Showing posts with label inovasi. Show all posts
Showing posts with label inovasi. Show all posts

Monday, November 12, 2012

Perusahaan 'mandeg', ketiadaan inovasi

KIAT MANAJEMEN: Perusahaan 'mandeg', ketiadaan inovasi

Compact_inovasi--antara "Emang enak...", begitu kata pelaku usaha industri makanan olahan berskala menengah yang saya temui beberapa hari lalu berkaitan dengan focus group discussion dalam rangka penumbuhkembangan perusahaan berskala besar baru.

Arrbey Innovation and Competitiveness Center membantu Kementerian Perindustrian untuk mendalami problematika yang dihadapi perusahaan industri berskala menengah agar dapat mengkonstruksi rekomendasi kebijakan dan program untuk menghasilkan perusahaan industri berskala besar baru.

Spontanitas komentar "emang enak" di atas merupakan cerminan menjadi perusahaan berskala menengah memang tidak mudah. Komentar "emang enak" bisa bermakna tidak mudah menjadikan perusahaan kecil agar menjadi menengah, tetapi lebih tepat ke pengertian bahwa menjaga eksistensi perusahaan menengah memang tidak mudah.

Bahasa 'terangnya' arti komentar "emang enak" kira-kira berarti bahwa  "banyak tidak enaknya menjadi perusahaan menengah". Kompleksitas permasalahan perusahaan berskala menengah memang lebih rumit dibandingkan perusahaan kecil.

Dari penelitian awal yang dilakukan, didapatkan anomali bahwa jumlah perusahaan besar yang ada di negara kita lebih banyak daripada jumlah perusahaan berskala menengah.

Selain aspek kompleksitas permasalahan perusahaan berskala menengah, perlu juga mendapat perhatian kategorisasi perusahaaan kelas menengah khususnya yang bergerak di industri manufaktur. Indikator perusahaan berskala menengah atau besar perlu disinkronkan dengan jenis usaha industri yang digeluti.   Bagi industri garmen yang relatif padat tenaga kerja  tentulah berbeda significant skalanya dengan perusahaan industri produsen permesinan yang padat modal meskipun keduanya menggunakan tenaga kerja dengan jumlah yang sama.

Setidaknya ada tiga ukuran utama untuk mengkategorikan perusahaan berskala mikro, kecil, menengah  dan besar yaitu omset, investasi fixed aset tanpa tanah dan bangunan dan jumlah tenaga kerja. Hanya saja mengingat komposisi skala perusahaan di Indonesia dan dalam rangka menghasilkan perusahaan sektor industri manufaktur berskala besar, dibutuhkan tambahan kategori skala usaha yaitu menengah besar.

Perusahaan berskala menengah besar merupakan perusahaan-perusahaan yang tidak lagi berada di kategori menengah mengacu pada definisi perusahaan berskala menengah di atas, tetapi perusahaan bersangkutan belum bisa disebut perusahaan 'besar beneran'. Untuk menghasilkan lebih banyak lagi perusahaan berskala besar baru, menumbuhkembangkan dan melakukan intervensi kebijakan pada perusahaan menengah besar merupakan 'short cut' yang reasonable.

Tentu saja untuk menjadikan perusahaan berskala menengah menjadi perusahaan besar perlu memperhatikan problematika yang selama ini mereka hadapi. Termasuk didalamnya memahami mengapa ada pimpinan perusahaan berskala menengah sampai merasa perlu berkeluh kesah "emang enak".

Dari berbagai pertemuan dengan perusahaan berskala menengah dan menengah besar, setidaknya ada lima kendala yang 'membelenggu' dan bila hal-hal tersebut bisa diselesaikan akan menjadikan perusahaan menengah dan menengah besar bisa segera menjadi besar yaitu:

1. Pola Pikir

Perusahaan menengah yang dibangun oleh pemiliknya dari sejak berskala kecil seringkali 'mewarisi' mindset yang 'nrimo' dan berpuas diri atas apa yang sudah dicapai. Bila pola pikir pendiri dan pemimpin perusahaan menengah tersebut masih seperti ini, maka sangat sulit diharapkan perusahaan bersangkutan bisa menjadi besar.  Untuk menjadikan perusahaan berskala besar dibutuhkan keinginan yang besar pula.

Untuk mendorong agar ada perubahan pola pikir pendiri dan pemimpin perusahaan sehingga mau membesarkan perusahaannya bisa dilakukan dengan program mindset development atau dilakukan alih generasi secara sistematis kepada 'pewaris' yang punya wawasan besar dan maju ke depan.

2. Pola Kepemimpinan

Memimpin perusahaan yang berskala semakin besar bisa diibaratkan mengendarai mobil balap Formula Satu  yang 'adu nyali' dan 'adu strategi' nya semakin mendebarkan. Dibutuhkan pemimpin berkualitas untuk memimpin perusahaan besar, yang punya kompetensi kepemimpinan termasuk keberanian untuk mengambil keputusan-keputusan besar.  Pemimpin perusahaan besar perlu punya pola kepemimpinan yang memadukan karakter kepribadiannya dengan kebutuhan organisasi dan lingkungan kompetisi bisnis.

Pemimpin bisnis jaman sekarang, apalagi pemimpin perusahaan besar, perlu punya corporate entrepreneurship yang militan sehingga selalu ada gairah menumbuhkembangkan bisnis baru dalam rangka menjadikan perusahaan yang dipimpinnya semakin besar.

3. Pola Kelola

Ketika perusahaan masih berskala kecil; pendiri merangkap sebagai pemilik, direktur, manajer, supervisor, kasir, penjual dan pemberi layanan konsumen dan 'seabreg' fungsi bisnis lainnya.  Ketika perusahaan menjadi berskala menengah dan besar, kesemua 'hobi' tadi tidak mungkin dilakukan sendiri oleh pendiri. Dibutuhkan pola kelola yang lebih sistematis ketika perusahaan menjadi berskala besar.

Mengelola perusahaan besar membutuhkan pola yang lebih teratur dibandingkan perusahaan yang masih kecil.  Perencanaan yang tadinya tidak terlalu penting, menjadi semakin berperan strategis ketika perusahaan berskala besar. Rapat dan rapat lagi menjadi rutinitas yang perlu disediakan waktu dan juga dimanajemeni dengan baik sehingga bisa berlangsung efektif dan efisien.

4. Pola Investasi

Salah satu indikator perusahaan menjadi berskala lebih besar tergambar dari pertambahan asetnya. Tentu saja pertambahan aset membutuhkan penambahan investasi.

Investasi perusahaan besar perlu ditata dan diramu dengan baik agar menghasilkan bauran stakeholder value yang semakin bertambah dan berkelanjutan.  Untuk mendorong investasi baru, pemerintah bisa menyediakan fasilitasi melalui penyediaan fasilitas kredit, pajak, bunga dan fasilitas lainnya.

5. Pola Inovasi

Faktor utama yang membuat perusahaan 'mandeg' di skala menengah adalah ketiadaan inovasi. Perusahaan, merek, produk, strategi dan program perlu disegarkan dari waktu ke waktu. Inovasi menjadi kunci menggerakkan semua hal diatas.

Dari penelusuran terhadap perusahaan berskala menengah dan besar, ditemukan adanya pola umum terkait dengan inovasi.  Inovasi bisa bersifat proaktif dan reaktif. Kedua pola inovasi di atas merupakan hal yang baik dan sebaiknya dikombinasikan sehingga mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih baik dan berkelanjutan.

Kalau problematika dan sekaligus solusi untuk menjadikan perusahaan menengah dan khususnya menengah besar Indonesia tersebut di atas bisa ditangani dengan baik maka kita boleh berharap akan lahirnya perusahaan-perusahaan berskala besar baru di masa mendatang.  Inilah eranya menjadikan perusahaan berskala menengah menjadi besar.  Inilah saatnya merasakan "enaknya menjadi perusahaan menengah besar". (msb)


*Chief Strategy Consultant ARRBEY

http://www.bisnis.com/articles/kiat-manajemen-perusahaan-mandeg-ketiadaan-inovasi

Thursday, October 18, 2012

Pemimpin berkualitas dorong inovasi

KIAT MANAJEMEN:

Compact_leadership-wima.ac.id
---- Pemimpin yang berkualitas harus memiliki motivasi sebagai mesin penggerak yang orang-orang yang berada di sekitarnya--

Sosok pemimpin yang berhasil dalan menjalankan kepemimpinannya dipengaruhi oleh banyak hal. Salah satunya adalah kualitas dalam memimpin. Kualitas yang dimaksud tidak hanya terkait dengan bentuk kewajiban pada pekerjaannya. Akan tetapi kualitas yang menunjuk pada karakter dan kepribadiannya.

