Showing posts with label atasi keluhan. Show all posts
Showing posts with label atasi keluhan. Show all posts

Tuesday, August 28, 2012

Cegah Keluhan di Jejaring Sosial jadi Bencana bagi Bisnis Anda

Hits : 599 PDF Cetak E-mail
Senin, 27 Agustus 2012 14:12



Internet membawa banyak peluang marketing bagi bisnis kecil hingga korporasi besar. Namun, di balik itu juga ada berbagai ancaman potensial yang bisa menghancurkan angka penjualan. Kadang, sebuah blog perusahaan atau komentar di situs jejaring sosial diikuti dengan perkataan menyakitkan atau komentar yang kurang enak.

Bagi pemilik bisnis, mengabaikan komentar negatif yang dilayangkan di blog bisnis atau jejaring sosial bukan merupakan opsi terbaik meski harus diakui, menjawabnya juga bukan pilihan yang mudah dilakukan. Namun, Anda perlu mengetahui kapan dan cara yang tepat untuk menanggapi komentar yang kurang menyenangkan tersebut. Kuncinya ialah memilih kata dengan cermat dan menggunakan nada yang netral. Ketenangan saat merespon komentar dan isu negatif yang tak jarang menjadi begitu viral di Internet juga dibutuhkan.

Kapan harus menanggapi?
Bisnis kecil maupun besar pastinya mengalami berbagai macam persaingan dan dari persaingan timbul intrik yang menyebabkan iri dan dengki. Itu tidak bisa dihindari sepenuhnya dan Anda sebagai entrepreneurperlu menyadari risiko ini. Jangan habiskan tenaga dan waktu untuk melayani semua komentar dan isu negatif yang beredar mengenai bisnis Anda. Ada saat Anda perlu menanggapi dengan bijak, dan ada saat Anda bisa tidak menghiraukannya.

Saat klaim palsu dilayangkan: Sering kali orang akan mempublikasikan komentar yang kurang mengenakkan tanpa memeriksa kebenaran di lapangan lebih dulu. Anda harus mencatatnya langsung dengan baik. Cobalah untuk menuliskan fakta dan bukti yang membuktikan klaim orang yang bersangkutan itu salah atau kurang berdasar. Jejaring sosial sangat populer di antara masyarakat pengguna Internet sekarang ini dan informasi yang ditampilkan di dalamnya sering dibaca dan dipercayai kebenarannya tanpa meneliti kebenarannya lebih lanjut.


Saat seseorang secara terbuka menanyakan tanggapan dari perusahaan Anda: Orang akan sering menanyakan pertanyaan terbuka, mengharapkan jawaban dari perusahaan Anda. Menolak menjawab akan berakibat pada munculnya asumsi dalam benak orang bahwa Anda menyembunyikan sesuatu atau Anda tidak berminat untuk berkomunikasi dengan mitra dan klien potensial Anda. Jangan pernah meninggalkan pertanyaan begitu saja, cobalah untuk menjawabnya terutama jika memang berkaitan erat dengan bisnis, layanan dan produk Anda.

Saat seseorang menantang Anda:Orang sering menantang posting mengenai perusahaan Anda hanya untuk menyaksikan bagaimana Anda bereaksi.Bersikaplah cermat dan teliti saat menjawab karena setelah menanggapi, kita tidak akan tahu bagaimana reaksi pihak lain. Untuk itu, tetaplah bersikap netral dalam menjawab, berikan informasi dan jawab dengan tenang dan penuh akal sehat. Jangan pernah membiarkan emosi dan kemarahan mengambil alih.

Saat suatu klaim mendapat momentum: Pernyataan di jejaring sosial sering memicu reaksi domino yang meluas dan viral. Jika satu pengguna mengeluh, kemungkinan pengguna lain juga bisa melayangkan keluhan setelah mengetahuinya. Fenomena “gunung es” ini  bisa mengubah satu keluhan sepele menjadi banjir keluhan dan tulisan serta komentar negatif. Jika Anda menyaksikan ini terjadi menimpa perusahaan Anda, libatkan diri Anda untuk mencegah masalah ini makin meluas tak terkendali menghancurkan nama baik perusahaan Anda.

Bagaimana harus merespon?Gunakan nada yang tepat
Saat menjawab klaim dan pertanyaan pihak lain yang kurang menyenangkan di jejaring sosial, Anda perlu menjaga nada percakapan utnuk sellau berkesan netra, sopan dan profesional. Hindari penggunaan kata-kata yang berpotensi menyinggung apalagi menyakiti hati pihak lain. Tanggapan Anda seharusnya kompeten, tenang dan cerdas. Ucapkan terima kasih untuk semua orang yang bersedia memberikan masukan (meski dalam nada menyakitkan sekalipun) dan tetaplah menjaga keterbukaan komunikasi. Katakan bahwa Anda akan bersedia untuk menjawab pertanyaan lain dan bahwa Anda akan menanggapi pertanyaan. komentar dan kritik yang membangun dan disampaikan dengan sopan.

