Sunday, May 13, 2012

Inilah Mitra Bisnis yang Harus Anda Hindari

Views :725 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 13 Mei 2012 09:11
partner0112Ketika Anda ingin membangun usaha, Anda tentu membutuhkan rekan. Ia bisa datang dari keluarga, bisa pula dari teman yang memiliki kesamaan visi. Namun bahkan partner yang sudah sangat Anda kenal pun, bisa menggagalkan usaha Anda. Mengapa demikian? Boleh jadi karena ia terlalu menuntut sesuatu dari bisnis yang Anda jalankan.

Menurut Scott D. Gerber, CEO Gerber Entertainment dan kolumnis Young Entrepreneur, dari setiap kemitraan yang tumbuh subur, ada ribuan yang berjalan stagnan, bubar, tidak berfungsi, atau bahkan berakhir di pengadilan. Menuntut seorang partner untuk melakukan pekerjaan dasar saja bahkan bisa menyebabkan kemitraan menjadi bermasalah. Apakah Anda sudah menjalankan tugas Anda? Apakah Anda siap mempercayakan keamanan finansial Anda pada orang lain yang kepribadian, etos kerja, dan jiwa kewirausahaannya tidak teruji? Apakah ia memiliki visi yang sama dengan Anda, yaitu memberikan layanan terbaik untuk pelanggan, atau hanya ingin mencari keuntungan?

Sebelum Anda memutuskan memilih seseorang untuk menjadi partner usaha, simak beberapa tipe mitra bisnis terburuk yang sebaiknya dihindari.

Tipe karyawan

Mereka ini wirausahawan baru yang memiliki latar belakang kerja cukup baik. Namun mereka akan menuntut penghasilan yang cepat, mendapat penggantian biaya kesehatan, dan harus pulang ke rumah on time. Mereka tidak terlalu Mandiri, dan tidak tahu bagaimana harus mengembangkan bisnis tanpa instruksi dari Anda. Selain itu, jika bisnis tidak segera memperlihatkan hasilnya, mereka mudah menyerah dan berniat kembali bekerja di kantor. Habis, mereka kan butuh uang untuk membayar dana pendidikan anak?

Tip: Orang yang ogah rugi, yang tidak ingin memprioritaskan bisnisnya, tidak akan menjadi partner yang produktif. Jangan mengambil risiko dengan mengajak seorang teman yang tidak bisa berkomitmen mengenai waktu, energi, dan keuangan.

Tipe perfeksionis

Ia mau segalanya sempurna, sebelum menjadwalkan tanggal peluncuran produk secara resmi. Setiap saat ia akan meriset kompetitor, membangun studi-studi kasus di industri yang digelutinya, dan memperbaiki business plan-nya yang setebal 150 halaman. Orang yang perfeksionis ingin bisnis baru ini segera berjalan, tapi masih merasa ada sesuatu yang tidak berjalan baik. Ia akan mengadakan survei yang komprehensif dan mengirimkannya kepada kolega, teman-teman, dan keluarganya, untuk membantu mematangkan konsepnya.

Tip: Perencanaan yang baik saat ini selalu lebih baik daripada perencanaan sempurna yang dilakukan belakangan. Jauhkan diri dari orang yang suka menunda-nunda pekerjaan.

Tipe "selalu benar"

Ia selalu menjadi orang pertama yang mengatakan bahwa ia tak pernah salah. Kalimat favoritnya adalah, "Kalau aku sih...." Ia jarang mendiskusikan proses pembuatan keputusannya karena ia menganggap diskusi kadangkala bisa melemahkan. Ia senang merendahkan partner yang tidak setuju dengan pendapatnya, dan membuat keputusan tanpa memberitahukannya. Lucunya, ketika rencananya tidak berjalan sesuai kehendaknya, orang ini akan menyalahkan orang lain.

Tip: Komunikasi adalah kunci kesuksesan kemitraan. Anda perlu mencari orang yang bisa bekerja sama, bukan diktator.