Tidak mudah untuk menjadikan hal tersebut hingga terwujud dalam bentuk perilaku dari seorang pemimpin. Perlu proses panjang bagi seorang pemimpin agar dapat memimpin secara bijak dan adil hingga kualitasnya tidak hanya dilihat tetapi juga dirasakan oleh orang-orang yang di dekatnya.

Saat ini Indonesia sedang mengalami krisis pemimpin yang berkualitas. Begitu menonjolnya sosok-sosok pemimpin yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongannya saja. Sehingga mereka tidak mampu mencerminkan dan menampilkan sosok yang berkualitas.

Padahal dalam kepemimpinan kualitas pemimpin merupakan pondasi utama. Dan sangat perlu seorang pemimpin untuk bertindak agar dapat dilihat dan dirasakan bahwa memang ‘dia’ ada di saat-saat dibutuhkan. Namun, kenyataannya seringkali pemimpin yang katanya ‘ada’ tetapi tanpa kualitas yang seharusnya dimiliki pemimpin.

Seorang pemimpin idealnya mampu menyeimbangkan antara sifat, perilaku, kemampuan, pola pikir dan kinerjanya. Keutuhan dari banyak hal itulah yang merefleksikan kualitas dari kepemimpinannya.

Eric Paff (2007) menyatakan bahwa leadership is a choice not position. Menjadi pemimpin yang berkualitas adalah pilihan. Oleh karena itu pemimpin juga memilih dengan cara apa dan bagaimana dia akan mewujudkan dan menunjukkan kualitas dalam kepemimpinannya.

Salah satu hal penting adalah peningkatan performa pemimpin. Performa yang ditunjukkan akan mampu merangsang peningkatan kepuasan kerja bagi orang-orang yang dipimpinnya. Jika keduanya selaras dan seirama maka kualitas yang baik tidak hanya ada pada pemimpin, tetapi akan mempunyai efek pada bawahannya hingga akhirnya mampu membentuk citra positif institusinya.

Jadi, untuk meraih itu semua memang faktor utama ada pada pemimpinnya. Pemimpinlah yang mengarahkan kemana orang-orang yang dipimpinnya akan dibawa. Denis Leonard dalam tulisannya berjudul Quality Leadership mengungkapkan kepemimpinan yang berkualitas adalah jika seorang pemimpin menerapkan prinsip-prinsip tentang kualitas pemimpin.

Prinsip tersebut adalah bahwa seorang pemimpin sebagai basis untuk mengarahkan, memberikan kekuatan dan mendukung dengan keteraturan pada orang-orang yang dipimpin sehingga akan berdampak sangat baik bagi karyawan hingga organisasi.

Selain itu, juga kualitas dalam kempimimpinan menekankan pentingnya menciptakan kekuatan pada lingkungan dengan kepercayaan, keterbukaan dan komunikasi yang jujur (Feigenbaum, 2007).

Terkait dengan nilai-nilai yang terkandung dalam kualitas pemimpin, maka kiranya perlu untuk mengembangkan nilair-nilai tersebut tidak hanya dalam kepemimpinnya tetapi juga dalam perilaku kesehariannya. Terdapat beberapa ciri kualitas yang diharapkan mampu untuk dimiliki pemimpin agar dapat mengelola tanggung jawab yang diembankan kepadanya.

Pemimpin diwajibkan  memiliki dorongan (drive) yang kuat untuk terus memajukan institusi yang dipimpinnya. Dorongan yang dimiliki seorang pemimpin akan memberikan pengaruh kuat bagi orang-orang yang dipimpinnya. Dorongan itu tentulah dorongan yang memunculkan energi positif dan memengaruhi kinerja dirinya sebagai pemimpin dan lingkungannya.

Pemimpin yang berkualitas memiliki motivasi (motivation). Motivasi seorang pemimpin dapat diibaratkan sebagai suatu mesin penggerak yang mampu menggerakkan orang-orang yang berada di sekitarnya agar membuat mereka bersemangat dan berenergi.

Memotivasi baik dirinya sendiri maupun orang-orang yang dipimpinnya akan membantu pemimpin untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif dan terarah. Pemimpin perlu untuk mengajarkan agar orang-orang yang dipimpinnya termotivasi bahwa pentingnya bekerja dengan tim untuk mewujudkan tujuan dari institusi yang dipimpinnya. Agar dapat tercapai apa yang diinginkan maka pemimpin perlu untuk berperan sebagai pelatih dan pembimbing.

Kualitas lain pemimpin sebagai kunci sukses adalah pemimpin yang memiliki kejujuran (honesty) dan memiliki integritas (integrity).  Pepatah “kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana” memiliki nilai yang sangat mendalam. Artinya bahwa sosok pemimpin yang memiliki kualitas kejujuran telah memberikan suatu hal yang nilainya sangat tinggi.

Integritas dari seorang pemimpin akan menentukan kualitas kepemimpinannya. Bila pemimpin tidak menunjukkan kesesuaian antara apa yang dikatakannya dengan perilaku yang ditunjukkannya, maka akan menimbulkan distrust atau ketidakpercayaan dari orang-orang yang bekerja sama dengannya. Ini akan mengurangi kualitasnya sebagai pemimpin.

Kepemimpinan seorang yang berkualitas akan terlihat dari kemampuan kognitifnya (cognitive ability). Hal ini penting karena dengan kemampuan kognitifnya seorang pemimpin akan mampu mengatur strategi yang akan dijalankannya, mengantisipasi hal-hal yang mungkin dapat terjadi dengan institusinya.

Kemampuan koginitifnya akan mampu membawanya untuk melihat visi ke depan agar orang-orang yang dipimpinnya dapat tumbuh dan berkembang. Semua itu tentunya akan membantu pemimpin menuju visi dan memajukan institusi yang dipimpinnya.

Pemimpin juga perlu untuk memberikan kesempatan orang-orang yang dipimpinnya untuk juga belajar dan mengembangkan dirinya melalui aktivitas-aktivitas yang mengasah kemampuan kognitifnya. Hal ini penting agar mereka juga memiliki kemampuan kognitif yang kelak dapat memberikan benefit bagi institusi yang dipimpinnya.

Seorang pemimpin juga dituntut untuk mampu mengelola tanggung jawabnya untuk terus mengembangkan dan meningkatkan prestasi perusahaannya dan kinerja orang-orang yang dipimpinnya. Untuk itu pemimpin yang berkualitas akan terus peka dengan perkembangan ekonomi dan bisnis yang dapat memengaruhi institusinya atau perusahaannya.

Bila pemimpin memiliki pengetahuan dan juga insting dalam melakukan bisnis, maka institusi yang dipimpinnya akan maju dan berkembang serta mampu berkompetisi atau bersaing dengan institusi-institusi lain.

Untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita institusi, pemimpin perlu untuk meresapi, memahami dan melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Selain itu, pemimpin yang berkualitas akan menciptakan suasana yang mampu mendorong orang-orang yang dipimpinnya berpartisipasi dan ber-inovasi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagai pemimpin dirinya adalah sosok pribadi yang berkualitas dan memberikan dampak positif pada orang-orang yang ada di sekitarnya. (Foto:Wima.ac.id) (msb)

*Dosen Psikologi Universitas Paramadina Jakarta

http://www.bisnis.com/articles/kiat-manajemen-pemimpin-berkualitas-dorong-inovasi

Sunday, September 2, 2012

Terhindar dari Inovasi yang Irasional


Hits : 587 PDF Cetak E-mail
Sabtu, 01 September 2012 00:00
inovatif0212
Jika membicarakan tentang inovasi, irasionalitas bisa berubah menjadi anugerah tak terkira. Banyak keputusan besar yang berawal dari orang yang mengambil risiko yang sama sekali tak masuk akal bagi masyarakat saat itu. Namun irasionalitas juga bisa membutakan para penghasil inovasi dari adanya masalah yang nyata.

