Tuesday, July 10, 2012

Tips dan Trik Bisnis Kos-kosan


Views :700 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 10 Juli 2012 10:29
rumahkos0712Bisnis kos-kosan cenderung stabil di Indonesia, terutama di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan kota besar lainnya karena banyaknya arus masuk penduduk ke kota besar tersebut sangat banyak. Ini artinya, permintaan sektor tempat tinggal di kota besar masih amat tinggi. Sementara penawaran untuk tempat tinggal cenderung menurun karena faktor harga tanah di kota besar yang mahal. Oleh sebab itu, bisnis kos-kosan cukup menjanjikan untuk digeluti.

Untuk memulai bisnis ini, terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

1. LokasiIni tergantung pasar yang Anda incar. Jika Anda mengincar mahasiswa, berarti lebih baik memilih lokasi sekitar kampus, sedangkan jika ingin menarik karyawan, pilihlah lokasi dekat perkantoran.

2. Kenyamanan, keamanan, dan kebersihan Ini salah satu faktor penting agar unggul dalam persaingan. Bisa jadi, di sekitar lokasi kos milik Anda, sudah banyak terdapat tempat kos, yang menawarkan fasilitas yang sama dengan Anda. Berarti keamanan, kenyamanan dan kebersihan bisa jadi faktor penentu dan pembeda serta nilai tambah.

3. Harga Menetapkan harga gampang-gampang susah, tergantung lokasi, fasilitas dan kota. Makin dekat dengan kampus atau kantor, biasanya harga makin mahal. Semakin lengkap fasilitas, harga juga makin mahal. Jika biaya hidup di kota Anda terbilang tidak besar, harga kos juga biasanya tidak tinggi.

4. Layanan tambahan Kalau konsumen kos Anda adalah karyawan, perlu disediakan tenaga untuk mencuci baju atau membersihkan kamar. Karena biasanya mereka sudah kelelahan sepulang kantor. Bagi para mahasiswa layanan internet gratis sangat menarik dan merupakan pertimbangan utama mereka memilih kos Anda, karena layanan internet gratis (Wi-fi) bisa mereka pergunakan untuk mencari bahan-bahan pendukung tugas perkuliahan mereka. Sementara bagi para karyawan bisa digunakan untuk mengakses jejaring sosial.

5. AksesApakah ada kendaraan umum yang lewat di depan rumah atau kompleks? Apakah mudah dijangkau? Apakah motor atau mobil bisa masuk ke lokasi kos. Hal ini merupakan faktor yang cukup menunjang.

6. FasilitasYang standar adalah tempat tidur plus kasur dan almari. Jika target pasar Anda adalah mahasiswa, akan lebih baik jika disediakan meja belajar. Namun, jika incaran Anda adalah karyawan dan kota Anda berhawa panas, AC akan sangat diminati, plus kamar mandi dalam. Karena faktor kenyamananlah yang mereka cari. Mereka butuh tempat istirahat yang nyaman, setelah seharian mereka lelah bekerja.

Setelah tahap awal di atas sudah Anda kuasai dengan baik, langkah selanjutnya adalah memikirkan bagaimana mengelola bisnis Anda agar berjalan baik, serta cara mempertahankan kenyamanan.

1. SeleksiUntuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang disebabkan karena ketidakjelasan asal-usul penghuni kos, Anda bisa menerapkan proses seleksi melalui obrolan santai ketika mereka akan mendaftar sebagai penghuni kos Anda. Paling tidak Anda bisa menggali informasi mereka tentang tempat asal, tempat kerja, dan status mereka. Cara seleksi yang lebih ekstrim dan formal adalah dengan meminta mereka mengisi form pendaftaran penghuni kos yang telah Anda siapkan.

2. Tata tertib pengunjungMengelola penghuni kos agar selalu tertib kadang gampang-gampang susah. Baik buruknya Anda mengelola penghuni ini menentukan citra kos-kosan Anda di mata lingkungan sekitarnya. Untuk itu dibutuhkan piranti pendukung berupa tata tertib pengunjung kos.

