara-efektif.html

Saturday, December 1, 2012

Delapan Alternatif Memperoleh Penghasilan Tambahan

Hits : 593 PDF Cetak E-mail
Jumat, 30 November 2012 10:40
CE-logo
Terdapat delapan alternatif atau cara untuk memperoleh penghasilan tambahan, kata perencana keuangan Safir Senduk di Makassar, Kamis, dalam sebuah acara bincang-bincang Mencari Penghasilan Tambahan.
Alternatif mencari penghasilan tambahan yang pertama adalah dengan menjadi karyawan atau "double job" dengan bidang kerja yang berbeda. Kedua menjual barang dan jasa dengan atau tanpa modal, menjual keahlian dan membuka usaha sendiri.
Atau mengikuti multi level marketing, mengikuti investasi bagi hasil, jual beli produk investasi serta yang terakhir melakukan investasi pendapatan dengan tepat. "Alternatif kedua dan ketiga adalah yang paling kecil modalnya," katanya.
Untuk memulai usaha, lanjut dia, seseorang harus mengenal karakternya terlebih dahulu. Ia mengatakan, banyak orang dapat berhasil dalam bisnis dari bakat. Namun, bisnis juga merupakan hal yang dapat dipelajari oleh orang yang tidak memiliki bakat sama sekali dan jatuh bangun dalam menjalankannya adalah hal biasa.
Bisnis memiliki kecenderungan. "Kuncinya untuk berhasil, pemain lama harus melakukan pembaruan-pembaruan," katanya yang menambahkan seseorang harus banyak belajar, memperbaharui pengetahuan dan mengikuti perkembangan jaman.
Khusus untuk yang memilih untuk mencari penghasilan tambahan dengan menjual barang atau jasa, Safir menyarankan untuk menjual hal-hal yang berhubungan keinginan karena sesuatu yang berkaitan dengan keinginan tidak akan terpengaruh dengan harga. "Keinginan biasanya berhubungan dengan ego, gengsi, gaya hidup seperti pakaian dan otomotif," katanya.
Agar usaha berjalan secara berkesinambungan seseorang disarankan mengerti investasi yaitu mengembangan aset yang dimiliki, membuat atau menjadi anggota komunitas, sadar merk dan sadar "online" lalu banyak-banyak berbagi pengetahuan dengan orang lain.
Dalam kesempatan itu, ia pun menyarankan agar karyawan dapat menyisihkan penghasilannya minimal sebesar 10 persen. Sementara yang bukan karyawan, honorer atau pekerja lepas dengan penghasilan tidak menentu disarankan menyimpan penghasilannya minimal 30 persen. (ant/as)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/21830-delapan-alternatif-memperoleh-penghasilan-tambahan.html