Showing posts with label es cream. Show all posts
Showing posts with label es cream. Show all posts

Wednesday, November 30, 2011

TAWARAN KEMITRAAN KULINER: ES KRIM


Peluang Usaha


Selasa, 29 November 2011 | 13:24  oleh Fahriyadi
TAWARAN KEMITRAAN KULINER: ES KRIM
Segarnya bisnis es krim tanpa pengawet

Pamor es krim memang tak pernah pudar. Maklum, hampir semua kalangan suka mengudap es krim, baik anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Pasar es krim yang terus membesar, memikat CV Media Wirausaha Indonesia (MWI) terjun pada bisnis ini. Dua tahun terakhir, perusahaan yang bermarkas di Bekasi, Jawa Barat itu meluncurkan Carvellos Ice Cream.

Carvellos Ice Cream adalah gerai yang menjajakan berbagai produk es krim dengan harga terjangkau. Sejak enam bulan lalu, MWI menawarkan kemitraan gerai ini.

Menurut Ariyanto, Direktur Operasional CV Media Wirausaha Indonesia, es krim punya daya tarik tersendiri. "Es krim bisa diolah dari beragam bahan, seperti cokelat, susu, stroberi, vanilla, dan setiap waktu mengalami pengembangan rasa dan menu," ujarnya.

Sejak berdiri, Carvellos pun terus mempertahankan komitmennya, yakni menyajikan es krim berkualitas tanpa bahan pengawet dengan harga terjangkau. "Bahan baku kami sesuai dengan standar BPOM dan bersertifikat halal," tandas Ariyanto.

Meski baru setengah tahun menawarkan kemitraan, Carvellos sudah menjaring 30 mitra yang tersebar di Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Bangka Belitung hingga Palangkaraya. Mitra itu terjaring lewat penawaran empat paket, yaitu paket agen Rp 3,5 juta, paket konter Rp 7 juta, paket subdepo Rp 10 juta, dan paket depo Rp 20 juta.



Paket Resto

Untuk mendongkrak brand Carvellos, bulan lalu, MWI menambah paket kemitraan berupa resto atau kafe mini. Dengan paket ini, MWI membidik konsumen Carvellos Ice Cream di mal atau pusat belanja. "Kami optimistis bisa mendapat banyak konsumen di mal," ujar Ariyanto.

Untuk paket resto ini, mitra harus menyiapkan biaya investasi sebesar Rp 50 juta. Mitra pun akan memperoleh semua perlengkapan berjualan, mulai dari mesin es krim hingga bahan baku awal.

Mereka menawarkan puluhan menu es krim, dengan banderol harga mulai Rp 3.000 untuk es krim cone, hingga Rp 8.000 untuk rujak es krim. Selain itu, Carvellos Ice Cream juga menawarkan menu es krim goreng, yaitu roti isi es krim, seharga Rp 5.000.

Hitungan Ariyanto, mitra usaha bisa memperoleh omzet Rp 30 juta per bulan. "Dengan perolehan omzet ini, mitra bisa balik modal dalam waktu antara enam bulan hingga satu tahun," jelasnya.

Selain itu, dengan menambah paket baru ini, Ariyanto ingin menawarkan Carvellos Ice Cream dengan sistem waralaba. "Kini, kami terus mengembangkan jaringan di beberapa kota," ujarnya.

Menurut Khoerussalim Ikhsan, pengamat Waralaba, pangsa pasar es krim masih cukup bagus ke depan. Pasalnya, es krim mampu mengikat kuat konsumen anak-anak hingga remaja dan dapat pula menjaring konsumen dewasa dan orang tua. "Es krim bisa dibilang makanan semua umur," ujarnya.

Khoerussalim juga menilai, paket resto Carvellos Ice Cream ini masih wajar dan relevan. Namun, ia tetap menekankan, adanya komitmen untuk terus berinovasi dan konsisten menggarap segmen pasarnya, yakni kelas menengah ke bawah. "Saya khawatir, jika mereka menjajal segmen pasar yang lebih tinggi akan gagal bersaing dengan produk es krim yang sudah ternama," tegasnya.


