Showing posts with label memulai bisnis. Show all posts
Showing posts with label memulai bisnis. Show all posts

Wednesday, December 5, 2012

Resep Membuat Produk yang Disukai Konsumen

Hits : 484 PDF Cetak E-mail
Senin, 03 Desember 2012 08:59
mike-krieger-20120409152547
Mike Krieger, salah satu pendiri Instagram, berpendapat Anda bisa membuat aplikasi yang sesuai dengan keinginan para konsumen di pasar dengan mengamati perkembangan selera masyarakat, bukan hanya menerka-nerka. Ia menerangkan pentingnya 8 trik tentang desain produk yang utama dalam event konferensi "500 Startups' Warm Gun". 
Pertama-tama, entrepreneur jangan hanya mengandalkan Internet untuk belajar. Krieger berkata,"Hanya karena Anda sudah menjelajahi Internet dengan Google untuk mencari sesuatu berarti Anda sudah belajar". Ia menekankan bahwa kita perlu sekali membuat sebuah produk yang memecahkan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari. "Anda ingin mengenali orang lebih baik daripada mereka sendiri terhadap dirinya," ujarnya. Misalnya, jika Anda mencoba memperbaiki pengalaman konsumen saat berbelanja, Anda harus mengetahui apa saja yang menjadi pengalaman belanja dan berperilaku konsumen sejauh ini. Kunjungilah toko dna amati bagaimana para pembeli berbelanja selama setidaknya 3 jam, saran Krieger.
Anda harus bisa menemukan sejumlah fakta penting, bukan hanya fakta acak yang tidak bermakna. Krieger mengatakan definisi kesukaannya mengenai pandangan ialah "Sesuatu yang Anda sangat sukai untuk diceritakan pada orang asing yang Anda temui di kereta".
Menurut Krieger, terdapat 8 prinsip desain produk yang perlu diterapkan agar ia menjadi sebuah produk yang disukai oleh banyak konsumen setelah diluncurkan ke pasar nantinya:
  1. Gunakan pengalaman dan pemahaman yang sudah dimiliki: Masalah paling besar ialah bahwa dalam startup sendiri, masalah-masalah itu justru dicari untuk dipecahkan. Kejarlah passion Anda dan Anda mungkin sudah memiliki sedikit banyak pengetahuan tentangnya.
  2. Miliki hipotesis mengenai bagaimana Anda membedakan diri dari yang lain: Miliki sebuah sudut pandang mengenai startup Anda. Mengapa sekarang ada kesempatan emas untuk itu?
  3. Jangan pernah membuat tanpa memiliki bayangan dan kesepakatan secara umum sebelumnya: Mike mengatakan ia dan pendiri Instagram lainnya Kevin Systrom berbincang di kafe dengan sebuah sketsa desain produk yang akan mereka buat, yang di dalamnya mereka memutuskan untuk menyingkirkan semua fiftur-fitur yang canggih dan terlalu rumit. Dengan demikian, Anda bisa menghemat banyak waktu dan tenaga serta pikiran. Daripada membuang waktu mengerjakan koding selama 3 minggu, lebih baik membuang 3 lembar kertas untuk itu, kata Krieger.
  4. Pelajari detil dan hal-hal 'remeh'nya: Mulai dengan pertanyaan-pertanyaan mendetil seperti : "Akankah orang ingin berbagi foto saat bepergian?" Setelah menghabiskan waktu seminggu meneliti, dan ternyata hasilnya positif dan gagasan produk pun dilanjutkan.
  5. Validasi dalam situasi sosial: "Kami memanggilnya 'Ujian di Bar'. Jika Anda tidak bisa menjelaskan kepada orang lain yang ada di sebuah bar yang Anda kunjungi, Anda harus menyederhanakannya," sarannya. Jangan hanya mengujinya dengan teman-teman Anda yang sudah  akrab dengan teknologi. 
  6. Ketahui kapan untuk melanjutkan: 'Pivot' atau yang didefinisikan sebagai 'berbalik arah dalam bisnis' ini banyak dihindari entrepreneur, tetapi jika sudah tidak ada pertanyaan yang tidak terjawab, saatnya untuk menjelajahi yang lain.
  7. Teknik "The Wizard Of Oz " untuk prototipe sosial: Anda tidak harus membuat semua hal pada awalnya.Anda bisa menjadi orang di balik layar. Krieger mengatakan ia dan Systrom menguji versi awal sebuah fitur yang akan memberitahu Anda kapan teman-teman bergabung dalam layanan itu. Daripada langsung membuat fitur ini, mereka secara manual mengirimkan notifikasi pada orang seperti sebuah bot yang mengatakan "Teman Anda sudah bergabung". Ternyata fitur ini tidak begitu berguna. Untungnya, tim Instagram belum mengerahkan tenaga dan waktunya melakukan coding untuk membuat fitur tersebut.
  8. Dapatkan dan pertahankan hubungan dengan audiens: Jangan menghabiskan waktu membuat sesuatu tanpa mengetahui apakah audiens benar-benar menginginkannya atau tidak.(techcrunch/*AP)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/21839-resep-membuat-produk-yang-disukai-konsumen.html

