Thursday, December 13, 2012

Menikmati rezeki dari berbagai selebrasi di mal

PELUANG BISNIS DEKORASI MAL

Menikmati rezeki dari berbagai selebrasi di mal

Menikmati rezeki dari berbagai selebrasi di mal

Jasa dekorasi mal masih laku keras. Alhasil, pemain baru bermunculan, sementara pemain lama kian eksis. Ini bukti usaha ini masih bisa menjanjikan keuntungan dan layak untuk dicermati. Bila memiliki modal dan strategi yang jitu, Anda bisa mencoba.

Persaingan antarpusat perbelanjaan membuka celah bagi mereka yang kreatif. Untuk menjaring pengunjung, pengelola mal semakin genit bersolek. Menjelang dan selama perayaan hari-hari tertentu, manajemen pusat belanja, biasanya, memajang dekor dan aneka hiasan yang sesuai. Dekorasi tematik itu lazim muncul menjelang Idul Fitri, Natal, tahun baru, serta event lain yang populer di kalangan anak muda semacam Valentine.

Keinginan mal untuk tampil semarak di hari-hari spesial itu memunculkan kebutuhan atas jasa dekor. Demi alasan kepraktisan, mayoritas pengelola mal lebih suka menggunakan jasa pihak ketiga, daripada menghias sendiri ruangan mal mereka.

Sekadar ilustrasi tentang luasnya pasar jasa dekor mal, biasanya, tiap mal merayakan lebih dari lima event dalam setahun. Ambil contoh Plaza Senayan yang memperingati Ramadan dan Idul Fitri, Natal, tahun baru, Sincia, Kemerdekaan Indonesia, Ulang tahun Jakarta, dan Valentine Day.

Ada pula event great sale, yang berlangsung sedikitnya dua kali dalam setahun. Nah, berbagai perayaan itu membutuhkan dekorasi yang berbeda-beda. Kebutuhan dekorasi di Plaza Senayan juga kerap bertambah dengan adanya order khusus dari pemerintah negeri ini atau kedutaan asing.

Pasar untuk para pendekor mal juga tidak sebatas di Jakarta saja. Simak saja cerita Debie Triana Dewi dari PT Mata Air Production, salah satu penyedia jasa dekor mal. Pengelola mal di kawasan-kawasan satelit Jakarta, seperti Tangerang, Serpong, Bekasi, dan Cikarang, Bogor, dan Depok, juga sering menggunakan jasa Mata Air.

Pasar bagi jasa penghias mal, saat ini, semakin luas karena pengelola resto dan hotel juga menerapkan strategi yang sama. Mereka semakin rajin bersolek dengan dekorasi tematik untuk memperingati suatu perayaan.

Jumlah pemain di bisnis dekor mal mengonfirmasi pasar yang berkembang. Jika di tahun 90-an cuma ada segelintir nama, kini, ada sekitar 40 penghias mal.

Tak perlu takut tidak kebagian rezeki jika Anda wajah baru di jasa menghias mal. Pengelola mal bisa saja menunjuk lebih dari satu kontraktor untuk menggarap dekorasi perayaan.

Apalagi, pekerjaan dekorasi mal, umumnya, terbagi dalam empat jenis. Yakni, dekorasi panggung, dekorasi latar belakang, dekorasi ucapan selamat datang, dan dekorasi gantung. Jika dibagi dalam bentuknya, masing-masing dekorasi bisa berwujud tiga dimensi, dua dimensi, dan flat atau datar.

Sukrawardi Simin, pemain jasa dekorasi mal sejak 14 tahun silam, membesarkan hati mereka yang tergoda masuk ke bisnis ini. “Dalam setahun, pemain baru bisa mendapatkan enam order,” tutur dia.

Dengan mengusung bendera PT Emeralduaribu Gemilang, Sukra membuktikan, menghias mal bukan kerja musiman ataupun sambilan. Order yang digarap Sukra selama setahun bisa mencapai 20. “Bisnis ini masih menjanjikan,” ucap dia.

Kunci penting untuk bertahan di bisnis ini, menurut Sukra, adalah menjaga kepercayaan dan kepuasan klien. “Sekali dapat satu klien, jangan sampai dikecewakan. Pelanggan itu aset kita,” jelas Sukra. Klien yang puas, sangat mungkin, akan menunjuk Anda menjadi rekanan tetap, atau istilah kerennya, in house decoration.

Itu artinya, Anda akan mendapatkan pesanan rutin hingga bertahun-tahun yang berujung pada keuntungan jangka panjang. Keuntungan menjadi dekorator rekanan adalah mendapat rekomendasi dari pengelola mal untuk menjadi dekorator di setiap event yang digelar pihak eksternal di mal itu.


Margin cukup tebal

Seperti kebanyakan usaha jasa, layanan dekorasi mal menjanjikan keuntungan yang lumayan tebal. Margin berkisar 10%–15% dari nilai proyek. Persentase itu terbilang lumayan, mengingat nilai sebuah proyek berkisar antara ratusan juta rupiah hingga Rp 1 miliar. Itu berarti, rata-rata keuntungan yang bisa Anda kantongi antara Rp 10 juta hingga Rp 100 juta per proyek.

Tak percaya? Lihat saja pengalaman Mata Air yang baru berkecimpung dalam kegiatan menghias mal tiga tahun. Kini, Debie cs bisa mendapatkan satu proyek senilai Rp 300 juta hingga Rp 400 juta per bulan.

Dari omzet sebesar itu, keuntungan yang dikantongi Mata Air sekitar Rp 30 juta–Rp 40 juta. “Proyek-proyek di luar Jakarta nilainya bisa kurang dari Rp 100 juta. Namun, itu seharusnya bukan masalah. Yang penting, order tetap jalan dan menguntungkan,” kata Debie.

Emeralduaribu Gemilang yang sudah lebih lama beredar di mal, tentunya, mengantongi nilai proyek yang lebih besar lagi. Dalam setahun, perusahaan yang dipimpin Sukra bisa menangguk keuntungan hingga Rp 1 miliar. “Kebetulan, kami sudah menjadi rekanan tetap,” kata Sukra merendah.

