Showing posts with label pemimpin. Show all posts
Showing posts with label pemimpin. Show all posts

Friday, November 23, 2012

Pemimpin Signifikan

KIAT MANAJEMEN: Pemimpin Signifikan

Compact_pemimpin --- Jodjana Jody meyakini bahwa sukses seorang pemimpin apabila kepemimpinannya digerakkan oleh nilai-nilai organisasi--

Memimpin perusahaan yang menjadi penguasa pasar sama menantangnya dengan memimpin perusahaan yang sedang mencari pasar. Pada perusahaan yang sedang mencari pasar tantangan terbesar pemimpin tidak lain membangun kekompakan tim untuk kemudian bersama-sama dengan seluruh anggota tim menaklukkan pasar.

Jika sang pemimpin mampu menaklukkan pasar, kemungkinan besar ia akan tetap bertahan menjadi pemimpin dengan tanggungjawab yang lebih menantang. Pun apabila terjadi kebalikan - pasar tidak mampu ia taklukkan – kemungkinan besar ia sendiri yang akan takluk sebagai pemimpin.

Pada perusahaan yang memimpin pasar, ada dua tantangan yang menghadang. Pertama, sang pemimpin harus bisa keluar dari bayang-bayang pemimpin terdahulu. Sungguh bukan pekerjaan mudah menyoal hal satu ini.

Para konstituen tentu akan membandingkan seluruh perilaku dan kinerjanya dengan pemimpin terdahulu. Bila perilakunya buruk dengan meminggirkan etika, perlawanan tentu akan muncul dari konstituennya. Jika kinerjanya biasa-biasa tanpa ada kenaikan signifikan, dianggap kepemimpinannya sekedar meneruskan seluruh kebijakan pendahulunya.

Tantangan kedua, ia memiliki tanggungjawab moral tidak hanya mempertahankan pasar. Lebih dari itu yaitu memperluas atau menciptakan pasar baru. Ketika sudah dalam posisi penguasa pasar –terlebih dalam industri yang sudah ketat persaingannya – bertumbuh melampaui dua digit bukan perkara gampang.

Selain pasar yang dikuasai sudah besar, para pesaing juga melakukan penetrasi pasar yang intensif. Hal seperti ini yang membuat sang pemimpin harus lebih kreatif dalam menyiasati pasar dan tangguh dalam mempertahankan kekompakan tim.

Sebagai CEO Auto 2000, Jodjana Jody menghadapi tantangan jenis kedua ini: organisasi yang dipimpinnya sudah lama menjadi penguasa pasar. Auto 2000 menjadi diler utama produk-produk keluaran Toyota.

Sampai hari ini jumlah diler yang dimiliki sebanyak 159 gerai yang tersebar di Sumatra, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara. Pasar yang dikuasai adalah 78% dari total penjualan Toyota.

Secara umum Toyota sendiri merupakan penguasa pasar produk-produk otomotif. Di Indonesia, Toyota mampu bertengger pada angka 38% dari keseluruhan penjualan merek mobil nasional. Kedigdayaan Toyota ini sudah berlangsung puluhan tahun.

Peran Auto 2000 sendiri tidak sebatas menyalurkan produk-produk Toyota. Auto 2000 merupakan miniatur dari Toyota, di mana dalam operasionalnya juga terlibat dalam pemasaran, perbaikan (service), penjualan suku cadang hingga perawatan kendaraan. Intinya, Auto 2000 merupakan garda depan Toyota ketika berhubungan dengan pelanggannya.

Mirip dengan peran Auto 2000, peran kepemimpinan Jodjana Jody juga tidak sebatas pada mengatur anak buah. Di dalam kepemimpinannya juga bertautan dengan pemberdayaan, pelayanan, kaderisasi hingga membangun etos kerja yang baik bagi seluruh karyawan Auto 2000. Ia memperoleh mandat untuk membentuk seluruh karyawan Auto 2000 menjadi karyawan berkinerja prima dengan moralitas nan menawan.  Bagaimana kiat-kiat kepemimpinan yang dijalankan Jodjana Jody?

