Monday, July 2, 2012

Mau Jadi Pengembang Sukses Seperti Ciputra, Ingin Tipsnya


Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Senin, 02/07/2012 08:32 WIB
Ilustrasi Foto: dok detikFinance
Jakarta - Menjadi pebisnis atau pengembang properti sukses menjadi impian sebagian pemuda yang baru lulus dari perguruan tinggi. Jika Anda ingin menjadi sukses perlu pengalaman yang mumpuni seraya pintar dalam memanfaatkan peluang.

Menurut Ketua DPP Real Estate Indonesia (REI), Setyo Maharso, pengusaha properti muda harus pintar berhitung dan bermimpi besar dalam menciptakan kawasan pemukiman baru. Bukan hanya sekedar menyusun bata, memasang atap dan berdirilah rumah.

Berikut tips singkat Setyo bagi siapa saja yang ingin memulai berbisnis properti:

Mulai dari yang kecil. Untuk menjadi pengembang, mulailah dengan aksi kecil namum mimpi yang tinggi. Mulailah membangun 10 atau 20 rumah. Pilih lokasi yang strategis hingga rumah mudah dipasarkan.

"Penting lokasi. Tapi masih ditambah dengan opportunity (kesempatan). Kapan mau dibangun," kata Setyo di Jakarta, Senin (2/7/2012).

Pastikan legalitas lahan yang akan dibangun. Penting untuk mendapatkan lahan strategis, apalagi harga yang reasonable. "Jangan mudah percaya harga murah tapi lokasinya strategis. Ada perlu cek. Kalau memang seperti itu, kenapa belum laku? Sertifikat juga harus hat-hati. Cek ke BPN dan Kelurahan setempat, jika ada girik," tambahnya.

Setyo menjelaskan, tidak seluruh wilayah di Indonesia layak dibangun perumahan. Infrastruktur wilayah yang baik menjadi salah satu kunci pengembangan perumahan Anda akan berhasil.

"Jabodetabek tebal (prospektif). Kalau mau membangun di Jawa Barat, pilihlah ke arah Kabupaten Bandung dan Cirebon, itu besar. Sukabumi ada tapi tipis. Pikir juga infratruktur, seperti Cibinong maju karena ada stasiun disana," ucap Setyo.

Modal menjadi salah satu penentu suksesnya bisnis properti, namun bukan yang utama. "Properti itu butuh padat modal."Modal itu kreatifitas. Bisa saja kerja sama dengan pemilik tanah. bagi keuntungan nggak apa-apa. Asal jangan bagi rugi," kata Setyo.

Jika Anda ingin membangun rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan menjualnya dengan sistem FLPP, perlu kreatifitas lebih tinggi. Pasalnya regulasi pemerintah selalu berganti.

"Bangun rumah MBR harga Rp 95 juta bisa laku asal infrastrukturnya ada. Angkutan juga. Kemudian iklan di media yang pas. Untuk MBR jangan iklan di Kompas, nanti nggak ada yang lihat. Tapi Warta Kota atau Pos Kota," tuturnya.

Pengembangan bisnis properti pun harus berprinsip menciptakan hasil lebih baik. "Kalau punya proyek lagi, bangun lagi disekitar proyek yang sudah ada. Bangun yang lebih baik. Kebiasaan (konsumen) kita adalah, daya beli kecil tapi daya angsur tinggi," tegas Setyo.

Untuk Anda yang ingin membangun apartemen, perhatikan harga. Faktor yang satu ini sangat sensitif. Artinya, jangan menawarkan unit apartemen dengan harga lebih tinggi dengan perumahan yang ada di sekitar proyek.

"Pada radius 5 km dari proyek, harga apartemen harus lebih murah dari itu. Kultur di negara kita memang masih menganggap, kalau rumah ya ada tanahnya," imbuhnya.


http://finance.detik.com/read/2012/07/02/083241/1955296/1016/mau-jadi-pengembang-sukses-seperti-ciputra-ingin-tipsnya
(wep/ang)


Belajar dari Kesuksesan Layanan Konsumen Acer Indonesia

Hits : 910 PDF Cetak E-mail
Senin, 02 Juli 2012 14:01
acer0712Makin banyak perusahaan yang melirik jejaring sosial sebagai salah satu kanal untuk berpromosi secara gratis, tetapi banyak yang belum mengerti bahwa hard selling tidak akan begitu efektif di social media, tempat di mana pertemanan dan percakapan yang hangat dan apa adanya justru menjadi poin plus bagi konsumen.