Tipe CEO

Orang bertipe CEO selalu terdorong untuk memberitahu siapapun bahwa ia seorang CEO, meskipun nilai perusahaannya lebih rendah daripada yang dia gambarkan dalam kartu namanya. Ia senang menghadiri jamuan makan, menulis namanya dengan font yang indah, dan menyimpan majalah-majalah otomotif yang glossy di atas meja yang terjangkau pandangan pelanggannya. Yang tidak disukainya hanya bekerja.

Tip: Membangun image memang penting, tetapi perusahaan yang sukses tidak dibangun hanya dengan modal bicara atau kemewahan semacam itu. Hindari rekan kerja yang egois, yang hanya bisa bicara tanpa bekerja yang sesungguhnya.

Tipe pemimpi

Orang ini akan selalu mengatakan, "Suatu hari, kalau kita sudah kaya...." Ia selalu menyatakan keinginan untuk pensiun pada usia 40 tahun, dan bagaimana ia ingin menghabiskan tabungannya untuk traveling. Masalahnya, si pemimpi ini sesungguhnya tidak tahu bagaimana harus menjaga bisnisnya tetap berjalan bulan depan.

Tip: Tak ada yang salah dengan bermimpi. Namun kesuksesan dan penghasilan besar didapat dari kerja keras dan ketekunan, bukan mimpi siang bolong yang berlebihan. Seorang partner harus selalu positif dan optimis, namun ia juga harus fokus dan realistis.

Tipe penghambur

Ia selalu bersikap seolah perusahaan Anda telah berkembang besar seperti perusahaan dimana ia bekerja sebelumnya. Tipe ini tidak bisa hidup tanpa gaji dua digit, kantor yang rapi, dan segala fasilitas kesejahteraan karyawan yang lengkap. Uang tidak dianggap masalah ketika merasa harus menjamu relasi atau terbang dengan penerbangan first class. Ia juga dengan gampangnya mengundang Anda ke salah satu jamuan makan mewah yang dibayarnya dengan kartu kredit perusahaan.

Tip: Partner yang baik akan selalu bertanggung jawab dengan setiap rupiah yang digunakannya untuk perkembangan perusahaan, bukan gaya hidup pribadinya.

Tipe "masalah pribadi"

Partner semacam ini selalu saja mempunyai cerita sedih. Pada saat perusahaan Anda harus melakukan presentasi dalam suatu pertemuan kewirausahaan, anaknya sakit dan pembantu rumah tangganya sedang pulang kampung. Ia bersedia datang untuk pertemuan investor minggu depan, tetapi mertuanya sedang datang ke rumah dan harus ditemani. Kemudian, ia butuh uang untuk membayar uang muka pembelian rumah untuk adiknya, dan meminjam dari perusahaan untuk dicicil bulan depannya.

Tip: Anda tidak membangun bisnis untuk menjadi pengasuh anak atau psikiater. Kenali latar belakang seorang partner sebelum Anda menandatangani kontrak kerjasama dengannya. Diskusikan berbagai masalah, bisnis, kehidupan keluarga, hingga keuangan. Jika calon partner ini tampak bermasalah dalam hal integritas pribadi, sebaiknya segera cari penggantinya. (*/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/16801-inilah-mitra-bisnis-yang-harus-anda-hindari.html

Bertahan Berkat Jeli Membaca Pasar

Views :244 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 13 Mei 2012 10:26
ce-logo2Dewasa ini persaingan bisnis seluler ketat. Kalau tidak jeli membaca selera pasar alamat akan tertinggal. Nah, Puser Cell milik Ade Irwan dan istri piawai memanfaatkan peluang itu. Ketika kebutuhan seluler tinggi, mereka memadukan servis dan penjualan seluler. Bagaimana ceritanya?

Kalau bicara seluler, ibarat kebutuhan hidup, hanya setingkat di bawah beras. Orang sanggup tak bersabun ketika mandi, tapi jelas sulit tidur kalau pulsa tak ada. Ya, memang demikianlah kondisi sekarang. Tanpa seluler orang hidup seperti tanpa denyut. Karena hampir semua aktivitas melibatkan teknologi satu ini.