Berikut merupakan 3 cara untuk mencari alasan yang tepat:
  • Temukan orang yang mau mengingatkan: Carilah orang di sekitar kita yang bisa menemukan titik lemah dalam pemikiran Anda dan tunjukkan kelemahan itu saat Anda mencoba berpikir terlalu irasional yang membahayakan diri Anda sendiri.
  • Uji hipotesis: Ubah proklamasi Anda menjadi eksperimen, Gunakan hipotesisi itu untuk menyeimbangkan logika dan pemikiran Anda.
  • Buatlah sumber daya menjadi langka: Banyak waktu, uang atau sumber daya manusia semestinya mempercepat inovasi, tetapi sering akibatnya malah sebaliknya. Tetapkan tenggat waktu lebih awal, batasi pendanaan secara sadar, dan jagalah agar tim selalu ramping dan efisien untuk menguji ide Anda sebelum Anda terlalu jauh melangkah. (*/AP)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/19573-terhindar-dari-inovasi-yang-irasional.html

Monday, July 2, 2012

Inovasi Produk dan Jasa Jangan Ditunda


Senin, 2 Juli 2012 | 09:16 WIB
 

Pemimpin yang efektif dan inovatif justru pemimpin yang mengumpulkan orang-orang yang kritis dan siap memberi umpan balik dan masukan terhadap praktik-praktik perusahaan.
KOMPAS.com - Pelaku pencurian ikan di wilayah Indonesia bisa kita kejar, tangkap dan larang, karena nyata-nyata bisa dibuktikan. Namun, bagaimana dengan pencurian ide atau menjaga hal-hal yang bersifat tidak teraga seperti seni dan budaya, misalnya klaim tarian “mirip Tor-Tor”?
Dalam bisnis hiburan, kita kerap melihat lagu dan film ditiru habis-habisan, dibajak dan diperbanyak. Dengan semakin canggih dan murahnya perkembangan teknologi, kita memang makin sulit mengontrol dan menghukum pencurian ide serta pembajakan karya cipta. Perusahaan-perusahaan besar memang bisa bekerja sama dengan aparat untuk menangkap pencuri perangkat lunak.
Namun, bagaimana dengan musisi yang tidak punya modal untuk mempersenjatai diri mengejar pencuri idenya? Kita bisa prihatin bahwa buah pikiran dan hasil karya seolah tidak dihargai, namun apa yang bisa kita lakukan? Orisinalitas sudah tidak lagi menjadi satu-satunya kunci inovasi.

Seorang artis terkemuka yang sudah memproduksi sejumlah album mengatakan bahwa kini ia membiarkan musiknya dibajak. Ia bahkan menggratiskan orang untuk men-download karya musiknya melalui situs web yang dibangunnya dengan sengaja. Tidakkah ia sadar bahwa dirinya dirugikan? Musisi ini hanya menjawab singkat, “Inilah cara pemasaran yang baru, bukan dengan menjual CD nya lagi”.
Kita lihat bahwa cara pemasaran dan cara menjual hak cipta pun sekarang sudah berganti gaya. Perkembangan teknologi, ekonomi, diikuti dengan krisis sungguh memacu kita untuk berpikir keras mencari jalan keluar. Produk perangkat keras, semakin sulit bersaing dengan perangkat lunak. Sebaliknya, bila kita pandai mengemas nilai tambah, misalnya dengan membuat kemasan yang apik dari produk atau jasa yang kita hasilkan, keuntungan berlipat ganda bisa diraih tanpa menambah modal besar.
Kita memang musti berani berbeda, karena “differences” sangat penting untuk membuat produk dan jasa kita berharga tinggi, bahkan berlipat lipat. Tanpa inovasi terus-menerus, mustahil kita bisa unggul dalam bersaing.

Sikap rendah hati dan mendengar

Penelitian oleh Marshall School of Business, London Business School, University of Illinois, dan Northwestern University menemukan bahwa para pemimpin perusahaan sering merasa bahwa ialah yang terpandai dalam membuat keputusan, sehingga setiap ide inovasi harus melalui saringan satu kepala, yaitu si pemimpin. Padahal, hasil penelitian membuktikan bahwa pemimpin yang efektif dan inovatif justru pemimpin yang mengumpulkan orang-orang yang kritis dan siap memberi umpan balik dan masukan terhadap praktik-praktik perusahaan, lembaga atau negara.
Seorang pemimpin, tidak perlu mengeluarkan “power”-nya untuk menggerakkan inovasi. Sebaliknya, sikap rendah hati, penting dimiliki untuk menumbuhkan spirit inovasi. Secara logis kita bisa membayangkan bahwa di bawah tekanan, ide-ide cemerlang tidak bakal muncul. Suasana kritik-mengkritik yang positif, serta tantang-menantang ide perlu digalakkan. Kita bahkan perlu mengembangkan spirit “Jawaban belum tentu ada di pihak kita”, sehingga semangat mencari tahu, mendengar dari orang lain, terutama mendengarkan pelanggan, terus digalakkan.

Pelanggan sebagai sumber inspirasi
Bila kita mau jujur, seringkali kita takut berhadapan dengan pelanggan kita sendiri. Saat seorang nasabah superpenting mengkomplain jasa sebuah bank, para direksi bank tersebut mengatakan bahwa mereka merasa tidak punya kekuatan untuk bisa menghadapi nasabah tersebut. Ya, pelanggan penting memang perlu kita hormati. Servis yang kita berikan juga perlu konsisten dan stabil. Namun, kita tidak bisa melupakan bahwa pelanggan penting ini punya kebutuhan yang berkembang dari waktu ke waktu. Bisa jadi, ia mempunyai ide-ide yang membuka peluang bagi kita untuk berinovasi.
Kita memang harus selalu menumbuhkan keyakinan bahwa pelanggan adalah sumber inspirasi bagi kita, pemberi servisnya. Untuk bisnis yang baru mulai berjalan, keyakinan ini bisa mudah dipraktekkan. Namun, untuk perusahaan yang bisnisnya sudah besar dan sukses, ketakutan untuk bergerak dan berubah sesuai dengan keinginan pelanggan sering enggan dimulai. Meski hal ini sangat manusiawi, namun kita perlu sadar bahwa berdiam diri adalah sikap bunuh diri yang tidak bisa kita implementasikan. Perusahaan mempunyai pilihan untuk mendengar ide dan kebutuhan pelanggan, atau ditinggalkan pelanggan karena servis yang ada sudah tidak memadai lagi.

Berpikir riset
Era perang servis semakin kita rasakan. Kita tidak bisa menunda inovasi servis, baik itu dalam pengembangan produk, proses, juga terhadap “people” alias tim internal kita sendiri. Bila kita melakukan benchmark terhadap perusahaan dengan kualitas world-class, baik itu Google, Zappos, Southwest Airlines, kita akan melihat bahwa mereka selalu memikirkan inovasi untuk mengembangkan tim dan membuat orang-orang yang bekerja di perusahaan itu happy dan engaged. Bila kita serius untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas, kita tidak bisa lagi melihat inovasi sebagai sesuatu yang asing dan berjarak, namun harus kita adopsi sebagai bagian dari diri kita, mentalitas kita.

