Wednesday, July 4, 2012

6 Langkah Persiapkan Masa Pensiun

Views :255 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 04 Juli 2012 11:33
pensiun0712Masa pensiun bisa menjadi masa yang menyenangkan atau mungkin masa yang menyedihkan. Semuanya tergantung dari kesiapan Anda menciptakan kondisi di hari tua tersebut.

Jumlah usia pensiun di Indonesia tergolong tinggi. Angka statistik menyebutkan, dari total jumlah penduduk 245,6 juta jiwa, sekitar 26,1 persen atau sekitar 64,3 juta jiwa merupakan usia di atas 65 tahun. Artinya, 1 dari 5 orang Indonesia adalah di usia pensiun. Angka ini adalah porsi yang cukup besar dan memerlukan penanganan serius.

Bagaimana menyiapkan program persiapan pensiun yang bijak? Psikolog sekaligus konsultan keuangan, Tessie Setiabudi, mengungkapkan, ada tiga hal utama yang harus menjadi perhatian.

Pertama adalah kesadaran pihak perusahaan atau organisasi. Dari sisi perusahaan, memberikan program persiapan pensiun yang bermutu tinggi merupakan wujud nyata apresiasi perusahaan kepada karyawannya. Bukankah sangat menyedihkan jika karyawan yang telah berkontribusi pada perusahaan/organisasi Anda mengakhiri hidupnya dengan terlantar?

Orang bijak mengatakan, jika Anda hanya memberi ikan, Anda hanya memberi makan sehari. Tetapi jika Anda mengajarkan orang memancing, Anda memberi makan seumur hidup. Dana pensiun yang disediakan perusahaan tidak cukup tanpa diiringi oleh program persiapan pensiun yang bermutu tinggi.

Kedua adalah kesadaran dari pihak karyawan. Menghadiri program persiapan pensiun yang bermutu tinggi merupakan bekal hidup yang sangat bermanfaat. Masa pensiun adalah bab terakhir dalam kehidupan seseorang. Bukankah setiap orang mendambakan untuk dapat “finish well”, yaitu mengakhiri perjalanan hidupnya dengan baik? Untuk itu persiapan yang matang dalam berbagi aspek kehidupan sangatlah penting.

Ketiga adalah kesadaran dari pihak penyelenggara pelatihan persiapan pensiun. Merupakan suatu kehormatan bagi setiap penyelenggara untuk berperan penting pada kehidupan seseorang di bab terakhir dalam hidupnya. Berikanlah pelatihan bermutu yang menjawab kebutuhan mereka dan tidak “meninabobokan” mereka. Selain itu, pihak penyelenggara juga harus meningkatkan kesadaran pihak perusahaan dan karyawan akan pentingnya partisipasi mereka.

Setelah tiga pihak ini memahami perannya masing-masing, lalu persiapan apa yang dibutuhkan para calon pensiunan ini?

Tessie, yang juga pemilik Training For Excellence Pte Ltd, Singapura ini mengungkapkan, ada sejumlah poin penting yang menjadi pegangan agar program pensiun berjalan sukses.

1. Calon pensiunan harus memahami perubahan hidup mereka saat memasuki pensiun seperti aspek psikologis, kesehatan dan gaya hidup.

2. Calon pensiunan harus menyadari di saat sudah tidak bekerja lagi, mereka tetap memiliki banyak hal-hal positif.

3. Calon pensiunan harus melihat masa pensiun sebagai era baru yang menyuguhkan tantangan namun mengasyikkan.

4. Calon pensiunan mau belajar “ilmu” baru untuk membekali perjalanan hidupnya, serta menyadari bahwa tidak ada istilah “terlalu tua untuk belajar.”

Sebagai gambaran, otak seseorang berumur 50 tahun atau lebih, dapat memproses daya pikir yang sama atau bahkan lebih baik dibandingkan saat dia berumur 20-an. Hanya daya ingatnya saja yang menurun. Seseorang yang telah berumur 50 tahun atau bahkan 60 tahun tetap memiliki kemampuan untuk belajar sesuatu yang baru.

5. Calon pensiunan mampu mengelola uang secara bijak, dan memahami jenis-jenis investasi, peluang serta risikonya. Selain itu, mereka juga harus mengenal berbagai alternatif investasi yang aman dan menghasilkan.

6. Calon pensiunan mulai menjajaki pilihan atau alternatif perjalanan hidup mereka di sektor yang cocok dengan kemampuan dan kegemarannya. Hal itu mencakup pekerjaan baru, peluang agri-bisnis, usaha baru, aktivitas bidang spiritual, investasi pasar uang atau pasar modal. Hal yang tak kalah penting adalah memahami apa saja yang perlu diperhatikan, termasuk risiko serta komitmen waktu yang harus mereka sediakan. (Pbw)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/182-investasi/18266-6-langkah-persiapkan-masa-pensiun.html

Tuesday, July 3, 2012

5 Tips Beli Saham IPO

5 Tips Beli Saham IPO

Angga Aliya - detikfinance
Selasa, 03/07/2012 08:13 WIB


img
Jakarta - Munculnya saham baru di pasar selalu menyenangkan bagi investor. Apalagi jika saham tersebut merupakan milik perusahaan yang cukup terkenal. Tapi, Anda tetap harus hati-hati.

Sejalan dengan perkembangan ekonomi, korporasi juga tak mau ketinggalan. Banyak perusahaan yang ingin tumbuh sehingga membutuhkan banyak modal. Salah satunya adalah jual saham di pasar modal melalui initial public offering (IPO) alias penawaran umum saham perdana.

Biasanya, saham IPO ini menjanjikan pertumbuhan yang cukup tinggi, terutama untuk jangka panjang. Namun sebaiknya anda lebih berhati-hati, karena terbukti dalam beberapa kasus ada saham IPO yang sudah lebih dari satu tahun tidak balik lagi ke harga awal.

Meski untuk investasi jangka panjang, mencari IPO yang benar-benar bisa menguntungkan itu tidak mudah. Banyak risiko yang unik dalam sebuah IPO, sehingga tidak bisa disamakan dengan pembelian saham biasa yang sudah beredar di pasar.