Jika margin dari suatu proyek bisa mencapai 15%, lantas ke mana sisa pendapatan mengalir? Bagian terbesar dari pendapatan kontraktor dekor mal habis terpakai untuk membeli bahan baku alias material untuk dekorasi. Porsinya mencapai 70%. Selain itu, 15% pendapatan yang tersisa terserap untuk menutup biaya akomodasi serta biaya tenaga kerja.

Patut Anda ingat, untuk menjalankan jasa menghias mal, pemahaman tentang dekorasi jelas mutlak. Namun, itu tidak berarti Anda mengerjakan sendiri seluruh rancangan dekor. Anda bisa saja merekrut profesional industri kreatif, seperti desainer grafis dan perajin dekor. Untuk bisa memilih orang yang pas, mau tak mau, Anda harus memiliki akses ke jaringan profesi tersebut.

Anda juga harus paham memilih penyewaan truk yang tepercaya dan toko material yang lengkap. Tentu, harga bisa menjadi pertimbangan Anda dalam menyeleksi penyedia transportasi dan logistik.

Perusahaan yang baru terjun ke bisnis ini, bisa saja, menghemat biaya tenaga kerja. Alih-alih merekrut tenaga desain grafis secara permanen, pemain baru bisa saja menggunakan jasa desainer lepas. Namun, kualitas tenaga freelance yang dipekerjakan tetap harus diperhatikan.

Berpikirlah jangka panjang saat mempekerjakan desainer yang berstatus lepas. Anda tetap perlu menjaga relasi dengan desainer freelance. Tujuannya, jika pekerjaan sang desainer memuaskan, Anda bisa kembali mempergunakan jasanya di saat memperoleh order baru.

Kebiasaan yang berlaku di pasar saat ini, desainer freelance mendapatkan honor per proyek. Tinggi-rendah honor si artis, biasanya, disesuaikan dengan tingkat kesulitan desain. Tapi, untuk pekerjaan yang sederhana, rata-rata, tarif seorang desainer grafis adalah Rp 7 juta. Jika hubungan Anda dengan si desainer sudah baik, bukan tak mungkin honor itu turun menjadi, katakanlah, Rp 5 juta.

Untuk mencari tenaga perajin, Anda bisa mengandalkan iklan di internet atau berburu di berbagai pameran kerajinan. Sukra malah mencari perajin hingga Yogyakarta, Jepara, dan Bali. Tenaga perajin, biasanya,  dibutuhkan untuk mengerjakan material dekorasi yang bersifat artistik, seperti bahan styrofoam, kayu, logam, kaca.


Modal usaha

Menilik pengalaman Sukra, selama lima tahun pertama, ia giat mencari perajin yang sesuai dengan kebutuhan jasa dekorasinya. Namun, setelah lebih dari lima tahun, justru para perajin yang mendatangi Sukra untuk menawarkan jasa.

Memilih agen penyewaan truk dan tukang angkut lebih sederhana. Tenaga mereka dibutuhkan untuk mengangkut material dekorasi dari workshop atau bengkel menuju lokasi tempat dekorasi dipajang.

Agenda yang paling penting bagi para pendatang di bisnis dekorasi mal adalah mencari klien. Untuk mencari klien sebuah mal, Anda harus melakukan pendekatan dengan pihak yang berwenang di sebuah mal. Sudah tentu, Anda harus mengajukan proposal pengajuan kerja sama atau penawaran.

Di banyak mal, urusan dekorasi berada di tangan corporate marketing communications (CMC). Mencari proyek memang bukan pekerjaan mudah bagi mereka yang belum punya nama. Strategi mengatasi itu cuma satu: bekerja keras.

Buatlah proposal semenarik mungkin. Jangan sia-siakan setiap kesempatan mempresentasikan ide Anda. Tak perlu bersikap tinggi hati dengan menolak proyek yang nilai rupiahnya kecil. Yang perlu Anda lihat saat menimbang suatu proyek adalah tingkat keuntungan.

Bagi pemain baru, proyek apa pun sebaiknya diambil. Alasannya, di bisnis ini referensi pekerjaan termasuk pertimbangan para pemberi order.

Untuk memulai bisnis dekorasi mal, Anda membutuhkan kantor, workshop, sekaligus tempat menyimpan material dekorasi. Jika ingin berhemat, Anda bisa menyewa satu rumah seluas 100 meter persegi untuk memenuhi tiga kebutuhan itu sekaligus. Siapkan anggaran Rp 3 juta per bulan untuk menyewa rumah.

Anda juga butuh satu unit kendaraan pikap untuk mengangkut peralatan tukang saat pemasangan dan pencopotan dekor. Jika memiliki dana lebih, ada baiknya Anda membeli mobil yang layak sebagai sarana pemasaran.

Anda juga harus menyiapkan berbagai alat untuk membangun dekor serta genset. Untuk mengurus legalitas usaha, Anda paling tidak harus menyiapkan  dana sekitar Rp 5 juta. Jadi modal yang Anda siapkan sekitar Rp 250 juta hingga Rp 350 juta.

Selain pengeluaran yang terkait dengan proyek, Anda juga harus menganggarkan dana untuk menutup biaya setiap bulannya. Biaya rutin bulanan itu mencakup gaji karyawan back office dan staf pemasar. Anda juga harus menyiapkan dana untuk sewa rumah,  serta melunasi tagihan utilitas, seperti telepon dan listrik.    

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/menikmati-rezeki-dari-berbagai-selebrasi-di-mal

Berinvestasi untuk Melipatgandakan Uang


Penulis : Wardah Fazriyati | Kamis, 13 Desember 2012 | 13:25 WIB

Bagi Anda yang termasuk tipe agresif, pilih reksadana saham.
KOMPAS.com - Perlu perencanaan keuangan yang baik untuk bisa memenuhi kebutuhan finansial keluarga di masa mendatang. Jika Anda ingin merasa tenteram 10-12 ke depan karena memiliki dana pendidikan yang memadai untuk anak, jangan berpuas diri hanya dengan menabung. Anda perlu berinvestasi untuk melipatgandakan tabungan.

