Showing posts with label rencana bisnis. Show all posts
Showing posts with label rencana bisnis. Show all posts

Thursday, December 20, 2012

6 Langkah Membuat Rencana Bisnis

Hits : 3241 PDF Cetak E-mail
Kamis, 20 Desember 2012 10:00
renc_bis0112Mungkin bagi banyak entrepreneur, sebuah rencana bisnis atau yang lazim disebut dengan business plan bukan merupakan syarat mutlak dalam menjalankan sebuah usaha yang sukses. Namun, jika ditilik lebih lanjut peran sebuah rencana bisnis dalam perkembangan sebuah usaha ternyata sangat vital. Sebuah rencana bisnis merupakan faktor krusial dalam keberhasilan pendirian sebuah usaha dan sering dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari penentuan kelayakan pemberian dana kredit.

Rencana bisnis biasanya berupa sebuah dokumen tertulis yang dengan jelas menggambarkan dan menganalisis usaha Anda, dan memberikan informasi yang rinci mengenai tujuan jangka pendek dan jangka panjang, strategi pencapaian tujuan, dan kelebihan serta kelemahan perusahaan sehubungan dengan pasar yang disasar. Sebuah rencana bisnis yang ideal akan dapat memberikan peluang yang lebih baik dalam membantu menemukan investor potensial dan merupakan panduan yang efektif yang dapat Anda gunakan untuk memantau perkembangan usaha di masa datang. Berikut ini merupakan enam langkah mudah dalam menyusun sebuah rencana bisnis yang baik bagi usaha Anda:

Langkah 1Gambarkan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Bagian ini harus digunakan untuk membahas dengan intensif produk atau jasa yang Anda jual, dan menjelaskan keuntungan apa saja yang dapat diperoleh konsumen. Selain itu, cantumkan bagaimana dan di mana produk  Anda akan dibuat. Jika Anda menjalankan suatu usaha eceran, pastikan bahwa Anda berikan rincian mengenai lokasi usaha dan demografi wilayah. Di samping itu, Anda harus memasukkan informasi tentang persaingan yang Anda hadapi, dan sebutkan pula kendala dan tantangan yang harus diatasi sebelum produk itu mampu mencapai pasaran.

Langkah 2

Analisis pasar Anda di bagian ini. Sertakan informasi mengenai kebutuhan pelanggan, bagaimana Anda berkeinginan untuk mencapai pelanggan, bagaimana Anda berencana untuk mengiklankan produk atau jasa yang Anda tawarkan, dan sebanyak apa uang yang hendak Anda belanjakan untuk menegaskan besar dan pertumbuhan potensi pasar yang Anda garap. Anda harus sertakan juga rencana detil yang menunjukkan bagaimana Anda akan menyalurkan barang hingga ke tangan konsumen.

Langkah 3

Tentukan persaingan Anda dan jelaskan keuntungan yang usaha Anda miliki dari pesaing dalam ceruk pasar yang disasar. Bagian ini dianggap penting bagi investor dan Anda harus gunakan sebagai sarana untuk menonjolkan kekuatan usaha Anda dan kelemahan pesaing Anda. Namun, penting juga untuk tetap realistis dan jujur terhadap diri sendiri dan pihak yang akan menjadi sumber dana Anda.

Langkah 4

Gambarkan struktur, manajemen, dan strategi operasional perusahaan Anda. Di sini, berikan penjelasan mengenai manufaktur, pembelian, pemilihan staf, dan pemerolehan peralatan yang diperlukan dan fasilitas untuk usaha Anda. Anda harus menyertakan informasi mengenai bagaimana Anda akan membangun hubungan dengan vendor dan menonjolkan pengalaman tim manajemen Anda. Investor ingin mengetahui apakah tim manajemen Anda memahami pasar dan produk, serta memiliki pengalaman yang diperlukan untuk memulai usaha dengan baik dan menjalankannya.

Langkah 5

Berikan informasi keuangan yang akurat dan mendetil  untuk digunakan oleh investor potensial. Anda diwajibkan untuk memberikan informasi keuangan prospektif  (masa datang) dan historis (masa lalu). Ini juga termasuk laporan keuangan dan laporan kas setiap tahun selama usaha Anda telah berjalan (biasanya 3 hingga lima tahun) dan Anda harus menjelaskan secara langsung ekspektasi dan pendapatan yang diharapkan di masa datang. Jaminan  yang tersedia  harus didaftar karena bisa menjadi sebuah faktor saat Anda mencoba untuk mendapatkan pendanaan.

Langkah 6

Ciptakan ringkasan eksekutif yang persuasif. Ini bisa ditambahkan di bagian awal rencana bisnis, tetapi bisa dibuat di akhir penulisan rencana bisnis. Ringkasan eksekutif ini sebaiknya memuat informasi mengenai sejarah perusahaan, garis besar tujuan Anda, deskripsi produk atau jasa, informasi mengenai pasar dan taksiran pertumbuhan, ringkasan mengenai tim manajemen Anda, dan sebuah pernyataan kuat mengenai kekuatan usaha dan mengapa Anda menginginkannya berhasil. Ringkasan eksekutif ini sebagian besar ialah rangkuman rencana bisnis Anda. Bedanya, ia harus ditulis sedemikian rupa agar pembaca (investor) untuk membaca lebih lanjut hingga selesai. Batasilah ringkasan eksekutif menjadi satu atau dua halaman.

