Showing posts with label hobby. Show all posts
Showing posts with label hobby. Show all posts

Wednesday, March 21, 2012

Meramu Hobi Jadi Bisnis

Views :209 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 21 Maret 2012 15:25
CE-logoAnda sudah lama ingin memiliki usaha sendiri? Namun, Anda tidak tahu produk apa yang mau ditawarkan.

Mencari ide bisnis yang bisa dijalankan memang susah-susah gampang. Menurut para pelaku bisnis yang sudah mapan, ide bisnis bisa ditemukan di sekitar Anda. "Ide berbisnis itu bisa dari hobi, kemampuan, atau pengalaman," kata Yudhi Dwinanto, Direktur Utama Kraukk Indonesia, pengelola www.kraukk.com.

Berikut sumber yang bisa jadi pertimbangan Anda untuk menentukan ide dan model bisnis.

Hobi

Kalau Anda kebetulan menekuni hobi yang produktif, kenapa tidak sekalian mencoba membisniskan hobi Anda tersebut? Selain mempermudah Anda dalam memulai bisnis, tentunya, Anda otomatis sudah mengerti seluk-beluk bisnis yang akan dilakoni.

Dengar saja kisah Elyufial Persansa Dien, pendiri toko kamera online www.daldigital.net. Pria yang akrab disapa Elyudien ini memilih menekuni bisnis ini lantaran ia sendiri memiliki hobi fotografi.

Elyudien mendapatkan ide membuka toko online yang menjual peralatan dan aksesori fotografi setelah ia kerap mengalami kesulitan mencari aksesori untuk keperluan fotografi. "Lama-lama, saya kepikiran kenapa enggak buka toko sendiri saja," kenang dia.

Pada 2007 silam, ia mulai menjajakan alat-alat fotografi melalui online. "Saya pilih online karena pehobi fotografi itu tersebar di seluruh Indonesia," tutur Elyudien. Di 2008, pria ini resmi membuka toko www.daldigital.net.

Selain hobi fotografi, Elyudien juga hobi jalan-jalan. Bela kangan, ia juga membisniskan hobinya yang satu ini. Ia membuka www.daladventure.com, toko online yang melayani paket wisata petualangan.

KeahlianMenekuni bisnis berdasarkan keahlian yang Anda miliki bisa menjadi satu alternatif lain. Contoh gampangnya, kalau Anda mengerti seluk-beluk kendaraan bermotor dan piawai mengutak-atik mesin, Anda bisa mencoba membuka bengkel.

Anda tidak harus memiliki keahlian sendiri. Kalau Anda mengenal orang lain, Anda bisa mengajak orang tersebut mengembangkan bisnis bersama-sama.

Hal tersebut dilakukan oleh Yudhi ketika merintis www.kraukk.com, yang menjual makanan seafood olahan. Yudhi mendapat ide memulai bisnis ini setelah menjajal udang tempura olahan salah seorang temannya. Lantaran rasanya yang enak, pria berstatus sarjana hukum ini pun memutuskan untuk menjajakan produk temannya tersebut.

Awalnya Yudhi hanya memasarkan satu produk, yakni udang tempura. Kini, kraukk.com sudah memiliki 22 jenis produk. "Sekarang dalam seminggu, kami bisa menjual sekitar 100 kilogram dari berbagai jenis," tutur Yudhi.

Pengamatan dan pengalamanSudah jamak diketahui, kita bisa mengamati kondisi di sekitar untuk menemukan ide berbisnis. Ambil contoh kisah Bagus Utama, pendiri situs www.rajakarcis.com. Pria yang pernah bekerja di perusahaan teknologi informasi ini mendapat ide memulai bisnis penjualan tiket secara online lantaran melihat di Indonesia masih belum ada ticket box yang melayani penjualan secara online.