”Melihat kebutuhan masyarakat itu makanya saya berani buka usaha seluler,” kata Ade kepada Padang Ekspres di tokonya Plasa Andalas lantai II, kemarin (14/3). Dia membuka usaha tersebut sejak 2008 lalu. Sebelumnya Ade merintis usahanya di Depok.

Nama Puser Cell diambil dari pusat servis, karena awalnya Ade mendesain tokonya untuk servis. Kemudian digabungkan dengan penjualan telepon seluler, sehingga berdirilah Puser Cell.

Agar mempunyai ciri khas dan berbeda dengan kebanyakan toko seluler lainnya, dia menggabungkan antara servis dan jual beli seluler. Dengan begitu, pembeli tidak perlu repot ketika harus menservis telepon genggamnya, upgrade, maupun penambahan program.  Serta didukung peralatan lengkap untuk memberikan pelayanan, hasilnya cukup maksimal sehingga banyak pelanggannya yang loyal.

”Dengan menggabungkan keduanya, pelayanan bisa diberikan maksimal. Apa yang diinginkan pelanggan bisa kami penuhi di sini, terutama menyangkut pemrograman,” katanya

Namun, usaha Ade tersebut sempat hampir gulung tikar karena gempa September 2009 lalu. Tetapi karena merasa sudah cocok dengan usaha tersebut, Ade bertekad tidak goyah. Dengan kemauan dan kerja keras dia bisa bangkit kembali dengan usaya selulernya.

”Pasar di Padang itu cukup menjanjikan. Terutama karena gaya hidup masyarakat Padang yang sudah seperti di Jawa. Sudah kayak orang Bandung. Makanya bisnis seluler terus berkembang dengan baik di sini,” katanya.

Dia menyebut untuk saat ini, seluler dengan tipe smartphone semacam BlackBerry (BB), Android, maupun tablet sangat diminati. ”Itu bagi kalangan menengah ke atas, sangat laris. Untuk kalangan bawah produk handpone China masih laris,” sebutnya.

Untuk penjualan, dia mengatakan selalu ada peningkatan setiap tahun. Namun memang belum mencapai penjualan setinggi sebelum gempa 2009. ”Kalau dibandingkan sebelum gempa, penjualan sudah mencapai sekitar 60 persen lah,” sebutnya.

Dalam sehari dia mengaku bisa menjual lima atau enam unit telepon genggam. Jika weekend (Sabtu atau Minggu) penjualan bisa lebih meningkat. Tetapi tidak lebih dari sepuluh unit dalam sehari. Peningkatan itu menurutnya cukup wajar mengingat ekonomi Sumbar baru pulih.

Ade mengatakan keunggulan Puser Cell adalah dalam pelayanan program. Misalnya untuk konsumen yang membeli BB sudah include dengan upgrade program, OS, serta aplikasi lainnya. Sehingga konsumen mendapatkan kenyamanan dalam belanja barang. (*/Padang Ekspres)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/perdagangan/16809-bertahan-berkat-jeli-membaca-pasar.html

Kunci Sukses Menjalankan Waralaba

Views :285 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 13 Mei 2012 09:37
waralaba0212Tidak sedikit investor yang sudah menjalankan bisnis waralaba, tetapi tidak tahu cara mempertahankannya. Sebagian merugi karena tak menguasai cara memenuhi harapan pelanggan. Berikut adalah beberapa upaya yang dapat membantu Anda mempertahankan bisnis waralaba Anda.

