Tuesday, May 8, 2012

5 Langkah Dirikan Startup Digital Tanpa Pengetahuan Teknis

Views :578 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 08 Mei 2012 11:01
startup0512Kini banyak mahasiswa dan pelajar yang tergugah untuk mendirikan bisnis sejak muda. Motivasinya bermacam-macam. Dari ingin sesukses Steve Jobs atau Bill Gates, sampai keinginan untuk hidup lebih Mandiri di usia muda.

Melihat bagaimana sukses yang dinikmati oleh Jobs dan Gates, tak heran makin banyak mahasiswa dan pelajar yang bermunculan menjadi entrepreneur startup digital yang lebih berfokus pada teknologi.

Nah jika Anda adalah seorang pelajar dan ingin mencoba peruntungan atau sudah yakin bahwa ini passion Anda, mengapa tidak memulainya dari sekarang? Akan tetapi, jangan khawatir, bila Anda sama sekali tak berpengalaman dalam ilmu komputer, pemrograman, pengkodean, dan sebagainya yang berkaitan erat dengan sisi teknis industri digital, ada 5 cara yang bisa Anda tempuh untuk tetap bisa mewujudkan ambisi Anda mendirikan startup digital yang sukses meski tak memiliki modal pengetahuan teknis yang moncer.

1. Temukan seorang pakar pengkodean (coding) untuk mewawancarai pelamar
Jangan berkhayal bahwa Anda memiliki kemampuan untuk menyamai kemampuan teknis pelamar dalam startup Anda. Anda membutuhkan seorang pakar dalam bidang pengkodean untuk mewawancarai kandidat yang akan Anda ajak bekerja nantinya. Peran Anda dalam proses wawancara hanyalah mengevaluasi kecocokan budaya (temukan seseorang yang Anda sukai) dan kemudian sodorkan kandidat yang tersisa pada pakar tersebut.

Temukan pewawancara/ pakar yang sudah berpengalaman yang kemampuannya sudah teruji dalam perusahaan digital besar atau berkemampuan teknis yang sudah divalidasi oleh pihak ketiga secara objectif dan tepercaya. Bila tak memiliki orang atau kenalan semacam itu, dipastikan Anda akan kepayahan. Bila Anda hendak memulai sebuah startup digital, Anda harus mengenal dan berhubungan baik dengan setidaknya satu orang berbakat dalam industri itu. Jadi, kini saatnya membangun jejaring itu dan pelihara hubungan baik dengan mereka sebisa mungkin.

Jangan hanya puas dengan pewawancara yang 'cukup baik'. Anda mempertaruhkan masa depan startup Anda dalam pundaknya. Orang ini akan membuat keputusan terpenting dalam pondasi kehidupan startup Anda. Jadi jangan berkompromi dalam hal kualitas.

Namun demikian, jangan mencoba untuk membina hubungan pertemanan palsu atau kurang tulus dengan orang-orang berbakat hanya untuk memanfaatkan mereka secara gratis. Itu akan menghancurkan Anda pada akhirnya nanti. Apa yang Anda bisa lakukan ialah menempatkan diri pada situasi terbaik untuk membangun hubungan pertemanan yang tulus dan jujur. Atau Anda harus katakan secara gamblang pada mereka dengan menemukan mereka di LinkedIn dan menyatakan bahwa Anda menyewa jasa mereka dan membayarnya setelahnya.

2. Kumpulkan pelamar berkualitas
Sebelum Anda memilih satu kandidat, Anda perlu memiliki sekumpulan orang yang bisa dipilih. Gunakan layanan situs-situs pencari orang berbakat: oDesk.com, elance.com,craigslist.org,authenticjobs.com. Anda juga perlu memperluas jejaring dalam berbagai ajang atau pertemuan yang relevan. Biasanya dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk ini sebelum menemukan kandidat yang tepat.