Perjalanan Karir


Karir Jodjana Jody di Auto 2000 bermula dari karyawan level staf. Gabungan nan kuat antara kompetensi, karakter dan pengetahuan akhirnya membawa Jodjana Jody meraih posisi sebagai pemuncak organisasi. Perjalanan karir dari strata bawah ini yang menyebabkan Jodjana Jody tahu luar dalam organisasi Auto 2000. Hal demikian yang memberi nilai tambah padanya ketika ia didaulat untuk menyopiri kendaraan Auto 2000.

Jodjana Jody meyakini bahwa sukses seorang pemimpin apabila kepemimpinannya digerakkan oleh nilai-nilai organisasi. Di Auto 2000, ada lima nilai yang menjadi pegangan seluruh karyawan, yakni: Focus on customer, Integrity, Respect for others, Strive for excellence, dan Teamwork.

Nilai pertama focus on customer mengabarkan bahwa Auto 2000 ada untuk melayani konsumennya. Pelayanan prima selalu diciptakan oleh para karyawan. Menyadari hal demikian maka karyawan yang dikembangkan oleh Jodjana Jody yaitu karyawan yang memiliki loyalitas, produktif, ahli dibidangnya dan nyaman ketika bekerja.

Nilai kedua bernama integritas tak lain merupakan komitmen total dari Jodjana Jody untuk melayani pelanggan eksternal (konsumen Toyota) dan pelanggan internal (karyawan Auto 2000). Khusus untuk pelanggan internal, integritas diwujudkan melalui demonstrasi karakternya yang kuat dengan basis pada nilai-nilai kemanusian. Hal ini bertautan dengan nilai ketiga, Respect for others. 

Semangat kelompok hanya bisa muncul apabila sesama anggota ada rasa saling menghargai dan menghormati (respek). Respek akan bergulir kencang apabila dimulai dari pemimpin tertingginya. Sang pemimpin tidak membeda-bedakan anak buah hanya karena berbeda keyakinan, suku, asal-usul dan sejenisnya. Kompetensi dan profesionalitas menjadi acuan utama pemimpin dalam mengatur anak buahnya. Respek kepada yang lain ini merupakan penyebab mengapa kekompakan tim bisa terjaga di Auto 2000. Respek kepada yang lain juga menciptakan rasa saling percaya antara pemimpin dan yang dipimpin.

Nilai keempat strive for excellence tak lain berbicara tentang pencapaian. Akan lebih muda menerangkan strive for excellence ini melalui data. Pada penjualan global, 2006 penjualan Toyota di Indonesia berada pada nomor 12 dibandingkan dengan negara lain. Pada 2007 merangkak menjadi nomor 10, mengalahkan Italia dan Inggris.

Empat tahun berikut - pada 2011 - sudah berada pada posisi empat, di bawah Amerika Serikat, Jepang dan China. Pencapaian signifikan ini hanya mungkin diraih apabila perusahaannya juga dipimpin oleh pemimpin yang signifikan. Jodjana Jody membuktikan.

Nilai kelima, teamwork. Alhasil keempat nilai utama Auto 2000 ini akan tercipta dengan cepat jika dilandasi oleh pondasi yang kuat. Pondasi ini bernama kerja sama tim. Sang pemimpin - Jodjana Jody – percaya bahwa tim solid tercipta apabila ada kebersamaan dan keceriaan (suka cita).

Untuk itulah acara-acara kebersamaan, entah dalam bentuk pengembangan pengetahuan (forum pembelajaran bersama) ataupun family gathering rutin diadakan manajemen Auto 2000. Dan kerja sama tim ini akhirnya terwujud dengan nyata ketika para pelanggannya datang ke gerai Auto 2000. Pelanggan akan merasakan pelayanan prima yang diciptakan oleh manusia-manusia Auto 2000.