Saturday, December 1, 2012

Delapan Alternatif Memperoleh Penghasilan Tambahan

Hits : 593 PDF Cetak E-mail
Jumat, 30 November 2012 10:40
CE-logo
Terdapat delapan alternatif atau cara untuk memperoleh penghasilan tambahan, kata perencana keuangan Safir Senduk di Makassar, Kamis, dalam sebuah acara bincang-bincang Mencari Penghasilan Tambahan.
Alternatif mencari penghasilan tambahan yang pertama adalah dengan menjadi karyawan atau "double job" dengan bidang kerja yang berbeda. Kedua menjual barang dan jasa dengan atau tanpa modal, menjual keahlian dan membuka usaha sendiri.
Atau mengikuti multi level marketing, mengikuti investasi bagi hasil, jual beli produk investasi serta yang terakhir melakukan investasi pendapatan dengan tepat. "Alternatif kedua dan ketiga adalah yang paling kecil modalnya," katanya.
Untuk memulai usaha, lanjut dia, seseorang harus mengenal karakternya terlebih dahulu. Ia mengatakan, banyak orang dapat berhasil dalam bisnis dari bakat. Namun, bisnis juga merupakan hal yang dapat dipelajari oleh orang yang tidak memiliki bakat sama sekali dan jatuh bangun dalam menjalankannya adalah hal biasa.
Bisnis memiliki kecenderungan. "Kuncinya untuk berhasil, pemain lama harus melakukan pembaruan-pembaruan," katanya yang menambahkan seseorang harus banyak belajar, memperbaharui pengetahuan dan mengikuti perkembangan jaman.
Khusus untuk yang memilih untuk mencari penghasilan tambahan dengan menjual barang atau jasa, Safir menyarankan untuk menjual hal-hal yang berhubungan keinginan karena sesuatu yang berkaitan dengan keinginan tidak akan terpengaruh dengan harga. "Keinginan biasanya berhubungan dengan ego, gengsi, gaya hidup seperti pakaian dan otomotif," katanya.
Agar usaha berjalan secara berkesinambungan seseorang disarankan mengerti investasi yaitu mengembangan aset yang dimiliki, membuat atau menjadi anggota komunitas, sadar merk dan sadar "online" lalu banyak-banyak berbagi pengetahuan dengan orang lain.
Dalam kesempatan itu, ia pun menyarankan agar karyawan dapat menyisihkan penghasilannya minimal sebesar 10 persen. Sementara yang bukan karyawan, honorer atau pekerja lepas dengan penghasilan tidak menentu disarankan menyimpan penghasilannya minimal 30 persen. (ant/as)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/21830-delapan-alternatif-memperoleh-penghasilan-tambahan.html

Saturday, November 17, 2012

Seni Percakapan: Komunikasi sebagai Ketrampilan Esensial Berbisnis

Hits : 1698 PDF Cetak E-mail
Jumat, 16 November 2012 13:58
Bagi para entrepreneur maupun pendiri startup, memulai menerapkan dasar-dasar komunikasi dalam bisnis mereka adalah alat utama untuk menjalankan roda bisnis. Komunikasi meliputi semua hal dari hubungan kerja yang baik dan harmonis dengan para rekan pendiri, sesama entrepreneur dan pegawai yang bernaung dalam startup, bahkan hingga melibatkan diri dalam percakapan santai bersama dengan pelanggan atau konsumen.


1.Mengkomunikasikan dengan basis pengguna Anda ialah penting tentunya tetapi pendiri startup seharusnya dihindari dengan membombardir pengguna dengan informasi. Banyak sekali pengikut jejaring sosial tidak secara otomatis sama dengan pelanggan setia. David Hillier, pendiri startup "Donate Your Desktop", mengatakan bahwa kesalahan terbesar yang ia lakukan ialah terlalu mengandalkan basis pengikut jejaring sosial yang terlihat besar. Terbukti bahwa jejaring sosial merupakan alat yang mengagumkan untuk menghubungkan startup dengan konsumennya tetapi banyak gangguan juga di sana yang bisa mengalihkan mereka dari bisnis Anda.Mulailah percakapan dengan konsumen daripada hanya mengandalkan komunikasi satu arah. Bisa dikatakan, ribuan likes di Facebook belum tentu berarti ribuan produk akan terjual. Mungkin saja hanya ratusan atau puluhan yang terjual.

2. Tekad untuk belajar dari orang lain juga sama pentingnya dengan menginformasikan model bisnis Anda. Mungkin akan ada banyak orang yang sudah berpengalaman lebih dulu dari Anda dan mereka yang sama-sama menjalani jalur yang serupa. Mereka ini bisa memberikan nasihat dan kiat atau memberikan Anda peluang untuk berbagi ide dengan mereka. Max Marty, pendiri BlueSeed, mengatakan ia sangat mengandalkan ketrampilan berkomunikasi untuk melontarkan idenya  ke orang lain yang berada dalam situasi yang sama. Mampu menjalin hubungan dengan mereka yang cerdas, mau bekerja keras dan berpikiran sama merupakan salah satu jalan untuk memupuuk sukses.

Mencari bantuan ke sekitar Anda juga tidak perlu dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindari. Meminta nasihat pada mereka yang sudah berpengalaman akan memberikan penyegaran sudut pandang dan pemikiran sehingga risiko kesalahan akan lebih rendah. Banyak entrepreneurmengakui betapa  mereka menyesali karena di awal karirnya tidak meminta lebih banyak nasihat dari orang yang berpengalaman.

3. Komunikasi juga bisa menjadi kunci dalam memotivasi Anda terus menerus. Menjalankan startup bisa jadi sebuah pekerjaan yang membuat kesepian jika Anda tidak memiliki rekan pendiri dan Anda kurang bisa mendapatkan pertimbangan saat bingung mencari masukan yang kredibel. Percakapan dengan basisi pengguna Anda dapat menjadi sandaran untuk mendapatkan masukan yang lebih tepercaya. Seorang entrepreneur mengakui betapa bergunanya email yang dikirimkan dari para pelanggan.