3. Bisnis pendukung

Apabila bisnis kos-kosan Anda sudah berjalan baik, ada baiknya Anda terus mengembangan penghasilan Anda melalui bisnis-bisnis pendukung seperti jasa cuci baju, membuka konter isi pulsa ataupun minimarket/mini swalayan yang menjual bahan-bahan kebutuhan sehari-hari. Selain bisa menyasar konsumen dari dalam (penghuni kos), juga bisa menyasar konsumen dari luar. (munk)

http://ciputraentrepreneurship.com/kembangkan-uang-anda/18445.html

Mengenal Ragam Investasi Emas

Views :1191 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 10 Juli 2012 13:51
emas0712Emas banyak dipilih sebagai salah satu instrumen investasi karena nilainya relatif stabil dan cenderung naik. Jikapun terjadi penurunan, seringkali hanya bersifat sementara.

Cocok untuk investasi jangka panjang 6 bulan hingga 1 tahun, emas kerap dijadikan alat untuk menangkal inflasi yang terjadi setiap tahunnya. Sejatinya investasi emas itu adalah beli dikala tersedia dana nganggur, dan jual disaat diperlukan.

Meski demikian, bukan berarti investasi di emas bukan tanpa risiko. Anjloknya harga tahun lalu menjadi peringatan bagi investor agar tetap berhati-hati. Lalu bagaimana memulai investasi emas? Untuk pemula, setidaknya investor harus mengenal jenis instrumen investasi ini. Emas tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari batangan, koin emas dan emas perhiasan. Lalu apa kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis emas?

1. Emas batangan

Disebut emas batangan karena bentuknya seperti batangan pipih. Emas batangan ini biasanya disediakan dalam ukuran 20gram (gr), 25gr, 50gr dan yang terberat adalah 1 kilogram (kg). Adapun kadarnya, berkisar antara 22 - 24 karat, atau dalam persentase 95 persen dan 99 persen.

Jenis emas batangan bagi sejumlah ekonom dinilai sebagai yang terbaik untuk investasi. Pasalnya, di manapun dan kapan pun Anda ingin menjual, nilainya akan mengikuti standar internasional. Selain itu, emas batangan tidak memerlukan ongkos pembuatan seperti halnya emas perhiasan.

2. Emas koin

Keputusan investor memilih koin emas biasanya didasarkan alasan keamanan mengingat koin emas dijamin oleh lembaga pemerintah, bukan dijamin perusahaan penambangnya. Untuk investasi jangka panjang, maka membeli koin emas mungkin lebih cocok karena koin emas yang bentuknya lebih ringkas biasanya lebih mudah dijual dibandingkan emas batangan dalam kuantitas kiloan di masa-masa krisis ekonomi.

Koin emas yang beredar di Indonesia biasanya berupa Koin Emas ONH (ongkos naik haji). Dengan koin emas ONH, diharapkan bisa sebagai alternatif bagi mereka yang ingin menabung untuk mempersiapkan biaya ibadah haji.

Penamaan ONH ini sebetulnya hanya taktik pemasaran saja. Kenyataannya, walau namanya Koin Emas ONH, tetapi instrumen ini sama saja dengan investasi emas lainnya, karena harganya sama saja dengan harga emas lain yang mengikuti harga internasional yang didenominasi mata uang asing (dolar AS).  Artinya, orang yang tidak beragama Islam sekalipun bisa berinvestasi dalam Koin Emas ONH ini. Ukuran koin emas jenis ini biasanya tersedia dalam ukuran 1gr, 2gr, 2,5gr, 5gr, dan yang terberat adalah 10gr.

3. Emas perhiasan

Satu kelebihan investasi jenis emas perhiasan adalah bisa digunakan untuk acara-acara tertentu. Selabihnya, kurang direkomendasikan. Bahkan secara nilai, cenderung merugi. Pasalnya, sewaktu Anda datang ke toko emas dan membeli emas perhiasan, Anda harus membayar harga emas perhiasan ditambah ongkos pembuatannya. Dan ketika Anda mau menjualnya kembali, maka toko emas enggan membayar ongkos pembuatan perhiasan emas tersebut. Toko emas hanya akan membayar harga emasnya saja. Jadi kemungkinan emas perhiasan Anda dihargai lebih rendah dibandingkan saat Anda membeli.

