Saturday, March 3, 2012

4 Hal yang Bisa Dipelajari Entrepreneur dari Warren Buffett

Views :1677 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 03 Maret 2012 10:25
warren_buffetWarren Buffett dengan Berkshire Hathaway-nya baru saja merilis laporan untuk para pemegang sahamnya. Banyak yang bisa kita pelajari dari laporan tersebut mengenai bagaimana menjadi entrepreneur yang lebih kampiun dalam berbisnis.
Inilah 4 poin yang bisa kita pelajari dari Buffett sebagaimana disarikan dari laman PandoDaily.com (3/3).

Temukan dan kembangkan kelebihan kompetitif

Buffett terkenal dengan kemampuannya menemukan perusahaan-perusahaan yang memiliki perlindungan kompetitif untuk memungkinkan mereka bertumbuh dan berkembang dengan cepat dalam jangka panjang dan melinkdungi mereka dari persaingan.
Coca Cola salah satu contoh terbaik dalam portofolio Berkshire. Brand ini sangat ikonik dan kuat dan brand lain sangat sulit menggoyang posisinya. Contoh lain kelebihan kompetitif ialah Apple yang kualitas produk dan brandnya saling memperkuat. Semua itu menciptakan pengguna fanatik yang mengasingkan mereka dari pasar yang penuh dengan brand lain yang sekuat tenaga merebut hati mereka ini. Facebook dan Google juga contoh kelebihan kompetitif yang lain.

Bangun dan motivasi tim Anda

Jadikan ini sebagai prioritas utama. Buffett menunjukkan bahwa ia bersedia untuk menyisihkan waktu demi mengenal timnya dengan baik dan memandang prospek untuk berbagai bisnis sebagai sebuah fungsi dari kekuatan para manajernya. Intinya, bangun sebuah tim yang unggul dan hal-hal hebat bisa terjadi selanjutnya.

Perusahaan sukses seperti Google dikenal dengan proses rekrutmen yang sangat selektif. Dan korelasi antara orang yang hebat dengan penciptaan nilai adalah sangat erat sekali.

Ukur kinerja secara konsisten dan jangan takut akui kesalahan

Dalam laporan, Buffett tak hanya menyombongkan prestasinya, ia juga dengan ksatria mengakui kegagalan-kegagalannya. Ia juga mengakui salah prediksi mengenai tren terbaru di dunia bisnis seperti perbaikan dalam sektor perumahan.
Entrepreneur sejati mampu mengenali tantangan dan dengan tegas memecahkannya. Selain itu ia juga menggunakan sebuah standar penilaian kinerja yang transparan dan ajeg. Buffett membandingkan nilai pembukuannya dengan Standard & Poor's 500 selama 47 tahun terakhir ini. Hanya dengan konsistensi kinerja bisa diukur dengan lebih akurat.

Berpikir jangka panjang dan setia dengan visi Anda bahkan jika dianggap kuno

Buffett mengingatkan kita bahwa kunci menuju sukses ialah fokus pada investasi 'aset produktif', yaitu perusahaan-perusahaan yang bisa tumbuh tanpa membutuhkan modal tambahan dalam jumlah besar.

Perusahaan-perusahaan seperti itulah yang secara efisien menghasilkan barang dan jasa yang secara konsisten dibutuhkan konsumen meski di saat krisis sekalipun.

Ia hindari aset tak produktif, yaitu hal-hal yang tak menghasilkan hal lain yang berguna tetapi hanya berharap akan dibeli dengan harga yang lebih tinggi di masa depan seperti emas. Ia juga menegaskan fenomena bubble di saham Internet sebagai contoh serupa di mana kelebihan yang sangat tinggi terjadi karena ide yang awalnya masuk akal dengan harga yang makin naik dan dipublikasikan dengan baik. Karena mengetahui bahwa bubble akhirnya akan pecah juga, ia melewatkan peluang untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang menghasilkan untung cepat tetapi strategi ini ialah dengan fokus pada aset produktif saja dan ia terjebak dengan aset produktif itu selama hampir 50 tahun.

Entrepreneur sejati tidak mencari validasi dari dunia luar terlalu sering, mereka justru seharusnya mempercayai naluri diri sendiri dan jangan mengkhianati visi utama. Steve Jobs adalah contoh yang sempurna. Ia ditendang dari perusahaan yang ia dirikan , bergabung kembali saat perusahaan itu hampir kolaps dan bangkrut dan tak pernah sedetik pun mengabaikan visinya semual mengenai bagaimana Apple akan menjelma di masa datang.

