Tuesday, August 28, 2012

Peluang bisnis sate pisang

TAWARAN KEMITRAAN

Peluang bisnis sate pisang

Camilan berbahan dasar pisang sudah tak asing bagi masyarakat Indonesia. Beragam olahan pisang, mulai dari pisang goreng hingga keripik pisang begitu laris di pasaran. Makanya, makanan olahan pisang juga tidak pernah sepi dari beragam inovasi.
Tengok saja yang dilakukan oleh Pujianto. Sejak dua bulan lalu, pria 39 tahun ini memperkenalkan sate pisang dengan merek Mizterpi di Kudus, Jawa Tengah. Sate pisang Mizterpi dia tawarkan dengan banyak pilihan rasa, mulai dari coklat, stroberi, tiramisu, sampai rasa yang pedas.
Sate pisang Pujianto dibanderol seharga Rp 4.000 per porsi. Setiap porsi terdiri dari tiga tusuk sate pisang. Guna mengembangkan usaha, ia langsung menawarkan kemitraan sejak Mizterpi berdiri. Ia berani menawarkan kemitran karena sebelumnya telah memiliki pengalaman menjalankan kemitraan produk tahu selama dua tahun. "Jadi, saya percaya diri untuk langsung mempromosikan produk ini lewat kemitraan," katanya,
Untuk menjadi mitra Mizterpi, Pujianto menawarkan paket investasi senilai Rp 7,5 juta. Paket ini meliputi booth, peralatan lengkap, pelatihan, dan bahan baku awal, namun belum termasuk sewa tempat, lo. Pujianto menargetkan, setiap mitra bisa meraup omzet Rp 350.000 -
Rp 500.000 per hari. "Mitra bisa balik modal tiga bulan," klaimnya.
Meski baru, Mizterpi telah memiliki enam outlet yang tersebar di Kudus dan Banjarnegara, Jawa Barat. Gerai itu empat di antaranya milik mitra, yang dua milik sendiri. "Kami menargetkan hingga akhir tahun bisa memiliki 30 outlet," ucapnya. Menurutnya, bisnis sate pisang menjanjikan karena belum memiliki pesaing.

Cegah Keluhan di Jejaring Sosial jadi Bencana bagi Bisnis Anda

Hits : 599 PDF Cetak E-mail
Senin, 27 Agustus 2012 14:12



Internet membawa banyak peluang marketing bagi bisnis kecil hingga korporasi besar. Namun, di balik itu juga ada berbagai ancaman potensial yang bisa menghancurkan angka penjualan. Kadang, sebuah blog perusahaan atau komentar di situs jejaring sosial diikuti dengan perkataan menyakitkan atau komentar yang kurang enak.

Bagi pemilik bisnis, mengabaikan komentar negatif yang dilayangkan di blog bisnis atau jejaring sosial bukan merupakan opsi terbaik meski harus diakui, menjawabnya juga bukan pilihan yang mudah dilakukan. Namun, Anda perlu mengetahui kapan dan cara yang tepat untuk menanggapi komentar yang kurang menyenangkan tersebut. Kuncinya ialah memilih kata dengan cermat dan menggunakan nada yang netral. Ketenangan saat merespon komentar dan isu negatif yang tak jarang menjadi begitu viral di Internet juga dibutuhkan.

Kapan harus menanggapi?
Bisnis kecil maupun besar pastinya mengalami berbagai macam persaingan dan dari persaingan timbul intrik yang menyebabkan iri dan dengki. Itu tidak bisa dihindari sepenuhnya dan Anda sebagai entrepreneurperlu menyadari risiko ini. Jangan habiskan tenaga dan waktu untuk melayani semua komentar dan isu negatif yang beredar mengenai bisnis Anda. Ada saat Anda perlu menanggapi dengan bijak, dan ada saat Anda bisa tidak menghiraukannya.

Saat klaim palsu dilayangkan: Sering kali orang akan mempublikasikan komentar yang kurang mengenakkan tanpa memeriksa kebenaran di lapangan lebih dulu. Anda harus mencatatnya langsung dengan baik. Cobalah untuk menuliskan fakta dan bukti yang membuktikan klaim orang yang bersangkutan itu salah atau kurang berdasar. Jejaring sosial sangat populer di antara masyarakat pengguna Internet sekarang ini dan informasi yang ditampilkan di dalamnya sering dibaca dan dipercayai kebenarannya tanpa meneliti kebenarannya lebih lanjut.