4. Emas derivatif

Setelah lihai dalam berinvestasi pada emas fisik, investor baru bisa mempertimbangkan skema investasi lain, seperti membeli paper aset emas dan investasi emas pada produk derivatif, yakni dengan membeli Kontrak Emas berjangka Investasi Emas pada produk derivatif ini bersifat high risk dan high return. (Pbw)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/182-investasi/18457-mengenal-ragam-investasi-emas.html

Sunday, July 8, 2012

Tips Sukses untuk Entrepreneur UKM dan Startup dari Sarah Lacy

Hits : 1043 PDF Cetak E-mail
Sabtu, 07 Juli 2012 05:17
Yang paling penting, meski sudah banyak diketahui, ialah pastikan bahwa usaha baru Anda menciptakan sesuatu entah itu produk atau jasa yang memberikan manfaat nyata bagi konsumen. Produk atau jasa ini begitu berguna dan diinginkan hingga konsumen tidak akan mampu menolaknya jika ditawari. Mayoritas UKM dan bisnis baru cenderung memberikan produk atau jasanya secara gratis atau hampir gratis alias dengan harga yang amat murah. Menurut Lacy, hal ini bisa membuat konsumen lupa akan manfaat lebih besar yang bisa diperoleh dari bisnis yang berbayar. Apalagi di pasar Indonesia, yang masyarakatnya terkenal lebih menyukai barang/ jasa gratis. Bagi pengusaha/ entrepreneur yang menjual produk/ jasanya (bukan memberikan secara gratis), sisi positifnya ialah mereka akan mendapatkan saran dan kritik untuk menyempurnakan produk atau jasa tersebut. Dan jika memang produk/ jasa Anda bagus, Anda akan menemukan banyak pujian yang menyalakan api semangat untuk terus maju. Saat Anda memberikan barang dan jasa gratis, konsumen hanya akan menggunakannya sesuka hati tanpa merasa ada ikatan untuk memberikan saran atau kritik.

Pengusaha UKM juga perlu meyakini sepenuh hati akan ide bisnis mereka, kata Lacy. Ide bisnis ini haruslah sesuatu yang Anda dengan sukarela lakukan dalam waktu lama karena inilah yang akan membuat orang lain tertarik pada ide itu. Jika Anda bisa membuat orang menyaksikan betapa Anda bersedia mendedikasikan waktu dan tenaga serta modal untuk kemajuan realisasi ide bisnis itu, mereka akan lebih yakin untuk menjadi karyawan, konsumen, investor atau mitra bisnis. Hal inilah yang akan menular pada benak orang lain. Antusiasme, dedikasi, dan passion yang Anda tunjukkan akan menarik kuat dukungan pihak lain bagaikan magnet menarik benda logam apapun di sekelilingnya. Untuk itulah Anda harus yakin 100% bahwa Anda sedang melakukan sebuah bisnis yang harus ada di dunia ini untuk membantu masyarakat mengatasi masalah mereka. Keinginan untuk mencetak laba dan terkenal mungkin menjadi godaan yang banyak ditemui entrepreneur pemula namun itu semua hanyalah bonus. Yang terpenting ialah passion.

Bersikap positif dan sepenuhnya terbuka ialah saran marketing berikutnya yang diberikan Lacy. Menurutnya, banyak entrepreneur muda yang ia temui di Asia, Amerika Selatan dan Afrika yang sangat tertutup jika diajak bicara mengenai ide bisnis mereka. Mereka cemas jika ide bisnis itu banyak diketahui orang, ide itu akan dicuri. Padahal, kata Lacy, ide itu murah. Di Silicon Valley, tak terhitung banyaknya ide yang dicetuskan setiap harinya. Ide itu begitu banyak hingga nilainya sangat murah, bahkan nol. Semua orang bisa memiliki ide bagus. Namun, apa yang membedakan kelak ialah realisasinya. Eksekusi ide bisnis itu yang memberikan perbedaan. Saat sebuah ide bisnis yang paling cemerlang kelihatannya sekalipun cuma disimpan dalam benak saja, ia tidak akan memiliki nilai karena tidak bisa diwujudkan secara maksimal. Lacy berkata apa yang membuat Silicon Valley menjadi ekosistem yang ideal bagi entrepreneur ialah atmosfer keterbukaan yang menyelimuti orang-orang di dalamnya. Para entrepreneur Silicon Valley meyakini bahwa ide hanyalah ide.

