Showing posts with label referensi. Show all posts
Showing posts with label referensi. Show all posts

Friday, November 16, 2012

5 Referensi Untuk Memulai Bisnis Online

Hits : 1044 PDF Cetak E-mail
Kamis, 15 November 2012 15:37
bisnis_online
Posting sebelumnya telah menguraikan darimana memulai bisnis online. Dan kini sebagai kelanjutannya kita bahas apa saja yang perlu dilakukan.

Anda siap memulai dan merancang masa depan anda?

1. Belajar Affiliate Program dan Cara Berpromosi
Seperti sering saya ungkap, affiliate program merupakan cara yang banyak dilakukan pebisnis online untuk meraup banyak uang dalam waktu singkat. Dan cara ini bisa diterapkan dalam lingkup yang sangat luas. Misalkan, kalau anda punya produk fashion, anda bisa mengembangkan cara berpromosinya dengan memakai affiliate program. Dengan memperbanyak para affiliate, anda hanya perlu memberikan komisi untuk misal setiap penjualan yang dihasilkan berkat rekomendasi mereka. Dengan begitu, volume penjualan anda bisa terus meningkat. Dalam affiliate program, jumlah uang yang anda hasilkan sangat bergantung dari besarnya tingkat penjualan. Karena itu, anda perlu juga belajar bagaimana cara berpromosi.

2. Membuat Produk dan Menjualnya
Anda perlu belajar bagaimana membuat produk sendiri. Kalau dalam produk SMUO, salah satunya saya terangkan bagaimana cara membuat produk informasi. Sebab, banyak keunggulan yang ditawarkan oleh produk informasi antara lain seperti kecilnya modal, proses pembuatan mudah, dan keuntungan berlimpah.

Tapi bukan hanya produk informasi saja yang bisa anda buat. Kalau misal anda punya keahlian dalam desain, anda bisa membuat template, kalender, atau yang bisa anda jual. Kalau suka memotret, anda juga bisa menjual foto-foto anda.

3. Membuat Situs Web atau Blog
Salah satu cara terbaik menghasilkan uang lewat internet adalah dengan membuat situs web atau blog. Dengan begitu, anda bisa memajang iklan atau menjual produk/jasa yang anda tawarkan. Anggaplah situs web atau blog anda sebagai toko anda di dunia maya.

Banyak jenis blog yang bisa menghasilkan uang untuk anda. Dan saran saya, apapun model situs web yang anda pilih, sebaiknya sesuaikan dengan minat dan kemampuan anda. Kalau masih bingung mau buat situs web atau blog seperti apa, silakan baca 10 ide situs web dan blog penghasil uang.

4. Mulai Berbisnis Online
Setelah mempunyai situs web atau blog, anda kini sudah siap berbisnis online. Saran saya sebaiknya produk atau jasa yang anda tawarkan bersifat spesifik tapi memiliki jangkauan pasar yang luas. Misal, anda bisa tawarkan jasa desain web, programming, atau copywriting juga bisa. Tak sulit sebetulnya untuk memulainya. Asal anda punya tekad dan kemauan yang kuat, saya yakin anda bisa melakukannya.

Anda pun tak harus punya keahlian yang sangat mumpuni untuk melakukannya. Sebab, sebagai pebisnis online, tak harus anda yang melakukan semuanya sendiri. Tugas anda sebagai perancang, penggerak, pengarah, dan pengontrol aktivitas bisnis online anda. Anda bisa cari orang-orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan teknisnya.

5. Terjun ke Bisnis Retail
Dunia bisnis masa depan juga ditandai dnegan maraknya bisnis retail. Ini dibuktikan dengan suksesnya Ebay dan Craiglist. Anda bisa mengikuti jejak mereka dengan misal membeli suatu produk dan menjualnya. (*wirausaha-online.com)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/21587-5-referensi-untuk-memulai-bisnis-online.html

Tuesday, October 9, 2012

Sukses Berwirausaha Berkat Inovasi dan Kemitraan


Penulis : Wardah Fazriyati | Senin, 8 Oktober 2012 | 19:29 WIB

Ketua MURI Jaya Suprana serahkan Sertifikat MURI kepada Lojai.com diterima CEO Lojai.com Agus Tjandra, dan Andre Ang (paling kiri), Direktur Kreatif Lojai.com.
KOMPAS.com - Inovasi menjadi kunci keberhasilan berwirausaha. Karena dengan berinovasi, entrepreneur tergerak untuk selalu kreatif mencipta pasar bukan hanya bergantung pada pasar.

Keberhasilan dalam menciptakan terobosan telah dibuktikan oleh penyedia jasa belanja online, Lojai.com. Jeli melihat kebutuhan pasar dan kebiasaan masyarakat Indonesia, Lojai.com berkolaborasi dengan perbankan penerbit kartu kredit, untuk memberikan layanan belanja online dengan cicilan menggunakan kartu kredit.

Pengamatan terhadap kebiasaan masyarakat ini pun membawa hasil. Sebanyak 70 persen transaksi di Lojai.com disumbangkan dari fasilitas cicilan menggunakan kartu kredit ini. Atas inovasinya ini, Lojai.com pun meraih rekor MURI untuk kategori “Belanja Online Pertama dengan Fasilitas Cicilan menggunakan Kartu Kredit”.

“Wirausahawan sejati harus tidak tergantung pasar, tapi harus menciptakan pasar. Belanja online luar negeri umumnya tak mengenal cicilan. Peluang ini dimanfaatkan dengan baik oleh Lojai.com, sehingga MURI memberikan sertifikat Belanja Online Pertama dengan Fasilitas Cicilan Menggunakan Kartu Kredit. Ini bukan saja yang pertama di Indonesia, namun juga dunia,” kata Jaya Suprana di sela temu media di Jaya Suprana School of Perfoming Arts (JS SPArts), Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (8/10/2012).

CEO Agnaprosperindo Abadi (Lojai.com), Agus Tjandra, mengatakan perusahaan lokal harus berani berinovasi.Sejumlah inovasi pun dilakukan Agus untuk mengembangkan bisnis e-commerce-nya.

“Hampir semua produk di Lojai.com bisa dicicil mulai dari gadget, elektronik, aksesoris, fashion hingga buku. Konsumen tinggal isi formulir pemesanan di website, serta boleh pilih ingin mencicil dengan kartu kredit dari bank mana saja yang telah bekerja sama dengan Lojai. Lama mencicil bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen,” ujar Agus.

Keberhasilan bisnis e-commerce juga didukung kemampuan menjalin kemitraan dengan banyak bank untuk mendukung sistem pembayaran belanja online. "Mendapatkan kepercayaan bank untuk bersedia bermitra bukan hal mudah. Namun kami berhasil membuktikan mampu berkolaborasi dengan banyak bank, tidak hanya lokal, namun juga internasional. Antara lain, perbankan bersedia memberikan cicilan nol persen selama 12 bulan bagi konsumen yang berbelanja online,” imbuh Agus.

Pada 2011, sebanyak sembilan bank berkolaborasi dengan Lojai.com untuk belanja cicilan dengan bunga nol persen. Jumlah itu meningkat menjadi 11 bank hingga Oktober 2012, dan diperkirakan akan menjadi 12 bank yang bermitra dengan Lojai.com untuk fasilitas cicilan nol persen pada akhir 2012.

Selain cicilan, fasilitas pembayaran yang bisa dilakukan saat belanja di Lojai.com termasuk transfer, cash on delivery (pelanggan membayar saat belanja sampai dengan swipe kartu kredit di tempat), KlikBCA, dan pembayaran penuh dengan kartu kredit Visa/Mastercard.