Saat seseorang secara terbuka menanyakan tanggapan dari perusahaan Anda: Orang akan sering menanyakan pertanyaan terbuka, mengharapkan jawaban dari perusahaan Anda. Menolak menjawab akan berakibat pada munculnya asumsi dalam benak orang bahwa Anda menyembunyikan sesuatu atau Anda tidak berminat untuk berkomunikasi dengan mitra dan klien potensial Anda. Jangan pernah meninggalkan pertanyaan begitu saja, cobalah untuk menjawabnya terutama jika memang berkaitan erat dengan bisnis, layanan dan produk Anda.

Saat seseorang menantang Anda:Orang sering menantang posting mengenai perusahaan Anda hanya untuk menyaksikan bagaimana Anda bereaksi.Bersikaplah cermat dan teliti saat menjawab karena setelah menanggapi, kita tidak akan tahu bagaimana reaksi pihak lain. Untuk itu, tetaplah bersikap netral dalam menjawab, berikan informasi dan jawab dengan tenang dan penuh akal sehat. Jangan pernah membiarkan emosi dan kemarahan mengambil alih.

Saat suatu klaim mendapat momentum: Pernyataan di jejaring sosial sering memicu reaksi domino yang meluas dan viral. Jika satu pengguna mengeluh, kemungkinan pengguna lain juga bisa melayangkan keluhan setelah mengetahuinya. Fenomena “gunung es” ini  bisa mengubah satu keluhan sepele menjadi banjir keluhan dan tulisan serta komentar negatif. Jika Anda menyaksikan ini terjadi menimpa perusahaan Anda, libatkan diri Anda untuk mencegah masalah ini makin meluas tak terkendali menghancurkan nama baik perusahaan Anda.

Bagaimana harus merespon?Gunakan nada yang tepat
Saat menjawab klaim dan pertanyaan pihak lain yang kurang menyenangkan di jejaring sosial, Anda perlu menjaga nada percakapan utnuk sellau berkesan netra, sopan dan profesional. Hindari penggunaan kata-kata yang berpotensi menyinggung apalagi menyakiti hati pihak lain. Tanggapan Anda seharusnya kompeten, tenang dan cerdas. Ucapkan terima kasih untuk semua orang yang bersedia memberikan masukan (meski dalam nada menyakitkan sekalipun) dan tetaplah menjaga keterbukaan komunikasi. Katakan bahwa Anda akan bersedia untuk menjawab pertanyaan lain dan bahwa Anda akan menanggapi pertanyaan. komentar dan kritik yang membangun dan disampaikan dengan sopan.

Selalu jujur
Jika pihak lain menuduh Anda mengenai masalah tertentu yang tidak demikian adanya, jelaskan dengan sopan bahwa Anda tengah menyelesaikan masalah itu. Tunjukkan pada pengguna jejaring sosial bahwa masukan yang mereka berikan telah ditampung dan tidak diabaikan. Selalu katakan keinginan Anda untuk melakukan yang lebih baik dan terapkan saran mereka jika memungkinkan dan ide-ide menarik dalam kegiatan bisnis sehari-hari atau strategi bisnis perusahaan secara umum.

Ingat pula bahwa situs jejaring sosial juga menjadi alat yang ampuh untuk memanipulasi orang dan menghancurkan citra bisnis Anda. Menolak menjawab pertanyaan atau kritikan bisa memperburuk keadaan karena pengguna yang berniat buruk akan merasa makin bebas menjelek-jelekkan bisnis Anda atau pribadi Anda. Di samping itu, menolak menjawab pertanyaan dan masuk dalam diskusi secara terrbuka menandakan kesombongan dan rendahnya niat dalam menjalin komunikasi terbuka dan positif.(*AP)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/19542-cegah-keluhan-di-jejaring-sosial-jadi-bencana-bagi-bisnis-anda.html

Cara Mudah Membuat Rencana Bisnis

Hits : 369 PDF Cetak E-mail
Senin, 27 Agustus 2012 14:50
bisnis_planning
Bagi seorang pebisnis kawakan mungkin akan mudah dalam menyusun rencana atau agenda dalam memajukan suatu bisnis. Tetapi bagi pebisnis pemula, hal ini mungkin merupakan hal yang sulit. Tentunya, diperlukan langkah-langkah khusus agar menulis rencana bisnis menjadi lebih mudah. Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan agar dapat membuat rencana bisnis dengan mudah:

1. Tuliskan apa yang dapat dijadikan peluang usaha.
2. Ambillah 3 peluang usaha yang paling Anda sukai, tentunya yang paling dekat dengan kemampuan skill Anda.
3. Tentukan peluang bisnis yang paling mungkin Anda kerjakan dalam waktu dekat.
4. Bila Anda sudah menemukan peluang bisnis tersebut, maka Anda bisa memulainya segera mungkin. Lakukanlah dengan langkah kecil dahulu tetapi harus cermat supaya tidak mengalami kegagalan.
5. Susunlah strategi pemasarannya, sebab tanpa hal itu bisnis tidak akan mudah berkembang.
6. Berbisnislah sesuai dengan kemampuan modal yang ada. Catat semua cash flow dalam usaha Anda, kapan bisa balik modal dan kapan dapat meraup keuntungan.
7. Tulislah dalam suatu rencana, berapa uang yang harus Anda simpan untuk memajukan bisnis. Misalnya untuk sewa tempat, pemasaran, untuk mendatangkan bahan mentah, dan sebagainya.
8. Susunlah rencana yang kreatif dan inovatif dalam memajukan bisnis Anda.
9. Buatlah penelitian kecil tentang kelemahan dan kelebihan kompetitor (pesaing). Kelemahan kompetitor bisa dijadikan keunggulan dalam berbisnis. Misalnya, kompetitor Anda tidak melaksanakan pembayaran melalui kredit, namun Anda bisa menerima pembayaran dengan kredit.
10. Catatlah segala kegagalan yang pernah terjadi. Ambil dan jadikan suatu pelajaran. Agar kegagalan yang terjadi tidak akan pernah terulang kembali. (*DI)

Sumber: Kumpulan Artikel Strategi Bisnis, Muhammad Yusuf

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/19546-belajar-membuat-rencana-bisnis.html

Langkah Perencanaan Karir yang Matang

Hits : 222 PDF Cetak E-mail
Senin, 27 Agustus 2012 17:14
Perencanaan_Karir
Semua orang yang mempunyai pekerjaan, termasuk juga Anda, pastinya menginginkan karir yang dapat berkembang dan terus mengalami kemajuan. Namun, realitanya dalam dunia kerja saat ini, banyak sekali orang yang justru gagal dalam meniti karirnya mereka. Hal tersebut disebabkan karena tidak ada atau kurangnya sebuah perencanaan dalam memprediksi kemajuan karir Anda ke depannya.

Jika Anda banyak berbicara mengenai karir, maka secara tidak langsung Anda membicarakan sebuah peluang. Setiap pekerjaan yang diberikan oleh atasan merupakan peluang bagi Anda untuk memberikan hasil yang maksimal dari pekerjaan. Dikala atasan akan memberikan penilaian yang baik, itu pastinya akan menjadi sebuah peluang yang bagus untuk Anda dalam berkarir di perusahaan tempat Anda bekerja.

Dalam menghadapi perkembangan dunia kerja yang serba cepat kilat sekarang ini, perencanaan yang matang akan sangat membantu Anda dalam membangun kokohnya karir yang cemerlang. Kalau saja Anda amati keadaan saat ini, hampir semua orang mengerjakan pekerjaan mereka tanpa perencanaan yang jelas, sehingga kebanyakan dari mereka ini tidak mengalami kemajuan selama ia bekerja ditiap perusahaan manapun.

Untuk itu sejak saat ini harus diingat baik-baik, sudah menjadi suatu kerharusan bagi Anda untuk memikirkan langkah-langkah apa saja yang akan Anda ambil demi mendapatkan peluang karir yang lebih baik, dan lebih mendapatkan kepuasaan sendiri pada saat bekerja.

Anda juga bisa mulai menyusun beberapa rencana kerja dari hal kecil. Hal kecil yang sebenarnya merupakan dasar pemikiran dalam merencanakan pekerjaan Anda :

1. Awali dengan menanamkan keyakinan yang kuat dalam diri Anda, bahwa seberat apapun pekerjaan yang diberikan, pasti Anda dapat menyelesaikannya dengan baik dan lebih maksimal.

2. Kenali sebuah kemampuan dan potensi yang ada dalam diri dan tubuh anda, sehingga Anda bisa memprediksi dengan cermat. Jenis pekerjaan apa yang memungkinkan Anda untuk mengeksplorasi semua potensi yang Anda miliki.

