Showing posts with label startup. Show all posts
Showing posts with label startup. Show all posts

Saturday, September 22, 2012

Ingin Dilirik Pemodal? Ide Keren Saja Tak Cukup

Startup

Penulis: Aditya Panji | Jumat, 21 September 2012 | 11:38 WIB

SHUTTERSTOCK
JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan bisnis digital di Indonesia, diikuti oleh bertambahnya jumlah perusahaan pemodal ventura (venture capital).

Hingga pertengahan 2012, tercatat ada belasan perusahaan pemodal ventura khusus teknologi dari dalam maupun luar negeri. Mereka "berburu" perusahaan rintisan (startup) digital yang punya ide dan produk keren.

Namun, ide dan produk saja tak cukup menggoda perusahaan pemodal untuk memberikan investasinya. Mereka juga mempertimbangkan kredibilitas si pendiri dan resiko terbesar yang akan ia alami.

Perusahaan pemodal ventura Ideosource, misalnya, enggan berinvestasi jika startup itu hanya mengandalkan ide.

Direktur Ideosource Andi S. Boediman mengatakan, pihaknya lebih tertarik dengan ide yang telah terlaksana dan menjadi produk. Apalagi, jika produk itu dinilai punya daya tarik dan diakui oleh sekelompok kecil orang.

"Daya tarik dan pengakuan itu penting. Kalau bisnisnya e-commerce, ya mereka sudah melakukan transaksi. Kalau bisnis media, sudah ada trafik. Kalau konten, sudah mendapat banyak unduhan," jelasnya pertengahan September lalu.

Tak sekedar produk, Andi juga memandang penting kapabilitas pendiri dan tim startup itu, apakah mereka punya kesadaran bisnis dan bisa membaca pasar?

Hal senada diungkapkan Anthonny Liem, CEO dari MerahPutih Inkubator. "Yang pertama kali kita lihat adalah si pendiri dan timnya. Karena, yang mengeksekusinya itu kan orangnya. Produknya bisa dibentuk," tegas Anthonny saat dihubungi lewat telepon.

MerahPutih mulai berinvestasi pada Agustus 2010. Hingga saat ini ada 7 startup yang mendapat dana segar dari MerahPutih. Perusahaan yang berada di bawah payung Djarum ini, fokus pada empat segmen bisnis digital, yakni social platform, e-commerce, aplikasi mobile, dan game.

Ia mengenaskan, MerahPutih bukan pemodal ventura yang berinvestasi di banyak startup, agar risikonya terbagi. Besar harapan Anthonny agar startup tersebut dapat menghasilkan uang dan produknya dipakai banyak orang. Karena itulah, kemampuan berwirausaha dan manajemen para pendiri sangat dipertimbangkan.

Para investor berharap nilai startup itu bisa naik berkali-kali lipat, setidaknya dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Ketika startup itu diberi investasi lagi oleh pemodal ventura lain, maka nilainya juga ikut naik. Penetrasi pengguna internet dan perangkat mobile di Indonesia yang terus meningkat, juga membawa peluang besar bagi industri digital.
Editor :
Reza Wahyudi

http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/09/21/11382124/Ingin.Dilirik.Pemodal.Ide.Keren.Saja.Tak.Cukup

Saturday, August 11, 2012

Resep Besarkan Startup dari Pendiri Koprol dan PriceArea.com

Hits : 158 PDF Cetak E-mail
Jumat, 10 Agustus 2012 08:32

Ciputra Entrepreneurship News, Jakarta - Istilah "scale up" sering didengar dalam dunia startup. Terminologi ini merujuk pada kemampuan untuk berfungsi dengan jumlah beban kerja yang berbeda atau dengan mudah disesuaikan untuk dapat berfungsi dengan kuantitas yang lebih tinggi.

Tema ini menjadi pokok pembahasan diskusi dalam pertemuan ke 28 Startup Lokal yang digelar di Microsoft Auditorium, Gedung Bursa Efek Indonesia Menara 2, Jakarta tadi malam (9/8/2012).  Dalam acara yang dihadiri secara rutin oleh entrepreneur digital dan pegiat dunia startup Indonesia, ini disuguhkan pula sebuah diskusi panel yang interaktif dengan menampilkan Andry Suhaili dari PriceArea.com, Daniel Armanto yang dikenal sebagai salah satu pendiri Koprol, Choirul Amri (konsultan) yang dimoderatori oleh Natali Ardianto, inisiator Startup Lokal.

Dalam diskusi panel, kedua pendiri startup di Indonesia ini diminta menguraikan strategi mereka membesarkan startup digital. Andry Suhaili menjawab bahwa PriceArea yang berfungsi sebagai alat pembanding harga online ini sudah ia desain dari awal untuk bisa diterapkan upaya "scale-up" dan menjadikan investor sebagai bagiannya.

"Dalam scale-up bisnis, kita bisa ibaratkan seperti menyetir mobil. Kita harus berangsur-angsur menaikkan gigi jika ingin menambah kecepatan. Dari gigi 1 kemudian gigi 2," ungkapnya.

Saat ditanya apakah strategi merekrut karyawan besar-besaran merupakan langkah yang tepat dalam scale-up, Andry beropini bahwa untuk mewujudkan ambisinya menjadi shopping portal terbesar di Asia Tenggara, PriceArea berencana untuk ekspansi ke negara-negara tetangga di kawasan ini. "Kami sudah merambah Singapura dan sudah menjalani berbagai langkah seperti membeli domain, mengatur crawler untuk menjangkau toko-toko online di sana," rinci Andry.

