Showing posts with label amankan usaha. Show all posts
Showing posts with label amankan usaha. Show all posts

Saturday, December 22, 2012

Jangan Remehkan Surat Perjanjian dalam Bisnis

Hits : 1909 PDF Cetak E-mail
Jumat, 21 Desember 2012 14:05
perj_bisnisDalam bisnis, memiliki surat penjanjian adalah hal yang sangat penting. Banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dari selembar kertas surat perjanjian. Seperti kita ketahui, bisnis adalah kegiatan yang melibatkan dua atau lebih pihak. Surat perjanjian dibuat untuk mengikat hak dan kewajiban kedua pihak. Dalam proses berbisnis bisa jadi timbul masalah, sengketa, atau perselisihan. Hal-hal semacam ini biasanya muncul dari ego manusia atau kepentingan salah satu pihak.

Surat perjanjian dimaksudkan untuk memberikan kejelasan secara tertulis mengenai hak dan kewajiban kedua belah pihak. Masalah yang sering timbul misalnya tentang pembagian keuntungan. Jika pembagian keuntungan sudah ditentukan di awal, dan dalam proses bisnis timbul masalah, kedua pihak hanya perlu kembali menengok perjanjian yang dibuat di awal.

Ini juga berlaku untuk bisnis kecil. Bahkan jika usaha yang Anda lakukan melibatkan teman dekat atau sudara, Anda tetap wajib membuat surat perjanjian. Jangan menganggap enteng masalah ini, karena tidak sedikit bisnis keluarga yang justru hancur karena pembagian keuntungannya tidak jelas karena tidak dibuatkan perjanjian tertulis.

Jadi, mulailah membuat surat perjanjian bisnis dari sekarang. Di secarik kertas saja sudah cukup, yang penting ada detail perjanjiannya dan tanda tangan kedua belah pihak. (*/dari berbagai sumber)

http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/7571-jangan-remehkan-surat-perjanjian-dalam-bisnis.html

Friday, September 21, 2012

Pulihkan Bisnis Keluarga yang Sekarat

Hits : 1091 PDF Cetak E-mail
Kamis, 20 September 2012 15:45
Apakah Anda sekarang memiliki bisnis keluarga? Anda memiliki kakek/nenek atau orang tua yang sudah mendirikan usaha dengan susah payah dan akan mewariskannya untuk Anda, tetapi sayangnya keadaan bisnis itu sedang kurang bagus, atau malah memasuki masa kelam dan hampir bangkrut. Semoga tidak demikian. Namun jika betul, jangan cemas. Inilah langkah yang bisa dilakukan untuk segera menggairahkan kembali usaha keluarga yang lesu darah.


Revitalisasi
Maksudnya anda harus mendefinisikan kembali alasan pendirian dan berjalannya bisnis keluarga itu dengan konteks sekarang. Sering bisnis keluarga adalah bisnis yang sudah berusia lama. Dan banyak usaha keluarga yang kehilangan relevansi dengan masa kini karena prinsip-prinsip mereka dalam menjalankan bisnis juga sudah usang.

Tugas Anda adalah memperbarui semua pondasi bisnis yang ada dan sudah mulai keropos itu. Percuma jika Anda menginginkan modal atau berekspansi atau solusi lain, selama akar masalahnya belum dicabut. Temukan alasan mengapa bisnis itu didirikan, jika memang sudah tidak relevan, perbarui supaya relevan. Setelah itu, baru Anda melangkah ke hal-hal lain.

Institusionalisasi
Terdengar rumit, tetapi intinya Anda perlu membuat pamor dan reputasi serta nama baik yang sudah dipupuk selama ini oleh generasi sebelum kita harus tecermin dalam bisnis keluarga tersebut. Sehingga jika kelak Anda benar-benar sudah memegang kendali, semua pelanggan tidak meninggalkan perusahaan Anda.

Untuk itu, Anda perlu mempelajari nilai-nilai dasar apa saja yang dimiliki generasi sebelumnya sehingga bisnis mereka berjaya di masa lalu. Pertahankan nilai-nilai yang abadi itu dan bawalah ke masa kini untuk diwujudkan dalam perusahaan. Tujuannya agar nama baik dan reputasi itu tak cuma melekat di nama si pendiri atau generasi sebelumnya tetapi juga perusahaan dan mereka semua yang berada di dalamnya serta produk yang dijualnya. (*AP)

Sumber gambar:
rietmark.wordpress.com

http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/20240-pulihkan-bisnis-keluarga-yang-sekarat.html

Wednesday, September 12, 2012

Kiat Bertahan Toko Kelontong dari Gempuran Minimarket

Hits : 255 PDF Cetak E-mail
Rabu, 12 September 2012 13:31
tokokelontongSaat ini membanjirnya minimarket tentu akan mengancam pemilik ritel tradisional alias toko kelontong. Kita tahu, persaingan usaha memang hal yang tidak dapat terelakkan lagi, dan salah satu hal yang terpenting adalah mempersiapkan strategi dalam mengatasi hal tersebut.

Terkait dengan pengaturan jarak antara lokasi usaha ritel modern dan tradisional, tentu hal tersebut adalah kewenangan pemerintah dalam memberikan izin terkait. Sehingga, yang perlu dilakukan adalah inovasi layanan dengan pengutamaan kepuasan pelanggan yang telah loyal. Beberapa hal memang dapat dilakukan, namun perlu dikaji berkaitan dengan improvisasi bisnis yang akan dilakukan, di antaranya:

* Item produk jualan memang harus variatif, karena modern ritel memanfaatkan kelengkapan jumlah barang dagangan. Tentu tidak perlu selengkap modern market, kecuali terdapat modalitas yang cukup. Utamakan kebutuhan sembako (sembilan bahan pokok) menjadi bagian penting, karena merupakan kebutuhan dasar. Selain itu, air mineral galon dan gas menjadi sebuah kebutuhan dapur rutin serta berkelanjutan.

* Term pembayaran modern ritel adalah cash & carry, celah itu dapat dimanfaatkan secara fleksibel untuk menjalin relasi dagang pada skala pembelian yang besar untuk memberi konsumen jangka waktu pembayaran. Bisa memakai kredit 2-3 hari tergantung dari penilaian atas kapasitas bayar pelanggan.

* Lakukan pembukuan secara administratif sederhana, mencatat biaya pembelian, hasil penjualan harian termasuk biaya yang dipergunakan seperti transportasi, kebersihan, keamanan, dll. Sehingga, dengan demikian dapat diketahui berapa besar nilai pendapatan bersih atas penjualan. Kelebihan modern market adalah kekuatan sistem layanan termasuk pencatatan.