Carvellos Ice Cream
Jl. Caman Utara 2 No. 4A
Jaka Sampurna, Bekasi
Telp. (021) 97095999
HP. 082111278999

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/83904/Segarnya-bisnis-es-krim-tanpa-pengawet-

Monday, November 28, 2011

Roy Tanumulia, Tawarkan Bisnis Es Krim Kelas Atas

Views :197 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 28 November 2011 14:28
Sebagai negara beriklim tropis, tak salah jika es krim merupakan salah satu produk minuman yang punya banyak penggemar di Indonesia. Maklum, tak hanya anak-anak, orang dewasa pun suka menyantap es krim di sela-sela waktu senggang. Tren konsumsi es krim pun terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sayang, di pasaran banyak beredar produk dari merek es krim asing. Khususnya, es krim yang membidik kalangan menengah atas atau yang membuka gerainya di pusat perbelanjaan.

mooncreamMinimnya merek es krim lokal ini mendorong Roy Tanumulia, pemilik PT Dwi Kuadrat, membuka gerai Mon Cheri Ice Cream di Surabaya, pada 1987. Meski baru membuka gerainya pada 1987, Roy mengatakan bahwa usaha es krim yang ia jalani merupakan bagian dari bisnis keluarganya, yang sudah berjalan sejak tahun 1950.

“Pengalaman lama dalam bisnis ini membuat es krim kami memiliki karakteristik yang sulit disamakan dengan merek lain. Selain itu, penyajiannya akan mengingatkan pengunjung pada es krim yang disantap para bangsawan,” ujar Roy, seperti dikutip dari Kontan Online, Senin (28/11).

Berbeda dengan gerai es krim lainnya, Roy memberi sentuhan klasik pada kedai Mon Cheri. Namun, untuk mengikuti tren bisnis es krim, Roy juga menambahkan waffel atau bahan lain seperti topping pada es krimnya. Supaya bisa dinikmati berbagai usia, ia pun selalu menjaga kadar kemanisan produk es krim ini. Dari segi penampilan dan kualitas rasa, tak salah jika Roy memang sengaja membidik pasar menengah ke atas sebagai calon konsumennya.

Untuk mengembangkan gerainya, pada 2009, Roy mulai mengembangkan konsep waralaba gerai es krim Mon Cheri. Kini, ia sudah membuka lima gerai milik sendiri dan dua gerai milik terwaralaba yang ada di Jakarta dan Mataram. Bagi yang berminat, Anda harus merogoh kantong lumayan dalam untuk investasi ini. Roy menawarkan paket resto atau kafe Mon Cheri seharga Rp 400 juta.

Nilai investasi ini sudah termasuk franchise fee selama lima tahun senilai Rp 250 juta. Selain itu, juga peralatan dan perlengkapan serta bahan baku awal senilai Rp 150 juta. Mon Cheri memiliki 30 menu es krim. Harga satu cup es krim ukuran 70 gram di gerai ini mulai Rp 12.500. Sementara, porsi es krim lainnya, dijual dalam rentang harga Rp 25.000 hingga Rp 30.000, tergantung rasa dan topping yang dipilih konsumen.

Dengan target penjualan 100 porsi es krim per hari, Roy memperkirakan terwaralaba bisa mengantongi omzet Rp 90 juta per bulan. Dengan angka tersebut, Roy memprediksi bahwa mitranya bisa balik modal dalam waktu dua bulan saja. (*/Gentur)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/kuliner/13095-roy-tanumulia-tawarkan-bisnis-es-krim-kelas-atas.html

Sunday, November 13, 2011

Es Krim dari Tempe, Segar dan Bergizi

Views :203 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 12 November 2011 12:55
Tempe merupakan makanan yang kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Bahkan berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika, untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif. Namun, bagaimana jika tempe diolah menjadi es krim?

tempePeneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Serpong, Agustine Susilowati, telah melakukan sebuah inovasi dengan membuat es krim yang berbahan dasar tempe. Es krim yang dinamakan Fit- es Healthy Ice Cream itu, menginovasikan es krim sebagai produk pangan fungsional.