Harus memiliki nilai tambahTentu saja, sekadar menemukan ide dan model bisnis yang cocok dengan Anda tidak lantas membuat bisnis Anda sukses. Ada beberapa hal lain yang harus perhatikan bila ingin memulai bisnis online. Pertama, setelah menentukan bisnis apa yang akan Anda jalankan, Anda tetap harus mempelajari potensi pangsa pasar bisnis yang akan Anda jalankan. "Pastikan pasarnya ada," saran Elyudien.

Dari situ, Anda nanti juga bisa mengenali karakter pasar yang Anda incar. Setelah itu, Anda bisa menentukan, bagaimana dan lewat media apa sebaiknya Anda memasarkan produk atau layanan Anda.

Kedua, bisnis online yang Anda jalankan harus unik dan memiliki nilai tambah. Keunikan dan nilai tambah ini bukan cuma bisa ditambahkan pada produk. Kalaupun produk yang Anda jajakan terbilang generik, Anda bisa memberikan nilai tambah melalui layanan Anda.

Ambil contoh Kraukk.com. Toko online yang memajang slogan 'Seafoodnya Indonesia' ini menawarkan layanan antar gratis pada pelanggan di Jabotabek. "Kami membuat kemasan khusus untuk menjaga agar produk tetap beku bila dikirim ke luar kota," ujar Yudhi.

Beda lagi dengan Daldigital.net. Menurut Elyudien, ia memberi nilai tambah dengan cara memberikan konsultasi kepada pelanggan yang ingin membeli produk untuk keperluan fotografi, gratis. "Kebetulan saya hobi fotografi, jadi saya punya pengetahuan di bidang ini," jelasnya.

Ketiga, ada baiknya Anda mengasah kemampuan bisnis Anda. Jangan lupa, setiap bisnis memiliki karakter yang berbeda. Dengan memantapkan kemampuan pemasaran, Anda akan lebih mudah memasarkan produk atau layanan yang ditawarkan, meskipun bisnis yang Anda lakoni sesuai dengan ide dan kemampuan Anda.

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk memantapkan pengetahuan pemasaran. "Bisa dengan mengikuti seminar atau kelas bisnis dan pemasaran," kata Amir mencontohkan. Selain itu, Anda juga bisa belajar dari buku-buku bisnis dan pemasaran.

Yang paling penting untuk diingat, Anda harus mampu menjaga kepercayaan pelanggan. "Mendirikan bisnis online itu harus sabar dan harus bisa menumbuhkan kepercayaan konsumen," tegas Elyudien. (*/Kontan.co.id)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/15435-meramu-hobi-jadi-bisnis.html

Friday, February 17, 2012

Meramu hobi jadi hoki

KIAT BISNIS

Meramu hobi jadi hoki


Meramu hobi jadi hoki JAKARTA. Novita sudah lama ingin memiliki usaha sendiri. Bahkan, ia telah memiliki dana yang cukup untuk memulai bisnis sendiri meski nilainya tidak besar. Wanita yang bekerja di sebuah perusahaan perdagangan umum ini pun sudah menetapkan bahwa ia akan membuka toko online.

Yang menjadi masalah, sampai sekarang, Novita masih tidak tahu produk apa yang mau ia tawarkan. Ia sempat mempertimbangkan beberapa jenis bisnis yang dirasa menarik, mulai dari jualan barang hingga jasa. Namun, ia tidak yakin bisa menjalankan bisnis tersebut.

Novita bukan orang satu-satunya yang kebingungan dalam menentukan bisnis apa yang akan dijalankannya. Banyak orang yang bingung memutuskan bisnis apa yang sebaiknya dia jalankan. Masalahnya, kalau asal menjalankan bisnis, bisa-bisa bisnisnya malah gagal.

Mencari ide bisnis yang bisa dijalankan memang susah-susah gampang. Menurut para pelaku bisnis yang sudah mapan, ide bisnis bisa ditemukan di sekitar Anda. "Ide berbisnis itu bisa dari hobi, kemampuan, atau pengalaman," kata Yudhi Dwinanto, Direktur Utama Kraukk Indonesia, pengelola www.kraukk.com.