Jika Anda memang berencana untuk berinvestasi lewat IPO, berikut ini ada tips yang bisa disimak, seperti dikutip dari Investopedia, Selasa (3/7/2012):

1. Cari riset perusahaan yang objektif

img
Mencari informasi mengenai perusahaan yang siap go public itu gampang-gampang susah. Tidak seperti mencari info soal perusahaan yang sudah melantai di bursa.

Tidak banyak juga analis yang punya hasil riset mengenai perusahaan tertutup. Sehingga, kelemahan-kelemahan kecil di perusahaan tersebut sulit sekali diketahui.

Semua informasi perusahaan pasti akan dicantumkan dalam prospektus, tapi semuanya ditulis oleh perusahaan itu sendiri, tanpa ada campur tangan pihak lain.

Internet bisa menjadi tempat yang tepat untuk melakukan riset terhadap perusahaan tersebut. Anda bisa mulai mempelajati peta kompetisi, kompetitor, kinerja keuangan dan laporan keuangannya.

Informasi seperti ini bisa saja langka, tapi jangan putus asa dan teruslah mencari info sedalam-dalamnya. Bandingkan hasil yang Anda temukan di internet dengan prospektus IPO perusahaan tersebut. Sehingga Anda bisa merancang strategi investasi yang tepat pada perusahaan itu.

2. Pilih perusahaan dengan penjamin emisi yang kuat

img
Pilih perusahaan yang memakai jasa penjamin emisi alias underwriter berpengalaman dan terkenal. Bukan berarti perusahaan yang IPO dengan penjamin emisi kecil tidak akan berhasil, tapi dengan underwriter berpengalaman maka peluang keberhasilannya lebih tinggi lagi.

Apalagi, biasanya underwriter besar menangani IPO perusahaan-perusahaan yang besar pula. Jika dihadapkan dengan IPO oleh underwriter kecil, maka sebaiknya Anda lebih berhati-hati dan cari informasi lebih banyak lagi.

Satu hal positif bagi underwriter kecil adalah biasanya harga sahamnya terjangkau dan berpotensi naik dalam beberapa tahun ke depan. Sahamnya juga tersedia cukup banyak bagi investor retail, tidak seperti perusahaan besar.

3. Selalu baca prospektus secara detil

img
Meski Anda tidak harus percaya 100% terhadap prospektus, tapi jangan sampai informasi yang ada di dalamnya terlewat begitu saja. Salah satu poin penting yang harus Anda perhatikan adalah risiko dan kesempatan di perusahaan tersebut, juga tujuan penggunaan dana hasil IPO.

Contohnya, jika dana hasil IPO akan digunakan untuk bayar utang, maka Anda harus berhati-hati. Sudah menjadi lampu kuning jika perusahaan tidak mampu bayar utang dan malah mengandalkan penjualan saham.

Nah, jika ternyata dananya akan digunakan untuk aksi korporasi lain seperti, riset produk baru, pembangunan pabrik, perluasan penjualan, maka ini perusahaan yang cocok untuk investasi.

Prospektus ringkas biasanya diterbitkan di media massa menjelang IPO. Tapi jika ingin versi lengkapnya Anda bisa meminta langsung kepada underwriter atau broker yang melakukan riset terhadap perusahaan yang bersangkutan.

4. Ekstra hati-hati

img
Bersikap skeptis sangatlah diperlukan menjelang IPO. Pasalnya, ada banyak risiko dan ketidakpastian dalam berinvestasi di saham perdana, terutama karena minimnya informasi. Anda harus sangat berhati-hati terhadap IPO.

Jangan langsung percaya pada broker Anda saat ia merekomendasikan satu IPO, bersikaplah skeptis dan cari informasi sendiri sebanyak-banyaknya. Bahkan biasanya, broker menyimpan saham IPO yang bagus untuk klien dengan dana cukup banyak, sehingga jika Anda hanyalah investor kecil, maka peluang bisa dapat saham bagus itu lebih kecil.

5. Perhitungkan lock-up period

img
Periode lock-up adalah kontrak yang mengikat, biasanya tiga sampai 24 bulan, antara underwriter dan salah satu pemilik saham lama di perusahaan yang mau IPO untuk tidak menjual sahamnya beberapa waktu setelah IPO.

Jadi, si pemilik lama tidak bisa menjual saham tersebut bahkan ketika berada di harga yang sangat mahal sekalipun, kecuali masa 'berlakunya' sudah habis. Intinya di sini adalah mempertimbangkan pembelian saham IPO sampai habisnya masa berlaku tersebut.

Pasalnya, jika masa berlaku sudah habis tapi si pemegang saham lama tetap tidak mau melepas sahamnya, maka ada kemungkinan masa depan perusahaan tersebut masih cerah. Pada periode lock-up Anda tidak akan pernah tahu apakah si pemegang saham sudah puas atau malah ingin buru-buru melepas sahamnya.

Tidak ada salahnya bersabar sedikit sampai situasi pasar bisa 'bercerita' mengenai saham yang baru saja IPO tersebut. Perusahaan bagus tetap akan menjadi perusahaan bagus dan layak untuk dijadikan tempat berinvestasi, tidak peduli kapan Anda mulai berinvestasi.

Kesimpulan

img
Bukan berarti Anda harus menghindari berinvestasi saat ada IPO, karena banyak investor yang sudah meraup untung banyak lewat aksi korporasi ini. Setiap bulan pasti ada perusahaan baru yang masuk lantai bursa, tapi memang sedikit sulit untuk memilih mana yang cocok untuk berinvestasi.

Ingat, ketika Anda dihadapkan satu IPO, investor yang skeptis dan punya banyak informasilah yang akan berhasil.

Sumber:
http://finance.detik.com/read/2012/07/03/081312/1956196/479/5-tips-beli-saham-ipo

Butuh modal besar segera, ini solusinya

KIAT KOCEK

Butuh modal besar segera, ini solusinya! 


