Showing posts with label ide. Show all posts
Showing posts with label ide. Show all posts

Wednesday, October 31, 2012

Mengenal Tren Presumers

Hits : 390 PDF Cetak E-mail
Selasa, 30 Oktober 2012 10:19
Dalam ekonomi ekspektasi sekarang ini, konsumen menghendaki yang terbaik. Mereka menginginkan produk dan jasa terbaik dengan secepat mungkin. Dan mereka ingin adanya hubungan dengan manusia yang bisa diajaka berkomunikasi pula.

Pada dasarnya, konsumen meminta semua itu, berkat platform outsource dan teknologi manufaktur baru yang akhirnya diterapkan dan dianut banyak pihak (dan umumnya dalam sektor entrepreneurship), para konsumen makin berubah menjadi “presumers”. Presumers mengacu pada jenis konsumen yang meminta adanya produk dan jasa terbaik sesegera mungkin (jika mungkin mereka adalah yang pertama dilayani/ diberikan produk yang bahkan belum diluncurkan ke pasar).

Presumer ini memiliki karakteristik sebagai berikut. Mereka suka untuk dilibatkan, didorong, didanai dan disajikan promosi tentang produk dan layanan sebelum mereka menyadari bahwa mereka membutuhkannya. Mereka juga cenderung menyukai produk yang sempurna dan sangat senang menjadi pendukung yang setia. Presumer lebih berfokus pada apa yang bisa mereka dapatkan dari produk/ jasa yang mereka idamkan, yang idealnya produk dan kisah status di social media yang positif – dengan melibatkan diri secara langsung sejak dini.

Diramalkan dalam beberapa tahun mendatang, presumer akan menjadi tren yang makin naik di dunia bisnis. Berikut adalah sejumlah alasannya seperti disarikan dari trendhunter.com:

Firstism
Presumer suka produk dan jasa yang lebih banyak, lebih baik, lebih istimewa dan lebih cepat. Konsumen di negara ekonomi maju memiliki banyak sekali pilihan.  Mereka kini makin bergeser ke Newism, sebuah budaya yang menawarkan hal-hal baru, lebih banyak, lebih baik lebih istimewa, lebih cepat dan sebagainya.

Di titik ekstrimnya, Newism  memungkinkan para konsumen mengkonsumsi di masa datang. Tidak heran jika presumers banyak yang berlomba-lomba menghadiri pre-launch produk/ jasa yang mereka sukai dengan membantu mewujudkan produk idaman melalui pendanaan dan masukan serta dukungan dalam berbagai bentuk, mereka akan menjadi yang pertama menyaksikannya, dan mereka juga akan dimanjakan dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan saat produk atau jasa itu sudah selesai.

Kisah
Status di social media atau jejaring sosial selalu menjadi dorongan bagi semua perilaku konsumen. Saat presumer berinteraksi dengan produk atau jasa yang diberikan sebelum peluncuran resminya dan memberikan dukungan terhadap proyek tersebut untuk bisa diwujudkan dan diluncurkan bersama. Semua itu akan sangat bagus untuk disajikan menjadi sebuah kisah yang terangkai dalam sederet status yang dibagikan untuk publik di jejaring sosial.
Maka dari itu, cara ini membuat mereka berada selangkah di depan konsumen lain yang hanya menunggu rilisnya produk atau jasa tersebut. Presumer terlibat aktif bahkan sebelum produk dan jasa itu sudah dikeluarkan ke pasar bebas.

Rasa memiliki
Kisah yang disebarkan di jejaring sosial bahkan akan lebih kuat jika tidak hanya berpusat pada produk dan jasa yang berkualitas prima, tetapi juga mengenai gerakan atau perjuangan untuk meraih satu tujuan mulia yang tidak berorientasi keuntungan material. Kepuasan karena bisa terlibat dalam sebuah gerakan sosial yang bermakna positif bagi masyarakat luas merupakan kebanggaan tersendiri bagi para presumer.

Kini makin banyak presumer yang bersemangat mengenai produk yang mereka dukung. Itulah mengapa Kickstarter (misalnya) bisa mengklaim bahwa ide produk 8 kali lebih tinggi peluangnya untuk didanai daripada dijual dan diluncurkan dengan sukses melalui perusahaan besar.

Ia juga membantu menjelaskan bagaimana Razoo, sebuah startup AS yang bergerak sebagai platform crowdfunding yang berfokus pada usaha nirlaba, berhasil mengumumkan di bulan Agustus 2012 bahwa mereka berhasil mengumpulkan 100 juta dollar untuk proyek-proyek yang mereka wadahi di situsnya.

Offline sama dengan online
Para konsumen ini sangat menyukai dunia maya karena dengan menggunakan Internet, mereka dapat segera bertindak (ikut serta, berbicara, mencipta, beradaptasi) tanpa harus menunggu lebih lama. Mereka juga mau untuk terlibat dalam hubungan timbal balik yang memungkinkan mereka menyampaikan ide dan gagasan dengan cara interaktif, brand pun menjadi lebih dihargai dan diberikan masukan berharga.

Platform baru
Sebuah platform untuk presumer telah terbangun secara perlahan namun pasti di dunia bisnis berkat ketenaran crowdfunding dan gerakan BUATLAH SENDIRI dan budaya entrepreneurship pada umumnya.

Untuk menunjukkan betapa besarnya potensi presumer ini, kita bisa saksikan statistik yang relevan berikut:
  • Hingga April 2012, terdapat setidaknya 452 platform crowdfunding yang beroperasi di seluruh dunia, padahal di tahun 2007 ada 100 saja. (Sumber: Massalution/ The Economist, Mei 2012)
  • Di tahun 2009, platform crowdfunding mengumpulkan 530 juta dollar. Di tahun 2011 angka itu menjadi 1,4 miliar dollar. Tahun ini, jumlah itu sedang merangkak hingga ke kisaran 2,8 miliar dollar (Sumber: Massalution/ The Economist, Mei 2012)
  • DI antara peluncuran tahun 2009 dan Februari 2012, Kickstarter tidak memiliki proyek 1 juta dollar. Kini 12 proyek telah berhasil menghimpun dana lebih dari 1 juta dollar per proyek.

Sumber gambar:

http://ciputraentrepreneurship.com/ide/21222-mengenal-tren-presumers.html

Thursday, July 5, 2012

Nanik Heri, Sulap Daun Kering Jadi Laba

Views :190 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 05 Juli 2012 08:50
Daun kering jika diolah dengan metode tertentu ternyata dapat menjadi kerajinan yang menarik. Untuk itu, Nanik Heri mendirikan Bengkel Kriya yang khusus membuat kerajinan daun kering.

bengkelkriyaUntuk membuat kerajinan ini, pertama daun direbus kemudian dibilas. Pengeringannya melalui penyetrikaan. Media kerajinan tersebut, dibuat dari karton kemudian dilem. Terakhir adalah menempel daun berdasarkan gradasi warna.

Nanik mengaku senang dengan usahanya ini karena selain menambah koleksi juga yang penting adalah bisa membuka peluang kerja. Hal ini diakui Ida Yuliasih, salah satu karyawan. "Kebanggan saya di sini selain bisa berkarya juga dapat membantu perekonomian keluarga," kata Ida.