3. Amati budaya organisasi, rutinitas, dan perilaku yang ada berlaku di perusahaan Anda, khususnya pada tingkatan karyawan tempat Anda bekerja. Coba perhitungkan sebesar apa pengembangkan karir yang di dapatkan anda bekerja pada perusahaan tersebut.

Oleh karena itu, tentukan langkah dan strategi yang akan Anda ambil. Untuk itu kumpulkan ide-ide serta pengalaman yang telah Anda dapatkan selama bekerja. Pelajari hal apa saja yang menjadi nilai tambah bagi Anda dalam bekerja, dan tak lupa pastikan bahwa langkah tersebut akan memberikan keuntungan yang besar bagi Anda dan perusahaan tempat Anda melakukan pengabdian untuk kerja. (*DI)

Sumber Gambar : bksmkn3jogja.org
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/19555-langkah-perencanaan-karir-yang-matang.html


SENTRA PERABOTAN RUMAH TANGGA PASAR JATINEGARA, JAKARTA TIMUR


Sentra Perabot: Tempat berburu perabot murah (1)

Sentra Perabot: Tempat berburu perabot murah (1)
Sentra perabotan rumahtangga merupakan satu dari sekian banyak sentra produk lain di kawasan Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Sentra perabotan rumahtangga ini sudah di Pasar Jatinegara sejak 1980-an. Lokasinya tidak jauh setelah Halte Transjakarta Pasar Jatinegara. Sentra ini berada di pinggir Jalan Pasar Jatinegara. Tapi, ada juga pedagang yang kiosnya di dalam gang yang sepanjang jalannya penuh kios perabotan rumahtangga.
Di sentra ini ada sekitar 25 pedagang. Sebagai pusat perabotan rumahtangga, tempat tersebut menjual hampir semua jenis perabotan rumahtangga. Mulai dari perabotan kecil, seperti kemoceng, gantungan baju, dan keset, hingga perabot besar semisal lemari kabinet dan tempat tidur. Selain itu, juga banyak dijual produk-produk elektroknik rumahtangga, semacam kipas angin, setrika, dan rice cooker.
Zubaedah, salah satu pedagang di sentra ini, mengaku menyediakan hampir semua jenis perabot rumahtangga. Harganya berkisar mulai Rp 10.000 untuk perabot kecil, hingga Rp 800.000 untuk perabot besar seperti tempat tidur. Ia juga menjual peralatan dapur seperti panci, penggorengan, dan kompor.
Dari usahanya ini, Zubaedah bisa mengantongi omzet minimal sebesar Rp 1 juta per hari. Menurutnya, omzetnya lumayan besar karena sentra ini selalu ramai dikunjungi pembeli. Maklum, sentra ini sudah kesohor di Jakarta dan sekitarnya. "Tempat berjualan kami ini sudah 30 tahun, turun-temurun dari kakek," jelas Zubaedah.
Awalnya, Zubaedah bilang, pedagang perabotan rumahtangga di Jatinegara yang di zaman Belanda bernama Meester Cornelis baru ada enam orang. Toko mereka belum sebesar sekarang. Tapi sekarang, selain jumlah pedagangnya makin banyak, tokonya juga besar-besar dengan barang dagangan yang makin lengkap.
Samadi, pedagang lainnya, termasuk pedagang senior. Ia sudah berjualan di tempat ini sejak 20 tahun lalu. Ia membenarkan, jumlah pedagang sekarang jauh lebih banyak dari saat awal ia berjualan. "Meski pedagang kian banyak, pembelinya juga bertambah," katanya.
Pembeli semakin ramai, Samadi menjelaskan, lantaran sentra ini semakin dikenal luas masyarakat dan semakin lengkap barang dagangannya. Ia sendiri memiliki dua toko di Pasar Jatinegara. Kedua kiosnya itu bisa meraup omzet minimal Rp 7 juta-Rp 8 juta sehari.Adapun laba bersihnya 10% hingga15% dari omzet.
Samadi mengungkapkan, sebagian besar pelanggan sentra ini merupakan warga Jabodetabek. Selain konsumen pengguna, banyak juga pelanggan sentra ini berprofesi sebagai pedagang. Biasanya, mereka menjual lagi perabotan tersebut di daerah lain. "Kalau harganya cocok dan masih bisa untung, mereka ambil barang dari sini," ungkap Samadi.
Harga perabot di tempat ini memang terhitung miring. Ambil contoh, rice cooker yang di supermarket biasanya Rp 500.000 per unit, di sini hanya Rp 350.000.