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/14924-4-hal-yang-bisa-dipelajari-entrepreneur-dari-warren-buffett.html

4 Cara Melebihi Ekspektasi Klien

Views :939 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 03 Maret 2012 12:57
buyersbillboardMenyenangkan klien bukan lagi hal yang baru dalam semua kegiatan ekonomi modern. Melebihi ekspektasi konsumen dan klien Anda bisa membuat perbedaan mencolok mengenai prospek perusahaan Anda di masa datang. Gunakan 4 kiat berikut ini untuk melebihi harapan klien dan konsumen Anda dan merebut hati mereka untuk seterusnya.

  1. Kalahkan tenggat waktu: Selesaikan waktu sebelum batas akhir pengerjaan memberikan waktu yang lebih leluasa bagi si klien dan juga menunjukkan efisiensi dan perhatian Anda kepada mereka yang tinggi. Saat menyetujui sebuah kesepakatan kerja, pilihlah yang bisa Anda kerjakan dengan baik dan cepat.
  2. Tanyakan pertanyaan yang proaktif: Klien memberikan apresiasi saat Anda bertindak sebagai mitra dalam pemikiran dan mendemonstrasikan betapa Anda memperhatikan proses dan kecepatan dalam memberikan hasil terbaik bagi mereka.
  3. Ketahui saatnya untuk menunda: Penundaan itu penting tetapi jika terlalu sering menunda akan menempatkan Anda sebagai pembantu yang disewa. Berperilakulah dengan percaya diri di depan klien. Tunjukkan kehangatan tetapi sembari mempertahankan profesionalisme sehingga Anda layak diperlakukan sebagai mitra yang kompeten bukan cuma seorang pesuruh.
  4. Berikan masukan. Setiap proses bisa diperbaiki. Dan Anda berada dalam posisi yang unik untuk memberikan masukan. Jika keadaannya tepat , jangan ragu untuk berikan kritik yang membangun dan bermakna bagi klien.
(Diadaptasi dari "Four Ways to Exceed Clients' Expectations" oleh Steven DeMaio)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/53-pelayanan-konsumen/14921-4-cara-melebihi-ekspektasi-klien.html

Friday, March 2, 2012

10 Hal yang Tidak Ingin Pelanggan Dengar

Views :759 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 02 Maret 2012 11:06
Pikirkan kembali percakapan terakhir saat Anda belanja. Sayangnya, kemungkinan besar petugas penjualan yang berbicara dengan Anda tentang produk atau layanan mereka menggunakan bahasa yang mungkin mengejutkan, agak menyusahkan, atau membuat Anda amat jengkel hingga membuat Anda bersumpah tidak akan berbelanja di tempat itu lagi.

customer_serviceSekarang pikirkan tentang kata-kata yang Anda dan rekan-rekan Anda gunakan saat berbicara dengan pelanggan yang potensial. Hal apa yang Anda katakan yang menyinggung perasaan pelanggan? Apa yang seharusnya anda katakan?

Inilah sepuluh kesalahan bahasa yang paling lazim disertai kometar dan saran apa yang sebaiknya Anda dan staf Anda katakan:

1. "Saya terkejut Anda belum pernah mendengar tentang produk kami."

Mengapa kata-kata itu kurang tepat: Hal itu terdengar merendahkan diri, sombong, dan menghina. Kalimat itu menyiratkan bahwa orang tersebut tidak memiliki cukup pengetahuan.
Kata-kata yang lebih tepat: "Karena Anda mengatakan produk kami kurang familiar bagi Anda, saya akan menjelaskan sebentar pada Anda tentang produk kami dan menjawab pertanyaan yang Anda ajukan."

2. "Itu bukan bagian pekerjaan saya."

Mengapa kata-kata itu kurang tepat: Anda tidak hanya menghindari penanganan masalah pelanggan, tetapi juga tidak memberikan solusi apa pun pada orang lain.
Kata-kata yang lebih tepat: "Saya tahu siapa yang dapat menolong Anda untuk mengatasi masalah ini, dan saya akan memperkenalkan Anda pada orang tersebut."

3. "Maaf, sudah waktunya tutup, jadi saya tidak dapat berbicara dengan Anda sekarang ini."

Mengapa kata-kata itu kurang tepat: Ini menunjukkan bahwa Anda bekerja dengan patokan jam, tidak berdasarkan komitmen kepada kebutuhan
konsumen.
Kata-kata yang lebih tepat: "Seperti yang Anda lihat, toko sudah tutup sekarang, tetapi saya akan dengan senang hati di sini sebentar hingga kami memenuhi kebutuhan Anda."

4. "Untuk menjadwal pengiriman, mari kita lihat apakah saya akan berada di dekat tempat tinggal Anda minggu depan."

Mengapa kata-kata itu kurang tepat: Hal itu menunjukkan bahwa kenyamanan Anda adalah faktor penentu dalam penjadwalan, bukan kenyamanan pelanggan.
Kata-kata yang lebih tepat: "Baiklah, kami dapat mengirim ini pada Anda minggu depan. Kiranya hari apa dan jam berapa?"