Nanik menjelaskan, selain mempunyai nilai artistik, kerajinan ini bisa bermanfaat untuk lukisan, souvenir, dan interior. Produk usaha yang dikerjakan Nanik ini, kini sudah merambah ke mancanegara, di antaranya Jerman, Prancis, Inggris, Belanda, dan Australia. Bahkan ke Inggris kerjasamanya sudah menginjak tahun ke tujuh. Produk yang dikirim ke negara itu, adalah tempat penyimpanan abu jenazah karena yang pesan adalah pengusaha peti mati. "Ini karena kami selalu menjaga kualitas dan mutu," ujar Nanik.

Usaha yang dilakoni Nanik ini sudah berjalan selama 16 tahun. Kunci keberhasilan Bengkel Kriya hingga bertahan lama adalah menjaga kualitas sehingga para pelanggan merasa puas. "Kalau pelanggan puas dimanapun kita pasti akan dicari," kata Nanik yang bercita-cita suatu saat ingin punya galeri sendiri, dan produknya jadi ciri khas kota Surabaya, Jawa Timur. (*/liputan6.com)

http://ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/nasional/wanita/18285-nanik-heri-sulap-daun-kering-jadi-laba.html

Friday, June 29, 2012

Kreatif Memasarkan dengan Outlet Berjalan

Views :217 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 29 Juni 2012 09:29
Tb_Fiki_Chikara_SatariIndustri Clothing dan Distro adalah salah satu contoh tersukses dari pengembangan industri kreatif di Indonesia. Sekitar 10 tahun yang lalu, hanya terdapat 5-7 clothing labels di Bandung. Dalam perjalanannya, hingga kini usaha ini di 94 kota di seluruh Indonesia mencapai lebih dari 1.000 pelaku.

Untuk bisa eksis dalam usaha distro di tengah retail fashion company besar, selain harus mempunyai desain yang kreatif juga memiliki strategi marketing untuk memasarkannya. Tb Fiki Chikara Satari menggagas toko dan outlet berjalan dengan nama Airbus One (Fashion Mobile Store) tahun 2006 lalu. Bus ini dirancang khusus untuk memajang aneka produk airplane, untuk melakukan jemput bola pembeli di beberapa SMA di bandung. Kalau jam sekolah usai, Airbus One mangkal di Jl Sultan Agung, Bandung. Hasilnya ampuh, Fiki mengaku, Airbus One menjadi senjata penetrasi pasar bagi usahanya dan membentuk image yang kuat di pasar.

Sejatinya, usaha Fiki dimulai Februari 1998 membuka distro Airplane. Tidak perlu modal besar untuk bisnis distro. Saat membuka distro Airplane di bawah bendera CV Arrasy Stylisindo Aesthetic, cuma ada modal sekitar Rp 300.000. Mengenai omzet? Fiki menatakan, "Ya lumayanlah, kini bisa membayar 54 pegawai kita tiap bulan. Nyaris 10 digit lah," ucap Finalis International Young Creative Entrepreneur of the Year Award for Fashion, The British Council ini.

Bandung merupakan surga bagi usaha distro. Pasalnya, seperti dicetuskan Fiki, infrastruktur untuk produksi mudah didapatkan. Bahan sisa ekspor relatif mudah, banyak tukang sablon dengan minimum order kecil, tukang jahit banyak, dan desainer juga mudah didapat karena banyak perguruan tinggi yang mempunyai Fakultas Seni Desaign Graphic.

Distro Airplane yang dibesut Fiki kini berbiak menjadi tiga gerai di Bandung. Airplane juga memasok produk ke 94 distro di Indonesia. Strategi Airpalne terbilang tidak biasa. Fiki menyebut penerapan konsep season untuk desain produknya. Setiap season mengusung tema yang berbeda sebagai senjata untuk membedakan Airplane dengan distro lainnya. Setahun dibagi menjadi tiga season, yakni awal tahun, lebaran/liburan sekolah, akhir tahun. Tema desain produk disesuaikan dengan tren mode yang ada. Jenis produknya beragam, ada t-shirt, jaket, kemeja, celana, aksesori, rompi, topi dan sepatu dengan harga mulai Rp 50-300 ribu per piece yang ditujukan untuk segmen anak muda usia 17-25 tahun. Tiap bulan diluncurkan 60 desain baru. Supaya eksklusivitas terjaga, tiap desain hanya diproduksi 200 pieces untuk disebar ke gerai milik sendiri atai dijual ke seluruh jaringan di sekitar 60 kota di tanah air.

Selain itu, disetiap sesion ada program on air dan off air, seperti mensponsori sejumlah band indie lokal. Untuk season kedua tahun ini, Airplane mengusung tema Intermission. Untuk program off air, Airplane membuat eksebisi fotografi dengan karya dari 17 fotografer Nasional dan Internasional yang berelaborasi dengan graphic designer Airplane yang membuat medium t-shirt.  Terobosan lain, membangun jaringan pemasaran lewat website yang mampu mengundang animo pembeli dari Finlandia, Filipina, Australia, dan Belanda.

Dua tahun belakangan, Fiki bercerita usahanya menemui kendala. Para pembajak di usaha distro sudah begitu merajalela, ditambah dengan masalah business ethic dari para pengusaha garmen besar yang beramai-ramai masuk ke bisnis ini karena melihat ada potensial market.

Namun, Fiki telah menyiapkan sejumlah amunisi untuk menghadapinya. Caranya dengan meningkatkan akselerasi update design tiap bulan, memperbanyak detail aksesori produk, serta memperbanyak kegiatan off-air campaign untuk terus memperkuat image orisinalitas. "Dan lebih banyak berdoa saja," tuturnya sambil tertawa.
Meski bisa mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) ke pemerintah untuk menghadapi pembajakan, namun pria kelahiran 3 Februari 1976 ini enggan melakukannya. Menurutnya, hingga kini pemerintah belum memberikan kemudahan bagi usaha untuk mengurus hak paten, register, dan sebagainya. Belum lagi biaya pengurusan serta operasionalnya yang terbilang besar dan bisa membuat usaha bangkrut. Ke depan, ketua Kreative Independent Clothing Kommunity (KICK) Indonesia ini ingin mengembangan usahanya tak hanya di bidang clothing dan distro, namun juga di sektor properti dan perumahan. (*/Kompas.com)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/perdagangan/18101-sukses-dengan-outlet-berjalan.html

Friday, June 15, 2012

Sukses dengan Cokelat Unik

Views :231 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 15 Juni 2012 09:10
Cokelat, panganan manis dan legit ini hampir disukai semua orang, baik anak-anak, remaja hingga orang tua. Rasanya yang manis menggugah selera siapa saja yang memakannya. Tak heran jika Leni Arjani pengusaha ”Chocolate Conetta” di Jalan Pekunden Dalam 47 Semarang akhirnya melirik usaha di bidang ini.

cokelat0811Memulai usaha cokelat bermula dari kepergiannya mengunjungi Jepang pada 1997. Di negeri Sakura itu, Leni tertarik dengan bentuk cokelat yang unik dan warna-warni. ”Saat itu, di Indonesia belum ada coklat yang bentuknya unik. Bentuknya hanya kotak saja. Memang rasanya sama-sama manis, tapi kalau bentuknya seperti itu tentu tidak membuat orang tertarik,” ungkapnya, baru-baru ini.