Langkah ekspansif lainnya yang ditempuh untuk menjangkau pasar luar yang ditempuh Andry ialah menggunakan server dari SingTel Singapura, yang memudahkan optimasi mesin pencari Google. "Ini dilakukan juga untuk menghemat bandwidth," Andry beralasan.

Adapun Daniel Armanto yang ikut membangun jejaring sosial Koprol memaparkan susah payahnya membangun komunitas loyal produknya di berbagai daerah, tak cuma di area Jakarta tetapi juga berbagai daerah. "Dulu Koprol hanya memakai 1 server karena hanya proyek 'main-main'. Kami tidak membangun aplikasi ini dengan pemikiran bahwa akan ada 1 juta orang yang pasti menggunakannya, tetapi kami lebih memilih untuk memulai dengan yang kecil. Start small. Perlu dicermati problemnya apa dan jangan tiba-tiba membuat produk dengan target yang demikian besar," kata pria berkacamata ini. Intinya ia menyarankan entrepreneur digital untuk melakukan scale-up dengan berangsur-angsur. Daniel menjabarkan berbagai strategi teknis yang ia harus tempuh bersama tim Koprol yang saat sebelum diakuisisi Yahoo! masih memiliki sumber daya yang amat terbatas. "Kadang-kadang tidak ada gunanya kita melakukan langkah perbaikan dan penyempurnaan jika masalah yang dihadapi belum ada," tuturnya.

Saat akan diakuisisi oleh Yahoo!, Daniel mengaku Koprol diberikan 12 server tambahan. Toh langkah antisipatif tersebut toh tak membuat Koprol bisa menghindari down karena melonjaknya akses pengguna setelah diumumkannya akuisisi. "Kita belum mengerti bagaimana menangani traffic yang demikian besar. Berbagai kendala teknis yang muncul pun akhirnya bisa diselesaikan satu persatu," terang rekan Satya Witoelar di Koprol ini. (*AP)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/berita-ce/19238-resep-besarkan-startup-dari-pendiri-koprol-dan-priceareacom.html

Sunday, July 8, 2012

Tips Sukses untuk Entrepreneur UKM dan Startup dari Sarah Lacy

Hits : 1043 PDF Cetak E-mail
Sabtu, 07 Juli 2012 05:17
Yang paling penting, meski sudah banyak diketahui, ialah pastikan bahwa usaha baru Anda menciptakan sesuatu entah itu produk atau jasa yang memberikan manfaat nyata bagi konsumen. Produk atau jasa ini begitu berguna dan diinginkan hingga konsumen tidak akan mampu menolaknya jika ditawari. Mayoritas UKM dan bisnis baru cenderung memberikan produk atau jasanya secara gratis atau hampir gratis alias dengan harga yang amat murah. Menurut Lacy, hal ini bisa membuat konsumen lupa akan manfaat lebih besar yang bisa diperoleh dari bisnis yang berbayar. Apalagi di pasar Indonesia, yang masyarakatnya terkenal lebih menyukai barang/ jasa gratis. Bagi pengusaha/ entrepreneur yang menjual produk/ jasanya (bukan memberikan secara gratis), sisi positifnya ialah mereka akan mendapatkan saran dan kritik untuk menyempurnakan produk atau jasa tersebut. Dan jika memang produk/ jasa Anda bagus, Anda akan menemukan banyak pujian yang menyalakan api semangat untuk terus maju. Saat Anda memberikan barang dan jasa gratis, konsumen hanya akan menggunakannya sesuka hati tanpa merasa ada ikatan untuk memberikan saran atau kritik.

Pengusaha UKM juga perlu meyakini sepenuh hati akan ide bisnis mereka, kata Lacy. Ide bisnis ini haruslah sesuatu yang Anda dengan sukarela lakukan dalam waktu lama karena inilah yang akan membuat orang lain tertarik pada ide itu. Jika Anda bisa membuat orang menyaksikan betapa Anda bersedia mendedikasikan waktu dan tenaga serta modal untuk kemajuan realisasi ide bisnis itu, mereka akan lebih yakin untuk menjadi karyawan, konsumen, investor atau mitra bisnis. Hal inilah yang akan menular pada benak orang lain. Antusiasme, dedikasi, dan passion yang Anda tunjukkan akan menarik kuat dukungan pihak lain bagaikan magnet menarik benda logam apapun di sekelilingnya. Untuk itulah Anda harus yakin 100% bahwa Anda sedang melakukan sebuah bisnis yang harus ada di dunia ini untuk membantu masyarakat mengatasi masalah mereka. Keinginan untuk mencetak laba dan terkenal mungkin menjadi godaan yang banyak ditemui entrepreneur pemula namun itu semua hanyalah bonus. Yang terpenting ialah passion.