Sentra perabot: Sesuai kebutuhan konsumen (2)

Sentra perabot: Sesuai kebutuhan konsumen (2)
Pedagang produk perabotan rumah tangga di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur banyak memiliki pelanggan dari kalangan perusahaan, rumah sakit, sekolah-sekolah hingga universitas. Biasanya, mereka membeli dalam jumlah besar. Pedagang sendiri akan memasok perabot yang sedang banyak dicari.

Sentra perabotan rumah tangga di Pasar Jatinegara selalu ramai diserbu pembeli. Namun, tidak seluruh perabotan bisa laku dalam waktu yang sama. Biasanya ada musim-musim tertentu di mana satu produk lebih laku dari produk yang lain. Untuk itu, pedagang harus jeli membaca peluang tersebut.

Pada saat menjelang Lebaran, misalnya, produk stoples yang paling laris. Makanya, banyak pedagang menjajakan produk ini. Namun, setelah lebaran usai, stoples tersebut akan disimpan kembali.

Giliran produk lain yang akan ditonjolkan pedagang. "Kalau stoples dipajang khusus menjelang Lebaran dan tahun baru, karena tidak laku kalau enggak musimnya, jadi saya simpan saja," ujar Samadi, pedagang perabotan di Pasar Jatinegara.

Jika musim hujan, alat-alat kebersihan rumah yang paling banyak laku. Di saat-saat seperti itu, Samadi banyak memasok alat pel, ember, keset, tempat sampah dan alat kebersihan lainnya.

Jumlahnya lebih banyak ketimbang hari biasa. Selain pembeli eceran, banyak pula yang membeli barang tersebut dalam partai besar. Untuk alat-alat kebersihan semacam itu, langganannya banyak perusahaan penyedia jasa cleaning service perkantoran dan rumah sakit.

Sekali membeli, biasanya mereka memborong alat kebersihan sebanyak 50 hingga 100 buah. Menurut Samadi, mereka ini rutin datang berbelanja.

Pedagang lainnya, Doni juga mengaku kerap melayani melayani pembelian dari perkantoran dan rumah sakit. Selain itu, banyak juga sekolah atau kampus yang berbelanja di tempatnya.

Makanya, omzetnya pun terpengaruh dengan siklus penerimaan siswa atau mahasiswa baru. "Setiap musim ajaran baru, pemesanan perabot kebersihan lebih meningkat," katanya.

Jika membeli secara borongan, biasanya Doni memberi potongan harga. Mengenai pasokan barang, para pedagang mengaku tidak kesulitan.

Setiap hari selalu ada sales produk yang berkeliling menawarkan produk kepada para pedagang. Pedagang tinggal menyebutkan kebutuhan produknya dan barang tersebut akan dibawa keesokan harinya.

Selain itu, ada pula barang yang bisa dipesan langsung ke pabrik via telepon. Selanjutnya, barang akan diantarkan langsung ke pedagang.

"Setiap hari kami memasok barang baru. Maka, barang terus berputar. Pintar-pintar saja melihat mana yang sedang laku," ujar Doni.

Zubaedah juga jeli dalam memasok barang. Ia mengaku tidak mau memasok barang yang tidak begitu diminati dalam jumlah banyak. Sebaliknya, ia memilih mengikuti musim atau siklus barang yang sedang diminati konsumen.

Menjelang tahun baru mendatang, ia telah menyiapkan sejumlah produk yang banyak dicari konsumen, seperti kasur, lemari susun, rak, dan karpet. Saat sedang ramai dipesan, harga barang-barang tersebut terkadang lebih mahal dari biasanya.