Butuh modal besar segera, ini solusinya! (1)
JAKARTA. Satu bulan lagi, umat Islam akan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Bagi Ria, kebahagiaan datang tidak hanya karena bisa menjalankan ibadah sebagai seorang muslim, tetapi juga lantaran meraih keuntungan besar dari berjualan kue kering lebaran.

Ya, Ria memang rutin menerima pesanan kue kering menjelang hari raya lebaran atau Idul Fitri. Jumlahnya melonjak hingga mencapai puluhan kali lipat pesanan pada bulan-bulan di luar Ramadan dan Idul Fitri. Ketika awal-awal berbisnis kue kering, kadang, Ria terpaksa menampik sejumlah pesanan lantaran cekak modal. Maklum, kue mesti dibikin dulu, pembayaran menyusul belakangan.

Namun, sejak beberapa tahun terakhir, Ria sudah tahu solusi untuk kebutuhan modal besar dalam tempo singkat tersebut. Singkat cerita, ibu satu anak ini menutup kebutuhan modal tersebut dengan cara menggadaikan koleksi emas batangan bersertifikat Logam Mulia miliknya ke kios Pegadaian. Tahun ini pun, ia menempuh jurus yang sama.

Saat ini, Pegadaian mematok bunga sekitar 1,5% per 15 hari. Ria hanya membutuhkan waktu sekitar 2 bulan - 3 bulan untuk menebus kembali emas batangannya. Baginya, tingkat bunga Pegadaian cukup kompetitif ketimbang menarik dana dari kartu kredit atau kredit tanpa agunan (KTA).

Memang, untuk menarik dana dari kartu kredit, seseorang sebaiknya memastikan terlebih dahulu bisa melunasinya saat jatuh tempo. Itu berarti, perputaran uangnya cuma satu bulan. Jika tidak, ia akan kena tingkat bunga yang tinggi. Sementara, menarik dana dari KTA sudah pasti akan kena bunga tinggi.

Perencana keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto menambahkan, skema gadai emas memang baik untuk sumber pendanaan usaha. “Program gadai itu dibuat untuk tujuan produktif. Artinya, dengan gadai, kita menggunakan dana tadi untuk usaha yang memberikan harapan hasil lebih besar daripada bunganya,” ujarnya.

Eko sangat tidak menyarankan gadai emas dipakai untuk kegiatan yang tidak produktif, apalagi spekulasi. “Sebaiknya hindari!” tandasnya.

KRASIDA untuk tenor lebih panjang

Nah, ada kabar gembira bagi pengusaha kecil dan rumahan seperti Ria. Pegadaian, kini, menawarkan program Kredit Angsuran Dengan Sistem Gadai (KRASIDA). Program ini menawarkan bunga 1% per bulan atau sepertiga lebih murah dari gadai konvensional. Program ini sejatinya adalah kredit yang diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan sistem usahanya.

Selain menawarkan bunga lebih rendah, program ini juga memberikan keleluasaan jangka waktu pinjaman. Nasabah bisa memilih tenornya. Ada empat pilihan tenor, yakni 12 bulan, 18 bulan, 24 bulan, dan 36 bulan. Tentu saja, skema ini menarik bagi pelaku usaha yang butuh modal cepat dalam tempo yang relatif panjang. Sebagai pembanding, dalam skema gadai emas biasa, Pegadaian menawarkan tenor per 15 hari, dengan batasan maksimal 120 hari atau empat bulan.

Enaknya lagi, prosedur pencairan dana dalam sistem gadai ini relatif lebih mudah. Bila semua dokumen persyaratan terpenuhi, tak lebih dari dua jam, dana tunai pinjaman sudah bisa nasabah bawa pulang. Persyaratannya juga tidak susah-susah amat, kok. Berdasarkan reportase KONTAN di lapangan, Pegadaian hanya meminta surat keterangan kepemilikan usaha dari kelurahan. Selebihnya, sama seperti persyaratan dokumen gadai pada umumnya.

Direktur Pengembangan Pegadaian Wasis Djuhar mengatakan, tahun ini saja, pihaknya menganggarkan dana sekitar Rp 200 miliar bagi program KRASIDA. “Kami berharap para pengusaha UMKM dapat memanfaatkannya dengan baik,” ujar Wasis.

Sekarang, mari kita lihat skema program KRASIDA milik Pegadaian. Misalnya, Anda ingin mengembangkan usaha dan berniat menggadaikan 100 gram emas bersertifikat Logam Mulia sebagai jaminannya.

Anda tinggal datang ke kantor cabang Pegadaian dengan membawa sejumlah dokumen yang diminta, termasuk surat keterangan dari kelurahan yang menyatakan kepemilikan usaha Anda. Plus, usaha Anda tersebut setidaknya sudah berjalan minimal selama satu tahun.

Berdasarkan hasil reportase KONTAN, Kamis (28/6) pekan lalu, salah satu kantor cabang Pegadaian di bilangan Jakarta Selatan memberikan simulasi sebagai berikut.

Pegadaian awalnya akan menentukan harga taksiran alias harga dasar emas (HDE) versi mereka. Tak disebutkan jelas berapa besar HDE tersebut dari patokan harga PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Namun, pada Kamis lalu, saat harga jual 100 gram emas di Antam dibanderol Rp 49,92 juta, Pegadaian memberikan HDE senilai Rp 48 juta atau 3,85% lebih murah dari harga Antam.

Dari HDE tersebut, Pegadaian memberikan maksimum pembiayaan sebesar Rp 45 juta. Angka ini memberikan gambaran loan to value (LTV) sebesar 93,75%. Namun, dalam brosur Pegadaian terpampang bahwa pembiayaan KRASIDA bisa mencapai 95% dari nilai taksirannya.

Selanjutnya, Anda tinggal memilih jangka waktu pinjaman antara 12 bulan hingga 36 bulan. Di awal, Anda akan dikenakan biaya administrasi sebesar 1% dari nilai pinjaman Anda plus dua buah meterai nominal Rp 6.000 untuk keperluan perjanjian kredit. Biaya administrasi dipangkas langsung dari nilai pinjaman tadi.