3. Wawancarai dengan cara yang tepat
Terdapat banyak strategi wawancara dan biasanya hanya ada satu yang berhasil secara terus menerus.Aturlah agar si pewawancara duduk (baik tatap muka atau secara virtual) dan menyaksikan kandidat melakukan koding.
Anda akan menguji kemampuan koding mereka secara real time, bukan kemampuan untuk menjawab pertanyaan atau kemampuan presentasi secara memukau.

4. Mulai dengan cepat dan tak segan mencari kembali
Jika seorang kandidat sudah menjalani semua proses interviu tetapi gagal dalam menangangi pekerjaan, jangan segan untuk mencari orang lain dan memulai proses perekrutan. Sampai Anda mendapatkan investor yang nyata dan stabil, tidak ada tekanan untuk terburu-buru. Bahkan jika hal itu memperlambat perkembangan usaha Anda dalam jangka pendek, Anda akan lega sudah melakukannya.

5. Berikan ekuitas setelah pembuktian
Berusahalah untuk memotivasi kandidat yang terpilih dan berkomitmen dalam sukses Anda, Anda harus memberikan ekuitas yang berarti pada perusahaan. Hal ini bukan sesuatu yang bisa dicapai dalam waktu singkat.
Isu kepemilikan usaha juga perlu dirundingkan tetapi kisarannya hanya 3-10% sudah memadai jika ia mengambil gaji dan Anda mendanai perusahaan dengan uang sendiri dari awal.

Selain 5 langkah di atas, sejumlah catatan yang perlu diketahui misalnya:
  • Jangan mempekerjakan seseorang yang hanya mau bekerja paruh waktu. Anda mau seseorang bekerja dengan sepenuh hati untuk proyek Anda. Jika itu tidak bisa dipenuhi kandidat Anda, kemungkinan mereka akan kesulitan untuk menunjukka kinerja terbaik dan komitmen tertinggi pada bisnis Anda.
  • Hindari godaan untuk menggunakan jasa pengembang yang premium. Tarifnya cukup tinggi dan belum pasti menjamin keberhasilan usaha.
  • Jangan membaca blog atau situs bertema developer atau pengembang dan berpikir Anda mengetahui bahasa atau solusi yang tim developer Anda seharusnya gunakan dalam proyek Anda. Tak mengapa jika Anda hendak mempresentasikan ide-ide untuk tim Anda tetapi jangan berdebat dengan developer utama Anda untuk satu ide tertentu hanya karena startup lain melakukan dan menerapkan ide itu. Ijinkan developer utama Anda untuk membuat keputusan yang tepat bagi proyek Anda karena ia memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih tepercaya.(Ian Crosby/ *AP)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/16664-5-langkah-dirikan-startup-digital-tanpa-pengetahuan-teknis.html

Monday, May 7, 2012

Bisnis dan Kreativitas

Bisnis dan Kreativitas
| Erlangga Djumena | Senin, 7 Mei 2012 | 07:49 WIB

SHUTTERSTCOK.COM

KOMPAS.com - Obral produk sepatu dan sandal Crocs pernah membuat fenomena. Produk dengan rupa-rupa model ini sukses menggelar obral (sale) beberapa waktu lalu. Obral yang dilakukan sebetulnya tidak banyak berbeda dengan sebelumnya. Akan tetapi, karena varian yang ditawarkan menarik, pembeli tetap penuh sesak. Mereka rela antre beberapa kilometer di mal untuk mendapatkan Crocs.

Selain Crocs, ada beberapa merek yang melakukan obral. Misalnya Gucci, Burberry, Zara, dan Ermenegildo Zegna. Semua meraih kesuksesan. Ada banyak faktor penyebab kesuksesan ini, di antaranya cara mengemas obral, potongan harga yang ditawarkan, serta lokasi dan pelayanan pengunjung di lapangan.

Banyak juga perusahaan yang menggelar obral, tetapi sama sekali tidak sukses. Penyebabnya, komoditas yang ditawarkan tidak menggetarkan minat membeli, lokasi tidak representatif, dan penyelenggara obral tidak mampu mengaduk emosi publik. Jadilah obral itu sepi pengunjung.