Masukan positif sangat penting saat Anda mencoba meyakinkan industri tertentu untuk mengubah cara berpikir, atau melakukan rencana. Masukan dari pelanggan telah memberikan keyakinan untuk mengejar tujuan meskipun bertentangan dengan opini mayoritas dalam industri yang ditekuni.(*AP)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/21595-seni-percakapan-komunikasi-bisnis-sebagai-ketrampilan-esensial-berbisnis.html

Friday, November 16, 2012

5 Referensi Untuk Memulai Bisnis Online

Hits : 1044 PDF Cetak E-mail
Kamis, 15 November 2012 15:37
bisnis_online
Posting sebelumnya telah menguraikan darimana memulai bisnis online. Dan kini sebagai kelanjutannya kita bahas apa saja yang perlu dilakukan.

Anda siap memulai dan merancang masa depan anda?

1. Belajar Affiliate Program dan Cara Berpromosi
Seperti sering saya ungkap, affiliate program merupakan cara yang banyak dilakukan pebisnis online untuk meraup banyak uang dalam waktu singkat. Dan cara ini bisa diterapkan dalam lingkup yang sangat luas. Misalkan, kalau anda punya produk fashion, anda bisa mengembangkan cara berpromosinya dengan memakai affiliate program. Dengan memperbanyak para affiliate, anda hanya perlu memberikan komisi untuk misal setiap penjualan yang dihasilkan berkat rekomendasi mereka. Dengan begitu, volume penjualan anda bisa terus meningkat. Dalam affiliate program, jumlah uang yang anda hasilkan sangat bergantung dari besarnya tingkat penjualan. Karena itu, anda perlu juga belajar bagaimana cara berpromosi.

2. Membuat Produk dan Menjualnya
Anda perlu belajar bagaimana membuat produk sendiri. Kalau dalam produk SMUO, salah satunya saya terangkan bagaimana cara membuat produk informasi. Sebab, banyak keunggulan yang ditawarkan oleh produk informasi antara lain seperti kecilnya modal, proses pembuatan mudah, dan keuntungan berlimpah.

Tapi bukan hanya produk informasi saja yang bisa anda buat. Kalau misal anda punya keahlian dalam desain, anda bisa membuat template, kalender, atau yang bisa anda jual. Kalau suka memotret, anda juga bisa menjual foto-foto anda.

3. Membuat Situs Web atau Blog
Salah satu cara terbaik menghasilkan uang lewat internet adalah dengan membuat situs web atau blog. Dengan begitu, anda bisa memajang iklan atau menjual produk/jasa yang anda tawarkan. Anggaplah situs web atau blog anda sebagai toko anda di dunia maya.

Banyak jenis blog yang bisa menghasilkan uang untuk anda. Dan saran saya, apapun model situs web yang anda pilih, sebaiknya sesuaikan dengan minat dan kemampuan anda. Kalau masih bingung mau buat situs web atau blog seperti apa, silakan baca 10 ide situs web dan blog penghasil uang.

4. Mulai Berbisnis Online
Setelah mempunyai situs web atau blog, anda kini sudah siap berbisnis online. Saran saya sebaiknya produk atau jasa yang anda tawarkan bersifat spesifik tapi memiliki jangkauan pasar yang luas. Misal, anda bisa tawarkan jasa desain web, programming, atau copywriting juga bisa. Tak sulit sebetulnya untuk memulainya. Asal anda punya tekad dan kemauan yang kuat, saya yakin anda bisa melakukannya.

Anda pun tak harus punya keahlian yang sangat mumpuni untuk melakukannya. Sebab, sebagai pebisnis online, tak harus anda yang melakukan semuanya sendiri. Tugas anda sebagai perancang, penggerak, pengarah, dan pengontrol aktivitas bisnis online anda. Anda bisa cari orang-orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan teknisnya.

5. Terjun ke Bisnis Retail
Dunia bisnis masa depan juga ditandai dnegan maraknya bisnis retail. Ini dibuktikan dengan suksesnya Ebay dan Craiglist. Anda bisa mengikuti jejak mereka dengan misal membeli suatu produk dan menjualnya. (*wirausaha-online.com)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/21587-5-referensi-untuk-memulai-bisnis-online.html

Tuesday, November 13, 2012

10 Hal yang Perlu Diriset Sebelum Memulai Usaha

Hits : 757 PDF Cetak E-mail
Senin, 12 November 2012 09:02
risetpasar
Saat ingin memulai bisnis sendiri, ada beberapa hal yang perlu Anda riset terlebih dulu sebelum akhirnya mengambil keputusan. Berikut poin penting yang perlu diperhatikan:

1. Tipe perusahaanSaat ini banyak orang sudah memulai bisnis sendiri, jadi Anda juga harus tahu tipe perusahaan apa yang dibutuhkan sekaligus punya keunikan sehingga beda dari yang lain.

2. KaryawanBerapa banyak karyawan yang akan Anda butuhkan, atau sudahkah cukup dengan Anda dan teman-teman yang memulai bisnis tersebut. Semua ini harus dipikirkan secara terperinci, terutama bagi Anda yang memulai bisnis sampingan sambil kerja tetap.

3. Bisnis apaAnda juga harus menentukan jenis bisnis yang akan digeluti, apakah Anda akan membangun bisnis sendiri atau memilih bisnis waralaba di mana Anda cukup membeli lisensi dari produk yang sudah memiliki nama.

4. Catatan keuanganKetika Anda ingin memulai bisnis sendiri, Anda juga harus memahami catatan keuangan dan apakah Anda akan memerlukan jasa akuntan untuk melakukannya.

5. Rencana pemasaranSekecil apa pun bisnis Anda, pemasaran atau marketing juga sangat diperlukan. Cara pemasaran apa yang akan Anda gunakan dan berapa biayanya, merupakan beberapa hal yang patut diperhatikan.