Salah satu kisah sukses korporasi di dunia jejaring sosial yang patut diteladani ialah Acer Indonesia. Seakan memperkokoh prestasinya, Acer juga baru-baru ini meraih indeks kepuasan pelanggan yang membanggakan, yakni 78,6. Angka tersebut dirilis oleh Global Customer Satisfaction Standard, yang menetapkan indeks kepuasan global mencapai 78,0.

Setidaknya ada beberapa poin yang bisa kita pelajari dari keberhasilan Acer Indonesia. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Poin 1:  Kesabaran
Menghadapi konsumen di dunia social media yang karakter penggunanya sangat majemuk merupakan usaha yang membutuhkan kesabaran ekstra. Saat Anda kurang sabar memberikan tanggapan kepada konsumen yang memiliki keluhan atau saran, interaksi akan berubah masam dan membuat mereka berpikir berulang kali sebelum menghubungi Anda kembali. Hargai dengan memberikan respon positif, tak peduli sepahit apapun komentar yang disampaikan. Kesabaran juga diperlukan dalam menyampaikan informasi yang sama berulang kali. Banyak kasus yang jawabannya sama, tetapi dilontarkan pelanggan yang berbeda-beda. Anda tentu tidak mungkin menyuruh mereka mencari informasi sendiri. Mereka datang pada Anda untuk menemukan informasi itu dari pihak pertama. Jika solusi online tidak memungkinkan, mintalah konsumen mendatangi kantor cabang atau perwakilan terdekat.

Acer juga sering menghadapi keluhan dengan akar masalah yang sama setiap saat. Namun, Marketing Director Acer Group Indonesia Daniel Rustandi mengatakan bahwa kejadian keluhan produk yang tidak bekerja semestinya sering terjadi, padahal jika dirunut secara cermat, itu karena cara penggunaan yang kurang disarankan oleh produsen.

Poin 2: Edukasi
Alih-alih menjual dan berpromosi dengan terang-terangan sepanjang waktu, Acer menggunakan ide edukasi konsumen sehingga memberikan nilai tambah. Konten bernilai tambah dipublikasikan dalam blog dan disebarkan melalui akun jejaring sosialnya. Melalui blog dan jejaring sosial, Acer memberikan berbagai kiat dan saran untuk merawat produk yang berada di tangan konsumen.

Mendidik konsumen untuk lebih baik dalam merawat barang milik mereka juga secara tak langusng membuat keluhan kerusakan produk menjadi berkurang. Meskipun banyak informasi perawatan sudah tertera jelas dalam lembar manual, harus diakui tidak semua orang menyukai membaca lembaran tersebut. Konsumen cenderung lebih abai terhadap manual yang membosankan. Sementara di jejaring sosial, meski pada dasarnya informasi dan pesan yang disampaikan dsama dengan isi manual, para konsumen lebih cepat memahami karena sifatnya yang lebih menyenangkan, atraktif dan interaktif.

Poin3: Interaksi Dua Arah
Apa yang menjadi kelebihan Acer Indonesia ialah kemampuannya membangun komunikasi dua arah dalam dunia maya sehingga kedua belah pihak, produsen dan konsumen, menjadi lebih dekat dan akrab seperti teman. Dan untuk itu, Acer Indonesia menciptakan seorang tokoh fiktif bernama Dr. Acer yang digambarkan sebagai seorang pria berbaju putih dengan stetoskop yang piawai memecahkan segala masalah mengenai produk teknologi yang dijual oleh Acer. Dalam blog acerid.com, online personae inilah yang digunakan tim jejaring sosial Acer untuk berkomunikasi langsung dengan konsumen atau calon konsumen yang mengunjungi blog berwarna dominan hijau tersebut.

Poin 4: Komitmen
Hal yang paling abstrak namun perlu sekali ditunjukkan pada konsumen adalah tingkat komitmen yang perusahaan berikan pada mereka. Acer tidak cuma mengklaim secara sepihak bahwa ia sudah berkomitmen pada konsumen tetapi hal itu dibuktikan dalam pemberian produk yang berkualitas prima dan kemudahan akses layanan. Selain itu, Acer juga ingin lebih mendekatkan antara manusia dan teknologi. Dan yang tak kalah penting ialah keandalan layanan purnajual, yang bagi sebagian konsumen dengan pemikiran jangka panjang adalah aspek yang menentukan unggul tidaknya sebuah merek.

Poin 5: Fleksibilitas
Perusahaan besar sering kali hanya menyediakan satu atau dua kanal komunikasi saja, dan mereka cenderung abai terhadap media baru yang lebih digandrungi generasi muda. Padahal jika digunakan dengan benar, media baru (jejaring sosial)  bisa menjadi alat menjangkau lebih banyak calon konsumen dan konsumen.