"Produk pangan fungsional artinya dilihat dari sudut pandang makanan yang baik tidak hanya dari kandungan gizinya saja, tapi juga harus ada bioaktif yang menunjang pencegahan penyakit. Sedangkan tempe sangat kaya akan zat bioaktif, maka jika kita komposisikan sebagai es krim cukup bermanfaat bagi yang mengkonsumsinya," jelas Agustine dalam acara LIPI Expo 2011 di Hotel Bidakara, Pancoran Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.

Agustine mengatakan, pemilihan tempe untuk dijadikan es krim karena tempe merupakan sumber protein dan nabati terbaik yang dihasilkan melalui proses fermentasi kacang-kacangan (kedelai) dan merupakan makanan yang potensial.

"Tempe merupakan makanan tradisional yang telah menjadi bagian keseharian kita, mudah diperoleh, familiar dan cukup murah. Lalu masa simpannya pendek (2-3 hari), dengan menggunakannya untuk produk pangan maka akan memperluas jangkauan pemasaran dan menaikkan nilai ekonomiknya," jelas Agustine.

Agustine menambahkan bahwa kelebihan tempe juga mampu memberikan kemudahan daya cerna kepada yang mengkonsumsi. Lalu juga mempunyai sifat anti oksidan (isoflavon) dan bersifat hipokolesterolemik atau menurunkan lipid darah.

"Zat anti bakterinya juga dapat memperkecil ruang infeksi, juga mengandung vitamin B 12, B2, dan B3, serta 8 macam asam amino esensial, lemak tidak jenuh dan serat makanan yang tinggi, juga anti kanker," tambah Agustine.

Sedangkan alasan kenapa memilih media es krim, bukan coklat atau permen, Agustine mengatakan es krim merupakan suatu produk makanan yang disukai oleh semua orang dalam seluruh tingkatan usia. Kelezatannya menjadikan makanan tersebut tidak saja berefek pada kesehatan namun juga pada efek psikologis.

"Salah satu makanan beku yang disebut es krim dapat dipergunakan sebagai makanan pencuci mulut, biasanya terbuat dengan bahan baku utama susu yang dicampur dengan lemak (nabati atau hewani), bahan pemantap/penstabil gula atau pemanis lainnya".

"Pada umumnya protein nabati dinilai memiliki rasa dan warna, sedangkan beberapa kelebihan lain dibandingkan dengan protein hewani adalah dari sisi harga yang lebih murah dan dari kesehatan resiko terhadap penyakit degenaratif lebih rendah, karena mengandung lebih banyak asam lemak tidak jenuh," jelas Agustine. (*/TribunNews)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/produk/inovatif/12707-es-krim-dari-tempe-segar-dan-bergizi.html

Friday, November 11, 2011

Segarnya Laba Bisnis Es Krim Campina

Segarnya Laba Bisnis Es Krim Campina Views :275 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 11 November 2011 11:14
Kesegaran dan rasa manis yang ditawarkan oleh es krim, rasanya akan sulit ditolak oleh siapa saja, khususnya anak-anak dan remaja. Terlebih bagi orang Indonesia, yang hidup di negara yang beriklim yang tropis. Tak heran jika Indonesia menjadi pasar yang empuk bagi para produsen es krim, baik dari dalam atau luar negeri, untuk melemparkan beragam varian es krim ke masyarakat.

campina1111Untuk merebut hati konsumen, dan agar tetap eksis dalam persaingan bisnis es krim, para produsen terus berlomba untuk tak berhenti melakukan inovasi. Mulai dari inovasi produk (pengembangan rasa, bentuk, dan kemasan) hingga strategi pemasaran, terus dilakukan agar mampu merebut jatah konsumen yang lebih banyak.