Wanita kelahiran Semarang 26 Oktober 1971 ini kemudian mencoba belajar mengamati cokleat produksi Jepang. Mulai dari bentuk, rasa, kombinasi warna serta ukuran yang mungil, dipelajarinya.

Sesampainya di Semarang, Leni mencoba menjadi pengusaha cokelat. Merintis usaha tersebut, menurut Leni, memang tidaklah mudah. Awalnya, istri dari Chandra Dewanto itu mencoba memproduksi cokelat hingga berulang kali.

Loly coklat, merupakan produk handmade-nya kali pertama, mulai dari bentuk bulat, pipih, hati serta berbagai bentuk sederhana yang lain. Kala itu, cokelat buatannya masih belum dikenal konsumen.

Langkah pertama, dia menitipkan cokelat produksinya di sekolah anaknya. ”Sejak saat itu, teman-temannya mulai menyukai cokelat saya. Pesanan pun mengalir,” katanya. Berhasil dengan dengan loly cokelat, Leni menambah produknya membuat gift cokelat untuk perayaan ulang tahun. Ibu dari Felicia Jessica Chandra dan Nicolaus Joshua Chandra ini mulai memberanikan diri menambah variasi bentuk, mulai dari binatang animasi dan tokoh kartun seperti winnie the pooh, tiger, piglet dan mickey mouse.

Usahanya lambat laun berkembang dan bertambah besar. Pesanan dan permintaan konsumen mengalir setiap hari.

”Ini berkat ketaletanan dan juga kreatifitas yang saya jaga. Segala sesuatu yang dikemas dengan bentuk dan model yang baru akan membuat orang semakin tertarik dan penasaran dengan barang yang ditampilkan yang akhirnya memutuskan untuk membelinya,” kata dia.

Setiap kali perayaan valentine, cokelat miliknya laris diburu konsumen terutama kawula muda. Cokelat berbentuk love adalah salah satu produknya yang paling laris saat moment hari kasih sayang. Bahkan inovasinya selalu baru sesuai dengan suasana. Seperti pada bulan Ramadan dan menjelang Lebaran ini, dia juga berkreasi dengan cokelat kurma. (*/Suara Merdeka)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/nasional/wanita/17696-sukses-dengan-cokelat-unik.html

Thursday, April 26, 2012

10 Ide Startup yang Ramah Lingkungan


Views :218 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 25 April 2012 10:11
Bagi Anda yang sedang mencari ide-ide startup atau usaha baru yang sedang tren sekarang ini dan lebih tahan krisis, pertimbangkanlah semua hal yang berhubungan dengan penghematan energi, pelestarian lingkungan atau solusi untuk masalah pemanasan global. Ini sangat potensial bagi para entrepreneur Gen-Y (millenial, mereka yang lahir 1980 dan seterusnya) yang memiliki passion atau setiap generasi muda yang ingin memulai bisnis, atau bahkan generasi baby boomer yang masih ingin berkarya dan berkontribusi di perjalanan karirnya yang sudah lama.

Di Amerika Serikat yang perekonomiannya masih belum pulih benar, celah peluang bisnis di sektor energi seperti ini mendapatkan perhatian yang relatif lebih banyak. Para investor sangat memperhatikan startup-startup yang mampu memberikan inovasi dalam berbagai masalah energi penduduk dunia saat ini. Di Indonesia, masalah penghematan energi juga telah menjadi isu yang krusial. Sehingga Anda sebagai entrepreneur Indonesia perlu juga mencermati peluang bisnis di sektor energi ini. Melakukan hal yang benar harus juga mendatangkan untung dan kompetitif jika nantinya ingin menjadi sebuah usaha yang berkelanjutan, tak hanya melejit sekarang tetapi meredup dan lenyap setelah tren menghilang.


Berikut ini merupakan 10 tema besar yang bisa menjadi ide bisnis yang menguntungkan bagi Anda selain juga menyelamatkan bumi dan masa depan umat manusia.

1. Kurangi, gunakan kembali, daur ulang: Pikirkan bagaimana mendaur ulang agar menguntungkan secara ekonomi berbagai barang yang kita pakai sehari-hari, seperti gadget yang sudah tidak digunakan lagi, dan sebagainya. Temukan cara yang bertanggung jawab untuk mengolah sampah obat-obatan yang sudah lama dan kadaluarsa. Hasilkan energi dari barang yang Anda daur ulang.

2. Pertanian yang berkelanjutan: Singkirkan bahan beracun dari pembunuh serangga, pemusnah rerumputan liar dan produk -produk lainnya yang digunakan dalam pertanian kita dan kurangi bahan kimia berbahaya dalam berbagai bahan makanan kita. Kesadaran masyarakat akan bahaya residu bahan kimia dalam makanan yang mereka konsumsi juga makin meningkat akhir-akhir ini. Ini menjadi sebuah peluang baru.

3.Konservasi sumber daya alam dan margasatwa: Tanam kembali lahan yang gundul untuk meningkatkan kualitas air, dan mengembalikan hutan alami. lindungi hewan yang terancam oleh manusia untuk mengembalikan seleksi alam alami dan keseimbangan lingkungan seperti semula.

4. Energi terbarukan: Hasilkan listrik dari sumber energi terbarukan yang lebih sedikit mengotori lingkungan untuk menggerakkan setiap kegiatan kita sebagai manusia modern, jual energu terbarukan tersebut kepada masyarakat atau perusahaan yang membutuhkannya dan bangun impian hunian yang ramah lingkungan, minimalkan penggunaan bahan bakar fosil dan sebagainya.

5. Transportasi alternatif: Alternatif di sini bisa berupa kendaraan bertenaga baterai yang dihasilkan angin hingga kendaraan bertenaga nuklir, bertenaga gelombang, bertenaga air pasang, bertenaga panas bumi , bertenaga sinar matahari untuk berbagai kegunaan berbeda di seluruh dunia.

6. Peralatan yang super efisien: Teknologi dalam rumah bisa juga dirancang untuk lebih hemat energi. Bayangkan sebuah pemanas air dan pompa air, pendingin udara, lampu rumah, dan peralatan rumah tangga lainnya yang bisa menghemat konsumsi energi hingga separuhnya atau lebih dari itu. Orang kini lebih menyukai peralatan yang awet dan hemat energi meski harganya relatif lebih tinggi karena mereka makin sadar penghematan energi merupakan investasi jangka panjang.

7. Makanan organik: Ini bsia dilakukan baik dalam bentuk bisnis besar hingga lahan pertanian yang relatif kecil dan membantu masyarakat utnuk bisa lebih Mandiri dalam hal pangan dan lebih mencintai produk pangannya sendiri daripada pangan impor.

8. Makanan cepat saji yang lebih sehat: Restoran cepat saji memiliki reputasi buruk selama ini karena kandungan gizi makanan mereka yang kurang seimbang. Ini bisa Anda anggap sebagai celah peluang yang harus dimanfaatkan. Anda bisa mendirikan sebuah rumah makan atau restoran waralaba yang menyajikan makanan cepat saji yang lebih menyehatkan, meski tak sepenuhnya sehat seperti makanan segar. Satu produsen mie instan misalnya menangkap sinyalemen kecemasan masyarakat terhadap keamanan mengkonsumsi mie instan dengan mengeluarkan produk yang berbahan dasar lebih sehat dan cara pengolahan yang lebih baik. Dan produk tersebut mulai mendapat tempat di hati masyarakat.