"Tabungan dan deposito bukan instrumen yang tepat untuk melipatgandakan uang demi keperluan di masa mendatang. Reksadana atau unit link, bisa menjadi pilihan investasi yang memiliki return lebih tinggi untuk mempersingkat waktu melipatgandakan dana yang dipunya," jelas Ancilla Lily, General Manager Product Management PT Asuransi Jiwa Sequis Life saat temu media di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sebagai gambaran, jika saat ini Anda memiliki dana Rp 50 juta, berapa tahun Anda bisa melipatgandakannya menjadi Rp 100 juta?

Ancilla menjelaskan, dengan formula 72, yakni membagi 72 dengan suku bunga, Anda bisa mendapatkan berapa tahun yang dibutuhkan untuk melipatgandakan dana yang Anda miliki saat ini.

Misal, jika Anda memilih tabungan dengan suku bunga enam persen, maka 72 dibagi enam hasilnya 12. Butuh waktu 12 tahun untuk melipatgandakan uang Anda dengan tabungan.

Sementara dengan investasi tepat, yang memiliki return 20 persen per tahun misalnya, Anda bisa mendapatkan jumlah uang berkali lipat dari dana saat ini, dalam waktu lebih singkat.

"Dengan investasi yang memiliki return lebih tinggi,misal 20-30 persen, maka dana yang ada bisa dilipatgandakan 10 tahun lebih cepat dibandingkan dengan menabung yang membutuhkan waktu 12 tahun," jelasnya kepada Kompas Female.

Ancilla menyarankan, sebaiknya pilih investasi sesuai tipe. Jika Anda termasuk tipe agresif, Anda bisa memilih reksa dana saham dengan return 30 persen per tahunnya. Anda juga bisa memilih unit link.

Namun memang ada perbedaan hasil antara reksa dana dan unit link. Dengan berinvestasi di reksadana, Anda akan mendapatkan hasil lebih tinggi dibandingkan unit link, dalam jangka waktu tertentu. Namun unit link memberikan Anda proteksi aset sekaligus melipatgandakan dana.

"Unit link tak hanya memproteksi aset, yakni proteksi kemampuan Anda untuk menghasilkan pendapatan tapi juga bisa melipatgandakan dana. Return-nya sama dengan reksa dana, namun hasil investasinya lebih sedikit tergantung usia, karena ada proteksi di dalamnya. Sementara reksa dana Anda bisa menikmati hasilnya setelah berkembang lebih besar," jelasnya.

Menurut Ancilla, pilihan investasi terbuka untuk siapa saja yang ingin melipatgandakan dananya. Namun memang diakuinya, banyak orang belum familiar dengan investasi. Nasabah belum teredukasi dengan baik mengenai produk di pasaran.

"Akhirnya orang jadi takut berinvestasi, karenanya dibutuhkan lebih banyak praktisi yang mengedukasi," ungkapnya.

Jika teredukasi dengan baik, akan semakin banyak orang yang dapat merencanakan keuangannya lebih baik ke depan. Tak hanya mengandalkan tabungan dan deposito yang hasilnya tak seberapa.

Hal ini juga dialami presenter Novita Angie. Setelah dua tahun mendapatkan dan mengumpulkan berbagai informasi mengenai investasi, Angie akhirnya memberanikan diri berinvestasi reksa dana campuran dan reksa dana saham. Tujuannya, untuk menyiapkan dana pendidikan anak.

"Saya sudah setahun investasi reksa dana, dan saya tidak mau 'menengoknya' sampai nanti dananya saya butuhkan untuk kuliah anak," jelasnya.

Menurut Angie, menyimpan uang dalam instrumen investasi punya perbedaan yang signifikan dengan hanya menabung.

"Memang akan ada masanya saham turun, terkoreksi, tapi investasi ini sudah mengalahkan inflasi pendidikan dibandingkan dengan hanya menabung," ungkapnya.

Angie mengaku lebih nyaman memilih bank untuk berinvestasi reksa dana. Ia pun berencana menambah jumlah dana yang diinvestasikan.

"Niatnya ingin menambah dana, tapi belum terwujud karena harus membangun rumah yang dananya bengkak," tuturnya.

Keinginan meningkatkan jumlah uang yang diinvestasikan berangkat dari tujuan finansial Angie dan keluarga demi memiliki kondisi finansial lebih baik, terutama untuk pendidikan anak, 10 tahun ke depan. Jika jumlah uang yang diinvestasikan meningkat, tentunya hasilnya juga akan bertambah besar dalam jangka waktu panjang.

Editor :
wawa
 
http://female.kompas.com/read/2012/12/13/13251927/Berinvestasi.untuk.Melipatgandakan.Uang

Wednesday, December 12, 2012

Pemimpin Diktator

KIAT MANAJEMEN: Pemimpin Diktator

Compact_pemimpin-a
---- Pemimpin diktator terkadang memunculkan karakteristik yang tidak sesungguhnya atau tidak jujur. Hal itu bertujuan untuk menutupi ketidakmampuan.

Menjalankan kepemimpinan bukanlah merupakan suatu hal yang mudah dilakukan oleh seorang pemimpin. Apalagi, dalam keadaan situasi kritis. Sosok pemimpin sangat memainkan perannya pada situasi-situasi tersebut. Pada saat itu, kemampuannya memimpin ‘diuji’ melalui sikap, perilaku dan juga kecerdasannya menanggapi situasi tersebut.

Reaksi-reaksi akan sangat bervariasi dari pemimpin dalam menyikapinya. Dan kecenderungan untuk menjadi sosok yang memiliki power akan sangat terlihat dalam keadaan kritis tersebut.