5. "Anda adalah orang pertama yang mengeluh tentang layanan kami."

Mengapa kata-kata itu kurang tepat: Hal itu menyiratkan bahwa pelanggan merupakan orang yang suka menggerutu dan pembuat masalah, dan perusahaan Anda tidak mungkin membuat kesalahan."
Kata-kata yang lebih tepat: "Meskipun kami mendengar banyak pujian tentang layanan kami, kami mengetahui bahwa terdapat banyak celah untuk menjadi maju, sehingga kami berterimakasih karena Anda sudah melaporkan masalah ini."

6. "Katakan nama Anda sekali lagi dan masalah apa yang dialami."

Mengapa kata-kata itu kurang tepat: Hal ini menunjukkan bahwa Anda tidak mendengarkan secara cermat, dan hal ini akan membuat jengkel sang pelanggan yang sudah merasa kecewa.
Kata-kata yang lebih tepat: "Nyonya Adams, berdasarkan apa yang saya tangkap dari pernyataan Anda, penyejuk udara di mobil Anda tidak bekerja dengan baik. Benar?"

7. "Jika Anda membeli barang ini, Anda akan membantu saya memenuhi kuota penjualan bulan ini."

Mengapa kata-kata itu kurang tepat: Perkataan itu membuat Anda terdengar berhasil secara marjinal, dan mencerminkan bahwa Anda lebih cenderung untuk memanfaatkan pelanggan daripada membuat diri Anda berguna bagi pelanggan.
Kata-kata yang lebih tepat: "Barang ini cukup populer bulan ini, dan kami dengar banyak konsumen yang telah menginstalnya merasa puas."

8. "Lewat pintu di sana, belok kiri, naik lift, dan Anda akan berada di lantai di mana kami menerima barang-barang yang dikembalikan."

Mengapa kata-kata itu kurang tepat: Banyak orang merasa bingung tentang arah, dan jika pelanggan tersesat, Anda hanya akan menambah kejengkelannya.
Kata-kata yang lebih tepat: "Ijinkan saya memberitahu manajer saya bahwa saya akan membawa Anda ke petugas yang dapat membantu Anda mengembalikan barang ini."

9. "Ya Tuhan, saya hampir saja tidak sampai di sini pada waktunya-- harus menitipkan anjing ke dokter hewan, lalu lintas parah, dan sakit kepala saya memburuk."

Mengapa kata-kata itu kurang tepat: Pelanggan tidak tertarik dengan masalah Anda, karena mereka bergantung pada Anda untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri.
Kata-kata yang lebih tepat: "Selamat pagi, senang bertemu Anda."
Itulah yang perlu dikatakan mengenai diri sendiri dan bagaimana Anda tiba.

10. "Itu melanggar kebijakan kami."

Mengapa kata-kata itu kurang tepat: Pelanggan tidak mau berhadapan dengan birokrasi yang kaku tetapi mau bertemu dengan staf penjualan yang peduli untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan yang belum terpenuhi.
Kata-kata yang lebih tepat: "Meski peraturan kami sebenarnya tidak memperbolehkan hal ini, saya yakin kita dapat menemukan cara lain untuk menampung permintaan Anda."

Saran penutup: Berikan daftar ini pada staf Anda atau diskusikan saat rapat karyawan. Gunakan daftar ini sebagai batu loncatan untuk  diskusi. Tantang kelompok Anda untuk mengenali perkataan menyinggung yang lain dan bersepakatlah tentang pengganti komentar yang kurang sesuai tadi. Pelanggan Anda akan menyambut suasana kesopansantunan dan perhatian baru yang menyegarkan, sesuatu yang meresap ke dalam pikiran satuan kerja Anda.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/53-pelayanan-konsumen/14884-10-hal-yang-tidak-ingin-pelanggan-dengar.html

SENTRA BUAH ALKESA, BANDUNG

Bertandang ke sentra buah langka alkesa (1)

Bertandang ke sentra buah langka alkesa (1)

Buah Alkesa adalah salah satu jenis buah yang sudah mulai langka. Jadi jangan heran bila banyak orang belum pernah melihat dan mengenal buah ini. Tapi, jika Anda pergi ke Bandung lewat Puncak, sebelum masuk daerah Padalarang, di sepanjang Jalan Raya Cipatat, Anda masih bisa menemukan buah ini di pinggir jalan. Di sana berjajar sekitar 20 kios pedagang buah alkesa di sebelah kiri dan kanan jalan.

Alkesa punya nama latin Pouteria campechiana. Tanaman ini termasuk jenis sawo-sawoan, yang tinggi pohonnya bisa mencapai 10 meter. Warna buahnya kuning bersih.