Sebagai entrepreneur pemilik bisnis, sediakanlah sejumlah jalur komunikasi yang membuat konsumen lebih fleksibel dalam menjangkau bisnis Anda. Jangan cuma sediakan nomor telepon, atau alamat email yang mungkin jarang dibuka. Berikan nomor telepon dengan tarif lokal atau gratis jika mungkin, alamat email aktif yang dibuka setiap hari, blog perusahaan, akun Twitter, laman Facebook (berupa laman fans yang bisa di-like, bukan akun pribadi). (*AP)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/53-pelayanan-konsumen/18204-belajar-dari-kesuksesan-layanan-konsumen-acer-indonesia-via-internet.html

Tipe-tipe Manajer yang Patut Diketahui

Hits : 1819 PDF Cetak E-mail
Minggu, 01 Juli 2012 06:29
Untuk menganalisis tipe manajerial seseorang memang tidak mudah. Diperlukan kejelian karena cara berkomunikasi tiap orang berbeda. Akan tetapi jika Anda seorang pemilik bisnis, Anda perlu memiliki sebuah alat untuk membantu menemukan manajer yang tepat.

Berikut ini merupakan sejumlah tipe manajer. William Marstone menemukan sejumlah tipe manajer khas yang ditemui dalam dunia korporasi. Tidak ada yang buruk asalkan Anda mampu menempatkan mereka dalam posisi yang sesuai, dan memperbaiki kelemahan mereka jika memungkinkan.

Manajer Tipe D
Mereka memerlukan ruang untuk menunjukkan eksistensi diri. Mereka suka bergerak secara pro aktif, tanpa didorong. Manajer tipe ini suka merundingkan (tetapi tidak komplain) mengenai hal-hal yang mereka anggap tidak dilakukan dengan benar. Jika tak ditanggapi, manajer ini akan menjadi "perongrong".

Manajer Tipe S
Manajer jenis ini menyukai perilaku dan sikap kerja yang lebih tenang dan pasif. Mereka menunggu perintah atasan. Mereka hindari konflik dengan cara apapun sehingga cenderung membatasi input yang sebenarnya bisa memajukan perusahaan. Mereka memendam kenyataan pahit yang terjadi di lapangan. Namun, tipe S ini termasuk orang yang loyal pada perusahaan. Untuk memperbaiki ketertutupan mereka, Anda perlu mengajak bicara secara bertahap dan pribadi sehingga mereka dapat berbicara jujur dan terbuka lebih leluasa. Saat Anda sebagai pemilik bisnis menunjukkan ketulusan dalam berkomunikasi, tak mustahil mereka akan membuka diri dengan sendirinya.

Manajer Tipe I
Mereka ini tipe yang jarang berpikir pesimistis tentang perusahaan. Mereka selalu cerah dalam berpandangan. Kekurangan mereka ialah ketuntasan pekerjaan yang rendah. Disiplin dalam memenuhi tenggat waktu juga relatif rendah. Mereka lebih berpikir superficial sehingga suka menonjol dan menunjukkan penampilan yang baik di depan publik. Manajer tipe I juga dikenal lihai public speaking.

Manajer Tipe C
Manajer jenis C fokus pada penyelesaian pekerjaan dan ketelitian dalam bekerja. Mereka prosedural dan analitis sehingga sesuai ditempatkan di kantor. Namun, mereka cenderung antipati pada perubahan mendadak. Karenanya, Anda perlu memperkenalkan sesuatu yang baru pada mereka secara lebih bertahap.

Manajer tipe apa yang Anda perlukan dalam usaha Anda sekarang? Jangan sampai salah pilih karena itu menentukan kelancaran berbisnis juga. (*AP)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/18156-tipe-tipe-manajer-yang-patut-diketahui.html

Raup Untung dari Enaknya Cup Cake

Views :214 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 02 Juli 2012 09:45
cupcake0712Belakangan ini, cup cake semakin populer di Indonesia. Selain rasanya enak, kue mungil ini digemari karena bentuknya yang unik dan menggoda. Topping yang cantik dan kadang bergambar lucu membuat jenis penganan ini selalu diburu.

Tak heran jika para pelaku usaha ini mampu menangguk omzet hingga jutaan rupiah per bulan. Adalah Immameta Ratnaningtyas, salah seorang penggiat usaha cup cake berhias ini. Berawal dari hobinya melukis, sejak dua tahun lalu dia memulai bisnisnya. Dengan bertambahnya pesanan dari pelanggannya, usaha rumahan ini pun terus berkembang. “Saya tertarik karena saya hobi melukis akhirnya terjun di dunia ini,” kata dia, belum lama ini.