1. Pastikan Anda memiliki cukup uang untuk investasi. Tak hanya uang investasi, Anda juga memerlukan dana cukup sebagai cadangan jika Anda harus mengalami rugi. Dana tersebut juga termasuk dana cadangan hidup Anda sendiri selama 12 bulan ke depan.
2. Taati dan patuhi seluruh sistem waralaba dari pewaralaba. Pewaralaba adalah orang yang mengerti dan berpengalaman di bisnisnya. Mereka lebih paham dan telah jatuh bangun hingga mencapai kesuksesannya sekarang.
3. Jangan abaikan keluarga dan teman-teman Anda. Walau Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu untuk menjalankan bisnis tersebut, tapi tetap sisihkan waktu untuk keluarga dan teman-teman Anda.
4. Perlakukan pelanggan dengan layanan terbaik. Jangan lupa senyum dalam melayani mereka, dan beri tahu mereka bahwa Anda senang berbisnis dengan mereka.
5. Libatkan diri dalam komunitas lokal setempat. Ikuti dan sponsori kegiatan-kegiatan lokal di sekitar gerai Anda, seperti kegiatan sosial, perayaan, acara sekolah, dll.
6. Selalu berkomunikasi dengan pewaralaba dan terwaralaba lain. Jagalah hubungan baik dengan mereka, dan jika ada masalah jangan disimpan sendiri saja. Sebaliknya, seorang pewaralaba juga selayaknya bersikap terbuka terhadap perkembangan gerai Anda. Ada baiknya jika Anda banyak bertanya dan menyampaikan keluhan atau kesenangan yang diperoleh dari menjalankan waralaba. Pewaralaba akan dengan senang hati menerima masukan dan membantu menyelesaikan masalah Anda.
7. Perhatikan detail gerai Anda. Masalah pembukuan harus cermat dan teliti, tidak boleh ada selisih uang walau hanya beberapa ratus rupiah. Tegaskan hal ini pada karyawan Anda. Uang sekecil apapun harus tercatat dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Tekan biaya pengeluaran, dan maksimalkan pendapatan Anda. (*/ehow/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/180-waralaba/16806-kunci-sukses-menjalankan-waralaba.html

9 Kiat Berbisnis Makanan Online

Views :1174 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 13 Mei 2012 08:59
bisnis_ol0312Banyak produk makanan menjadi hit, diperbicangkan orang dengan bermodalkan kepintaran memanfaatkan media sosial. Berawal dari dunia maya, berbagai produk makanan tersebut kemudian juga terkenal di offline. Bila Anda memiliki minat di bidang kuliner dan berkeinginan mengembangkan bisnis ini, Anda bisa mengikuti jejaknya. Berikut beberapa tips sederhana yang akan membantu Anda menekuni bisnis makanan online.

1. Hal utama yang harus dipikirkan adalah bagaimana makanan yang Anda tawarkan dapat terlihat menarik secara visual. Memang, menarik secara visual tak menjadi jaminan bahwa makanan tersebut memiliki cita rasa yang lezat. Tapi setidaknya tampilan yang menarik akan membuat orang merasa penasaran dan menggugah selera makan.

2. Tentukan satu menu andalan dari produk makanan Anda. Buat semenarik mungkin untuk difoto, bila perlu tambahkan aksesori cantik di sekelilingnya. Intinya, tampilkan produk bestseller dan produk terbaru Anda secara mencolok.

3. Karena penjualan melalui online membuat calon konsumen tidak bisa mencicipinya, maka Anda perlu mencantumkan deskripsi detil setiap menu makanan. Mulai dari bahan dasar dan rasanya, sehingga pengunjung toko Anda bisa mengira-ngira rasanya. Selipkan juga kata-kata menggoda di dalamnya. Ini akan membuat siapa pun yang membacanya menikmati rasa makanan tersebut dan tak sabar untuk mencobanya. Agar lebih meyakinkan, cantumkan juga testimoni beberapa konsumen yang telah mencicipinya. Bila belum punya pelanggan, teman-teman bisa dikerahkan untuk memberikan testimoni.

4. Tak berbeda dengan bisnis online lainnya, manfaatkan media sosial yang sedang hits saat ini. Anda bisa membuka toko online dari blog gratis atau langsung membuat website khusus. Buat desain toko online Anda semenarik mungkin dan sesuai dengan image makanan yang dijual.

5. Untuk memasarkannya, manfaatkan jejaring sosial lain seperti  Facebook dan Twitter. Upload foto-foto makanan, lalu tagging ke beberapa teman dan kerabat. Ingat tak semua orang senang dihujani dengan tagging foto berkali-kali. Usahakan melakukannya pada orang yang berbeda-beda. Anda bisa memulainya dari sahabat-sahabat dekat.