Untuk menjadi sukses, entrepreneur UKM atau startup juga perlu bersikap agresif dalam mencari mentor atau pihak manapun yang akan dapat membantu mewujudkan dan memajukan bisnis. Di Silicon Valley, kata Lacy, banyak entrepreneur muda yang tak segan menelepon atau menghubungi entrepreneur yang lebih mapan untuk meminta bantuan atau saran mengenai startup mereka. Sering entrepreneur pemula akan mengajak calon mentor untuk minum kopi bersama. “Anda tak akan pernah tahu jika seseorang bersedia atau tidak, jadi Anda haruslah bertanya pada mereka. Agresivitas diperlukan agar bisa berhasil,” ujar Lacy. (*AP)

Sumber gambar:
gettoffmyinternet.net
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/18352-tips-sukses-untuk-entrepreneur-ukm-dan-startup-dari-sarah-lacy.html


Friday, July 6, 2012

10 Rahasia Sukses Si Bos

10 Rahasia Sukses Si Bos

wawa | Jumat, 6 Juli 2012 | 09:28 WIB

Jadi bos juga ada triknya.
KOMPAS.com - Tantangan dan kegagalan mungkin adalah makanan sehari-hari bagi para atasan. Dipromosikan menjadi atasan butuh trik tertentu. Ini adalah 10 rahasia para atasan dalam kemajuan jenjang karier mereka. Yuk intip satu per satu, siapa tahu bikin Anda cepat menjadi bos.

1.Bermain aman bisa menjadi bumerang.
Sebagian orang mungkin akan berfikir berkali-kali untuk mengambil risiko dalam menjawab tantangan.  Yang penting pekerjaan kita selesai dengan baik. Padahal rasa aman seperti ini bisa menjebak dan menghambat kemajuan kita sendiri. Kita memilih bermain aman dengan apa yang hanya kita kuasai dan tidak ingin repot beranggung jawab. Sehingga mungkin saja posisi menjadi atasan atau prestasi kerja kita 'tersalip’ oleh sang junior. Tinggal kita yang gigit jari.

2.Kegagalan adalah keberhasilan
Terkadang konsekuensi dari kegagalan atau tantangan tidak se-menakutkan apa yang dipikirkan. Tergantung dari sudut pandang kita melihatnya. Bagi sebagian orang kegagalan adalah keberhasilan. Maksudnya, paling tidak kita berhasil menantang diri untuk mengambil risiko dan bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan. Lebih baik gagal daripada tidak mencoba dan tidak melakukan apa-apa, kan? Poin yang paling penting bukan seberapa banyak kita gagal, tapi bagaimana kita bisa bangun dari kegagalan dan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

3.Satu Langkah ke Depan
Ditunjuk atau dipromosikan menjadi seorang atasan bukan ditentukan dengan cara undian. Bila Anda ingin jenjang karier Anda terus menanjak, begitu pula usaha Anda untuk mencapai target. Jika semua orang berusaha 100 pesen, Anda harus berusaha 200 persen. Persiapkan rencana cadangan terhadap proyek yang Anda lakukan. Berfikir satu langkah ke depan dalam mengerjakan rencana Anda. Ini untuk mengantisipasi kegagalan. Jadi, bila Anda ternyata menemui kegagalan, Anda tidak tertinggal terlalu jauh dalam mengejar target Anda.

4.Self control
Terkadang di dalam lingkungan kantor ada beberapa hal yang tidak bisa Anda kendalikan. Misalkan Anda berada satu kelompok dengan seseorang yang malas, egois, bossy, tapi kelompok Anda harus tetap perform. Atau bos Anda adalah seseorang yang tidak bisa diajak berdiskusi. Hal-hal seperti ini bisa membuat Anda pusing tujuh keliling, emosi, dan sulit untuk bekerja maksimal. Cara mengantisipasinya adalah bersikap tenang, berfikir terbuka, dan coba untuk fleksibel. Sebelum keadaan yang mengendalikan Anda, lebih baik kendalikan diri Anda sendiri dan bekerjasama dengan keadaan.

5.Banyak bertanya
Mungkin kita sering takut untuk bertanya karena takut dianggap bodoh. Dengan bertanya tentang sesuatu, kita telah mengambil langkah untuk memahami sesuatu. Namun jika kita tidak bertanya, kita menyimpan ketidaktahuan tersebut. Sehingga pengetahuan kita menjadi terbatas dan tidak bisa belajar. Padahal proses belajar sangat penting dalam mengembangkan kemampuan.