Berikut sumber yang bisa jadi pertimbangan Anda untuk menentukan ide dan model bisnis.

Hobi
Kalau Anda kebetulan menekuni hobi yang produktif, kenapa tidak sekalian mencoba membisniskan hobi Anda tersebut? Selain mempermudah Anda dalam memulai bisnis, tentunya, Anda otomatis sudah mengerti seluk-beluk bisnis yang akan dilakoni.

Dengar saja kisah Elyufial Persansa Dien, pendiri toko kamera online www.daldigital.net. Pria yang akrab disapa Elyudien ini memilih menekuni bisnis ini lantaran ia sendiri memiliki hobi fotografi.
Elyudien mendapatkan ide membuka toko online yang menjual peralatan dan aksesori fotografi setelah ia kerap mengalami kesulitan mencari aksesori untuk keperluan fotografi. "Lama-lama, saya kepikiran kenapa enggak buka toko sendiri saja," kenang dia.

Pada 2007 silam, ia mulai menjajakan alat-alat fotografi melalui online. "Saya pilih online karena pehobi fotografi itu tersebar di seluruh Indonesia," tutur Elyudien. Di 2008, pria ini resmi membuka toko www.daldigital.net.

Selain hobi fotografi, Elyudien juga hobi jalan-jalan. Bela kangan, ia juga membisniskan hobinya yang satu ini. Ia membuka www.daladventure.com, toko online yang melayani paket wisata petualangan.
Kelebihan menjalankan bisnis yang dimulai dari hobi, si pebisnis jadi lebih tahan banting dan bisa menjalankan bisnis ini dengan passion. "Kalau bisnis dari hobi, sepahit apa pun bisa kita telan," tutur Elyudien.

Keahlian
Menekuni bisnis berdasarkan keahlian yang Anda miliki bisa menjadi satu alternatif lain. Contoh gampangnya, kalau Anda mengerti seluk-beluk kendaraan bermotor dan piawai mengutak-atik mesin, Anda bisa mencoba membuka bengkel.

Anda tidak harus memiliki keahlian sendiri, lo. Kalau Anda mengenal orang lain yang memiliki keahlian yang bisa dikembangkan menjadi bisnis, Anda bisa mengajak orang tersebut mengembangkan bisnis bersama-sama.

Hal tersebut dilakukan oleh Yudhi ketika merintis www.kraukk.com, yang menjual makanan seafood olahan. Yudhi mendapat ide memulai bisnis ini setelah menjajal udang tempura olahan salah seorang temannya. Lantaran rasanya yang enak, pria berstatus sarjana hukum ini pun memutuskan untuk menjajakan produk temannya tersebut.

Dengan menekuni bisnis sesuai keahlian yang dimiliki, Anda bisa membuat produk atau jasa yang berkualitas. Ini salah satu kunci keberhasilan. Lihat saja yang dialami Yudhi. Produk olahan seafood yang dijajakan Yudhi laris manis.

Buktinya, awalnya Yudhi hanya memasarkan satu produk, yakni udang tempura. Kini, kraukk.com sudah memiliki 22 jenis produk. "Sekarang dalam seminggu, kami bisa menjual sekitar 100 kilogram dari berbagai jenis," tutur Yudhi.

Pengamatan dan pengalaman

Sudah jamak diketahui, kita bisa mengamati kondisi di sekitar untuk menemukan ide berbisnis. Ambil contoh kisah Bagus Utama, pendiri situs www.rajakarcis.com. Pria yang pernah bekerja di perusahaan teknologi informasi ini mendapat ide memulai bisnis penjualan tiket secara online lantaran melihat di Indonesia masih belum ada ticket box yang melayani penjualan secara online.

Padahal di Malaysia, Filipina, dan Singapura, bisnis serupa sudah berkembang. Bagus pun memanfaatkan peluang ini untuk menggarap bisnis ticket box secara online.