Konsumen juga bisa belanja sepeda motor dengan cicilan dengan bunga nol persen untuk jangka pendek dan bunga ringan untuk cicilan selama 24 bulan menggunakan kartu kredit. Khusus untuk cicilan kendaraan bermotor, dikatakan Agus, Lojai.com menawarkan sejumlah manfaat bagi konsumen antara lain tidak perlu melakukan pembayaran di muka, BPKB bisa dipegang oleh pembeli selama masa mencicil, juga pemegang kartu mendapatkan point reward atas nilai total belanja kartu kreditnya.

Memberikan lebih banyak pilihan pembayaran menjadi tantangan bagi e-commerce lokal ini untuk terus membuat terobosan baru. "Saat ini kami tengah melakukan integrasi pembayaran dengan KlikPay BCA, KlikPay Mandiri serta MobilePayment BII. Pilihan konsumen untuk pembayaran belanja online di Lojai.com makin bertambah,” imbuh Agus.

Melihat peluang dari kebiasaan masyarakat menjadi kunci keberhasilan bisnis e-commerce Agus ini. Salah satu kejeliannya melihat peluang diwujudkan dengan rencana merilis aplikasi untuk pengguna ponsel pintar berbasis android sehingga akan memudahkan mereka untuk berbelanja online.

Agus optimistis Lojai.com akan menjadi e-commerce nomor satu di Indonesia karena memiliki beberapa keunggulan kompetitif. Mulai akses langsung ke para pemegang kartu kredit, merchant dan brand besar di Indonesia, serta pengelola dan SDM yang memahami pasar.

“Basis bisnis kami berawal dari penjualan lewat katalog melalui kemitraan dengan sejumlah bank terkemuka di Indonesia. Pengembangan usaha ke bisnis online melalui Lojai.com merupakan langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Mengantisipasi risiko penyalahgunaan kartu yang mungkin terjadi dalam e-commerce, Agus menyatakan pihaknya telah menerapkan sistem proteksi dan keamanan transaksi. Sejauh ini Lojai mencatatkan diri sebagai  salah satu e-commerce retailer pertama di Indonesia yang menggunakan 3D Secure Code.

Saat ini pasar Lojai.com utamanya masih di kota-kota besar di Jawa terutama Jakarta. Namun demikian ke depan akan terus dikembangkan ke luar Jawa, terutama Indonesia bagian timur. Bisnis e-commerce asal Indonesia ini juag bersiap memasuki pasar Asia Tenggara seperti Brunei, Vietnam, Thailand dan Singapura.

Untuk mendukung bisnis e-commerce, ke depan juga akan dilakukan pengembangan unit bisnis pendukung antara lain di bidang logistik, pembiayaan, jasa travel, branding (private label), dan sourcing.
Editor :
wawa
 
http://female.kompas.com/read/2012/10/08/19295294/Sukses.Beriwirausaha.Berkat.Inovasi.dan.Kemitraan

Wednesday, September 19, 2012

Ingin Berbisnis Online? Baca Ini

Hits : 637 PDF Cetak E-mail
Selasa, 18 September 2012 16:21
bis_ol0912
Bisnis online menjadi sebuah peluang bisnis tersendiri di era digital ini. Toko online tampaknya bisa menjadi salah satu lahan bisnis baru bagi Anda. Modalnya pun relatif tidak terlalu besar, Anda tak perlu menyewa toko dengan segala biaya operasional serta perawatannya.
Dalam acara  Peluncuran E-Commerce dan M-Commerce The Body Shop, hari Rabu (12/9) lalu, Iim Fahima Jachja, CEO Virtual Consulting mengungkapkan bahwa Hasil suvei Payment Solution terhadap negara-negara di seluruh dunia menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan transaksi online paling tinggi se-asia pasifik.
Melihat celah itu, tidak ada salahnya untuk berpikir memulai  bisnis online untuk mencari keuntungan atau sebagai pekerjaan sampingan yang menguntungkan. Atau tak menutup kemungkinan sebagai bisnis utama Anda.
Nah, bagi Anda yang baru saja ingin merintis bisnis online, tak ada salahnya untuk membaca sedikit saran dari beberapa pakar yang sudah ahli di bidang online shoping.
1. Niat berbisnis yang baik
“Banyak E-Commerce di Indonesia yang memang dibuat untuk menipu” kata Aria Rajasa, Praktisi E-Commerce. Melihat kondisi bisnis online yang demikian,, pastikan niat utama Anda berbisnis adalah menjaring keuntungan dan memberikan kepuasan kepada pelanggan. Jangan membuat toko online dengan tujuan penipuan, karena akan memberikan dampak yang buruk dan Anda akan mengalami kesulitan-kesulitan yang lebih banyak lagi.
2. "Call centre" yang jelas
Berikan nomor kontak yang bisa dihubungi oleh customer. Hal ini tentunya bertujuan memberikan kenyamanan dan menambah kepercayaan pelanggan ketika akan berbelanja. Mereka bisa menanyakan lebih lanjut tentang barang yang akan dibeli dengan mudah. “Contohnya kita saat ini sudah memiliki call centre yang melayani pertanyaan pelangan. Seperti tengat waktu barang sampai, warnanya, walaupun sebenarnya bisa dilihat di website” kata Budi Utomo, E-Commerce and Social Selling Manager The Body Shop Indonesia
3. Tampilan web  yang menarik
Tampilan website yang menarik dan dengan sistem navigasi yang mudah juga menjadi salah satu pertimbangan calon pembeli untuk tetap melanjutkan proses pembelian atau tidak. “Website harus kelihatan enak, user friendly serta navigasinya gampang” kata Ardistia, pemilik Ardistia New York, produk fashion yang dipasarkan melalui sistem online.
4. Harga yang relatif murah
Keinginan untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi adalah tujuan utama dalam berbisnis. Namun, jangan tergoda untuk meraih keuntungan cepat yang tinggi. Selain itu, harga yang murah di awal bisa menjadi sarana untuk menjaring pelanggan agar tetap bertahan menjadi pelangan setia. “Jangan patok harga yang mahal. Cari dulu pelanggan sebanyak-banyaknya. Kalao pelanggan sudah banyak, suatu saat jika kita mau menaikan harga, mereka sudah tahu kualitas kita” kata Sesi Idris, kepada Kompas Female beberapa waktu lalu. Sesi saat ini juga sedang merintis bisnis online antar teman-temannya.
5.Jangan terpaku pada satu "supplier"
Lebih banyak supplier akan lebih banyak pilihan barang yang bisa kita jual. Jika kita hanya mencari barang dari satu supplier saja, maka pembeli tidak bisa terlalu banyak mendapatkan pilihan dari segi harga dan kualitas. (*/Kompas.com)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/178-bisnis-online/20188-ingin-berbisnis-online-baca-ini.html

Friday, September 14, 2012

Peluang Bisnis Properti Tetap Menggiurkan


Hits : 2618 PDF Cetak E-mail
Kamis, 13 September 2012 13:23
Bisnis_Properti
Lupakan sejenak harga batubara yang jatuh. Abaikan dulu meredupnya daya saing Indonesia, atau lepaskan kerisauan pada lemahnya daya serap pasar Eropa dan Amerika Serikat.

Menarik melihat kondisi bisnis dalam negeri. Banyak bisnis yang cukup atraktif untuk digarap. Bisnis ritel, makanan, minuman, misalnya, tetap memesona. Begitu pula dengan bisnis logam mulia serta otomotif dan komponen otomotif. Semuanya berkibar seperti umbul-umbul dibelai angin.

Bisnis lain yang tidak kalah mengilapnya adalah properti, baik skala kecil maupun besar. Grup-grup besar lantas membangun proyek-proyek raksasa di DKI Jakarta dan sekitarnya. Geliat itu tampak pula di Bandung, Makassar, Medan, Surabaya, dan sekitarnya. Gencarnya pembangunan proyek baru itu sejalan dengan meningkatnya permintaan pasar. Grup Agung Podomoro, Ciputra, Alam Sutera, BSD, Summarecon seolah berlomba membangun superblok atau sentra hunian baru.