Inovasi yang baik sulit terjadi bila kita tidak mengasah mindset riset. Sudah waktunya pelaku servis mengembangkan sistematika berpikir, pembuatan prototype dan melakukan proses trial seperti halnya perusahaan yang membuat produk perangkat keras. Seluruh karyawan perlu didorong untuk senantiasa mencari tahu apa saja yang bisa meningkatkan servis. Tantangan ini bahkan bisa sekaligus meningkatkan kekompakan front office dan back office, karena kesamaan tujuan untuk memperbaiki servis pada pelanggan.
Prototip atau ide yang muncul dapat kita implementasikan dalam sebuah setting laboratorium, kita coba dan kita ukur dampaknya. Kegiatan prototyping ini perlu dilakukan dengan intensif, cepat, dan teliti, mengingat biaya bersaing yang semakin lama semakin ketat. Bila keterlibatan karyawan dan manajemen puncak dalam kegiatan riset ini sudah semakin meluas, maka perusahaan bisa melihat inovasi demi inovasi mengalir di seantero perusahaan. Bila ini terjadi, barulah kita bisa mengklaim diri sebagai perusahaan yang inovatif. Bayangkan saja, betapa makmurnya negara kita, bila ada cukup  50 persen perusahaan-perusahaan inovatif di Indonesia!
(Eileen Rachman/Sylvina Savitri, EXPERD Consultant)

http://female.kompas.com/read/2012/07/02/09160922/Inovasi.Produk.dan.Jasa.Jangan.Ditunda

Thursday, June 28, 2012

Resep Berinovasi dari Entrepreneur Dunia

Views :342 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 28 Juni 2012 09:17
inovatif0612Banyak yang menganggap inovasi merupakan kunci kesuksesan dalam entrepreneurship. Benarkah demikian? Ataukah ada faktor lain yang menunjang keberhasilan entrepreneur dalam berinovasi kala menjalani roda usahanya? Untuk mengetahuinya, simak kisah sukses beberapa entrepreneur dalam berinovasi seperti kami sarikan dari BBC:

Sarah KaramBagi Sarah Karam, 26 tahun, inovasi memang memegang kunci paling vital dalam membentuk kesuksesan seorang entrepreneur. Namun, pengusaha perempuan asal Lebanon yang berkecimpung dalam dunia usaha situs daily-deal di kawasan Timur Tengah ini juga menganggap bahwa entrepreneur harus mempunyai kemampuan menangkap kebutuhan konsumen dalam berinovasi sebelum hal itu dilakukan oleh orang lain.

Karam juga menambahkan, permasalahan klasik yang kerap muncul dalam dunia usaha adalah banyaknya calon entrepreneur dengan segudang ide kreatif dan inovatif tapi tak memiliki keberanian untuk terjun berwirausaha. Karenanya, Karam menyarankan bila seseorang mempunyai ide brilian untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan patut untuk dikembangkan dalam dunia usaha sebagai sebuah bisnis yang inovatif, segera wujudkan. Hal inilah yang turut membuat Karam sukses mengelola GoNabit, situs daily-deal pertama di area Timur Tengah.

Sam PitrodaHampir sama dengan Karam, Sam Pitroda juga menerapkan hal serupa dalam menjalani bisnisnya. Pelopor bisnis telekomunikasi India itu menegaskan kemampuan membaca kebutuhan market sangat penting. Sepanjang dedikasinya dalam berbisnis, dirinya senantiasa melirik segmen menengah ke bawah yang dianggapnya benar-benar membutuhkan inovasi dalam pemecahan masalah serta pemenuhan kebutuhan hidupnya. Baginya, inovasi yang terlihat sederhana akan memberi dampak luar biasa bagi masyarakat yang hidup pas-pasan atau bahkan berada di bawah garis kemiskinan.

Cezar Salazar

Cesar Salazar, 27 tahun, membangun perusahaan pertamanya kala dirinya masih menempuh pendidikan di Swedia. Baginya, keterbatasan sumber daya alam serta pasar yang luas mendorong terciptanya inovasi. Ia memberi contoh Swedia. Menurut penilaiannya, Swedia termasuk negeri yang memberi penghargaan tinggi terhadap ide kreatif nan inovatif.

Berkat hal itu, negara bersumber daya alam minim serta berpenduduk sekitar 9 juta jiwa ini tampil sebagai negara yang sukses menelurkan brand-brand ternama di dunia. Keterbatasan sumber daya alam tak melulu menjadi penghambat kemajuan suatu bangsa. Hal itu bisa disiasati dengan menjual ide inovatif berharga relatif jauh lebih mahal.

Belajar dari Swedia, Salazar kemudian berinovasi mendirikan Mexican VC, usaha di bidang pembiayaan serta mentoring pertama bagi internet start-up khusus entrepreneur berdarah Meksiko di daerah Silicon Valley, California, AS. Sebagai bentuk penghargaan pada impian serta ide kreatif start-up Meksiko yang kebanyakan mengalami keterbatasan dana, Salazar menyediakan finansial dan jasa mentoring.

John Maeda

Bagi John Maeda, inovasi takkan bisa lepas dari eksperimen serta kegagalan. Desainer grafis sekaligus pakar komputer yang mendirikan Rhode Island School of Design ini beranggapan entrepreneur harus siap gagal, sebab dengan kegagalan itu dia telah membuktikan eksperimennya. Kegagalan juga dapat memotivasi entrepreneur untuk terus dan terus bereksperimen hingga pada akhirnya eksperimen tersebut berhasil membuahkan suatu produk berkualitas.

Pemikiran kreatif juga menjadi dasar dalam berinovasi. Hal ini bisa dipupuk sejak dini dengan mengembangkan imajinasi. Maeda memberi contoh, dirinya paling suka melihat hasil gambar yang dibuat oleh anak-anak seperti misalnya gambar kuda berkaki 18 yang diberi warna ungu. Gambar itu merupakan bukti imajinasi anak yang masih murni dan bisa dijadikan aset besar untuk dikembangkan guna kesuksesannya di kemudian hari. (*/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/18072-resep-berinovasi-dari-entrepreneur-dunia.html

Monday, May 7, 2012

Hendardji Bisa 'Sulap' Sampah Jadi Uang

Hendardji Bisa 'Sulap' Sampah Jadi Uang
Fabian Januarius Kuwado | Hertanto Soebijoto | Senin, 7 Mei 2012 | 11:44 WIB

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Hendardji Soepandji

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelolaan sampah merupakan salah satu permasalahan bagi warga Jakarta. Selain berhubungan dengan kenyamanan dan kebersihan ruang publik, sampah pun bisa mengakibatkan penyakit bagi manusia. Oleh sebab itulah pengelolaan sampah jadi PR bagi calon pemimpin Ibu Kota.
Bakal calon gubernur DKI Jakarta jalur independen, Hendardji Soeapandji memaparkan tiga hal yang menyebabkan tingginya volume sampah di Ibu Kota yang tak kunjung usai. "Pertama, Perda tentang sampah yang tidak efektif dikarenakan tidak memuat sanksi hukum. Kedua, jumlah sampah yang berbanding lurus dengan pertambahan penduduk yang tidak diiringi pelayanan yang baik dari pemerintah. Dan ketiga, jumlah tempat sampah yang kurang di Jakarta," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (6/5/2012).
Dia mengatakan, jika tata kelola sampah di Jakarta dilakukan dengan manajemen yang baik, sampah-sampah tersebut bisa 'disulap' menjadi uang. Jika dia terpilih untuk memimpin Jakarta, Hendardji pun berencana melakukan kerjasama dengan pihak swasta dan melakukan pemberdayaan masyarakat untuk permasalahan yang satu ini.
"Kalau dikelola dengan baik, bagaikan sulap saja, sampah bisa jadi uang, jadi pupuk misalnya, dan sampah juga bisa menjadi sumber energi listrik. Sampah organik bisa diproses jadi pupuk, nah yang nonorganik bisa didaur ulang, kan bisa jadi industri yang menguntungkan," ujarnya.
Jakarta merupakan kota penghasil sampah terbesar. Per hari, sebanyak 6.500 ton dihasilkan oleh aktivitas warga Jakarta. Untuk itu, idealnya setiap RT di Jakarta memiliki Tempat Pembuangan Sementara (TPS) untuk sampah organik dan non organik.
"Jika ada 13.000 RT di Jakarta, maka seharusnya terdapat 26.000 tempat sampah. Pengelolaan sampah dari hulu ke hilir harus dimulai dari rumah tangga dengan memisahkan sampah organik dan anorganik," kata Hendardji.
Tak berhenti hingga disitu, dia pun berencana untuk membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di setiap wilayah di Jakarta. Menurut Hendardji, setelah setiap RT memiliki TPS, maka tiap satu jam sekali kendaraan pengangkut sampah mengambil sampah agar tidak menumpuk dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi warga.
Setelah semua mekanisme tersebut berjalan, program merangsang warga untuk meningkatkan kebersihan lingkungan pun dilakukan. "Bagi warga yang rumahnya paling bersih sesuai dengan sosialisasi dari pemerintah, maka akan dapat hadiah," katanya, namun Hendardji tidak menyebutkan jenis hadiah yang akan diberikan.
Sumber:
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/05/07/11442383/Hendardji.Bisa.Sulap.Sampah.Jadi.Uang

Kini, Daun Cengkeh Kering Diolah Jadi Minyak

BULUKUMBA
Kini, Daun Cengkeh Kering Diolah Jadi Minyak
Rini Putri | Glori K. Wadrianto | Senin, 7 Mei 2012 | 13:02 WIB

KOMPAS.com/RINI PUTRI Seorang ibu mengumpulkan daun cengkeh yang sudah kering kedalam karung untuk dijual kepengumpul yang siap diolah menjadi minyak. 
 