Sentra Perabot: Rukun karena satu kampung (3)

Sentra Perabot: Rukun karena satu kampung (3)

Sentra perabotan rumah tangga di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur diramaikan sekitar 25 pedagang. Kendati saling bersaing mendapatkan pembeli, toh hubungan sesama pedagang tetap terjalin harmonis. Para pedagang hidup rukun dan saling dekat satu sama lain. Hubungan harmonis ini tercipta karena mereka semua bernaung di bawah Perkumpulan Pedagang Cirebon di Mesteer.
Kebetulan hampir semua pedagang perabotan rumah tangga di Pasar Jatinegara ini berasal dari Cirebon. Sejatinya, perkumpulan ini tidak hanya mengayomi para pedagang perabot saja. Tetapi, juga seluruh pedagang di Mesteer asal Cirebon yang jumlahnya lebih dari 200 orang.
Di dalam perkumpulan itu terdapat unit-unit usaha yang masing-masing memiliki ketua. Khusus untuk pedagang perabotan rumah tangga, ketua perkumpulan dijabat oleh Samadi.
Samadi mengaku ditunjuk ketua karena termasuk orang yang pertama berdagang perabot di Mesteer. "Karena saya yang dituakan, saya berusaha mengatur agar jangan ada persaingan tidak bagus di kawasan ini," ujar Samadi.
Di dalam perkumpulan, kata Samadi, para pedagang kerap melakukan pertemuan rutin. Makanya, komunikasi sesama pedagang terjalin dengan baik. Selain itu, pedagang juga kerap urunan biaya bila ada acara tertentu. Termasuk ketika ada anggota keluarga pedagang yang sakit.
Contoh lain, saat menjelang hari kemerdekaan 17 Agustus. Seluruh pedagang akan patungan untuk mengadakan acara perayaan kemerdekan di Cirebon. "Kebetulan kami semua satu kampung jadi bisa membuat acara seperti ini," ujar Samadi.
Samadi bercerita, bila ada kegiatan yang dilakukan di Cirebon, seluruh pedagang biasanya akan pulang kampung untuk mengikuti acara tersebut. Sementara penjualan akan dititipkan kepada karyawan.
"Makanya, perkumpulan ini yang dijaga hatinya, saling silaturahmi, sehingga satu sama lain tidak boleh sirik," ujar Samadi. Pedagang lainnya, Doni membenarkan hal tersebut. Menurutnya, selama berjualan di pasar itu hubungan sesama pedagang selalu rukun. Ia mencontohkan, ketika dirinya kehabisan stok barang saat ada pembeli.
Karena hubungan baik dengan sesama pedagang, ia bisa meminjam barang dari pedagang lainnya, sehingga tidak kehilangan pelanggan. Begitu pun sebaliknya. Kendati rukun, namun bukan berarti tidak ada persaingan sama sekali. Ia tak menampik, kadang-kadang ada pedagang yang menjual harga lebih murah. "Kalau jual murah, mungkin sedang butuh untuk bayar karyawan, rezeki masing-masing sudah ada yang mengatur," ujar Doni.
Ke depannya, Menurut Doni, persaingan sesama pedagang bakal semakin ketat. Setelah Lebaran biasanya akan datang lagi pedagang baru, baik dari Cirebon maupun dari tempat lain yang mencoba mengadu nasib dengan berjualan di kawasan ini.
Jika tak bertahan, mereka akan menjadi pedagang musiman. Namun jika bertahan biasanya menjadi anggota tetap perkumpulan pedagang kawasan itu. "Yang terpenting, persaingan tetap terjaga baik," timpal Zubaedah, pedagang lainnya.

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/sentra-perabot-tempat-berburu-perabot-murah-1/2012/08/26
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/sentra-perabot-sesuai-kebutuhan-konsumen-2/2012/08/27
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/sentra-perabot-rukun-karena-satu-kampung-3