Adapun di Surabaya, Grup Pakuwon terus melakukan ekspansi karena kuatnya permintaan pasar. Plaza Tunjungan yang sudah mencapai tahap empat diperluas sehingga muncul Plaza Tunjungan tahap lima dan enam. Di atas atau di sisi mal itu dibangun gedung multifungsi 55 lantai dan 50 lantai. Bangunan itu akan menjadi gedung tertinggi dan kedua tertinggi di Surabaya.

Itu sekelumit gambaran bisnis skala besar. Untuk skala kecil, para pebisnis berinvestasi habis-habisan di properti. Para pengusaha muda membeli rumah atau apartemen yang baru diluncurkan. Mereka membeli pada penjualan perdana, lalu melepasnya ketika proyek berjalan 50 persen atau baru selesai. Keuntungan yang diperoleh antara 50 dan 200 persen.

Gambarannya begini. Ada investor membeli proyek baru dengan harga Rp 1,8 miliar per unit. Ketika proyek selesai dibangun, setahun atau dua tahun kemudian, harga rumah sudah meluncur ke angka Rp 3,2 miliar. Dalam tempo satu atau dua tahun, nilai rumah melonjak Rp 1,4 miliar. Bisa dibayangkan kalau seorang pengusaha kelas menengah membeli 20 ruko, betapa besar keuntungan yang ia peroleh.

Ada pula yang suka menyerbu ruko yang dibangun para pengembang besar. Serbuan itu dilakukan karena ruko kini sangat disukai. Kendati belum ada tanda-tanda dibangun, pembeli sudah membeludak. Mereka menyukai produk ini karena likuid. Harga ruko umumnya paling cepat menanjak, lebih cepat dibandingkan dengan harga rumah. Stok ruko paling cepat disambar pembeli. Sebagian di antara pembeli ruko ini adalah para investor yang hendak meraup laba besar.

Patut diketahui bahwa bisnis dengan langgam seperti ini bukan bisnis dengan masa depan gemilang. Akan tetapi, tunggu dulu, dalam kondisi sekarang siapa yang hirau dengan jangka panjang atau tidak? Banyak yang berpikir meraih laba secepat mungkin dalam persaingan bisnis yang ketat sekarang ini.

Keuntungan yang diperoleh dari bisnis ruko itu bisa dipakai sebagai modal awal bagi pengembang kecil. Pengembang seperti ini biasanya membeli sebidang tanah untuk membangun lima sampai 20 ruko. Lalu melompat lagi ke proyek lebih besar dan seterusnya sehingga ia bisa menjadi pengembang yang diperhitungkan dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.

Kisah ini sekadar gambaran atas sebuah celah bisnis yang bisa dikembangkan. (*kompas.com)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/kembangkan-uang-anda/20039.html

Monday, July 16, 2012

Menggali Potensi Global dari Kesederhanaan

Hits : 1539 PDF Cetak E-mail
Minggu, 15 Juli 2012 16:29
CE News, Jakarta: Dalam diskusi “Kesederhanaan yang Menyimpan Kekuatan Global” yang diadakan Senin lalu (9/7) dalam event Technopreneurship Pemuda 2012 di BPPT Jakarta, dihadirkan dua praktisi sekaligus entrepreneur yang berusia relatif muda tetapi telah mengecap banyak pengalaman bisnis di tataran internasional. Mereka adalah Andy Zein dan Phidi Soepangkat. Keduanya hadir memberikan beragam pandangan dan motivasi bagi peserta workshop technopreneurship yang kelak diharapkan akan dapat menjadi lokomotif penggerak kemajuan entrepreneurship terutama dalam bidang teknologi, di Indonesia.

Di akhir diskusi, Andy memberikan 4 poin kunci yang harus diperhatikan saat membangun usaha baru yang kelak siap bertarung di kancah dunia:
  1. Passion: Pastikan hal yang dikerjakan ialah sesuatu yang Anda rela kerjakan selama dalam waktu yang lama. Dengan demikian, Anda yakin bahwa Andalah orang terbaik untuk melakukan hal itu. Ada orang lain yang mungkin memiliki kompetensi yang sama dengan Anda tetapi jika Anda memiliki tingkat passion yang lebih tinggi dari mereka, Anda bisa berpeluang lebih berhasil daripada mereka dalam bidang itu.
  2. Bermimpi setinggi mungkin: Kita adalah bangsa yang besar, karenanya jangan takut untuk menargetkan sesuatu dengan skala dunia. Jika impian yang Anda miliki tidak terlalu menakutkan bagi Anda saat membayangkannya, berarti itu ada yang salah. Singkatnya, bila impian kita tak membuat kita takut, maka impian itu belum cukup besar.
  3. Network/ jejaring: Jangan hanya bekerja sendiri, ajak teman sebanyak mungkin. Pertinggi kesempatan untuk sukses dengan melakukan berbagai kerjasama melalui perluasan jejaring pertemanan yang mendukung perkembangan ide bisnis kita. Jangan berpikiran sempit, berpikirlah terbuka. Bahkan jika memungkinkan, kerjasama dengan teman atau rival pun bisa dilakukan bila dipandang lebih menguntungkan untuk kedua belah pihak. Dengan begitu, bisnis Anda akan melangkah lebih pesat daripada jika Anda berusaha sendiri tanpa bantuan mitra.
  4. Konsistensi dan tekad: Dalam membuat  bisnis yang mampu bersaing di kancah global, diperlukan konsistensi dan persistensi / tekad yang tak terpatahkan karena banyaknya aral yang melintang antara Anda dan impian Anda di depan. Andy mencontohkan bagaimana Phidi Soepangkat, CEO Desktop IP, harus berjuang dalam menghadapi penolakan demi penolakan oleh tak kurang 80 investor potensial dan ia tetap mencari.
Sementara itu, Phidi Soepangkat (pemilik dan CEO Desktop IP) memberikan pesannya yang tak kalah mencerahkan pemuda-pemudi tersebut. "Let’s create the future, but don’t copy the best," demikian pesannya. "Kita bangsa Indonesia menciptakan masa depan dengan  suka meniru yang terbaik dengan melakukan lompatan katak (leap frog)," ungkapnya. "Kita harus bisa mengungguli AS , kita harus bisa loncat di depan mereka dengan teknologi baru,"  ujar Phidi yang selama 18 tahun merantau ke negeri Paman Sam untuk bekerja di sejumlah perusahaan TI terkemuka. (*AP)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/berita-ce/18603-menggali-potensi-global-dari-kesederhanaan.html

Wednesday, May 9, 2012

13 Kesalahan Fatal Dilakukan Pengembang

BISNIS PROPERTI
13 Kesalahan Fatal Dilakukan Pengembang
Natalia Ririh | Latief | Rabu, 9 Mei 2012 | 19:44 WIB

Shutterstock
Ilustrasi.

KOMPAS.com - Menjadi seorang pengembang yang sukses tidak bisa dicapai dalam proses yang instan. Bila tak jeli dan hati-hati menjalankan strategi bisnis properti, pengembang bisa "terperosok", lalu gulung tikar.
Business Development PT Bangun Properti Indonesia, Alvin kurniawan, yang menjadi pemilik franchise Bahana Paramarta mengungkapkan, setidaknya ada 13 kesalahan kerap dilakukan pengembang dalam berbisnis dan gagal. Menurutnya, 13 kesalahan tersebut meliputi aspek pasar, konsep, marketing, manajemen, dan finansial.
Aspek pasar
- Dilihat dari sisi pasar, pengembang gagal karena salah kaprah menilai investasi.
- Pengembang latah masuk di pasar yang sama. Karena latah, ia tidak memiliki ciri khusus dan unik dibanding produk lainnya.
- Pengembang tidak memperhitungkan timing yang tepat.
- Pengembang gagal karena berproses instan dan cenderung mengabaikan progres.
Konsep
- Pengembang gagal karena konsep propertinya terlalu dinamis, sehingga kerap berubah-ubah
- Pengembang gagal karena mengabaikan permintaan pasar. Artinya, pengembang menyuplai pasokan tanpa melakukan survei siapa pembelinya.
Marketing
- Pengembang gagal karena mengabaikan pentingnya suatu jaringan.
- Pengembang gagal karena komunikasinya dengan pasar gagal.
Manajemen
- Pengembang gagal karena kualitas sumber daya manusianya rendah.
- Pengembang gagal karena cenderung "negative profesional maded".
Finansial
- Pengembang gagal karena peruntukan propertinya tidak dilaksanakan semestinya alias menyimpang.
- Pengembang gagal karena salah dalam perhitungan.
- Pengembang gagal karena produknya kurang pendanaan.