Harus memiliki nilai tambah

Tentu saja, sekadar menemukan ide dan model bisnis yang cocok dengan Anda tidak lantas membuat bisnis Anda sukses. Ada beberapa hal lain yang harus perhatikan bila ingin memulai bisnis online. Pertama, setelah menentukan bisnis apa yang akan Anda jalankan, Anda tetap harus mempelajari potensi pangsa pasar bisnis yang akan Anda jalankan. "Pastikan pasarnya ada," saran Elyudien.

Dari situ, Anda nanti juga bisa mengenali karakter pasar yang Anda incar. Setelah itu, Anda bisa menentukan, bagaimana dan lewat media apa sebaiknya Anda memasarkan produk atau layanan Anda.

Kedua, bisnis online yang Anda jalankan harus unik dan memiliki nilai tambah. "Bisnis online bisa berjalan kalau produk memiliki keunikan dan nilai tambah," papar Amir Karamoy, pengamat wirausaha serta Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI).

Keunikan dan nilai tambah ini bukan cuma bisa ditambahkan pada produk, lo. Kalaupun produk yang Anda jajakan terbilang generik, Anda bisa memberikan nilai tambah melalui layanan Anda.
Ambil contoh Kraukk.com. Toko online yang memajang slogan 'Seafoodnya Indonesia' ini menawarkan layanan antar gratis pada pelanggan di Jabotabek. "Kami membuat kemasan khusus untuk menjaga agar produk tetap beku bila dikirim ke luar kota," ujar Yudhi.

Beda lagi dengan Daldigital.net. Menurut Elyudien, ia memberi nilai tambah dengan cara memberikan konsultasi kepada pelanggan yang ingin membeli produk untuk keperluan fotografi, gratis. "Kebetulan saya hobi fotografi, jadi saya punya pengetahuan di bidang ini," jelasnya.

Ketiga, ada baiknya Anda mengasah kemampuan bisnis Anda. Jangan lupa, setiap bisnis memiliki karakter yang berbeda. Dengan memantapkan kemampuan pemasaran, Anda akan lebih mudah memasarkan produk atau layanan yang ditawarkan, meskipun bisnis yang Anda lakoni sesuai dengan ide dan kemampuan Anda.

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk memantapkan pengetahuan pemasaran. "Bisa dengan mengikuti seminar atau kelas bisnis dan pemasaran," kata Amir mencontohkan. Selain itu, Anda juga bisa belajar dari buku-buku bisnis dan pemasaran.
Yang paling penting untuk diingat, Anda harus mampu menjaga kepercayaan pelanggan. "Mendirikan bisnis online itu harus sabar dan harus bisa menumbuhkan kepercayaan konsumen," tegas Elyudien. Sudah siap berbisnis?

Sumber:
http://personalfinance.kontan.co.id/news/meramu-hobi-jadi-hoki

Wednesday, January 18, 2012

Ide Bisnis Berbasis Hobi Berbiaya Rendah


Views :440 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 18 Januari 2012 11:34
Ide bisnis bisa berasal dari hobi. Apa hobi Anda? Segera terapkan dan kembangkan ke dalam dunia entrepreneurship untuk menambah pundi-pundi penghasilan.

Bisnis yang berbasis hobi memberi banyak keunggulan bagi entrepreneur. Satu di antaranya memberi kepuasan tersendiri saat mengelolanya sehingga pelaku usaha senantiasa bersemangat dalam menekuninya walau kendala menghadang sekalipun.

women-business-owner-bakeryNah, berikut ini adalah beberapa ide bisnis berbasis hobi berbiaya relatif murah yang bisa  Anda jadikan peluang untuk mendatangkan penghasilan.

Menjual Kue
Bila Anda hobi memakan dan membuat kue, salurkan hobi itu menjadi peluang usaha yang bisa mendatangkan penghasilan. Usaha ini bisa dikelola dari rumah dengan biaya yang relatif rendah. Anda bisa berperan sebagai pemasok atau supplier terlebih dahulu serta mempromosikannya melalui toko online di awal-awal bisnis dan bila grafik pertumbuhan bisnisnya telah meroket, Anda bisa membuka toko offline. Manfaatkan jejaring sosial untuk mempromosikan produk tersebut.