* Bentuk manfaat dari melakukan pencatatan serta pembukuan harian diatas adalah sebagai bukti pendukung transaksi. Khususnya dipergunakan bagi kepentingan permodalan yang difasilitasi oleh pihak perbankan, di mana pemerintah melakukan dukungan program melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

* Manfaatkan peluang untuk hantaran pembelian dengan kuantitas nilai tertentu, sistem delivery bisa dilakukan dengan pertimbangan jarak lokasi antar yang dekat, di mana hal tersebut memenuhi aspek kepraktisan konsumen golongan rumah tangga. Dengan begitu, maka perlu ada line telepon yang dapat dihubungi untuk order pesanan belanja.

Dalam hukum ekonomi, sisi penerimaan ditopang oleh kemampuan menekan biaya bahan baku serta memperbesar jumlah kuantitas unit barang terjual. Beberapa tips di atas merupakan langkah memperbesar jumlah konsumen.

Sementara itu berkaitan dengan efisiensi biaya bahan baku, maka beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

* Mencari pasokan barang dagangan yang lebih murah, di mana sumber pembelian dengan harga yang kompetitif dapat membuat nilai harga jual lebih murah dan diterima dengan baik oleh konsumen.

* Melakukan pengaturan jadwal pembayaran kepada pemasok. Dalam hal ini maksud yang terpenting adalah melakukan pengelolaan cashflow, di mana akan ada jeda waktu antara penerimaan barang dengan pembayaran ke supplier. Sehingga, dapat mendukung perputaran produk untuk mendapatkan penghasilan terlebih dahulu. (*/Republika.co.id)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/20010-kiat-bertahan-toko-kelontong-dari-gempuran-minimarket.html

Friday, September 7, 2012

Mengapa Samsung Tak Mudah Tumbang oleh Apple

Amankan Bisnis
Mengapa Samsung Tak Mudah Tumbang oleh Apple PDF Cetak E-mail
Jumat, 07 September 2012 09:10
Baliklah ponsel Android Anda dan kemungkinan besar Anda akan menemukan logo Samsung di baliknya. Seperti yang sudah Anda dengar, Samsung baru-baru ini kalah dalam kasus perseteruan dengan Apple.

Singkatnya, pengadilan AS memutuskan bahwa Samsung terbukti sudah meniru desain Apple dan maka dari itu harus membayar lebih dari 1 miliar dollar AS sebagai ganti ruginya.

Lalu mengapa Apple tidak menyerang pemilik Android saja, Google? Karena dengan menyerang Samsung yang lebih lemah dari Google, tujuan Apple untuk mendorong Google mendesain ulang paten software yang telah dilanggarnya pun tercapai sudah.

Sementara itu, Apple hendak menghambat penjualan sejumlah ponsel Samsung: Galaxy S, Galaxy S2, Galaxy Prevail dan Droid Charge. Dan proses peradilan terpisah akan dilaksanakan bulan Desember mengenai kasus ini.

Apple memenangkan kasus gugatannya di Pengadilan Distrik AS pada 24 Agustus 2012 dan masih ada sejumlah kasus lain yang masih tertunda di seluruh dunia. Hari berikutnya, Samsung terpukul di pasar saham dan mengalami penurunan harga saham hingga 7,5%. Namun, dalam seminggu setelah penurunan substansial itu, Samsung bangkit dan melampaui persentase penurunan tersebut.

Samsung ternyata bukan sekadar ponsel. Mungkin itu pesan yang bisa kita tangkap. Meski terpukul di sektor ponsel, Samsung bukan hanya sebuah pabrik penghasil ponsel pintar seperti Apple. Lingkup bisnis Samsung tak hanya ponsel Android. Secara global, Samsung masih perusaahaan besar dengan tingkat profitabilitas yang tinggi. Samsung Electronics yang dituntut Google dan kalah tersebut hanya sebuah anak perusahaan dari kerajaan bisnis Samsung di Korsel. Samsung Electronics juga membuat televisi lebih banyak dari perusahaan manapun di muka bumi kecuali Intel. Dan semua itu bahkan lebih menguntungkan dari smartphone.

Dan tak hanya itu, Samsung Group yang menjadi induk perusahaan Samsung Electronics adalah perusahaan raksasa kedua terbesar di dunia yang menguasai pasar produksi kapal dunia, menguasai bidang konstruksi dan teknologi senjata yang canggih dan modern. Kehilangan 1 miliar dollar AS untuk diberikan secara cuma-cuma bagi Apple tak cukup meruntuhkan kekokohan Samsung secara keseluruhan. (Investopedia/*AP)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis.html?start=5

Tuesday, August 28, 2012

Cegah Keluhan di Jejaring Sosial jadi Bencana bagi Bisnis Anda

Hits : 599 PDF Cetak E-mail
Senin, 27 Agustus 2012 14:12



Internet membawa banyak peluang marketing bagi bisnis kecil hingga korporasi besar. Namun, di balik itu juga ada berbagai ancaman potensial yang bisa menghancurkan angka penjualan. Kadang, sebuah blog perusahaan atau komentar di situs jejaring sosial diikuti dengan perkataan menyakitkan atau komentar yang kurang enak.

Bagi pemilik bisnis, mengabaikan komentar negatif yang dilayangkan di blog bisnis atau jejaring sosial bukan merupakan opsi terbaik meski harus diakui, menjawabnya juga bukan pilihan yang mudah dilakukan. Namun, Anda perlu mengetahui kapan dan cara yang tepat untuk menanggapi komentar yang kurang menyenangkan tersebut. Kuncinya ialah memilih kata dengan cermat dan menggunakan nada yang netral. Ketenangan saat merespon komentar dan isu negatif yang tak jarang menjadi begitu viral di Internet juga dibutuhkan.

Kapan harus menanggapi?
Bisnis kecil maupun besar pastinya mengalami berbagai macam persaingan dan dari persaingan timbul intrik yang menyebabkan iri dan dengki. Itu tidak bisa dihindari sepenuhnya dan Anda sebagai entrepreneurperlu menyadari risiko ini. Jangan habiskan tenaga dan waktu untuk melayani semua komentar dan isu negatif yang beredar mengenai bisnis Anda. Ada saat Anda perlu menanggapi dengan bijak, dan ada saat Anda bisa tidak menghiraukannya.

Saat klaim palsu dilayangkan: Sering kali orang akan mempublikasikan komentar yang kurang mengenakkan tanpa memeriksa kebenaran di lapangan lebih dulu. Anda harus mencatatnya langsung dengan baik. Cobalah untuk menuliskan fakta dan bukti yang membuktikan klaim orang yang bersangkutan itu salah atau kurang berdasar. Jejaring sosial sangat populer di antara masyarakat pengguna Internet sekarang ini dan informasi yang ditampilkan di dalamnya sering dibaca dan dipercayai kebenarannya tanpa meneliti kebenarannya lebih lanjut.