Selalu jujur
Jika pihak lain menuduh Anda mengenai masalah tertentu yang tidak demikian adanya, jelaskan dengan sopan bahwa Anda tengah menyelesaikan masalah itu. Tunjukkan pada pengguna jejaring sosial bahwa masukan yang mereka berikan telah ditampung dan tidak diabaikan. Selalu katakan keinginan Anda untuk melakukan yang lebih baik dan terapkan saran mereka jika memungkinkan dan ide-ide menarik dalam kegiatan bisnis sehari-hari atau strategi bisnis perusahaan secara umum.

Ingat pula bahwa situs jejaring sosial juga menjadi alat yang ampuh untuk memanipulasi orang dan menghancurkan citra bisnis Anda. Menolak menjawab pertanyaan atau kritikan bisa memperburuk keadaan karena pengguna yang berniat buruk akan merasa makin bebas menjelek-jelekkan bisnis Anda atau pribadi Anda. Di samping itu, menolak menjawab pertanyaan dan masuk dalam diskusi secara terrbuka menandakan kesombongan dan rendahnya niat dalam menjalin komunikasi terbuka dan positif.(*AP)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/19542-cegah-keluhan-di-jejaring-sosial-jadi-bencana-bagi-bisnis-anda.html

Cegah Keluhan di Jejaring Sosial jadi Bencana bagi Bisnis Anda

Amankan Bisnis
Cegah Keluhan di Jejaring Sosial jadi Bencana bagi Bisnis Anda PDF Cetak E-mail
Senin, 27 Agustus 2012 14:12



Internet membawa banyak peluang marketing bagi bisnis kecil hingga korporasi besar. Namun, di balik itu juga ada berbagai ancaman potensial yang bisa menghancurkan angka penjualan. Kadang, sebuah blog perusahaan atau komentar di situs jejaring sosial diikuti dengan perkataan menyakitkan atau komentar yang kurang enak.

Bagi pemilik bisnis, mengabaikan komentar negatif yang dilayangkan di blog bisnis atau jejaring sosial bukan merupakan opsi terbaik meski harus diakui, menjawabnya juga bukan pilihan yang mudah dilakukan. Namun, Anda perlu mengetahui kapan dan cara yang tepat untuk menanggapi komentar yang kurang menyenangkan tersebut. Kuncinya ialah memilih kata dengan cermat dan menggunakan nada yang netral. Ketenangan saat merespon komentar dan isu negatif yang tak jarang menjadi begitu viral di Internet juga dibutuhkan.

Kapan harus menanggapi?
Bisnis kecil maupun besar pastinya mengalami berbagai macam persaingan dan dari persaingan timbul intrik yang menyebabkan iri dan dengki. Itu tidak bisa dihindari sepenuhnya dan Anda sebagai entrepreneurperlu menyadari risiko ini. Jangan habiskan tenaga dan waktu untuk melayani semua komentar dan isu negatif yang beredar mengenai bisnis Anda. Ada saat Anda perlu menanggapi dengan bijak, dan ada saat Anda bisa tidak menghiraukannya.

Saat klaim palsu dilayangkan: Sering kali orang akan mempublikasikan komentar yang kurang mengenakkan tanpa memeriksa kebenaran di lapangan lebih dulu. Anda harus mencatatnya langsung dengan baik. Cobalah untuk menuliskan fakta dan bukti yang membuktikan klaim orang yang bersangkutan itu salah atau kurang berdasar. Jejaring sosial sangat populer di antara masyarakat pengguna Internet sekarang ini dan informasi yang ditampilkan di dalamnya sering dibaca dan dipercayai kebenarannya tanpa meneliti kebenarannya lebih lanjut.


Saat seseorang secara terbuka menanyakan tanggapan dari perusahaan Anda: Orang akan sering menanyakan pertanyaan terbuka, mengharapkan jawaban dari perusahaan Anda. Menolak menjawab akan berakibat pada munculnya asumsi dalam benak orang bahwa Anda menyembunyikan sesuatu atau Anda tidak berminat untuk berkomunikasi dengan mitra dan klien potensial Anda. Jangan pernah meninggalkan pertanyaan begitu saja, cobalah untuk menjawabnya terutama jika memang berkaitan erat dengan bisnis, layanan dan produk Anda.

Saat seseorang menantang Anda:Orang sering menantang posting mengenai perusahaan Anda hanya untuk menyaksikan bagaimana Anda bereaksi.Bersikaplah cermat dan teliti saat menjawab karena setelah menanggapi, kita tidak akan tahu bagaimana reaksi pihak lain. Untuk itu, tetaplah bersikap netral dalam menjawab, berikan informasi dan jawab dengan tenang dan penuh akal sehat. Jangan pernah membiarkan emosi dan kemarahan mengambil alih.