Para pedagang di Kampung Margaluyu, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat ini, lebih mengenal buah ini sebagai sawo walanda. Maklum, pohon sawo yang berasal dari Guatemala, Meksiko ini banyak ditemukan di gedung-gedung peninggalan Belanda.

Muhammad Yayat, 56 tahun, pemilik salah satu kios sawo di Margaluyu, Jalan Raya Cipatat menceritakan, sentra penjualan buah alkesa mulai pada awal tahun 2000-an. Awalnya hanya ada sekitar tiga kios pedagang sawo. Mereka berasal dari daerah Citatah.

Namun, karena banyak pembeli, terutama pengendara yang melintas dari Puncak menuju Bandung, masyarakat di sekitar Margaluyu pun ikut berbondong-bondong berdagang buah alkesa. Mereka memperoleh buah dari beberapa daerah seperti, Cikalong Wetan, Cirawa, dan Rajamandala, Jawa Barat.

Yayat sendiri sudah berdagang alkesa selama delapan tahun. Ia merasakan penjualan saat ini tidak seramai penjualan delapan tahun silam. Maklum, kini ia harus berbagi rezeki dengan pedagang lain.

Yayat menjual alkesa seharga Rp 20.000 per ikat. Satu ikat terdiri dari 10 buah hingga 12 buah alkesa. Dalam sehari, di satu kios Yayat bisa menjual rata-rata tujuh sampai delapan ikat, sehingga ia meraup omzet sebesar Rp 160.000 per kios.

Nah, di tempat ini ia punya tiga kios, yang dijaga oleh anak dan istrinya. Alhasil tiap bulan omzet tiga kios ini bisa mencapai Rp 14 juta - Rp 15 juta. Adapun laba bersih sekitar 35% dari omzet.

Nono, 45 tahun punya pengalaman lain. Sehari ia mengaku bisa menjual rata-rata 7 ikat dengan harga Rp 20.000 per ikat. Ia baru punya satu kios karena baru berdagang enam bulan lalu. Omzet Nono per hari rata-rata Rp 140.000 atau Rp 4,5 juta sebulan. Karena kiosnya kecil laba yang ia raup hanya sekitar 25% dari omzet.

Meski mulai langka, pedagang mengaku tak kesulitan mendapat pasokan buah alkesa. Sebab, pohon alkesa berbuah sepanjang tahun. Tapi, pedagang harus membeli dari petani, menjelang buah ini matang, agar bisa tahan selama seminggu.

Pakanda (60 tahun), salah satu penjual alkesa bilang, karena tak bisa tahan lama, tak jarang ia jual obral, per ikat sekitar Rp 15.000. Rata-rata per hari ia bisa menjual sebanyak 6-8 ikat alkesa dengan omzet Rp 120.000 - Rp 150.000 per hari.

 