Namun ada juga yang tidak peduli dengan keadaan dan kondisi dari orang-orang yang dipimpinnya. Sehingga perilaku yang ditunjukkan terkesan ‘memaksakan’ kehendak kepada orang-orang yang dipimpinnya. Tindakan ini memunculkan kesan ke’diktatoran’ nya dalam memimpin.

Pemimpin yang memimpin hanya sesuai dengan kehendaknya sendiri dan memimpin dengan semena-mena cenderung menjadikan dirinya seorang pemimpin yang diktator. Pemimpin seperti ini menjadi kendala bagi orang-orang yang dipimpinnya. Hal ini dikarenakan bahwa tidak semua orang yang dipimpin akan merasa nyaman dengan situasi yang terlalu dikendalikan oleh seorang pemimpin.

Oleh karena itu jika hal tersebut dirasakan oleh orang-orang yang dipimpin maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal-hal yang akan menghambat tujuan, visi dan misi dari suatu institusi.

Pemimpin yang diktator terkesan sangat keras dan memiliki persepsi negatif bagi orang yang dipimpinnya. Tentulah hal tersebut tidak diinginkan oleh seorang pemimpin. Namun pada kenyataannya, sosok pemimpin ini juga ada dalam lingkungan kerja kita sehari-hari dan mungkin saja telah merasuki dalam manajemen kepemimpinannya.

Sosok pemimpin yang diktator tidak selalu sosok yang terkesan keras dari penampilan, namun juga dapat dimiliki oleh sosok yang terkesan lembut dari penampilan. Oleh karena itu, sosok pemimpin yang diktator dapat terlihat dari beberapa karakateristik yang dimilikinya.

Brenda Wagner (2011) seorang konsultan senior  mengemukakan beberapa karakteristik manajemen diktator, diantaranya adalah secretive, egotistical, close-minded,  dishonest, inconsistent, lacks focus, has unrealistic expectations, dan does not plan.

Karakteristik-karakteristik tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

Secretive. Seorang pemimpin yang memiliki karakteristik ini menunjukkan bahwa dia akan menyimpan rahasia yang hanya untuk dirinya sendiri sebagai seorang pemimpin daripada disampaikan kepada orang-orang yang dipimpinnya. Hal ini dilakukannya dengan tujuan kelak akan dipergunakannya untuk menyelamatkan dirinya saat dia terdesak.

Egoistical. Karakteristik pemimpin diktator ini menunjukkan pada ke-egois-annya sebagai seorang pemimpin yang tidak ingin belajar dari orang-orang yang ada disekitarnya. Dia merasa bahwa dirinyalah yang memiliki pengetahuan tentang banyak hal sehingga dia tidak menganggap pendapat orang lain itu sesuatu yang penting atau bermanfaat buat perkembangan dirinya. Sikap ini menjadikannya sosok yang hanya mempedulikan dirinya sendiri tanpa melihat dan merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang dipimpinnya.

Close-minded.  Karakteristik diktator ini menunjukkan bahwa pola pikir seorang pemimpin yang menutup diri dan tidak peduli dengan kata orang lain. Dia merasa bahwa apa yang telah dilakukan sudah benar dan tidak ingin membuang waktunya untuk menanggapi orang lain.

Pemimpin dengan karakteristik ini merasa telah mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh orang-orang yang dipimpinnya. Meskipun belum tentu hal tersebut benar. Ketertutupan terhadap sesuatu yang baru, akan menyebabkan seorang pemimpin tidak tumbuh dan berkembang menjadi sosok pemimpin yang baik.

Tidak Jujur


Dishonest. Pemimpin diktator terkadang memunculkan karakteristik yang tidak sesungguhnya atau tidak jujur. Hal ini bertujuan untuk menutupi ketidakmampuan yang ada dalam dirinya. Ketidakjujuran menjadikannya sebagai pemimpin yang tidak dipercaya oleh orang-orang yang dipimpinnya. Oleh karena itu pemimpin diktator menjadi pemimpin yang tidak akan dihormati dan tidak disayangi oleh orang-orang yang dipimpinnya.

Inconsistent. Salah satu karakteristik pemimpin diktator adalah tidak konsisten. Ketidak konsistenan pemimpin berdampak tidak baik bagi orang-orang yang dipimpinnya. Hal ini akan menimbulkan kinerja yang tidak optimal dari orang yang dipimpinnya sehingga dapat mempengaruhi produktivitas dari institusi yang dipimpinnya. Pemimpin dengan karakter ini akan memunculkan suatu kebimbangan, kebingungan, ketidakpastian dalam kepemimpinannya.

Lack focus.  Karakteristik lain dari pemimpin diktator adalah kurang fokus terhadap apa yang menjadi perhatiannya. Dalam kepemimpinannya, terlalu banyak hal yang diinginkannya namun dia tidak mampu menunjukkan mana yang prioritas utama dan mana yang dapat ditunda.

Hal inilah yang menjadikannya, menjadi sosok yang menginginkan segala sesuatu harus selesai dalam waktu yang bersamaan. Sikap ini dapat menjadikan orang-orang yang dipimpinnya bereaksi negatif terhadap dirinya. Kecenderungan akan terjadi penolakan terhadap perintahnya dapat terjadi hingga menimbulkan konflik antara pemimpin dan orang yang dipimpin.

Has unrealistic expectation.  Sejalan dengan kurang fokus terhadap suatu pekerjaan, pemimpin diktator akan mengalihkan harapan pada orang-orang yang dipimpinnya dengan hal yang tidak realistik. Ini dilakukannya karena dia tidak mampu untuk menunjukkan pada orang-orang yang dipimpinnya suatu yang pasti terhadap apa yang diinginkannnya. Keinginan yang tidak realistik ini dapat memicu suatu ketidakseimbangan dalam mewujudkan cita-cita dari suatu institusi.

Does not plan. Karakteristik kepemimpinan diktator lain adalah tidak adanya rencana yang jelas dalam menjalan setiap aktivitas. Selain itu, dalam memimpin cenderung untuk melakukan penundaan terhadap rencana yang telah disusunnya. Hal ini menunjukkan betapa seorang pemimpin tidak mampu dan tidak memiliki strategi dalam menjalankan kepemimpinannya.