6. Kenali kompetisiSebelum terjun ke dunia bisnis Anda juga harus mencari tahu tentang kompetitor yang ada di bidang tersebut. Cara ini agar Anda bisa mencari hal-hal baru yang membuat produk Anda berbeda.

7. Nama merek

Jangan lupa juga melakukan riset seputar nama, misalnya apakah nama yang akan digunakan sudah pernah dipakai. Selain itu pilihlah nama yang mudah diingat, unik, dan merepresentasikan brand Anda.

8. Situs online

Di jaman sekarang ini, tidak mungkin rasanya jika tidak melibatkan bisnis di dalam media online. Apakah Anda akan menggunakan jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, atau justru membuat situs sendiri khusus untuk produk Anda.

9. Modal

Tanpa modal, pastinya bisnis Anda tak bisa berjalan. Bukan cuma uang yang Anda butuhkan, tapi juga modal berupa keahlian dan ide kreatif.

10. Lokasi

Jika Anda membutuhkan kantor atau toko untuk memasarkan produk Anda, lakukan riset terlebih dulu untuk menentukan lokasi yang strategis. (*/kabar24)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/21512-10-hal-yang-perlu-diriset-sebelum-memulai-usaha.html

Monday, November 12, 2012

Tips Memulai Bisnis Toko Online

Hits : 1779 PDF Cetak E-mail
Minggu, 11 November 2012 16:07
Binis_online
Sekarang ini, untuk berjualan tidak perlu punya toko. Lewat dunia maya pun, Anda bisa menjajakan produk. Bahkan, toko online punya banyak kelebihan. Sudah murah, calon pembeli pun bisa datang dari mana saja. Inilah tips membuat toko online agar memikat pelanggan.

1. Memilih Tempat
A. Gratisan
Ada beberapa tempat yang menyediakan fasilitas gratisan seperti blogger.com (blogspot), multiply.com, wordpress.com. Pada awalnya, fasilitas gratis ini adalah tempat kegiatan blogging pada umumnya seperti berbagi cerita dan foto. Namun, dalam perjalanannya, dimanfaatkan untuk kegiatan jualan. Memakai fasilitas ini cenderung mudah, bahkan sudah tersedia template tampilan yang lumayan banyak dan menarik.

B. Berbayar
Kini sudah banyak penyedia layanan toko online dengan sewa mulai Rp 750.000 per tahun dan bisa diperpanjang lagi. Harga tersebut sudah termasuk pembelian nama domain serta hosting selama setahun serta pelatihan maintenance. Dengan memakai layanan ini, toko online kita lebih serius dengan memakai alamat dan tampilan sesuai yang kita inginkan.

2. Memilih Nama
Pilihlah nama domain dengan kata kunci yang gampang diingat dari jualan toko online Anda. Dengan memakai kata kunci ini, toko online kita gampang ditemui oleh pengunjung melalui mesin pencari (search engine). Misalnya saja, Anda menawarkan produk tas sekolah, pilih saja nama www.tassekolah.com.

3. Buatlah Aturan
Buatlah aturan dan tata cara belanja secara jelas dan mudah dipahami oleh calon pembeli seperti aturan pemesanan, pembayaran, dan pengiriman.

4. Pasang Alamat
Pasanglah alamat Anda, email, dan nomor telepon yang bisa dihubungi dengan jelas. Bila perlu, pasang foto Anda untuk lebih meyakinkan.

5. Daftar Internet Banking
Pilihlah rekening bank yang memiliki jaringan nasional dan daftarkan rekening pembayaran toko Anda dengan fasilitas internet banking untuk memudahkan kontrol pembayaran dari pembeli produk Anda.

6. Pengiriman
Kemas barang pesanan dengan memperhatikan segi keamananan. Pastikan barang tidak rusak sampai tujuan. Pilihlah jasa pengiriman yang terpercaya dan murah. Simpan nota/resi pengiriman untuk kontrol pengiriman.

Cara Meningkatkan Pengunjung dan Pembeli :
1. Lakukan promosi online melalui media-media iklan baris baik yang gratis maupun berbayar.
2. Bertukar link banner dengan sesama toko online.
3. Bergabunglah dengan komunitas-komunitas online.
4. Lakukan promosi offline dengan memanfaatkan kendaraan Anda atau teman, seragam kerja karyawan, kop surat, amplop, nota, kartu nama, hadiah/souvenir, dll. dengan memasang nama toko online Anda.
5. Berikan pengetahuan produk serta deskripsi produk dengan detail, jelas dan meyakinkan pengunjung untuk membeli. Tampilkan foto-foto produk semenarik mungkin.
6. Berikan penawaran-penawaran yang fantastik seperti potongan harga, hadiah, dll. (*artikelbisnispemula.blogspot.com)


http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/21508-tips-memulai-bisnis-toko-online-.html

Siap Jadi Pebisnis?


Hits : 1093 PDF Cetak E-mail
Minggu, 11 November 2012 15:48
siap_jadi_pebisnis
Ingin tetap punya waktu untuk keluarga sering jadi alasan banyak wanita karir untuk banting setir sebagai pengusaha. Tapi siapkah Anda berkompetisi? Jennifer Kushell, pengusaha dan penulis buku Secret of the Young and Successful, membagi tipsnya agar bisnis Anda tetap bertahan dan terus tumbuh.

1. Wajib suka
Apa pun jenis bisnis Anda, pertama-tama Anda harus menyukainya agar Anda yakin pada produk atau jasa yang ditawarkan. Misalnya saja untuk membuka bisnis restoran, sebaiknya Anda adalah orang yang menyukai kegiatan berburu makanan dan menggali resep untuk menambah cita rasa makanan.