Sumber:
http://properti.kompas.com/index.php/read/2012/05/09/1944347/13.Kesalahan.Fatal.Dilakukan.Pengembang

Sunday, May 6, 2012

Pebisnis Harus Berubah

Pebisnis Harus Berubah
| Marcus Suprihadi | Minggu, 6 Mei 2012 | 12:47 WIB

TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA Ilustrasi pesawat Garuda

KOMPAS.com- Hari-hari ini, publik Indonesia disuguhkan berita menarik mengenai penjualan saham Garuda Indonesia Tbk. Terakhir diberitakan mengenai pembelian 10,27 persen saham Garuda oleh PT Trans Airways milik PT Trans Corporation.
Kemajuan Garuda baru terasa menarik dibahas kalau kita mencoba melihatnya dari aspek spesifik. Misalnya, perusahaan ini sangat rajin meninjau kelayakan rute penerbangan.
Berita ini menarik untuk beberapa hal, di antaranya, pertama, nama Garuda Indonesia tengah bagus-bagusnya. Lembaga riset Australia Roy Morgan pada Maret lalu menyatakan Garuda sebagai the Best International Airline. Penumpang selalu ”hampir penuh” dan total pendapatan Garuda tahun 2011 mencapai Rp 27,2 triliun, naik 39,2 persen dibandingkan dengan pendapatan tahun 2010. Laba komprehensif mencapai Rp 858,8 miliar, naik 285,4 persen dari tahun 2010. Penjualan sebesar 10,27 persen saham itu senilai Rp 1,439 triliun.
Hal kedua, pembeli saham Garuda itu adalah PT Trans Corporation, milik Chaerul Tanjung. Pembelian saham Garuda ini kian meneguhkan posisi PT Trans Corporation sebagai salah satu raksasa bisnis di Indonesia. Usaha Trans Corporation kini merebak mulai dari kafe, perbankan, sentra ritel raksasa, hiburan dan hotel, hingga media televisi.
Kinerja yang diraih Garuda Indonesia patut dicatat sebagai fenomena baru maskapai penerbangan dunia. Garuda menjadi lebih baik dalam hal pelayanan dan mutu, merupakan hal wajar. Sebab, semua maskapai dunia mengejar kualitas dan layanan prima. Kalau kemudian penumpang Garuda selalu penuh sesak, baik penerbangan di dalam maupun di luar negeri, itu juga merupakan hal wajar. Sebab, terjadi lonjakan signifikan golongan menengah di Indonesia dan lonjakan kepercayaan warga dunia terhadap Garuda.
Kemajuan Garuda baru terasa menarik dibahas kalau kita mencoba melihatnya dari aspek spesifik. Misalnya, perusahaan ini sangat rajin meninjau kelayakan rute penerbangan. Lihatlah, misalnya, ketika diketahui rute Jakarta-Amsterdam dan Amsterdam-Jakarta tidak selalu penuh, manajemen perusahaan ini mengurangi frekuensi penerbangan. Kalau ada keberatan dari konsumen, itu urusan kemudian.
Perusahaan ini pun rajin masuk ke rute-rute yang sangat gemuk. Kalau rute itu penuh sesak dengan maskapai lain, Garuda tetap percaya diri untuk berkompetisi, bahkan berani menjual tiket jauh lebih mahal di banding maskapai dalam negeri lainnya. Dan, Garuda tetap sangat diminati. Ini salah satu aspek yang membuat Garuda mampu meraih kinerja bagus.
Dalam konteks global, kinerja Garuda bisa disebut sebuah fenomena yang menarik dibahas. Ia naik daun ketika maskapai penerbangan lain, seperti JAL, Singapore Airlines, Swiss Air, Malaysia Airlines, dan Lufthansa, tidak meraih kinerja luar biasa. Beberapa perusahaan tersebut malah menderita kerugian sehingga harus dibantu pemerintahnya.
Jika dilihat lebih jauh, bisa disebutkan bahwa dari banyak aspek, terdapat beberapa hal penting yang dilakukan Garuda, yakni keinginan berubah yang luar biasa. Segenap pimpinan dan kru Garuda ingin membawa maskapai ini lebih baik lagi. Jika itu teraih, nama bangsa ini juga menjadi masyhur. Salah satu yang dilakukan adalah dengan melihat SQ, Emirates, Lufthansa, dan beberapa maskapai ”bintang lima” lainnya. Pengamatan sampai pada isi kabin, pelayanan, dan sikap para kru.
Kini, Garuda tengah meraih nama yang harum, saatnya untuk terus menata diri menjadi maskapai nomor satu, setidaknya mencapai taraf setingkat atau lebih baik daripada maskapai ”bintang lima” yang ada. Tentu ini bukan pekerjaan mudah, melainkan dengan semangat mau berubah, ini mestinya bisa dicapai. (Abun Sanda)
 
Sumber :
Kompas Cetak
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/05/06/12471974/Pebisnis.Harus.Berubah

Wednesday, April 25, 2012

Mengenal Hak yang Melekat pada Properti


Views :112 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 25 April 2012 10:44
rumah_mungil0312Ketika menyebutkan hak apalagi dalam properti, bisa diartikan properti tersebut merupakan “kepunyaan” seseorang, baik pribadi maupun kelompok. Lewat hak pula, si pemilik properti dapat terjamin melakukan segala sesuatu terkait propertinya.

Ada lima jenis hak yang melekat pada suatu properti, yakni hak milik, hak guna bangunan, hak guna usaha, hak pakai, dan hak pengelolaan. Simak pemaparannya berikut ini:

Hak milik

Hak milik, seperti yang tercantum dalam pasal 20 ayat 1 UU Pokok Agraria, adalah hak turun termurun, terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah dengan mengingat semua hak atas tanah mempunyai fungsi sosial.

Karakteristik dari hak milik antara lain, hak induk terhadap hak-hak kebendaaan yang lainnya, hak selengkap-lengkapnya ditinjau dari kuantitas, hak yang sifatnya tetap tidak hilang karena hak-hak lainnya, hak yang mengandung inti dari semua hak yang lainnya.

Terkait hak milik, jangka waktunya tidak dibatasi. Obyek hak adalah tanah pertanian dan bukan pertanian (peruntukan). Subyek hak adalah perorangan warga negara Indonesia. Badan hukum yang ditunjuk antara lain bank pemerintah. Hak milik dapat beralih dan dialihkan serta dapat dibebani dengan hak tanggungan sebagai jaminan utang.

Hak guna bangunan

Menurut UU Pokok Agraria, pasal 35 ayat 1, hak guna bangunan (HGB) adalah hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri. Obyek hak ini adalah tanah untuk mendirikan bangunan, subyeknya adalah hak perorangan WNI dan badan hukum Indonesia.

Hak guna bangunan atas tanah negara diberikan dengan keputusan pemberian oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau pejabat yang ditunjuk. Biasanya jangka waktu yang diberikan selama 30 tahun dan dapat diperpanjang paling lama 20 tahun. Permohonan perpanjangan atau pembaruan hak harus diajukan selambat-lambatnya dua tahun sebelum berakhirnya jangka waktu HGB tersebut.