Seperti yang dilakukan oleh PT Campina Ice Cream Industry, yang merupakan salah satu pemain lama di bisnis es krim di Indonesia. Sebagai produsen lokal, Campina telah berjibaku dipersaingan bisnis es krim sejak tahun 1972, dan telah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Cukup banyak strategi Campina dalam menggarap pasar di Indonesia, mulai dari traditional trade, mobile unit, dan baru-baru ini, perusahaan yang telah berusia 39 tahun ini mengeluarkan jurus teranyar untuk strategi pemasarannya dengan membuat Campina Scoop Counter (CSC). Dengan membuka kesempatan kepada masyarakat luas untuk bermitra dengan Campina, diharapkan peluang bisnis ini bisa menjadi suatu peluang bisnis.

“Ini tanggung jawab moral dari Campina, dimana kita ingin menanamkan jiwa entrepreneurship di masyarakat dengan memberikan sebuah peluang bisnis yang sangat ringan dan prospektif. kita ingin mengembangkan peluang-peluang usaha yang baru, sehingga semakin banyak pula piilihan bisnis yang bisa dipilih oleh masyarakat,” ujar koordinator CSC, Siswanto kepada ciputraentrepreneurship.com, saat ditemui di kantornya di Jalan Raya Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta, Kamis (10/11).

Selain itu, dengan membuka peluang bisnis ini, Campina berharap mereknya dapat makin mengakar kuat di masyarakat. Tidak hanya sebagai produk pelengkap saja, dengan berjalannya bisnis ini, es krim akan menjadi core business yang bisa mengangkat secara khusus brand Campina. Hal itu yang nantinya akan membedakan antara produk Campina yang dijual kemasan, dengan produk yang dijual lewat CSC. Selain itu, dengan menjalankan bisnis ini, CSC menjanjikan profit yang lebih besar dibandingkan penjualan es krim kemasan.

“Kalau di reseller, kami menjual produk eskrim kami sebagai pelengkap produk jual yang sudah ada di tempat itu. Dengan bentuk es krim yang sudah ada dalam kemasan, memang margin yang ada tidak begitu besar, hanya sekitar 20 persen. Tapi dengan kesempatan ini, kita akan menghidupkan satu bentuk usaha sendiri dan otomatis margin keuntungannya akan makin besar pula. Dan masyarakat akan sadar bahwa saya bisa untung hanya dengan berjualan es krim, karena margin yang kita berikan bisa lebih dari 100 persen,” jelas Siswanto.

Sejak berjalan tahun 2005, program ini berusaha untuk memberikan kemudahan kepada para mitranya dan risiko yang cukup kecil jika dibandingkan dengan keuntungan yang akan diperolehnya. Pihak campina mengaku akan memberikan dukungan penuh kepada mitranya untuk bisa tumbuh tanpa patokan royalty fee. Kini sudah terdapat 435 mitra yang telah bekerjasama dengan Campina menjalankan program CSC. Kebanyakan terdapat di Pulau Jawa dan Bali. Rencananya tahun 2012, Campina telah siap melanjutkan ekspansi di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Selain itu, Campina akan lebih serius membidik pasar kelas menengah atas dengan terus memberikan inovasi dan kualitas yang tinggi kepada para konsumen loyalnya.

“Yang saat ini sedang kita rancang adalah konsep kafe es krim yang akan menyajikan beragam menu es krim dengan perpaduan menu lain seperti kopi, dan lain-lain. Soal menu masih dalam tahap riset. Namun, kami amat terbuka terhadap masukan dari mitra kami soal variasi menu. Kami rasa untuk bisa memajukan bisnis ini, kami dan mitra kami harus terus menjalin komunikasi yang kuat agar tercipta koordinasi yang baik, “ tutur Siswanto.

Bagi Anda yang berminat menjadi mitra, Campina mematok harga Rp 10 juta untuk kerjasama pembukaan CSC tanpa royalty fee dan dukungan penuh dari Campina. Hingga kini omzet yang dapat dihasilkan oleh bisnis yang menyasar pangsa pasar remaja ini sebesar Rp 1,5 miliar per bulan untuk keseluruhan counter-nya.