6.Pastikan benar

Jika Anda sudah selesai dalam mengerjakan suatu laporan, jangan buru-buru menyerahkan ke atasan agar cepat bebas dari tanggung jawab. Periksa sekali lagi seluruh pekerjaan Anda jangan sampai ada yang tertinggal atau salah. Ketika seseorang diangkat jengjang kariernya, ketelitian dan keakuratan dalam bekerja sangat diperhitungkan. Jadi, jika pekerjaan Anda banyak revisinya, hati-hati. Mungkin atasan Anda jadi berfikir dua kali untuk mempromosikan Anda.

7.Mendapatkan perhatian si bos
Pastinya bukan dengan cara datang terlambat setiap hari atau membawakan sarapan untuk si bos setiap hari. Tapi dapatkan perhatiannya dengan prestasi yang Anda hasilkan. Sesekali juga boleh berdebat dengannya dengan cara yang cerdas disertai alasan yang meyakinkan, bukannya selalu setuju dengan apa yang bos katakan. Dengan begitu ia akan ingat kepada Anda dan melihat potensi yang Anda miliki. Jika ia terkesan, bisa jadi Anda yang pertama kali terlintas ketika si bos ingin merekomendasikan seseorang untuk diangkat.

8.No surprises

Jangan pernah beri kejutan untuk bos Anda. Maksudnya, jika Anda punya berita buruk tentang perusahaan, katakan dengan tenang. Begitu pula jika Anda mengabarkan prestasi yang baik. Jangan sampai atasan Anda mengetahuinya secara tiba-tiba, dan dari orang lain pula. Hindari membuat ‘gerakan’ atau keputusan yang mengejutkan. Karena si bos biasanya sudah mengatur rencana perusahaan jauh ke depan. Anda tidak mau kan menjadi orang yang disalahkan karena merusak rencana si bos?

9.Break the Rule
Sesekali tidak salah mendobrak aturan yang ada. Asalkan itu bisa meningkatkan skill dan kemampuan kita. Misalnya, jika kita diam-diam memiliki side job yang berbeda dengan pekerjaan kita di kantor. Misalnya Anda bekerja sebagai marketing officer, Anda bisa sambil bekerja sebagai penerjemah novel. Pendapatan bertambah, skill bahasa Anda meningkat, baca novel gratis pula, hehe. Jadi, jika Anda memiliki ide yang sedikit gila dan berada di luar aturan yang ada, jangan takut untuk mencoba mewujudkannya.

10. Penampilan
Cara kita berpenampilan diperhitungkan dan membuat orang lain menilai kita dengan cara yang berbeda. Kita bisa dihargai orang lain karena prestasi kerja, namun kita juga bisa tidak dihargai karena penampilan kita. Penampilan memang bukan segalanya, tapi kita akan dianggap menghargai orang lain apabila bisa menyesuaikan diri dengan situasi, apa yang kita kenakan, dan pembawaan diri kita.

(Majalah Chic/Precilia Meirisa)


http://female.kompas.com/read/2012/07/06/09280675/10.Rahasia.Sukses.Si.Bos

Tips Memilih Bisnis Online Terpercaya

WirausahaShar

Tips Memilih Bisnis Online Terpercaya

| 05 July 2012 | 10:57 Dibaca: 359   Komentar: 1   1 dari 1 Kompasianer menilai bermanfaat