Fotografi
Hobi memotret layak disalurkan menjadi peluang usaha. Sebagai permulaan, Anda bisa membuka studio mini di garasi atau teras rumah. Beli perlengkapan pemotretan yang terjangkau sesuai budget dan lakukan promosi bisnis. Sembari mengelola usaha studio mini di rumah, Anda juga bisa menawarkan jasa untuk berbagai event yang membutuhkan kepiawaian memotret Anda seperti pernikahan, ulang tahun, event korporasi dan ajang-ajang lainnya. Seiring bisnis berjalan, asah kemampuan video shooting Anda untuk melengkapi produk jasa yang bisa ditawarkan kepada konsumen.

Ada baiknya membuat webiste perusahaan untuk memperkenalkan bisnis Anda kepada khalayak. Bila memiliki kekhususan bidang dalam memotret, misalnya hobi memotret pertandingan olahraga atau memotret interior rumah dan sebagainya, Anda bisa memeroleh pundi-pundi uang dengan menjual hasil karya tersebut di jagat maya.

Game
Hobi bermain game tak hanya bisa meredakan kepenatan tapi juga bisa mendatangkan uang. Ciptakan aplikasi permainan, baik berbasis ponsel ataupun komputer, yang mampu menarik minat khalayak. Modal yang dibutuhkan untuk usaha ini relatif rendah dan bisa dikelola dari rumah sebagai pekerjaan sambilan untuk awal mulanya.

Untuk memperluas jaringan dan membuka cakrawala mengenai game yang up-to-date, bergabunglah dengan komunitas-komunitas pecinta game. Bila memungkinkan jual karya kreatif Anda kepada sejumlah vendor potensial.

Menjahit
Kehadiran butik online di jagat maya seakan tak terhitung. Pelakunyapun beragam, mulai dari kalangan remaja, umum hingga selebriti. Bila Anda memiliki hobi di bidang tata busana, salurkan hobi tersebut dengan merancang serta menciptakan busana trendi yang disukai konsumen. Sebagai permulaan, pasarkan produk ke orang-orang terdekat dan ciptakan sistem pemasaran dari-mulut-ke-mulut yang efektif serta pemasaran online yang efisien. Ikuti selalu perkembangan mode yang paling mutakhir untuk mengembangkan produk Anda.

Ini hanya sebagian kecil ide bisnis berbiaya murah yang bisa dibidik sebagai peluang usaha. Masih banyak lagi ide bisnis berbasis hobi yang layak dikelola sebagai usaha, hobi Anda mungkin salah satu di antaranya. Selamat berbisnis! (*/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/bisnis-mikro/14419-ide-bisnis-berbasis-hobi-berbiaya-rendah.html

Saturday, August 20, 2011

Berawal Hobi Seriusi Bisnis Reptil

PDF Cetak E-mail
Kamis, 18 Agustus 2011 16:30
Arntz Ignatius Wahyu mengawali bisnis breeding reptil dari nol. Pria akrab disapa Arntz itu, menggemari reptil karena keunikan dan keekstreman hewan tersebut. Hingga kini hobi itu berlangsung lima tahun.

reptil0911Menurutnya, banyak manfaat bisa didapatkan dari memelihara hewan melata. Menurutnya, tidak semua reptil itu buas. Namun sayang, pemahaman masyarakat tentang reptil seperti ular cenderung buas dan berbisa. ”Kita berikan edukasi ke masyarakat kalau tidak semua hewan itu jahat. Kalau semua hewan jahat tentu akan musnah,” ujar Arntz tergabung dalam komunitas Semarang pecinta reptil (Smart).