Bersikap positif dan sepenuhnya terbuka ialah saran marketing berikutnya yang diberikan Lacy. Menurutnya, banyak entrepreneur muda yang ia temui di Asia, Amerika Selatan dan Afrika yang sangat tertutup jika diajak bicara mengenai ide bisnis mereka. Mereka cemas jika ide bisnis itu banyak diketahui orang, ide itu akan dicuri. Padahal, kata Lacy, ide itu murah. Di Silicon Valley, tak terhitung banyaknya ide yang dicetuskan setiap harinya. Ide itu begitu banyak hingga nilainya sangat murah, bahkan nol. Semua orang bisa memiliki ide bagus. Namun, apa yang membedakan kelak ialah realisasinya. Eksekusi ide bisnis itu yang memberikan perbedaan. Saat sebuah ide bisnis yang paling cemerlang kelihatannya sekalipun cuma disimpan dalam benak saja, ia tidak akan memiliki nilai karena tidak bisa diwujudkan secara maksimal. Lacy berkata apa yang membuat Silicon Valley menjadi ekosistem yang ideal bagi entrepreneur ialah atmosfer keterbukaan yang menyelimuti orang-orang di dalamnya. Para entrepreneur Silicon Valley meyakini bahwa ide hanyalah ide.

Untuk menjadi sukses, entrepreneur UKM atau startup juga perlu bersikap agresif dalam mencari mentor atau pihak manapun yang akan dapat membantu mewujudkan dan memajukan bisnis. Di Silicon Valley, kata Lacy, banyak entrepreneur muda yang tak segan menelepon atau menghubungi entrepreneur yang lebih mapan untuk meminta bantuan atau saran mengenai startup mereka. Sering entrepreneur pemula akan mengajak calon mentor untuk minum kopi bersama. “Anda tak akan pernah tahu jika seseorang bersedia atau tidak, jadi Anda haruslah bertanya pada mereka. Agresivitas diperlukan agar bisa berhasil,” ujar Lacy. (*AP)

Sumber gambar:
gettoffmyinternet.net
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/18352-tips-sukses-untuk-entrepreneur-ukm-dan-startup-dari-sarah-lacy.html


Tuesday, June 19, 2012

12 Poin Pelajaran Bagi Startup dari MIT Sloan Hi-Tech Conference


Hits : 1145 PDF Cetak E-mail
Senin, 18 Juni 2012 08:37
Entrepreneur tidak sukses hanya dengan bakatnya. Sukses bergantung pada banyak faktor seperti bakat, kerja keras dan cerdas serta keberuntungan (yang juga harus dibangun). Demikian pendapat Clarence Wooten, seorang entrepreneur kawakan yang meluncurkan saham startupnya termasuk Image Cafe di tahun 1998 dan 7 bulan kemudian menjualnya pada Network Solutions/ Verisign seharga 23 juta dollar AS.

Wooten mengatakan di hadapan hadirin MIT Sloan Hi-Tech Conference Jumat lalu (8/6/2012) , “Alih-alih, usaha rintisan yang sukses datang dari kombinasi berbagai macam hal seperti persiapan, keringat dan keberuntungan”. Di sana Wooten yang kini bekerja di “Arrived” membagikan 12 pelajaran berharga untuk para entrepreneur yang ingin sukses melebihi dirinya.
  1. Gaji bulanan hanyalah candu: Sama dengan kokain atau rokok, gaji yang Anda terima sebagai karyawan memanjakan Anda dengan kenikmatan yang adiktif. Entrepreneur harus berani menyingkirkan ketergantungan pada pemasukan yang teratur demi membangun aset yang kelak akan dapat dinikmati dalam jangka panjang, bukan jangka pendek. Gaji hanya bisa dinikmati maksimal sebulan, bukan?
  2. Waspada dengan pelemah semangat: Karena sebagian besar orang di dunia ini bekerja untuk kelompok orang yang lebih sedikit, mereka berisiko memiliki sikap memusuhi atasannya. Jangan dengarkan opini orang semacam ini.
  3. Lakukan saja: Terapkan slogan Nike. Jangan terlalu memikirkan roadmap atau rencana yang muluk-muluk. Jika Anda tak mau, jangan lakukan, dan sebaliknya. Bekerjalah dengan efisien. Staf perusahaan terbiasa dengan segala sumber daya dan fasilitas yang teersedia dan dapat diakses dengan mudah. Namun entrepreneur harus mampu melakukan secara Mandiri.
  4. Jika gagal, bangkit secepatnya dengan kerugian minimal: Anda harus alami banyak kegagalan  karena Anda harus mencoba begitu banyak hal. Jadi lakukan eksperimen dengan biaya semurah mungkin. Produk pertama Instagram, misalnya, gagal total tetapi mereka menyempurnakan produk itu dengan menyederhanakan fungsinya dan justru sukses besar. Mereka kini diakuisisi Facebook senilai 1 miliar dollar AS.
  5. Jebakan mitra: Jangan bekerja sendirian sebagai entrepreneur. Anda perlu orang lain untuk berbagi pasang surut berbisnis. Sering seorang mitra harus bekerja lebih keras dari yang lain tetapi menikmati keuntungan yang sama. Ceritakan kesukaran yang dihadapi  dan jangan langsung membagi ekuitas secara sama rata. Lakukan trik ini: saat Anda menerbitkan saham pendiri, pastikan saham itu terlindung jikalau salah satu pendiri meninggalkan perusahaan , sehingga ia tidak bisa membawa semua ekuitas tetapi hanya sebagian yang diperbolehkan.
  6. Bersikap naif: Jangan terapkan pengetahuan dan pengalaman yang sudah usang. Bersikap naif berarti Anda harus tegas dan berani meski terkesan bodoh dan tak berkompeten.
  7. Bisnis itu seperti tim olahraga: Apakah Anda lebih memilih memiliki perusahaan senilai 1 juta dollar sepenuhnya atau 20% dari perusahaan senilai 100 juta dollar? Tiap orang membutuhkan ekuitas. Anda membutuhkan sebanyak mungkin kecerdikan.
  8. Terobos zona nyaman: Mencoba hal-hal yang kita takuti dan hindari bisa jadi awal sebuah sukses besar.
  9. Citra diri itu penting: Orang menilai Anda saat Anda membicarakan bisnis Anda dan Anda memiliki satu peluang untuk menciptakan kesan baik. Jika Anda bukan seseorang yang memahami desain, jangan mendesain logo sendiri. Lakukan crowdsource bila perlu.
  10. Pemimpin harus berkarakter: Anda sebagai entrepreneur pemilik bisnis menetukan bagaimana budaya perusahaan akan terlihjat bagi pihak luar. Bangunlah perusahaan sebagai tempat yang Anda inginkan untuk bekerja dengan nyaman setiap hari. Orang mengamati apa yang Anda lakukan.
  11. Investor ingin uang mereka kembali: Ini yang penting, investor mendukung Anda. Integritas Anda sangat menentukan. Jadi ketahui strategi Anda untuk keluar (exit strategy). Jaga sedemikian rupa agar investor tak kehilangan uang mereka dan mereka akan mempercayai Anda selamanya.
  12. Kas dan pelanggan: Poin 1 sampai 11 dapat Anda pelajari meski saat sendirian tetapi untuk poin ini Anda memerlukan pengetahuan dari orang lain mengenai keuangan dan pemasaran.
(*AP)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/17781-12-poin-pelajaran-bagi-startup-dari-mit-sloan-hi-tech-conference.html