Pembuatan kue mungil ini diakuinya tidaklah mudah. Pasalnya, prosesnya dilakukan secara handmade alias langsung dengan tangan tanpa bantuan mesin. Belum lagi jika ingin membuat riasan yang rumit, sehingga diperlukan keahlian tersendiri. Butuh ketelitian yang tinggi dalam pembuatan kue unik tersebut. Karena pembuatannya cukup rumit inilah, Meta––panggilan akrab Immamteta, kerap membatasi pesanan. Dalam sebulan, dia hanya sanggup mengerjakan beberapa pesanan saja.

Dengan harga jual mulai Rp14.000–20.000 dan harga per paket sekitar Rp90.000–200.000, Meta mampu meraup omzet Rp10 juta per bulan. Jika saja dia mau menerima orderkan lebih banyak lagi, bukan tidak mungkin pendapatannya jauh di atas itu. Namun, dia bertekad lebih mengutamakan kualitas cup cake riasannya, ketimbang mengejar volume pesanan. “Saya mengerjakan semua pesanan tersebut sendiri, maka itu butuh ketelitian agar kepuasan konsumen terjamin,” ucapnya.

Aneka rasa cup cake yang diproduksi oleh Madjolie’s Kitchen itu terdiri atas berbagai macam rasa, antara lain vanila, cokelat, moka, stroberi, dan blueberry. Sementara aneka hiasannya mulai aneka macam logo klub sepak bola asing, nama-nama pemain bola asing, logo Indonesian Idol, logo American Idol, batik, dan kartun. Semuanya mampu ia rancang dengan cantik dan menggoda konsumen.

Menurut Meta, dalam proses pembuatannya, dasar kuenya dia buat dengan mencetak kue berbentuk mangkuk kecil yang sederhana. Dia baru memberikan sentuhan pada cup cake dengan aneka hiasan yang biasanya bersifat custom dan hand made. “Namun, rasa juga menjadi pertimbangan utama pelanggan,” ucap dia.

Adapun teknik menggambarnya dilakukan dengan menggunakan campuran gula halus dan putih telur. Peralatan yang digunakan dengan piping bag atau plastik segi tiga yang ujungnya sudah digunting. Menurutnya semakin sering membuat cup cake, keterampilan akan terasah dengan sendirinya. Pasalnya, sebelum membuat hiasan cup cake, pastikan sudah mendapatkan referensi desain terlebih dahulu. Kebanyakan desain hiasan cup cake yang dibuat Meta merupakan karakter tokoh kartun atau gambar artis terkenal seperti Justin Bieber.

Karena pesanan yang khusus inilah, konsumen yang memesan harus bersabar menunggu karena bentuk-bentuk kue tersebut tidak bisa langsung jadi dalam sekejap. “Apalagi jika pesanan untuk ulang tahun seminar dan lain-lain butuh waktu lagi,” katanya.

Meta tidak menyangkal apabila pembuatan kue yang dikemas dalam papercup ini membutuhkan kreativitas tinggi, sebab kue dibuat berdasarkan pesanan pelanggan.

Selain untuk acara ulang tahun, umumnya kue buatan Meta digunakan untuk suvenir, pesta perkawinan, baby one month, dan khitanan. Dia menambahkan, untuk bisa menampilkan desain kue yang menarik diperlukan imajinasi.

Demi hasil yang maksimal, Meta bahkan butuh waktu seharian penuh untuk menyiapkan cup cake pesanan pelanggannya. “Jadi cup cake yang dipesan untuk besok, terkadang sudah mulai dibuat satu hari sebelumnya,” tutur Meta. (*/Harian Seputar Indonesia)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/nasional/wanita/18190-raup-untung-dari-enaknya-cup-cake.html

Ini 5 Kesalahan Investor Pemula


Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Senin, 02/07/2012 09:59 WIB
 
Jakarta - Mempelajari sesuatu hal akan lebih mudah jika anda masih muda. Adanya kesalahan-kesalahan kecil dalam pembelajaran adalah hal yang wajar. Tapi, jika kesalahan ini berhubungan dengan uang, maka konsekuensinya akan besar.

Investor pemula yang biasanya masih muda tak hanya lebih mudah membuat kesalahan, tetapi juga mudah bangkit kembali dan mengambil hikmah dari kesalahannya di masa lalu. Akan tetapi, anda bisa jauh lebih sukses jika belajar dari kesalahan orang lain sambil menghindari kesalahan tersebut terjadi pada diri sendiri.