6. Selain Facebook, Anda bisa manfaatkan Twitter. Buat akun Twitter khusus dengan nama toko online atau produk makanan Anda. Lakukan perkenalan dengan tweet-tweet tentang produk makanan tersebut, akan lebih seru jika Anda menyertakan twitpic foto makanannya. Belum ada follower? Mulailah dengan following orang lain lebih dulu. Dengan begitu mereka akan mulai melirik akun Twitter Anda. Selain itu, Anda juga bisa me-Re Tweet promo dari akun toko online Anda dari akun pribadi sehingga follower Anda akan membacanya. Ingin lebih cepat? Follow seleb tweet atau figur di bidang kuliner dan tawarkan tester produk pada mereka. Bila puas, mereka akan membahasnya di akun Twitter-nya.

7. Meskipun calon konsumen tidak bisa mencicipi produk makanan lebih dahulu, Anda tetap harus mengedepankan kualitas rasa. Sebisa mungkin usahakan rasanya selezat penampilannya. Jangan sampai konsumen kecewa, karena rasa tak sesuai dengan yang ditawarkan. Hati-hati, complain melalui jejaring sosial akan lebih cepat menyebar.

8. Sama seperti bisnis offline, konsumen bisnis online pun ingin segera dilayani. Karena itu, selalu luangkan waktu untuk melayani pesanan mereka. Segera balas komentar atau pertanyaan yang diajukan. Ini akan membuat konsumen senang, karena tidak merasa sedang berhubungan dengan mesin komputer.

9. Menggembangkan bisnis makanan online gampang-gampang susah. Walaupun sebagian besar bisnis makanan online berskala rumahan, ada baiknya Anda tetap menerapkan manajemen profesional yang berorientasi bisnis ini:
* Telepon. Cantumkan nomor kontak di website, Facebook dan Twitter. Ini membuat calon konsumen percaya bahwa produk yang ditawarkan tidak fiktif. Pakailah nomor kontak khusus yang tak sulit dihubungi. Jika tidak bersedia ditelepon, Anda bisa mencantumkan: SMS only!
* Situs. Jangan pernah menampilkan foto makanan dari situs lain yang bukan milik Anda. Jika perlu, sewa admin situs untuk membuat gerai virtual tetap menarik dengan konten yang selalu update.
* Delivery. Selain harus tepat waktu, makanan yang diterima juga sebaiknya berbentuk sama persis dengan tampilan di situs. Jika makanan tergolong jenis yang mudah hancur, Anda harus memikirkan packaging yang bisa menjaga makanan tetap utuh.
* Pencitraan. Jika Anda berpromosi dengan jejaring sosial, buatlah akun baru yang terpisah dari akun pribadi. (*/Kompas.com)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/178-bisnis-online/16799-9-kiat-berbisnis-makanan-online.html

Friday, May 11, 2012

Tiga Cara Memilih Bidang Usaha

Views :497 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 11 Mei 2012 13:34
bisnis_karier0312Bagi sebagian Anda yang memiliki modal besar, menjalankan usaha apapun tentu tidaklah sulit. Namun, tidak semua calon pengusaha tahu usaha apa yang akan digelutinya. Jika Anda kebingungan memilih bidang usaha, Anda perlu menyimak tiga cara memilih bidang usaha berikut ini.

1. Mulai dari yang Anda sukai

Anda bisa mulai mencoba membuka usaha sesuai dengan hobi atau kesukaan Anda. Misalnya jika Anda hobi membuat kue kering dan mencoba resep-resep baru, Anda dapat memulai usaha katering atau usaha kue pesanan. Jika Anda suka mengoleksi dan membaca buku, Anda bisa membuka tempat penyewaan buku. Kalau Anda mulai menjalankan bisnis karena suka, Anda tidak akan cepat bosan dan tidak akan mudah menyerah, walaupun menghadapi tantangan berat sekalipun.