Friday, June 8, 2012

Tips Sukses Bisnis Startup dari Miliuner Silicon Valley


Oik Yusuf | Reza Wahyudi | Kamis, 7 Juni 2012 | 17:51 WIB

KOMPAS.com/Oik Yusuf
CEO dan Presiden Bubble Motion, Tom Clayton (kiri).
JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak pebisnis internet sukses berasal dari Silicon Valley. Salah satunya adalah Tom Clayton yang merupakan CEO dan Presiden dari perusahaan Bubble Motion.

Tom Clayton menyempatkan diri datang ke Jakarta dan berbagi rahasia kesuksesannya dalam acara Startup Asia Jakarta 2012.
Seperti pacar saja, carilah ketika Anda sedang tidak butuh. Ketika Anda butuh nantinya, Anda tak akan perlu mencari lagi.
-- Tom Clayton

Startup Asia Jakarta 2012 merupakan ajang konferensi untuk startup digelar oleh TechinAsia di Jakarta, pada 7 dan 8 Juni 2012 bertempat di Annex Building komplek Wisma Nusantara, seputar Bundaran Hotel Indonesia .

Hal pertama yang penting dalam membangun bisnis adalah bagaimana cara mengumpulkan dana dari investor. Mengenai itu, Tom punya beberapa tips yang diperoleh dari pengalamannya jatuh-bangun mengembangkan bisnis startup.

Pertama, carilah uang saat Anda sedang tidak memerlukannya. "Seperti pacar saja, carilah ketika Anda sedang tidak butuh. Ketika Anda butuh nantinya, Anda tak akan perlu mencari lagi. Ini lebih mudah ketimbang berusaha mencari saat Anda sedang terdesak kebutuhan," katanya menjelaskan alasan.

Tips kedua, tarik satu investor dan yang lainnya akan mengikuti. Menurut Clayton, para investor besar memiliki "herd mentality" dan sangat kompetitif antara satu dan yang lainnya. "Artinya, begitu Anda berhasil menarik satu investor, yang lainnya akan segera datang mendekati Anda," tandas Tom.

Ketiga, carilah brand yang lebih besar terlebih dahulu. "Bisa dapat dana lebih besar, tapi Anda harus meyakinkan," katanya.

Tips keempat dari Clayton adalah jangan terlalu banyak keluarkan dana, begitu berhasil didapat. Tom mengatakan bahwa menghemat dana tidak kalah penting dengan usaha mendapatkannya. "Supaya cadangan modal tetap terjaga."

Tentang model bisnisnya sendiri, Tom menyarankan para startup untuk fokus pada satu jenis produk layanan saja. "Lebih baik bagus pada satu hal daripada bisa melakukan banyak tapi biasa-biasa saja. Pokoknya keep it simple," jelas Tom.

Satu hal lain yang bisa membantu adalah keunikan jenis produk atau layanan. "Banyak dari mereka yang sukses adalah para startup yang mengembangkan ide-ide original, bukan sekadar copycat," ungkapnya. Keunikan ini bisa membuat suatu perusahaan menjadi menonjol dan berbeda dibanding lainnya.

Terakhir, Clayton mengatakan, "Jangan takut gagal meski mengalami keadaan sulit, percayalah bahwa hari esok akan lebih baik dari hari ini."

Tom Clayton memulai dan memiliki beberapa bisnis startup. Sekarang dia menjalankan situs layanan social messaging service berbasis SMS Bubbly lewat Bubble Motion yang didukung sejumlah investor termasuk Sequioa Capital, Singtel, dan Innov8. 

Saat ini Bubbly memiliki 17 juta registered user dengan 4 juta pengguna aktif di Indonesia.