Hak guna usaha

Hak guna usaha (HGU) menurut pasal 28 ayat 2 UU Pokok Agraria, adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh negara. Obyek hak adalah tanah yang diusahakan dalam bidang pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan dengan luas minimum 5 hektar. Sementara untuk perseorangan maksimum 25 hektar. Untuk badan usaha luas maksimum ditetapkan oleh menteri.

Subyek dari hak ini adalah WNI dan badan hukum Indonesia. Jangka waktu penggunaannya adalah maksimum 35 tahun, serta dapat diperpanjang 25 tahun. Permohonan perpanjangan atau pembaruan hak harus diajukan selambat-lambatnya dua tahun sebelum berakhirnya jangka waktu HGU tersebut.

Hak guna usaha dapat beralih dan dialihakan, serta dapat dibebani dengan hak tanggungan sebagai jaminan utang.

Hak pakai

Menurut pasal 41 dalam UU Pokok Agraria, hak pakai merupakan hak menggunakan atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh negara. Atau tanah milik orang lain yang memberi wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberiannya oleh pejabat berwenang memberikannya atau dalam perjanjian dngena pemilik tanah.

Subyek dari hak pakai adalah WNI dan Warga Negara Asing (WNA) yang berkedudukan di Indonesia, badan hukum Indonesia, badan hukum asing yang berkantor di Indonesia, perwakilan asing serta badan-badan pemerintah.

Jangka waktu hak pakai atas tanah paling lama 25 tahun dan dapat diperpanjang maksimum 20 tahun.

Hak pengelolaan

Hak pengelolaan memiliki jangka aktu yang tidak terbatas. Obyeknya adalah tanah untuk pertanian dan bukan pertanian. Subyek hak ini adalah pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD. (*/Kompas.com)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/164-umum/16326-mengenal-hak-yang-melekat-pada-properti.html

Thursday, April 19, 2012

Mengenal Mafia Paypal


Views :371 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 19 April 2012 11:19
CE-logoCE News, Jakarta - Begitu banyak wawasan baru yang bisa digali entrepreneur muda Indonesia di event GIST kemarin salah satunya ialah kondisi umum entrepreneurship di Amerika Serikat. AS merupakan negara di dunia dengan tingkat persentase entrepreneur tertinggi sehingga tak heran sering dianggap sebagai kiblatnya entrepreneurship dunia.

Poin-poin menarik dari sudut pandang praktisi dan akademisi AS begitu menarik untuk dipelajari. Pengetahuan dan wawasan baru tersebut juga bermanfaat untuk menjadi bekal para peserta boot camp GIST 2012 dengan pengetahuan yang diperlukan jika lolos hingga ke Amerika Serikat nantinya. Di antara sejumlah wawasan menarik itu, terdapat penjelasan Gibs S. Song dalam presentasinya “Raising Funds for Your Ideas and Ventures” yang belum banyak diketahui, yakni mengenai adanya kelompok yang sering dijuluki “Mafia Paypal”.

Meski terkesan menyeramkan, istilah informal tersebut sebetulnya merujuk pada komunitas pebisnis Amerika Serikat yang super kaya. Mereka ini juga sering berinvestasi di berbagai usaha rintisan di Lembah Silikon. Mafia Paypal terdiri dari para pendiri atau karyawan di fase-fase awal berdirinya Paypal (layanan e-commerce) sebelum mendirikan sejumlah perusahaan teknologi lainnya. Mafia tersebut sering dihubungkan dengan munculnya Web 2.0 dan kebangkitan kembali perusahaan-perusahaan Internet yang berfokus pada konsumen setelah mulai terjadinya tren dot com di tahun 2001.


Menurut Song, para pendiri Paypal tersebut begitu kaya karena Paypal diakuisisi oleh eBay di tahun 2002 senilai 10 miliar dollar AS. “Jika Anda sebagai pendiri startup ingin mendapatkan pendanaan, Anda bisa menemui mereka ini,” jelasnya. Mafia Paypal yang kaya raya ini tertarik untuk mendanai berbagai usaha rintisan yang menawarkan nilai dan manfaat yang berpotensi menjadi besar di masa datang. (*AP)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/berita/berita-ce/16193-mengenal-mafia-paypal.html

Sunday, April 15, 2012

Mengasah Kesadaran Berwirausaha

Views :214 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 15 April 2012 07:43
CE-logoLembaga pemeringkat global Moody’s Investors Service beberapa waktu lalu menaikkan peringkat Indonesia hingga masuk sebagai negara layak investasi. Sebelumnya, predikat ini juga diberikan Fitch Ratings kepada Indonesia. Moody’s menaikkan peringkat utang Indonesia dari Ba1 menjadi Baa3 dengan outlook stabil. Artinya, dengan kenaikan ini akan mendorong lebih banyak dana mengalir ke Indonesia, sekaligus menekan biaya pinjaman dan menutup kesenjangan dengan negara-negara anggota BRIC (Brasil, Rusia, India,dan China).

Pemberian predikat tersebut semakin menguatkan pandangan dunia terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang lebih stabil. Indonesia bisa semakin unjuk gigi dalam percaturan ekonomi dunia. Dengan kata lain, adanya kenaikan peringkat investment grade menunjukkan kebangkitan ekonomi Indonesia diyakini sudah di depan mata. Karena itu, diprediksi pada 2013 bakal akan ada perubahan signifikan, khususnya di dunia entrepreneurship Indonesia.

Apalagi, diprediksi pada 2013 pendapatan per kapita Indonesia bisa mencapai USD5.000. Dunia wirausaha pun dituntut bisa menghadapi prestasi tersebut dengan melihat peluang yang bisa dimanfaatkan. Prediksi tersebut sejatinya disokong dari pertumbuhan ekonomi Indonesia 6,7% dengan inflasi 3,7%. Di samping itu, Indonesia masuk dalam G20 dan VIST (negara dengan pertumbuhan investasi emas tertinggi di dunia). Ditambah lagi, saat ini muncul kelas menengah di Indonesia yang mempunyai daya beli yang kuat.

Saat ini entrepreneurship juga terlihat booming, terutama yang dilakukan kaum muda, urban, berpendidikan tinggi dan mereka yang melek online. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, saat ini pola Entrepreneur 5000 (E5000) diyakini menjadi jawaban untuk menghadapi situasi pasar ke depan. Hal ini pula yang dibahas dalam acara konferensi wirausaha Indonesian Business & Entrepreneurship Conference (IBEC) 2012 yang dilaksanakan Pillar Business Accelerator, beberapa waktu lalu di Jakarta.

“Untuk menjadi suatu bangsa yang Mandiri dibutuhkan banyak masyarakat yang menjadi entrepreneur atau pengusaha daripada menjadi pekerja,” ungkap Lyra Puspa, Founder Pillar Business Accelerator.

Penyelenggaraan acara tersebut selain melihat momentum ekonomi yang dimiliki Indonesia dengan segala pencapaiannya, juga bertujuan memberikan edukasi bisnis dan investasi. Di samping menjadi ajang membuka jaringan antarpengusaha, juga menjalin kemitraan antara pengusaha dan pihak pendukung seperti pemerintah dan perbankan. Saat ini, para wirausaha perlu memahami strategi entrepreneur 5000 (E500), di mana mereka harus mampu menghadapi permintaan kelas menengah yang berpendapatan USD5.000 per tahun.

Karena itu, para wirausaha tidak hanya kuat dalam masalah finansial namun juga memiliki lima sadar dalam pola E5000, yaitu sadar finansial, sadar komunitas, sadar spiritual, sadar merek, dan sadar online. Sementara itu Sonny B Sofyan, salah satu direktur Pillar Business Accelerator, mengatakan saat ini sejumlah wirausaha muda perlu mendapatkan pendampingan lembaga yang kompeten dalam menjalankan usahanya.