Pinjaman minimum yang bisa Anda peroleh sebesar Rp 20 juta dan maksimum Rp 250 juta. Karena pinjaman ini menggunakan metode angsuran, setiap bulan, Anda diharuskan mencicil pokok pinjaman beserta bunganya.

Oleh Yuwono Triatmodjo -

Butuh modal besar segera, ini solusinya! (selesai)



JAKARTA. Modal, hingga kini, selalu menjadi kata sakti yang bisa mewujudkan mimpi sebagian masyarakat dalam membangun usaha. Dari mana asalnya? Banyak cara bisa ditempuh. Salah satunya dengan menggadaikan logam mulia dan perhiasan emas.
Yang terbaru, Pegadaian menawarkan program Kredit Angsuran Dengan Sistem Gadai (KRASIDA). Program ini menawarkan bunga 1% per bulan atau sepertiga lebih murah dari gadai konvensional.
Program ini sejatinya adalah kredit yang diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan sistem usahanya. (baca: Butuh modal besar segera, ini solusinya! bag. 1)
Perhatian arus kas dan biaya-biaya lainnya

Nah, jika Anda berniat mengambil program KRASIDA, maka faktor cicilan per bulan tersebut yang mesti dipertimbangkan. Sebab, itu berarti, si nasabah harus mampu menyisihkan dana saban bulan untuk membayar cicilan. Lain halnya dengan gadai emas syariah di perbankan syariah.

Pada sistem gadai emas syariah di perbankan, nasabah cukup membayar pokok berikut bunga atau biaya gadai yang telah ditentukan pada akhir periode gadai.
Jadi, menurut Direktur Pillar Business Accerator Sonny B. Sofyan, skema gadai syariah ini lebih menguntungkan bagi pengusaha kecil, terutama dari sisi pengelolaan arus kas atau cash flow. “Kalau pengusaha bisa membayar pokok di akhir masa pinjaman, tentu hal itu akan lebih memudahkan,” ujar Sonny, yang juga pendiri lembaga pendampingan UKM Indonesia.

Ambil contoh, Anda menggadaikan emas dengan berat bersih 45 gram dan karatase 21. Setelah dihitung, nilai taksirannya Rp 16.734.375. Nah, lantaran loan to value hanya 85%, maksimal plafon pinjaman sebesar Rp 14.224.218,75. Dikurangi biaya administrasi Rp 45.000, pinjaman bersih yang Anda terima Rp 14.179.218,75. Kemudian, untuk biaya pinjaman selama 120 hari ditetapkan sebesar Rp 870.187,50.

Nah, selama tiga bulan masa pinjaman berjalan, Anda tidak perlu membayar apa pun. Baru pada akhir periode pinjaman atau pas tiga bulan kemudian, Anda mesti membayar pokok pinjaman berikut biaya yang telah ditetapkan. Jadi, total senilai Rp 15.094.406,25. Hitung punya hitung, biaya tadi setara 6,14% atau sekitar 1,53% per bulan.

Merujuk pada hitungan tersebut dan hitungan Sonny, bunga gadai emas biasa maupun KRASIDA yang ditawarkan Pegadaian memang cukup kompetitif. Bahkan, masih lebih rendah dibandingkan dengan tawaran gadai di perbankan syariah.

Mau gadai emas konvensional atau pun syariah, Perencana keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto mengingatkan, agar nasabah memperhatikan bunga pada pembiayaan konvensional atau bagi hasil pada pembiayaan syariah. “Bila bunga terlalu besar, sangat mungkin akan mempengaruhi kinerja usaha mereka,” ujarnya. Nah, jangan sampai, laba habis hanya untuk membayar bunga.

Di samping tingkat bunga, nasabah harus memperhatikan biaya-biaya yang ada dalam skema gadai KRASIDA ini. Salah satu kelemahannya adalah Pegadaian menerapkan biaya penalti yang cukup besar untuk pelunasan lebih awal dari tenor yang telah disepakati.

Nilai penalti bervariasi, merujuk persentase tertentu atas sisa pokok pinjaman nasabah. “Persentasenya tidak bisa disebutkan karena sudah masuk dalam sistem,” ujar salah seorang staf kantor cabang Pegadaian yang menolak disebut namanya. Namun, ia menambahkan, jumlahnya sepertinya tidak akan lebih dari 5% dari sisa pokok pinjaman.

Di luar itu, nasabah harus memperhatikan jadwal pembayaran cicilan. Sebab, terlambat 7 hari saja, nasabah akan didenda sebesar 2% dari jumlah angsuran bulanan. Bahkan, bila sampai terlambat 14 hari, dendanya akan naik menjadi 4%, begitu seterusnya. Tapi, ada maksimum pengenaan denda, yakni 10% untuk 30 hari. Bila lewat dari masa ini, Pegadaian akan melelang barang jaminan Anda. Tentu, Anda tidak ingin emas yang menjadi investasi Anda melayang gara-gara tidak bisa mencicil pinjaman gadai, bukan?

Sebagai catatan, ketentuan gadai emas dalam bentuk Logam Mulia tersebut juga berlaku bagi gadai dengan jaminan emas perhiasan. Kadar emas perhiasan yang diterima sebagai barang jaminan minimal sebesar 70% atau yang memiliki karat tak kurang dari 16 karat.

Nah, sekarang kembali pada Anda, mana skema gadai yang lebih sesuai dengan kebutuhan pendanaan Anda? Jika Anda membutuhkan dana dalam tempo kurang dari tiga bulan, skema gadai emas biasa tentu lebih menguntungkan bagi Anda.

Namun, jika Anda membutuhkan dana untuk keperluan lebih dari satu tahun, KRASIDA bisa menjadi pilihan pendanaan. Tentu, Anda harus menyadari konsekuensi berikut biaya-biayanya. Yang terpenting, Anda sanggup memenuhi kewajiban cicilan bulanan dan pastikan arus kas bisnis Anda tidak terganggu oleh kewajiban membayar cicilan bulanan.