Sentra alkesa: Omzetnya berlipat di akhir pekan (2

Setiap akhir pekan, sentra buah alkesa di Jalan Cipatat, Jawa Barat selalu dibanjiri pembeli. Jumlah pembeli juga membeludak saat libur panjang, seperti libur sekolah, Idul Fitri, dan Natal. Alhasil, omzet pedagang melonjak. Untuk mengantipasi permintaan, mereka menstok buah dalam jumlah besar.
Sentra buah Alkesa yang berada di Kampung Margaluyu, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat biasanya ramai dikunjungi pada saat akhir pekan dan libur panjang. Maklum, di akhir pekan banyak warga Jakarta, Bogor, dan Cianjur berkunjung ke Bandung melewati puncak.
Para pedagang buah alkesa ini mangkal di sepanjang Jalan Raya Cipatat. Muhammad Yayat, pemilik salah satu kios buah alkesa bilang, setiap akhir pekan, calon pembeli yang mendatangi kiosnya melonjak hingga 100%.
"Selain akhir pekan, pembeli juga banyak berdatangan saat libur panjang, seperti liburan sekolah, Idul Fitri, Natal, dan tahun baru," ujarnya.
Pada hari biasa, Yayat hanya bisa menjual rata-rata delapan ikat buah alkesa dengan harga Rp 20.000 per ikat. Sementara di akhir pekan, ia bisa menjual hingga 25 ikat per hari.
Penjualan saat libur panjang, seperti Idul Fitri, Natal, dan tahun baru bisa lebih tinggi lagi. "Saat itu kami bisa menjual sampai 50 ikat per hari," jelasnya.
Yayat mengaku, omzetnya pada hari biasa rata-rata sebesar Rp 160.000. Di akhir pekan, bisa melonjak hingga mencapai Rp 300.000 - Rp 400.000 per hari. Yayat sendiri memiliki tiga kios. Kalau ramai, Yayat bisa mendapatkan omzet Rp 1,2 juta dalam sehari.
Berbeda lagi saat liburan panjang. Ia bisa meraup omzet dua kali dari yang didapat pada akhir pekan.
Karena pengguna Jalan Raya Cipatat cukup ramai, Yayat membuka kiosnya selama 24 jam. Jadi, praktis seluruh aktivitasnya, seperti memasak, makan, dan tidur dilakukan di kios. "Saya, istri, dan anak saya masing-masing menjaga satu kios," katanya.
Tapi, karena tidak setiap jam selalu ada pembeli, mereka pun agak santai menjajakan dagangannya. Kecuali saat akhir pekan dan liburan panjang. Bila masa libur tiba, Yayat telah memesan dua sampai sembilan kuintal alkesa dari para petani di daerah Cikalong, Jawa Barat.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi membeludaknya permintaan. Kalau tidak pesan duluan, ia bakal kesulitan mendapatkan alkesa dari petani. "Sebab sudah keduluan pedagang lain," ujarnya.
Maklumlah, hampir semua pedagang di sentra ini mengalami lonjakan permintaan di akhir pekan. Contohnya Pakanda, pedagang lain yang sudah enam tahun berjualan di sentra tersebut.
Ia bilang, saat akhir pekan bisa menjual 15-20 ikat alkesa per hari. Saat libur panjang, penjualannya malah bisa mencapai 25-30 ikat per hari. "Omzet saya di hari biasa Rp 150.000, tapi kalau akhir pekan dan liburan panjang Rp 250.000-Rp 350.000 per hari," jelas Yayat. Begitu pula Nono yang mengaku omzetnya naik dua kali lipat dibandingkan dengan hari biasa.
Untuk menarik perhatian pembeli, Pakdan selalu memajang buah yang warnanya sudah kuning. Sementara, yang masih hijau disimpan dalam karung sampai warnanya kuning. "Pelanggan lebih suka warna kuning bersih," ujarnya.

Sentra alkesa: Pedagang tanam alkesa sendiri (3)


Demi menjaga pasokan buah alkesa, beberapa pedagang buah alkesa yang mangkal di Jalan Cipatat, Jawa Barat mulai menanam sendiri pohon buah tersebut di pekarangan rumahnya. Tidak banyak yang berhasil ditanam karena budidaya buah ini sulit. Lantaran sulit, ada juga pedagang yang enggan menanamnya.

Sebagai tanaman buah langka, buah alkesa sulit ditemukan di banyak tempat, termasuk di Indonesia. Itu sebabnya, para pedagang buah alkesa yang mangkal di sepanjang Jalan Raya Cipatat, Bandung, Jawa Barat mulai menanam sendiri buah yang berasal dari Guatemala, Meksiko ini.

Hal itu dilakukan demi menjaga pasokan buah ke kios. Selama ini, untuk memenuhi pasokan, mereka sangat bergantung kepada petani buah alkesa dari desa lain, seperti Cikalong Wetan, Cirawa, Rajamandala, dan Ciranjang. Semua daerah tersebut masih berada di wilayah Jawa Barat.

Nah, belakangan, pedagang yang mayoritas berasal dari Kampung Margaluyu, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat itu mulai membudidayakan buah tersebut. Kegiatan budidaya buah ini mulai dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Awalnya, sama sekali tidak ada tanaman alkesa di kampung itu. "Saya bersama beberapa pedagang lain mulai menanam alkesa di sekitar pekarangan rumah," kata Muhammad Yayat, pemilik salah satu kios buah alkesa.

Yayat mengaku, telah menanam tiga pohon alkesa di pekarangan rumahnya. Jumlahnya baru sedikit karena membudidayakan tanaman ini memang tidak mudah. "Pohon walanda (alkesa) ini susah hidup di tempat biasa," keluhnya.

Pohon ini hanya dapat tumbuh subur di daerah subur dan dingin. Selain itu, butuh perawatan ekstra. Makanya, kebanyakan petani menanam buah ini di sekitar pekarangan rumah mereka.

Selain memudahkan perawatan, buah ini juga sulit dikembangkan di kebun. Kebanyakan jika ditanam di kebun justru menjadi layu.

Sejauh pengetahuan Yayat, tidak ada petani alkesa yang sengaja memiliki kebun khusus untuk membudidayakan buah ini. Bahkan, beberapa petani yang menjadi langganannya hanya menanam tiga sampai lima pohon di pekarangan rumahnya.

"Contohnya di Cikalong, hampir satu kampung warga di situ menanam pohon alkesa di pekarangan rumah mereka," terangnya.