2. Mulai dari yang Anda kuasai

Selain hobi, Anda dapat memulai bidang usaha yang memang sudah Anda kuasai. Walaupun belum berpengalaman berbisnis, tapi tentu Anda memiliki keahlian yang bisa dimanfaatkan. Misalnya jika Anda ahli mengutak-atik mesin motor atau mobil, Anda bisa mulai usaha bengkel reparasi atau modifikasi otomotif. Jika Anda pernah sekolah akuntansi, Anda dapat membuka biro jasa akuntan untuk membantu perhitungan bisnis perusahaan lain.

3. Telusuri ke mana uang Anda pergiDalam kehidupan sehari-hari, biasanya kita menganggarkan sejumlah uang untuk berbagai keperluan. Biasanya, kita cenderung untuk mengalokasikan dana yang besar untuk sesuatu yang menurut kita penting. Cari tahulah, hal penting apa yang paling menyedot perhatian untuk kita danai lebih. Jika Anda telah mampu melihat cara uang berputar pada sektor penting ini, secara tidak langsung berarti Anda sudah mengetahui prospek bisnisnya. Jika Anda mengeluarkan banyak uang untuk misalnya membeli pakaian, bisa jadi ini adalah celah Anda untuk bisa menikmati keuntungan dari investasi belanja pakaian Anda tersebut. Kalau ternyata Anda tertarik pada desain mode, Anda bisa mulai membuka butik. Atau jika di lemari Anda sudah terlalu banyak dipenuhi sepatu, bisnis penyewaan sepatu mungkin bisa menjadi jalan untuk memulai usaha yang menguntungkan! (*/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/47-memulai-bisnis/16760-tiga-cara-memilih-bidang-usaha.html

Resep Networking yang Sukses


Views :253 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 11 Mei 2012 09:28
networking0512"Bukan apa yang Anda tahu, tetapi siapa yang Anda kenal." Demikian menurut pepatah lama, dan memang benar, bahwa dalam berbisnis, hubungan pribadi biasanya lebih penting daripada pengetahuan khusus. Sebenarnya mengenal orang yang tepat merupakan kunci meraih keberhasilan – dalam pemahaman secara tradisional yang lebih penting adalah ‘mengenali orang yang tepat’.

Coba pikirkan sejenak, mereka yang jam terbangnya tinggi telah mengalami berbagai macam cobaan krisis kapitalisme dalam 4 tahun terakhir ini. Selama ini mereka telah mempunyai hubungan relasi dengan orang yang tepat – setidaknya demikian menurut pikiran mereka. Merekalah yang menjadi bagian dalam pembentukan ini. Permasalahannya adalah mereka menjadi terpisah dari sebagian kita.

Hal ini yang menjadi tantangan bagi para pelaku networking. Tentunya bagaimana menjalin hubungan, ya, tetapi juga tentang menguji diri terhadap orang lain setiap saat, melontarkan gagasan-gagasan, bersikap tetap jujur, dalam pengertian yang sangat luas.

Apa itu networking dan kenapa kita melakukannya? Dalam konteks bisnis, yang dimaksudkan adalah melakukan interaksi sosial guna meraih keunggulan bersaing. Hal ini bukan merupakan sesuatu yang baru. Pada masyarakat Asia, tradisi yang berlaku bila Anda melakukan bisnis dengan seseorang, Anda membangun hubungan sosial terlebih dahulu, sering diiringi dengan saling bertukar hadiah.