9. Selamatkan lingkungan hidup di bumi: Pemanasan global, polusi air dan udara, dan pengurangan konsumsi energi hanya beberapa di antaranya.

10. Bangunan berkonsep hijau: Banyak ide yang berkaitan dengan upaya menjadikan hunian kita makin hemat energi dan ramah lingkungan, dari perbaikan kecil seperti pemilihan cat yag dipakai hingga yang besar seperti bagaimana memilih dan memasang panel surya penghasil listrik.

Terdapat banyak program di luar sana untuk membantu perusahaan-perusahaan menanamkan konsep hemat energi dan ramah lingkungan dalam setiap kegiatannya yang pada dasarnya mampu menggenjot keuntungan jangka panjang. (*AP)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/ide/16324-10-ide-startup-yang-ramah-lingkungan.html

Sunday, April 8, 2012

Langkah-langkah Mengubah Ide Menjadi Bisnis

Views :658 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 08 April 2012 08:03
ide_bisnis0412Sejumlah ide cemerlang yang Anda miliki bisa disulap menjadi peluang bisnis potensial. Tapi, ada baiknya mempersiapkan sejumlah faktor penting sebelum melibatkan diri ke dalamnya.

Berikut ini adalah empat langkah yang dapat membantu Anda menghemat waktu, uang, dan tenaga sepanjang proses:

Membayangkan

Cari tahu apakah hal ini benar-benar sesuatu yang diinginkan. Anda tidak harus memiliki gairah terhadap produk atau jasa tertentu yang hendak ditawarkan. Tapi, Anda harus memiliki semangat tinggi untuk membuat bisnis tersebut sukses, sehingga memberikan stamina yang dibutuhkan untuk melalui pasang-surut keadaan.

Meneliti

Guna menentukan kecemerlangan ide itu, Anda perlu mengetahui apakah ide tersebut memenuhi kebutuhan tertentu dan adakah pasar untuknya. Anda juga membutuhkan naluri bisnis. Jadi, berbicaralah dengan semua orang.

Jangan takut untuk mendiskusikan ide karena karena khawatir seseorang akan mencurinya. Sebab, ketakutan itu justru menghilangkan peluang Anda mendapatkan bantuan yang diperlukan.

Merencanakan

Mayoritas rencana bisnis mencakup tujuan Anda, deskripsi bisnis, analisa pasar, analisa permulaan dan biaya sehari-hari, strategi pemasaran dan penjualan, serta rencana organisasi. Banyak perempuan membuat kesalahan dengan tidak memperhitungkan waktu dan tenaga yang mereka curahkan ke dalam rencana bisnisnya. Gaji Anda seharusnya menjadi bagian dari rencana biaya.

Mendanai

Melakukan proyeksi keuangan tidak berbeda dari merencanakan dana kuliah anak. Pertama, siapkan biaya untuk meluncurkan perusahaan Anda. Setelah itu, tentukan di mana Anda memutuskan mengamankan dana tersebut ke depan.

Banyak orang menggunakan uang tunai atau kredit mereka sendiri, atau meminjam bantuan dana dari keluarga atau teman-teman mereka. Selain itu, ada pula yang menggunakan modal ventura.

Anda juga harus melakukan analisa impas (proyeksi tentang kapan pendapatan akan melebihi pengeluaran dan Anda akan menghasilkan uang) dan belajar untuk menulis laporan keuangan, yang menunjukkan nilai perusahaan Anda. (*/Metrotvnews.com)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/15876-langkah-langkah-mengubah-ide-menjadi-bisnis.html

Tuesday, March 20, 2012

5 Bisnis dari Ide Konyol


Views :340 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 20 Maret 2012 14:34
dogless0312Dalam persaingan bisnis yang semakin ketat, maka dibutuhkan sebuah inovasi dan pemikiran baru yang kreatif. Namun tak semua orang bisa berfikiran kreatif dalam menghasilkan suatu produk. Meski hal sepele jika terbilang unik maka tak ada yang menyangka hal tersebut juga dapat menghasilkan keuntungan miliaran.

Dan berikut ini adalah 5 ide unik dan sederhana yang bisa mendatangkan uang miliaran rupiah, seperti dikutip dari laman cnbc.com:

1. Kacamata anjing, Doggles

Roni Di Lullo, pertama kali memperoleh ide pertamanya pada 1997. Diawali dengan membuat kacamata bertali, Di Lullo akhirnya merogoh tabungan untuk merancang model yang berbeda yang disesuaikan dengan wajah anjing. Disinilah, muncul produk bermerek Doggles.

Dan kini perusahaan yang didirikan oleh Di Lullo itu, MidKnight Creations, telah membuka cabang untuk memproduksi ransel, jaket pelampung, dan mainan kucing. Perusahaan ini meraup penjualan rata-rata US$3 juta per tahun (Rp27 miliar).

2. Alarm berjalan, Clocky

Berawal dari kebiasaan tidur Gauri Nanda mempunyai ide untuk merancang sebuah jam alarm yang bergerak. Dilengkapi dengan dua roda, jam ini akan berguling ketika tombol snooze ditekan, sehingga membuat pemilik jam bangun untuk mematikan alarm.

Sekarang, Clocky dijual oleh ribuan pengecer di lebih dari 45 negara dan menghasilkan hampir US$10 juta (Rp90 miliar) dalam penjualan sejak awal. Hal ini juga melahirkan Tocky, yaitu Clocky versi tanpa roda yang menggelinding di meja membuat momentum sendiri.

3. Gigi palsu Billy Bob

White pertama kali menangkap ide membuat gigi pasangan yang terlihat norak saat dipakai dari seorang pemain football Rich Bailey, yang sedang mengenakan gigi palsu. White pun melihat sebuah peluang meminta Bailey untuk membuat satu set gigi palsu itu.

Dan kini bisnis White telah berkembang memproduksi sandal, hiasan kepala dan produk Billy Bob. Omzet bisnisnya mencapai US$50 juta (Rp450 miliar) sejak Gigi Billy Bob diciptakan.

4. Garpu sekaligus pisau, Knork

Saat Mike Miller masih duduk di kelas delapan ia mempunyai ide canggih ini ketika mencoba untuk makan pizza dan melihat bagaimana seorang karyawan dengan mudah memotong pizza dengan pemotong pizza miring. Dan saat Miller kuliah ia meminjam US$10.000 dari kakeknya untuk mendirikan perusahaan dan mengembangkan prototipe menggunakan salah satunya garpu milik ibunya. Dan kini ia mendapatkan keuntungan dari Knork hampir US$2 juta (Rp18 miliar) dalam penjualan pada 2011.