Jodjana Jody memang pemimpin yang signifikan. Signifikan dalam menunjukkan kinerja dan signifikan dalam mengelola anak buah. Pantas kalau ia diproyeksikan menjadi pemimpin masa depan induk perusahaannya: Astra International. (msb)

*Trainer bisnis. Mitra pengelola LA Learning.

http://www.bisnis.com/articles/kiat-manajemen-pemimpin-signifikan

Thursday, October 18, 2012

Pemimpin berkualitas dorong inovasi

KIAT MANAJEMEN:

Compact_leadership-wima.ac.id
---- Pemimpin yang berkualitas harus memiliki motivasi sebagai mesin penggerak yang orang-orang yang berada di sekitarnya--

Sosok pemimpin yang berhasil dalan menjalankan kepemimpinannya dipengaruhi oleh banyak hal. Salah satunya adalah kualitas dalam memimpin. Kualitas yang dimaksud tidak hanya terkait dengan bentuk kewajiban pada pekerjaannya. Akan tetapi kualitas yang menunjuk pada karakter dan kepribadiannya.

Tidak mudah untuk menjadikan hal tersebut hingga terwujud dalam bentuk perilaku dari seorang pemimpin. Perlu proses panjang bagi seorang pemimpin agar dapat memimpin secara bijak dan adil hingga kualitasnya tidak hanya dilihat tetapi juga dirasakan oleh orang-orang yang di dekatnya.

Saat ini Indonesia sedang mengalami krisis pemimpin yang berkualitas. Begitu menonjolnya sosok-sosok pemimpin yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongannya saja. Sehingga mereka tidak mampu mencerminkan dan menampilkan sosok yang berkualitas.

Padahal dalam kepemimpinan kualitas pemimpin merupakan pondasi utama. Dan sangat perlu seorang pemimpin untuk bertindak agar dapat dilihat dan dirasakan bahwa memang ‘dia’ ada di saat-saat dibutuhkan. Namun, kenyataannya seringkali pemimpin yang katanya ‘ada’ tetapi tanpa kualitas yang seharusnya dimiliki pemimpin.

Seorang pemimpin idealnya mampu menyeimbangkan antara sifat, perilaku, kemampuan, pola pikir dan kinerjanya. Keutuhan dari banyak hal itulah yang merefleksikan kualitas dari kepemimpinannya.

Eric Paff (2007) menyatakan bahwa leadership is a choice not position. Menjadi pemimpin yang berkualitas adalah pilihan. Oleh karena itu pemimpin juga memilih dengan cara apa dan bagaimana dia akan mewujudkan dan menunjukkan kualitas dalam kepemimpinannya.

Salah satu hal penting adalah peningkatan performa pemimpin. Performa yang ditunjukkan akan mampu merangsang peningkatan kepuasan kerja bagi orang-orang yang dipimpinnya. Jika keduanya selaras dan seirama maka kualitas yang baik tidak hanya ada pada pemimpin, tetapi akan mempunyai efek pada bawahannya hingga akhirnya mampu membentuk citra positif institusinya.

Jadi, untuk meraih itu semua memang faktor utama ada pada pemimpinnya. Pemimpinlah yang mengarahkan kemana orang-orang yang dipimpinnya akan dibawa. Denis Leonard dalam tulisannya berjudul Quality Leadership mengungkapkan kepemimpinan yang berkualitas adalah jika seorang pemimpin menerapkan prinsip-prinsip tentang kualitas pemimpin.

Prinsip tersebut adalah bahwa seorang pemimpin sebagai basis untuk mengarahkan, memberikan kekuatan dan mendukung dengan keteraturan pada orang-orang yang dipimpin sehingga akan berdampak sangat baik bagi karyawan hingga organisasi.

Selain itu, juga kualitas dalam kempimimpinan menekankan pentingnya menciptakan kekuatan pada lingkungan dengan kepercayaan, keterbukaan dan komunikasi yang jujur (Feigenbaum, 2007).