Para Anglo-Saxon, hampir semuanya, berpikir mereka bisa melakukan bisnis transaksi tanpa basa-basi. Dan merekalah yang kemudian menyadari pentingnya networking pada akhir setengah abad yang lalu. Globalisasi telah melunturkan perbedaan-perbedaan budaya tradisional tersebut dan sekarang kita semua menjalin hubungan dengan semua yang ada. Tetapi hal yang luar biasa berkaitan dengan kehidupan masyarakat kini adalah kemampuan yang sangat besar bagi kita untuk berhubungan, baik melalui Twitter, Facebook, video conference atau apapun, tetap saja kita bisa merasa kesepian. Saat Anda mencapai satu level, Anda dapat memilih dengan siapa Anda ingin berbicara, siapa yang tidak termasuk, dan beroperasi dengan cara virtual dengan sangat luas. Networking Anda menjadi sangat selektif sehingga tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Jawabannya menurut saya adalah, Anda harus melakukan upaya ekstra untuk tetap saling berhubungan. Keluarlah dan lihat dunia dengan segala cara. Gunakan setiap media elektronik yang tersedia. Jalinlah semua hubungan sebisa Anda. Tapi jangan lupa untuk berbicara dengan orang-orang yang Anda kenal. Semua orang dari mana saja. Mereka memiliki ide-ide yang bagus dan dapat membantu Anda menjalin koneksi yang baik. Lebih daripada itu, mereka memberikan evaluasi kenyataan yang terbaik. Jika Anda ingin melihat apa akan terjadi tanpa melakukan evaluasi kenyataan, lihat saja bisnis perbankan, yang dulunya selalu berlandaskan pada hubungan pribadi, secara fundamental. Siapapun dan di manapun Anda beroperasi, Anda tidak dapat meminjam sejumlah uang tertentu tanpa pada suatu saat bertatap muka dan berjabatan tangan. Dulu – dan sekarang pun - interaksi fisik lebih meyakinkan kedua belah pihak.

Kini transaksi keuangan dalam jumlah besar dapat berlangsung tanpa harus adanya interaksi manusia. Dalam berbagai aspek hal ini jauh lebih baik – keseharian perbankan yang lebih mudah, lebih cepat dan lebih efisien. Tetapi jelas jauh dari sempurna. Menurut saya, transaksi perbankan harian yang tidak dilakukan secara personal lagi bukanlah salah satu alasan utama mengapa para pelaku perbankan mencari cara lain untuk lebih berhasil dalam mendapatkan keuntungan, tanpa adanya hubungan dengan melihat permasalahan harian dari orang-orang biasa. Terlalu banyak yang mulai memikirkan tentang ‘customer base’ tanpa gambaran mental dari pelanggan sebagai manusia – yang mereka bahkan tidak pernah temui. Mereka berfikir dalam bentuk abstrak, tentang nilai dari para pemegang saham, return on investment, produktivitas, efisiensi dan benchmarking. Kemudian, ketika mengalami permasalahan, mereka menjadi semakin terobsesi dengan keuntungan perusahaan. Mereka melupakan unsur manusianya. Mereka melakukan networking yang tepat akan selalu menghadirkan Anda di tengah orang-orang. Hal ini menjamin Anda dapat menyelesaikan masalah, mencari tahu apa yang diinginkan oleh para nasabah Anda, apa yang dapat dilakukan oleh staf Anda, apa yang dinikmati orang, apa yang membuat mereka menjadi yang terbaik.

Jadi apakah ada resep untuk networking yang sukses? Berikut tiga langkah penting untuk mewujudkannya:

1. Buka semua sarana networking sebisa AndaHal ini berarti turut serta pada setiap jenis social media, sehingga Anda dapat memaksimalkan koneksi Anda. Hal ini berarti melakukan perjalanan untuk mencari pangsa pasar baru, bertemu dengan calon-calon pelanggan baru dan bertukar pikiran dengan para pakar setempat. Ini berarti balik ke kantor Anda dan bercakap-cakap dengan staf, teman-teman dan juga keluarga Anda. Dan berarti membuka diri untuk bertemu secara santai saat hadir dalam konferensi, acara-acara sosial atau tempat-tempat umum. Tetapi ini hanya tahap eksplorasi, penjalinan hubungan.

2. Membangun hubungan. Bagaimana Anda memaksimalkan kesempatan untuk networking?
Seorang networker yang sukses harus dapat bersantai dan membujuk orang lain untuk melakukan hal yang sama. Anda tidak dapat melakukan hal tersebut jika terlalu bertekad untuk menjual sesuatu, atau memenangkan sebuah argumentasi. Baik untuk menjadi seorang yang terbuka, tetapi menjadi seorang yang licik atau dengan kesan memaksa akan membuat orang menjadi defensif. Hormatilah orang, dengarkan dan berikan mereka kesempatan untuk mengekspresikan diri. Pada akhirnya nanti, Anda tidak dapat berpura-pura – Anda harus sejujurnya berpandangan terbuka, secara tulus siap untuk mendengar dan belajar. Bersabar dan kesempatan pasti akan menghampiri Anda.