Kendati jumlah pohon yang ditanam sedikit, tapi tanaman ini mampu berbuah sepanjang tahun dan tidak mengenal musim. Setelah berbuah hingga tua dan dipetik, pohonnya kembali berbunga, demikian seterusnya.

Selain itu, buah alkesa juga tergolong banyak. Dalam satu pohon yang tingginya mencapai 10 meter, bisa menghasilkan sebanyak 2 kuintal alkesa.

Sama halnya Yayat, pedagang lainnya, Nono juga mulai membudidayakan tanaman ini. Saat ini, ia telah berhasil menanam satu batang pohon alkesa di pekarangan rumahnya. Awalnya, ia menanam lima pohon. "Tapi yang berhasil hidup cuma satu pohon dan sekarang sudah mulai berbuah," ujarnya.

Menurut Nono, menanam alkesa tergolong susah. "Sebab Pohon ini tidak bisa hidup di sembarang tempat," ujar Nono.

Tapi tidak semua pedagang menanam buah ini. Contohnya Pakanda yang memilih tidak menanam alkesa. Ia tidak berminat menanam karena buah ini sulit dibudidayakan. Untuk pasokan, ia tetap mengandalkan dari para petani. "Saat ini saya sudah memiliki langganan yang setiap saat mau mengantar ke kios," ujarnya.

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/bertandang-ke-sentra-buah-langka-alkesa-1
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/sentra-alkesa-omzetnya-berlipat-di-akhir-pekan-2/2012/03/01
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/sentra-alkesa-pedagang-tanam-alkesa-sendiri-3/?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Pengertian Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD)


Views :150 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 02 Maret 2012 08:43
bei0302Modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) sering dibicarakan investor, sekuritas, dan otoritas, tentunya karena adanya peraturan yang berlaku mulai Februari ini. Lalu, apa sebenarnya MKBD itu?

Berdasarkan peraturan Bapepam-LK No.V.D.5 tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan, MKBD adalah jumlah aset lancar perusahaan efek (sekuritas anggora bursa/AB) dikurangi seluruh liabilitas (kewajiban) dan ranking liabilities (kewajiban terperingkat), ditambah dengan utang subordinasi, serta dilakukan penyesuaian-penyesuaian lain.

Dalam peraturan itu, ranking liabilities didefinisikan sebagai sejumlah kewajiban kontinjen dan kewajiban off balance sheet (di luar laporan keuangan) yang akan ditambahkan pada liabilitas sebagai faktor risiko dalam penghitungan MKBD, yang nilainya ditetapkan berdasarkan perhitungan tertentu.

Haircut dijelaskan sebagai faktor pengurang nilai pasar wajar efek sesuai dengan risikonya sebesar persentase tertentu dari nilai pasar wajar efek dimaksud.

Mengacu pada definisi itu, secara garis besar, MKBD merupakan modal minimal yang harus dimiliki perusahaan sebagai penghitungan kekuatan modal sekuritas AB berdasarkan aset dan modal perusahaan yang dikurangi komponen kewajibannya.

Bapepam-LK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menerapkan batasan MKBD yang baru mulai 1 Februari 2012.

MKBD sekuritas penjamin emisi (underwriter) dan perantara pedagang (broker) minimal sebesar Rp25 miliar atau 6,25% atau 1/16 dari kewajiban terperingkat perusahaan.

Di sisi lain, minimal MKBD perusahaan manajer investasi dibatasi sebesar Rp200 juta ditambang 0,1% dari dana kelolaan perusahaan.

Pengetatan terutama terjadi pada peningkatan sisi pengurang (haircut) dan ranking liabilities yang membuat modal perusahaan harus mengimbanginya.

Pemodal sekuritas dan manajemen perusahaan efek harus menyuntikkan tambahan modal berupa dana tunai atau aset bentuk lain untuk mengimbangi ranking liabilities-nya. (*/Bisnis)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/edukasi/14874-pengertian-modal-kerja-bersih-disesuaikan-mkbd.html

Cara Menemukan Ide Bisnis yang Sempurna

Views :311 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 02 Maret 2012 11:12
ide0302Salah satu perjuangan terberat yang harus dihadapi oleh pemilik usaha ialah menemukan jenis usaha apakah yang mereka harus mulai. Terdapat lima cara yang Anda harus selalu ingat saat mempertimbangkan ide bisnis yang berbeda-beda.

Satu dari perjuangan terberat yang saya hadapi saat memulai bisnis saya sebenarnya adalah memunculkan gagasan itu. Saya menginginkan sesuatu yang terukur dan sekaligus dibutuhkan dalam masyarakat. Saya mempertimbangkan ratusan gagasan sebelum akhirnya sampai pada usaha yang saya geluti sekarang. Selama periode penemuan ini, saya menemukan apa yang saya yakini sebagai lima konsep terpenting dalam menentukan hal apa saja yang membuat sebuah gagasan menjadi ide bisnis yang sempurna.