Saat seseorang secara terbuka menanyakan tanggapan dari perusahaan Anda: Orang akan sering menanyakan pertanyaan terbuka, mengharapkan jawaban dari perusahaan Anda. Menolak menjawab akan berakibat pada munculnya asumsi dalam benak orang bahwa Anda menyembunyikan sesuatu atau Anda tidak berminat untuk berkomunikasi dengan mitra dan klien potensial Anda. Jangan pernah meninggalkan pertanyaan begitu saja, cobalah untuk menjawabnya terutama jika memang berkaitan erat dengan bisnis, layanan dan produk Anda.

Saat seseorang menantang Anda:Orang sering menantang posting mengenai perusahaan Anda hanya untuk menyaksikan bagaimana Anda bereaksi.Bersikaplah cermat dan teliti saat menjawab karena setelah menanggapi, kita tidak akan tahu bagaimana reaksi pihak lain. Untuk itu, tetaplah bersikap netral dalam menjawab, berikan informasi dan jawab dengan tenang dan penuh akal sehat. Jangan pernah membiarkan emosi dan kemarahan mengambil alih.

Saat suatu klaim mendapat momentum: Pernyataan di jejaring sosial sering memicu reaksi domino yang meluas dan viral. Jika satu pengguna mengeluh, kemungkinan pengguna lain juga bisa melayangkan keluhan setelah mengetahuinya. Fenomena “gunung es” ini  bisa mengubah satu keluhan sepele menjadi banjir keluhan dan tulisan serta komentar negatif. Jika Anda menyaksikan ini terjadi menimpa perusahaan Anda, libatkan diri Anda untuk mencegah masalah ini makin meluas tak terkendali menghancurkan nama baik perusahaan Anda.

Bagaimana harus merespon?Gunakan nada yang tepat
Saat menjawab klaim dan pertanyaan pihak lain yang kurang menyenangkan di jejaring sosial, Anda perlu menjaga nada percakapan utnuk sellau berkesan netra, sopan dan profesional. Hindari penggunaan kata-kata yang berpotensi menyinggung apalagi menyakiti hati pihak lain. Tanggapan Anda seharusnya kompeten, tenang dan cerdas. Ucapkan terima kasih untuk semua orang yang bersedia memberikan masukan (meski dalam nada menyakitkan sekalipun) dan tetaplah menjaga keterbukaan komunikasi. Katakan bahwa Anda akan bersedia untuk menjawab pertanyaan lain dan bahwa Anda akan menanggapi pertanyaan. komentar dan kritik yang membangun dan disampaikan dengan sopan.

Selalu jujur
Jika pihak lain menuduh Anda mengenai masalah tertentu yang tidak demikian adanya, jelaskan dengan sopan bahwa Anda tengah menyelesaikan masalah itu. Tunjukkan pada pengguna jejaring sosial bahwa masukan yang mereka berikan telah ditampung dan tidak diabaikan. Selalu katakan keinginan Anda untuk melakukan yang lebih baik dan terapkan saran mereka jika memungkinkan dan ide-ide menarik dalam kegiatan bisnis sehari-hari atau strategi bisnis perusahaan secara umum.

Ingat pula bahwa situs jejaring sosial juga menjadi alat yang ampuh untuk memanipulasi orang dan menghancurkan citra bisnis Anda. Menolak menjawab pertanyaan atau kritikan bisa memperburuk keadaan karena pengguna yang berniat buruk akan merasa makin bebas menjelek-jelekkan bisnis Anda atau pribadi Anda. Di samping itu, menolak menjawab pertanyaan dan masuk dalam diskusi secara terrbuka menandakan kesombongan dan rendahnya niat dalam menjalin komunikasi terbuka dan positif.(*AP)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/19542-cegah-keluhan-di-jejaring-sosial-jadi-bencana-bagi-bisnis-anda.html

Cegah Keluhan di Jejaring Sosial jadi Bencana bagi Bisnis Anda

Amankan Bisnis
Cegah Keluhan di Jejaring Sosial jadi Bencana bagi Bisnis Anda PDF Cetak E-mail
Senin, 27 Agustus 2012 14:12



Internet membawa banyak peluang marketing bagi bisnis kecil hingga korporasi besar. Namun, di balik itu juga ada berbagai ancaman potensial yang bisa menghancurkan angka penjualan. Kadang, sebuah blog perusahaan atau komentar di situs jejaring sosial diikuti dengan perkataan menyakitkan atau komentar yang kurang enak.

Bagi pemilik bisnis, mengabaikan komentar negatif yang dilayangkan di blog bisnis atau jejaring sosial bukan merupakan opsi terbaik meski harus diakui, menjawabnya juga bukan pilihan yang mudah dilakukan. Namun, Anda perlu mengetahui kapan dan cara yang tepat untuk menanggapi komentar yang kurang menyenangkan tersebut. Kuncinya ialah memilih kata dengan cermat dan menggunakan nada yang netral. Ketenangan saat merespon komentar dan isu negatif yang tak jarang menjadi begitu viral di Internet juga dibutuhkan.

Kapan harus menanggapi?
Bisnis kecil maupun besar pastinya mengalami berbagai macam persaingan dan dari persaingan timbul intrik yang menyebabkan iri dan dengki. Itu tidak bisa dihindari sepenuhnya dan Anda sebagai entrepreneurperlu menyadari risiko ini. Jangan habiskan tenaga dan waktu untuk melayani semua komentar dan isu negatif yang beredar mengenai bisnis Anda. Ada saat Anda perlu menanggapi dengan bijak, dan ada saat Anda bisa tidak menghiraukannya.

Saat klaim palsu dilayangkan: Sering kali orang akan mempublikasikan komentar yang kurang mengenakkan tanpa memeriksa kebenaran di lapangan lebih dulu. Anda harus mencatatnya langsung dengan baik. Cobalah untuk menuliskan fakta dan bukti yang membuktikan klaim orang yang bersangkutan itu salah atau kurang berdasar. Jejaring sosial sangat populer di antara masyarakat pengguna Internet sekarang ini dan informasi yang ditampilkan di dalamnya sering dibaca dan dipercayai kebenarannya tanpa meneliti kebenarannya lebih lanjut.


Saat seseorang secara terbuka menanyakan tanggapan dari perusahaan Anda: Orang akan sering menanyakan pertanyaan terbuka, mengharapkan jawaban dari perusahaan Anda. Menolak menjawab akan berakibat pada munculnya asumsi dalam benak orang bahwa Anda menyembunyikan sesuatu atau Anda tidak berminat untuk berkomunikasi dengan mitra dan klien potensial Anda. Jangan pernah meninggalkan pertanyaan begitu saja, cobalah untuk menjawabnya terutama jika memang berkaitan erat dengan bisnis, layanan dan produk Anda.