Ada baiknya juga, sebelum mengambil fasilitas gadai di Pegadaian ini, Anda mempertimbangkan dan membandingkan terlebih dulu dengan skema gadai emas di perbankan syariah.

Lebih murah di Bank Syariah

Bukan cuma Pegadaian yang menyediakan fasilitas gadai emas bagi masyarakat. Perbankan syariah pun menawarkan fasilitas gadai emas dengan prinsip syariah. Bahkan, gadai emas di perbankan syariah ini sempat ramai ketika harga emas terus menanjak. Ketika itu, ditengarai, nasabah cenderung memanfaatkan produk tersebut untuk kegiatan spekulasi.

Lantaran melihat kecenderungan tersebut, Bank Indonesia (BI) sebagai pengawas perbankan sempat menghentikan praktik gadai emas di perbankan syariah. Setelah menentukan aturannya, kini praktik gadai emas syariah di perbankan syariah sudah kembali berjalan. Nah, seperti apa gadai emas di perbankan syariah?

Pertama, mari kita lihat dari sisi taksiran. Kita ambil contoh praktik di Bank Syariah Mandiri (BSM). Pada Kamis (28/6), BSM menaksir emas bersertifikat Logam Mulia seberat 100 gram senilai Rp 42,5 juta. Itu berarti, hanya sekitar 80% dari harga yang ditetapkan Antam. Padahal, pada hari yang sama, Pegadaian menetapkan nilai taksiran sebesar Rp 45 juta atau sekitar 93,75% dari harga Antam. Nah, dari sini terlihat, nilai taksiran di perbankan syariah lebih rendah ketimbang di Pegadaian.

Kedua, dari sisi plafon pinjaman atau loan to value (LTV). Secara ketentuan, BSM bisa memberikan plafon hingga 90% dari nilai taksiran. Sementara, Pegadaian berani memberikan plafon sampai dengan 95% dari nilai taksiran. “Dengan dasar taksiran yang lebih rendah, pendanaan yang bisa kita ambil dari bank syariah jadi sedikit lebih rendah,” tutur Eko.

Ketiga, dalam hal tenor atau jangka waktu pinjaman. Untuk gadai emas biasa, Pegadaian memang membatasi tenor cuma sampai dengan 120 hari atau 4 bulan. Namun, pada skema KRASIDA, tenor bisa mencapai 3 tahun. Di bank syariah, tenor per periode pinjaman hanya 4 bulan dan bisa diperpanjang selama dua kali periode. “Kami tentu menjalankan apa yang diminta BI,” ujar Hanawijaya, Direktur BSM.

Namun, ia berharap, BI bisa memperpanjang ketentuan tenor tersebut kelak. “Karena di lapangan, banyak pelaku usaha yang membutuhkan dana dengan sistem gadai ini, tetapi waktu yang singkat menjadi kendala bagi mereka,” tuturnya.

Keempat, soal bunga atau bagi hasil. Merujuk hitungan di tulisan utama, bunga di Pegadaian ternyata lebih murah dibandingkan dengan bagi hasil atau biaya penitipan gadai di perbankan syariah.

Kelima, soal biaya administrasi dan pelunasan dipercepat, bank syariah jelas lebih unggul. Sebab, bank syariah hanya menetapkan biaya administrasi di muka dengan besaran sesuai dengan jumlah emas yang digadaikan. Nasabah tidak memiliki kewajiban mencicil pokok dan biaya pinjaman per bulan. BSM pun tidak mengenakan penalti untuk pelunasan yang dipercepat.

Setelah membandingkan skema gadai di Pegadaian dan di perbankan syariah, Anda tentu lebih tahu mana yang paling sesuai dengan kebutuhan pendanaan modal usaha Anda. “Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan,” tandas Eko.

Nah, selamat berwirausaha dan semoga sukses!



