Showing posts with label klien. Show all posts
Showing posts with label klien. Show all posts

Sunday, October 14, 2012

Dampingi Klien Seperti Keluarga

Hits : 787 PDF Cetak E-mail
Sabtu, 13 Oktober 2012 15:32
klien_bisnis
Bill Clinton tampil di depan staff penting Cisco di hotel megah MGM Grand Hotel & Casino di Las Vegas. CEO Cisco John Chamber pun seolah terjewer kupingnya dan mendampingi klien di saat butuh pertolongan adalah hal utama dan penting.

Baru-baru ini perusahaan sistem jaringan internet terkemuka Cisco mengadakan internal gathering internasionalnya di Las Vegas, Amerika Serikat. Mem-book hampir seluruh kamar MGM Grand Hotel & Casino, tak ketinggalkan memanfaatkan Arena MGM yang biasa dipakai Mike Tyson manggung.

John Chamber, sang CEO sengaja mengundang Bill Clinton sebagai tamu kehormatan. Clinton disuruh “manggung” di ring tinju seperti biasanya Tyson atau Don King. Bukan untuk adu jotos tapi memberikan qoute penting.

Clinton saat jadi presiden dinilai memiliki reputasi yang bagus dalam hal ekonomi global. Prestasi menguatkan ekonomi AS, membangkitkan IT yang sempat dihajar bullbe dotcom, dan beberapa prestasi besar lainnya, ternyata bagi Clinton bukan prestasi utama dan sesuatu yang menjadi pikiran utama. Lantas? “My doughter!” katanya. Chelsea, putrinya saat itu justru sedang memerlukan bantuan, dalam kesulitan, ketika usianya menanjak remaja.

Lantas Clinton cerita panjang lebar. Ada kesulitan yang sedang dialami seorang khas remaja yang harus didampingi. Dan, itu semua membuatnya puas, semua jadi terlampaui. Dari yang disampaikan secara sederhana, Chamber pun kemudian menarik titik fokus utama tentang pendampingan terhadap orang yang sedang membutuhkan, jadikan seperti family.

Chamber pun kemudian di depan seluruh karyawan – utamanya sales – minta jangan tinggalkan “keluarga” yang sedang perlu bantuan, dampingi arahkan, hingga mampu bangkit dan berjalan kembali dengan normal bahkan kalau perlu bisa sehat/fit.

Di saat pertarungan bisnis kian hebat di berbagai lini, seperti Cisco saat ini sedang menghadapi guncangan hebat. Bukan hanya berpikir musuh di depan yang sudah kelihatan seperti Alcatel, Juniper, Northel yang tangible. Tapi tiba-tiba ada pendatang baru yang seolah “coming from behind” dan menikam semacam Huawei yang datang dengan jurus murah banget.

Mungkin Cisco sudah dicari orang, tapi para pencari barang boleh dan sah saja mengadunya dalam “event bidding”. Ketika bidding sudah masuk tahap adu harga, pesaing main jurus murah dan tawaran yang tidak masuk akal, undur diri bukan pilihan yang salah. Selain karena harga prokok produksi yang tinggi dari sisi material ditambah kualitas staff yang tak mungkin dibayar murah, harus dilakukan upaya penyelematan. Survival adalah naluri yang harus ditempuh. Sebab, kalau setiap saat sering undur diri, bisa menghancurkan diri.

Kutipan dari Clinton seolah menjewer kuping Chamber dan kemudian dipertanyakan kepada dirinya sendiri, juga kepada seluruh staff: benarkah kita telah meninggalkan ‘keluarga kita, family kita’? Maka gerakan yang sedang dilakukan kemudian adalah mengetuk kembali pelanggan-pelanggannya selama ini, yang sudah menjadi bagian dari keluarga network Cisco yang menemui kesulitan atau sedang susah, untuk dibantu lagi, didampingi lagi.

Bukan hanya di bisnis seperti Cisco tapi di banyak di jenis usaha lainnya, terutama jasa seperti konsultan, sistem integrator, bagaimana mendatangi pelanggan adalah hal penting. Sering kita terjebak untuk main “hit and run” yang hanya datang saat ada proyek tapi ketika klien ada kesulitan dan sudah di luar jatuh tempo project, kita lupakan. Ayoman, persahabatan dalam duka dan gembira akan melanggengkan kerjasama yang lebih konstruktif sehingga maju bersama. (*detik.com)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/53-pelayanan-konsumen/20792-dampingi-klien-seperti-keluarga.html

Wednesday, June 6, 2012

6 Cara Memanjakan Klien Supaya Tetap 'Lengket'


Metta Pranata - detikfinance
Rabu, 06/06/2012 08:02 WIB

img
Jakarta - Kemampuan menjaga hubungan dengan klien merupakan salah satu keahlian profesional yang paling penting. Entah Anda bekerja untuk perusahaan atau berwiraswasta.