Seringkali kita bangsa Indonesia terjebak dengan penipuan yang menggunakan sistem  pembayaran online, atau bisnis online yang instan. Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai bisnis dan kerja onlineyang terpercaya. Bisnis dan kerja online yang terpercaya dapat dilihat dari beberapa faktor, yaitu :
1. Deskripsi Bisnis / Pekerjaan
  • Bisnis / pekerjaan online yang terpercaya akan menjelaskan dari awal sistem kerja yang jelas dan bagaimana cara mereka akan mendapat keuntungan dari sistem tersebut. Tidak seperti bisnis online yang hanya menjelaskan secara singkat sistem kerja, bahkan meminta uang administrasi sebelum menjelaskan pekerjaan yang akan dijalankan.
2. Testimonial
  • Bisnis / pekerjaan online yang terpercaya akan memiliki testimonial yang di-post oleh banyak orang. Testimonial yang terdapat pada website mereka belum cukup membuktikan kebenaran bisnis tersebut, carilah melalui search engine dan forum-forum  ternama mengenai bisnis / pekerjaan tersebut.
3. Sistem Pembayaran
  • Bisnis / pekerjaan online yang terpercaya akan memiliki sistem pembayaran yang reasonable. Misalnya biaya administrasi yang tidak terlalu tinggi dengan pendapatan yang diterima sesuai upaya yang dilakukan. Jika terdapat janji seperti “uang anda akan kembali 5x lipat dalam waktu 3 hari” tetapi tidak dijelaskan dengan detail bagaimana usaha yang harus kita lakukan, sangat tampak tidak masuk akal.
4. Tips Berusaha
  • Bisnis / pekerjaan online yang terpercaya akan memiliki cara-cara atau tips untuk para membernya mengembangkan usaha tersebut. Biasanya tips dan cara kerja tersebut terletak di dalam website mereka. Meskipun  sebagian besar baru dapat di-share ketika sudah menjadi anggota/ member.
5. Produk yang Dijual
  • Bisnis online yang sukses dan terpercaya pasti memiliki produk unggulan dan memang sangat menarik untuk diperjual-belikan. Untuk melihat seberapa hebat produk yang ditawarkan sudah pasti dengan mudah dapat dicari informasinya melalui search engine.
6. Biaya Administrasi
  • Bisnis online / pekerjaan selalu membutuhkan biaya administrasi untuk berbagai keperluan seperti maintain website, bukti keseriusan member, dsb. Namun kita harus pandai memilih seperti apa yang bermodus penipuan. Tentunya jangan percaya janji-janji sukses ketika biaya administrasi terlalu tinggi dan jauh dari jangkauan kita.
Demikian faktor-faktor dan tips sederhana dalam menentukan bisnis / pekerjaan online yang banyak sekali tersebar di dunia luas. Tidak hanya di Indonesia melainkan di seluruh dunia. Waspadalah terhadap penipuan online terutama yang meminta biaya administrasi terlalu tinggi.
Beberapa contoh bisnis online yang dapat dipertanggung jawabkan dapat dilihat di http://www.indionesia.com/ namun memang harus dengan ketekunan dan niat.

http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2012/07/05/tips-memilih-bisnis-online-terpercaya/

Mengelola Bisnis Harus dengan Hati

Views :381 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 05 Juli 2012 13:54
ce-logo2Sejak awal, sosok yang satu ini sudah jadi pimpinan. Tapi, itu tidak membuatnya berpangku tangan.

Moh Fitriady Maturu masih di bangku kuliah saat estafet usaha keluarga menghampirinya. Bisnis peternakan petelur yang dibangun almarhum ayahnya sejak 1989, mesti dia lanjutkan pada 2006. Peternakan ada di Takalar, sedangkan dia juga harus fokus pada pendidikannya di Yogyakarta. Tapi itu bukan kendala.

Namun, kendala kemudian datang juga. Meski sebagian orang menganggap mengelola bisnis warisan itu mudah, tetapi tidak bagi Ady, sapaan akrab pria ini. "Ibarat masuk ke sebuah rumah yang perabotnya sudah lengkap, kita tak selalu nyaman duduk di semua bagian. Begitulah," ujar dia, baru-baru ini.

Adi menilai, melanjutkan usaha keluarga butuh kerja keras. Sebab, dia mesti menyelami semua pekerjaan, juga mengerti semua karyawan. Makanya, dia tidak menempatkan dirinya sebagai bos. Walau memimpin bisnis ini, dia juga ikut memberi pakan ayam atau menghitung telur. Dia mengistilahkannya; susah senang sama-sama.

Dalam waktu enam tahun, Ady berhasil melakukan ekspansi-ekspansi bisnis. Lahan, karyawan, produksi, dan tentu saja penghasilan bertambah. Saat ini, omzet peternakannya mencapai Rp350 juta per tahun. Populasi ayamnya kini 25 ribu ekor, bertambah 10 ribu ekor sejak usaha ini dilepas sang ayah.

Cukup sukses, tapi jiwa enterpreneur Ady terus bergelora. Dia melirik bisnis lain. Petuah almarhum sang ayah menjadi pegangannya. "Beliau pernah bilang, jangan menempatkan telur dalam satu keranjang saja. Kalau jatuh, kemungkinan pecah semua. Begitu juga dalam berbisnis, jangan cuma satu," ucapnya.

Pria kelahiran Sungguminasa, 9 Juni 1986 itu pun terjun di bisnis furnitur. Usaha ini sebenarnya sudah dirintis sejak 2007. Lagi-lagi saat dia masih kuliah. Memilih bisnis ini, Ady terbilang modal nekad. Sebab, dia awam sama sekali soal mebel. Makanya, dia belajar langsung ke Jepara, salah satu kiblat industri mebel di Indonesia.