Sumber:
http://tekno.kompas.com/read/2012/06/07/17512855/Tips.Sukses.Bisnis.Startup.dari.Miliuner.Silicon.Valley

Sukseskan Bisnis Start Up Ala Tom Clayton

Views :190 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 08 Juni 2012 09:20
clayton0612Salah satu pebisnis internet yang mendulang kesuksesan asal Silicon Valley, Tom Clayton menyempatkan diri datang ke Jakarta dan berbagi rahasia kesuksesannya dalam acara Startup Asia Jakarta 2012.

Startup Asia Jakarta 2012 merupakan ajang konferensi untuk startup digelar oleh TechinAsia di Jakarta, pada 7 dan 8 Juni 2012 bertempat di Annex Building komplek Wisma Nusantara, seputar Bundaran Hotel Indonesia .

Hal pertama yang penting dalam membangun bisnis adalah bagaimana cara mengumpulkan dana dari investor. Mengenai itu, Tom punya beberapa tips yang diperoleh dari pengalamannya jatuh-bangun mengembangkan bisnis startup.

Pertama, carilah uang saat Anda sedang tidak memerlukannya. "Seperti pacar saja, carilah ketika Anda sedang tidak butuh. Ketika Anda butuh nantinya, Anda tak akan perlu mencari lagi. Ini lebih mudah ketimbang berusaha mencari saat Anda sedang terdesak kebutuhan," katanya menjelaskan alasan.

Tips kedua, tarik satu investor dan yang lainnya akan mengikuti. Menurut Clayton, para investor besar memiliki "herd mentality" dan sangat kompetitif antara satu dan yang lainnya. "Artinya, begitu Anda berhasil menarik satu investor, yang lainnya akan segera datang mendekati Anda," tandas Tom yang merupakan CEO dan Presiden dari perusahaan Bubble Motion.

Ketiga, carilah brand yang lebih besar terlebih dahulu. "Bisa dapat dana lebih besar, tapi Anda harus meyakinkan," katanya.

Tips keempat dari Clayton adalah jangan terlalu banyak keluarkan dana, begitu berhasil didapat. Tom mengatakan bahwa menghemat dana tidak kalah penting dengan usaha mendapatkannya. "Supaya cadangan modal tetap terjaga."

Tentang model bisnisnya sendiri, Tom menyarankan para startup untuk fokus pada satu jenis produk layanan saja. "Lebih baik bagus pada satu hal daripada bisa melakukan banyak tapi biasa-biasa saja. Pokoknya keep it simple," jelas Tom.

Satu hal lain yang bisa membantu adalah keunikan jenis produk atau layanan. "Banyak dari mereka yang sukses adalah para startup yang mengembangkan ide-ide original, bukan sekadar copycat," ungkapnya. Keunikan ini bisa membuat suatu perusahaan menjadi menonjol dan berbeda dibanding lainnya.

Terakhir, Clayton mengatakan, "Jangan takut gagal meski mengalami keadaan sulit, percayalah bahwa hari esok akan lebih baik dari hari ini."

Tom Clayton memulai dan memiliki beberapa bisnis startup. Sekarang dia menjalankan situs layanan social messaging service berbasis SMS Bubbly lewat Bubble Motion yang didukung sejumlah investor termasuk Sequioa Capital, Singtel, dan Innov8.   Saat ini Bubbly memiliki 17 juta registered user dengan 4 juta pengguna aktif di Indonesia. (*/Kompas.com/ian)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/17484-mensukseskan-bisnis-start-up-ala-tom-clayton.html

Sunday, May 20, 2012

Fokuslah pada 1 Startup dan 1 Ide


Hits : 1219 PDF Cetak E-mail
Sabtu, 19 Mei 2012 06:13
Fokus masih menjadi masalah utama bagi para entrepreneur. Kegagalan menetapkan fokus dalam bekerja membuat mereka lebih sulit menghasilkan karya terbaik. Fenomena seperti ini banyak kita temui. Entrepreneur, apalagi yang masih kuliah, cenderung kesulitan membagi waktu dan bahkan bekerja untuk membesarkan dua startup atau lebih sekaligus. Bagi angel investor, hal ini bisa jadi poin negatif bagi entrepreneur yang akan didanai. Angel investor umumnya lebih menyukai mereka yang fokus pada satu startup dan 1 ide bisnis saja pada satu waktu.

Risiko yang harus dihadapi oleh mayoritas startup bukan mengenai kemungkinan kegagalan saja, tetapi juga apakah ia akan gagal lebih cepat dan pulih lebih cepat jika ide bisnis yang dikembangkan bukan ide yang sukses.

Banyak ide-ide awal memiliki kesalahan atau cacat di dalamnya meskipun sasaran dan pasarnya sudah tepat. Tidak memberikan perhatian yang lebih pada hal ini berarti Anda tidak akan membuat banyak kemajuan untuk menyadari bahwa ide itu gagal dan merancang rencana selanjutnya atau pindah haluan (pivot) ke ide lain yang memiliki peluang sukses lebih tinggi. Fokus yang lebih tinggi sama dengan kemajuan yang lebih banyak peluang untuk mencapai sukses.