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/13910-6-langkah-membuat-rencana-bisnis.html

Friday, November 2, 2012

Mencari Ide Bisnis? Cari di Bidang Pertanian!


Hits : 933 PDF Cetak E-mail
Kamis, 01 November 2012 07:24
Saat ditanya mengenai peluang bisnis, generasi muda sekarang banyak yang tersedot perhatiannya ke dunia digital dan online. Mereka sangat tertarik dengan aplikasi, games, software, dan berbagai hal yang berbau teknologi terkini.
Namun, tidak banyak bisa kita temui mereka entrepreneur muda yang dengan kesungguhan dan kesadaran mau menggarap peluang bisnis di sektor pangan dan pertanian. Padahal jika kita cermati, masalah yang dihadapi masyarakat dunia di bidang pangan juga tidak sedikit. Dan dari berbagai masalah yang muncul, semua itu bisa digarap sebagai peluang bisnis yang menguntungkan dan bermanfaat bagi keberlangsungan hidup orang banyak.
Menurut Bank Dunia, harga bahan makanan di dunia membubung tinggi dan mengancam keberlangsungan hidup jutaan orang di berbagai belahan dunia, terutama Afrika. Bahkan Agustus kemarin Bank Dunia menyatakan adanya kenaikan 10% dalam harga bahan makanan. Tepung maizena dan kedelai adalah beberapa komoditas yang kenaikannya sangat mencekik masyarakat lapisan bawah. Fenomena ini tentunya meresahkan masyarakat. Di sisi lain, lebih dari 17 juta orang di daerah Gurun Sahara mengalami kelaparan. Ini semua diperparah dengan iklim yang terus berubah. Banjir, kekeringan dan berbagai kendala alam juga terus menimpa dunia pertanian, yang pada akhirnya menyebabkan kegagalan panen dan mahal/ langkanya bahan makanan di pasar dunia.
Menyadari kondisi ini, Jason Reed pendiri Seedstock.com mengatakan dalam event pertemuan venture capitalist di UCLA Anderson School of Management bahwa dalam 40 tahun mendatang, akan ada setidaknya kenaikan 70% dalam hal permintaan bahan makanan di seluruh dunia. “Dan sampai sekarang belum banyak  model yang bisa digunakan untuk mendukung keberlanjutan ketersediaan pangan bagi umat manusia yang bisa melayani semua permintaan yang terus meningkat dan tekanan yang makin tinggi pula.
Pertanian yang menggunakan asas keberlanjutan (sustainability) yang sering diidentikkan dengan pertanian organik telah menunjukkan prospek cerah dan menuai untung. USDA bahkan bar-baru ini merilis hasil pertama surveinya terhadap industri pertanian organik. Dilaporkan angka penjualan produk organik di AS saja mencapai angka total 3,5 miliar dollar AS.
Dengan terbukanya peluang dalam sektor pangan dan pertanian ini, tidak ada salahnya jika generasi muda kita yang berminat pada entrepreneurship perlu mempertimbangkan membangun bisnis yang berkonsentrasi dalam ketersediaan dan pengolahan pangan yang jika tidak diperhatikan dan dirintis dari sekarang akan membuat risiko bencana kelaparan dan kurang gizi di dunia akan terus meningkat. (*AP)
Sumber gambar:
freemages.co.uk

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/21272-mencari-ide-bisnis-cari-di-bidang-pertanian.html

Wednesday, October 17, 2012

Cara Memulai Kesepakatan Bisnis

Hits : 347 PDF Cetak E-mail
Rabu, 17 Oktober 2012 09:10
bisnisdeal10
Sebuah kesepakatan bisnis adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih. Ini bisa benar-benar sederhana atau sangat kompleks. Beberapa kesepakatan bisnis dibuat dan disepakati cukup dengan persetujuan lisan. Kesepakatan bisnis lainnya memerlukan kontrak tertulis. Mulailah berpikir tentang pengaturan bisnis Anda dengan memutuskan apa yang Anda inginkan dari hubungan bisnis. Kesepakatan bisnis terbaik harus mengarah pada keuntungan untuk kedua belah pihak.

Berikut beberapa instruksi yang dapat Anda lakukan:

1. Mengidentifikasi mitra bisnis potensial melalui jaringan. Anda harus selalu waspada terhadap mitra bisnis potensial saat mengembangkan bisnis Anda. Kenali pemilik usaha lainnya dengan menghadiri lokakarya atau konvensi pengusaha. Pelajari tentang beberapa tantangan pesaingan yang Anda hadapi. Anda mungkin belajar bahwa Anda kuat di mana pesaing lemah, dan sebaliknya. Hal ini bisa mengakibatkan suatu pengaturan bisnis yang menguntungkan kedua belah pihak.

2. Pendekatan calon pasangan yang baik berdasarkan penelitian dan jaringan Anda. Misalnya, Anda sedang memulai sebuah perusahaan katering khusus tapi Anda memerlukan penggunaan dapur untuk waktu tertentu. Anda dapat mengandeng perusahaan katering yang mengalami masalah keuangan sehingga Anda memungkinkan menggunakan dapur selama tidak digunakan dan membayar biaya sewa. Ini akan memberikan Anda fasilitas yang Anda butuhkan dan memberikan pendapatan bagi mitra Anda.