BULUKUMBA, KOMPAS.com - Cengkeh, merupakan komoditas yang selama ini menjadi salah satu andalan bagai sejumlah petani di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, terutama di saat musim buah. Tidak hanya buah cengkeh yang laku dijual, namun daun buah pun sangat banyak peminatnya.

Untuk daun cengkeh, terutama yang telah tua dan gugur biasanya hanya akan terbuang begitu saja di bawah pohonnya. Malah oleh pemiliknya dianggap sebagai sampah yang mengganggu keindahan dan kebersihan saja. Sehingga selama ini daun cengkeh tersebut dibuang atau dibakar agar kebun cengkeh mereka tetap bersih.

Namun, dalam enam bulan terakhir ini, daun cengkeh yang telah menguning dan berguguran ke tanah dicari dan dikumpulkan warga. Sebab, daun-daun cengkeh tua tersebut sudah menjadi barang yang sangat berharga, sehingga tidak lagi dianggap sampah.

Mereka rela mengumpulkan satu persatu daun cengkeh yang berserakan di bawah pohonnya, karena ternyata saat ini banyak pedagang yang mau membeli daun cengkeh tersebut dengan harga berkisar Rp 500 per kilo. Demikian dikatakan Asmi, salah satu pemilik kebun cengkeh di Bulukumba, Minggu (6/5/2012).

Daun cengkeh tua, tenyata dapat di produksi untuk mendapatkan minyaknya yaitu minyak daun cengkeh (clove leaf oil) dengan cara proses penyulingan seperti yang dilakukan oleh sejumlah warga di Desa Bonto Bontoa, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba.

Demi menghasilkan minyak cengkeh, mereka hanya membutuhkan peralatan yang terbilang sederhana yaitu berupa tungku perapian, yang di atasnya terdapat sebuah ketel berukuran satu ton, serta pipa-pipa yang berguna untuk menyalurkan uap minyak yang dihasilkan dari penyulingan.

Biasanya, kata Ambo Endre, salah satu pekerja pabrik penyulingan, pemilik penyulingan mengupah setiap pekerjanya Rp 10.000 untuk satu kilogram minyak yang dihasilkan. Minyak cengkeh tersebut lantas dijual ke pada para agen, dengan harga Rp 60 hingga Rp 70 ribu per kilo.

"Minyak daun cengkeh ini memiliki kegunaan yang cukup beragam, tidak hanya untuk minyak urut, namun juga untuk kosmetik, bahan makanan dan minuman, parfum, farmasi, malah sebagai bahan peledak dan minyak pesawat ulang alik. Sehingga tidak heran minyak daun cengkeh tersebut juga dijadikan sebagai barang ekspor dengan harga yang cenderung stabil," jelas Ambo di sela-sela kesibukannya mengolah daun cengkeh.

Selain untuk membuat minyak dan pengganti kayu bakar, lanjut Ambo, bekas hasil sisa hasil pembakaran daun cengkeh ini juga bisa digunakan sebagai kompos, sehingga tidak ada daun yang dibuang.

Sumber:
http://regional.kompas.com/read/2012/05/07/13024933/Kini..Daun.Cengkeh.Kering.Diolah.Jadi.Minyak

Sunday, April 8, 2012

Ubah Kegusaran Jadi Inovasi

Views :254 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 08 April 2012 08:55
ce-logo2Tentu Anda pernah mendengar nama kaus bermerk C59. Kesuksesan C59 tidak lepas dari kepiawaian penggagasnya, Marius Widyarto atau yang akrab dipanggil Mas Wiwied. Bermula dari rasa gusarnya melihat teman-temannya yang memamerkan kaos bergambar kota mancanegara buah tangan dari orang tuanya usai bepergian dari luar negeri, Wiwied kemudian tertantang untuk membuat sendiri kaus bergambar patung Liberty dan kota New York dan sesumbar bahwa omnya juga baru datang dari luar negeri, sejak saat itulah ia semakin dikenal sebagai orang yang piawai membuat kaus, sampai-sampai, ketika ia bekerja di sebuah perusahaan kontraktor, ia lebih sering didatangi orang untuk urusan pesanan kaus daripada untuk pekerjaannya.

Wiwied yang sejak kecil menyukai pekerjaan prakarya memulai usahanya dari rumahnya yang berukuran 60 meter persegi di Gang Caladi 59, yang akhirnya menjadi nama merk kausnya dengan modal awal dari hasil penjualan kado pernikahannya dengan Maria Goreti Murniati. Mental entrepreneur Wiwied banyak ditempa ketika ia ikut seorang pengusaha keturunan di Bandung yang memperlakukannya secara keras.Pada awalnya Wiwied menjalankan usahanya dari order kanan kiri, ia juga ikut mendesain,memilih bahan, memotong,menjahit, menyablon sampai finishing disamping juga mencari order.

Usahanya meningkat ketika mendapatkan order dari Nichimen-perusahaan Jepang yang bergerak di bidang pestisida, kaus itu untuk dibagi-bagikan ke para petani. Usahanya semakin terasa meningkat setelah mengikuti kegiatan Air Show 1986 di Jakarta yang diikuti pula oleh para peserta dari mancanegara.

Wiwied kemudian juga merambah bidang retail yang bermula dari menjual sisa order yang tidak memenuhi syarat yang ternyata juga diminati orang. Setelah usahanya meningkat, pada tahun 1992, ia kemudian pindah ke Jalan Tikukur nomor 10 yang kemudian memborong rumah di sekitarnya yakni nomor 4,7,8 dan 9 yang kemudian ia jadikan kantor dan showroom produknya. Selain itu ia juga membuka showroom di daerah lain, seperti Balikpapan, Bali, Yogyakarta dan kota lain sehingga kini ia memiliki sekitar 600 outlet di Indonesia dengan mempekerjakan sekitar 4.000 karyawan.

Di mancanegara, Wiwied memiliki 60 showroom yang tersebar di Slowakia, Polandia, dan Ceko. Bahkan kini ia juga sudah merambah jaringan Metro Dept.Store di Singapura. Keberhasilannya menembus mancanegara bermula dari beberapa stafnya yang bersekolah di luar negeri yang biasanya membawa satu dua koper kaus C59 dan dijual pelan-pelan di sana, kemudian diadakan survei yang tenyata pasar di sana menguntungkan karena memiliki empat musim, sehingga tidak hanya bisa menjual t-shirt namun juga sweater atau jaket.

Wiwied juga memiliki sebuah pabrik di daerah Cigadung, Bandung. Pabrik ini dibangun setelah mendapatkan kredit dari Robbie Djohan yang saat itu menjabat Dirut Bank Niaga pada tahun 1993, ketika itu Bank Niaga memesan t-shirt ke C59. Di tahun yang sama pula ia mengubah bentuk usahanya menjadi PT. Caladi Lima Sembilan. Keberhasilan Wiwied dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang telah ia terima, diantaranya Upakarti 1996, ASEAN Development Executive Award 2000-2001 dan pemenang I Enterprise 50. (*/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/manufaktur/15881-ubah-kegusaran-jadi-inovasi.html

Monday, March 12, 2012

6 Aturan Inovasi dari 3M


Views :212 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 12 Maret 2012 11:59
Perusahaan 3M yang salah satu pendirinya adalah Francis memiliki serangkaian aturan unik untuk menggenjot kinovasi dalam jajaran stafnya.

Jangan bunuh sebuah proyek

Jika sebuah ide tidak bisa berkembang dalam perusahaan, seorang staf bisa memberikan 15% waktunya untuk membuktikan bahwa ide itu bisa sukses. Bagi mereka yang membutuhkan uang modal awal, akan disediakan dana yang dibutuhkan.