5. Kartu ucapan bola, SENDaBALL

Ide ini bermula ketika Michele Sipolt Kapustka melihat sekeranjang bola di sebuah toko dan menuliskan "Have a Ball with your new Baby". Bola itupun dikirimkan ke rekannya. Pada tahun 2003, mereka menciptakan sebuah situs web, dan membuka toko di garasi Kapustka, di mana kantor masih berada. Sejauh ini, SENDaBALL telah mengantongi penjualan hingga US$1 juta (Rp9 miliar). (*/ian)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/ide/15404-5-bisnis-dari-ide-konyol.html

Wednesday, March 14, 2012

Jangan Biarkan Ide Anda Dicuri

Hits : 1012 PDF Cetak E-mail
Selasa, 13 Maret 2012 14:32
bisnis-penyamakan-kulit-01Banyak pelaku bisnis yang tidak memiliki ide-ide yang kuat maupun etika bisnis yang memadai. Yang terjadi kemudian adalah, mereka mencuri ide atau hak cipta orang lain (dalam bisnis biasa disebut hak kekayaan intelektual) dan memata-matai langkah pemasaran yang dilakukan perusahaan pesaingnya.
Agar Anda tidak terjebak dalam tindakan pencurian ide atau merek (atau apa pun yang berkaitan dengan bisnis), segera lakukan proteksi terhadap bisnis Anda dengan lima cara berikut:
Catat dan simpan. Secara teliti catatlah detail dari ide brilian Anda, termasuk dengan siapa dan kapan Anda membagi ide tersebut. Simpan di komputer atau ponsel, dalam file yang diproteksi dengan password. Sebagai back-up, kirim email berisi file ide tersebut ke alamat email Anda yang lain, supaya dapat mengetahui kapan Anda pertama kali membuat catatan mengenai ide tersebut.
Daftarkan ide dan merek Anda. Buka website Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (www.dgip.go.id) yang mengidentifikasi tipe hak kekayaan intelektual apa yang Anda miliki. Di sini Anda bisa menemukan tata cara melakukan hak paten, hak merek, atau hak cipta, dan melakukan registrasi secara online. Dalam website tersebut Anda juga bisa mencek apakah merek yang Anda buat sudah pernah didaftarkan oleh orang lain (alias, merek Anda sudah tidak eksklusif).
Kuatkan hak-hak Anda. Begitu Anda mendaftarkan ide-ide Anda, langkah selanjutnya adalah menguatkan hak-hak Anda. "Jika Anda tidak secara agresif mengurus hak kekayaan intelektual Anda, kelak Anda bisa repot mengurusnya secara hukum (jika ide atau merek Anda diakui orang lain)," ujar Alex Weingarten, pakar hak kekayaan intelektual di Spillane Weingarten LLC.
Gunakan perjanjian dengan vendor, investor, atau karyawan, untuk tidak membocorkan rahasia dan melakukan persaingan usaha yang sehat (misalnya, tidak memasang harga di bawah harga pasar). Cekwww.hukumonline.com untuk mengetahui berbagai peraturan perundang-undangan seputar dunia usaha. Saat Anda membuka informasi, pastikan hal ini hanya sebagai pengetahuan saja. Pastikan juga Anda memberikan regulasi yang dapat diakses dan diunduh karyawan.
Dapatkan penasihat hukum. Ketika usaha yang Anda rintis sudah makin berkembang, pekerjakan seorang pengacara yang berspesialisasi di bidang kekayaan intelektual. Anda akan sangat terbantu ketika berniat menjalani suatu prosedur hukum, karena ada ahli yang selalu membimbing langkah-langkah Anda, sekaligus memberikan saran-saran mengenai apa yang harus Anda lakukan.(Sumber: http://female.kompas.com/ *Septian)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/15205-jangan-biarkan-ide-anda-dicuri.html

Friday, March 2, 2012

Cara Menemukan Ide Bisnis yang Sempurna

Views :311 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 02 Maret 2012 11:12
ide0302Salah satu perjuangan terberat yang harus dihadapi oleh pemilik usaha ialah menemukan jenis usaha apakah yang mereka harus mulai. Terdapat lima cara yang Anda harus selalu ingat saat mempertimbangkan ide bisnis yang berbeda-beda.

Satu dari perjuangan terberat yang saya hadapi saat memulai bisnis saya sebenarnya adalah memunculkan gagasan itu. Saya menginginkan sesuatu yang terukur dan sekaligus dibutuhkan dalam masyarakat. Saya mempertimbangkan ratusan gagasan sebelum akhirnya sampai pada usaha yang saya geluti sekarang. Selama periode penemuan ini, saya menemukan apa yang saya yakini sebagai lima konsep terpenting dalam menentukan hal apa saja yang membuat sebuah gagasan menjadi ide bisnis yang sempurna.

Jadi apakah ide bisnis yang sempurna itu? Tiap entrepreneur memiliki konsep mereka sendiri tentang apa itu sebuah usaha yang tanpa cela. Sementara Google ialah sebuah usaha yang hebat bagi para pendiri perusahaan tersebut--Google mungkin bukan usaha yang tepat bagi mereka yang tidak terlalu mengerti dan familiar dengan teknologi atau yang tidak ingin mengelola organisasi sebesar itu.

Maka dari itu, setiap usaha yang sempurna didefinisikan oleh pemilik usaha. Selalu ingatlah itu, mari kita mulai dengan lima konsep menemukann ide usaha sempurna:

Mengerti pelanggan Anda
Terasa aneh untuk memulai dengan pertanyaan "Bagaimana Anda tahu pelanggan Anda sebelum Anda memiliki gagasan yang nyata?". Jawabannya sederhana--pelanggan Anda berperan penting dalam bisnis, sehingga tanpa pelanggan, tidak akan ada bisnis. Jika Anda memiliki gagasan bisnis, jangan coba untuk mengembangkannya seputar apa yang ANDA pikir pelanggan potensial akan sukai atau butuhkan, tetapi temukan apa yang pelanggan Anda sebenarnya hendaki. Terlalu sering pemilik usaha mendapatkan gagasan dalam benak mereka dan langsung terjun tanpa pikir panjang. Namun, mereka segera mengetahui bahwa pasar target mereka tidak menghendaki apa yang ditawarkan. Menghabiskan waktu dan uang untuk proyek hanya untuk menyaksikannya melemah dan runtuh bukanlah sebuah ide bisnis yang sempurna.

Di samping itu, katakanlah Anda belum memiliki sebuah ide--turun ke pasar dan memahami pelanggan (mereka yang akhirnya akan menjadi pelanggan Anda) bisa membimbing Anda menuju ide yang sempurna. Mengetahui apa yang pelanggan potensial butuhkan dan membangun produk untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut akan membuat para pelanggan melakukan apa saja untuk mendatangi Anda--hal itulah ide bisnis yang sempurna.

Gairah
Gairah di dalam pengertian ini bukan berarti menjadi fanatik terhadap produk atau layanan Anda. Namun, hal ini berarti memiliki minat pada apa yang Anda lakukan. Anda lebih sering menghabiskan waktu selama 15-18 jam sehari bekerja mengurusi bisnis Anda pada saat permulaan--biasanya untuk 12 hingga 18 bulan pertama (lebih terasa seperti 2 tahun dalam kondisi ekonomi seperti sekarang ini). Anda harus terus menerus berpikir tentang cara-cara untuk meningkatkan dan menumbuhkan bisnis Anda serta keluar untuk mempublikasikannya di mana pun, dan kepada siapa pun. Jika Anda akhirnya memulai sebuah usaha yang Anda tidak minati, sesuatu yang tidak membuat Anda bersemangat di pagi hari, maka akan sangat sulit untuk mencurahkan waktu dan energi anda untuk berhasil, sehingga itu tidak bisa dianggap sebagai ide bisnis yang sempurna.