3. Pilih struktur yang lebih canggih untuk pengaturan bisnis Anda - seperti joint venture - jika perlu. Sebuah perusahaan patungan memungkinkan perusahaan Anda dan perusahaan lain untuk bekerja sama dalam inisiatif bisnis atau serangkaian inisiatif.

4. Publikasikan kesepakatan bisnis yang sukses. Bicarakan tentang keberhasilan tersebut di situs jaringan sosial Anda atau dengan mengeluarkan siaran pers. Hal ini akan membuat profil perusahaan Anda meningkat di masyarakat sehingga memungkinkan perusahaan lain mencari Anda untuk kesepakatan bisnis. (*/AS)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/20874-cara-memulai-kesepakatan-bisnis.html

Sunday, October 14, 2012

Langkah Awal Menuju Keberhasilan

Hits : 846 PDF Cetak E-mail
Sabtu, 13 Oktober 2012 16:13
sukses
Mencari pekerjaan di jaman resesi sekarang adalah hal yang tidak mudah, apalagi pekerjaan yang diinginkan dan sesuai dengan kebutuhan. Kondisi seperti inilah yang membuat banyak orang pada akhirnya memutuskan untuk membangun bisnis pribadi.

Media internet menjadi lahan yang sukses untuk memasarkan produk dan bisnis pribadi. Website dan blog pribadi bermunculan dimana-mana. Selain tidak memakan biaya besar, jam kerja kita pun lebih fleksibel. Anda bosnya dan Anda berhak mengatur apapun sesuka hati Anda.

Apabila Anda melihat dari sisi yang lain, ternyata krisis ekonomi global tidak selamanya buruk. Bila hal ini tidak terjadi, mungkin selamanya Anda akan terus terikat pada kantor dan bekerja pada orang lain.

Mungkin ini saatnya bagi Anda untuk bangkit dan berpikir kreatif. Jangan takut untuk memulai sesuatu yang baru. Siapa tahu ide-ide yang selama ini sedang Anda pikirkan ternyata bisa mendatangkan kesuksesan bagi Anda.

Kreatifitas tidak akan muncul bila Anda tidak keluar dari zona kenyamanan Anda. (*artikelbisnispemula.blogspot.com)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/20794-langkah-awal-menuju-keberhasilan.html

Thursday, October 11, 2012

Keuntungan Perencanaan Korporat bagi Bisnis Anda

Hits : 405 PDF Cetak E-mail
Senin, 08 Oktober 2012 11:06
korporateplanning
Perencanaan perusahaan merupakan proses yang berkesinambungan di mana perusahaan mendefinisikan filosofi, visi, dan misi dalam rencana strategis kemudian menggunakan hal tersebut untuk mengarahkan, memantau, dan mengelola bisnis. Perencanaan strategis, perencanaan operasional, dan pemantauan kinerja merupakan tiga komponen perencanaan perusahaan.

Berikut beberapa keuntungan dari perencanaan perusahaan:

Lebih unggul

Studi membuktikan bahwa perusahaan yang melakukan perencanaan perusahaan melakukan secara signifikan lebih baik dibanding pesaing yang tidak menggunakan perencanaan perusahaan. Sebuah survei tahunan oleh konsultan manajemen Bain and Company  menegaskan bahwa eksekutif mendapatkan nilai lebih baik dari perencanaan strategis dari pada alat manajemen lainnya.

Time frame

Rencana strategis menentukan visi jangka panjang. Rencana tersebut biasanya ditinjau setiap lima sampai sepuluh tahun. Departemen bisnis akan merinci perencanaan setiap tahun dan memantau hasil operasi kelompok sepanjang tahun.

Manfaat

Perencanaan perusahaan memberikan pedoman yang konsisten perusahaan untuk membuat keputusan. Ketika ada krisis, peluang atau evolusi bertahap dari kondisi bisnis, perencanaan membantu perusahaan mempertahankan strateginya. (*/AS)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/20620-keuntungan-perencanaan-korporat-bagi-bisnis-anda.html

Agar Kredit Usaha Anda Disetujui


Hits : 693 PDF Cetak E-mail
Rabu, 10 Oktober 2012 09:32
pinjamanbisnis0912
Mendapatkan persetujuan kredit usaha merupakan tantangan bagi entrepreneur. Anda harus memenuhi pesyaratan serta bertemu dengan bankir untuk meyakinkan bank agar mau mengucurkan pinjaman. Dengan beberapa persiapan dan penelitian, aplikasi pinjaman Anda dapat disetujui dalam waktu singkat, tanpa penundaan yang akan membuat tertundanya rencana bisnis Anda.

Berikut beberapa instruksi yang dapat Anda terapkan:

1. Kumpulkan semua dokumentasi yang Anda butuhkan.

Bank menyukai angka dan catatan keuangan yang rapi. Dapatkan catatan pajak, laporan bank, penyataan rugi/laba dan semua laporan keuangan lainnya yang menunjukkan kesehatan keuangan perusahaan Anda. Ingat, Anda harus meyakinkan petugas pinjaman bahwa perusahaan Anda adalah layak secara finansial untuk mendapatkan dan mampu membayar pinjaman. Tujuan Anda adalah untuk membuat pemberi pinjaman berpikir bahwa Anda kreditur yang mampu membayar kewajibannya.