Toleransi kegagalan

Mendorong terjadinya banyak eksperimen dan pengambilan risiko memungkinkan lebih banyak peluang bagi produk untuk bisa sukses di pasar. Tujuannya divisi harus mendapatkan 25% penjualan dari produk yang diperkenalkan dalam 5 tahun belakangan. Sasasarannya mungkin akan ditingkatkan menjadi 30% dalam beberapa kasus.

Tetap ramping dan dekat

Jaga agar divisi tetap ramping karena dengan tetap ramping itulah Anda bisa tetap dekat satu sama lain. Ketahui nama masing-masing. Saat sebuah divisi menjadi terlalu besar, misalnya untuk mencapai target penjualan yang lebib tinggi, pemisahan perlu dilakukan.

Motivasi si juara

Saat seorang staf memiliki ide produk, ia merekrut sebuah tim aksi untuk mengembangkannya. Gaji dan promosi bertalian dengan kemajuan produk itu. Juara memiliki peluang untuk suatu saat nanti menjalankan kelompok atau divisinya sendiri.

Tetap dekat dengan pelanggan

Peneliti, marketer, dan manajer mengunjungi dengan pelanggan dan secara rutin mengundang mereka utnuk membantu curah gagasan produk.

Berbagi prestasi

teknologi, di mana pun ia dikenbangkan, adalah milik semua orang. (*AP)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/183-hrd/15168-6-aturan-inovasi-dari-3m.html

Wednesday, March 7, 2012

Membangun Budaya Inovasi dalam Tim Startup

Membangun Budaya Inovasi dalam Tim Startup Views :516 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 07 Maret 2012 13:10
CE-logoPerusahaan manapun, baik yang masih sehijau startup atau yang sudah berskala raksasa, membutuhkan inovasi dalam semua aspek. Tak hanya dalam hal produk, layanan atau teknologi. Namun banyak juga manajer yang tidak berinovasi saat bekerja karena mereka berpikir mencari inovasi bukan pekerjaan mereka.

Berikut ialah tiga trik sederhana namun jitu yang bisa Anda gunakan untuk membangun sebuah budaya inovasi yang kuat dalam tim startup Anda:

Implementasikan sebuah inovasi yang bisa langsung diterapkanSebagai sebuah tim, temukanlah ide-ide yang akan mengurangi pengeluaran, menghemat waktu, atau meningkatkan layanan pelanggan. Pilih salah satu untuk diimplementasikan dengan baik dan benar agar Anda bisa menunjukkan dengan bangga keberhasilan kecil itu. Karena keberhasilan kecil jika dilakukan secara terus menerus bisa menelurkan keberhasilan besar.

Temukan tujuan ambisius

Setelah tim Anda memiliki kepercayaan diri dalam kemampuannya untuk berinovasi, tetapkanlah sebuah tujuan yang cakupannya lebih besar dan tinggi. Bisakah Anda mengurangi biaya hingga 50%? Bisakah Anda menggabungkan layanan untuk membantu pelanggan?

Tak henti-hentinya mendukung inovasi

Masukkan “inovasi” sebagai salah satu kategori dalam evaluasi kinerja Anda. Akuilah dan hargai kerja keras para kolega yang mau mencoba pendekatan-pendekatan baru bahkan jika hasilnya masih belum mendekati apa yang diharapkan. Dan berikan orang waktu untuk berpikir dan bereksperimen. (*/Diadaptasi dari “Innovation is Everyone’s Job” oleh Ron Ashkenas/AP)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/178-bisnis-online/15026-3-trik-tingkatkan-inovasi-dalam-tim-startup-.html

Thursday, February 23, 2012

Percayai Inovasi Anda

Views :278 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 23 Februari 2012 09:50
inovatif0212Banyak inovator mengalami krisis kepercayaan diri. Para pakar menggoyahkan asumsi dasar Anda selama ini. Anda tak bisa melakukan validasi permintaan pasar, atau diskusi dengan mitra potensial menemui kebuntuan.

Jika salah satu atau beberapa hal demikian terjadi pada bisnis Anda, teguhlah dalam keyakinan Anda. Percayalah intuisi Anda bahwa Anda menuju sebuah ide cemerlang dan terus bergerak maju untuk menguji asumsi-asumsi dalam benak Anda.

Analisis hanya bisa menunjukkan banyak data dan fakta. Anda tak bisa yakin bahwa ide Anda buruk atau gagal hingga Anda menjalankannya di dunia nyata.

Keluarlah dari kantor dan wujudkanlah ide Anda dalam kehidupan nyata. Akan tetapi penting untuk tidak memelihara kepercayaan yang membabi buta pada sesuatu termasuk pada ide inovatif Anda.

Caranya? Dengan melakukan penelitian dan survei mengenai inovasi lain dan pahami pola apakah yang menunjukkan keberhasilan sesuatu dan apa yang menunjukkan kegagalan.

*) Diadaptasi dari “A Few Idea for Beleaguered Innovators” oleh Scott Anthony

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/14658-percayai-inovasi-anda.html

Saturday, February 18, 2012

Jaga Kontinuitas Inovasi dengan 10 Prinsip Ini


Views :286 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 18 Februari 2012 15:08
inovasiiiiInovasi yang kontinu dibutuhkan oleh sebuah usaha rintisan agar tetap bisa bertahan di persaingan yang makin sengit di semua bidang industri. Dan kebutuhan itu tak hanya berhenti saat sebuah usaha sudah lumayan besar dan menghasilkan laba. makin besar sebuah usaha, justru semakin besar pula kebutuhannya terhadap inovasi-inovasi cemerlang.

Para pakar teknologi sering bersikeras bahwa hal-hal baru tidak bisa  dirancang berdasarkan jadwal tetapi  perusahaan-perusahaan yang sukses nampaknya mampu melakukannya secara teratur.


Banyak orang mencoba untuk mendefinisikan sebuah proses untuk menemukan inovasi secara berkala tetapi mayoritas terlalu kabur. Bagi Anda yang ingin menemukan cara untuk terus bisa menghasilkan inovasi, 10 prinsip inovasi ala Robert F. Brands berikut mungkin bisa menjadi panduan.
  1. Inspirasi: Langkah paling penting dan pertama ialah menemukan pemimpin yang bisa menginspirasi dan mendorong bergulirnya proses inovasi. Dalam sebuah usaha rintisan, orang yang perlu melakukannya terutama adalah si pendiri atau CEO dan orang tersebut terlibat secara teratur dan terlibat secara pribadi dalam setiap proses. Ini sebuah kewajiban.
  2. Tanpa risiko, tak ada inovasi: Tidak semua ide bisa atau akan menjadi pemenang. Tanpa risiko, tidak akan ada inovasi. Tim inovasi bisa bekerja maksimal saat mereka mempercayai bahwa kegagalan atau keberhasilan tidak akan berujung pada tindakan pemberian hukuman. Kegagalan atau keberhasilan bisa membunuh inovasi.
  3. Proses pengembangan produk baru: Sebuah proses formal dengan lini masa dan tonggak waktu ialah sebuah keharusan. Hal ini biasanya meliputi setidaknya unsur-unsur kunci seperti penyusunan ide, prioritas, purwarupa atau prototype, komersialisasi  dan pengukuran.
  4. Kepemilikan: Inovasi membutuhkan kepemilikan, posisi puncak dan pemimpin tim dalam organisasi. Juara harus memiliki kredibilitas untuk meyakinkan orang lain untuk mengambil risiko yang terukur, dan bekerja di luar zona nyaman seseorang.
  5. Penciptaan nilai: Inovasi yang berhasil mengubah ide menjadi laba, untuk meningkatkan nilai konsumen, dan meningkatkan nilai pemegang saham. Nilai produk yang makin meningkat dalam jangka panjang melahirkan valuasi perusahaan yang lebih baik melalui portfolio hak milik intelektual perusahaan Anda.
  6. Akuntabilitas: Hal ini menjadi komponen utama dari kesetaraan kepercayaan bahkan saat prosesnya bertalian erat dengan pengawasan. Anggota tim harus merasa bertanggung jawab untuk penpenyelesaian tugas tepat waktu. Kecerobohan adalah satu cara untuk membahayakan keseluruhan proses.
  7. Pelatihan dan pembimbingan: Perekrutan orang yang tepat dengan keingintahuan,keterbukaan pikiran dan kemampuan alami untuk melihat gambaran besarnya ialah cara untuk menciptakan dan meningkatkan pola pikir yang sesuai. Pelatihan yang terus berlangsung dari jajaran atas berperan penting untuk mempertahankan semangat dan sikap positif.
  8. Manajemen ide: Bangun dan kelola sebuah jaringan pipa ide. Dari waktu ke waktu, termasuk pelanggan dan anggota tim penjualan memiliki sejumlah koneksi dengan produknya telah menggunakannya atau menjualnya atau merancangnya.
  9. Amati dan ukur:Dalam mengoptimalkan Return of Investment, pelacakan hasil sangat penting. Daur hidup produkakan makin memendek, yang membutuhkan siklus inovasi yang harus dipercepat. Setelah produk baru dluncurkan, metrik kunci menjadi rasio penjualan produk baru bagi penjualan keseluruhan.
  10. Hasil bersih dan upah: Berdasarkan ROI, insentif seharusnya dikembangkan untuk semua partisipan. Imbalan staf Anda. Seringnya motivator kunci bukan sesuatu yang berupa uang atau materi, bukan pengakuan untuk sebuah pekerjaan yang behrasil diselesaikan dengan baik. Orang-orang Anda adalah sumber inovasi terbaik!