Peningkatan kinerja dan produktivitas suatu institusi akan terhambat jika hal tersebut tidak segera dibenahi. Perencanaan dalam setiap tugas adalah hal yang penting agar dapat mewujudkan harapan yang diinginkan.

Sebagai seorang pemimpin, hendaknya perlu melakukan introspeksi terhadap kinerja, kondisi diri dan hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya. Walau hal tersebut tidak mudah, namun perlu dilakukan upaya-upaya untuk ‘menyelamatkan’ institusi dari pemimpin diktator yang bertindak semena-mena dan hanya mementingkan diri sendiri. Oleh karena itu peran dari orang-orang yang ada di sekitarnya diharapkan mampu mengubah kepemimpinan diktator agar menjadi pemimpin yang dapat meminpin secara kondusif, arif dan bijaksana.(msb)


*Dosen Psikologi Universitas Paramadina,Jakarta
 http://www.bisnis.com/articles/kiat-manajemen-pemimpin-diktator

Tips Menembus Studio Game Global



gamesradar.com Colosseum dalam game Assassins Creed: Brotherhood

KOMPAS.com -
Richard Wych Bharata Setiawan adalah seorang kelahiran Indonesia yang kini bekerja sebagai Level Artist di studio game Ubisoft Montreal, Kanada. Seperti banyak kisah serupa, dia tak langsung mengawali karirnya di luar negeri melainkan lebih dahulu merintis dari bawah.

Tahun 2008, Richard kebetulan cukup beruntung mendapatkan informasi bahwa pihak Ubisoft sedang merekrut tenaga-tenaga kerja untuk studio game yang akan dibuka di Singapura. Richard tak melewatkan kesempatan.

Namun, faktor "keberuntungan" ini tentu saja bukan satu-satunya yang mengantarkan Richard hingga ke seberang lautan sana. Berikut adalah beberapa tips dari Richard untuk pemuda Indonesia yang mau melakukan hal serupa:
1. Asah Kemampuan
Pemuda lulusan Desain Komunikasi Visual yang terlibat dalam pembuatan seri game populer Assassin's Creed ini mengaku sudah berkecimpung dalam dunia game sejak 2006, ketika bergabung dengan Matahari Studios.

Dia pun rajin melatih kemampuan dengan membuat sejumlah artwork, yang antara lain disalurkan lewat Deviant Art, di samping mengikuti challenge untuk mengerjakan desain grafis. Ketika sudah bekerja di Ubisoft pun, Richard selalu menyempatkan diri berlatih olah grafis selama 1-2 jam sehari.

"Intinya adalah selalu mengasah skill dan tetap up-to-date dengan perkembangan terbaru," saran Richard untuk rekan seprofesi yang ingin mengikuti langkah serupa.
Menurut penyuka special effects dan modelling ini, ada banyak kesempatan untuk bekerja di perusahaan game, baik di dalam ataupun luar negeri.

"Kunci lainnya adalah persistence, tetap mencoba terus kalau belum berhasil dipanggil interview," tambahnya lagi.
2. Terlibat di Komunitas
Yang tak kalah membantu adalah turut terlibat di komunitas dan mengikuti tantangan-tantangan kecil yang diadakan pihak-pihak seperti Game Artisans. Dari sini, bisa diperoleh informasi dan kontak mengenai kesempatan bekerja.
Menurut Richard, soal kesempatan ini sama pentingnya dengan keterampilan. "Skill yang tinggi saja tidak menjamin, (apalagi) kalau kesempatannya terlewat."

Richard mengatakan, di Indonesia ada banyak orang yang sangat berbakat dalam hal pengembangan video game. Studio-studio asing pun menurutnya mulai tertarik untuk membuka cabang di Tanah Air, misalnya Gameloft yang sudah ada di Yogyakarta, meski masih terbatas.

Kiri: Richard Wych Bharata Setiawan(Foto: oik yusuf/ kompas.com)

http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/12/12/0820148/tips.menembus.studio.game.global

7 Rekan Kerja Pendongkrak Karier


Penulis : Hesti Pratiwi | Rabu, 12 Desember 2012 | 12:18 WIB

Ilustrasi gambar.
KOMPAS.com -  Untuk meningkatkan karier dibutuhkan kerja keras dan otak cemerlang. Semua orang tahu itu, tapi ada hal-hal di luar itu yang bisa bantu mendongkrak karier Anda.  Dalam meraih tujuan Anda tak bisa bergerak sendiri, Anda butuh sekutu atau teman di kantor. Nah, berikut 7 rekan kerja yang bisa membantu mendongkrak karier Anda.
1.  Anak magang
Anak magang mungkin saja masih mahasiswa sekarang ini, tetapi berpikir 5 atau 10 tahun ke depan mereka akhirnya akan menjadi rekan Anda atau justru klien potensial.
2. Si tukang gosip
Kalau Anda tipe pekerja keras, yang benar-benar menggunakan waktu bekerja untuk bekerja, tipe ini mungkin hanya pengganggu di mata Anda.  Dia mungkin tipe menyebalkan, tetapi dia tahu banyak hal yang terjadi di kantor. Seperti siapa yang resign, siapa yang dipromosikan atau informasi lain yang dapat Anda gunakan untuk menyusun strategi  Anda sendiri di perusahaan. Tentu saja Anda tidak harus ikut-ikutan bergosip, cukup menjadi pendengar yang baik saja.
3.  Departemen  I.T
Mungkin selama ini Anda hanya bicara dengan mereka saat komputer sedang bermasalah atau ingin sesuatu diperbaiki. Tak ada salahnya bersikap ramah dengan mereka di luar itu. Berteman dengan orang-orang di bagian ini akan membuat permintaan Anda diproses lebih cepat. Dan mungkin beberapa tips agar komputer Anda bebas masalah. Kalau sudah begini Anda akan lebih produktif, bukan?
4. "Office manager"
Sama seperti si tukang gosip, berteman dengan office manager berarti Anda akan mendapatkan sedikit informasi yang beredar di kantor. Dia juga orang yang akan menyewa kebutuhan kantor, jadi dia bisa menjadi solusi saat Anda sedang menjalankan proyek yang sulit dan membutuhkan sesuatu.
5. Pengembang
Anda memiliki ide bagus untuk sebuah program perangkat lunak baru yang pasti untuk memajukan perusahaan, tetapi membutuhkan tim I.T untuk membantu menyelesaikannya. Masalahnya, tim seperti pengembangan IT selalu memiliki banyak kerjaan dan proyek pengembangan yang sedang berjalan. Dengan berteman baik, mungkin proyek Anda akan mendapatkan prioritas lebih besar atas orang lain. Manfaat lain, tim pengembang bekerja sama dengan tim manajemen dan mereka mungkin akan memberikan kredit serta rekomendasi yang baik untuk Anda, kata Janeesa Hollingshead, manajer pemasaran untuk Fundable.com.
6. Rekan priaMudah bagi wanita untuk bergaul akrab dengan sesamanya, akan tetapi  memiliki rekan pria akrab akan memberi masukan perspektif  berbeda. Pandangan ini bisa sangat membantu Anda melalui masalah dalam pekerjaan.
7. Asisten si bos“Anda perlu untuk berteman baik dengan asisten bos,” kata pelatih karier Isha Cogborn. Asisten bos adalah rekan kerja yang super terorganisir yang mengetahui segala sesuatu tentang bos Anda. Termasuk jadwal hariannya..