2. Siapkan presentasi Anda

Presentasi Anda harus mampu menjawab beberapa pertanyaan dasar dari pihak bank: Bagaimana bisnis Anda menggunakan pinjaman tersebut? Dapatkah Anda mampu untuk membayar kembali pinjaman tersebut?

3. Siapkan rencana bisnis Anda

Jika Anda seorang pemilik bisnis yang sudah berjalan, Anda mungkin telah menulis sebuah rencana bisnis ketika Anda pertama kali memulai bisnis. Jika  Anda belum menulis rencana bisnis, buatlah sebuah rencana bisnis. Pemberi pinjaman ingin melihat apakah bisnis Anda memenuhi tujuannya. Pemberi pinjaman Anda ingin tahu segala sesuatu tentang bisnis Anda, dan rencana bisnis menjawab pertanyaan tentang mengapa Anda menginginkan pinjaman, bagaimana Anda akan menghabiskan uang tersebut, dan apakah Anda akan memiliki arus kas masa depan untuk membayar kembali. Sebuah rencana bisnis ditulis dengan buruk dan kurang dipikirkan adalah bendera merah yang membuat pemberi pinjaman meragukan Anda mampu membayar kembali pinjaman.

4. Jaga kualitas kredit pribadi Anda

Meskipun pinjaman bisnis biasanya didasarkan pada kredit usaha, ada kalanya kredit pribadi juga dijadikan patokan. Jadi pastikan bahwa Anda tidak mengabaikan kredit pribadi Anda untuk mendapatkan bunga terbaik untuk pinjaman Anda. (*/AS)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/20676-agar-kredit-usaha-anda-disetujui.html

Tuesday, October 9, 2012

Tak Semua Entrepreneur Butuh Business Plan

Hits : 894 PDF Cetak E-mail
Senin, 08 Oktober 2012 16:00
Pertanyaan yang klasik yang tak pernah berhenti ditanyakan mungkin ialah: “Apakah membuat sebuah business plan merupakan sebuah keharusan sebelum mendirikan bisnis?” Banyak yang masih mengalami kebingungan. Dan karena memang tak ada jawaban yang pasti untuk itu.


Namun, patut kita ketahui bersama bahwa tidak semua entrepreneur membutuhkan business plan. Mayoritas startup atau usaha baru yang sukses justru bukan berkat business plan yang tersusun rapi sebelum implementasi tetapi lebih karena para pendirinya yang memiliki visi yang otentik dan kejelasan tujuan dalam menjalankan roda bisnisnya.

Meskipun tidak ada salahnya memiliki sebuah business plan yang tersusun baik dan sistematis, isi sebagian besar business plan pada dasarnya   tidak berhubungan erat dengan kenyataan yang akan muncul setelahnya.

Daripada Anda terlalu banyak menghabiskan waktu merancang rencana bisnis, fokuskan diri pada identifikasi yang lebih pasti terhadap alasan mengapa perusahaan Anda seharusnya hadir. Utarakan secara jelas tujuan yang lebih besar yang Anda miliki, tak peduli apakah itu visi, tujuan atau panggilan hidup.

Inilah yang akan memandu Anda dalam menjalani berbagai kegiatan menjalankan bisnis. Dan ingatlah bahwa tim Anda lebih penting dari rencana apapun. Lebih baik Anda menghabiskan waktu memastikan apakah Anda sudah memilih rekan kerja dan karyawan yang memiliki kesamaan visi dan misi. Orang-orang yang tepat ini akan menjadi asset bisnis Anda yang paling berharga. (*AP)

Sumber gambar:
maurilioamorim.com

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/20634-tak-semua-entrepreneur-butuh-business-plan.html

Keuntungan Perencanaan Korporat bagi Bisnis Anda

Hits : 362 PDF Cetak E-mail
Senin, 08 Oktober 2012 11:06
korporateplanning
Perencanaan perusahaan merupakan proses yang berkesinambungan di mana perusahaan mendefinisikan filosofi, visi, dan misi dalam rencana strategis kemudian menggunakan hal tersebut untuk mengarahkan, memantau, dan mengelola bisnis. Perencanaan strategis, perencanaan operasional, dan pemantauan kinerja merupakan tiga komponen perencanaan perusahaan.

Berikut beberapa keuntungan dari perencanaan perusahaan:

Lebih unggul

Studi membuktikan bahwa perusahaan yang melakukan perencanaan perusahaan melakukan secara signifikan lebih baik dibanding pesaing yang tidak menggunakan perencanaan perusahaan. Sebuah survei tahunan oleh konsultan manajemen Bain and Company  menegaskan bahwa eksekutif mendapatkan nilai lebih baik dari perencanaan strategis dari pada alat manajemen lainnya.

Time frame

Rencana strategis menentukan visi jangka panjang. Rencana tersebut biasanya ditinjau setiap lima sampai sepuluh tahun. Departemen bisnis akan merinci perencanaan setiap tahun dan memantau hasil operasi kelompok sepanjang tahun.