Inovasi yang berkelanjutan sesungguhnya ialah satu-satunya keunggulan kompetitif yang sejati. Namun inovasi terbukti sulit untuk diwujudkan, karena orang secara alami tidak menyukai perubahan. Dan budaya perusahaan lebih nyaman saat bersesuaian dengan status quo.

Namun untuk bisa bertahan dalam persaingan bisnis yang ketat mengharuskan kita untuk selalu berada di depan rival. Inovasi ialah apa yang meniupkan nyawa pada bisnis kita dan membuatnya tetap hidup dalam jangka panjang. Pastikan usaha rintisan Anda bisa menerapkan 10 prinsip di atas. (*Akhlis)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/index.php/bina-usaha/49-rencana-bisnis/14523-jaga-kontinuitas-inovasi-dengan-10-prinsip-ini.html

Wednesday, December 21, 2011

Wanginya Batik Tulis Beraromaterapi


Views :114 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 21 Desember 2011 10:19
Batik kini disukai hampir semua orang. Tapi kain batik Madura karya Warisatul Hasanah, mahasiswa semester delapan Jurusan Manajemen Pemasaran STIE Perbanas Surabaya sedikit berbeda.

membatik1211Batik tulis Madura itu memiliki aromaterapi yang banyak diminati masyarakat, terutama kalangan pejabat. Batik tulis Madura karyanya kini banyak dipakai oleh para pejabat di Kabupaten Bangkalan. Motif batik tulis yang dipakai adalah motif ‘Tanjung Bumi’.

”Sekitar 80 persen pejabat di Bangkalan, terutama di DPRD, pakai batik tulis saya ini,” terang Waris.

Bisnis batik tulis aromaterapi yang dijalankan Waris ini sudah dilakukan sejak 2009 lalu. Berawal dari tugas membuat Studi Kelayakan Bisnis (SKB) dari kampus, dia lantas tertarik mengaplikasikannya di dunia batik.

Waris sengaja membuat SKB membuat batik tulis beraromaterapi. Ide tersebut muncul setelah dia sempat melihat ada souvenir yang dipajang di dinding di sebuah homestay di Australia.

Saat itu dia mengikuti kegiatan Auditing Students Programe (ASP) di Australia. Nah, di homestay tersebut dia melihat ada souvenir berupa kayu yang berbau aromaterapi. Keberadaan souvenir itu ternyata membuat suasana ruangan menjadi lebih nyaman.

”Dari situ akhirnya saya terpikir untuk membuat batik tulis beraroma terapi,” tutur mahasiswi kelahiran Bangkalan, 10 Maret 1988 ini.

Karena memiliki keistimewaan, maka batik tulis aromaterapi ini memiliki harga lebih mahal dibandingkan dengan batik biasa. Sebagai contoh, untuk batik tulis biasa ada yang harganya Rp250 ribu per potong, maka untuk yang beraromaterapi harga bisa mencapai Rp300 ribu per potong. Harga paling mahal untuk karyanya bisa mencapai Rp4 juta per potong.

Bahkan, saat mendekati lebaran, batik tulis aromaterapi tersebut sangat diminati. Omzetnya pun naik mencapai Rp10 juta lebih. Padahal saat mengawali bisnis tersebut dia tidak punya modal sama sekali.

”Keunggulannya kalau yang beraroma terapi ini akan membuat rileks bagi yang memakai atau pun orang yang di sekitarnya,” terangnya seperti dilansir dari Seputar Indonesia.
Hal tersebut akhirnya membuat para pejabat banyak yang suka. Belum lagi sifat dari aroma terapi ini juga bisa menyerap keringat. Artinya jika ada orang yang punya keringat banyak, aroma terapi bisa meredam bau keringat.

Waris menawarkan beberapa pilihan aromaterapi yakni dari melati keraton, cempaka, eksotik, mawar, coklat dan strawberry. Coklat dan strawberry ini sangat cocok dipakai untuk anak-anak.

”Aromaterapi itu kan bisa bikin rileks, percaya diri dan mencerdaskan otak,” tuturnya.

Tak hanya aromaterapi saja yang membuat banyak pejabat terpikat. Namun salah satu keistimewaan karya Waris adalah dia juga mau membuat batik tulis yang eksklusif. Artinya hanya satu jenis saja yang dibuat, sehingga tidak ada yang punya batik tulis tersebut dengan motif sama. Hanya saja saat ini dia masih menggunakan aromaterapi biasa untuk karyanya tersebut.

Ke depan, Waris sedang mempersiapkan untuk aromaterapi yang akan diambil dari sari bunga sebagai bahan baku. Dia pun sedang menjalin kerja sama dengan ahli teknik kimia untuk mencari formula yang tepat.

Untuk membuat aromaterapi ini, cukup mudah. Setelah dicuci, batik direbus. Rebusan air sebelumnya diberi aromaterapi, dan batik direbus dengan posisi terbalik. Waktunya sekira lima menit saja.

”Kalau ingin mendapatkan aroma lebih tahan lama, kami juga kasih tips-nya dan juga aroma terapinya,” kata Waris.

Dia menggunakan label Al Warits. Sedangkan untuk penjualan dia melakukan proses mulai door to door, Facebook, mengajukan proposal, hingga menawarkan dari satu kampus ke kampus lainnya.

”Alhamdulillah ternyata sekarang sudah mulai banyak yang pesan,” kata Waris yang bercita-cita punya gerai butik di berbagai mal di Surabaya ini.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/produk/inovatif/13605-wanginya-batik-tulis-beraromaterapi.html

Monday, December 12, 2011

Erlan, Ubah Limbah Kayu Teh Menjadi Perabot Antik

Views :214 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 12 Desember 2011 17:04
Hamparan pohon teh yang sudah tua di sekitar Gunung Dempo, Kota Pagaralam, Sumatra Selatan, biasanya dijadikan kayu bakar atau terbuang begitu saja. Namun ditangan Erlan, limbah kayu teh ini dijadikan karya seni antik dan unik berupa kerajinan perabot rumah tangga.

ceAwalnya pada 2002 Erlan memanfaatkan limbah kayu teh jadi asbak dan kursi. Namun lambat laun kreativitas Erlan berkembang dan mulai membuat perabotan rumah tangga. Alhasil satu set kursi antik karya pertamanya berhasil menembus pasar Jakarta.

Erlan benar-benar memanfaatkan bahan alami untuk karyanya, seperti lem atau perekat yang dibuat sendiri dari getah pohon yang semuanya ada di hutan Pagaralam. Selain perekat bahan catnya-pun dibuat Erlan dari getah damar dan getah kayu yang dirahasiakannya.

Cat produksi Erlan ini ternyata bisa tahan puluhan tahun dan tahan gores. Karena itu getah pencampur itu sampai sekarang masih dirahasiakan Erlan.