Hal ini bertujuan agar terjadi transfer pengetahuan sekaligus menguatkan jaringan (networking). Dengan begitu, para pengusaha muda dapat menjajak kaki lebih kuat dalam menjalankan usahanya. Hal inilah yang dirasakan Saptuari Sugiharto, pemilik Kedai Digital. Saptuari merupakan salah satu wirausaha yang memanfaatkan jaringan bisnis lewat sebuah komunitas dan pendampingan dari Pillar.

Sarjana lulusan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu mengaku, selain mendapat tambahan pengetahuan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha, dia juga mendapatkan banyak pengalaman bisnis baru dari para entrepreneur lain yang tergabung di Pillar. “Tak hanya itu, saat ini jaringan bisnis saya juga semakin luas sehingga makin memudahkan saya untuk menjalankan usaha,” ujarnya. (*/Harian Seputar Indonesia)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/pendidikan/serba-serbi/165-entrepreneurship/16074-mengasah-kesadaran-berwirausaha.html

Saturday, March 17, 2012

10 Nasihat untuk Startup Terbaik di 2012

Views :1609 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 17 Maret 2012 06:43
Neal Cabage seorang praktisi teknologi dari Los Angeles AS menuliskan beberapa poin nasihat untuk mereka yang sekarang sedang menjalankan sebuah usaha rintisan teknologi atau yang lebih lazim disebut dengan startup.

Sepuluh poin nasihat itu adalah sebagai berikut:
1. Disruptive Change
2. Be Demand Driven
3. Look For Less Obvious Opportunity
4. Aim Big
5. Build Distribution Into the Product
6. Create a Positioning statement
7. Up-front budgeting
8. Work For Free!
9. Price So That Value Exceeds Cost
10. Sell a Story, Not a Product

(Selengkapnya di Enlogica.com/ *AP)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/berita/ragam-berita/4-financial/15324-10-nasihat-untuk-startup-terbaik-di-2012.html

Friday, March 2, 2012

Pengertian Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD)


Views :150 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 02 Maret 2012 08:43
bei0302Modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) sering dibicarakan investor, sekuritas, dan otoritas, tentunya karena adanya peraturan yang berlaku mulai Februari ini. Lalu, apa sebenarnya MKBD itu?

Berdasarkan peraturan Bapepam-LK No.V.D.5 tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan, MKBD adalah jumlah aset lancar perusahaan efek (sekuritas anggora bursa/AB) dikurangi seluruh liabilitas (kewajiban) dan ranking liabilities (kewajiban terperingkat), ditambah dengan utang subordinasi, serta dilakukan penyesuaian-penyesuaian lain.

Dalam peraturan itu, ranking liabilities didefinisikan sebagai sejumlah kewajiban kontinjen dan kewajiban off balance sheet (di luar laporan keuangan) yang akan ditambahkan pada liabilitas sebagai faktor risiko dalam penghitungan MKBD, yang nilainya ditetapkan berdasarkan perhitungan tertentu.

Haircut dijelaskan sebagai faktor pengurang nilai pasar wajar efek sesuai dengan risikonya sebesar persentase tertentu dari nilai pasar wajar efek dimaksud.

Mengacu pada definisi itu, secara garis besar, MKBD merupakan modal minimal yang harus dimiliki perusahaan sebagai penghitungan kekuatan modal sekuritas AB berdasarkan aset dan modal perusahaan yang dikurangi komponen kewajibannya.

Bapepam-LK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menerapkan batasan MKBD yang baru mulai 1 Februari 2012.

MKBD sekuritas penjamin emisi (underwriter) dan perantara pedagang (broker) minimal sebesar Rp25 miliar atau 6,25% atau 1/16 dari kewajiban terperingkat perusahaan.

Di sisi lain, minimal MKBD perusahaan manajer investasi dibatasi sebesar Rp200 juta ditambang 0,1% dari dana kelolaan perusahaan.

Pengetatan terutama terjadi pada peningkatan sisi pengurang (haircut) dan ranking liabilities yang membuat modal perusahaan harus mengimbanginya.

Pemodal sekuritas dan manajemen perusahaan efek harus menyuntikkan tambahan modal berupa dana tunai atau aset bentuk lain untuk mengimbangi ranking liabilities-nya. (*/Bisnis)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/edukasi/14874-pengertian-modal-kerja-bersih-disesuaikan-mkbd.html

Friday, February 24, 2012

10 Bekas Karyawan yang Sukses Berbisnis

Views :403 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 24 Februari 2012 13:12
shepianKesuksesan setelah berhenti dari pekerjaan kantoran Anda memang bukan jaminan. Namun untuk beberapa orang bisa beruntung setelah mengatakan 'Saya berhenti". Dengan kerja keras dan kebulatan tekad, mereka kini bisa berbalik mendulang sukses.

Berikut kisah sukses orang-orang setelah berhenti dari pekerjaannya. Orang-orang ini bisa mendulang jutaan dolar dan menciptakan kekayaannya sendiri. Berikut 10 orang-orang beruntung itu, seperti dikutip dari CNBC.

1. Shep dan Ian Murray, Vineyard VinesKarena merasa frustasi bekerja di kantor, dua bersaudara, Shep dan Ian Murray pada tahun 1998 resmi undur diri dari perusahaan tempat mereka bekerja. Shep Murray mengundurkan diri, disusul saudaranya 10 menit kemudian.

Mereka selanjutnya mendirikan Vineyard Vines, sebuah dasi yang berbasis di Martha's Vineyard. Ide mereka mengambil uang tunai dari kartu kredit sempat dicemooh dan dinilai bodoh.

Pada awalnya, mereka menjual dasi-dasi itu di tas ransel, di pantai, di kapal dan di bar. Saat ini ada 18 toko ritel Vineyard Vine di seluruh negara, dan jaringannya dapat ditemukan di hampir 500 toko. Vineyard Vine diperkirakan mampu mencetak penjualan hingga US$ 100 juta pada tahun 2011.

2. Rick Wetzel dan Bill Phelps, Wetzel's PretzelsRick Wetzel dan Bill Phelps dulunya sama-sama bekerja di Nestle ketika konsep Wetzel's Pretzels terlahir. Keduanya sedang dalam perjalanan bisnis ketika Wetzel mengatakan kepada Phelps tentang ide istrinya untuk membuat pretzel yang besar dan lembut dan dijual di mal. Malam itu, mereka duduk di bar dan menggambarkan rencana bisnisnya pada sebuah kain serbet.

Mereka menggandeng partner untuk menciptakan resep di dapur Phelp. Dan ketika waktunya tiba untuk membuka toko, mereka mencoba meyakinkan pemilik mal untuk datang ke rumah mereka dan mencoba kreasinya. Dan ternyata pemilik mal itu menyukai rasanya, sehingga mau menyewakan tempat untuk toko pertama Wetzel's Pretzels.

Di tahun 1994, Wetzel dan Phelps mendapatkan keberuntungannya ketika mereka mendapatkan beberapa paket penawaran (untuk berhenti) dari Nestle. Saat ini tercatat ada 250 toko Wetzel's Pretzel di seluruh AS. Penjualan di seluruh wilayah diperkirakan mencapai US$ 100 juta dengan pertumbuhan penjualan mencapai 9% pada tahun 2011.

3. Terry Finley, West Point ThoroughbredsTerry Finley menyelesaikan tugas militernya pada tahun 1990 ketika dia dan istrinya, Debbie kemudian membeli kuda seharga US$ 5.000. Kuda yang diberi nama Sunbelt itu memenangkan pacuan pertamanya.

"Melakukan apa yang Anda cintai dan membuatnya profesional adalah jauh lebih baik ketimbang hanya sekedar bekerja untuk hidup," jelas Finley.