Peluang bisnis es pisang ijo

TAWARAN KEMITRAAN

Peluang bisnis es pisang ijo

Minuman es pisang ijo kini semakin populer. Terbukti, semakin banyak orang yang menggemari sajian es yang berasal dari Makassar itu. Tak pelak, bisnis minuman ini semakin ramai pemain. Salah satunya adalah Pisang Ijo Damar, milik Mansyur Wahid yang bermarkas di Jembatan Besi, Jakarta Barat.
Menurut Mansyur, Pisang Ijo Damar merupakan brand yang baru diboyongnya ke Jakarta pada empat bulan lalu. Sebelumnya Pisang Ijo ini menjadi bagian dari menu di rumah makan miliknya di Makassar. "Saya sudah membuat dan menjual pisang ijo sejak tahun 2000," jelasnya.
Meski brand baru, Mansyur meyakini bisnisnya akan berkembang di Jakarta. Selain banyak peminatnya, persaingan bisnis ini juga tidak seketat kuliner lain. "Makanya setelah berdiri kami langsung menawakan kemitraan usaha," ujarnya.
Dalam kerjasama kemitraan ini, Pisang Ijo Damar menawarkan tiga paket investasi yang bisa dipilih calon mitranya. Yakni. paket booth senilai Rp 10 juta, paket booth mall Rp 30 juta, dan booth mobile Rp 7 juta.
Dengan investasi tersebut, mitra akan memperoleh booth, peralatan lengkap, dan bahan baku awal. Tapi, belum termasuk tempat. Pisang Ijo Damar menawarkan menu pisang ijo dengan 15 variasi topping. Di antaranya ada pilihan toping durian dan alpukat.
Dengan harga Rp 8.000 per porsi, mitra diperkirakan bisa memperoleh omzet Rp 600.000-Rp 1 juta per hari. Adapun laba bersihnya sekitar 50% dari omzet. Dalam kerjasama ini tidak ada pungutan royalty fee. "Mitra bisa balik modal antara enam bulan hingga setahun," tandasnya.
Saat ini Pisang Ijo Damar telah memiliki empat gerai di Jakarta. Dari emat gerai itu, gerai milik mitra baru ada satu. Mansyur mengaku, di tahun pertama menawarkan kemitraan ini tidak mengincar penambahan jumlah gerai sebanyak-banyaknya.
Menurutnya, ia fokus melakukan sosialisasi brand Pisang Ijo Damar terlebih dahulu. Selain juga fokus membenahi manajemen. "Kami hanya menargetkan penambahan lima gerai baru hingga akhir tahun nanti," ujar pria berusia 40 tahun ini.

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/peluang-bisnis-es-pisang-ijo

Bisnis Baru Sering Gagal? Ini Alasannya


Angga Aliya - detikfinance
Selasa, 28/08/2012 07:48 WIB
 

img Foto: Investopedia 
 
Jakarta - Sebuah bisnis yang baru saja didirikan biasanya sangat rentan gagal, terutama di satu sampai tiga tahun pertama. Bahkan, menurut Small Business Association (SBA) sebanyak 30% dari bisnis baru gagal mencapai tahun keduanya.

Sementara 50% gagal mencapai tahun kelima, dan 66% tidak berhasil beroperasi sampai tahun kesepuluh. Hasil studi mereka juga menunjukkan hanya 25% bisnis yang berhasil bertahan sampai lebih dari lima belas tahun.

Walaupun demikian, tidak seharusnya sebuah bisnis gagal begitu saja. Dengan rencana, pendanaan dan fleksibilitas yang tepat, sebuah bisnis punya kesempatan sukses yang lebih besar. Untuk itu sebaiknya Anda tahu enam kesalahan yang bisa menghancurkan sebuah bisnis, seperti dikutip dari Financial Edge, Selasa (28/8/2012):
 

Tidak melakukan riset pasar

img Foto: Investopedia
Misalnya Anda berniat membuka sebuah perusahaan es krim, semua modal sudah disiapkan dan niatan Anda sudah bulat. Tapi Anda tidak bisa melihat kenyataan bahwa sekarang ini musim hujan, saat orang membutuhkan makanan yang hangat dan bukan sebaliknya. Selain itu, dengan banyaknya merek-merek es krim di luar sana, kompetisi anda menjadi semakin berat.

Kesalahan-kesalahan seperti inilah yang membuat anda kalah sebelum bertanding. Anda harus bisa mencari apa yang dibutuhkan oleh pasar, bukan memaksa produk anda masuk ke pasar. Akan lebih mudah menyediakan sesuatu yang dibutuhkan daripada harus membuat sesuatu yang baru dan memaksa orang mengeluarkan uang untuk itu.
 

Rencana bisnis yang kurang matang

img Foto: Investopedia
Sebuah rencana yang solid dan realistis sangatlah mutlak dibutuhkan sebuah bisnis. Dalam rencana itu, anda harus memuat target yang masuk akal, bagaimana mencapai target tersebut, prediksi masalah yang akan menghadang, serta bagaiman menyelesaikan masalah tersebut.

Dalam mencapai target tersebut, anda harus banyak melakukan riset dan survey. Rencana tersebut juga harus memuat biaya yang diperlukan untuk bisnis serta strategi dan jadwal operasional. Anda harus jalankan seluruh rencana dengan baik.