Manfaat

Perencanaan perusahaan memberikan pedoman yang konsisten perusahaan untuk membuat keputusan. Ketika ada krisis, peluang atau evolusi bertahap dari kondisi bisnis, perencanaan membantu perusahaan mempertahankan strateginya. (*/AS)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/20620-keuntungan-perencanaan-korporat-bagi-bisnis-anda.html

Friday, October 5, 2012

Membangun Bisnis Kini Tinggal Klik


Penulis : Hesti Pratiwi | Kamis, 4 Oktober 2012 | 13:40 WIB

Jangan stres dulu sebelum merintis bisnis, Anda bisa menyewa jasa buat mengerjakan urusan yang tak bisa lakukan sendiri.
KOMPAS.com - Sejak internet ditemukan, dunia bergerak makin cepat dan segalanya makin mudah. Sebagai contoh, semua hal bisa dipelajari melalui internet termasuk memulai bisnis. Anda hanya perlu jaringan internet dan sebuah ide.
Dalam memulai bisnis tentu ada banyak persiapan yang harus dilakukan, strategi marketing, desain logo dan sebagainya. Hambatannya, sering kali ide tersebut terbengkalai, karena Anda tak punya waktu mengerjakannya atau kurangnya pemahaman tentang bidang tertentu.
Misal Anda ingin membuat butik, tapi tidak tahu supplier yang bagus, cara menjalankan sebuah toko, strategi pemasaran, mencari pengerajin yang bagus. Bila dirinci ada banyak yang perlu Anda lakukan. Tak menutup kemungkinan ada bagian tertentu yang Anda tak mengerti atau tak memiliki pengetahuannya sama sekali.
Nah, semua urusan tetek bengek tersebut bisa diselesaikan dengan mengakses situs freelancer.co.id. Anda bisa menyewa jasa orang lain menyelesaikan pekerjaan tersebut. Biarkan tenaga profesional dibidangnya yang mengerjakan tugas tersebut.
Sebuah bisnis selalu dimulai dari ide, inilah jawaban mewujudkan ide tersebut menjadi kenyataan. "Ide itu tak ternilai ,sering orang menunda menjalankan ide cemerlangnya akhirnya terbengkalai tak pernah diwujudkan," lanjut Willix Halim, Vice President of Growth, Freelancer.com dalam acara launching situs freelancer.co.id, di restoran Nan Xiang, Hotel Sultan Jakarta, Rabu (3/10/2012).

"Jadi Anda tak perlu menunda ide lagi. Bila punya ide jam berapa saja, langsung bisa diwujudkan. Mulai dari desain web usaha, mencari supplier barang, pengapalan, hingga tim marketing bisa dipekerjakan dengan memposting proyek Anda di freelancer.co.id," ujar Willix.

Jasa layanan yang disediakan bermacam-macam hingga ratusan. Sebagian besar adalah pembuatan website dan desain. "Tapi tersedia banyak layanan lainnya. Sebagai contoh Anda juga bisa menyewa orang untuk menemukan barang yang paling murah, mengirimkan pada Anda langsung. Membuat rute pengiriman barang dari Anda kepada konsumer Anda. Bahkan jika ingin meningkatkan penjualan bisnis Anda, ada jasa marketing yang tersedia."
Anda pun tak perlu takut bila sudah menyewa jasa orangnya kabur sedangkan janji pekerjaan belum selesai. "Uang akan ditahan oleh kami dan hanya dibayarkan kepada freelancer yang Anda pilih jika ia telah menyelesaikan pekerjaannya."

Yang perlu Anda lakukan hanya memposting proyek Anda di situs Freelancer, lalu akan ada datang banyak penawaran dari tenaga profesional yang memberikan penawaran.  Nah, Anda bisa memilih orang untuk menjadi karyawan Anda sementara. Dalam memilih Anda akan mendapatkan informasi tentang keahlian, review dari orang yang pernah menggunakan jasa tenaga profesional serta tingkat keberhasilannya.
Nah, apa ide bisnis Anda toko fashion online, beauty, cupcakes, toko roti, restoran, pet shop, spa, wedding planner, souvenir? Yang perlu Anda lakukan hanya menyewa orang, mengerjakan keseluruhan konsep dan menjalankannya untuk Anda. Jadi, ini bisa menjadi solusi mewujudkan ide Anda.
http://female.kompas.com/read/2012/10/04/13403123/Membangun.Bisnis.Kini.Tinggal.Klik

Thursday, October 4, 2012

Arti Penting Perencanaan Bisnis Strategis


Hits : 824 PDF Cetak E-mail
Rabu, 03 Oktober 2012 15:57
plan_bisnisDemi menggapai kesuksesan dalam berbisnis diperlukan inovasi yang baru. Oleh karena itu, kembangkanlah terus ide-ide dan gagasan Anda agar memperoleh kesuksesan.

Tantangan bagi seorang pengusaha dalam mengelola bisnisnya adalah bagaimana menentukan arus keluar masuk keuangan dan kemampuan dalam merebut pasar strategis, sehingga Anda bisa mengalokasikan sumber-sumber dana untuk mencapai peningkatan. Sumber pendanaan itulah yang dapat membantu Anda dalam mencapai tujuan yang lebih cepat.

Pada kenyataannya untuk membangun perusahaan dibutuhkan orang yang tepat dalam mengelola keuangan. Pasalnya, orang yang tepat mengelola keuangan ini ibarat polisi lalu lintas, dimana ia dengan cepat dan tanggap membaca situasi, mana yang boleh mengeluarkan uang dan menekan pengeluaran seketat mungkin. Nah, karena hal itu lah yang dapat menimbulkan efsiensi bisnis.