West Point Thoroughbreds sekarang membeli 20-25 kuda setiap tahun, membentuk kelompok investor yang dapat meraup laba ketika kuda-kudanya menang, mengembangbiakkan dan menjual kuda-kuda tersebut. Sejak tahun 2007, kuda-kuda mereka telah memenangkan lebih dari 20% pacuan, sehingga membuat mereka bisa meraup US$ 16 juta. Penjualan tahunan mereka mencapai US$ 7 juta.

4. Dana Sinkler dan Alex Dzieduszycki, Terra ChipsDana Sinkler dan Alex Dzieduszycki sebelumnya bekerja untuk chef bintang, Jean-Georges Vongerichten di restoran bintang empatnya, Lafayette di New York. Mereka kemudian memutuskan berhenti dan ingin menciptakan sebuah sajian khusus untuk disajikan di bar, namun mereka ingin sesuatu yang berbeda dari elaborasi satu piringan penuh sayuran atau crudité platters, yang populer pada saat itu. Jadi pada tahun 1990, mereka bereksperimen dengan menggoreng sayur-sayuran di dapur apartemen kecil Sinkler.

Dan ternyata keripik sayur-sayuran kreasi mereka 'Terra Chips' menjadi sangat populer dan bisa dijual di toko. Sebuah perusahaan swasta membeli 51% saham mereka pada tahun 1995, dan pada tahun 1998 Hain Celestial membeli Terra Chips sebagai bagian dari kesepakatan senilai US$ 80 juta dengan 3 perusahaan lain. Pada saat itu, ujar Dzieduszycki , Terra Chips memiliki penjualan hingga US$ 23 juta.

Sinkler dan Dzieduszycki telah bergerak ke perusahaan baru. Sinkler kini telah memulai bisnis restoran baru yang disebut Hubee D's, sementara Dzieduszycki memulai Julian's Recipe, yang menjual waffle beku.

5. Adam Lowry dan Eric Ryan, MethodAdam Lowry dulunya bekerja sebagai ilmuwan iklim, sementara Eric Ryan bekerja di bidang periklanan. Keduanya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan mengembangkan bisnis produk pembersih yang ramah lingkungan, Method. Pada saat itu tidak banyak pilihan untuk produk kebersihan yang tidak mengandung unsur-unsur kimia berbahaya. Sehingga dua orang yang berteman baik sejak anak-anak itu mulai melakukan riset dan Lowry bahkan mencampur bahan kimia di bak cuci apartemen mereka.

Mereka menggabungkan dana hingga US$ 200.000 dari keluarga, teman dan memulai Method pada tahun 2000. Method telah menjadi sebuah perusahaan swasta dengan pertumbuhan paling cepat di Amerika dengan produk sekitar 100 mulai dari sabun tangan hingga sabun cuci piring dan pembersih kamar mandi. Pendapatan kotor perusahaan itu diperkirakan mencapai US$ 100 juta.

6. Rod Johnstone, J/BoatsRod Johnstone berusia 38 tahun dan bekerja sebagai sales untuk publikasi kapal ketika memutuskan untuk berhenti dan mewujudkan mimpi perahu layarnya. Ia semula sangat menikmati, namun kemudian merasa pertumbuhannya tidak cukup cepat. Orang tuanya kemudian mendonasikan kayu yang bernilai beberapa ratus dolar, dan Johnstone kemudian mulai membangun kapal di garasinya. Satu setengah tahun kemudian kapal impiannya rampung dan ia mulai mengikutkannya dalam perlombaan. Didorong oleh kesuksesannya, Johnstone memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan mewujudkan impiannya.

7. Andy Schamisso, Inko's White TeaPada tahun 2002, Andy Schamisso bekerja sebagai public relations namun tidak merasa nyaman. Suatu hari, ketika istrinya tidak dapat menemukan teh putih untuk es tehnya, Schamisso menemukan panggilannya. Ketika sedang mencarinya di internet, ia menemukan keuntungan keseatan dan memutuskan membawa resep istrinya ke orang lain.

Jadi setelah 13 tahun di perusahaan PR, Schamisso memutuskan untuk berhenti bekerja dan memulai Inko’s White Tea, yang dinamakan seperti anjingnya. Setelah mendapatkan cukup uang untuk membuat 6.000 kotak, Schamisso pergi ke jalanan di New York untuk menjual produknya. Setahun kemudian, order sudah beruba dari kardus-kardus ke truk-truk. Saat ini ada 14 jenis Inko’s White Tea di pasar. Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan tahunan perusahaan mencapai US$ 3 juta.

8. Kim dan Beaver Raymond, Marshmallow Fun CompanyKim dan Beaver Raymond, keduanya sama-sama mengatakan "Saya Berhenti" setelah mainan yang semula mereka ciptakan untuk anak-anak mereka berubah menjadi mainan yang sangat hits. Dua bersaudara itu sebelumnya sama-sama bekerja di industri fesyen. Pada tahun 2002, mereka membuat mainan tembakan dari pipa PVC untuk pesta ulang tahun anak mereka. Dipicu oleh kesuksesan pertempuran makanan yang mereka saksikan, pasangan itu dan beberapa temannya kemudian menggambarkan bagaimana membangun dan memasarkan mainan baru tersebut  dan Marshmallow Fun Company terlahir.

Pada tahun 2010, Marshmallow Fun Company menjual lebih dari 7 juta tembakan mainan anak-anak.

9. Rocky Patel, Rocky Patel CigarsRocky Patel merupakan pengacara entertainment Hollywood, sebelum akhirnya sukses mengembangkan bisnis cerutu.  Patel melihat sebuah kesempatan untuk menciptakan produk yang ia pikir hilang dari pasar. Jadi iapun meninggalkan bisnis hukum dan mulai memroduksi cerutu pada tahun 1996, mengubah rumahnya di California menjadi kotak tembakau.

Setelah awal yang sangat sulit, Patel memutuskan untuk memindahkan bisnisnya ke Florida dimana sebagian besar perusahaan cerutu AS berada. Ia mendapat sukses besar pada tahun 2003 dengan Rocky Patel Vintage Series yang mendapatkan peringkat tinggi dan pujian.

Rocky Patel Cigars saat ini memroduksi 200.000 cerutu setiap tahunnya, dengan penjualan lebih dari US$ 40 juta pada tahun 2011.

10. Paul English, Kayak

Paul English bekerja di sebuah perusahaan modal, Greylock pada tahun 2004 ketika Steve Hafner yang mendirikan Orbitz mengungkapkan ide untuk membuat perusahaan perjalanan yang berbeda. Setelah melakukan pertemuan selama 1 jam dan 3 gelas minuman, English dan Hafner membentuk Kayak, sebuah mesin pencari perjalanan online. English pun berhenti dari pekerjaannya di Greylock dan mulai menjadi chief technology officer untuk website baru itu.

Kayak menjadi tempat pencarian ratusan situs perjalanan yang lengkap karena ada tarif pesawat, hotel, sewa mobil dan kini berada di peringkat 1 untuk pasar tersebut. Kayak juga menyampaikan dokumen untuk IPO pada tahun 2010, meski hingga kini belum juga dilakukan. Perusahaan tersebut dilaporkan meraup pendapatan hingga US$ 170,6 juta pada 9 bulan pertama di 2011. Kayak memproses 670 juta pengguna informasi perjalanan dan memiliki 5 juta download aplikasi mobile pada periode tersebut. (*/Detik Finance)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/internasional/bisnis/14696-10-bekas-karyawan-yang-sukses-berbisnis.html

Thursday, February 23, 2012

Mengenal Seluk-beluk Obligasi


Views :313 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 23 Februari 2012 08:39
uang0212Banyak perusahaan swasta dan badan usaha milik negara (BUMN) mencari dana segar melalui penerbitan obligasi. Biasanya mereka memiliki rencana untuk melakukan penerbitan obligasi secara bertahap per semester.