Selain itu, satu hal yang juga menarik adalah Campina menawarkan refund sebagian modal jika mitra ingin menghentikan kerjasama. Hal tersebut karena dari Rp. 10 juta investasi awal, Campina menetapkan Rp 6 juta sebagai deposit yang bisa ditarik kembali oleh mitra. Sedangkan Rp, 4 juta sisanya digunakan untuk pembelian perlengkapan.

“Untuk jaminan produk es krim kami patok Rp 2 juta, dan untuk freezer Rp 4 juta. Jadi Rp. 6 juta itu bisa ditarik lagi jika bisnis tidak berjalan dengan baik. Hal itu kami lakukan agar mitra bisa langsung memutarkan uangnya lewat produk yang siap jual. Jika pasarnya bagus, mitra pasti bisa cepat mendapatkan BEP (Break Even Point), karena dia sudah siap berjualan. Jadi kasarnya, modal awal bisnis ini ya hanya Rp 4 juta untuk membeli alat dan perlengkapan lain,” beber Siswanto.

Dengan menjalankan program ini, Campina berharap bisa merambah pasar lebih besar secara nasional dengan bantuan mitra-mitranya. Sesuai dengan visi Campina untuk menjadi pemimpin di pasar es krim nasional, program ini diharap bisa menjadikan Campina sebagai produk lokal yang menjadi raja di negeri sendiri. (*/ Gentur)

PT Campina Ice Cream Industry
Jl. Raya Duri Kosambi No.12
Cengkareng, Jakarta Barat
hp: 021-5414141/ 0807 100 7576

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/bisnis-mikro/12690-segarnya-laba-bisnis-es-krim-campina.html

Friday, October 21, 2011

Abilawa, Es Krim Sehat dari Temulawak

Views :520 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 21 Oktober 2011 13:13
Inilah salah satu kreasi terbaru mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sejumlah mahasiswa Farmasi UGM berhasil menciptakan kreasi es krim temulawak. Mereka menamainya "Abilawa".

abilawa1011Mengapa Abilawa? Bagi para pecinta wayang, pasti nama Abilawa tidak asing lagi. Ia adalah nama samaran dari salah satu Pandawa yakni Bima. "Abilawa" juga kependekan dari label "awal bisnis temulawak". Kreatif ya?

Para mahasiswa Farmasi UGM ini terdorong untuk membuat produk alternatif baru berbahan temulawak yang selama ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional. Mereka adalah Topan Sawitra, Ina Rahmawati, Arum Setianingrum, Widi, dan Khairul Ikhsan yang belum lama ini telah menyelesaikan pendidikan profesi farmasi.

“Pada 14 Juli 2005, Pemerintah RI mencanangkan gerakan nasional minum temulawak (GNMT) yang salah satu tujuannya adalah meningkatkan penggunaan temulawak secara luas oleh masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan. GNMT inilah yang menginspirasi kami untuk menciptakan sebuah produk olahan berbahan dasar temulawak yaitu es krim. Selain itu, kami juga melihat temulawak ini memiliki peluang usaha yang besar untuk dikembangkan dalam dunia industri,” papar Khairul Ikhsan, di sela "Research Week", pekan lalu, di Kampus UGM, Yogyakarta.

Abilawa, kata Khairul, merupakan es krim sarat gizi karena mimiliki kandungan kurkumin yang tinggi. Zat kurkumin diketahui bermanfaat menjaga kesehatan hati (hepatoprotektor), anti oksidan, serta menambah nafsu makan.

Nah, cara pembuatannya sendiri, ternyata terbilang sederhana. Tak jauh berbeda dengan membuat es krim pada umumnya. Bahannya, sebanyak 0,5 kilogram serbuk temulawak diolah dengan mencampurkannya dengan air panas, kemudian disaring. Selanjutnya, air saringan ditambahkan dengan jeruk nipis dan didinginkan. Hasil olahan dari temulawak ini kemudian diolah bersama dengan bahan es krim lain yaitu susu sapi, gula, garam, emulsifier, dan stabilizer.

