Showing posts with label waralaba. Show all posts
Showing posts with label waralaba. Show all posts

Saturday, December 15, 2012

Agar Waralaba Minimarket Mendatangkan Laba

Hits : 3587 PDF Cetak E-mail
Jumat, 14 Desember 2012 08:54
waralaba_minimarketKetepatan memilih lokasi menjadi faktor utama keberhasilan bisnis waralaba minimarket. Jangan heran jika beberapa merek waralaba minimarket yang berbeda tetap ramai dikunjungi pembeli meski berdiri berdampingan hanya dalam jarak ratusan atau bahkan puluhan meter saja. Berikut ini trik yang bisa diterapkan agar profit minimarket Anda tercapai.

Lokasi, lokasi dan lokasi

Lokasi memang penting dan menentukan keberhasilan bisnis waralaba minimarket Anda, namun juga bisa membuat Anda merugi. Syarat utama dalam memilih lokasi di antaranya berdekatan dengan pusat bisnis lain seperti restoran atau bank. Lokasi dekat ruko dan perumahan juga bisa menjadi pertimbangan, selain juga akses yang mudah.

Memiliki jiwa entrepreneurship

Keberhasilan bisnis waralaba yang sudah tertata sistemnya tak lepas dari kepiawaan pewaralabanya. Pewaralaba harus siap berwirausaha dan memiliki jiwa kewirausahaan.

Jeli menyasar pangsa pasar

Minimarket yang berdiri berdampingan tak lantas menjadi ancaman kegagalan bisnis waralaba ritel. Banyak faktor yang memengaruhi keberhasilan bisnis waralaba minimarket yang berkompetisi dengan pesaing di satu wilayah. Kebanyakan polanya adalah siapa yang lebih dahulu mendirikan toko dia yang akan bertahan. Mindset masyarakat setempat sudah terbangun karena sudah lebih dahulu mengenalnya.

Selain itu, ceruk pasar di wilayah tersebut juga memang potensial. Tak jadi soal jika ada minimarket tumbuh berdampingan namun tetap ramai pengunjung. Pasarnya cukup besar jadi kalau dibagi 2 atau 3 juga tak jadi masalah.

Yang bikin gagal

Faktor kegagalan bisnis minimarket dengan sistem waralaba di antaranya:
* Lokasi belum berkembang.
* Perubahan akses jalan.
* Muncul pesaing lebih besar seperti supermarket.
* Lebih dari lima pesaing ritel modern berdiri di sekitar wilayah yang sama. (*/Kompas Female)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/180-waralaba/7480-agar-waralaba-minimarket-mendatangkan-laba.html

Monday, December 10, 2012

Bagaimana Menentukan Lokasi dan Jenis Waralaba

Hits : 2499 PDF Cetak E-mail
Minggu, 09 Desember 2012 09:34
waralaba_1Waralaba merupakan bisnis yang hakikatnya seperti rantai, satu dengan yang lain saling berhubungan erat dan memiliki kesamaan dalam aspek-aspek tertentu. Waralaba juga dijual oleh pemiliknya (pewaralaba/ franchisor) pada orang lain (terwaralaba/ franchisee). Terwaralaba bisa berupa seseorang yang ingin menjalankan usaha atau sebuah perusahaan yang hendak mengoperasikan waralaba tertentu. Beberapa contoh waralaba dari dalam negeri ialah Es Teler 77, Ayam Bakar Mbok Berek, rumah Makan Wong Solo, dan sebagainya. Sementara waralaba luar negeri di antaranya ialah McDonald’s, Subway, Holiday Inn, stasiun pengisian bahan bakar Exxon, Kentucky Fried Chicken, Carrefour, Starbucks, dan lain-lain.

Dalam beberapa kasus, orang atau perusahaan yang membeli waralaba akan mendapatkan hak kepemilikan penuh tetapi di beberapa waralaba yang lain para terwaralaba ini akan membayarkan sebagian labanya kepada perusahaan pewaralaba. Untuk membuka waralaba, Anda harus mempertimbangkan beberapa pilihan berikut ini.

* Meneliti peluang dan menentukan waralaba bisnis apakah yang Anda ingin buka. Penting untuk mempertimbangkan lokasi, bisnis apa yang tidak ada di lokasi itu dan bagaimana Anda bisa mencetak laba sebanyak mungkin. Tanyakan dan hubungi pemilik waralaba-waralaba lainnya  agar Anda lebih mengetahui pendapat dan pengalaman mereka.