Sumber: Cosmopolitan
http://female.kompas.com/read/2012/12/12/12180648/7.Rekan.Kerja.Pendongkrak.Karier 

Dokumen hancur, laba pun meluncur

PELUANG BISNIS PENGHANCUR DOKUMEN

Dokumen hancur, laba pun meluncur

Dokumen hancur, laba pun meluncur

Para pelaku usaha jasa penghancur kertas memang memberikan layanan gratis. Tapi dari dokumen yang dihancurkan, mereka bisa mendapatkan penghasilan yang menjanjikan keuntungan besar. Dalam dua tahun, modal sudah bisa kembali.

Meskipun sekarang ini banyak beredar merek mesin pemusnah kertas atau arsip, ternyata laju bisnis jasa pemusnahan arsip tetap berkibar. Maklum, mesin pemusnahan arsip yang ada di pasar memiliki kapasitas pemusnahan terbatas. Jika jumlah dokumen yang dimusnahkan sudah tersimpan lebih dari lima tahun, bisa dibayangkan jumlahnya yang bisa berton-ton. Tak mungkin lagi dihancurkan dengan mesin kertas dengan kapasitas kecil.

Faktor itu pula yang menyebabkan munculnya usaha jasa pemusnahan dokumen. Usaha ini banyak dimanfaatkan oleh instansi yang memiliki dokumen dalam jumlah besar yang perlu dimusnahkan. Misalnya, dokumen di bank, rumah sakit, atau perusahaan manufaktur.

Pemilik CV Meidea Graha di Surabaya, Idea Airlangga, bilang bahwa dengan menggunakan jasa pemusnah arsip, perusahaan lebih diuntungkan ketimbang bila arsip-arsip itu dihancurkan sendiri. “Kalau memakai jasa kami, biayanya bisa gratis. Kalau dimusnahkan sendiri, mungkin biayanya bisa memakan jutaan rupiah,” kata lelaki yang akrab disapa Angga ini.

Angga memerinci, bila arsip atau dokumen perusahaan yang jumlahnya berton-ton itu dimusnahkan sendiri, ada beberapa biaya yang harus dikeluarkan. Misalnya, biaya angkut arsip ke lokasi penghancuran, tenaga yang menghancurkan, dan sewa lokasi penghancurannya. “Biasanya, kalau dihancurkan sendiri, pihak perusahaan menghancurkannya dengan cara dibakar. Alhasil, merekaharus mencari lokasi yang benar-benar tepat. Jika tidak, repot dan tentu menyebabkan polusi udara,” kata Angga.

Biaya pemusnahan bisa mencapai lebih dari Rp 5 juta. Sementara itu, apabila diserahkan kepada perusahaan jasa penghancur dokumen, perusahaan terima beres dan tidak mengeluarkan biaya sepeser pun.

Gratis? Iya, benar. Lantas dari mana mereka mendapat untung? Rupanya mereka mengharapkan penghasilan dari penjualan limbah serpihan kertas yang telah dihancurkan. Kertas-kertas yang dihancurkan itu biasanya mereka jual ke pabrik kertas untuk diolah kembali.

Karena itulah, perusahaan-perusahaan semakin membutuhkan jasa pemusnahan dokumen. Tak heran bila klien Angga juga semakin bertambah. Antara lain ada BRI, Bank Mandiri, UOB Buana, Indofood, Kompas Gramedia, beberapa rumah sakit di Jawa Timur, dan PT Ajinomoto Indonesia. “Cakupannya masih di wilayah Jawa Timur,” tutur Angga.


Peluang besar

Pemain lain di usaha ini adalah Petra Winardja. Petra yang menjalankan usaha ini di Bogor mengatakan, pemain di bisnis ini belum begitu banyak. “Jumlah pesaing masih sedikit sehingga peluang mendapat kerja sama dengan perusahaan masih terbuka lebar,” tutur Petra yang baru menjalankan usaha ini sekitar dua tahun lalu ini.

Kini, Petra malah mendapat kontrak berkelanjutan untuk menangani penghancuran dokumen beberapa perusahaan. Tapi, pasokan dokumen yang dihancurkan belum banyak.

Senada dengan Petra, Angga juga optimistis layanan usaha ini akan semakin diminati pasar. Selain pemainnya yang masih terbatas, kapasitas mesin pemusnahan arsip yang dimiliki pelaku di bisnis juga terbatas.