Untuk itu seorang pengusaha yang bijak ia harus memiliki perencanaan yang strategis tentang rencana usaha jangka panjang dan mau mendengarkan saran yang datangnya dari mulut pelanggan langsung, distributor atau dari bidang pemarasan dan produksi, yang tujuannya menjadi market leade dengan perolehan laba yang besar.

Ada tiga faktor kegiatan bisnis yang mempengaruhi perkembangan perusahaan. Pertama, faktor resiko pengambilan keputusan. Cepatnya perubahan pasar mengharuskan seorang pengusaha harus cepat mengambil keputusan, baik resiko gagal maupun berjalan lancar.

Kedua, faktor pesaing atau kompetitor. Produktivitas bisnis Anda akan mengalami peningkatan karena adanya kompetitor. Nammun dalam menghadapi kompetisi yang tinggi dibutuhkan riset pasar untuk mengindikasi permainan pasar yang membantu Anda dalam memahami situasi bisnis. Dari sisi itulah Anda mengerti bagaimana bersikap dan bagaimana sikap pesaing Anda dalam memperbutkan pasar.

Ketiga, sikap ragu-ragu yang masih melekat pada setiap manusia. Seorang pengusaha yang memiliki sikap ragu-ragu dalam merancang atau merencanakan pengembangan, mengikuti perubahan bisnis serta ketidakpastian dalam proses pelaksanaannya. Maka nanti akan mengacaukan keseimbangan daya kepemimpinan Anda dalam berbisnis. (*DI)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/20516--perencanaan-bisnis-yang-strategis.html

Monday, September 17, 2012

Kapan Saat Tepat Memasuki Bisnis?


Hits : 793 PDF Cetak E-mail
Minggu, 16 September 2012 13:44
Kapan_Saat_Yang_Tepat_Untuk_Memasuki_Bisnis
Bila Anda menunggu saat yang tepat untuk terjun, Anda tidak akan pernah melakukannya.

Tidak ada yang namanya saat yang tepat. Pada usia 44 tahun, Leo Burnett mendirikan biro iklan yang paling besar di dunia di tengah-tengah masa depresi pada tanggal 5 Agustus 1935. Ia menjaminkan polis asuransinya, menggadaikan rumahnya sebagai jaminan hipotik, dan mengumpulkan setiap keping sen yang dapat ditemukannya. Orang-orang mengatakan bahwa ia sudah gila, dan meramalkan bahwa ia akan kembali pada bisnisnya yang lama, menjual apel. Dewasa ini, sepinggan apel selalu tersedia di atas meja resepsionis setiap kantor Leo Burnett. Di kantor pusat mereka di Chicago saja, mereka menghabiskan 1.500 apel setiap hari kerja.

Kenyataannya adalah tidak ada saat yang lebih baik untuk memasuki bisnis selain saat sekarang ini. Dengan berjalannya waktu, Anda akan menemukan bahwa biaya oportunitas untuk meninggalkan pekerjaan yang sudah mapan dan bergaji tinggi akan menjadi semakin tinggi. Itulah sebabnya mengapa banyak orang yang hanya berbicara dan bermimpi tentang hal itu, tetapi tidak pernah mewujudkannya.

Pertama-tama mereka akan memberikan alasan bahwa mereka harus bekerja sampai beberapa tahun lagi untuk mengumpulkan uang dan memperkaya pengalaman. Setelah beberapa tahun berlalu, mereka memberi alasan bahwa mereka akan segera menikah, dan perlu menabung untuk membeli sebuah rumah. “Berikan saya waktu beberapa tahun lagi,” jawab mereka. Tetapi beberapa tahun kemudian mereka melihat kenyataan bahwa kewajiban mereka semakin menumpuk untuk membayar angsuran rumah dan mobil, dan juga keluarga yang harus dihidupi. Mereka juga harus menabung untuk pendidikan anak-anak.

Mereka tidak berani mengambil resiko mengorbankan keamanan dari cek gaji yang mereka terima setiap bulan. “Berikan saya waktu beberapa tahun lagi,” kata mereka,”nanti saja kalau anak-anak sudah tamat sekolah dan bila saya selesai melunasi angsuran pinjaman rumah.” Akhirnya, pada usia 55tahun, mereka akan berkata bahwa mereka harus menabung untuk pensiun mereka. Pada usia 77 tahun, mereka menengok ke belakang dan berharap seandainya saja mereka mengambil kesempatan ketika masih berusia muda.

Sudah barang tentu, mendapatkan pengalaman beberapa tahun di dalam berbagai pekerjaan, khususnya di bidang penjualan, akan meningkatkan kesempatan Anda untuk berhasil. Juga masuk akal untuk mencadangkan sejumlah dana untuk saat-saat darurat pada bulan-bulan pertama ketika Anda harus menelan kenyataan belum memperoleh penghasilan apapun juga. Begitu juga halnya dengan mempunyai jaringan sumber daya dan orang-orang pasti akan memberikan nilai lebih. Tetapi ingatlah bahwa tidak ada saat yang tepat. (*artikelbisnispemula.blogspot.com)


http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/20119-kapan-saat-yang-tepat-untuk-memasuki-bisnis.html

Tuesday, September 11, 2012

Tips Jitu Dapatkan Pinjaman dari Bank


Hits : 366 PDF Cetak E-mail
Senin, 10 September 2012 09:39
modal0412Modal merupakan salah satu hambatan saat akan memulai atau mengembangkan bisnis. Kendala ini sering menimpa para pebisnis pemula. Alhasil, permasalahan ini akan membuat bisnis yang didambakan tidak berjalan.