Pahami persaingan
Tiap bisnis punya persaingan--baik langsung atau tidak langsung. Pikirkan mengenai gedung bioskop. Mereka memiliki persaingan langsung dengan toko-toko persewaan video atau televisi rumah. Mereka juga mempunyai persaingan tak langsung dari kegiatan lain yang pelanggan lakukan untuk menghabiskan pendapatan sekali pakai mereka seperti bowling, paint ball, golf, dsb. Hal apapun yang orang lakukan di waktu senggang mereka.

Lebih lanjut lagi, beberapa pesaing tampak kejam. Artinya bahwa jika Anda mempromosikan dan menawarkan sebuah produk yang sama dengan produk mereka tetapi dengan harga yang lebih rendah, para pesaing ini hanya akan menurunkan harga mereka untuk menyamai atau mengalahkan Anda. Jika bisnis mereka sudah mapan- mereka bisa saja menjual dengan harga yang lebih rendah dari Anda, yang akibatnya bisa saja membuat Anda terdepak dari persaingan.

Bila Anda tidak mengetahui persaingan--apa yang mereka mau lakukan untuk mengeluarkan anda dari persaingan--Anda mungkin akan menghabiskan lebih banyak waktu dalam perang harga lalu menumbuhkan bisnis anda--bukan sebuah ide bisnis yang sempurna.

Arus kas
Banyak entrepreneur memasuki dunia bisnis dengan ide-ide yang hebat tetapi memiliki pemahaman yang kurang memadai tentang modal yang dibutuhkan untuk dapat melejitkan usahanya. Kebanyakan akan membuat bentuk asli produk atau layanan dan memahami apa yang dibutuhkan untuk membuat produk atau memberikan layanan tetapi mereka tidak paham mengenai modal yang dibutuhkan usahanya untuk mengatur sisa organisasinya--termasuk pemasarannya (sangat mahal tetapi sangat penting), karyawan (lebih dari sekadar gaji atau upah), asuransi atau persediaan dan semua pengeluaran kecil yang berakumulasi dengan cepat seperti telepon, internet, layanan komputer, dsb. Mengetahui semua arus kas Anda akan membantu memastikan bahwa semua biaya (variabel maupun tetap) dapat ditutup dengan bisnis--ide bisnis yang sempurna. Saya telah melihat terlalu banyak perusahaan dengan produk yang hebat tetapi gagal karena mereka tidak dapat menutup pengeluaran sederhana seperti sewa atau peralatan.

Ketahui diri Anda
Ketahui kelebihan dan kelemahan Anda. Ketahui bahwa Anda siap,mau, dan mampu untuk melakukan apa yang diperlukan dalam membuat usaha Anda berhasil. Saya hingga kini sudah bekerja dengan banyak pemilik usaha di masa lalu yang berpikir bahwa satu-satunya hal yang mereka perlu lakukan ialah memasang papan nama mereka dan selesai sudah. Oleh karena itu, saat berhubungan dengan pengelolaan bisnis sehari-hari, mereka tidak bersedia untuk menginvestasikan waktu, energi, atau uang yang diperlukan untuk keberhasilan. Maka dari itu, ketahui seberapa kerasnya Anda mau bekerja.

Selain itu, ketahui pula situasi keuangan pribadi Anda dan apa yang bisnis Anda hasilkan untuk menopang gaya hidup Anda. Jika Anda pikir bisnis Anda akan menghasilkan uang yang banyak dari hari pertama, maka Anda salah. Dan jika Anda ingin bisnis Anda menghasilkan banyak uang, itu bukan bisnis yang tepat untuk Anda. Singkirkan hal-hal yang mengganggu konsentrasi dari luar seperti situasi keuangan pribadi Anda--lakukanlah secara berurutan--Anda akan dapat untuk memusatkan perhatian hanya pada konsepsi dan pertumbuhannya. Pada akhirnya, akan memberikan anda keamanan keuangan yang Anda idamkan--itu akan menjadi ide bisnis yang sempurna.

Apapun tingkatan keinginan Anda terhadap bisnis Anda--sebuah gaya hidup ibu-ibu dan operasi pop atau sebuah konglomerat multinasional--apabila Anda mengembangkan sebuah ide bisnis dengan lima konsep ini dalam benak Anda--ide Anda akan menjadi ide bisnis yang sempurna bagi Anda.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/14885-cara-menemukan-ide-bisnis-yang-sempurna.html

Thursday, February 23, 2012

Ide Bisnis dari Pengalaman Dirampok

Views :222 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 23 Februari 2012 10:28
Berawal dari pengalaman pahit saat mengantarkan barang pesanan pelanggan, Antonius mempersenjatai diri dengan alat kejut. Tak dinyana, ternyata alat kejut tersebut menarik perhatian teman-temannya. Dari sinilah ide untuk membuka usaha alat keamanan pribadi muncul.

CE-logo"Awal mulanya, saya sebenarnya kena tipu. Saya mempunyai toko handphone waktu itu ada orang pesan dan saya antar barangnya ternyata di tempat orang tersebut ada 9 orang dan saya dirampok, habislah semua," tutur pria kelahiran 1989 ini.

Antonius menjelaskan, dirinya menjual beberapa alat seperti alat kejut atau setrum, bermacam-macam jenis pisau teropong dan senter yang jaraknya hingga 2 Km. "Dan yang paling tenar dan banyak dipesan itu adalah semprotan gas air mata atau biasa dikenal dengan spray pepper," kata dia.

Antonius membelinya di sebuah toko di Jakarta yang ternyata toko itu menjual khusus barang impor alat-alat bela diri ini. “Di tempat tersebut saya justru membeli banyak variasi dari pepper spray hingga samurai," kata Dia.

Bermodalkan Rp 2 juta di awal berdagang kini Antonius mempunyai dua toko di mana satu di rumah dan satu lagi terletak di Pondok Gede, Jatiwaringin ini. "Awalnya, saya punya modal Rp 2 juta. Kemudian jual-jual melalui internet dengan fasilitas barang dikirim dan itu terus berkembang," tambahnya.

Dijelaskan Antonius kini omsetnya sudah mencapai Rp 20-40 juta per bulan. "Saya sudah punya jaringan dan langganan sampai luar provinsi. Langganan ada di Bandung, Medan, Lampung sampai ke Papua," kata dia.

Pelanggan Antonius sangat beragam dari Ditlantas Polda, petugas satpam, dan perusahaan security dan keamanan, bahkan akademi polisi. Tak lupa pelanggan perorangan pun banyak yang datang kepadanya.

Ia menjelaskan, rata-rata harga alat seperti alat kejutnya dari Rp 85.000 sampai Rp 200.000. "Kalau pepper spray ada yang Rp 50.000 sampai Rp 100.000," tuturnya. Adapula yang jenis pisau dan samurai antara Rp 100.000 sampai Rp 500.000.