Angga mengakui juga bahwa kapasitas mesin yang dimilikinya masih terbatas. Satu orang klien biasanya menyerahkan dokumen seberat 7 ton. Dalam sebulan, dia bisa mendapatkan 3 klien hingga 4 klien. Biasanya untuk menghancurkan kertas seberat 7 ton butuh waktu sekitar satu minggu. “Pernah juga dapat order 25 ton sekaligus. Bahkan, kalau bank-bank yang order bisa sampai 125 ton hingga 135 ton,” ujar Angga yang mengklaim bahwa pendapatannya cukup fluktuatif.

Angga bilang, selain masalah kapasitas mesin, yang cukup memakan waktu adalah ketika harus memilah-milah jenis kertas yang harus dihancurkan. Petra menambahkan, pekerja harus memilah kertas berdasarkan jenis, ukuran, dan warna. Tiap hari, seorang pekerja bisa memilah 70 kilogram (kg) hingga 80 kg kertas. Tapi, jika dokumen yang diperoleh adalah kertas kecil seperti kertas struk, tiap pekerja cuma bisa memilah 20 kg hingga 50 kg per hari.

Kapasitas mesin pemusnah yang dimiliki Angga sekitar 500 kg atau setengah ton per hari. Maklum, mesin ini hasil desain  dan rakitan sendiri. Belum ada produsen lokal yang menjual  alat ini. Yang ada adalah mesin impor dari Jerman berkapasitas sekitar 1 ton per hari. Tapi, harganya mahal, sekitar Rp 500 juta. Sementara, jika membuat sendiri, biayanya sekitar Rp 25 juta. Mesin itu bisa dibuat di bengkel bubut biasa.

Meski berkapasitas kecil, Angga bilang justru diuntungkan. Sebab, mesin tersebut bisa mobile. Artinya, si klien tidak perlu repot untuk mengantarkan arsip-arsipnya ke lokasi. “Kami akan datang ke gudang mereka dan akan kami hancurkan ke sana. Lebih praktis. Kalau pakai mesin buatan Jerman yang ukurannya besar, kami tidak bisa mobile dan si klien akan mengeluarkan banyak biaya,” kata Angga. Karena itu pula, layanan jasa yang ditawarkannya ini lebih diminati oleh klien. Sebab klien tidak perlu mengeluarkan biaya.


Layanan gratis    

Nah, perlu diketahui, tidak semua kertas bisa dihargai mahal di pabrik kertas. Jadi, jenis kertas yang diperoleh sangat berpengaruh terhadap omzet. Nilai jenis kertas putih seperti HVS paling tinggi. Di pasar, harga jualnya Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kg. Sedangkan untuk kertas berwarna, karbon,  dan kertas struk berukuran kecil, harganya hanya mencapai separuh harga kertas HVS.

Petra bercerita, proporsi dokumen yang didapat biasanya kertas HVS 70% dan kertas berwarna 30% atau malah sebaliknya. Akibatnya, penghasilan yang diperolehnya juga turun naik. Dalam sebulan, Petra bisa memperoleh pasokan normal sebesar tiga ton dokumen per bulan. Tapi, terkadang dia bisa menerima proyek besar. Contohnya, belum lama ini Petra memperoleh order dari toko mebel di Kota Bogor sebanyak 40 ton kertas.

Jika menangani proyek kakap, Petra bisa menikmati pendapatan besar. Namun, syaratnya jenis kertas yang diterima harus baik. Asumsinya, jika dari 40 ton itu dokumen jumlah kertas putih berukuran HVS mencapai 70%, pendapatan kotor yang diperoleh pengusaha bisa mencapai Rp 56 juta per proyek. Petra bilang, bisnis ini menjanjikan keuntungan besar asal yang menjalankan mampu memperoleh kerja sama dengan banyak perusahaan untuk penanganan pemusnahan dokumen.

Sementara itu, Angga mengaku dalam sebulan paling tidak minimal bisa mengantongi omzet sekitar Rp 30 juta.  “Dari omzet segitu, saya bisa mendapatkan keuntungan bersih Rp 10 juta,” kata Angga yang baru menjalankan usaha ini sekitar empat tahun.


Permodalan

Untuk menjalankan usaha ini, Anda tidak perlu membutuhkan keahlian khusus. Yang jelas, Anda perlu memiliki gambaran calon-calon klien yang akan disasar di kota tempat Anda menjalankan usaha. Selain itu, Anda juga harus melakukan survei ke pabrik kertas atau pengepul kertas yang mau menampung hasil kertas yang telah dihancurkan.

Terkait dengan permodalan, dana paling besar dipakai untuk investasi mesin penghancur. Angga bilang, satu mesin penghancur sederhana yang dibuat di bengkel bubut hanya menghabiskan dana Rp 25 juta. Paling tidak, Anda butuh empat mesin. Anda juga harus memiliki genset penggerak mesin dan mobil pikap untuk mengangkut mesin dan kertas ke lokasi klien. “Soal penampungan,

kita bisa sewa gudang. Ukuran awal minimal 100 meter persegi. Gudang ini perlu untuk mengantisipasi klien yang tidak memiliki gudang untuk menghancurkan dokumen,” jelas Angga.

Selain itu, Anda juga harus mengeluarkan modal untuk mengurus legalitas dan perizinan usaha. Nilainya hanya sekitar Rp 2 juta. Paling tidak, modal yang harus Anda siapkan sekitar Rp 200 juta. “Kalau sekarang, modal saya sudah kembali,” kata Angga.

Terkait dengan tenaga kerja, Anda juga tidak perlu membutuhkan keahlian khusus. Lulusan sekolah menengah atas pun bisa menjadi karyawan. Sebab, operasional bisa ditangani sendiri, karyawan dibutuhkan untuk eksekusi lapangan saja. Angga bilang, di Jawa Timur, upah karyawannya per hari Rp 50.000. “Saat ini saya memiliki 10 pekerja tetap,” katanya.