Mengajukan pinjaman ke bank, menjadi salah satu solusi agar kebutuhan modal tersebut terpenuhi. Tentunya, akan timbul pertanyaan? Bagaimanakah caranya agar memeproleh pinjaman modal usaha dari bank.

Saat ini, bank memang cukup selektif dalam membiayai usaha. Meski begitu, pemerintah telah memberikan kemudahan dengan melluncurkan progam kredit usaha rakyat (KUR).

Berikut beberapa hal yang harus Anda siapkan untuk menyakinkan pihak bank:
* Menujukan usaha yang jelas hingga ke hal-hal teknis.
* Menunjukkan pasar yang akan dibidik.
* Meyakinkan bagaimana menjalankan bisnis seperti penguasaan metode.

Sekadar informasi, biasanya bank hanya bersedia memberikan pinjaman kepada usaha yang sudah berjalan. Namun, apabila Anda memiliki agunan yang cukup, bank akan mempertimbangkan untuk memberikan pinjaman. (*/dari berbagai sumber)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/19931-tips-jitu-dapatkan-pinjaman-dari-bank.html

Sunday, September 9, 2012

Pentingnya Membangun Budaya dalam Bisnis dan Perusahaan Anda

Pentingnya Membangun Budaya dalam Bisnis dan Perusahaan Anda

Tung Desem Waringin - detikfinance
Senin, 10/09/2012 10:32 WIB
 
Jakarta - Budaya dalam sebuah perusahaan mencerminkan isi dan kinerja dari perusahaan, salah satunya adalah disiplin, untuk membuat budaya kedisiplinan atau untuk membangun sebuah budaya di dalam bisnis, ada beberapa hal yang harus ada di dalam budaya tersebut. Hal-hal tersebut adalah :

1.Reward and Punishment.

Dengan adanya Reward & Punishment. Budaya yang Anda ingin berlakukan akan berjalan dengan TERTIB.

2.Adanya Pembinaan Terus Menerus

Anda harus membina atau memibimbing karyawan terus menerus agar mereka dapat bekerja sesuai dengan jalur yang ada serta dapat bekerja sesuai dengan keinginan Anda. Hingga akhirnya kinerjanya dapat membawa keuntungan bagi bisnis.

3.Ada Monitoring

Pemantauan yang dilakukan secara sadar kepada kinerja karyawan dan semua hal yang terjadi dalam bisnis atau perusahaan. Melakukan pengukuran terhadap bisnis apakah sudah berjalan sesuai dengan tujuan.

4.Ada Penegakkannya

Selama tidak ada penegakkannya, apa yang Anda lakukan adalah percuma dan tidak berguna.

Dan yang harus di perhatikan adalah cobalah mengubah BUDAYA walaupun dalam mengubah budaya sangatlah susah. Maksudnya, jika Anda sudah sering membuat budaya yang salah, maka selamanya Anda akan seperti itu. Dan dalam melakukan perubahan, itu tidaklah mudah. Anda pasti mengetahui hal tersebut!

Lalu apa yang dapat dilakukan dalam mengubah kebiasaan orang atau bahkan Anda sendiri? Dengan pertanyaan tersebut pasti Otak Anda akan mulai mencari penyelesaian.

Sebenarnya ada dua hal yang bisa membuat orang berubah, yaitu:

1.NIKMAT
2.SENGSARA

Maksudnya adalah, jika Anda keluar dari pekerjaan Anda, itu mungkin saja karena Anda menemukan yang lebih NIKMAT di luar sana atau Anda merasa SENGSARA dengan pekerjaan Anda yang sekarang. YA atau YA?

Dan rata- rata orang berubah karena orang tersebut mencari nikmat menghindari sengsara. Sehingga Anda membuat apa nikmatnya jika orang tersebut menjalani budaya baru, dan apa sengsaranya jika orang tersebut tidak menjalani budaya barunya.

Semoga bermanfaat. Saya Tung Desem Waringin mengucapkan salam dahsyat!


http://finance.detik.com/read/2012/09/10/103241/2013161/480/pentingnya-membangun-budaya-dalam-bisnis-dan-perusahaan-anda
(hen/hen) 

Monday, September 3, 2012

Mengenal Strategi Benchmarking

Hits : 1170 PDF Cetak E-mail
Jumat, 18 November 2011 09:20
Istilah benchmarking (pembandingan) sudah banyak dikenal dan dipraktikkan, namun secara pasti dan baku terjemahan yang tepat dengan satu kata dalam bahasa Indonesia belum ditemukan.

benchmarkOleh karena itu, untuk sementara kita memakai dalam bahasa aslinya, Inggris. Benchmarking adalah teknik manajemen untuk mengukur performa atau hasil kerja, dengan membandingkannya dengan parameter atau ukuran terbaik yang dikenal di pasar dan biasanya ditunjukkan oleh perusahaan-perusahaan pemimpin pasar.