Menurutnya, berdagang alat-alat ini tidak perlu perizinan. Hal ini, sambungnya dikarenakan memang bukan berupa senjata api maupun replika senjata asli.

Dikatakan Antonius, hingga saat ini dirinya menjadi tulang punggung keluarga. Tidak hanya membayar kuliah sendiri namun hingga bisa membiayai orang tua. "Di balik kejahatan yah memang ada peluang," ungkap dia. (*/Detik Finance)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/perdagangan/14661-ide-bisnis-dari-pengalaman-dirampok.html

Thursday, February 16, 2012

Kembangkan Ide untuk Sukses Berbisnis


Views :183 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 16 Februari 2012 11:28
ide0212Banyak orang ingin membuka bisnis, menjadi entrepreneur. Namun pertanyaan pertama yang biasanya terlintas di benak mereka adalah mau berbisnis di bidang apa. Jadi, bagaimanakah cara yang paling tepat untuk menentukan bidang usaha?

Menurut logika, sebuah usaha yang berpeluang untuk berjalan dengan lancar adalah usaha yang tingkat persaingannya kecil, tetapi tingkat kebutuhan pada konsumennya tinggi. Untuk bisa menekan tingkat persaingan sampai sekecil mungkin, maka seyogyanya produk yang akan dijual merupakan produk orisinil, belum pernah dibuat orang lain, atau memberikan nilai tambah yang tidak dimiliki oleh produk pesaing.

Banyak orang yang membuka usaha berdasarkan trend yang ada. Misalnya, di suatu daerah banyak didatangi turis, maka beramai-ramailah membuka tempat penginapan. Pola berpikir seperti ini terlalu menggampangkan, seakan-akan menyamakan trend bisnis dengan trend mode.

Di bidang mode, kalau saat ini sedang digemari kaos model V-Neck misalnya, tidak ada masalah bagi siapa saja untuk meniru. Akan tetapi, kalau kita meniru bidang usaha yang sudah begitu banyak orang lain menjalankannya, berarti kita terjun ke dalam suatu lahan yang sudah penuh sesak dengan persaingan. Sulit untuk kita bisa berkembang dalam situasi yang demikian, apalagi bila kita pendatang baru yang belum terlalu berpengalaman.

Di bidang finansial misalnya, banyak orang baik pebisnis maupun orang biasa untuk terjun bermain valas (valuta asing), bursa saham, bursa komoditi, dan instrumen investasi lainnya. Tidak sedikit mereka yang pengetahuannya terbatas tentang bidang tersebut, karena tergiur margin yang selangit, ikut-ikutan bermain, akhirnya harta yang ditanam ludes tak bersisa. Kejadian seperti ini terlalu mengerikan untuk dialami oleh setiap calon wiraswastawan yang punya idealisme.

Alex S. Nitisemito, seorang konsultan manajemen dalam bukunya memberikan contoh yang bagus tentang seorang pemilik kebun apel yang pada suatu hari menemukan buah apel yang jatuh ke tanah bekas dimakan burung. Karena buah apel tersebut ternyata berbau anggur, maka timbullah gagasannya untuk mendirikan usaha minuman sari buah apel. Hal itu merupakan ide orisinil. Di saat orang di sekitarnya hanya bisa menjual buah apel, sang pemilik kebun tersebut berhasil mengambangkan produk turunan apel.

Henry Ford memulai usaha dengan gagasan untuk membuat mobil yang baik bagi masyarakat banyak dengan harga terjangkau, dan usahanya sukses. Begitu juga Bill Gates yang berangan-angan untuk “mengkomputerkan” seluruh dunia, ternyata melesat begitu cepatnya menjadi raja komputer sejagat.

Ide atau gagasan tidak selalu datang begitu saja tanpa disangka-sangka, sehingga orang tidak akan bisa mengetahui kapan ide itu akan datang. Jangan menunggu datangnya ilham, atau mengharapkan bisikan gaib melalui mimpi saat tidur. Ide harus dikejar, dipikirkan dan dicari, kuncinya adalah peka terhadap apa yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Ini suatu bukti yang menguatkan bahwa kewiraswastaan adalah “kerja otak” bukan “kerja otot”. Gagasan bisa datang dan terjadi kapan saja, maka kita harus selalu waspada. Seperti contoh di atas, pemilik kebun apel ada dalam keadaan waspada sehingga ia bisa mencetuskan sebuah ide besar berdasarkan sebuah kejadian kecil. Kalau tidak, ribuan buah apel bekas dimakan burung yang berjatuhan keatas tanah, tetap tinggal membusuk tanpa arti apa-apa bagi siapa pun. (*/ian)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/index.php/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/14453-kembangkan-ide-untuk-sukses-berbisnis.html

Wednesday, January 18, 2012

Ide Bisnis Berbasis Hobi Berbiaya Rendah


Views :440 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 18 Januari 2012 11:34
Ide bisnis bisa berasal dari hobi. Apa hobi Anda? Segera terapkan dan kembangkan ke dalam dunia entrepreneurship untuk menambah pundi-pundi penghasilan.

Bisnis yang berbasis hobi memberi banyak keunggulan bagi entrepreneur. Satu di antaranya memberi kepuasan tersendiri saat mengelolanya sehingga pelaku usaha senantiasa bersemangat dalam menekuninya walau kendala menghadang sekalipun.

women-business-owner-bakeryNah, berikut ini adalah beberapa ide bisnis berbasis hobi berbiaya relatif murah yang bisa  Anda jadikan peluang untuk mendatangkan penghasilan.

Menjual Kue
Bila Anda hobi memakan dan membuat kue, salurkan hobi itu menjadi peluang usaha yang bisa mendatangkan penghasilan. Usaha ini bisa dikelola dari rumah dengan biaya yang relatif rendah. Anda bisa berperan sebagai pemasok atau supplier terlebih dahulu serta mempromosikannya melalui toko online di awal-awal bisnis dan bila grafik pertumbuhan bisnisnya telah meroket, Anda bisa membuka toko offline. Manfaatkan jejaring sosial untuk mempromosikan produk tersebut.

Fotografi
Hobi memotret layak disalurkan menjadi peluang usaha. Sebagai permulaan, Anda bisa membuka studio mini di garasi atau teras rumah. Beli perlengkapan pemotretan yang terjangkau sesuai budget dan lakukan promosi bisnis. Sembari mengelola usaha studio mini di rumah, Anda juga bisa menawarkan jasa untuk berbagai event yang membutuhkan kepiawaian memotret Anda seperti pernikahan, ulang tahun, event korporasi dan ajang-ajang lainnya. Seiring bisnis berjalan, asah kemampuan video shooting Anda untuk melengkapi produk jasa yang bisa ditawarkan kepada konsumen.

Ada baiknya membuat webiste perusahaan untuk memperkenalkan bisnis Anda kepada khalayak. Bila memiliki kekhususan bidang dalam memotret, misalnya hobi memotret pertandingan olahraga atau memotret interior rumah dan sebagainya, Anda bisa memeroleh pundi-pundi uang dengan menjual hasil karya tersebut di jagat maya.