8 Kesalahan di Bisnis Kuliner

8 Kesalahan di Bisnis Kuliner
Penulis : Christina Andhika Setyanti | Selasa, 3 Juli 2012 | 14:28 WIB

Banyaknya para pelaku usaha yang cenderung menganggap enteng berbisnis kuliner ini tak heran membuat banyak pengusaha yang gulung tikar karena tak mampu menghadapi persaingan bisnis yang ada.
KOMPAS.com — Bisnis kuliner termasuk yang menjadi pilihan banyak orang karena dianggap jenis bisnis yang lebih mudah dilakukan daripada bisnis lainnya. "Padahal, bisnis kuliner termasuk bisnis yang tergolong rumit karena membutuhkan banyak inovasi dan kreativitas yang berkelanjutan," tukas Ali Bagus Antra, pemilik usaha Bebek Garang, saat talkshow "Kiat Sukses Wirausaha dalam Menghadapi Persaingan" dalam acara Sedap Mighty Culinary beberapa waktu lalu.
Anggapan enteng mengenai bisnis kuliner membuat banyak pengusaha yang gulung tikar karena tak mampu menghadapi persaingan bisnis. Ali mengungkapkan, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan para pelaku bisnis kuliner:
1. Tidak fokus
Para pemilik usaha sering terlena setelah merasa bisnisnya sudah sukses. Kesuksesan pada tahap awal ini membuat Anda mulai tak fokus pada pengembangan usaha, dan malah berusaha membangun usaha sampingan lainnya. Ali mengungkapkan, adalah hal yang wajar untuk memiliki lebih dari satu bisnis. Namun, jangan terlalu terburu-buru untuk memiliki banyak cabang dalam waktu dekat, atau membangun bisnis lain dalam saat yang bersamaan, karena hanya akan membuat perhatian terpecah.
2. Konsumtif
Usaha yang sukses akan memberikan penghasilan yang lumayan. Namun, penghasilan sering membuat Anda jadi lebih konsumtif. "Uang yang didapat dari usaha sering dianggap sebagai bonus dan upah kerja keras Anda sehingga uang lalu digunakan untuk memanjakan diri," paparnya.
Sifat konsumtif ini akan sangat berbahaya untuk Anda, terutama untuk perkembangan bisnis. Ali menambahkan, sampai saat ini banyak orang yang lebih memilih menghabiskan penghasilan usahanya untuk kepuasan diri, seperti membeli gadget dan lain-lain, ketimbang menginvestasikan uangnya kembali untuk memperbarui alat atau investasi untuk cabang baru.
3. Tak mau berbagi kepemilikan
Salah satu cara untuk mengembangkan usaha adalah dengan berbagi kepemilikan usaha dengan orang lain. Misalnya melalui penanaman saham, ataupun dengan model waralaba. Namun, banyak orang yang takut untuk melakukan hal ini. Mereka berpikir bahwa berbagi kepemilikan akan membuat keuntungan Anda berkurang, atau membuat Anda rugi. Padahal, jika dilakukan dengan sistem yang tepat dan kuat, pembagian kepemilikan akan membuat usaha lebih besar.
4. Berhenti berinovasi
Dalam bisnis kuliner, inovasi dan kreativitas merupakan salah satu syarat wajib. Ketika produk usaha kuliner yang dijual sudah mendapatkan respons yang memuaskan dan menghasilkan keuntungan besar, orang cenderung lalai untuk terus berinovasi. Jika ingin sukses berbisnis, sebaiknya selaris apa pun usaha Anda, jangan berhenti berinovasi dengan berbagai cara. Ingatlah bahwa persaingan akan selalu ada, dan jika tak ingin kalah dalam persaingan, sebaiknya tetap kreatif untuk menciptakan inovasi menu baru yang unik.
5. Tidak komersial
Makanan kesukaan sering kali jadi inspirasi bagi seseorang untuk menjadikannya sebuah ladang usaha. Hanya saja, perlu diingat bahwa tak semua makanan yang Anda sukai juga akan disukai orang lain. "Banyak orang yang punya selera berbeda tentang makanan. Sekalipun makanan itu adalah makanan kesukaan Anda, namun tetap sesuaikan dengan selera pasar dan konsumen," sarannya.
Jangan ragu untuk melakukan survei pasar sebelum menentukan produk yang akan dijual. Kesalahan memilih produk akan berakibat produk Anda tidak komersial dan tidak laku.
6. Persaingan harga
Dalam menjalankan usaha, persaingan memang tak mungkin dihindari. Persaingan ini tidak hanya terlihat dalam persaingan barang dagangan yang sama, tapi juga persaingan harga. "Persaingan harga adalah hal yang harus diantisipasi. Sebab, sering kali kompetitor Anda akan menjual barang yang sama dengan harga yang lebih murah untuk menarik pelanggan," bebernya.
Usahakan untuk menjual produk yang murah, tetapi rasa dan kualitasnya tetap baik. Untuk menghasilkan harga jual yang murah dan kualitas yang baik, tekan sedikit keuntungan Anda. Lebih baik jangan terlalu banyak menargetkan pengambilan keuntungan dari produk yang dijual.
7. Tidak profesional
Menjalankan bisnis bukan sekadar seperti berinvestasi atau menanam modal semata. Banyak orang yang hanya mempertimbangkan masalah modal, dan hanya ingin menikmati hasil keuntungannya. Padahal, bisnis juga merupakan sebuah proses pembelajaran, serta buah dari pemikiran dan kerja keras yang dilakukan oleh berbagai pihak. Ali mengungkapkan, dalam bisnis sekecil apa pun, kita tetap membutuhkan sikap profesional dalam menjalankan bisnis, perencanaan keuangan, sampai pemilihan karyawan.
8. Fondasi tidak kuat
Buatlah sebuah perencanaan yang matang di awal bisnis Anda. Sebuah business plan akan sangat diperlukan sebagai bentuk kesiapan usaha. Perencanaan dan fondasi usaha yang kuat akan membuat usaha Anda tidak mudah hancur karena sudah memiliki berbagai bekal sebagai antisipasi kegagalan.
Selain itu, fondasi usaha juga sangat dibutuhkan sebelum memutuskan membuka sebuah cabang baru. "Cabang yang banyak memang bisa menjadi strategi bisnis yang menguntungkan. Hanya saja, buat fondasi dan sistem usaha yang stabil terlebih dulu agar cabang selanjutnya bisa sesukses cabang pertama," sarannya.
Editor :
Dini
Sumber:
http://female.kompas.com/read/2012/07/03/14285172/8.Kesalahan.di.Bisnis.Kuliner.

Monday, July 2, 2012

5 Prinsip Menjadi Kaya dan Penuh Berkah


Penulis : Felicitas Harmandini | Senin, 2 Juli 2012 | 11:55 WIB

"Orang biasanya mengejar uang agar menjadi bahagia. Tetapi uang saja sebenarnya tidak membuat Anda bahagia," kata Russell Simmons.
KOMPAS.com - Menjadi kaya itu penting, namun yang lebih penting adalah menjadi berkah bagi orang lain, begitu prinsip Russell Simmons. Anda mungkin mengenalnya sebagai mantan suami model dan pengusaha Kimora Lee Simmons. Tetapi tanpa Kimora, Simmons lebih dulu dikenal sebagai orang berpengaruh di dunia hip hop.
Tumbuh besar di lingkungan kelas menengah di mana menurutnya "satu-satunya entrepreneur adalah para pengedar narkotika", kelak Simmons masuk dalam daftar "Top 25 Most Influential People of the Past 25 Years dari USA Today berkat tangan dinginnya saat menangani bisnis musik, fashion, maupun film. Ia dikenal memiliki "Midas Touch", karena apapun yang disentuhnya selalu menjadi sukses.
Ia mengawali kariernya di musik pada akhir 1970-an, dengan memproduseri artis-artis hip hop seperti Run DMC dan The Beastie Boys. Tahun 1984, ia mendirikan label rekaman Def Jam Recordings bersama Rick Rubin, dan melejitkan bintang-bintang tenar seperti Foxy Brown, LL Cool J, Public Enemy, Ludacris, dan Jay-Z. Tahun 1992, ia mendirikan perusahaan fashion Phat Farm, dan menciptakan sejumlah brand yang sangat sukses, seperti Baby Phat, Run Athletics, Argyleculture, dan American Classics. Pada 1999, ia melepas sahamnya di Def Jam ke Universal Music Group senilai 100 juta dollar. Lima tahun kemudian, giliran Phat Farm yang dilepas dengan harga 140 juta dollar.
Simmons menyadari bahwa buah dari sentuhan emasnya perlu ditanggapi lebih mendalam. "Orang biasanya mengejar uang agar menjadi bahagia. Tetapi uang sebenarnya tidak membuat Anda bahagia," katanya. "Menjadi bahagia (lebih dulu) justru akan menghasilkan uang."
Simmons menemukan keseimbangan dalam hidupnya setelah 15 tahun mempraktikkan yoga dan meditasi. Dalam bukunya, Super Rich: A Guide to Having it All, Simmons menunjukkan bahwa semua orang bisa mencapai kesuksesan dan kebahagiaan. Ada lima prinsip untuk menjadi superkaya yang bisa Anda tiru dari dirinya:

1. Berikan talenta Anda semaksimal mungkin
Sejak Anda bangun pada pagi hari, pikirkan apa yang bisa Anda berikan untuk orang lain, dan bukannya apa yang ingin Anda dapatkan. "Dengan berlatih menjadi pemberi yang baik, Anda akan menjadi penerima yang baik," kata Simmons, yang kini menjadi Chairman dan CEO Rush Communications.

Ia memberikan bukti bagaimana beberapa orang dekatnya, seperti Sean Combs, Kevin Liles, dan Julie Greenwald (COO of Atlantic Records Group), menjadi sukses karena tidak pernah mementingkan diri sendiri dan tak kenal lelah dalam bekerja. "Mereka yang berfokus untuk menjadi 'pelayan' yang baik biasanya yang paling memikat pada akhirnya," ujarnya. Tawarkan talenta dan kemampuan Anda tanpa menuntut bayar, dan penghargaan lah yang akan mencari Anda, tambahnya.
2. Kejar tujuan Anda tanpa ngoyo
Simmons termasuk orang yang menganut prinsip The Law of Attraction, atau Hukum Tarik-Menarik, yang dilontarkan oleh Rhonda Byrne dalam buku The Secret. "Kalau Anda mengejar sesuatu, mereka justru akan lari dari Anda," katanya. Hal ini mirip dengan prinsip lain yang berbunyi, "Semakin banyak Anda memberi, semakin banyak hal yang akan Anda terima."

3. Kalau Anda tidak menyukainya, tinggalkan
Kerjakan apa yang paling Anda cintai, dan kekayaan akan mengikutinya. Bagi Simmons, sebaiknya Anda memang hanya melakukan hal-hal yang membuat kita nyaman saat melakukan. "Orang bisa menjual apa saja. Tetapi saya ingin menekankan, sebaiknya jangan menghasilkan uang hanya untuk dibayar," kata pria 55 tahun ini. Jika Anda tidak menyukainya, maka jangan lakukan.

4. Tak usah memikirkan hasilnya
Ketika berbisnis, kita tak akan pernah bisa mengontrol hasilnya. Yang bisa kita lakukan adalah mengontrol tindakan dan usaha kita. Jadi, pastikan Anda melakukan tindakan dan tugas Anda dengan baik, begitu sarannya.

Tokoh terkaya ketiga di industri hip hop dengan kekayaan senilai 340 juta dollar ini mengaku tak pernah ingat berapa gajinya yang pertama. Namun, ia ingat betul rekaman pertamanya yang mencetak sukses. "Yang saya ingat adalah, ketika teman-teman saya mendengarkan rekaman ini, mereka sangat bahagia," tuturnya. "Lakukan hal-hal yang Anda cintai. Lakukan hal-hal yang Anda yakini bisa membuat orang lain bahagia, maka apa yang Anda berikan akan kembali pada Anda."
5. Terbuka
Dalam bukunya, Simmons juga mendorong kita untuk selalu terbuka, kreatif, dan fleksibel. Jangan pernah bersikap kaku atau enggan menghadapi perubahan. Hal yang paling penting baginya adalah bekerja keras, dan menjadi orang yang murah hati. Selain dikenal sebagai pebisnis yang sukses, Simmons juga dikenal dengan sikapnya yang dermawan. Ia mendedikasikan seluruh divisi kerajaan bisnisnya untuk amal dan kegiatan non-profit. Ia menjadi aktivitas lingkungan, antiperbudakan, kemiskinan, dan HIV/AIDS.


Sumber: Yahoo! Finance
Editor :
Dini

Sumber:
http://female.kompas.com/read/2012/07/02/11554279/6.Prinsip.Menjadi.Kaya.dan.Penuh.Berkah

Kenalkan Produk dengan Internet

Views :221 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 02 Juli 2012 14:03
djiraf-tokoTidak semua yang berbisnis di internet mengawali usahanya langsung dari dunia maya. Seperti yang dilakukan kakak-beradik Susan Limena dan Irene Wiguna, yang memiliki usaha menjual berbagai macam barang, seperti jam dinding, pigura, aksesori rambut, dompet, lampu, alat tulis, dan lain sebagainya.

Sebelum merambah dunia maya, Susan dan Irene sudah memiliki dua toko dalam pengertian fisik di Mataram, Nusa Tenggara Barat, dan di Surabaya, Jawa Timur. Toko itu bernama Djiraf. Untuk memasarkan produk yang dijual di kedua tokonya, mereka lalu membuat situs www.djiraf.com melalui jasa seorang desainer situs.

Susan dan Irene memulai bisnisnya pada tahun 1997 dengan membuat pernak-pernik seperti kotak pensil dan stoples dari kertas daur ulang atau daun. Untuk menjual pernak-pernik itu mereka membuka toko di rumah mereka di Mataram dengan nama Djiraf Recycle Spot.