Gunanya adalah untuk memperbaiki kinerja perusahaan kita sehingga mendekati bahkan melampaui performa terbaik perusahaan di mana kita memperbandingkan diri, sehingga dengan demikian kita dapat berharap untuk menggantikan perannya menjadi pemimpin pasar. Oleh karena perannya itu, benchmarking menjadi sebuah alat yang efektif dalam konteks TQM (total quality management).

Pertanyaannya, faktor atau business driver apa saja yang memerlukan benchmarking, mengingat begitu banyak faktor dalam bisnis? Paul Spenley, seorang ahli benchmarking, penulis buku, "Riding the Revolution" bersama Robert Heller, menyebutkan ada lima tingkat benchmark:

1. Strategic benchmarking–dimanfaatkan untuk mendorong perbaikan yang terus menerus (continuous improvement) dan mempertajam strategi korporat secara keseluruhan,
2. Competitive benchmarking–dimanfaatkan untuk menyamai dan melampaui pesaing utama yang langsung,
3. Customer benchmarking–pemahaman para konsumen dan pelanggan terhadap perusahaan dibandingkan dengan perusahaan sejenis,
4. Financial benchmarking–dipakai untuk mengukur kembalinya investasi (return on investment) dibandingkan dengan perusahaan sejenis,
5. Best practice benchmarking–untuk mengukur output dengan waktu dan biaya dibandingkan dengan perusahaan sejenis.

Dalam praktiknya tentu tidak mudah terlebih dalam memperoleh data perusahaan yang dijadikan target perbandingan. Paul secara rinci menguraikan lebih jauh lima tingkat benchmarking tersebut: Strategic benchmarking, mengukur dan membandingkan aspek-aspek kunci yang berkaitan dengan pemenuhan terhadap keinginan atau harapan konsumen dan/atau pelanggan.

Dalam konteks ini yang harus dicapai adalah bagaimana perusahaan melakukan operasional mereka untuk meningkatkan keunggulan persaingan yang berfokus kepada konsumen atau pelanggan. Salah satu tool yang biasa dipakai adalah diagram fish-bone.

Competitive benchmarking, secara spesifik masing-masing business drivers diperbandingkan dengan perusahaan yang menjadi acuan.Untuk masing-masing driver bisa saja perusahaan yang berbeda,namun sebaliknya bisa juga terjadi ada beberapa driver berada pada perusahaan acuan yang sama.

Customer benchmarking, bagaimana pandangan konsumen dan pelanggan terhadap keseluruhan: product quality (mutu produk), price (harga), customer service (layanan pelanggan), delivery speed (kecepatan penyerahan barang), dan delivery reliability (tingkat kepercayaan dalam penyerahan barang). Semakin tinggi tingkat kepuasan konsumen atau pelanggan terhadap hal ini akan membuat posisi perusahaan di mata konsumen atau pelanggan semakin kuat.

Financial benchmarking, dengan menggunakan RONA (return on net asset) akan diketahui business driver mana yang paling tinggi memberikan return. Best practice benchmarking, waktu dan biaya adalah dua faktor yang signifikan dari performa bisnis.

Benchmarking atas dua faktor ini akan banyak meningkatkan kinerja dan performa perusahaan. Ada tiga keuntungan diperoleh melalui benchmarking terhadap dua faktor ini:
a. Mengurangi cost of waste (error)–biaya karena kesalahan,
b. Menurunkan cost of conformance (prevention)– pencegahan sebelum kesalahan terjadi, antisipasi,
c. Penyederhanaan proses.

Benchmarking bukanlah sebuah metode yang dipakai sesekali, atau cukup sekali sepanjang umur perusahaan, melainkan sebuah proses yang terus menerus dan berkala, tergantung kebutuhan dan urgensinya, setidaknya satu tahun satu kali, kala memasuki anggaran baru.

Banyak manajer yang ahli dalam mempersiapkan business (annual) plan namun melupakan sebuah proses penting yaitu benchmarking, sehingga dalam business plan tidak terakomodasi. Tidaklah berlebihan untuk membentuk sebuah tim dalam rangka membuat benchmarking yang terarah dengan mengikut sertakan posisi kunci dari tiaptiap departemen atau divisi yang terkait; tim yang cukup menguasai informasi yang diperlukan dan memiliki daya analisa yang tajam.

Benchmarking akan memaksa perusahaan untuk terus menerus memperbaiki diri dan pada suatu saat dengan mempersatukan beberapa faktor atau business drivers menjadi terbaik, tanpa terasa perusahaan akan mengalami kemajuan yang pesat dan berdaya saing unggul dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya.

Benchmarking adalah action-oriented, bukan sekadar analisa dan teori atau hipotesis. Oleh karena itu, tingkat akurasi, ketajaman dalam menganalisa, dan kemampuan dalam melakukan pemilihan atas faktor atau business drivers yang berpengaruh sangatlah penting, dan setelahnya perbaikan harus berjalan. Untuk itulah, sangat diperlukan komitmen dan dukungan top manajemen dan para senior.

*) Dari artikel DR Eliezer H Hardjo Phd CM, Anggota Dewan juri Rekor Bisnis (ReBi) & Institute of Certified Professional Managers yang dipublikasikan di Harian Seputar Indonesia

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/12851-mengenal-strategi-benchmarking.html