Jika anda mencoba melenceng dari rencana awal, misalnya menambah pengeluaran atau mengganti strategi, anda bisa berujung pada kegagalan. Kecualai jika anda menemukan masalah yang diprediksi bisa membunuh bisnis anda, jika tidak, tetaplah pada rencana semula.

Anda juga harus bisa cepat mengubah keputusan, jika ada masalah segera cari solusinya, jika pengeluaran membengkan segera berhemat. Semakin banyak masalah akan semakkin tinggi potensi gagalnya bisnis anda.

Tidak punya akses tambahan modal

img Foto: Investopedia
Jika anda baru saja membuka usaha dan ternyata tidak berjalan dengan baik, apalagi modal seret dan bisnisnya sudah diambang kematian, anda berada dalam posisi yang tidak bagus untuk mencari pinjaman.

Untuk mencegah hal itu terjadi, dari awal anda harus realistis, gunakan modal yang ada untuk bisa mencapai target yang sudah ditentukan sehingga membuat arus kas anda terus mengalir. Terlalu banyak memikirkan pinjaman untuk modal dalam membuka bisnis bukanlah awal yang baik.

 

Lokasi yang buruk, tidak eksis di internet dan kurang promosi

img Foto: Investopedia
Lokasi yang buruk sudah barang tentu menjadi faktor negatif bagi bisnis, terutama yang mengandalkan pelanggan para pejalan kaki. Tapi, saat ini ada yang lebih penting, yaitu eksistensi di dunia maya. Eksistensi bisnis anda di internet dan jejaring sosial sama pentingnya dengan lokasi asli di dunia nyata.

Dengan begitu, pelanggan akan mengetahui bisnis anda dengan cepat sehingga lebih mudah mendapatkan pelanggan yang benar-benar butuh akan bisnis anda. Langkah selanjutnya adalah mulai melayani mereka.

Eksistensi ini mirip dengan promosi penjualan. Tak hanya harus anda pastikan promosi ini sampai ke pelanggan, tapi juga harus pelanggan yang tepat. Pastikan promosi penjualan anda lakukan kepada orang yang berminat pada bisnis anda.

Buatlah orang lain tak hanya menyukai bisnis anda, tetapi membutuhkan dan menginginkan bisnis anda tersebut. Dengan demikian, anda akan membentuk barisan pelanggan yang loyal.

Terlena dengan kesuksesan

img Foto: Investopedia
Setelah anda merumuskan rencana, menjalankan bisnis dan mendapatkan basis pelanggan, jangan terlalu puas dengan hasilnya. Bisa jadi ini belum waktunya untuk merasa puas. Terus pantau situasi pasar dan cari tahu apakah anda harus mengubah rencana bisnis anda. Berada di posisi paling dibutuhkan membuat anda punya banyak waktu untuk mempertahankan strategi sehingga bisa tetap sukses. Jangan sampai merasa puas jika anda belum bisa mengubah dunia, seperti layaknya industri musik atau film Holywood.

Terlalu cepat berekspansi

img Foto: Investopedia
Jika bisnis anda sudah mulai berjalan dengan baik dan menuju ke arah sukses, saatnya berekspansi. Tapi, cara anda memperluas bisnis harus sama seperti membangun bisnis tersebut dari awal. Jangan gegabah dan terlalu percaya diri dalam membuka cabang untuk bisnis anda.

Pastikan anda menemukan pasar dan daerah yang tepat untuk berekspansi. Jika anda berencana mendiversifikasi produk, jangan sampai melenceng dari lini bisnis awal, atau anda akan terjebak dalam membentuk sebuah bisnis baru seperti mulai dari awal lagi.

Jika sebuah bisnis berkembang terlalu cepat dan tidak mengikuti beberapa poin di atas, seperti riset pasar, strategi dan rencana bisnis yang baik, maka bisnis tersebut bisa cepat tenggelam.

Kesimpulan

img Foto: Investopedia
Meskipun rata-rata bisnis baru, biasanya usaha kecil dan menengah, jarang bertahan lama bukan berarti bisnis anda akan gagal begitu saja. Melalui perencanaan dan fleksibilitas, anda bisa menghindari kesalahan-kesalahan di atas dan menjadi bagian dari 25% yang berhasil bertahan lebih dari 15 tahun berbisnis.
 
http://finance.detik.com/read/2012/08/28/074800/2000564/4/bisnis-baru-sering-gagal-ini-alasannya