Kini sebagian orang akan menuduh entrepreneur sukses dengan berbagai bisnis senilai miliaran rupiah sebagai entrepreneur yang kehilangan kemampuan untuk memfokuskan diri pada satu ide bisnis dan satu startup. Kenyataannya ialah mereka yang sudah sukses dengan berbagai bisnis ini mulanya fokus pada satu startup dan satu ide. Perlahan mereka kemudian mendaki ke skala bisnis yang lebih besar tetapi mereka biasanya sudah mencapai skala bisnis yang memadai dan 100% eksekutif seniornya fokus pada masing-masing bisnis yang didirikan. Maka dari itu, meski sebagian entrepreneur memiliki banyak bisnis, mereka memiliki orang-orang dalam perusahaan yang sudah fokus sepenuhnya pada kegiatan bisnis yang dijalankan. (image credit: linkbuildr.com/*AP)


http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/16962-fokuslah-pada-1-startup-dan-1-ide-.html#comment-2020

Tuesday, May 8, 2012

5 Langkah Dirikan Startup Digital Tanpa Pengetahuan Teknis

Views :578 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 08 Mei 2012 11:01
startup0512Kini banyak mahasiswa dan pelajar yang tergugah untuk mendirikan bisnis sejak muda. Motivasinya bermacam-macam. Dari ingin sesukses Steve Jobs atau Bill Gates, sampai keinginan untuk hidup lebih Mandiri di usia muda.

Melihat bagaimana sukses yang dinikmati oleh Jobs dan Gates, tak heran makin banyak mahasiswa dan pelajar yang bermunculan menjadi entrepreneur startup digital yang lebih berfokus pada teknologi.

Nah jika Anda adalah seorang pelajar dan ingin mencoba peruntungan atau sudah yakin bahwa ini passion Anda, mengapa tidak memulainya dari sekarang? Akan tetapi, jangan khawatir, bila Anda sama sekali tak berpengalaman dalam ilmu komputer, pemrograman, pengkodean, dan sebagainya yang berkaitan erat dengan sisi teknis industri digital, ada 5 cara yang bisa Anda tempuh untuk tetap bisa mewujudkan ambisi Anda mendirikan startup digital yang sukses meski tak memiliki modal pengetahuan teknis yang moncer.

1. Temukan seorang pakar pengkodean (coding) untuk mewawancarai pelamar
Jangan berkhayal bahwa Anda memiliki kemampuan untuk menyamai kemampuan teknis pelamar dalam startup Anda. Anda membutuhkan seorang pakar dalam bidang pengkodean untuk mewawancarai kandidat yang akan Anda ajak bekerja nantinya. Peran Anda dalam proses wawancara hanyalah mengevaluasi kecocokan budaya (temukan seseorang yang Anda sukai) dan kemudian sodorkan kandidat yang tersisa pada pakar tersebut.

Temukan pewawancara/ pakar yang sudah berpengalaman yang kemampuannya sudah teruji dalam perusahaan digital besar atau berkemampuan teknis yang sudah divalidasi oleh pihak ketiga secara objectif dan tepercaya. Bila tak memiliki orang atau kenalan semacam itu, dipastikan Anda akan kepayahan. Bila Anda hendak memulai sebuah startup digital, Anda harus mengenal dan berhubungan baik dengan setidaknya satu orang berbakat dalam industri itu. Jadi, kini saatnya membangun jejaring itu dan pelihara hubungan baik dengan mereka sebisa mungkin.

Jangan hanya puas dengan pewawancara yang 'cukup baik'. Anda mempertaruhkan masa depan startup Anda dalam pundaknya. Orang ini akan membuat keputusan terpenting dalam pondasi kehidupan startup Anda. Jadi jangan berkompromi dalam hal kualitas.

Namun demikian, jangan mencoba untuk membina hubungan pertemanan palsu atau kurang tulus dengan orang-orang berbakat hanya untuk memanfaatkan mereka secara gratis. Itu akan menghancurkan Anda pada akhirnya nanti. Apa yang Anda bisa lakukan ialah menempatkan diri pada situasi terbaik untuk membangun hubungan pertemanan yang tulus dan jujur. Atau Anda harus katakan secara gamblang pada mereka dengan menemukan mereka di LinkedIn dan menyatakan bahwa Anda menyewa jasa mereka dan membayarnya setelahnya.

2. Kumpulkan pelamar berkualitas
Sebelum Anda memilih satu kandidat, Anda perlu memiliki sekumpulan orang yang bisa dipilih. Gunakan layanan situs-situs pencari orang berbakat: oDesk.com, elance.com,craigslist.org,authenticjobs.com. Anda juga perlu memperluas jejaring dalam berbagai ajang atau pertemuan yang relevan. Biasanya dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk ini sebelum menemukan kandidat yang tepat.

3. Wawancarai dengan cara yang tepat
Terdapat banyak strategi wawancara dan biasanya hanya ada satu yang berhasil secara terus menerus.Aturlah agar si pewawancara duduk (baik tatap muka atau secara virtual) dan menyaksikan kandidat melakukan koding.
Anda akan menguji kemampuan koding mereka secara real time, bukan kemampuan untuk menjawab pertanyaan atau kemampuan presentasi secara memukau.

4. Mulai dengan cepat dan tak segan mencari kembali
Jika seorang kandidat sudah menjalani semua proses interviu tetapi gagal dalam menangangi pekerjaan, jangan segan untuk mencari orang lain dan memulai proses perekrutan. Sampai Anda mendapatkan investor yang nyata dan stabil, tidak ada tekanan untuk terburu-buru. Bahkan jika hal itu memperlambat perkembangan usaha Anda dalam jangka pendek, Anda akan lega sudah melakukannya.

5. Berikan ekuitas setelah pembuktian
Berusahalah untuk memotivasi kandidat yang terpilih dan berkomitmen dalam sukses Anda, Anda harus memberikan ekuitas yang berarti pada perusahaan. Hal ini bukan sesuatu yang bisa dicapai dalam waktu singkat.
Isu kepemilikan usaha juga perlu dirundingkan tetapi kisarannya hanya 3-10% sudah memadai jika ia mengambil gaji dan Anda mendanai perusahaan dengan uang sendiri dari awal.