Di masa-masa baik, bisnis mengalir dengan lancar karena permintaan jasa kerap melebihi jumlah orang yang bisa menyediakan jasa tersebut. Sementara di masa-masa sulit, jumlah permintaan merosot dan klien jadi lebih selektif memilih. Proses ini otomatis mengeliminasi penyedia jasa yang lebih lemah.

Ada berbagai cara mudah untuk mempertahankan klien Anda di masa baik maupun buruk. Inilah ketujuh cara tersebut, seperti dilansir dari Investopedia, Rabu (6/6/2012):

Tepat Waktu atau Lebih Awal, Jangan Pernah Terlambat

img
Konsistensi merupakan hal yang paling diinginkan para klien di hampir semua industri. Di luar fakta apakah klien itu sendiri tepat waktu atau tidak, mereka benci disuruh menunggu di pertemuan apa pun. Sayangnya, konsistensi dengan klien lama kerap 'kedodoran' setiap ada klien atau bisnis baru.

Usahakan untuk selalu seimbang antara menambah bisnis baru dengan menjaga kebahagiaan klien lama. Software manajemen klien dan berbagai inovasi lainnya telah mengubah proses tradisional jadi otomatis, tapi poin esensialnya belum berubah banyak.

2. Buat Newsletter

img
Di era sebelum internet ada, penasihat dan profesional investasi akan mengirimkan surat berisi update yang dipersonalisasi kepada klien-klien pilihan. Update ini bukan tips saham dan sejenisnya, tapi komentar mengenai pasar dan kondisi ekonomi. Sekarang semua ini bisa Anda kerjakan dan diberikan ke klien hanya dengan beberapa email.

Sebelum Anda mulai mengirim email massal ke klien, mulailah dulu dengan newsletter cetak. Orang-orang masih lebih senang membaca dokumen tercetak yang dikirim via pos daripada email tak diinginkan.

Ada banyak sekali desain tata letak yang bisa dipilih, jadi sebaiknya fokus saja pada produksi isi suratnya. Kebanyakan newsletter terdiri dari campuran komentar mengenai acara terkini, update spesifik dan saran praktis.

Contohnya, pada 2008 seorang akuntan mungkin menulis tentang bagaimana kurangnya analisis layak bisa berujung pada kekacauan saldo untuk bank-bank. Lalu beralih ke tips sederhana seperti menomori bon belanja/tagihan setiap bulan untuk melacak pengeluaran lebih mudah.

Setiap newsletter harus memiliki indikasi pendekatan pribadi tentang profesi Anda. Gunakan gaya tulisan “Inilah yang saya lakukan dan pikirkan, apakah Anda setuju?” Dengan cara ini, newsletter Anda juga akan jadi perangkat untuk menarik dan menyaring customer potensial, juga membuat persentase mendapatkan klien yang cocok dengan gaya Anda lebih tinggi.

3. Beralih ke digital

img
Mendorong klien untuk mendaftarkan diri di newsletter edisi online/email Anda pada setiap edisi cetak akan membantu transisi ke edisi digital lebih baik daripada mengirimkan pesan-pesan yang bisa dianggap sebagai spam. Anda juga bisa menggunakan cara yang lebih canggih misalnya, Twitter atau podcast.

4. Jujurlah

img
Ketika pasar sedang bagus dan bisnis sedang booming, para profesional ramai-ramai mengklaim dirinya lah yang berjasa atas kesuksesan itu. Sedangkan kondisi ekonomi yang biasanya disalahkan ketika pasar menjadi bearish.

Melempar kesalahan dan mencari-cari alasan adalah keahlian atlet profesional yang ketahuan menggunakan doping. Infiltrasi sikap ini ke pelayanan finansial merupakan masalah besar. Orang berintegritas akan bertanggungjawab atas kesalahan yang dibuatnya. Entah murni disebabkan oleh situasi pasar, kejadian tak terduga atau pun kesalahan pribadi.

Pasti klien marah, tapi sebagian besar orang lebih menghargai kejujuran. Cara lain untuk memperhalus dampak kesalahan masa lalu berarti menipu semua klien Anda. Menyembunyikan kesalahan untuk menghasilkan hal baru adalah seperti yang dilakukan mantan bos Nasdaq Bernie Madoff.