2. Lakukan tes produk
Kelihatannya sepele, tapi tak sedikit enterpreneur yang tidak melakukan tes pasar. Misalnya saja jika Anda ingin berbisnis kue-kue kering, cobalah untuk membagikan sampel gratis kepada orang-orang di sekitar Anda agar Anda bisa mendapat masukan sekaligus mengetahui apakah produk Anda layak jual.

3. Minta bantuan
Jangan segan minta bantuan orang untuk memasarkan produk, misalnya saja menitipkan barang saat pameran. Ingatlah bahwa promosi dan kesuksesan bisnis sangat berkaitan erat.

4. Siapkan dana cadangan

Tidak semua bisnis langsung menuai untung. Misalnya saja bisnis spa yang membutuhkan waktu 3-4 tahun sebelum break event point (balik modal). Karena itu persiapkan dana cadangan.

5. Pilih lokasi

Lokasi yang mudah dijangkau dan nyaman masih jadi pertimbangan banyak orang untuk datang ke tempat Anda. Karena itu lokasi merupakan salah satu faktor yang penting dalam sebuah bisnis. (*kompas.com)


http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/21507--siap-jadi-pebisnis.html

Tuesday, November 6, 2012

Perencanaan Bisnis yang Ideal

Hits : 100 PDF Cetak E-mail
Selasa, 06 November 2012 14:15
biz_planUntuk memastikan apa yang Anda rencanakan dapat selalu terwujud, ada beberapa hal terpenting yang perlu diperhatikan :
Pertama, kita perlu mengenali posisi atau keberadaan Anda sekarang, serta tujuan yang ingin dicapai. Tanpa mengetahui dengan pasti kondisi dan tujuan yang ingin diraih, perencanaan yang Anda buat akan sia-sia. Mengapa itu bisa terjadi, karena tidak ada kejelasan mengenai tujuan dan titik awal untuk memulai bisnis.
Kedua, Anda harus bersikap realistis. Jangan membuat sebuah perencanaan yang rumit dan berlebihan. Buatlah perencanaan yang sebagus mungkin.
Ketiga, pastikan Anda melakukan perencanaan secara detail dan sistematis. Semakin detail perencanaan yang Anda buat, maka peluang perwujudan rencana tersebut menjadi semakin besar.
Keempat, Anda perlu membuat beberapa perencanaan dengan tujuan yang sama, inilah yang disebut sebagai perencanaan rangkap.
Kelima, pastikan Anda mempunyai orang-orang yang dapat memberi input, atau masukan, sehingga dapat membantu mencapai rencana bisnis yang akan Anda jalani. Semakin banyak orang yang menolong Anda dalam membuat perencanaan bisnis, maka semakin baik rencana bisnis tersebut. Bicara mengenai perencanaan bisnis yang ideal, alangkah indahnya jia Anda membuat perencanaan setiap 6 bulan sekali, tapi tujuan besar yang ingin diraih minimal harus direncanakan dalam kurun waktu 3-5 tahun ke depan.
Selain itu, tujuan besar yang ingin Anda raih tersebut, harus mulai diuraikan dengan apa yang Anda raih setiap 6 bulan atau satu tahun. untuk hal tersebut akan menolong Anda untuk mengevaluasi apakah perencanaan berjalan sesuai dengan yang direncanakan atau mungkin bisa sebaliknya.
Sebenarnya, selama Anda membuat perencanaan serealistis, sedetil dan sesistematis mungkin, apalagi jika Anda membuat perencanaan setiap 3-6 bulan dan perencanaan tersebut dibagi lagi menjadi satu bulan, maka akan jauh lebih mudah untuk mengevaluasi perencanaan yang Anda buat.
Pastikan Anda merencanakan hidup dengan baik, karena perencanaan bisnis yang baik, akan menghasilkan kesuksesan yang baik juga. Orang yang gagal membuat perencanaan adalah orang yang sedang merencanakan kegagalannya. (*DI)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/21407-perencanaan-bisnis-yang-ideal.html

Tuesday, October 16, 2012

5 Tips Merintis Bisnis Pribadi

Hits : 1886 PDF Cetak E-mail
Senin, 15 Oktober 2012 15:54
memulai_biz1011
Tidak puas dengan pekerjaan yang sekarang? Mungkin sudah saatnya Anda mencoba untuk memulai bisnis sendiri. Jika benar demikian, simak tips bagaimana cara merintis bisnis pribadi selengkapnya seperti yang dilansir dari US News, berikut ini.

TabunganSebelum merintis bisnis, ada baiknya Anda menyiapkan tabungan yang cukup. Simpan gaji bulanan mulai dari sekarang dan buat catatan keuangan untuk mengelola pemasukan dan pengeluaran.

Waktu luangApa yang biasanya Anda lakukan untuk menikmati waktu luang? Jika selama ini Anda kerap menghabiskan uang, ubah kebiasaan tersebut menjadi mengumpulkan lebih banyak pemasukan. Tentu saja tabungan akan semakin cepat bertambah dan Anda bisa segera memulai bisnis pribadi.

Jenis bisnisJangan latah memulai bisnis yang sepertinya sukses jika dijalankan. Sebaliknya, lakukan hal yang Anda sukai agar Anda menikmatinya. Sebab jika Anda bisa menikmatinya, Anda pasti akan mampu mengembangkan bisnis dan lebih sukses dari orang lain.

Kemampuan diriAnda harus paham betul dengan kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Pasalnya Anda pasti akan dituntut untuk terus mengasah kelebihan dan mengatasi kekurangan demi mengembangkan bisnis.