Saat suatu klaim mendapat momentum: Pernyataan di jejaring sosial sering memicu reaksi domino yang meluas dan viral. Jika satu pengguna mengeluh, kemungkinan pengguna lain juga bisa melayangkan keluhan setelah mengetahuinya. Fenomena “gunung es” ini  bisa mengubah satu keluhan sepele menjadi banjir keluhan dan tulisan serta komentar negatif. Jika Anda menyaksikan ini terjadi menimpa perusahaan Anda, libatkan diri Anda untuk mencegah masalah ini makin meluas tak terkendali menghancurkan nama baik perusahaan Anda.

Bagaimana harus merespon?Gunakan nada yang tepat
Saat menjawab klaim dan pertanyaan pihak lain yang kurang menyenangkan di jejaring sosial, Anda perlu menjaga nada percakapan utnuk sellau berkesan netra, sopan dan profesional. Hindari penggunaan kata-kata yang berpotensi menyinggung apalagi menyakiti hati pihak lain. Tanggapan Anda seharusnya kompeten, tenang dan cerdas. Ucapkan terima kasih untuk semua orang yang bersedia memberikan masukan (meski dalam nada menyakitkan sekalipun) dan tetaplah menjaga keterbukaan komunikasi. Katakan bahwa Anda akan bersedia untuk menjawab pertanyaan lain dan bahwa Anda akan menanggapi pertanyaan. komentar dan kritik yang membangun dan disampaikan dengan sopan.

Selalu jujur
Jika pihak lain menuduh Anda mengenai masalah tertentu yang tidak demikian adanya, jelaskan dengan sopan bahwa Anda tengah menyelesaikan masalah itu. Tunjukkan pada pengguna jejaring sosial bahwa masukan yang mereka berikan telah ditampung dan tidak diabaikan. Selalu katakan keinginan Anda untuk melakukan yang lebih baik dan terapkan saran mereka jika memungkinkan dan ide-ide menarik dalam kegiatan bisnis sehari-hari atau strategi bisnis perusahaan secara umum.

Ingat pula bahwa situs jejaring sosial juga menjadi alat yang ampuh untuk memanipulasi orang dan menghancurkan citra bisnis Anda. Menolak menjawab pertanyaan atau kritikan bisa memperburuk keadaan karena pengguna yang berniat buruk akan merasa makin bebas menjelek-jelekkan bisnis Anda atau pribadi Anda. Di samping itu, menolak menjawab pertanyaan dan masuk dalam diskusi secara terrbuka menandakan kesombongan dan rendahnya niat dalam menjalin komunikasi terbuka dan positif.(*AP)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis.html?start=6

Saturday, October 1, 2011

Mengatasi Keluhan Klien Kasar di Telepon

Views :859 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 30 September 2011 09:14
on_phone0911Salah satu tugas paling menantang dari pekerjaan pelayanan konsumen ialah berurusan dengan klien yang keras dan kasar di telepon. Anda mungkin tergoda merespon hal tersebut dengan menutup telepon. Namun, terdapat metode yang lebih baik untuk penanganan situasi tersebut. Dengan menggunakan metode ini, sang klien tidak memungkinkan dapat mengendalikan respons Anda sehingga memungkinkan Anda dapat menyelesaikan keluhan tersebut dengan cepat dan efisien.

Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi klien yang mengeluh dengan kasar:

1. Tetap tenang. Dengarkan klien. Jagalah perilaku profesional Anda.

2. Menetapkan batas-batas jika pembicaraan berubah kasar. Informasikan kepada klien nada percakapan yang kasar dan Anda akan menghentikan pembicaraan jika perilaku tersebut terus dilakukan. Selanjutnya, hentikan pembicaraan jika perilaku klien tersebut tidak berhenti.

3. Anda dapat mencairkan situasi. Menawarkan permintaan maaf dan menjelaskan singkat aturan-aturan dasar percakapan. Katakan kepada klien bahwa tidak ada yang dapat dicapai sampai ia tenang dan memungkinkan Anda mengetahui hasil yang diinginkan.

4. Langsung kendalikan percakapan. Katakan dengan sopan, "Saya minta maaf atas keluhan Anda, bagaimana saya bisa mengatasi ini untuk Anda?" Fokus pembicaraan tersebut bertujuan agar klien lebih fokus pada pemecahan masalah.

5. Ajukan pertanyaan detail dan terbuka untuk klien. Perjelas masalah dengan klien dan bekerja ke arah resolusi.

6. Setelah itu, tawarkan kepada klien untuk berbicara langsung dengan supervisor atau menghubungi klien kembali pada waktu yang lebih nyaman untuk menyelesaikan masalah.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/53-pelayanan-konsumen/11569-mengatasi-keluhan-klien-kasar-di-telepon.html