Apabila penerbitan obligasi itu berhasil, maka perusahaan tersebut kemungkinan menerbitkan kembali obligasi yang sama pada semester berikutnya. Tentunya, cara itu mengikuti cara penerbitan obligasi yang berasal dari AS. Biasanya perusahaan-perusahaan besar di AS menerbitkan obligasi lebih dari satu kali di pasar modal.

Pengertian obligasi sendiri adalah surat utang jangka menengah dan panjang yang dapat dipindahtangankan serta berisikan perjanjian dari pihak yang menerbitkan untuk membayar bunga dalam periode tertentu dan melunasi pokok utangnya pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi.

Obligasi terdiri dari obligasi perusahaan, obligasi pemerintah, dan obligasi ritel. Dalam hal ini, perusahaan negara akan menerbitkan obligasi pemerintah tanpa jaminan. Biasanya obligasi pemerintah itu tidak memiliki jaminan yang memadai, tetapi obligasi dari perusahaan negara itu cukup banyak peminatnya.

Kadangkala penawaran obligasi itu mengalami oversubscribed karena memang memiliki daya pikat yang besar. Hal itu terkait dengan tingkat bunga yang menggiurkan, di mana bunga obligasi akan lebih tinggi dari bunga bank pada umumnya. Selain itu, status milik negara itu dapat memberikan rasa aman bagi pembeli.

Adapun perusahaan swasta maupun BUMN yang mencari dana segar memiliki dua alasan yang ekstrim. Pertama, perusahaan membutuhkan dana yang cukup besar untuk pengembangan usahanya. Kedua, perusahaan itu memiliki utang yang telah jatuh tempo, sehingga perlu mencari dana segar untuk membayarnya.

Dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, penerbitan obligasi dari perusahaan negara bertujuan tidak lain untuk melakukan refinancing utang-utangnya. Tentunya, perusahaan itu akan bernafas lega saat mereka telah menerima dana segar. Tapi, itu tidak dapat bertahan lama karena kesulitan akan muncul pada saat perusahaan itu harus membayar bunga yang cukup tinggi.

Namun apapun alasan perusahaan-perusahaan itu menerbitkan obligasi di pasar modal, mereka telah memberikan suatu kesempatan yang langka kepada masyarakat untuk meraup keuntungan bunga yang besar di pasar modal. Seharusnya, perusahaan yang menerbitkan obligasi di pasar modal dapat menekan biaya operasionalnya seminimal mungkin.

Dalam menerbitkan obligasi di pasar modal, perusahaan-perusahaan yang akan menerbitkan obligasi akan membutuhkan profesi penunjang pasar modal, seperti notaris, konsultan hukum, akuntan, dan jasa penilai dalam memenuhi regulasi pasar modal.

Pemilihan profesi penunjang itu juga akan menunjukkan atau mencitrakan profesionalitas dari perusahaan yang akan menerbitkan obligasi. Perusahaan profesi penunjang yang terkenal akan memiliki keabsahan yang sangat kuat di masyarakat, padahal tidak pernah membuat sistem yang bekerja di pasar modal menjadi lebih baik.

Selain itu, perusahaan profesi penunjang yang terkenal juga akan membutuhkan biaya yang sangat besar untuk menjaga prestasi dan prestisenya. Untuk menutupi biaya yang besar itu, perusahaan profesi penunjang terpaksa melakukan kompromi atas laporan keuangan dan pendapat yang akan disampaikannya. Bahkan tak jarang perusahaan profesi penunjang itu berani melacurkan keagungan profesinya dengan mengutamakan kepentingan perusahaan yang menerbitkan obligasi.

Tahapan penawaran obligasi sendiri dimulai dari tahap praemisi, tahap emisi, dan tahap pascaemisi. Dalam tahap praemisi, perusahaan yang menerbitkan obligasi akan memerlukan dan menunjuk profesi penunjang pasar modal. Untuk melaksanakan tahap praemisi, perusahaan akan menentukan profesi penunjang pasar modal yang memenuhi standar profesi. Nantinya profesi penunjang pasar modal akan melakukan pekerjaan sesuai dengan bidang dan keahliannya.

Profesi penunjang pasar modal wajib melakukan pekerjaan baku dan terukur. Karenanya pekerjaan profesi yang baku dan terukur itu dituangkan dalam ketentuan standar profesi. Saat ini, profesi penunjang pasar modal akan bertanggungjawab terhadap pendapatnya berdasarkan ketentuan standar profesi.

Sementara penerapan suatu ketentuan standar profesi membutuhkan unsur-unsur yang baku dan terukur pula yang diungkapkan dalam suatu tindakan pembukuan berdasarkan dokumen-dokumen yang sah. Titik kritis dari penilaian aset perusahaan terletak pada dokumen-dokumen yang dianggap memiliki keabsahan. Pertanyaannya, apakah keabsahan dokumen-dokumen dapat dipertanggungjawabkan secara materil?

Dalam kasus Enron Corporation dan WorldCom di AS, pejabat tinggi perusahaan-perusahaan itu dengan bantuan profesi akuntan publik dapat melakukan penipuan dengan mencatat keuntungan yang besar, padahal perusahaan tersebut merugi. Pencatatan keuntungan itu bertujuan untuk mengelabui masyarakat agar saham-saham perusahaan itu di pasar modal tetap memiliki daya tarik yang tinggi.

Enron Corporation yang merupakan perusahaan energi terbesar di AS memanipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan sebesar US$600 juta, sedangkan WorldCom, salah satu perusahaan tekomunikasi terbesar di AS memanipulasi laporan keuangan dengan tidak mencantumkan dana operasional sebesar US$3,8 miliar.

Apabila akuntan publik dapat mengaudit dan mencatat nilai aset perusahaan secara formal, maka kebenaran dokumen-dokumen perusahaan itu ditujukan hanya untuk memenuhi unsur-unsur ketentuan formal dari standar profesi yang abstrak. Akuntan publik dapat mencatat nilai aset berdasarkan dokumen-dokumen yang dianggap sah, padahal nilai-nilai yang tercantum dalam dokumen itu tidak mengungkapkan nilai aset yang sebenarnya.

Adapun konsultan hukum akan mendukung ketidakbenaran nilai materilnya melalui pengabsahan dokumen-dokumen itu. Tentunya, konsultan hukum itu tidak dapat memberikan pendapat melebihi dari apa yang seharusnya diberikan secara formal atas keabsahan dokumen tersebut.

Kenyataannya, kedua profesi itu tidak dapat menghindari konflik penilaian atas aset-aset dalam perusahaan. Akuntan publik, misalnya, akan menggunakan harga pasar dan konsultan hukum menggunakan harga aset berdasarkan nilai jual objek pajak (NJOP) dalam menentukan nilai tanah. Akuntan publik maupun konsultan hukum tidak memiliki kemampuan untuk menembus kebenaran materilnya. Tapi, keduanya dapat bekerjasama memanipulasi nilai aset perusahaan berdasarkan keabsahan dokumen.

Untuk menjaga kebenaran pendapat profesi penunjang pasar modal, Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) perlu membuat suatu ketentuan standar yang baku dan terukur di luar ketentuan standar profesi sendiri terhadap keabsahan dokumen perusahaan.

Setelah itu, Bapepam perlu memiliki sistem kerja audit yang terpadu untuk mengawasi profesi penunjang dalam menerapkan ketentuan standar yang baku dan terukur terhadap keabsahan dokumen-dokumen itu.

Pada akhirnya penggunaan perusahaan profesi penunjang yang terbaik sekalipun tidak dapat menghapuskan manipulasi nilai perusahaan yang sedang mencari dana segar dari masyarakat tanpa itikad baik dari pihak yang berperan dalam menentukan kebijakan perusahaan. Oleh karena itu pemerintah perlu memperkecil ruang gerak aktor-aktor itu dengan membakukan keabsahan dokumen-dokumen yang akan diaudit. (*/ dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/edukasi/14652-mengenal-seluk-beluk-obligasi.html