Mempelajari konsumenJenis bisnis yang dijalani berhubungan dengan minat konsumen. Anda pun harus lebih banyak belajar tentang tren dan hal yang dibutuhkan konsumen. Dengan demikian, Anda akan bisa bertahan dalam persaingan bisnis yang lain.

Satu lagi yang harus Anda perhatikan, pantau aktivitas saingan bisnis sebagai patokan dalam meningkatkan bisnis Anda. Semoga sukses. (*/merdeka.com)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/20843-5-tips-merintis-bisnis-pribadi.html

Wednesday, October 10, 2012

5 Pertimbangan Sebelum Mengajak Pihak Lain Mendirikan Bisnis

Hits : 953 PDF Cetak E-mail
Selasa, 09 Oktober 2012 09:13
Saat Anda berniat untuk mendirikan sebuah usaha baru, satu masalah yang juga sering dihadapi ialah kebingungan untuk mengajak orang dekat atau pihak lain yang berpotensi untuk menjadi rekan pendiri atau cofounder Anda. Jangan cemas, banyak calon entrepreneur yang menghadapi dilemma yang sama. Dan Anda perlu mempertimbangkan masak-masak untung rugi memiliki seorang atau beberapa rekan pendiri. Berikut merupakan sejumlah poin yang patut menjadi pertimbangan sebelum mengajak orang lain menjadi cofounder.

Bagaimana rekam jejaknya?
Pernahkah Anda membaca pernyataan sangkalan perdagangan? Misalnya, sebagian besar produk investasi keuangan dipasarkan dengan peringatan bahwa “kinerja masa lalu tak selalu menunjukkan hasil di masa dating.” Meskipun kenyataan ini memang ada, penilaian dana dan manajer dana dari media keuangan sering tidak didasarkan pada prospek atau kualifikasi tetapi lebih pada kinerja dalam riwayat terkini.

Bagaimanakah kinerja calon rekan pendiri Anda itu? Cermatilah dengan mendetil. Memang tidak ada yang bisa menjamin apa yang akan terjadi di masa depan tetapi Anda bisa menggunakannya sebagai salah satu panduan untuk mengetahui pola pikirnya, etika kerjanya, tingkat komitmennya, keberhasilan di masa lalu dan demikian juga kegagalannya.

Apakah rekan pendiri Anda tergabung dalam tim atau organisasi tertentu? Apakah ia familiar dengan cara-cara bekerja dalam tim dan secara bersamaan mampu memberikan kontribusi positif? Bagaimana mitra bisnis Anda memandang prestasi dan tantangan yang harus dihadapi bisnis baru nantinya?

Menanyakan jenis-jenis pertanyaan seperti ini membantu Anda menilai seberapa cocokkah seseorang dalam kriteria rekan pendiri yang ideal. Cermati latar belakangnya sehingga Anda bisa mengetahui kelebihan dan mengantisipasi kekurangannya.


Apa yang memotivasi calon rekan pendiri Anda?
Apakah calon rekan pendiri termotivasi  untuk meluncurkan startup karena alasan uang, ketenaran, gaya hidup mewah, waktu, pujian dan pengakuan dari orang lain? Mengapa calon rekan pendiri Anda sebenarnya menginginkan memulai sebuah bisnis?

Pahami motivasinya, alasan mengapa mereka memutuskan berwirausaha untuk membantu Anda memutuskan apakah mereka calon yang tepat. Misalnya jika calon rekan pendiri Anda ingin mencari exit strategy yang lebih cepat dan Anda memulai sebuah bisnis dengan tujuan jangka panjang, Anda berdua akan memiliki perbedaan dalam sudut pandang dan tujuan. Ketidakserasian dalam hal visi perusahaan akan menumbuhkan benih-benih perpecahan dalam jangka panjang. Ketahui apa yang ia inginkan dan komunikasikan tujuan Anda pula. Jika memang ada perbedaan, tempuh jalan tengah. Jika tidak ada kompromi yang bisa dicapai, jangan memaksakan untuk bekerjasama.

Apakah calon rekan pendiri  Anda mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mengeksekusi ide bisnis?
Terdapat demikian banyak pekerja professional berbakat dengan pengetahuan dan ketrampilan yang spesifik, namun pertanyaan utamaya ialah: “Bisakah calon rekan pendiri Anda mengeksekusi berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki?” terdapat perbedaan besar antara mengetahui apa yang harus dilakukan dan benar-benar melakukannya.

Mengembangkan dan berbagi kesepakatan operasional yang secara jelas menggarisbawahi peran dan akuntabilitas/ tanggung jawab akan membantu Anda mengendalikan jikalau rekan pendiri benar-benar bisa bekerja dengan baik. Eksekusi taktik atau kurangnya eksekusi taktik bisa menentukan hidup mati sebuah bisnis, jadi kemukakan apa yang menjadi harapan Anda hingg asedetil mungkin. Ini bisa menjadi ujian pertama dan bisa menjadikannya peluang bagi rekan pendiri untuk mencoba bekerjasama dengan Anda selama beberapa waktu.

Bagaimana gaya hidup calon rekan pendiri?
Apa yang penting bagi calon rekan pendiri Anda? Mungkin ini terdengar tak relevan tetapi kenyataannya ialah bahwa pemahaman prioritas seseorang akan membantu Anda menghindari banyak masalah saat sudah berjalannya roda bisnis.