“Dalam membuat es krim Abilawa ini kami menggunakan bahan eskrim yang sudah jadi yang dijual dipasaran untuk selanjutnya diolah bersama dengan temulawak,” ujar Khairul.

Dalam satu kali produksi, mereka mampu menghasilkan 60 cup es krim ukuran 100 ml. Lima sekawan ini melempar Abilawa ke pasaran dengan harga yang relatif murah, Rp 2.500 per cup-nya. Untuk satu kali pemasaran, mereka mampu menjual hingga 100 cup es krim.

Produk yang sudah dilaunching pada 2009 lalu ini, sementara baru di pasarkan di Pasar Minggu Pagi (Sunmor/Sunday Morning) UGM. Untuk memperluas pemasaran, ke depannya, akan dijajaki kerjasama dengan sejumlah apotek dan herbal corner.

Berkat inovasi produk es krim ini, Khairul Ikhsan dan rekan-rekannya berhasil memeroleh juara III dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia (PIMFI) 2009. (*/Kompas.com)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/produk/inovatif/12142-abilawa-es-krim-sehat-dari-temulawak.html

Thursday, September 22, 2011

Nutrisi Di Balik Kesegaran Es Krim Susu Unta

PDF Cetak E-mail
Rabu, 21 September 2011 11:12
Siapa yang tak suka es krim. Semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga manula pasti tertarik untuk mencicip kudapan dingin yang mampu menyegarkan tenggorokkan, apalagi saat cuaca sedang terik-teriknya. Anda mungkin saja salah satu diantaranya. Nah, bukan rahasia lagi bahwa es krim yang selama ini banyak beredar di pasaran memakai susu sapi sebagai bahan pembuatnya. Tapi uniknya, sebuah perusahaan pembuat es krim di Inggris membuat es krim dari susu unta. Hmm, bagaimana ya rasanya?

es_krim_susu_untaSebenarnya es krim yang terbuat dari susu unta sudah lazim ditemui di kawasan Timur Tengah. Tapi untuk wilayah Inggris, Ginger’s Comfort Emporium bisa dibilang pelopornya. Di negerinya sendiri, perusahaan es krim yang mempunyai target market orang dewasa itu dikenal sebagai perusahaan pembuat es krim bersarana van renovasi yang menjual produk bercita rasa unusual. Jadi, bila kali ini Ginger’s Comfort Emporium kembali mengeluarkan produk unik nan inovatif, hal itu dinilai wajar.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (19/9), es krim dari susu unta ini termasuk dessert sehat rendah lemak dan diperkirakan mengandung zat besi sepuluh kali lipat dibanding es krim yang terbuat dari susu sapi. Selain itu, es krim susu unta juga dianggap mengandung vitamin B lima kali lebih banyak dari es krim susu sapi. Sementara menurut beberapa khalayak, susu unta memang mempunyai tekstur lebih lembut namun terasa lebih creamy.

Dengan kandungan nutrisi yang memadai, kudapan itu layak dikonsumsi oleh seluruh kalangan dan baik bagi kesehatan tubuh. Untuk menjaga kualitas, Ginger’s Comfort Emporium tak segan-segan mengimpor susu unta dari satu-satunya peternakan unta di Eropa yang berlokasi di negeri kincir angin, Belanda.

Dikabarkan lebih lanjut, es krim susu unta akan secara resmi diperkenalkan kepada umum pada acara Experimental Food Society Spectacular Show yang digelar bulan depan. Setelah itu baru akan dipasarkan ke seluruh penjuru Inggris. Untuk sekelas kudapan ringan, harga es krim ini terbilang mahal yakni 4 poundsterling per scoop atau sekitar Rp56.284/scoop. Berani mencoba? (*/ely)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/produk/inovatif/11303-nutrisi-di-balik-kesegaran-es-krim-susu-unta.html