Terkait dengan nilai-nilai yang terkandung dalam kualitas pemimpin, maka kiranya perlu untuk mengembangkan nilair-nilai tersebut tidak hanya dalam kepemimpinnya tetapi juga dalam perilaku kesehariannya. Terdapat beberapa ciri kualitas yang diharapkan mampu untuk dimiliki pemimpin agar dapat mengelola tanggung jawab yang diembankan kepadanya.

Pemimpin diwajibkan  memiliki dorongan (drive) yang kuat untuk terus memajukan institusi yang dipimpinnya. Dorongan yang dimiliki seorang pemimpin akan memberikan pengaruh kuat bagi orang-orang yang dipimpinnya. Dorongan itu tentulah dorongan yang memunculkan energi positif dan memengaruhi kinerja dirinya sebagai pemimpin dan lingkungannya.

Pemimpin yang berkualitas memiliki motivasi (motivation). Motivasi seorang pemimpin dapat diibaratkan sebagai suatu mesin penggerak yang mampu menggerakkan orang-orang yang berada di sekitarnya agar membuat mereka bersemangat dan berenergi.

Memotivasi baik dirinya sendiri maupun orang-orang yang dipimpinnya akan membantu pemimpin untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif dan terarah. Pemimpin perlu untuk mengajarkan agar orang-orang yang dipimpinnya termotivasi bahwa pentingnya bekerja dengan tim untuk mewujudkan tujuan dari institusi yang dipimpinnya. Agar dapat tercapai apa yang diinginkan maka pemimpin perlu untuk berperan sebagai pelatih dan pembimbing.

Kualitas lain pemimpin sebagai kunci sukses adalah pemimpin yang memiliki kejujuran (honesty) dan memiliki integritas (integrity).  Pepatah “kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana” memiliki nilai yang sangat mendalam. Artinya bahwa sosok pemimpin yang memiliki kualitas kejujuran telah memberikan suatu hal yang nilainya sangat tinggi.

Integritas dari seorang pemimpin akan menentukan kualitas kepemimpinannya. Bila pemimpin tidak menunjukkan kesesuaian antara apa yang dikatakannya dengan perilaku yang ditunjukkannya, maka akan menimbulkan distrust atau ketidakpercayaan dari orang-orang yang bekerja sama dengannya. Ini akan mengurangi kualitasnya sebagai pemimpin.

Kepemimpinan seorang yang berkualitas akan terlihat dari kemampuan kognitifnya (cognitive ability). Hal ini penting karena dengan kemampuan kognitifnya seorang pemimpin akan mampu mengatur strategi yang akan dijalankannya, mengantisipasi hal-hal yang mungkin dapat terjadi dengan institusinya.

Kemampuan koginitifnya akan mampu membawanya untuk melihat visi ke depan agar orang-orang yang dipimpinnya dapat tumbuh dan berkembang. Semua itu tentunya akan membantu pemimpin menuju visi dan memajukan institusi yang dipimpinnya.

Pemimpin juga perlu untuk memberikan kesempatan orang-orang yang dipimpinnya untuk juga belajar dan mengembangkan dirinya melalui aktivitas-aktivitas yang mengasah kemampuan kognitifnya. Hal ini penting agar mereka juga memiliki kemampuan kognitif yang kelak dapat memberikan benefit bagi institusi yang dipimpinnya.

Seorang pemimpin juga dituntut untuk mampu mengelola tanggung jawabnya untuk terus mengembangkan dan meningkatkan prestasi perusahaannya dan kinerja orang-orang yang dipimpinnya. Untuk itu pemimpin yang berkualitas akan terus peka dengan perkembangan ekonomi dan bisnis yang dapat memengaruhi institusinya atau perusahaannya.

Bila pemimpin memiliki pengetahuan dan juga insting dalam melakukan bisnis, maka institusi yang dipimpinnya akan maju dan berkembang serta mampu berkompetisi atau bersaing dengan institusi-institusi lain.

Untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita institusi, pemimpin perlu untuk meresapi, memahami dan melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Selain itu, pemimpin yang berkualitas akan menciptakan suasana yang mampu mendorong orang-orang yang dipimpinnya berpartisipasi dan ber-inovasi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagai pemimpin dirinya adalah sosok pribadi yang berkualitas dan memberikan dampak positif pada orang-orang yang ada di sekitarnya. (Foto:Wima.ac.id) (msb)

*Dosen Psikologi Universitas Paramadina Jakarta

http://www.bisnis.com/articles/kiat-manajemen-pemimpin-berkualitas-dorong-inovasi

Thursday, September 15, 2011

Memimpin dengan Tanggug Jawab ala Lee Iococca

Memimpin dengan Tanggug Jawab ala Lee Iococca Views :630 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 14 September 2011 10:37
Seorang pemimpin harus menerima tanggung jawab atas tindakan timnya. Dalam keadaan yang sulit, pemangku kepentingan dalam perusahaan dan masyarakat umum akan berharap untuk menyaksikan pemimpin secara langsung di depan mereka membahas masalah dan menunjukkan tanggung jawab.

Lee-Iacocca0911Saat raksasa mobil Amerika Chrysler menghadapi kesulitan keuangan di tahun 1980-an, pemulihannya dipimpin oleh Lee Iococca yang memimpin program restrukturisasi dan penghematan besar-besaran, menjual usaha milik Chrysler yang terus merugi di Eropa kepada Peugeot.

Ia juga merevitalisasi jajaran produk Chrysler dan di saat kritis berhasil melobi Kongres AS untuk menjamin pinjaman yang akan memungkinkan perusahaan untuk tetap bertahan. Iklan pers pertama mencoba untuk memenangkan hati masyarakat dan pendapat pemerintah untuk rencana jaminan pinjaman dengan headline, “Akankah Amerika lebih baik tanpa Chrysler?” Iklan itu memuat tandatangan Iacocca.

Iacocca berkata, pihaknya ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa sebuah era baru telah dimulai. Menurutnya, seorang eksekutif utama sebuah perusahaan yang akan bangkrut harus meyakinkan masyarakat dengan menyatakan eksekutif utama tersebut bertanggung jawab atas perusahaan ini. Dan untuk menujukkan bahwa "Saya benar-benar serius, saya menandatangani garis dengan tanda titik itu."

Dalam jangka panjang, kata Iococca, pihaknya akan mampu menyampaikan bahwa ada tanggung jawab di Chrsyler. "Dengan membubuhkan tandatangan saya di iklan tersebut, kami mengundang masyarakat untuk mengontak saya tentang keluhan dan pertanyaan mereka. Kami mengumumkan bahwa perusahaan yang besar dan kompleks ini kini dijalankan oleh seseorang yang membubuhkan nama dan reputasinya di iklan itu.”

Sembari keuangan perusahaan mulai membaik, Iacocca meluncurkan sebuah kampanye iklan konsumen yang memunculkan dirinya, mempromosikan produk perusahaannya. Iklan yang menggunakan slogan “Kebanggaan itu telah kembali” menampilkan apa yang saat itu menjadi moto ciri khas Iococca: “Jika Anda bisa menemukan mobil yang lebih baik, belilah.” Kepercayaan konsumen kepada Chrysler dengan cepat meningkat.

Seorang pemimpin bertanggung jawab atas semua hal yang terjadi dalam perusahaan. Saat keadaan berjalan tidak sebagaimana mestinya, pemimpin harus menunjukkan tanggung jawabnya dan hadir di depan masyarakat melalui media. Perusahaan di mana tidak ada pemimpin yang bisa dimintai tanggung jawab dianggap sebagai perusahaan yang tak memiliki pemimpin dan berjalan tanpa arah. Tidak ada yang bisa menggantikan tanggung jawab. Saat pemimpin berhasil menunjukkan diri mereka dalam perusahaan, konsumen dan pemangku kepentingan menaruh kepercayaannya kembali karena menyaksikan adanya sosok pemimpin yang tampil, seseorang yang memikul tanggung jawab untuk seluruh jajaran perusahaannya. (*/Akhlis)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/10773-menjadi-pemimpin-yang-bertanggungjawab.html