Seperti dikutip dari Investopedia, Senin (2/6/2012), berikut adalah kesalahan-kesalahan umum yang biasa dilakukan investor muda. Semoga kesalahan ini bisa memberi pengetahuan untuk anda sehingga bisa menghindari hal tersebut:

1. Menunda-nunda rencana berinvestasi

img
Menunda-nunda sesuatu bukanlah hal yang baik, terutama dalam hal berinvestasi karena situasi pasar sangat cepat berubah. Waktu yang sangat tepat untuk mulai berinvestasi sangatlah sulit ditentukan. Setelah banyak melakukan riset, biasanya ide dan waktu untuk mulai berinvestasi suka muncul begitu saja.

Anda harus lebih siap untuk bertindak sebelum situasi pasar berbalik, sehingga anda tidak perlu tergantung pada situasi pasar. Biasanya, karena minim pengalaman, investor muda kadang tidak percaya diri dengan keputusannya dalam berinvestasi. Semakin lama menunda investasi, biasanya dua hal ini terjadi pada investor muda:
- Keputusannya yang telat berujung pada harga yang lebih tinggi dari rata-rata. Contohnya pada investasi saham, saat harganya murah, investor muda biasanya ragu-ragu untuk membeli. Akan tetapi setelah harganya naik karena banyak orang membeli, si investor muda malah ikut-ikutan membeli. Padahal, dia akan lebih untung jika menjadi orang pertama yang membeli saham tersebut.
- Investor akan mencari pengganti investasinya yang terlanjut dibeli. Melihat contoh yang sebelumnya, setelah investor muda membeli saham di harga yang mahal. Dia akan langsung mencari saham lain yang dikiranya bisa naik seperti saham sebelumnya tanpa melakukan riset terlebih dahulu. Investor menjadi ketakutan ia akan 'ketinggalan kereta' seperti sebelumnya. Padahal, belum tentu saham tersebut kinerjanya akan lebih baik.

2. Berspekulasi daripada berinvestasi

img
Seorang muda punya banyak kesempatan berinvestasi dalam hidupnya. Usianya yang masih dini biasanya berpengaruh pada risiko yang bisa dia ambil. Jadi, investor muda lebih sering mengambil investasi berisiko tinggi tapi dengan imbal hasil yang tinggi pula.

Mengapa begini, karena jika investor muda kehilangan banyak uang, ia masih punya banyak waktu untuk memulai kembali investasi dari awal. Jadi, jangan habiskan waktu muda hanya untuk berspekulasi, tapi segeralah berinvestasi.

Spekulasi biasanya dilakukan investor muda karena minim informasi atau tidak mengerti benar mengenai instrumen investasinya. Yang memisahkan antara berspekulasi dan berjudi hanyalah garis tipis, karena keduanya dilakukan tanpa mengetahui hasil yang pasti. Ini berbahaya, karena banyak investor senior yang bisa memanfaatkan kebodohan para investor muda seperti ini.

Daripada harus berspekulasi atau berjudi, investor muda sebaiknya melakukan banyak riset, atau mencari perusahaan berisiko tinggi tapi dengan potensi pendapatan yang jauh lebih tinggi untuk jangka panjang. Manfaatkan masa muda untuk mengambil risiko, karena hasilnya akan sepadan.

Sisi negatif dari berspekulasi juga bisa membuat trauma pada investor muda yang secara langsung akan mempengaruhi pengambilan keputusannya untuk jangka panjang.

3. Terlalu banyak menghamburkan uang

img
Berinvestasi dalam jumlah banyak bisa menjadi pisau bermata dua. Saat yang tepat untuk berinvetasi dalam jumlah cukup banyak adalah masa muda. Seperti disinggung tadi, jika investor muda menderita kerugian, ia punya banyak waktu untuk bangkit dan mulai berinvestasi kembali. Akan tetapi, mirip dengan berspekulasi, terlalu banyak menghabiskan uang tanpa informasi bisa menghancurkan portofolio.

4. Tidak banyak bertanya

img
Jika pasar saham sedang turun, investor muda biasa optimistis akan segera membaik dalam waktu dekat, tapi yang terjadi biasanya sebaliknya. Salah satu faktor penting dalam mengambil keputusan di situasi seperti ini adalah bertanya 'mengapa' atau 'kenapa', jangan cuma diam saja. Investor muda harus bisa mempertahankan dan mempertanggungjawabkan portofolionya dengan baik.

Jangan malu atau gengsi meminta masukan dari investor senior karena mereka tahu lebih banyak mengenai apa yang terjadi di pasar. Jangan sampai investor muda mengambil keputusan yang buruk di tengah situasi pasar yang tak pasti.