Dari Yogyakarta, Ady selalu ke Jepara setiap Sabtu dan Minggu. Pada sebuah siang, dia mendapat diperhadapkan pada sebuah momen. Saat itu dia naik becak dan bayar Rp10 ribu. Padahal, ternyata, tempat yang akan ditujunya hanya terpisah blok. Sangat dekat. Tapi dia ikhlas. Tak sia-sia, kesabarannya membuahkan hasil.

Di blok itulah dia bertemu seseorang bernama Dwi Tungga. Pria yang kemudian menjadi orang kepercayaannya untuk menjalankan bisnis furnitur, bahkan sampai sekarang. "Waktu itu saya memang ke Jepara tanpa satu pun relasi, begitu juga di Makassar yang menjadi target pasar saya," kenangnya.

Ady mengambil langkah berani. Dia mendatangkan 20 ft kontainer mebel ke Makassar. Padahal, saat itu dia hanya mendapat pesanan dari orang-orang dekat. Tapi, dia ambil risiko. Begitu barang tiba, dia mulai memasarkannya. Awalnya hanya dipromosikan di keluarga besarnya. Dari situ, bisnisnya menjalar.

Kini, Ady sudah mempekerjakan 15 karyawan di Sujati Furniture, nama usaha mebelnya. Mulanya Makassar hanya menjadi area distribusi. Barang tetap dari Jepara. Tapi kini, pihaknya juga sudah memproduksi beberapa jenis mebel. Rata-rata omzet per bulannya antara Rp100 juta-Rp200 juta.

Lagi-lagi cukup sukses, namun Ady lagi-lagi masih berpikir untuk melebarkan sayap bisnis. Suami dr Khaeriah ini sedang melirik bisnis properti. "Semua juga karena petuah orang tua. Ayah dan ibu saya PNS. Mereka pernah bilang, kalau mengandalkan penghasilan pemerintah itu hanya cukup untuk hidup secukupnya," ucapnya.

Nah, karena Ady ingin lebih dari itu, dia memilih terus menjadi pengusaha. Dengan menjadi pebisnis, dia bisa mendapat penghasilan lebih. Dengan itu juga, ketua komunitas bisnis Tangan di Atas (TDA) Makassar itu bisa membantu sesama.

Ady menilai, anak muda menjadi pengusaha sedang tren. Itu bagus. Namun, dia menggarisbawahi, jangan menjadi pengusaha hanya karena tren dan coba-coba. Bisa-bisa hasilnya juga akan coba-coba. Keinginan bisnis harus dari hati. "Prinsip saya, memulai usaha itu mudah. Mempertahankannya jauh lebih sulit," tandasnya.

Ady menilai, pebisnis itu harus punya mental tangguh. Kalau sedang tak beruntung alias merugi, jangan serta merta meninggalkan bisnis itu. Kata dia, pengusaha yang ulet harus menjadikan masalah, termasuk kerugian, sebagai tantangan. (*/Fajar Online)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/manufaktur/18304-mengelola-bisnis-harus-dengan-hati.html

Thursday, July 5, 2012

Ingin Beli Saham? Simak 5 Tips Ini


Metta Pranata - detikfinance
Kamis, 05/07/2012 07:47 WIB



img
Jakarta - Bagi investor, berburu saham untuk dibeli menjadi salah satu kegiatan paling seru dan memuaskan. Berburu saham penuh ketidakpastian karena Anda tidak tahu apakah nanti harganya akan naik atau justru anjlok setelah dibeli.

Berikut ini ada 5 tips untuk membantu Anda menganalisa saham yang berpotensi bagus dan menghasilkan uang nantinya, seperti dilansir dari Investopedia (5/7/2012):

1. Beli saat sedang murah

img
Ketika berbelanja, konsumen pasti mencari penawaran terbaik. Musim liburan seperti Lebaran, Natal, Imlek dan Jakarta Great Sale merupakan contoh utama bagaimana toko-toko berlomba menawarkan diskon besar-besaran. Mulai dari pakaian hingga elektronik.

Namun berbanding terbalik dengan dunia saham, investor sama sekali tidak senang jika saham tertentu 'didiskon'. Dalam bursa saham, 'mental rombongan' yang berkuasa dan investor cenderung menghindari saham yang harganya terlalu murah.