Selain 5 langkah di atas, sejumlah catatan yang perlu diketahui misalnya:
  • Jangan mempekerjakan seseorang yang hanya mau bekerja paruh waktu. Anda mau seseorang bekerja dengan sepenuh hati untuk proyek Anda. Jika itu tidak bisa dipenuhi kandidat Anda, kemungkinan mereka akan kesulitan untuk menunjukka kinerja terbaik dan komitmen tertinggi pada bisnis Anda.
  • Hindari godaan untuk menggunakan jasa pengembang yang premium. Tarifnya cukup tinggi dan belum pasti menjamin keberhasilan usaha.
  • Jangan membaca blog atau situs bertema developer atau pengembang dan berpikir Anda mengetahui bahasa atau solusi yang tim developer Anda seharusnya gunakan dalam proyek Anda. Tak mengapa jika Anda hendak mempresentasikan ide-ide untuk tim Anda tetapi jangan berdebat dengan developer utama Anda untuk satu ide tertentu hanya karena startup lain melakukan dan menerapkan ide itu. Ijinkan developer utama Anda untuk membuat keputusan yang tepat bagi proyek Anda karena ia memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih tepercaya.(Ian Crosby/ *AP)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/16664-5-langkah-dirikan-startup-digital-tanpa-pengetahuan-teknis.html

Thursday, April 26, 2012

10 Ide Startup yang Ramah Lingkungan


Views :218 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 25 April 2012 10:11
Bagi Anda yang sedang mencari ide-ide startup atau usaha baru yang sedang tren sekarang ini dan lebih tahan krisis, pertimbangkanlah semua hal yang berhubungan dengan penghematan energi, pelestarian lingkungan atau solusi untuk masalah pemanasan global. Ini sangat potensial bagi para entrepreneur Gen-Y (millenial, mereka yang lahir 1980 dan seterusnya) yang memiliki passion atau setiap generasi muda yang ingin memulai bisnis, atau bahkan generasi baby boomer yang masih ingin berkarya dan berkontribusi di perjalanan karirnya yang sudah lama.

Di Amerika Serikat yang perekonomiannya masih belum pulih benar, celah peluang bisnis di sektor energi seperti ini mendapatkan perhatian yang relatif lebih banyak. Para investor sangat memperhatikan startup-startup yang mampu memberikan inovasi dalam berbagai masalah energi penduduk dunia saat ini. Di Indonesia, masalah penghematan energi juga telah menjadi isu yang krusial. Sehingga Anda sebagai entrepreneur Indonesia perlu juga mencermati peluang bisnis di sektor energi ini. Melakukan hal yang benar harus juga mendatangkan untung dan kompetitif jika nantinya ingin menjadi sebuah usaha yang berkelanjutan, tak hanya melejit sekarang tetapi meredup dan lenyap setelah tren menghilang.


Berikut ini merupakan 10 tema besar yang bisa menjadi ide bisnis yang menguntungkan bagi Anda selain juga menyelamatkan bumi dan masa depan umat manusia.

1. Kurangi, gunakan kembali, daur ulang: Pikirkan bagaimana mendaur ulang agar menguntungkan secara ekonomi berbagai barang yang kita pakai sehari-hari, seperti gadget yang sudah tidak digunakan lagi, dan sebagainya. Temukan cara yang bertanggung jawab untuk mengolah sampah obat-obatan yang sudah lama dan kadaluarsa. Hasilkan energi dari barang yang Anda daur ulang.

2. Pertanian yang berkelanjutan: Singkirkan bahan beracun dari pembunuh serangga, pemusnah rerumputan liar dan produk -produk lainnya yang digunakan dalam pertanian kita dan kurangi bahan kimia berbahaya dalam berbagai bahan makanan kita. Kesadaran masyarakat akan bahaya residu bahan kimia dalam makanan yang mereka konsumsi juga makin meningkat akhir-akhir ini. Ini menjadi sebuah peluang baru.

3.Konservasi sumber daya alam dan margasatwa: Tanam kembali lahan yang gundul untuk meningkatkan kualitas air, dan mengembalikan hutan alami. lindungi hewan yang terancam oleh manusia untuk mengembalikan seleksi alam alami dan keseimbangan lingkungan seperti semula.

4. Energi terbarukan: Hasilkan listrik dari sumber energi terbarukan yang lebih sedikit mengotori lingkungan untuk menggerakkan setiap kegiatan kita sebagai manusia modern, jual energu terbarukan tersebut kepada masyarakat atau perusahaan yang membutuhkannya dan bangun impian hunian yang ramah lingkungan, minimalkan penggunaan bahan bakar fosil dan sebagainya.

5. Transportasi alternatif: Alternatif di sini bisa berupa kendaraan bertenaga baterai yang dihasilkan angin hingga kendaraan bertenaga nuklir, bertenaga gelombang, bertenaga air pasang, bertenaga panas bumi , bertenaga sinar matahari untuk berbagai kegunaan berbeda di seluruh dunia.