Saat seseorang menantang Anda:Orang sering menantang posting mengenai perusahaan Anda hanya untuk menyaksikan bagaimana Anda bereaksi.Bersikaplah cermat dan teliti saat menjawab karena setelah menanggapi, kita tidak akan tahu bagaimana reaksi pihak lain. Untuk itu, tetaplah bersikap netral dalam menjawab, berikan informasi dan jawab dengan tenang dan penuh akal sehat. Jangan pernah membiarkan emosi dan kemarahan mengambil alih.

Saat suatu klaim mendapat momentum: Pernyataan di jejaring sosial sering memicu reaksi domino yang meluas dan viral. Jika satu pengguna mengeluh, kemungkinan pengguna lain juga bisa melayangkan keluhan setelah mengetahuinya. Fenomena “gunung es” ini  bisa mengubah satu keluhan sepele menjadi banjir keluhan dan tulisan serta komentar negatif. Jika Anda menyaksikan ini terjadi menimpa perusahaan Anda, libatkan diri Anda untuk mencegah masalah ini makin meluas tak terkendali menghancurkan nama baik perusahaan Anda.

Bagaimana harus merespon?Gunakan nada yang tepat
Saat menjawab klaim dan pertanyaan pihak lain yang kurang menyenangkan di jejaring sosial, Anda perlu menjaga nada percakapan utnuk sellau berkesan netra, sopan dan profesional. Hindari penggunaan kata-kata yang berpotensi menyinggung apalagi menyakiti hati pihak lain. Tanggapan Anda seharusnya kompeten, tenang dan cerdas. Ucapkan terima kasih untuk semua orang yang bersedia memberikan masukan (meski dalam nada menyakitkan sekalipun) dan tetaplah menjaga keterbukaan komunikasi. Katakan bahwa Anda akan bersedia untuk menjawab pertanyaan lain dan bahwa Anda akan menanggapi pertanyaan. komentar dan kritik yang membangun dan disampaikan dengan sopan.

Selalu jujur
Jika pihak lain menuduh Anda mengenai masalah tertentu yang tidak demikian adanya, jelaskan dengan sopan bahwa Anda tengah menyelesaikan masalah itu. Tunjukkan pada pengguna jejaring sosial bahwa masukan yang mereka berikan telah ditampung dan tidak diabaikan. Selalu katakan keinginan Anda untuk melakukan yang lebih baik dan terapkan saran mereka jika memungkinkan dan ide-ide menarik dalam kegiatan bisnis sehari-hari atau strategi bisnis perusahaan secara umum.

Ingat pula bahwa situs jejaring sosial juga menjadi alat yang ampuh untuk memanipulasi orang dan menghancurkan citra bisnis Anda. Menolak menjawab pertanyaan atau kritikan bisa memperburuk keadaan karena pengguna yang berniat buruk akan merasa makin bebas menjelek-jelekkan bisnis Anda atau pribadi Anda. Di samping itu, menolak menjawab pertanyaan dan masuk dalam diskusi secara terrbuka menandakan kesombongan dan rendahnya niat dalam menjalin komunikasi terbuka dan positif.(*AP)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis.html?start=6

Tuesday, August 14, 2012

Cara Mengambil Risiko yang Aman

Hits : 582 PDF Cetak E-mail
Entrepreneur, jangan ambil jalan yang ‘aman’! Tapi apa itu jalan yang ‘aman’? Jalan yang aman biasanya ialah sebuah jalur yang sudah dilalui banyak orang, diyakini menjadi jalan paling baik untuk mencapai tujuan dengan risiko yang paling minimal.

play_riskNamun, menurut Greg Waldorf (CEO eHarmony) jalan yang ‘aman’ bukan jalan yang akan membawa kita menjadi seorang entrepreneur unggul. Seorang entrepreneur sejati tahu jalur mana yang harus ia tempuh, yang belum dilalui banyak orang dan pada saat yang sama. Dia memiliki sebuah proyeksi dan insting bahwa apa yang ia lalui membimbingnya menuju tujuan yang ditetapkan sebelumnya

Di akhir masa studi kita (jika masih kuliah), akan ditanya tentang apa yang akan dilakukan saat kita telah lulus kelak. Dibutuhkan keberanian ekstra untuk mengatakan dan menjalani pilihan karir yang tidak biasa atau alternatif karir yang kurang lazim karena dipandang lebih berisiko bagi banyak orang.

Waldorf menceritakan kisah sukses beberapa temannya yang berani mengambil risiko dengan cerdas.  Greg, seorang teman kuliah Waldorf di tahun 1994 menerima lowongan kerja di sebuah perusahaan baru yang tidak terkenal bernama Mosaic Communications. Keputusan itu disayangkan oleh orang-orang di sekitarnya karena sebenarnya ia bisa diterima di sebuah perusahaan yang jauh lebih besar dan terkenal. Namun, keputusan teman Waldorf itu terbukti tidak patut disesali karena Mosaic kemudian menjelma menjadi salah satu perusahaan kunci dalam perkembangan awal internet; Netscape. Dalam kasus ini, Greg mengambil sebuah keputusan yang tepat untuk bisa terjun dalam bisnis dan bekerja dengan entrepreneur terkenal di Netscape meski pada awalnya usaha yang ditekuni Mosaic dianggap terlalu berisiko oleh masyarakat pada umumnya.

“Jangan pernah menerima peluang yang datang hanya karena kita khawatir akan tertinggal dari prestasi teman-teman sebaya kita”, tukas Waldorf dengan keyakinan penuh. Sebaiknya tidak usah menghiraukan apa yang telah dicapai orang lain. Berfokuslah pada diri sendiri. Temukan motivasi dan gairah Anda sendiri, bukan hanya untuk memenangkan persaingan dari orang lain di sekitar Anda. (*/Akhlis)
http://www.ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/16356-cara-mengambil-risiko-yang-aman.html

Wednesday, August 1, 2012

5 Kiat Hindari Permasalahan Merek Dagang

PDF Cetak E-mail
Rabu, 01 Agustus 2012 13:42
Pendaftaran dan pencarian trademark atau merek dagang mungkin sangat memakan biaya, kadang begitu mahal hingga mencapai puluhan atau ratusan juta. Pelanggaran merek dagang bahkan akan lebih mahal. Untuk menghindari permasalahan yang bisa timbul, Donald. F. Kuratko mengatakan bahwa terdapat 5 aturan dasar yang perlu diikuti oleh para entrepreneur saat memilih merek dagang untuk bisnis baru mereka, sebagai berikut:
  • Hindarilah memilih nama perusahaan atau merek tanpa pertama-tama memastikan apakah merek itu sudah dipakai atau belum.
  • Bila penasihat hukum Anda mengatakan Anda memiliki permasalahan potensial dengan suatu merek, percayalah dengan penilaian dan pertimbangannya.
  • Carilah nama atau merek yang diciptakan secara kreatif dan imajinatif sebelum Anda memilih nama yang sangat sugestif atau deskriptif.
  • Kapanpun pertimbangan marketing atau yang lain mendikte penggunaan sebuah nama atau merek yang sudah sangat sugestif mengenai sebuah produk di pasaran, pilihlah logo yang berbeda dan khas untuk kata-kata sugestif atau deskriptif tersebut.
  • Hindari singkatan dan akronim sepanjang memungkinkan, dan saat tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh, pilihlah logo yang berbeda dalam singkatan atau akronim yang muncul. (*AP)
http://www.ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis.html