Akhir 2008 dan awal 2009 merupakan periode ketika pesimisme sedang puncak-puncaknya. Tapi dari sisi lain, inilah kesempatan emas bagi investor untuk bisa membeli banyak saham yang harganya sedang 'babak belur'.

Anjloknya bursa saham beberapa tahun lalu tak diperdebatkan lagi adalah sebuah poin baik untuk membeli dan masih banyak saham yang masih eksis di bursa hingga sekarang.

2. Beli saat sudah masuk target harga

img
Dalam berinvestasi, sangat penting untuk memperkirakan nilai suatu saham. Kemudian, investor akan tahu apakah saham itu sedang murah atau akan naik hingga ke harga perkiraan. Mengacu pada target satu saham saja tidak penting.

Sebaliknya, menetapkan kisaran harga dimana Anda baru mau membelinya itu lebih masuk akal. Laporan analis adalah titik permulaan yang baik, demikian juga dengan target harga konsensus yang merupakan rata-rata semua opini analis.

Hampir semua situs keuangan mempublikasikan angka-angka ini. Tanpa kisaran harga target, para investor akan kesulitan menentukan kapan harus membeli saham.

3. Beli saat sedang undervalued

img
Banyak informasi dibutuhkan untuk menetapkan kisaran target harga. Misalnya jika sebuah saham sedang undervalued. Salah satu cara untuk menentukan level overvaluation atau undervaluation adalah dengan memperkirakan prospek perusahaan itu ke depannya.

Kunci teknik penilaiannya adalah dengan mengurangi analisa aliran kas yang meliputi aliran kas perusahaan di masa depan lalu pangkas kembali ke masa sekarang. Jumlah nilai-nilai ini adalah harga target secara teoritis. Logikanya, jika harga saham sekarang di bawah nilai ini, berarti prospeknya bagus dan layak dibeli.

Teknik penilaian lainnya adalah membandingkan harga sebuah saham dengan pendapatan berkali lipat dari kompetitor. Metrik lainnya, termasuk harga terhadap penjualan dan harga terhadap aliran kas, bisa membantu investor menentukan apakah sebuah saham termasuk murah dibandingkan kompetitor utamanya.

4. Beli saat Anda punya kesabaran ekstra

img
Anggaplah Anda sudah matang-matang memperhitungkan kisaran harga target saham incaran dan memperkirakannya sedang undervalued, jangan merencanakan atau berharap bisa segera melihat kenaikan harga dalam waktu dekat-dekat. Butuh waktu cukup lama untuk memperdagangkan saham hingga bisa sampai ke nilai sebenarnya.

Para analis yang memproyeksikan harga beberapa bulan bahkan triwulan ke depan, hanya sekedar menebak bahwa nilai saham itu akan naik cepat. Padahal, butuh beberapa tahun bagi saham untuk tumbuh mendekati kisaran harga yang ditargetkan.

Bahkan lebih baik lagi jika Anda mempertimbangkan untuk menahan kepemilikan saham itu tiga hingga lima tahun, terutama jika Anda percaya dengan kemampuannya untuk bertumbuh

5. Beli saat setelah dapat banyak informasi

img
Bergantung pada perkiraan harga para analis atau newsletter rekomendasi merupakan titik permulaan yang baik. Namun investor yang baik adalah mereka yang mengerjakan PR sahamnya sendiri. Maksudnya?

Baca laporan tahunan perusahaan, berita-berita terbaru seputar perusahaan itu dan browsing cari presentasi terbaru mereka terhadap investor atau kegiatan di pameran perdagangan dan industri. Data-data ini bisa Anda temukan dengan mudah di situs resmi perusahaan melalui laman khusus hubungan investor.

Kesimpulan

img
Pemain saham legendaris, Peter Lynch menyarankan para investor membeli apa yang mereka tahu, seperti peritel dari merek-merek favorit yang biasa Anda jumpai di pusat perbelanjaan terdekat. Anda juga bisa mengetahui sebuah perusahaan dengan rajin browsing di internet atau ngobrol dengan investor lain. Gabungkan semua tips tadi, maka akan terbentuk strategi pembelian saham dari insting alami untuk meraih profit sebaik-baiknya.

http://finance.detik.com/read/2012/07/05/074743/1958004/479/0/ingin-beli-saham-simak-5-tips-ini