5. Terorganisir

img
Ini kelihatannya berlawanan dengan intuisi, tapi seseroang harus membuat standar pendekatan dan pemerliharan klien supaya bisa memberikan pelayanan yang dipersonalisasi. Terorganisir menghemat waktu yang tadinya dibutuhkan untuk mengema layanan Anda untuk setiap kemauan dan kebutuhan klien.

Setiap profesi punya siklus alami. Akuntan seperti dokter gigi, biasanya bertemu klien setahun sekali. Sementara penasihat keuangan atau broker mungkin berurusan dengan klien setiap 3 bulan sekali, sebulan sekali atau bahkan setiap hari.

Penting untuk menjaga waktu reguler bertemu muka atau telepon bersama setiap klien dalam setiap siklus dan selalu mencatat setiap rapat. Menyimpan data klien yang ada catatan dari pertemuan sebelumnya adalah cara tak ternilai untuk mengetahui bahwa perhatian klien Anda berubah dari waktu ke waktu. Hal ini membantu Anda menyesuaikan pendekatan dan mengenali pola klien sebelum masalah bertambah besar.

Tidak selalu harus ada tujuan/maksud dalam setiap follow-up. Mengecek kabar terbaru klien, mengucapkan selamat ulang tahun atau menanyakan hal yang baru didiskusikan beberapa waktu lalu paling-paling hanya butuh lima menit.

6. Ciptakan jaringan secara alami

img
Bahkan profesional yang bertahan melalui referensi seringkali menggunakan jaringan pribadi mereka. Mengetahui bisnis atau pekerjaan apa yang digeluti klien bisa membantu Anda membangun jaringan referensi. Meski teknologi sudah sangat maju, banyak klien yang masih bisa didapatkan hanya lewat strategi mulut ke mulut.

Orang-orang biasanya bertanya ke teman, saudara atau rekan kerja saat ingin tahu siapa pengacara, broker asuransi atau agen properti yang bagus dan terpercaya. Dengan menjaga organisasi level tinggi dan kontak dengan klien, secara alami Anda akan jadi pilihan utama ketika salah satu teman mereka mencari referensi. Jika Anda bisa mengembalikan jasa mereka suatu hari, hal ini akan menguatkan hubungan antara Anda dengan klien-klien Anda.






http://finance.detik.com/read/2012/06/06/080245/1933843/4/6-cara-memanjakan-klien-supaya-tetap-lengket

Saturday, March 3, 2012

4 Cara Melebihi Ekspektasi Klien

Views :939 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 03 Maret 2012 12:57
buyersbillboardMenyenangkan klien bukan lagi hal yang baru dalam semua kegiatan ekonomi modern. Melebihi ekspektasi konsumen dan klien Anda bisa membuat perbedaan mencolok mengenai prospek perusahaan Anda di masa datang. Gunakan 4 kiat berikut ini untuk melebihi harapan klien dan konsumen Anda dan merebut hati mereka untuk seterusnya.

  1. Kalahkan tenggat waktu: Selesaikan waktu sebelum batas akhir pengerjaan memberikan waktu yang lebih leluasa bagi si klien dan juga menunjukkan efisiensi dan perhatian Anda kepada mereka yang tinggi. Saat menyetujui sebuah kesepakatan kerja, pilihlah yang bisa Anda kerjakan dengan baik dan cepat.
  2. Tanyakan pertanyaan yang proaktif: Klien memberikan apresiasi saat Anda bertindak sebagai mitra dalam pemikiran dan mendemonstrasikan betapa Anda memperhatikan proses dan kecepatan dalam memberikan hasil terbaik bagi mereka.
  3. Ketahui saatnya untuk menunda: Penundaan itu penting tetapi jika terlalu sering menunda akan menempatkan Anda sebagai pembantu yang disewa. Berperilakulah dengan percaya diri di depan klien. Tunjukkan kehangatan tetapi sembari mempertahankan profesionalisme sehingga Anda layak diperlakukan sebagai mitra yang kompeten bukan cuma seorang pesuruh.
  4. Berikan masukan. Setiap proses bisa diperbaiki. Dan Anda berada dalam posisi yang unik untuk memberikan masukan. Jika keadaannya tepat , jangan ragu untuk berikan kritik yang membangun dan bermakna bagi klien.
(Diadaptasi dari "Four Ways to Exceed Clients' Expectations" oleh Steven DeMaio)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/53-pelayanan-konsumen/14921-4-cara-melebihi-ekspektasi-klien.html