Friday, July 27, 2012

Dalam Berbisnis, Hindari 10 Persprektif Berikut

Views :321 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 27 Juli 2012 09:15
CE-logoSetiap entrepreneur harus jujur mengenai kelebihan dan kekurangannya dan bersikap realistis mengenai alasan mereka memilih jalan hidup sebagai entrepreneur. Untuk tiap entrepreneur, bahkan untuk sebuah peluang bisnis terbaik jika digarap dengan alasan yang kurang tepat, akan berisiko lebih tinggi untuk mengalami kegagalan. Sejumlah alasan sudah dapat diterka tetapi sebagian lainnya lebih jarang dikemukakan.

Data statistik di AS mengemukakan setidaknya separuh jumlah usaha baru berguguran dalam waktu 5 tahun dan banyak startup yang mampu bertahan akhirnya juga rontok. Jika Anda tidak ingin menjadi bagian dari data kegagalan itu, pertimbangkan untuk memperbaiki alasan memilih mendirikan bisnis baru, terutama jika Anda memiliki salah satu dari perspektif berikut:

1. “Saya lelah bekerja keras dan merasa stres sepanjang waktu”

Memulai dan membesarkan bisnis baru sangat menguras tenaga dan pikiran dan tingkat stresnya cukup tinggi. Mungkin Anda harus mengamati secara cermat alasan-alasan yang Anda gunakan untuk menjustifikasi kelelahan dan stres di tempat kerja yang sekarang ini. Biasanya masalah pribadi dan kesehatan tak akan enyah begitu saja saat Anda memulai bisnis.

2. “Ini hobi saya jadi mengapa tidak jadikan sebagai bisnis?”

Masalahnya di sini ialah bahwa sebagian besar hobi memakan biaya daripada menghasilkan uang. Hanya karena Anda menyukai sesuatu aktivitas, bukan berarti orang lain bersedia membeli.

3. “Saya putus asa karena tak menemukan pekerjaan yang cocok”

Dengan resesi yang melanda dunia, pekerjaan makin sukar didapat. Namun jangan lupa bahwa bisnis makin sering berguguran juga. Orang yang putus asa jarang sekali sukses menjadi entrepreneur dan mungkin tidak memiliki kekuatan yang dibutuhkan untuk mendirikan bisnis.

4. “Keluarga saya selalu bergelut di bisnis jadi ini sudah mengalir dalam darah saya”

Entrepreneur yang sukses umumnya memiliki karakteristik bawaan yang sama tetapi belum dipastikan apakah sifat-sifat itu secara otomatis bisa diturunkan pada anak-anak mereka. Jika Anda memiliki passion di bidang lain, pikirkan kembali saat harus menjalankan bisnis keluarga.

5. “Saya mewarisi uang dan memulai bisnis pasti menjadi investasi yang bagus”

Anda tidak dapat memulai bisnis tanpa modal tetapi memiliki modal tak berarti Anda bisa memulai dengan lebih mudah. Belajar itu mahal dan berisiko. Akan lebih rendah risikonya untuk berinvestasi pada seseorang dengan riwayat berbisnis yang sudah bagus atau menyimpan uang di bank saja.

6. “Saya memiliki banyak waktu dan saya mau penghasilan tambahan”

Menjadi entrepreneur bukan pekerjaan paruh waktu. Startup sebenarnya ialah pengeluaran kedua yang lebih dari sekadar pendapatan kedua. Untuk pendapatan tambahan, Anda lebih baik melamar pekerjaan paruh waktu di perusahaan yang sudah mapan.

7. “Saya benci memiliki atasan dan hanya menjadi pekerja”

Jangan memulai bisnis dengan alasan kekuasaan atau otoritas. Saat Anda menjadi seorang pemiliki bisnis, pelanggan, pemasok, kreditur, mitra dan banyak orang lain akan menjadi atasan baru Anda. Orang-orang ini mungkin bahkan lebih keras dari atasan Anda sekarang. Dan mereka memiliki standar kepuasan yang mungkin lebih tinggi pula.

8. “Semua teman saya memiliki bisnis sendiri dan tampaknya mereka sukses”

Anda tidak perlu mempercayai semua yang Anda dengar mengenai teman Anda begitu mudah. Yang pasti jangan begitu saja memilih bisnis yang sedang tren yang Anda tak ketahui smaa sekali, hanya untuk menjadi populer. Bahkan teman-teman yang baik cenderung melupakan pembicaraan mengenai kerja keras dna pengorbanan yang mereka lakukan selama bertahun-tahun sebelum sukses seperti sekarang.

9. “Saya ingin jadi kaya jadi saya coba berbisnis”

Memulai usaha dengan impian menjadi kaya raya kemungkinan besar akan membuat kecewa. Tidak ada bukti bahwa entrepreneur menghasilkan laba lebih tinggi secara rata-rata dari pekerja biasa. Terdapat banyak bukti bahwa risiko kegagalan lebih tinggi sebagai pemilik bisnis.

10. “Tujuan utama saya ialah utnuk berkontribusi pada masyarakat”

Pemikiran seperti ini patut dipuji tetapi akan lebih baik jika Anda memikirkannya setelah membangun bisnis yang sukses. Bukan sebelumnya. Jika mengubah dunia ialah motivasi Anda dan uang bukan motivasi terbesar Anda, maka lakukan saja, tanpa membuat pendirian usaha sebagai penghalang. Bagi siapapun yang terinspirasi menjadi entreprneeur, disarankan untuk memulai dengan berjejaring dengan mereka yang sudah berpengalaman sebelum benar-benar menerjunkan diri dalam dunia entrepreneurship.(*AP)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/18890-dalam-berbisnis-hindari-10-persprektif-berikut.html

Tuesday, July 17, 2012

10 Blunder Bisnis yang Legendaris

Views :558 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 17 Juli 2012 16:51

Bagi entrepreneur, tak ada yang lebih menakutkan daripada sebuah kesalahan dalam menjalankan roda bisnis. Menjalankan bisnis dalam situasi ekonomi yang tak pasti seperti sekarang juga tak kalah menakutkan. Namun, yang paling menakutkan ialah saat seorang pebisnis mengambil langkah yang salah dan hal itu tersiar ke seluruh penjuru dunia dan mencederai citra perusahaan dan merek yang telah dibangun susah payah dalam waktu yang lama. Untuk para pemilik bisnis kecil, ongkos akibat kesalahan juga lebih kecil, tetapi untuk pebisnis yang berskala internasional, cakupan ‘bencana’-nya terhitung masif. Berikut ini adalah sejumlah blunder yang dilakukan oleh eksekutif perusahaan besar.