Memelihara reptil, imbuhnya, tidak sembarangan. Kalau sudah bisa breeding sendiri, para anggota Smart ini justru memiliki kepedulian besar. Mereka akan mengembalikan hewan tersebut ke habitatnya. Bahkan untuk hewan yang dilindungi, mereka akan mendapatkan surat keterangan dari instansi negara karena turut menjaga kelestarian satwa. ”Dengan mengembalikan hewan-hewan ini ke habitatnya, itu sama saja kita menjaga keseimbangan lingkungan,” terangnya.

Koleksi reptil Arntz tak sebatas iguana saja. Dia juga memelihara ular, kura-kura, landak Australia, dan kodok pacman. Baginya breeding itu menyenangkan. Ia pun sering berganti selera. Kalau satu hewan sukses dibiakkan maka akan berganti hewan lainnya.

Landak Australia misalnya, sudah berhasil dia kembangbiakkan. Dalam jangka empat bulan, satu indukan landak mampu dikembangbiakkan menjadi 4-6 ekor. Pengetahuan memelihara reptil ini diperolehnya dari pengalaman dan membaca buku. Pernah suatu kali, karena minim pengetahuan empat pasang landak yang didatangkan mati semua. Itu karena habitat dan makanan yang diberikan tidak sesuai.

”Beragam pengalaman saya peroleh, mulai salah makan dan akhirnya hewan itu mati. Ada pula yang berhasil dikembangbiakkan tapi malah anaknya dimakan induknya sendiri,” ujarnya. (*/SM)

Sumber:
 http://www.ciputraentrepreneurship.com/agrobisnis/10592-berawal-hobi-seriusi-bisnis-reptil.html

Friday, August 19, 2011

Berawal Hobi Seriusi Bisnis Reptil


PDF Cetak E-mail
Kamis, 18 Agustus 2011 16:30
Arntz Ignatius Wahyu mengawali bisnis breeding reptil dari nol. Pria akrab disapa Arntz itu, menggemari reptil karena keunikan dan keekstreman hewan tersebut. Hingga kini hobi itu berlangsung lima tahun.

reptil0911Menurutnya, banyak manfaat bisa didapatkan dari memelihara hewan melata. Menurutnya, tidak semua reptil itu buas. Namun sayang, pemahaman masyarakat tentang reptil seperti ular cenderung buas dan berbisa. ”Kita berikan edukasi ke masyarakat kalau tidak semua hewan itu jahat. Kalau semua hewan jahat tentu akan musnah,” ujar Arntz tergabung dalam komunitas Semarang pecinta reptil (Smart).

Memelihara reptil, imbuhnya, tidak sembarangan. Kalau sudah bisa breeding sendiri, para anggota Smart ini justru memiliki kepedulian besar. Mereka akan mengembalikan hewan tersebut ke habitatnya. Bahkan untuk hewan yang dilindungi, mereka akan mendapatkan surat keterangan dari instansi negara karena turut menjaga kelestarian satwa. ”Dengan mengembalikan hewan-hewan ini ke habitatnya, itu sama saja kita menjaga keseimbangan lingkungan,” terangnya.

Koleksi reptil Arntz tak sebatas iguana saja. Dia juga memelihara ular, kura-kura, landak Australia, dan kodok pacman. Baginya breeding itu menyenangkan. Ia pun sering berganti selera. Kalau satu hewan sukses dibiakkan maka akan berganti hewan lainnya.

Landak Australia misalnya, sudah berhasil dia kembangbiakkan. Dalam jangka empat bulan, satu indukan landak mampu dikembangbiakkan menjadi 4-6 ekor. Pengetahuan memelihara reptil ini diperolehnya dari pengalaman dan membaca buku. Pernah suatu kali, karena minim pengetahuan empat pasang landak yang didatangkan mati semua. Itu karena habitat dan makanan yang diberikan tidak sesuai.

”Beragam pengalaman saya peroleh, mulai salah makan dan akhirnya hewan itu mati. Ada pula yang berhasil dikembangbiakkan tapi malah anaknya dimakan induknya sendiri,” ujarnya. (*/SM)
Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/agrobisnis/10592-berawal-hobi-seriusi-bisnis-reptil.html