Selain untuk membayar tenaga kerja, setiap bulan Anda juga harus mengeluarkan dana untuk membeli kemasan berupa karung atau kotak kayu untuk mengemas dokumen-dokumen yang sudah dihancurkan. Anda juga harus menyisihkan duit untuk membeli bensin sebagai bahan bakar genset maupun untuk keperluan transportasi. “Kebetulan saya mendapatkan sewa gudang murah, cuma Rp 25 juta per tahun. Gudang harus jauh dari pemukiman warga supaya tidak mengganggu mereka,” kata Angga.

Menurut Petra, lokasi usaha juga mempengaruhi jumlah pasokan. Semakin dekat lokasi usaha dengan kawasan perkantoran atau industri, potensi pasokan dokumen makin besar. Alasannya, kebanyakan perusahaan pengguna jasa penghancur kertas ingin menyaksikan secara langsung proses pemusnahan dokumen. Tujuannya untuk memastikan kerahasiaan perusahaan yang ada dalam dokumen tetap terjamin. Jika lokasi penghancuran semakin dekat, klien makin percaya dengan jasa yang ditawarkan lantaran lebih mudah dipantau.     

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/dokumen-hancur-laba-pun-meluncur

5 Pengacau Manajemen Waktu


Rabu, 12 Desember 2012 | 09:37 WIB

Rencana sudah dibuat tapi kok tak berjalan akhirnya pekerjaan pun menumpuk tak memenuhi target awal.
KOMPAS.com - Punya banyak rencana tapi kesulitan mewujudkan? Bisa jadi lima hal ini peyebabnya.

1. Overplanning.

Seringkali kita merasa waktu 24 jam dalam sehari tak cukup untuk menyelesaikan berbagai aktivitas. Inilah pentingnya membuat rencana untuk menentukan prioritas.

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menentukan prioritas, bisa dalam bentuk harian, mingguan atau bulanan. Apa yang Anda pilih, yang penting adalah aksi. Jangan sampai hanya sibuk membuat rencana tapi nihil dalam pelaksanaan.

Menurut M Christian dalam bukunya "Time Management, Mengatur Waktu itu Mudah", ada dua gejala overplanning:
* Terlalu sibuk berkutat dengan rencana dan gagal mengeksekusi rencana yang sudah dibuat. Langkah kita hanya berhenti di rencana, padahal dalam manajemen waktu pelaksanaan adalah alangkah berikutnya.

* Menjadikan semua kegiatan sebagai obyek rencana. Merencanakan semua hal yang akan dijalani memang perlu, tapi jangan lupa, ada kalanya kita juuga harus bersiap menghadapi hal-hal tak terduga.

2. Misplanning.

Kesalahan perencanaan adalah kesalahan kedua dalam manajemen waktu. Kesalahan perencanaan ini bisa terjadi dalam berbagai bentuk, di antaranya salah informasi. Ini terjadi karena informasi yang dikumpulkan tidak lengkap dan tidak tepat. Padahal informasi yang akurat adalah kunci utama mencapai keberhasilan mengatur waktu.

Kesalahan informasi ini akan berdampak panjang, seperti salah sasaran, salah penempatan sumber daya, salah penentuan waktu. Kalau yang terjadi seperti ini, sudah pasti rencana akan buyar sehingga gagal mencapai tujuan.

3. Overscheduling.Kalau kebanyakan jadwal akibatnya Anda tak memiliki me time, dan aktivitas yang Anda kerjakan juga belum tentu memiliki hasil maksimal. Mengapa? Karena Anda selalu merasa dikejar waktu dan terburu-buru.

Overscheduling akhirnya yang malah menjadi penghambat efektivitas, karena menuntut Anda melakukan banyak hal dalam waktu yang terbatas. Efek jangka panjangnya dapat menimbulkan stres dan membuat Anda merasa tak nyaman melakukan pekerjaan.

4. Overdetail.

Untuk menghindari terjadinya kesalahan, setiap detil memang perlu diperhatikan. Namun, ini bukan berarti membuat Anda menjadi berlebihan dalam memerhatikan detil. Akibatnya rencana yang seharusnya simpel dan mudah terlihat rumit dan kompleks, sehingga menjadi sulit dikendalikan.

Gejala overdetail ini mendorong Anda mencatat terlalu banyak hal, padahal bisa jadi tak semuanya penting. Dalam perencanaan manajemen waktu, ini bisa membawa efek buruk. Pertama akan membuat Anda kehilangan pegangan untuk membedakan mana yang utama dan mana kurang penting.

Terlalu detil juga cenderung membuat Anda menyamakan semua hal, sehingga tak jarang membuat pekerjaan mudah terasa menjadi lebih rumit. Kedua, sikap tersebut akan membuat Anda sulit bersikap fleksibel, sehingga saat menghadapi hal-hal tak terduga Anda akan merasa sedang menghadapi masalah besar.

5. Delaying.

Sikap suka menunda bisa dibilang tidak disiplin. Ini adalah pengganggu utama dalam manajemen waktu. Tanpa kedisiplinan dari dalam diri, manajemen waktu takkan berjalan efektif. Disiplin berarti memiliki komitmen untuk menjalani rencana sesuai misi dan tujuan yang telah Anda rencanakan.

Seringkali, ketidakdisiplinan ini muncul karena berbagai godaan yang enggan Anda hindari, misalnya menunda. Ketika Anda menunda pekerjaan, berarti menunda sehari untuk mencapai tujuan.

Untuk menghindari ini tentu Anda harus memiliki motivasi kuat dari dalam diri. Kalau rasa malas melanda, yang perlu diingat adalah saat Anda menandai satu dari daftar yang harus dilakukan itu berarti Anda semakin mendekati tujuan.

Jadi, mulai sekarang singkirkan hal-hal yang mengaganggu konsentrasi dan fokus pada tujuan awal yang sudah Anda rencanakan.

(Majalah Chic/Bestari Kumala Dewi)


Editor :
wawa
 
http://female.kompas.com/read/2012/12/12/09371441/5.Pengacau.Manajemen.Waktu