5. Tidak berinvestasi

img
Seperti disebutkan sebelumnya, investor punya kelebihan untuk melihat imbal hasil tinggi di tengah tingginya risiko secara jangka panjang. Semakin muda, semakin jangka panjang kesempatan yang dimiliki, sehingga risiko yang tinggi bisa dilewati saat masih muda.

Kebiasan buruk anak muda juga biasanya kurang berpengalaman memegang uang. Mereka pikir uang tersebut harus dihabiskan saat itu juga, tanpa melihat jangka panjang. Menghambur-hamburkan uang tanpa memikirkan tabungan atau simpanan hari tua bisa merugikan diri sendiri.

Kesimpulan

img
Investor muda harus memanfaatkan masa mudanya untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya sambil mengambil risiko. Banyak belajar mengenai instrumen investasi sejak dini bisa banyak menolong anda dalam merancang portofolio yang solid. Memang ada banyak risiko menanti mereka yang masih hijau. Tapi, setidaknya risiko dan kesalahan-kesalahan tersebut bisa membantu investor muda mengukir pengalaman yang berharga.

 Sumber:
http://finance.detik.com/read/2012/07/02/095911/1955370/479/1/ini-5-kesalahan-investor-pemula


Inovasi Produk dan Jasa Jangan Ditunda


Senin, 2 Juli 2012 | 09:16 WIB
 

Pemimpin yang efektif dan inovatif justru pemimpin yang mengumpulkan orang-orang yang kritis dan siap memberi umpan balik dan masukan terhadap praktik-praktik perusahaan.
KOMPAS.com - Pelaku pencurian ikan di wilayah Indonesia bisa kita kejar, tangkap dan larang, karena nyata-nyata bisa dibuktikan. Namun, bagaimana dengan pencurian ide atau menjaga hal-hal yang bersifat tidak teraga seperti seni dan budaya, misalnya klaim tarian “mirip Tor-Tor”?
Dalam bisnis hiburan, kita kerap melihat lagu dan film ditiru habis-habisan, dibajak dan diperbanyak. Dengan semakin canggih dan murahnya perkembangan teknologi, kita memang makin sulit mengontrol dan menghukum pencurian ide serta pembajakan karya cipta. Perusahaan-perusahaan besar memang bisa bekerja sama dengan aparat untuk menangkap pencuri perangkat lunak.
Namun, bagaimana dengan musisi yang tidak punya modal untuk mempersenjatai diri mengejar pencuri idenya? Kita bisa prihatin bahwa buah pikiran dan hasil karya seolah tidak dihargai, namun apa yang bisa kita lakukan? Orisinalitas sudah tidak lagi menjadi satu-satunya kunci inovasi.

Seorang artis terkemuka yang sudah memproduksi sejumlah album mengatakan bahwa kini ia membiarkan musiknya dibajak. Ia bahkan menggratiskan orang untuk men-download karya musiknya melalui situs web yang dibangunnya dengan sengaja. Tidakkah ia sadar bahwa dirinya dirugikan? Musisi ini hanya menjawab singkat, “Inilah cara pemasaran yang baru, bukan dengan menjual CD nya lagi”.
Kita lihat bahwa cara pemasaran dan cara menjual hak cipta pun sekarang sudah berganti gaya. Perkembangan teknologi, ekonomi, diikuti dengan krisis sungguh memacu kita untuk berpikir keras mencari jalan keluar. Produk perangkat keras, semakin sulit bersaing dengan perangkat lunak. Sebaliknya, bila kita pandai mengemas nilai tambah, misalnya dengan membuat kemasan yang apik dari produk atau jasa yang kita hasilkan, keuntungan berlipat ganda bisa diraih tanpa menambah modal besar.
Kita memang musti berani berbeda, karena “differences” sangat penting untuk membuat produk dan jasa kita berharga tinggi, bahkan berlipat lipat. Tanpa inovasi terus-menerus, mustahil kita bisa unggul dalam bersaing.

Sikap rendah hati dan mendengar

Penelitian oleh Marshall School of Business, London Business School, University of Illinois, dan Northwestern University menemukan bahwa para pemimpin perusahaan sering merasa bahwa ialah yang terpandai dalam membuat keputusan, sehingga setiap ide inovasi harus melalui saringan satu kepala, yaitu si pemimpin. Padahal, hasil penelitian membuktikan bahwa pemimpin yang efektif dan inovatif justru pemimpin yang mengumpulkan orang-orang yang kritis dan siap memberi umpan balik dan masukan terhadap praktik-praktik perusahaan, lembaga atau negara.
Seorang pemimpin, tidak perlu mengeluarkan “power”-nya untuk menggerakkan inovasi. Sebaliknya, sikap rendah hati, penting dimiliki untuk menumbuhkan spirit inovasi. Secara logis kita bisa membayangkan bahwa di bawah tekanan, ide-ide cemerlang tidak bakal muncul. Suasana kritik-mengkritik yang positif, serta tantang-menantang ide perlu digalakkan. Kita bahkan perlu mengembangkan spirit “Jawaban belum tentu ada di pihak kita”, sehingga semangat mencari tahu, mendengar dari orang lain, terutama mendengarkan pelanggan, terus digalakkan.