Menghadapi persaingan usaha yang amat keras seperti tampak saat ini, semua pengendali perusahaan harus mampu menghadapi semua kondisi lapangan. Jangan latah sebab kreativitas perusahaan sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan usaha yang acap kejam.

Tidak ada ruang untuk pebisnis yang tidak kreatif. Artinya, kalau sudah ada perusahaan yang mendekati pasar dengan melakukan langgam obral, perusahaan lain hendaknya mencari langgam lain agar publik tetap memberi apresiasi tinggi kepada perusahaan tersebut.

Beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan kreatif dan inovatif sukses naik ke puncak bisnis dengan formula yang mengesankan. Beberapa perusahaan properti sukses menjalankan bisnis dengan genre baru. Perusahaan-perusahaan itu membagikan kupon agar tidak saling sikut dan mendapat hak beli berdasarkan urutan. Untuk mendapat nomor pun mesti menyetor tanda jadi sekian juta rupiah.

Banyak pertanyaan mengemuka berkaitan dengan antre nomor beli properti ini. Namun, seperti diutarakan Direktur Eksekutif Summarecon Serpong S Benjamin, sistem kupon dipakai karena jumlah peminat jauh lebih besar daripada unit rumah atau apartemen. Ini sebuah kemajuan hebat sebab sekian tahun lalu, ketika masih krisis, rumah bukan pilihan utama. Rumah bahkan menjadi hadiah untuk pembelian aneka barang luks, seperti mobil. Kini, rumah kembali menjadi kejaran penduduk.

Benjamin tidak sependapat dengan pandangan bahwa penjualan rumah dengan urutan kupon sebagai taktik dagang. Kupon diadakan agar tidak terjadi rebutan rumah sesama pembeli. ”Tren penjualan memang sedang naik, Kami pernah menjual rumah 400 unit, yang antre 2.500 pembeli. Penjualan selesai dalam empat jam.” ujarnya.

Kesuksesan yang diraih sejumlah pengembang di Serpong tentu bukan usaha sehari. Mereka membangun reputasi, servis, dan nilai dengan sabar selama puluhan tahun. Hasil yang diraih sekarang salah satu puncak dari usaha panjang dan kerap melelahkan pada masa-masa lalu.

Kerap kali para pebisnis terjebak dalam keinginan meraih hasil instan. Tidak lagi melihat proses. Sejumlah produk dunia, katakanlah seperti Coca Cola, Apple, Mercy, Toyota, dan Samsung, meraih kesuksesan setelah menjalani proses bertahun-tahun. Bukan hanya dalam semalam. (Abun Sanda)
Sumber :
Kompas Cetak
 
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/05/07/07493175/Bisnis.dan.Kreativitas

Hendardji Bisa 'Sulap' Sampah Jadi Uang

Hendardji Bisa 'Sulap' Sampah Jadi Uang
Fabian Januarius Kuwado | Hertanto Soebijoto | Senin, 7 Mei 2012 | 11:44 WIB