Jadi apakah ide bisnis yang sempurna itu? Tiap entrepreneur memiliki konsep mereka sendiri tentang apa itu sebuah usaha yang tanpa cela. Sementara Google ialah sebuah usaha yang hebat bagi para pendiri perusahaan tersebut--Google mungkin bukan usaha yang tepat bagi mereka yang tidak terlalu mengerti dan familiar dengan teknologi atau yang tidak ingin mengelola organisasi sebesar itu.

Maka dari itu, setiap usaha yang sempurna didefinisikan oleh pemilik usaha. Selalu ingatlah itu, mari kita mulai dengan lima konsep menemukann ide usaha sempurna:

Mengerti pelanggan Anda
Terasa aneh untuk memulai dengan pertanyaan "Bagaimana Anda tahu pelanggan Anda sebelum Anda memiliki gagasan yang nyata?". Jawabannya sederhana--pelanggan Anda berperan penting dalam bisnis, sehingga tanpa pelanggan, tidak akan ada bisnis. Jika Anda memiliki gagasan bisnis, jangan coba untuk mengembangkannya seputar apa yang ANDA pikir pelanggan potensial akan sukai atau butuhkan, tetapi temukan apa yang pelanggan Anda sebenarnya hendaki. Terlalu sering pemilik usaha mendapatkan gagasan dalam benak mereka dan langsung terjun tanpa pikir panjang. Namun, mereka segera mengetahui bahwa pasar target mereka tidak menghendaki apa yang ditawarkan. Menghabiskan waktu dan uang untuk proyek hanya untuk menyaksikannya melemah dan runtuh bukanlah sebuah ide bisnis yang sempurna.

Di samping itu, katakanlah Anda belum memiliki sebuah ide--turun ke pasar dan memahami pelanggan (mereka yang akhirnya akan menjadi pelanggan Anda) bisa membimbing Anda menuju ide yang sempurna. Mengetahui apa yang pelanggan potensial butuhkan dan membangun produk untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut akan membuat para pelanggan melakukan apa saja untuk mendatangi Anda--hal itulah ide bisnis yang sempurna.

Gairah
Gairah di dalam pengertian ini bukan berarti menjadi fanatik terhadap produk atau layanan Anda. Namun, hal ini berarti memiliki minat pada apa yang Anda lakukan. Anda lebih sering menghabiskan waktu selama 15-18 jam sehari bekerja mengurusi bisnis Anda pada saat permulaan--biasanya untuk 12 hingga 18 bulan pertama (lebih terasa seperti 2 tahun dalam kondisi ekonomi seperti sekarang ini). Anda harus terus menerus berpikir tentang cara-cara untuk meningkatkan dan menumbuhkan bisnis Anda serta keluar untuk mempublikasikannya di mana pun, dan kepada siapa pun. Jika Anda akhirnya memulai sebuah usaha yang Anda tidak minati, sesuatu yang tidak membuat Anda bersemangat di pagi hari, maka akan sangat sulit untuk mencurahkan waktu dan energi anda untuk berhasil, sehingga itu tidak bisa dianggap sebagai ide bisnis yang sempurna.

Pahami persaingan
Tiap bisnis punya persaingan--baik langsung atau tidak langsung. Pikirkan mengenai gedung bioskop. Mereka memiliki persaingan langsung dengan toko-toko persewaan video atau televisi rumah. Mereka juga mempunyai persaingan tak langsung dari kegiatan lain yang pelanggan lakukan untuk menghabiskan pendapatan sekali pakai mereka seperti bowling, paint ball, golf, dsb. Hal apapun yang orang lakukan di waktu senggang mereka.

Lebih lanjut lagi, beberapa pesaing tampak kejam. Artinya bahwa jika Anda mempromosikan dan menawarkan sebuah produk yang sama dengan produk mereka tetapi dengan harga yang lebih rendah, para pesaing ini hanya akan menurunkan harga mereka untuk menyamai atau mengalahkan Anda. Jika bisnis mereka sudah mapan- mereka bisa saja menjual dengan harga yang lebih rendah dari Anda, yang akibatnya bisa saja membuat Anda terdepak dari persaingan.

Bila Anda tidak mengetahui persaingan--apa yang mereka mau lakukan untuk mengeluarkan anda dari persaingan--Anda mungkin akan menghabiskan lebih banyak waktu dalam perang harga lalu menumbuhkan bisnis anda--bukan sebuah ide bisnis yang sempurna.