Pelanggan sebagai sumber inspirasi
Bila kita mau jujur, seringkali kita takut berhadapan dengan pelanggan kita sendiri. Saat seorang nasabah superpenting mengkomplain jasa sebuah bank, para direksi bank tersebut mengatakan bahwa mereka merasa tidak punya kekuatan untuk bisa menghadapi nasabah tersebut. Ya, pelanggan penting memang perlu kita hormati. Servis yang kita berikan juga perlu konsisten dan stabil. Namun, kita tidak bisa melupakan bahwa pelanggan penting ini punya kebutuhan yang berkembang dari waktu ke waktu. Bisa jadi, ia mempunyai ide-ide yang membuka peluang bagi kita untuk berinovasi.
Kita memang harus selalu menumbuhkan keyakinan bahwa pelanggan adalah sumber inspirasi bagi kita, pemberi servisnya. Untuk bisnis yang baru mulai berjalan, keyakinan ini bisa mudah dipraktekkan. Namun, untuk perusahaan yang bisnisnya sudah besar dan sukses, ketakutan untuk bergerak dan berubah sesuai dengan keinginan pelanggan sering enggan dimulai. Meski hal ini sangat manusiawi, namun kita perlu sadar bahwa berdiam diri adalah sikap bunuh diri yang tidak bisa kita implementasikan. Perusahaan mempunyai pilihan untuk mendengar ide dan kebutuhan pelanggan, atau ditinggalkan pelanggan karena servis yang ada sudah tidak memadai lagi.

Berpikir riset
Era perang servis semakin kita rasakan. Kita tidak bisa menunda inovasi servis, baik itu dalam pengembangan produk, proses, juga terhadap “people” alias tim internal kita sendiri. Bila kita melakukan benchmark terhadap perusahaan dengan kualitas world-class, baik itu Google, Zappos, Southwest Airlines, kita akan melihat bahwa mereka selalu memikirkan inovasi untuk mengembangkan tim dan membuat orang-orang yang bekerja di perusahaan itu happy dan engaged. Bila kita serius untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas, kita tidak bisa lagi melihat inovasi sebagai sesuatu yang asing dan berjarak, namun harus kita adopsi sebagai bagian dari diri kita, mentalitas kita.

Inovasi yang baik sulit terjadi bila kita tidak mengasah mindset riset. Sudah waktunya pelaku servis mengembangkan sistematika berpikir, pembuatan prototype dan melakukan proses trial seperti halnya perusahaan yang membuat produk perangkat keras. Seluruh karyawan perlu didorong untuk senantiasa mencari tahu apa saja yang bisa meningkatkan servis. Tantangan ini bahkan bisa sekaligus meningkatkan kekompakan front office dan back office, karena kesamaan tujuan untuk memperbaiki servis pada pelanggan.
Prototip atau ide yang muncul dapat kita implementasikan dalam sebuah setting laboratorium, kita coba dan kita ukur dampaknya. Kegiatan prototyping ini perlu dilakukan dengan intensif, cepat, dan teliti, mengingat biaya bersaing yang semakin lama semakin ketat. Bila keterlibatan karyawan dan manajemen puncak dalam kegiatan riset ini sudah semakin meluas, maka perusahaan bisa melihat inovasi demi inovasi mengalir di seantero perusahaan. Bila ini terjadi, barulah kita bisa mengklaim diri sebagai perusahaan yang inovatif. Bayangkan saja, betapa makmurnya negara kita, bila ada cukup  50 persen perusahaan-perusahaan inovatif di Indonesia!
(Eileen Rachman/Sylvina Savitri, EXPERD Consultant)

http://female.kompas.com/read/2012/07/02/09160922/Inovasi.Produk.dan.Jasa.Jangan.Ditunda

5 Cara Jitu Datangkan Duit Via Internet

Views :256 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 02 Juli 2012 13:02
bisnis_online0412Kemajuan ilmu dan teknologi telah memudahkan manusia untuk merain apa yang mereka inginkan, termasuk kekayaan. Untuk memperoleh uang melalui kegiatan berbasis internet Anda harus menjadi agen pengubah.