Game
Hobi bermain game tak hanya bisa meredakan kepenatan tapi juga bisa mendatangkan uang. Ciptakan aplikasi permainan, baik berbasis ponsel ataupun komputer, yang mampu menarik minat khalayak. Modal yang dibutuhkan untuk usaha ini relatif rendah dan bisa dikelola dari rumah sebagai pekerjaan sambilan untuk awal mulanya.

Untuk memperluas jaringan dan membuka cakrawala mengenai game yang up-to-date, bergabunglah dengan komunitas-komunitas pecinta game. Bila memungkinkan jual karya kreatif Anda kepada sejumlah vendor potensial.

Menjahit
Kehadiran butik online di jagat maya seakan tak terhitung. Pelakunyapun beragam, mulai dari kalangan remaja, umum hingga selebriti. Bila Anda memiliki hobi di bidang tata busana, salurkan hobi tersebut dengan merancang serta menciptakan busana trendi yang disukai konsumen. Sebagai permulaan, pasarkan produk ke orang-orang terdekat dan ciptakan sistem pemasaran dari-mulut-ke-mulut yang efektif serta pemasaran online yang efisien. Ikuti selalu perkembangan mode yang paling mutakhir untuk mengembangkan produk Anda.

Ini hanya sebagian kecil ide bisnis berbiaya murah yang bisa dibidik sebagai peluang usaha. Masih banyak lagi ide bisnis berbasis hobi yang layak dikelola sebagai usaha, hobi Anda mungkin salah satu di antaranya. Selamat berbisnis! (*/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/bisnis-mikro/14419-ide-bisnis-berbasis-hobi-berbiaya-rendah.html

Wednesday, November 30, 2011

Mau Usaha? Gali Sektor yang Berbasis Permintaan Domestik

Mau Usaha? Gali Sektor yang Berbasis Permintaan Domestik
Ester Meryana | Erlangga Djumena | Rabu, 30 November 2011 | 15:15 WIB

 
JAKARTA, KOMPAS.com - Jika mau mengerjakan suatu usaha, carilah bidang usaha yang terkait dengan permintaan domestik. Dan, tidak harus ekspor.
Demikian disampaikan oleh ekonom Partner Strategic Indonesia, A Prasetyantoko, dalam diskusi "Peran dan Posisi Indonesia Young Entrepreneurs Dalam Menghadapi Peta Ekonomi CHINDONESIA (China, India, dan Indonesia) di Jakarta, Rabu ( 30/11/2011 ).
"Bank Dunia memperkirakan ada 7 juta penduduk kelas menengah baru setiap tahun di Indonesia," ujar Prasetyantoko. Ini mencerminkan kesempatan permintaan domestik yang luar biasa di Indonesia.
Sejumlah data penjualan pun ia sebutkan. Misalnya, motor Vespa yang hilang tahun 1980 -an kini muncul kembali. Secara keseluruhan, motor jenis scooter di Indonesia bisa terjual hingga 8 juta unit pada tahun 2010 . Sementara di Thailand hanya 1,7 unit, India sebanyak 11,3 juta unit, dan China 16 juta unit. "Padahal China itu penduduknya 2 miliar," sebut dia mengingat jumlah penjualan Indonesia bisa mencapai setengah dari yang terjual di China. Ini tidak sebanding jika melihat jumlah penduduk kedua negara.
Hal serupa juga terjadi pada penjualan mobil. Prasetyantoko pun menyebutkan, penjualan mobil trennya meningkat. Pada 2010 , mobil yang terjual mencapai 750 ribuan unit. "Tahun ini diperkirakan naik menjadi 850 ribuan unit," jelasnya.
"Ini indikasi yang bisa kita lihat, walaupun krisis, permintaan domestik sungguh luar biasa," tegas Prasetyantoko.
Ia pun sembari bercanda menceritakan bagaimana cafe tetap penuh dan masyarakat bisa tetap merokok sebagai indikasi lain bagaimana kondisi konsumsi domestik yang tinggi. "(Jadi) carilah sektor-sektor yang punya basis konsumsi domestik," sebut dia, misalnya sektor makanan dan minuman.

Sumber:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/11/30/15154015/Mau.Usaha.Gali.Sektor.yang.Berbasis.Permintaan.Domestik

Monday, November 21, 2011

Lindungi Ide Bisnis Anda

Views :1034 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 21 November 2011 09:25
pass_word11Banyak pelaku bisnis yang tidak memiliki ide-ide yang kuat maupun etika bisnis yang memadai. Yang terjadi kemudian adalah, mereka mencuri ide atau hak cipta orang lain atau biasa disebut hak kekayaan intelektual dan memata-matai langkah pemasaran yang dilakukan perusahaan pesaingnya. Hal ini tentunya akan membuat iklim usaha menjadi tidak sehat.

Agar Anda tidak terjebak dalam tindakan pencurian ide atau merek atau apa pun yang berkaitan dengan bisnis Anda, segera lakukan proteksi terhadap bisnis Anda dengan lima cara berikut:

1. Catat dan simpan

Secara teliti catatlah detail dari ide brilian Anda, termasuk dengan siapa dan kapan Anda membagi ide tersebut. Simpan di komputer atau ponsel, dalam file yang diproteksi dengan password. Sebagai back-up, kirim email berisi file ide tersebut ke alamat email Anda yang lain, supaya dapat mengetahui kapan Anda pertama kali membuat catatan mengenai ide tersebut.

2. Daftarkan ide dan merek Anda

Buka website Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (www.dgip.go.id) yang mengidentifikasi tipe hak kekayaan intelektual apa yang Anda miliki. Di sini Anda bisa menemukan tata cara melakukan hak paten, hak merek, atau hak cipta, dan melakukan registrasi secara online. Dalam website tersebut Anda juga bisa memeriksa apakah merek yang Anda buat sudah pernah didaftarkan oleh orang lain.

3. Kuatkan hak-hak Anda

Begitu Anda mendaftarkan ide-ide Anda, langkah selanjutnya adalah menguatkan hak-hak Anda. "Jika Anda tidak secara agresif mengurus hak kekayaan intelektual Anda, kelak Anda bisa repot mengurusnya secara hukum (jika ide atau merek Anda diakui orang lain)," ujar Alex Weingarten, pakar hak kekayaan intelektual di Spillane Weingarten LLC.

4. Gunakan perjanjian

Jika Anda berhubungan dengan vendor, investor, atau karyawan, gunakan perjanjian untuk tidak membocorkan rahasia dan melakukan persaingan usaha yang sehat. Cek www.hukumonline.com untuk mengetahui berbagai peraturan perundang-undangan seputar dunia usaha. Saat Anda membuka informasi, pastikan hal ini hanya sebagai pengetahuan saja. Pastikan juga Anda memberikan regulasi yang dapat diakses dan diunduh karyawan.

5. Pekerjakan penasihat hukum

Ketika usaha yang Anda rintis sudah makin berkembang, pekerjakan seorang pengacara yang berspesialisasi di bidang kekayaan intelektual. Anda akan sangat terbantu ketika berniat menjalani suatu prosedur hukum, karena ada ahli yang selalu membimbing langkah-langkah Anda, sekaligus memberikan saran-saran mengenai apa yang harus Anda lakukan. (*/dari berbagai sumber)


Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/12915-lindungi-ide-bisnis-anda.html