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Hendardji Soepandji

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelolaan sampah merupakan salah satu permasalahan bagi warga Jakarta. Selain berhubungan dengan kenyamanan dan kebersihan ruang publik, sampah pun bisa mengakibatkan penyakit bagi manusia. Oleh sebab itulah pengelolaan sampah jadi PR bagi calon pemimpin Ibu Kota.
Bakal calon gubernur DKI Jakarta jalur independen, Hendardji Soeapandji memaparkan tiga hal yang menyebabkan tingginya volume sampah di Ibu Kota yang tak kunjung usai. "Pertama, Perda tentang sampah yang tidak efektif dikarenakan tidak memuat sanksi hukum. Kedua, jumlah sampah yang berbanding lurus dengan pertambahan penduduk yang tidak diiringi pelayanan yang baik dari pemerintah. Dan ketiga, jumlah tempat sampah yang kurang di Jakarta," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (6/5/2012).
Dia mengatakan, jika tata kelola sampah di Jakarta dilakukan dengan manajemen yang baik, sampah-sampah tersebut bisa 'disulap' menjadi uang. Jika dia terpilih untuk memimpin Jakarta, Hendardji pun berencana melakukan kerjasama dengan pihak swasta dan melakukan pemberdayaan masyarakat untuk permasalahan yang satu ini.
"Kalau dikelola dengan baik, bagaikan sulap saja, sampah bisa jadi uang, jadi pupuk misalnya, dan sampah juga bisa menjadi sumber energi listrik. Sampah organik bisa diproses jadi pupuk, nah yang nonorganik bisa didaur ulang, kan bisa jadi industri yang menguntungkan," ujarnya.
Jakarta merupakan kota penghasil sampah terbesar. Per hari, sebanyak 6.500 ton dihasilkan oleh aktivitas warga Jakarta. Untuk itu, idealnya setiap RT di Jakarta memiliki Tempat Pembuangan Sementara (TPS) untuk sampah organik dan non organik.
"Jika ada 13.000 RT di Jakarta, maka seharusnya terdapat 26.000 tempat sampah. Pengelolaan sampah dari hulu ke hilir harus dimulai dari rumah tangga dengan memisahkan sampah organik dan anorganik," kata Hendardji.
Tak berhenti hingga disitu, dia pun berencana untuk membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di setiap wilayah di Jakarta. Menurut Hendardji, setelah setiap RT memiliki TPS, maka tiap satu jam sekali kendaraan pengangkut sampah mengambil sampah agar tidak menumpuk dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi warga.
Setelah semua mekanisme tersebut berjalan, program merangsang warga untuk meningkatkan kebersihan lingkungan pun dilakukan. "Bagi warga yang rumahnya paling bersih sesuai dengan sosialisasi dari pemerintah, maka akan dapat hadiah," katanya, namun Hendardji tidak menyebutkan jenis hadiah yang akan diberikan.
Sumber:
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/05/07/11442383/Hendardji.Bisa.Sulap.Sampah.Jadi.Uang

Kini, Daun Cengkeh Kering Diolah Jadi Minyak

BULUKUMBA
Kini, Daun Cengkeh Kering Diolah Jadi Minyak
Rini Putri | Glori K. Wadrianto | Senin, 7 Mei 2012 | 13:02 WIB

KOMPAS.com/RINI PUTRI Seorang ibu mengumpulkan daun cengkeh yang sudah kering kedalam karung untuk dijual kepengumpul yang siap diolah menjadi minyak. 
 
BULUKUMBA, KOMPAS.com - Cengkeh, merupakan komoditas yang selama ini menjadi salah satu andalan bagai sejumlah petani di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, terutama di saat musim buah. Tidak hanya buah cengkeh yang laku dijual, namun daun buah pun sangat banyak peminatnya.

Untuk daun cengkeh, terutama yang telah tua dan gugur biasanya hanya akan terbuang begitu saja di bawah pohonnya. Malah oleh pemiliknya dianggap sebagai sampah yang mengganggu keindahan dan kebersihan saja. Sehingga selama ini daun cengkeh tersebut dibuang atau dibakar agar kebun cengkeh mereka tetap bersih.

Namun, dalam enam bulan terakhir ini, daun cengkeh yang telah menguning dan berguguran ke tanah dicari dan dikumpulkan warga. Sebab, daun-daun cengkeh tua tersebut sudah menjadi barang yang sangat berharga, sehingga tidak lagi dianggap sampah.

Mereka rela mengumpulkan satu persatu daun cengkeh yang berserakan di bawah pohonnya, karena ternyata saat ini banyak pedagang yang mau membeli daun cengkeh tersebut dengan harga berkisar Rp 500 per kilo. Demikian dikatakan Asmi, salah satu pemilik kebun cengkeh di Bulukumba, Minggu (6/5/2012).