Yahoo pecat CEO lewat telepon
Petinggi perusahaan yang terkenal dengan layanan email gratis dan mesin pencari ini pernah melakukan kesalahan fatal dalam bidang sumber daya manusia. Saat Yahoo Inc. memecat CEO Carol Bartz, hal itu dilakukan tidak melalui percakapan tatap muka tetapi hanya melalui telepon awal tahun ini. Berita ini tersebar di dunia maya, jejaring sosial dan televisi hingga sangat ramai. Citra Yahoo pun tercemar seketika itu juga.


Situs (dan harga saham) Bank of America turun
Bank of America pernah melakukan kesalahan fatal saat bank tersebut mengumumkan akan membebankan biaya 5 dollar per bulan bagi pelanggan yang membeli dengan kartu kredit Bank of America. Seolah itu tak cukup memalukan, situs perusahaan ini juga mengalami kendala down saat akhir minggu panjang di bulan Oktober. Bank tersebut mengatakan itu disebabkan oleh traffik yang memuncak sehingga situs melambat.

Kelahiran (dan kematian) prematur HP TouchPad
Saat Hewlett Packard meluncurkan TouchPad, dikabarkan bahwa staf HP akhirnya merilis produk pesaing iPad. Namun bahkan sistem operasi WebOS, yang sudah didanai HP demikian besar saat HP membeli Palm, tak cukup untuk menarik HP dari bencana. Peluncuran tersebut terbukti terlalu prematur seiring dengan kritikan sebagian pihak bahwa TouchPad terlalu mahal dan kurang bertenaga. Tanggapan konsumen pun sama-sama kurang positif. Setelah menjual lebih murah karena permintaan yang sedikit, HP akhirnya mengakhiri ‘masa hidup’ TouchPad dengan mencabut semua dukungan dan menjualnya seharga cuma 99 dollar. TouchPad terjual habis. HP berubah pikiran dan memesan produksi keduanya yang belum dipajang di toko-toko. Setelah merasa ragu dengan nasib divisi PC, HP memutuskan untuk terus menjalankannya. Meski begitu, nasib WebOS masih belum dapat dipastikan.


BlackBerry alami kerusakan jaringan global
Banyak pebisnis yang bertanya apakah sudah saatnya untuk beralih ke iPhone sebelum RIM mengalami kerusakan jaringan yang melanda layanannya di seluruh dunia pada Oktober tahun lalu. Hal ini terjadi setelah saham RIM jatuh sebanyak 59,8% tahun ini menjadi 23,12 dollar per lembar karena perusahaan ini menghadapi persaingan yang ketat di pasar smartphone, menurut laptopmag.com.


Data Sony PlayStation dibajak
Sony mengakui data dan informasi pribadi 77 juta pelanggannya telah diakses tanpa ijin oleh peretas dari luar. Kisah ini makin tragis saat terungkap bahwa itu adalah tindakan para gamer yang menggunakan firmware tidak sah pada PlayStation 3S. Pelanggaran keamanan ini dipicu oleh pelanggan yang kecewa dan gugatan hukum untuk Sony, dengan taksiran miliaran dollar.

Taco Bell dan kandungan misterius daging
Taco Bell mengalami pengalaman mengejutkan saat tahun baru. Sebuah firma hukum Alabama melayangkan gugatan class-action pada bulan januari yang mengklaim bahwa hanya 36% jaringan makanan cepat saji  itu menggunakan daging sebagai bahannya. Sisanya sebanyak 64% adalah bahan non-daging yang diduga berupa produk oat terisolasi, lesitin soya meltodextrin dan sebagainya. Taco Bell merespon dengan cepat, menyatakan bahwa pihaknya akan berperang hingga tuntas dan melaksanakan kampanye humas dan iklan yang besar-besaran untuk membersihkan citranya. Firma hukum itu menarik tuntutannya dan Tace Bell menang. Namun, kerusakan citra perusahaan yang terjadi akibat tuntutan itu juga tak bisa diremehkan. Sebagian konsumen masih merasa ragu saat mengkonsumsi makanan Taco Bell.

Family Radio dan ramalan kiamat
Dengan 66 stasiun radio, Family Radio merupakan manajemen dengan operasional yang carut marut. Saat pemiliknya, Harold Camping, memprediksi dunia akan kiamat 21 mei, banyak pendengar yang mempercayainya. Kemudian tak terjadi apapun di tanggal tersebut dan Camping tak ragu untuk kembali meramalkan akhir dunia tanggal 21 mei 2012. Pada tanggal itu pula tampaknya terjadi salah perhitungan. Camping masih mengudara dan Family Radio terus beroperasi, yang membuktikan bahwa Tuhan tak bisa ditebak.

Bencana e-commerce di Target
Saat Target meluncurkan 400 busana banyak dinantikan konsumen, desainer pakaian rajut Italia Missoni ,yang berharga terjangkau, permintaan dengan cepat melonjak. Persediaan selalu habis di toko-toko dan situs Target mengalami crash sebagai akibat kebanjiran pesanan. Lebih buruk lagi, pelanggan yang berpikir mereka sudah melakukan pembelian menerima email pembatalan beberapa atau beberapa hari setelahnya. Meski sebagian produk Missoni edisi terbatas masih tersedia, sebagian besar sudah hilang entah ke mana. Target tidak banyak mengatakan apapun mengenai hal ini kecuali bahwa minat terhadap produk ini bahkan lebih besar dari ekspektasi perusahaan. Akhirnya, meskipun, tampaknya tak mungkin bahwa Target akan kehilangan banyak pelanggan atas insiden tersebut.


Facebook rilis perubahan tampialn dan layout yang membingungkan
Saat Facebook merilis perubahan pada tampilan dan tata letak profil pengguna dan fitur news feed di bulan September tahun lalu, tanggapan pengguna tak begitu antusias. Mereka yang sudah bergantung pada Facebook sebagai unsur utama kegiatan jejaring sosial tak cukup siap untuk desain ulang yang radikal itu. Perubahan ini dilakukan setelah setahun keluhan mengenai privasi Facebook dan keputusan perusahaan untuk mengijinkan aplikasi pihak ketiga untuk mengakses data pengguna. Masih saja, Facebook tampaknya mampu melewatinya tanpa banyak menimbulkan goncangan internal.