Toko itu hanya bertahan 1,5 tahun karena keduanya harus pindah ke Surabaya, Jawa Timur, untuk kuliah. Namun, pada tahun 2001, toko Djiraf buka kembali di Mataram dan tahun 2007 sudah memiliki cabang di Surabaya.

Setelah dipasarkan melalui internet, Irene mengaku, produk Djiraf tidak hanya dikenal di Mataram dan Surabaya. Mereka sudah menerima pesanan dari berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Padang, dan Manado. Mereka yang membuka usaha di dunia maya ini menggandeng kurir atau perusahaan pengiriman barang untuk mengantarkan pesanan kepada para konsumen. (*/Kompas Cetak)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/perdagangan/18203-kenalkan-produk-dengan-internet.html

Menyeruput manisnya usaha kedai kopi

TAWARAN KEMITRAAN KULINER: KEDAI KOPI

Menyeruput manisnya usaha kedai kopi

Menyeruput manisnya usaha kedai kopi

Bisnis kedai kopi masih menjanjikan. Terlebih, menyeruput kopi sambil bercengkrama bersama teman di kedai kopi, kini sudah menjadi tren. Tak heran, bila kedai kopi kini semakin gampang ditemui.

Salah satu pemain di bisnis adalah Javafreeze di Jakarta. Kedai kopi yang berdiri awal 2011 ini, resmi menawarkan kemitraan pada Oktober 2011. Ravi Melwani, pemilik Javafreeze mengatakan, peluang bisnis kedai kopi masih menjanjikan.

Mengusung 70 menu minuman kopi, Ravi optmistis, kedainya bisa bersaing dengan pemain kedai kopi lain. Kedai kopi ini menawarkan beberapa menu kopi, seperti espresso, coffe latte, capuccino, dan teh Tarik sebagai produk unggulannya. "Rata-rata kekuatan kopi kami berasal dari hasil blended," katanya.

Untuk menjaga mutu kopi yang disajikannya, Javafreeze hanya menggunakan biji kopi dari daerah Mandailing, Sumatra Utara. Menurutnya, kopi Mandailing memiliki kualitas dan cita rasa tinggi.

Dalam kerjasama kemitraan ini, Javafreeze menawarkan lima paket investasi. Di antaranya paket java fleksibel senilai Rp 25 juta, java express Rp 40 juta, java premier, dan java island yang masing-masing Rp 45 juta. Terakhir, paket java superior sebesar Rp 55 juta. "Semua paket sudah termasuk peralatan, booth, pelatihan, dan bahan baku awal," jelasnya.

Dari tiap paket tersebut, mitra bisa meraih omzet bervariasi mulai Rp 1 juta per hari pada hari biasa, dan Rp 1,5 juta pada hari libur dan akhir pekan. Dengan laba 35%, mitra diperkirakan bisa balik modal dalam waktu enam bulan sampai delapan bulan. Kerjasama ini tidak mengutip royalty fee.

Di Javafreeze, setiap cangkir kopi dibanderol Rp 10.000-Rp 16.000 per cup. Saat ini, Javafreeze telah memiliki 30 gerai. Satu di antaranya milik sendiri dan selebihnya milik mitra. Para mitra ini tersebar mulai di Jakarta, Medan, Bandung, dan kota besar lainnya.

Tahun 2012 ini, Ravi menargetkan mampu menambah dua gerai baru setiap bulannya. "Kami sengaja membatasi untuk mempermudah fungsi kontrol terhadap gerai milik mitra," terangnya. Ia berharap, dengan semakin terbukanya pasar kopi di Indonesia, nama Javafreeze bisa semakin dikenal publik.

Salah seorang mitra Javafreeze adalah Christanti yang membuka gerai di kawasan Artha Gading, Jakarta Utara sejak November 2011. Ia mengaku tertarik bergabung karena terkesan dengan booth Javafreeze yang menarik serta rasa kopinya yang mantap. "Kebetulan saya menjajal kopi Javafreeze sebelum akhirnya memutuskan bergabung," katanya.

Ia mengambil paket java island senilai Rp 40 juta. Christanti mengaku, bisnis kedai kopinya kini semakin berkembang. Dengan banyaknya menu kopi yang dihadirkan, jumlah pelanggannya terus bertambah.

Dalam sehari, ia menjual minimal 20-30 cup kopi yang harganya berkisar Rp 10.000-Rp 16.000 per cup. Omzet yang dikantonginya berkisar antara Rp 400.000-Rp 500.000 per hari.

Meski agak meleset dari target awal, tapi ia yakin dalam empat bulan ke depan bisa balik modal. Ia pun berharap brand Javafreeze makin dikenal publik, sehingga dapat mempengaruhi perolehan omzetnya. "Secara rasa kami bisa bersaing dengan brand lain, namun harus diakui kami masih brand baru," tandasnya.

Khoerussalim Ikhsan, pengamat waralaba dari Entrepreneur College berpendapat, prospek bisnis kopi dari waktu ke waktu memang makin menjanjikan. Hingga saat ini, menurut dia, belum ada tanda-tanda bisnis ini mulai jenuh.

Akan tetapi, peluang yang besar ini sudah dikerubuti banyak pemain. Makanya, setiap pemain, terutama pendatang baru harus bisa menonjolkan kelebihannya dari kompetitor. Hal itu bisa dilakukan dengan "Memperkaya jenis kopi yang disajikan," tutur Khoerussalim

Begitu juga dengan Javafreeze. Harus bisa menguatkan cita rasa kopinya sebagai alat utama untuk mengidentifikasi brand tersebut. Kepada calon mitra yang akan bergabung, ia menyarankan untuk melihat sumber daya manusia di brand tersebut. Ia bilang, bisnis franchise harus ditopang SDM yang berkualitas. "Banyaknya brand kuliner yang rontok di tengah jalan karena SDM gagal menjaga stabilitas bisnis," kritiknya.

Javafreeze
Jl. Arteri Pondok Indah No. 8G,
Jakarta Selatan 2240,
Telp: 021-7258151

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/menyeruput-manisnya-usaha-kedai-kopi