Daun cengkeh tua, tenyata dapat di produksi untuk mendapatkan minyaknya yaitu minyak daun cengkeh (clove leaf oil) dengan cara proses penyulingan seperti yang dilakukan oleh sejumlah warga di Desa Bonto Bontoa, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba.

Demi menghasilkan minyak cengkeh, mereka hanya membutuhkan peralatan yang terbilang sederhana yaitu berupa tungku perapian, yang di atasnya terdapat sebuah ketel berukuran satu ton, serta pipa-pipa yang berguna untuk menyalurkan uap minyak yang dihasilkan dari penyulingan.

Biasanya, kata Ambo Endre, salah satu pekerja pabrik penyulingan, pemilik penyulingan mengupah setiap pekerjanya Rp 10.000 untuk satu kilogram minyak yang dihasilkan. Minyak cengkeh tersebut lantas dijual ke pada para agen, dengan harga Rp 60 hingga Rp 70 ribu per kilo.

"Minyak daun cengkeh ini memiliki kegunaan yang cukup beragam, tidak hanya untuk minyak urut, namun juga untuk kosmetik, bahan makanan dan minuman, parfum, farmasi, malah sebagai bahan peledak dan minyak pesawat ulang alik. Sehingga tidak heran minyak daun cengkeh tersebut juga dijadikan sebagai barang ekspor dengan harga yang cenderung stabil," jelas Ambo di sela-sela kesibukannya mengolah daun cengkeh.

Selain untuk membuat minyak dan pengganti kayu bakar, lanjut Ambo, bekas hasil sisa hasil pembakaran daun cengkeh ini juga bisa digunakan sebagai kompos, sehingga tidak ada daun yang dibuang.

Sumber:
http://regional.kompas.com/read/2012/05/07/13024933/Kini..Daun.Cengkeh.Kering.Diolah.Jadi.Minyak

Menjahit laba dari pesanan kebaya

TAWARAN KEMITRAAN BUSANA: KEBAYA

Menjahit laba dari pesanan kebaya


Menjahit laba dari pesanan kebaya

Kebaya tetap diminati di kalangan perempuan Indonesia. Tak hanya ibu-ibu, kalangan remaja juga banyak mengenakan kebaya. Lantaran banyak diminati, Rumah Kebaya menawarkan kemitraan senilai Rp 80 juta. Omzet mitra diperkirakan Rp 50 juta-Rp 60 juta per bulan.

Sejak abad ke-15, kebaya sudah menjadi busana khas perempuan Indonesia, terutama perempuan Jawa. Busana ini terdiri atas baju atasan yang dipadu dengan kain. Hingga saat ini, kebaya tetap disukai para wanita. Ragam kebaya sekarang pun semakin modis dan trendi.

Berbeda jauh dengan desain kebaya sebelumnya, kebaya masa kini desainnya beragam, lebih modis dan modern, sehingga bisa dikenakan pada acara apa pun. Penggemarnya pun tak lagi hanya ibu-ibu, kalangan remaja juga menyukai pakaian kebaya.

Tren seperti itu tentu memicu permintaan kebaya. Peluang itu juga yang ditangkap oleh Robertus Nico, pemilik butik Rumah Kebaya di Sidorajo, Jawa Timur. Merintis usaha sejak tahun 2005, ia mulai menawarkan kemitraan di bulan Maret 2012 ini.

Ia mengaku membuka kemitraan karena banyak pelanggannya yang mencari cabang Rumah Kebaya di daerah mereka, seperti Semarang atau Jakarta. "Banyak pelanggan tanya kenapa belum ada butik Rumah Kebaya di daerahnya," ujar Nico.

Pelanggan Rumah Kebaya bukan hanya dari Surabaya atau Jawa Timur. Banyak juga dari daerah lain, seperti Semarang, Jakarta, Medan, dan Balikpapan. Pelanggannya juga lintas profesi, mulai dari artis lokal hingga pejabat di daerah dan pusat.