3. Menindaklanjuti

Memberikan seseorang kartu nama Anda tidak akan membujuk mereka untuk menindaklanjutinya. Jika Anda telah melihat adanya peluang bisnis, ini adalah saatnya Anda melakukan inisiatif. Ingat apa yang mereka minati, dan kirimkan mereka email. Tawarkan mereka sesuatu. Undang mereka untuk suatu acara. Jika ragu, carilah tahu tentang mereka. Networking mungkin jauh lebih rumit dari bagaimana dulunya, tetapi intinya tergantung pada interaksi pribadi dan semua yang mengalir dari sini – sopan santun, rasa hormat dan yang paling penting, Anda inginkan, kepercayaan. Jika Anda mencoba untuk tidak melakukan pendekatan secara pribadi, Anda hanya mencari permasalahan.
(*/vemale.com/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/16746-resep-networking-yang-sukses.html

13 Langkah Menjalankan Restoran


Views :247 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 11 Mei 2012 10:42
restoran0512Restoran merupakan salah satu bisnis yang cukup menguntungkan. Tentunya, hal ini akan membuat orang tergiur untuk terjun dalam bisnis ini. Jika Anda berniat membuka restoran, di sini akan kami beberkan beberapa langkah yang harus Anda siapkan.

Langkah 1
Putuskan jenis makanan yang ingin anda sajikan di restoran Anda. Apakah anda hendak mengkhususkan diri pada satu masakan khusus seperti masakan Itali, Meksiko, China, atau Amerika?

Langkah 2
Belajarlah memasak. Bahkan jika Anda tidak akan terlibat dalam sebagian besar proses memasak, penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja yang diperlukan untuk menyiapkan makanan.

Langkah 3
Tentukan seberapa besar ruang yang dibutuhkan untuk restoran Anda. Akankah Anda membutuhkan susunan tempat duduk yang khusus seperti susunan tempat duduk luar ruangan atau susunan tempat duduk khas bar?

Langkah 4
Hubungi agen perantara real estate komersil untuk membantu Anda menemukan lokasi yang sesuai. Restoran haruslah dapat terlihat dengan mudah dari jalan raya dan memiliki tempat parkir yang luas.

Langkah 5
Tentukan jika Anda ingin menyajikan minuman beralkohol dan jenis apa yang akan Anda jual, bir dan anggur atau sebuah bar lengkap. Periksa terlebih dahulu persyaratan-persyaratan untuk mendapatkan ijin menjual minuman keras.

Langkah 6
Dapatkan ijin usaha. Pastikan untuk menaati seluruh aturan dan regulasi pemerintahan setempat.

Langkah 7
Hubungi bagian kesehatan untuk melihat persyaratan apa sajakah yang harus dipenuhi untuk dapat membuka sebuah restoran.

Langkah 8
Tandatangani kontrak sewa. Umumnya kontrak sewa adalah triple net, yang berarti penyewa (Anda) akan membayar semua pengeluaran pemeliharaan dan operasional serta pajak dan asuransi untuk bisnis.

Langkah 9
Bekerja dengan seorang arsitek untuk mendesain susunan restoran Anda. Milikilah sebuah gagasan umum berkenaan dengan bagaimana Anda menginginkan restoran Anda terlihat dan berfungsi.

Langkah 10
Sewa seorang kontraktor berijin untuk melakukan perombakan.

Langkah 11
Buat sebuah menu lezat yang akan menarik pembeli dan membuat mereka datang kembali.

Langkah 12
Iklankan restoran Anda kepada para pedagang di sekitar wilayah dan di koran setempat dengan sebuah kupon.

Langkah 13
Mulailah memasak, dan bukalah restoran Anda! (*/AS)

Sumber:
 http://ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/122-peluang-bisnis-perempuan/16753-13-langkah-menjalankan-restoran.html