Kerajinan perabot rumah dari kayu teh karya Erlan telah terkenal dan menyebar ke berbagai provinsi di Indonesia bahkan menembus pasar luar negeri, seperti Malaysia, Australia dan Arab Saudi. Harga satu set kursi tamu karya Erlan yang pada 2002 dijual satu setengah juta rupiah, kini bisa mencapai Rp 10 juta. Tapi bila menggunakan kayu yang sudah berumur ratusan tahun harganya lebih mahal lagi. (*/liputan6)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/manufaktur/13418-erlan-ubah-limbah-kayu-teh-menjadi-perabot-antik.html

Friday, November 25, 2011

Nanik Heri, Sulap Daun Kering Jadi Laba

Views :128 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 25 November 2011 10:10
Daun kering jika diolah dengan metode tertentu ternyata dapat menjadi kerajinan yang menarik. Untuk itu, Nanik Heri mendirikan Bengkel Kriya yang khusus membuat kerajinan daun kering.

bengkelkriyaUntuk membuat kerajinan ini, pertama daun direbus kemudian dibilas. Pengeringannya melalui penyetrikaan. Media kerajinan tersebut, dibuat dari karton kemudian dilem. Terakhir adalah menempel daun berdasarkan gradasi warna.

Nanik mengaku senang dengan usahanya ini karena selain menambah koleksi juga yang penting adalah bisa membuka peluang kerja. Hal ini diakui Ida Yuliasih, salah satu karyawan. "Kebanggan saya di sini selain bisa berkarya juga dapat membantu perekonomian keluarga," kata Ida, seperti dikutip dari liputan6.com.

Nanik menjelaskan, selain mempunyai nilai artistik, kerajinan ini bisa bermanfaat untuk lukisan, souvenir, dan interior. Produk usaha yang dikerjakan Nanik ini, kini sudah merambah ke mancanegara, di antaranya Jerman, Prancis, Inggris, Belanda, dan Australia. Bahkan ke Inggris kerjasamanya sudah menginjak tahun ke tujuh. Produk yang dikirim ke negara itu, adalah tempat penyimpanan abu jenazah karena yang pesan adalah pengusaha peti mati. "Ini karena kami selalu menjaga kualitas dan mutu," ujar Nanik.

Usaha yang dilakoni Nanik ini sudah berjalan selama 16 tahun. Kunci keberhasilan Bengkel Kriya hingga bertahan lama adalah menjaga kualitas sehingga para pelanggan merasa puas. "Kalau pelanggan puas dimanapun kita pasti akan dicari," kata Nanik yang bercita-cita suatu saat ingin punya galeri sendiri, dan produknya jadi ciri khas kota Surabaya, Jawa Timur.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/nasional/wanita/13026-nanik-heri-sulap-daun-kering-jadi-laba.html

Monday, November 14, 2011

Pesona, Jasa Pengiriman Makanan

Views :233 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 14 November 2011 12:33
Selama ini pemilik bisnis makanan biasanya hanya menyediakan jasa pengiriman di dalam kota. Padahal, dengan kekayaan kuliner nusantara serta semakin pesatnya pertumbuhan bisnis makanan di tanah air, kehadiran jasa pengiriman makanan yang mampu mencakup berbagai daerah sangat dibutuhkan. Untungnya, saat ini adalah Pesona. Pelaku bisnis kulinerpun menjadi lebih terbantu dan terpesona dengan keberadaannya.

pesona-jnePesona atau Pesanan Oleh-oleh Nusantara adalah sebuah cara yang dilakukan perusahan jasa pengiriman besar Indonesia, JNE, untuk menghadirkan makanan dan barang-barang khas daerah dengan mudah dan cepat. Jasa pengiriman ini menawarkan layanan pesan langsung kepada konsumen dari kota asal dan prosedur pengirimannya bisa dilakukan di hari yang sama.

Layanan Pesona ini hadir dari buah pikir Johari Zein, Executive Director PT Tiki JNE. Ide tersebut timbul saat ia begitu merindukan es krim Medan ketika sedang berada di Jakarta. Mencari es krim Medan dengan cita rasa sama di ibu kota bukan hal mudah. Beranjak dari situ, Johari memutuskan untuk menjajaki peluang bisnis pengiriman makanan antardaerah.

Pesona resmi melayani publik pada Agustus 2010, setelah inovasi bisnis itu dilontarkan Johari pada manajemen perusahaan pada tahun 2006 dan sempat dilakukan uji coba terlebih dahulu selama setahun. Ada dua pasar yang dibidik Pesona, para pecinta kuliner yang ingin menikmati kelezatan makanan nusantara serta pelaku usaha kecil dan menengah yang ada di daerah.

Meski terbilang baru beroperasi, bisnis terobosan di bidang pengiriman makanan itu sudah mengantongi omzet yang menggiurkan. Seperti dilansir dari Media Indonesia, omzet pengiriman tahun 2010 mencapai Rp369 juta dan hingga Agustus 2011 telah meraup Rp510 juta. Selain omzet yang terus melambung, kehadiran Pesona dapat menggerakkan industri makanan dan minuman skala kecil dan menengah di tanah air serta menumbuhkan rasa cinta pada produk makanan nusantara. (*/ely)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/perusahaan-a-merek/nasional/merek/12756-pesona-jasa-pengiriman-makanan.html

Sunday, November 13, 2011

Es Krim dari Tempe, Segar dan Bergizi

Views :203 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 12 November 2011 12:55
Tempe merupakan makanan yang kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Bahkan berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika, untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif. Namun, bagaimana jika tempe diolah menjadi es krim?

tempePeneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Serpong, Agustine Susilowati, telah melakukan sebuah inovasi dengan membuat es krim yang berbahan dasar tempe. Es krim yang dinamakan Fit- es Healthy Ice Cream itu, menginovasikan es krim sebagai produk pangan fungsional.

"Produk pangan fungsional artinya dilihat dari sudut pandang makanan yang baik tidak hanya dari kandungan gizinya saja, tapi juga harus ada bioaktif yang menunjang pencegahan penyakit. Sedangkan tempe sangat kaya akan zat bioaktif, maka jika kita komposisikan sebagai es krim cukup bermanfaat bagi yang mengkonsumsinya," jelas Agustine dalam acara LIPI Expo 2011 di Hotel Bidakara, Pancoran Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.

Agustine mengatakan, pemilihan tempe untuk dijadikan es krim karena tempe merupakan sumber protein dan nabati terbaik yang dihasilkan melalui proses fermentasi kacang-kacangan (kedelai) dan merupakan makanan yang potensial.

"Tempe merupakan makanan tradisional yang telah menjadi bagian keseharian kita, mudah diperoleh, familiar dan cukup murah. Lalu masa simpannya pendek (2-3 hari), dengan menggunakannya untuk produk pangan maka akan memperluas jangkauan pemasaran dan menaikkan nilai ekonomiknya," jelas Agustine.

Agustine menambahkan bahwa kelebihan tempe juga mampu memberikan kemudahan daya cerna kepada yang mengkonsumsi. Lalu juga mempunyai sifat anti oksidan (isoflavon) dan bersifat hipokolesterolemik atau menurunkan lipid darah.

"Zat anti bakterinya juga dapat memperkecil ruang infeksi, juga mengandung vitamin B 12, B2, dan B3, serta 8 macam asam amino esensial, lemak tidak jenuh dan serat makanan yang tinggi, juga anti kanker," tambah Agustine.

Sedangkan alasan kenapa memilih media es krim, bukan coklat atau permen, Agustine mengatakan es krim merupakan suatu produk makanan yang disukai oleh semua orang dalam seluruh tingkatan usia. Kelezatannya menjadikan makanan tersebut tidak saja berefek pada kesehatan namun juga pada efek psikologis.

"Salah satu makanan beku yang disebut es krim dapat dipergunakan sebagai makanan pencuci mulut, biasanya terbuat dengan bahan baku utama susu yang dicampur dengan lemak (nabati atau hewani), bahan pemantap/penstabil gula atau pemanis lainnya".

"Pada umumnya protein nabati dinilai memiliki rasa dan warna, sedangkan beberapa kelebihan lain dibandingkan dengan protein hewani adalah dari sisi harga yang lebih murah dan dari kesehatan resiko terhadap penyakit degenaratif lebih rendah, karena mengandung lebih banyak asam lemak tidak jenuh," jelas Agustine. (*/TribunNews)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/produk/inovatif/12707-es-krim-dari-tempe-segar-dan-bergizi.html