6. Peralatan yang super efisien: Teknologi dalam rumah bisa juga dirancang untuk lebih hemat energi. Bayangkan sebuah pemanas air dan pompa air, pendingin udara, lampu rumah, dan peralatan rumah tangga lainnya yang bisa menghemat konsumsi energi hingga separuhnya atau lebih dari itu. Orang kini lebih menyukai peralatan yang awet dan hemat energi meski harganya relatif lebih tinggi karena mereka makin sadar penghematan energi merupakan investasi jangka panjang.

7. Makanan organik: Ini bsia dilakukan baik dalam bentuk bisnis besar hingga lahan pertanian yang relatif kecil dan membantu masyarakat utnuk bisa lebih Mandiri dalam hal pangan dan lebih mencintai produk pangannya sendiri daripada pangan impor.

8. Makanan cepat saji yang lebih sehat: Restoran cepat saji memiliki reputasi buruk selama ini karena kandungan gizi makanan mereka yang kurang seimbang. Ini bisa Anda anggap sebagai celah peluang yang harus dimanfaatkan. Anda bisa mendirikan sebuah rumah makan atau restoran waralaba yang menyajikan makanan cepat saji yang lebih menyehatkan, meski tak sepenuhnya sehat seperti makanan segar. Satu produsen mie instan misalnya menangkap sinyalemen kecemasan masyarakat terhadap keamanan mengkonsumsi mie instan dengan mengeluarkan produk yang berbahan dasar lebih sehat dan cara pengolahan yang lebih baik. Dan produk tersebut mulai mendapat tempat di hati masyarakat.

9. Selamatkan lingkungan hidup di bumi: Pemanasan global, polusi air dan udara, dan pengurangan konsumsi energi hanya beberapa di antaranya.

10. Bangunan berkonsep hijau: Banyak ide yang berkaitan dengan upaya menjadikan hunian kita makin hemat energi dan ramah lingkungan, dari perbaikan kecil seperti pemilihan cat yag dipakai hingga yang besar seperti bagaimana memilih dan memasang panel surya penghasil listrik.

Terdapat banyak program di luar sana untuk membantu perusahaan-perusahaan menanamkan konsep hemat energi dan ramah lingkungan dalam setiap kegiatannya yang pada dasarnya mampu menggenjot keuntungan jangka panjang. (*AP)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/ide/16324-10-ide-startup-yang-ramah-lingkungan.html

Saturday, January 14, 2012

Kiat Sukses Bangun Startup ala Shinichi Takamiya

Views :393 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 14 Januari 2012 11:29
Acara Jakarta Ventures Night kembali digelar dan tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaannya. Tahun 2012 ini, East Venture sebagai penyelenggara acara ini menambahkan sesi "pitching" dari startup yang telah mengikuti East Venture Alpha (program inkubasi) selama 100 hari.

entrepreneurshipSelain pitching, ada pula presentasi dari entrepreneur sukses Jepang, Shinichi Takamiya yang memaparkan rahasia suksesnya berbisnis di dunia online.

Shinichi Takamiya adalah Globis Capital Partner yang telah sukses membangun startup di Jepang. Menurutnya, kunci untuk bisa sukses membangun startup adalah memikirkan sesuatu yang besar.

"Anda harus Thik Big! Pikirkan sesuatu yang besar yang bisa Anda hasilkan dari startup yang Anda bangun," ujar Takamiya dalam presentasinya di Jakarta Ventures Night, di Ballroom A, Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (12/1/2012).

Sesuatu yang besar itu, menurutnya harus berdampak sosial, mampu menambah akutualisasi diri bagi pendirinya dan mampu menghasilkan penghasilan bagi kelangsungan hidup perusahaan. Sehingga, apa yang diperjuangkan ketika mendirikan startup, mampu memberikan arti bagi kehidupan.

Ketika menemukan ide untuk mendirikan startup, seorang entrepreneur harus merumuskan definisi bisnis yang akan dikembangkan. Setelah itu, menyusun strategi seperti konsep, auto pilot,power play, hingga strategi keuangan. Buat bisnis model yang berisi portfolio dan profit model, yang bisa digunakan untuk presentasi di depan investor.

Ketika sudah mendapatkan pendanaan dari investor, entreprenur juga harus memperhatikan tips berikut :
  1. Jaga hubungan baik dengan investor, sebelum dan sesudah pendanaan.
  2. Jaga uang yang diberikan untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan selama 18 hingga 24 bulan.
  3. Cari hal-hal lain yang bsia digali dari investor selain uang, bisa berupa networking, atau informasi yang bisa menguntungkan perusahaan.
  4. Berikan investor keuntungan yang seimbang, yang membuatnya tertarik untuk bekerja sama dalam hal lain.

Tips lain yang disampaikan oleh Takamiya adalah dalam membentuk tim dalam perusahaan. "Saya ingin mengutip kata-kata Steve Jobs, bahwa pastikan Anda merekrut orang-orang yang betul-betul mencintai produk atau layanan dari perusahaan Anda," jelas Takamiya.

Selain itu, jika suatu hari karyawan terus bertambah, maka pendiri harus membuat A-Team, yakni tim inti yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup perusahaan dan menjadi tim unggulan perusahaan jika terjadi suatu masalah yang besar.

Dalam proses mengembangkan perusahaan, jangan lupa untuk selalu memegang pedoman PDCA (Plan, Do, Check, dan Action). Merencanakan, mengerjakan, mengevaluasi, dan terus bergerak akan membantu perusahaan bertahan dalam waktu yang lama. (*/kompas.com)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/14290-kiat-sukses-bangun-startup-ala-shinichi-takamiya.html