Ketika Mark Zuckerberg meluncurkan Facebook, tidak ada yang mengira kekayaannya saat ini bernilai US$17,5 miliar.

Drew Houston, pendiri Dropbox menilai, uang bisa disimpan dalam aktivitas online. Tak heran, saat ini perusahaan online itu telah mengantongi pendapatan US$240 juta di 2011. Sementara Eric Lefkofsky melihat potensi yang sangat besar dari perusahaannya, Groupon. Tahun lalu, Lefkofsky tercatat di dalam daftar miliarder versi Forbes dengan kekayaan bersih sebesar US$2,9 miliar.

Masih banyak keuntungan-keuntungan yang bisa diraih melalui online. Berikut cara untuk meriah kekayaan melalui online.

1. Membuat video Pasangan Amy Heidemann dan Nick Noonan, membuat terobosan besar ketika keduanya membuat video musik dengan cover Chris Brown "Look At Me Now".  Saat ini video tersebut telah menghasilkan lebih dari 68 juta viewer sejak di-up load April 2011.

Bahkan selang sebulan, perusahaan label papan atas Epic Records menjalin kontrak jutaan dollar. Single "Brokenheart" dari debut album mereka, kini telah masuk kategori platinum.

Membuat video musik terbukti bukan hanya sebuah klip yang bisa menghasilkan uang. Jika Anda cukup beruntung, Anda bisa memvideokan anak Anda, atau hewan peliharaan Anda.

YouTube bisa menjadi mitra Anda dalam penggarapan iklan bersama dengan video klip Anda dengan sistem bagi hasil 50 persen.

2. Jual alat dan barangMungkin kita sudah tidak asing lagi dengan eBay, situs online yang dirancang untuk jual beli barang-barang. Tahukah Anda dengan memanfaatkan jaringan ini Anda bisa menjadi jutawan. Sophia Amoruso, pendiri toko pakaian online, Gal Nasty, memulai usahanya dengan menjual di eBay. Setelah usahanya berkembang, dia membuat website sendiri, Gal Nasty yang sekarang bernilai US$130 juta.

Saat ini, banyak pilihan menjual barang dagangan ritel melalui online. Etsy adalah sebuah situs yang memfokuskan jual beli kerajinan, sementara Zaarly lebih mengedepankan model.

3. Uangkan kreativitas AndaSebuah data memperkirakan, sekitar 375 miliar foto diambil setiap hari, sementara 72 jam dari video YouTube di-upload setiap menit. Tahukah Anda, bahwa Anda bisa menghasilkan uang dari gambar tersebut? Paya adalah sebuah situs baru T3Media yang memungkinkan pengguna untuk meng-upload dan menjual foto dan video Anda, termasuk Facebook, YouTube dan Vimeo.

Sementara eBay merupakan surga bagi fotografer.Jika Anda mengambil gambar menarik yang layak diberitakan, tidak menutup kemungkinan hal itu akan menjadi sumber iklan.

Gumroad adalah situs serupa yang memungkinkan pengguna untuk menjual sesuatu yang mereka ciptakan, baik itu lagu, program komputer atau buku. Pengguna memilih harga, sementara Gumroad hanya meminta  potongan 5 persen dari setiap penjualan.

4. Awali dengan membuat blogAnda bisa membuat situs yang akan menjadi platform Anda untuk menulis tentang musik, keuangan, fashion, atau apa pun minat Anda. Selanjutnya, Anda bisa membangun hubungan dengan pembaca, sekaligus menarik perhatian perusahaan yang ingin menginginkan situs Anda.

Pada tahun 2008, Johns Wu, pendiri Bankaholic.com, menjual situsnya kepada Bankrate, Inc senilai US$14,9 juta. adapun situs teknologi TechCrunch diakuisisi AOL pada 2010 sebesar US$ 30 juta. Hal ini membuat pendirinya, Michael Arrington, menjadi pria yang kaya raya.

Cara lain untuk menguangkan tulisan Anda, adalah menjual afiliasi program. Anda menempatkan link afiliasi  produk Anda di situs mereka. Setiap kali pengunjung membeli produk, otomatis akan mengklik link yang Anda miliki.

5. Sewakan barang-barang AndaJika Anda memiliki barang atau properti yang tidak produktif, Anda bisa menyewakannya dengan melalui online mulai adri rental mobil, rumah, apartemen dan produk lain. (Forbes/Pbw)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/178-bisnis-online/18198-5-cara-jitu-datangkan-duit-via-internet.html