Mendapatkan ide yang cemerlang dari berbagai jenis komitmen, orang dan hal yang konstan dalam kehidupan calon rekan pendiri Anda merupakan puncaknya. Bisnis baru Anda akan menghadapi sejumlah tantangan berat selama tahap awal. Maka dari itu, orang dengan keprobadian tak bisa dipercaya, tak berkomitmen, dan tak banyak memiliki strategi yang berguna akan menjadi beban saja bagi perkembangan bisnis Anda.

Bisakah calon rekan pendiri Anda itu  terus setia di bidangnya?
Kita semua memiliki kelebihan di bidang tertentu. Apakah calon rekan pendiri Anda itu menyadari kelebihannya dan bagaimana kelak kelebihan itu akan diaplikasikan untuk memajukan bisnis baru?

Alasan Anda untuk mengajaknya masuk ialah untuk memperkecil lubang kelemahan dan menggandakan upaya untuk memajukan usaha. Jika calon rekan pendiri Anda belum menyadari kelebihan itu, cara bagaimana ia menambahkan manfaat pada bisnis Ande berdua nantinya dan bersikeras untuk bekerja di luar aspek yang menjadi kelebihannya, Anda bisa pastikan perpecahan akan terjadi cepat atau lambat.

Putuskan jauh-jauh hari kontribusi apa yang bia diberikan setiap pendiri dan yang terpenting, bagaimana setiap pendiri bisa menciptakan nilai dan secara bersamaan menyerasikan diri dengan manfaat tersebut. (*AP)

sumber gambar:
cynthiakocialski.com

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/20648-5-pertimbangan-sebelum-mengajak-pihak-lain-mendirikan-bisnis.html

Monday, October 1, 2012

Cara Termudah Memulai Bisnis

Hits : 1901 PDF Cetak E-mail
Minggu, 30 September 2012 11:30
memulai_bisnis
Banyak orang yang takut memulai bisnis karena beranggapan bahwa bisnis itu perlu modal yang besar, ruang yang luas, dan harus menyediakan lokasi khusus untuk tempat usaha. Padahal sebetulnya, bisnis bisa dijalankan dari mana saja. Bahkan Anda tetap bisa mendatangkan uang sambil tetap bekerja sebagai karyawan dan mengurus anak.

"Membuat bisnis itu artinya kita harus siap-siap terjun bebas. Siap-siap gagal. Dan ketika bisnis itu gagal, telan semua pahitnya, dan mari kita mulai lagi," kata Ligwina Poerwo Hananto CFP, Chief Executive Office Independent Financial Planner dari Quantum Magna Financial.

Selain pengalaman akan bertambah banyak karena menjalani bisnis sendiri, Anda pun akan lebih kreatif, ulet, tahan banting, dan bertanggung jawab. Ini juga artinya Anda membuat lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Tidak masalah jika ide kita sama dengan orang lain. Yang penting kita harus punya sesuatu yang unik supaya orang tertarik untuk datang ke tempat kita. "Setelah mendapatkan ide, baru dilanjutkan what, who, how-nya," ujar Ligwina. "What adalah apa yang akan kita jual. Who adalah kepada siapa kita menjualnya, berarti target pasarnya. Dan how adalah cara kita memasarkan produk. Harus beda dan sekreatif mungkin. Yang perlu diingat, jangan takut untuk memulai bisnis." Menurutnya, perempuan biasanya lebih kreatif dan jeli melihat pasar.

Banyak pengusaha yang memulai bisnisnya dari hobi atau kegiatannya di waktu senggang. Coba simak tujuh cara mudah memulai bisnis di bawah ini:

1. Lakukan hal yang dicintai. Keberhasilan Anda tergantung seberapa besar Anda mencurahkan hati terhadap bisnis tersebut. Jika Anda melakukan hal yang dicintai, hasrat Anda terhadap bisnis tersebut akan menjadikan Anda ahli dan gigih.

2. Dari hidup sehari-hari. Banyak pengusaha mendulang keuntungan dengan menjual hal-hal sepele yang kita temukan sehari-hari. Hal-hal yang sebenarnya penting namun orang malas melakukannya. Buatlah bisnis yang pelanggan malas melakukannya, atau tidak punya waktu untuk itu. Misalnya bisnis menyewakan tanaman untuk pertemuan atau acara-acara kawinan.

3. Hobi. Apakah teman-teman Anda pernah memuji masakan dan busana yang Anda rancang sendiri? Kenapa tidak dikembangkan saja? Jadikan hobi Anda menjadi suatu bisnis dengan mulai menjualnya kepada teman-teman Anda sendiri.

4. Ahli dalam suatu bidang. Jika pintar berbahasa Inggris atau merangkai beaded necklace, Anda juga dapat berbagi ilmu sekaligus mendapat penghasilan dari situ. Bukalah tempat kursus meski hanya di rumah.

5. Membeli hak jual. Jika Anda tidak tahu apa yang harus dijual, Anda dapat membeli hak jual produk dari suatu perusahaan. Entah itu makanan atau barang. Apalagi sekarang sudah banyak produk waralaba yang bisa Anda pilih. Pemberi hak jual biasanya memberi keleluasaan untuk mengatur jumlah modal Anda sendiri.

6. Segera mulai. Jangan menunggu waktu lama untuk berbisnis. Karena faktor mood atau perasaan bisa membuat Anda menunda rencana yang telah disusun. Segera bergerak ketika Anda sudah tahu akan menjual produk apa. Beri nama produk yang khas agar konsumen mudah mengingatnya.