Netflix
Sebagaimana kita ketahui, Netflix membagi perusahaannya menjadi dua, mengubah tawaran skemanya untuk konsumen dan menaikkan harga, sementara itu Netflix juga menggunakan strategi komunikasi perusahaan yang tak efektif. Tentu perusahaan itu mundur dan mempertimbangkannya kembali dan mengubah semuanya, salah komunikasi lagi dan akhirnya merilis sebuah permintaan maaf dalam bentuk video dari CEO. Perusahaan itu mengumumkan di bulan Oktober 2011 bahwa perusahaan itu telah kehilangan lebih dari 800 ribu pelanggan sejak penentuan harga dan perubahan skema berlangganan diberlakukan. Nilai pasar Netflix menurun dari 15,7 miliar dollar menjadi 4,06 miliar dollar, kata Bloomberg. (*AP)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/18673-10-blunder-bisnis-yang-legendaris.html

Wednesday, July 11, 2012

Bahaya Ketergantungan Kompetensi Merek dan Cara Mengatasinya

Views :501 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 10 Juli 2012 13:31

Pertama-tama mari kita bahas apa itu ketergantungan kompetensi. Ketergantungan semacam ini lazim ditemui dalam dunia bisnis. Misalnya, sebuah perusahaan sudah banyak dikenal sebagai sebuah perusahaan yang erat dengan merek pasta gigi dan tidak memiliki kompetensi di ceruk industri lainnya. Kemudian seiring dengan berjalannya waktu, merek pasta gigi itu pun melemah dan akibatnya ikut menyeret perusahaan itu menuju kehancuran karena kompetensinya hanya satu itu.

Itulah bahaya ketergantungan pada sebuah kompetensi bisnis saja. Tak menjadi masalah saat mereka dan bidang industri itu masih di atas angin. Anda tak akan begitu merasakan riak-riak kecil di bawah, tetapi begitu roda bisnis mulai menurun, apa yang terasa sebagai riak kecil akan menjadi gelombang tsunami yang menghancurkan bisnis dalam sekejap.

Siapa saja yang berpotensi mengidap ketergantungan pada satu kompetensi bisnis saja? Mereka yang menjadi pemimpin pasar (market leader) sering mengalami masalah ini. Mereka begitu terbuai dengan satu kompetensi yang identik dengan merek yang diusung sehingga akhirnya saat merek itu mengalami kemunduran karena berbagai sebab, kejayaan bisnis secara keseluruhan pun memudar.

Lalu bagaimana pelaku bisnis bisa mencegah terjadinya ketergantungan terhadap satu kompetensi bisnis saja? Kita bisa belajar dari banyak strategi yang diterapkan korporasi besar dunia sebagai berikut.

Masuki bisnis di bidang lain yang masih relevan dan menjanjikan
Kita ambil contoh langkah antisipatif Starbucks. Waralaba yang identik dengan minuman kopi dan kafenya ini tak mau terjebak dalam satu kompetensi bisnis itu saja. Manajemen Starbucks dengan cerdas mengambil langkah untuk melakukan investasi di luar zona nyaman mereka selama ini, di mana mereka sudah menjadi market leader. Starbucks diketahui memulai bisnis rotinya dengan mengakuisisi "Bay Brand" dan merek toko rotinya "La Boulange" dengan nilai mencapai $ 100 juta.

Howard Schultz selaku CEO Starbucks mengatakan bahwa pihaknya menganggap hal itu sebagai suatu investasi dalam bisnis utamanya. "Dalam 40 tahun mendatang, Starbucks pun bisa membanggakan diri sebagai merek roti pula,' ujarnya.

Keputusan itu tentu saja tidak diambil secara sembrono oleh Schultz. Ia beralasan bahwa makanan termasuk roti berkontribusi sebesar 1,5 miliar dollar pada nilai total penjualan bisnis kedai kopinya. "Dan trennya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir," katanya.

Apa yang ditempuh Starbucks ini patut menjadi contoh, karena mereka tidak mau terjebak dalam kompetensi sebagai pembuat dan penjual kopi semata. Starbucks juga hendak memperluas kompetensi bisnis sebagai produsen roti yang nantinya bisa menjadi jangkar penyelamat kedua bila sewaktu-waktu bisnis kopi menyurut.

Diversifikasi produk
Membuat produk dengan varian yang bermacam-macam juga menjadi opsi antisipatif lainnya untuk mencegah ketergantungan pada kompetensi tertentu yang terbatas. Misalnya kita bisa menengok apa yang dilaksanakan manajemen "Tolak Angin" yang mulai membuat berbagai macam produk yang masih berkaitan dengan jamu penyembuh rasa kurang enak badan itu. Tolak Angin membuat varian flu, batuk dan anak yang makin fokus membidik konsumen yang lebih spesifik kebutuhannya. (Darmadi Durianto/ *AP)

http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/18458-bahaya-ketergantungan-kompetensi-merek-dan-cara-mengatasinya-.html

Wednesday, July 4, 2012

8 Kesalahan Saat Berbisnis Kuliner

Hits : 2130 PDF Cetak E-mail
Rabu, 04 Juli 2012 15:20
CE-logoBisnis kuliner termasuk yang menjadi pilihan banyak orang, karena dianggap jenis bisnis yang lebih mudah dilakukan daripada bisnis lainnya. “Padahal bisnis kuliner termasuk bisnis yang tergolong rumit karena membutuhkan banyak inovasi dan kreativitas yang berkelanjutan,” tukas Ali Bagus Antra, pemilik usaha Bebek Garang, saat talkshow ”Kiat Sukses Wirausaha dalam Menghadapi Persaingan” dalam acara Sedap Mighty Culinary di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Anggapan enteng mengenai bisnis kuliner membuat banyak pengusaha gulung tikar karena tak mampu menghadapi persaingan bisnis. Ali mengungkapkan, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan para pelaku bisnis kuliner:

1. Tidak fokus

Para pemilik usaha sering terlena setelah merasa bisnisnya sudah sukses. Kesuksesan pada tahap awal ini membuat Anda mulai tak fokus pada pengembangan usaha, dan malah berusaha membangun usaha sampingan lainnya. Ali mengungkapkan, adalah hal yang wajar untuk memiliki lebih dari satu bisnis. Namun, jangan terburu-buru untuk memiliki banyak cabang dalam waktu dekat, atau membangun bisnis lain dalam saat yang bersamaan, karena hanya akan membuat perhatian terpecah.

2. Konsumtif

Usaha yang sukses akan memberikan penghasilan yang lumayan. Namun, penghasilan sering membuat Anda jadi lebih konsumtif. “Uang yang didapat dari usaha sering dianggap sebagai bonus dan upah kerja keras Anda, sehingga uang lalu digunakan untuk memanjakan diri,” paparnya.

Sifat konsumtif ini akan sangat berbahaya untuk Anda, terutama untuk perkembangan bisnis. Ali menambahkan, sampai saat ini banyak orang yang lebih memilih menghabiskan penghasilan usahanya untuk kepuasan diri seperti membeli gadget, dan lain-lain, ketimbang menginvestasikan uangnya kembali untuk memperbaharui alat atau investasi untuk cabang baru.