Ia mengklaim, kebayanya diminati karena mengedepankan konsep eksklusif. Selain menyediakan desain sendiri, pelanggan bisa ikut menentukan model kebaya yang diinginkan. "Bahkan, desain kebayanya boleh jadi hanya pelanggan itu yang memilikinya," ujar Nico.

Kebaya buatan Nico dibanderol mulai Rp 3,5 juta hingga Rp 8 juta ke atas. Nah, dalam kemitraan ini, Rumah Kebaya menawarkan paket investasi Rp 80 juta. Paket ini sudah termasuk biaya kemitraan Rp 35 juta, paket produk senilai Rp 30 juta, desain interior, training sumber daya manusia, serta kebutuhan promosi untuk pembukaan butik. Namun mitra perlu menyiapkan tempat usaha sendiri. “Ya minimal sewa di ruko-ruko itu ya,” tandasnya.

Dengan target penjualan 12 gaun kebaya per bulan, rata-rata omzet yang bisa diraup mitra berkisar Rp 50 juta-Rp 60 juta per bulan. Menurut Nico, mitra bisa mendapatkan laba bersih sekitar 15% dari omzet. Dengan laba bersih sebesar itu, mitra bisa balik modal di bulan ke delapan.

Amir Karamoy, Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia menilai, prospek kemitraan Rumah Kebaya cukup menjanjikan. Cuma, ia menyarankan agar Rumah Kebaya berani membuka cabang di Jakarta atau kota besar lainnya. Jika Rumah Kebaya berani membuka cabang di kota besar, niscaya mereka akan bisa meraup omzet lebih besar ketimbang di daerah. Soalnya, pasar di kota besar cukup menjanjikan untuk bisnis ini. “Harga kebaya itu Lebih cocok dengan kantong orang kota,” jelas Amir.

Bagi calon mitra, ia menyarankan untuk fokus mengikuti pelatihan dari kantor pusat, agar bisnisnya lancar.

Rumah Kebaya
Deltapuspa 122
Deltasari Baru - Waru, Sidoarjo, Jawa Timur
Telp: 031 8554216, HP: 0819 1324 0740

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/menjahit-laba-dari-pesanan-kebaya

Sunday, May 6, 2012

Kunci Sukses Menguasai Pasar

Views :394 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 06 Mei 2012 07:28
marketldr0212Saat ini persaingan bisnis semakin ketat. Untuk itu perlu bagi para pelaku bisnis dalam menyusun strategi handal dalam memenangi pasar.

Konsultan Marketing Simon Jonatan mengungkapkan dalam rangka memenangi pasar di tengah dunia yang terus berubah karena globalisasi terdapat setidaknya empat kunci sukses. Apabila keempat kunci tersebut diterapkan secara maksimalm kemungkinan besar pebisnis akan meraih hati konsumen. Keempat strategi tersebut antara lain:

1. Awareness:
yang termasuk dalam poin ini adalah iklan yang gencar untuk membangkitkan kesadaran terhadap produk tersebut bagi konsumen.

2. Attractiveness:
apakah produk tersebut menarik. Harus ada sesuatu yang berbeda dipandingkan produk lain yang diproduksi kompetitor.

3. Availability: apakah produk juga dilengkapi oleh ketersedian yang menunjung. Misalnya, produk rumah dilengkapi dengan akses yang mudah dan strategis.

4. Affordability: untuk menarik konsumen, penjualan produk disertai dengan berbagai macam potongan harga maupun kredit ringan sehingga dapat dijangkau semua lapisan masyarakat.