Arus kas
Banyak entrepreneur memasuki dunia bisnis dengan ide-ide yang hebat tetapi memiliki pemahaman yang kurang memadai tentang modal yang dibutuhkan untuk dapat melejitkan usahanya. Kebanyakan akan membuat bentuk asli produk atau layanan dan memahami apa yang dibutuhkan untuk membuat produk atau memberikan layanan tetapi mereka tidak paham mengenai modal yang dibutuhkan usahanya untuk mengatur sisa organisasinya--termasuk pemasarannya (sangat mahal tetapi sangat penting), karyawan (lebih dari sekadar gaji atau upah), asuransi atau persediaan dan semua pengeluaran kecil yang berakumulasi dengan cepat seperti telepon, internet, layanan komputer, dsb. Mengetahui semua arus kas Anda akan membantu memastikan bahwa semua biaya (variabel maupun tetap) dapat ditutup dengan bisnis--ide bisnis yang sempurna. Saya telah melihat terlalu banyak perusahaan dengan produk yang hebat tetapi gagal karena mereka tidak dapat menutup pengeluaran sederhana seperti sewa atau peralatan.

Ketahui diri Anda
Ketahui kelebihan dan kelemahan Anda. Ketahui bahwa Anda siap,mau, dan mampu untuk melakukan apa yang diperlukan dalam membuat usaha Anda berhasil. Saya hingga kini sudah bekerja dengan banyak pemilik usaha di masa lalu yang berpikir bahwa satu-satunya hal yang mereka perlu lakukan ialah memasang papan nama mereka dan selesai sudah. Oleh karena itu, saat berhubungan dengan pengelolaan bisnis sehari-hari, mereka tidak bersedia untuk menginvestasikan waktu, energi, atau uang yang diperlukan untuk keberhasilan. Maka dari itu, ketahui seberapa kerasnya Anda mau bekerja.

Selain itu, ketahui pula situasi keuangan pribadi Anda dan apa yang bisnis Anda hasilkan untuk menopang gaya hidup Anda. Jika Anda pikir bisnis Anda akan menghasilkan uang yang banyak dari hari pertama, maka Anda salah. Dan jika Anda ingin bisnis Anda menghasilkan banyak uang, itu bukan bisnis yang tepat untuk Anda. Singkirkan hal-hal yang mengganggu konsentrasi dari luar seperti situasi keuangan pribadi Anda--lakukanlah secara berurutan--Anda akan dapat untuk memusatkan perhatian hanya pada konsepsi dan pertumbuhannya. Pada akhirnya, akan memberikan anda keamanan keuangan yang Anda idamkan--itu akan menjadi ide bisnis yang sempurna.

Apapun tingkatan keinginan Anda terhadap bisnis Anda--sebuah gaya hidup ibu-ibu dan operasi pop atau sebuah konglomerat multinasional--apabila Anda mengembangkan sebuah ide bisnis dengan lima konsep ini dalam benak Anda--ide Anda akan menjadi ide bisnis yang sempurna bagi Anda.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/14885-cara-menemukan-ide-bisnis-yang-sempurna.html

Thursday, March 1, 2012

Pemerintah Dirikan Inkubator Bisnis di 15 Kampus

Views :117 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 01 Maret 2012 15:39
Sebuah kabar gembira bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Pemerintah akan memberikan fasilitas inkubator bisnis bagi mereka yang ingin mendirikan bisnis baru. Inkubator-inkubator tersebut menurut rencana akan didirikan di 15 perguruan tinggi tanah air.

Dengan didirikannya lebih banyak inkubator-inkubator bisnis diharapkan akan ada lebih banyak pengusaha atau entrepreneur baru yang mampu menguasai konsep dan pengetahuan tentang sistem marketing, pasokan bahan baku, pasar, sumber pendanaan dan teknologi. Semuanya sangat krusial bagi perkembangan sebuah bisnis baru di era bisnis digital seperti sekarang. Demikian pernyataan Choirul Djamhari selaku Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kemenkop dan UKM.

Namun jika Anda ingin mengikuti bimbingan dalam inkubator bisnis ini, diharapkan harus memiliki komitmen sebelum menjalaninya sehingga tidak akan sia-sia. Untuk itu Kemenkop UKM akan pilih secara ketat UKM mana yang dianggap berkomitmen tinggi untuk belajar dalam inkubator.

Kemenkop UKM akhir-akhir ini sangat agresif menggerakkan masyarakat umum untuk beralih ke sektor wirausaha. Terbukti kementerian yang dipimpin Sjarifudin Hasan tersebut juga selenggarakan pelatihan entrepreneurship gratis beberapa hari mendatang selama 3 hari berturut-turut (info lengkap di sini). Semua kalangan diperbolehkan mengikuti pelatihan.
(sumber: Bisnis Indonesia)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/14870-trik-bersaing-dengan-kompetitor-bermodal-besar.html