3. Tak mau berbagi kepemilikan

Salah satu cara untuk mengembangkan usaha adalah dengan berbagi kepemilikan usaha dengan orang lain. Misalnya melalui penanaman saham, ataupun dengan model waralaba. Namun banyak orang yang takut untuk melakukan hal ini. Mereka berpikir bahwa berbagi kepemilikan akan membuat keuntungan Anda berkurang, atau membuat Anda rugi. Padahal jika dilakukan dengan sistem yang tepat dan kuat, pembagian kepemilikan akan membuat usaha lebih besar.

4. Berhenti berinovasi

Dalam bisnis kuliner, inovasi dan kreativitas merupakan salah satu syarat wajib. Ketika produk usaha kuliner yang dijual sudah mendapatkan respons yang memuaskan dan menghasilkan keuntungan besar, orang cenderung lalai untuk terus berinovasi. Jika ingin sukses berbisnis, sebaiknya selaris apapun usaha Anda jangan berhenti berinovasi dengan berbagai cara. Ingatlah bahwa persaingan akan selalu ada, dan jika tak ingin kalah dalam persaingan sebaiknya tetap kreatif untuk menciptakan inovasi menu baru yang unik.

5. Tidak komersil

Makanan kesukaan seringkali jadi inspirasi bagi seseorang untuk menjadikannya sebuah ladang usaha. Hanya aja, perlu diingat bahwa tak semua makanan yang Anda sukai juga akan disukai orang lain. “Banyak orang yang punya selera berbeda tentang makanan. Sekalipun makanan itu adalah makanan kesukaan Anda, namun tetap sesuaikan dengan selera pasar dan konsumen,” sarannya.

Jangan ragu untuk melakukan survei pasar sebelum menentukan produk yang akan dijual. Kesalahan memilih produk akan berakibat produk Anda tidak komersil dan tidak laku.

6. Persaingan harga

Dalam menjalankan usaha, persaingan memang tak mungkin dihindari. Persaingan ini tidak hanya terlihat dalam persaingan barang dagangan yang sama, tapi juga persaingan harga. “Persaingan harga adalah hal yang harus diantisipasi. Karena seringkali kompetitor Anda akan menjual barang yang sama dengan harga yang lebih murah, untuk menarik pelanggan,” bebernya.

Usahakan untuk menjual produk yang murah namun rasa dan kualitasnya tetap baik. Untuk menghasilkan harga jual yang murah dan kualitas yang baik, tekan sedikit keuntungan Anda. Lebih baik jangan terlalu banyak menargetkan pengambilan keuntungan dari produk yang dijual.

7. Tidak profesional

Menjalankan bisnis bukan sekadar seperti berinvestasi atau menanam modal semata. Banyak orang yang hanya mempertimbangkan masalah modal, dan hanya ingin menikmati hasil keuntungannya saja. Padahal bisnis juga merupakan sebuah proses pembelajaran, serta buah dari pemikiran dan kerja keras yang dilakukan oleh berbagai pihak. Ali mengungkapkan, dalam bisnis sekecil apapun kita tetap membutuhkan sikap profesional dalam menjalankan bisnis, perencanaan keuangan, sampai pemilihan karyawan.

8. Fondasi tidak kuat

Buatlah sebuah perencanaan yang matang di awal bisnis Anda. Sebuah business plan akan sangat diperlukan sebagai bentuk kesiapan usaha. Perencanaan dan fondasi usaha yang kuat akan membuat usaha Anda tidak mudah hancur, karena sudah memiliki berbagai bekal sebagai antisipasi kegagalan.

Selain itu, fondasi usaha juga sangat dibutuhkan sebelum memutuskan membuka sebuah cabang baru. “Cabang yang banyak memang bisa menjadi strategi bisnis yang menguntungkan, hanya saja buat fondasi dan sistem usaha yang stabil terlebih dulu agar cabang selanjutnya bisa sesukses cabang pertama,” sarannya. (*/Kompas.com)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/18277-8-kesalahan-saat-berbisnis-kuliner.html

Tuesday, June 26, 2012

Menjaga Konsistensi Bisnis

Views :476 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 26 Juni 2012 09:44
strategi0312Ada dua hal yang sering terjadi dalam bisnis yang dilakukan oleh pemula. Pertama, berpikir instan atas usaha yang dikelolanya, “Sukses dalam waktu sesingkat-singkatnya.” Bahkan bila perlu dengan melakukan berbagai cara. Akibatnya, hanya kesuksesan sesaat yang diperoleh dan kemudian usaha berakhir dengan tragis.

Mereka tidak memperhitungkan faktor risiko, membuat pembiayaan promosi yang terlalu besar karena keinginan cepat dikenal, sehingga alokasi dananya menjadi tidak seimbang dengan kebutuhan pengelolaan perusahaan yang lain.

Masalah yang kedua, berhenti menjadi pebisnis karena usaha yang dijalankan tidak segera memberikan penghasilan. Atas kejadian ini, kemudian muncul perasaan putus asa, merasa usahanya tidak cocok, tidak berbakat dalam bisnis dan berbagai alasan lain. Selanjutnya mengambil keputusan “tragis” berhenti jadi pengusaha.

Di sinilah pentingnya seorang pengusaha menjaga konsistensi bisnis. Bahwa apa yang dilakukan perlu proses panjang. Berdasar salah satu hasil penelitian, di Indonesia hanya sekitar 40 persen pengusaha yang mampu menjalankan usahanya lebih dari empat tahun, dan hanya 20 persen yang kuat bertahan lebih dari enam tahun. Kenapa demikian?

Pertama, niat menjalankan bisnis sebagai upaya coba-coba. Ini kebanyakan dilakukan pemula bisnis. Ketika usahanya tidak mampu memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan, langsung ditutup dan bukannya melakukan evaluasi, mencari cara lain untuk bertahan hidup.

Kedua, bisnis dianggap sebagai usaha sampingan. Belum banyak orang yang mencoba menjadi pengusaha di Indonesia, kemudian menjadikannya sebagai pilihan utama. Kebanyakan ingin bermain aman, yakni menjadi pegawai juga mengembangkan usaha. Akibatnya mereka tidak fokus dan tidak menangani usaha dengan sepenuh hati.

Ketiga, kegagalan seringkali tidak dijadikan pelajaran untuk berubah menjadi lebih baik, akan tetapi sebagai peringatan untuk berhenti. Banyak orang merasa kalau gagal berarti tidak cocok. Padahal kalau dievaluasi banyak faktor yang menyebabkan kegagalan.

Prinsip yang harus ditanamkan: Gagal satu kali dalam bisnis berarti menemukan setidaknya satu cara untuk menghindarinya dan lebih dari satu cara untuk berhasil. (*/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/18013-menjaga-konsistensi-bisnis.html