Kunci-kunci sukses di atas dapat meningkatkan brand of mind konsumen. Hal ini penting karena kalau konsumen mau membeli sesuatu, di otaknya sudah mengingat satu produk yang dipercaya dan terjangkau. (*/entrepreneur.com/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/16602-kunci-sukses-menguasai-pasar.html

Inilah 5 Alasan Terbaik Berbisnis

Views :615 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 06 Mei 2012 07:08
memulai_usaha0212Ada banyak cara untuk mendapatkan penghasilan, baik bagi pria ataupun wanita. Mulai dari bekerja di sebuah perusahaan, memiliki saham, menjadi distributor barang, termasuk membuka sebuah usaha bisnis milik sendiri dan masih banyak lagi. Membuka sebuah usaha bisnis atau lebih sering menggunakan istilah wirausaha adalah peluang yang bagus, tak hanya sebagai media untuk memperoleh pendapatan sendiri dengan Mandiri, ada alasan lain mengapa Anda bisa memilih untuk berwirausaha.

1. Pendapatan tak terbatas

Inilah yang menyenangkan dari memulai bisnis dari diri Anda sendiri, Anda akan memperoleh pendapatan yang tak terbatas. Berbeda dengan bekerja pada perusahaan atau orang lain di mana pendapatan Anda sudah ditentukan besarnya setiap bulan. Kenaikan gaji memang ada, tetapi butuh waktu yang sangat lama, dan bila melihat kecenderungan di Indonesia, mayoritas perusahaan akan menaikkan gaji seiring dengan kenaikan harga barang-barang atau setelah ada pembaruan nilai upah minimun, sehingga kenaikan tersebut akan terasa sama saja.

2. Tak perlu menunggu promosiBosan menunggu bertahun-tahun untuk mendapat promosi kenaikan jabatan padahal sudah melakukan yang terbaik untuk pekerjaan Anda? Dengan membuka usaha bisnis, Anda tidak perlu berlama-lama menunggu promosi kenaikan jabatan, karena secara otomatis, Anda sudah menjadi bos bagi diri sendiri dan orang-orang yang akan bekerja untuk Anda saat bisnis semakin maju dan besar. Kenapa tidak? Semua orang bisa menjadi bos dan memulainya dengan skala yang kecil terlebih dahulu.

3. Mengembangkan hobiCara terbaik untuk memulai bisnis adalah melihat apa hobi Anda, karena dari sana Anda akan melihat banyak peluang untuk membuka sebuah bisnis. Anda suka masak, senang menggambar, hobi menjahit dan hobi-hobi tersebut mendapat respon serta pujian dari orang-orang sekitar Anda, nah tunggu apalagi? Tak ada yang lebih menyenangkan selain melakukan hobi dan mendapat penghasilan sebagai bonusnya. Banyak wirausaha yang sukses karena menekuni sebuah hobi yang tampak kecil tetapi menjanjikan hasil yang besar.

4. Memperluas wawasanHobi bukan satu-satunya hal yang akan mengantar Anda untuk sukses. Saat Anda sudah membuka sebuah bisnis, akan ada banyak hal yang bisa Anda pelajari. Anda akan berhubungan dan menghadapi banyak orang, banyak watak dan banyak sifat. Anda akan belajar tentang keuangan, Anda akan belajar bagaimana membuka peluang baru, Anda akan belajar memperlakukan karyawan dengan baik. Dan masih banyak lagi pelajaran yang akan Anda terima, jauh lebih menyenangkan dari sekedar teori.

5. Impian Anda tercapai

Dan dari semua hal yang menyenangkan di atas, impian Anda tercapai. Coba Anda hitung berapa banyak orang yang mengatakan, "Aku pingin banget punya usaha pakaian, tapi nggak ada modal," atau "Waktu masih muda dulu, impian saya punya usaha mebel, tapi karena dulu terpaksa kerja di kantor, impian tinggal impian,". Sekarang, keputusan di tangan Anda. Jangan takut untuk memulai dan merancang bisnis dari hal-hal yang kecil, karena dari sana ada sebuah peluang tersembunyi. Saat Anda tercapai, siapa tahu Anda juga telah mewujudkan mimpi orang lain. (*/vemale.com/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/16599-inilah-5-alasan-terbaik-berbisnis.html