7. Tes market. Tes market juga merupakan komponen yang penting jika mau berbisnis. Caranya bisa dengan mengamati perubahan gaya hidup, daya beli konsumen, dan selera konsumen. Siapa tahu Anda malah bisa menjadi pencipta tren. Ketika pasar sudah menerima produk kita, pertahankan kualitasnya. Hasil yang akan dipasarkan pertama kali menjadi poin penting yang akan dinilai oleh pasar. Jangan lupa untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk di kemudian hari. (*kompas.com)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/20488-cara-termudah-memulai-bisnis.html

Sunday, September 30, 2012

Mulai Berwirausaha dengan Sikap Mental Berbeda

Hits : 1495 PDF Cetak E-mail
Sabtu, 29 September 2012 11:09
Mulai_Berwirausaha_dengan_Sikap_Mental_Berbeda
Ketika seseorang mulai berbisnis, tentu banyak ketakutan dan kendala yang dihadapi. Takut kehilangan kemapanan sebagai pegawai, yang sudah pasti terima gaji pada setiap bulan, takut kehilangan fasilitas dari kantor, hingga takut tidak dapat memenuhi kehidupan keluarga.

“Sebenarnya yang paling membuat orang tidak berdaya adalah mental,” ujar motivator dan wirausahawan Tung Desem Waringin.

Sikap mental ini sangat terkait erat dengan masa lalu seseorang. Dia bercerita, ada pegawai negeri yang sebenarnya hendak memulai berwirausaha, tetapi tidak berani memulainya. Selidik punya selidik, ayahnya yang pegawai pernah berwirausaha tetapi ditipu mitra bisnisnya dan akhirnya bangkrut. Sejak saat itu ayahnya mengatakan bahwa berwirausaha itu penuh risiko dan tidak menyenangkan, lebih baik menjadi pegawai karena akan menerima gaji tetap.

“Apa yang dia dengar, dia lihat dan dia rasakan sangat melekat pada benaknya. Sikap mental ini selalu menghambat dia untuk melangkah menjadi wirausahawan. Bagaimanapun dia mengikuti pelatihan, tidak akan membuatnya menjadi berubah menjadi wirausahawan sebelum hambatan mental itu dibongkar,” kata Tung lagi.

Bagaimana membongkar sikap mental ini ? Perubahan memang memerlukan proses. Proses ini berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. “Tetapi, perubahan itu akan terjadi jika ada alasan yang sangat kuat,” kata Tung.

Berbincang Dengan Diri Sendiri

Perbincangan dengan diri sendiri (self talk) juga berpengaruh terhadap sikap mental seseorang. Jika salah mengarahkan, akan menjadi negatif dan malahan membuat tembok halangan menjadi lebih tebal lagi.

Pertanyaan seperti “Bagaimana kalau berusaha lalu bangkrut ?” itu merupakan pertanyaan yang biasa diajukan ketika seseorang mau berwirausaha. Pertanyaan ini dapat diubah menjadi “Apa ruginya jika tidak memulai bisnis dari sekarang ?” atau “Apa untungnya jika memulai bisnis dari sekarang ?” “Itu bisa dijawab, kalau memulai dari sekarang, jika bisnis gagal maka masih ada waktu untuk memperbaikinya, keuntungannya, jika bisnis berhasil, kesempatan untuk menikmatinya juga lebih panjang,” kata Tung yang juga pernah menutup beberapa bisnisnya karena prospeknya tidak baik.

Dia juga menekankan, sesama wirausahawan sebaiknya tidak menganggap wirausaha lain sebagai saingan yang harus dijegal. Sebaliknya, wirausaha lain harus dirangkul dan diajak bekerja sama untuk bersama-sama maju.

“Kesalahan yang sering saya amati adalah para wirausahawan ingin cepat mendapatkan untung dalam jangka pendek. Padahal, berusaha itu merupakan proses dan harus dilihat dalam jangka panjang. Orang yang sukses berbisnis mampu melihat keuntungan jangka panjang ketimbang jangka pendek,” kata Tung lagi. (*kompas.com)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/20462-mulai-berwirausaha-dengan-sikap-mental-berbeda-.html

Friday, September 28, 2012

Bagaimana Memulai Bisnis di Kota Kecil

Hits : 314 PDF Cetak E-mail
Jumat, 28 September 2012 09:50
memulai_usaha0212
Memulai bisnis di sebuah kota kecil sangat berbeda dibanding dengan memulai bisnis di kota besar terutama karena keterbatasan pilihan jenis bisnis. Tentunya perlu pertimbangan mendalam sebelum memulai bisnis di kota kecil. Berikut beberapa instruksi yang harus Anda lakukan:

1. Pelajari tingkat kompetisi

Tingkat kompetisi di sebuah kota kecil biasanya jauh lebih mudah daripada di kota besar. Hal ini karena Anda mungkin dapat menemukan banyak ide bisnis yang belum ada di daerah tersebut. Jika ada bisnis lain yang menawarkan produk dan layanan yang sama, lihatlah bagaimana mereka memenuhi kebutuhan konsumennya dan tentukan apakah masih ada ceruk pasar di bidang yang sama.

2. Evaluasi ide Anda

Apakah ide Anda akan dapat dijalankan di sebuah kota kecil. Anda dapat mengevaluasi dengan melihat jenis usaha yang tersedia di kota tersebut.

3. Ketahulah karakter masyarakatnya

Ketahuilah struktur masyarakat, usia, ukuran kota, dan kebiasaan mereka. Mengambil waktu untuk melihat bisnis apa yang sukses di daerah (mengevaluasi jumlah pelanggan atau bagaimana kesibukan usaha) merupakan sebuah langkah penting.

4. Pelajari apa yang dibutuhkan pasar

Lihat apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat di kota kecil tersebut. Apakah ide bisnis Anda dapat masuk dalam pasar yang telah ada. (*/AS)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/20416-bagaimana-memulai-bisnis-di-kota-kecil.html