* Ajukanlah permohonan untuk membuka waralaba ke pewaralaba yang Anda anggap paling sesuai dan berprospek paling cerah. Banyak perusahaan memungkinkan Anda untuk mengajukan permohonan secara online untuk memulai proses. Di beberapa waralaba, Anda akan diharuskan untuk memiliki sebuah lokasi bisnis dan bangunannya yang siap pakai.

* Sewalah seorang pengacara untuk meneliti surat perjanjian kerjasama waralaba jika permohonan Anda disetujui pewaralaba. Pengacara itu akan memberitahu dan menjelaskan pada Anda secara gamblang konsekuensi yang nyata maupun tersembunyi yang harus Anda tanggung setelah menandatanganinya dan memastikan posisi Anda tidak dirugikan di dalam kerjasama itu. Dengan demikian, Anda tidak akan merasa menyesal di kemudian hari.

* Bayarkan biaya waralaba dan jangan lupa untuk mengasuransikan bisnis dan hak milik Anda. Saat selesai dan semua sudah diasuransikan, Anda bisa mewawancarai calon karyawan dan mulai untuk mendirikan bisnis Anda. Beberapa perusahaan waralaba memberikan alat-alat untuk menjalankan kegiatan bisnis seperti mesin kasir, pemanggang, sebagai bagian dari uang yang telah dibayarkan tetapi yang lain tidak. Setelah itu, Anda akan siap dengan operasionalisasi bisnis.

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/180-waralaba/7422-bagaimana-menentukan-lokasi-dan-jenis-waralaba.html

Saturday, September 22, 2012

Kiat Memilih Waralaba yang Baik

Hits : 1604 PDF Cetak E-mail
Jumat, 21 September 2012 08:33
waralaba0212
Kini, Anda yang tidak mempunyai pengalaman bisnis dapat berbisnis dengan membeli waralaba. Tentunya, tidak sembarang waralaba yang bisa Anda pilih. Terdapat kiat-kiat tertentu dalam memilih usaha waralaba yang baik. Waralaba yang baik adalah usaha yang dibutuhkan sehari-hari yaitu makan, minuman, pendidikan, salon, bengkel, bidang ritel.

Anda juga sebaiknya berhati-hati ketika terjun ke dunia bisnis melalui waralaba. Saat ini sering terjadi kerancuan antara waralaba alias franchise dengan business opportunity (BO).

Dalam PP No 42 tahun 2007 dijabarkan bahwa waralaba harus terbukti benar-benar menguntungkan, selain itu proses aplikasi bisnisnya mudah diterapkan dan diajarkan kepada pengambil pewaralaba dan lain-lain.

Terdapat dua hal yang penting dalam menentukan waralaba di antaranya masalah keteraturan zona wilayah persebaran unit waralaba di setiap daerah. Apakah pihak pemberi waralaba membatasi para pelaku yang bermain di wilayah tertentu atau tidak. Sehingga tidak terjadi persaingan antarsesama terwaralaba. (*/AS)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/180-waralaba/20244-kiat-memilih-waralaba-yang-baik.html

Wednesday, September 5, 2012

6 Alasan Bisnis Waralaba Sering Gagal


Angga Aliya - detikfinance
Kamis, 06/09/2012 07:28 WIB
 

img Ilustrasi Foto: dok detikFinance
Jakarta - Banyak orang menyangka berbisnis waralaba merupakan langkah pasti menuju sukses. Tapi pada kenyataannya, banyak alasan yang membuat bisnis waralaba berakhir tidak seperti yang diperkirakan.

Dalam artikel yang dikutip dari Investopedia, Kamis (6/9/2012) ini, kita akan melihat beberapa pertimbangan yang bisa anda kaji sebelum terjun langsung ke bisnis waralaba.
 

6. Modal awal dan royalti waralaba yang cukup tinggi

Modal awal dan franchise fee bisa sangat mempengaruhi laba penyewa bisnis waralaba. Sebagai contoh, jika anda ingin membuka waralaba McDonald's, anda harus punya lokasi sendiri (sewa maupun milik), belum lagi royalti waralaba sekitar Rp 405 juta (US$ 45.000) untuk memegang hak waralaba selama 20 tahun, setelah masanya habis maka bisa diperpanjang.

Jika dihitung-hitung secara total, biaya yang anda harus keluarkan untuk membuka sebuah restoran cepat saji McDonald's berkisar antara Rp 4,5 miliar sampai Rp 14,4 miliar.

Yang paling merepotkan adalah, franchise fee yang harus disetorkan per tahun. Setiap tahun, pemegang pemegang waralaba harus menyetorkan 12,5% omzetnya ke pemilik waralaba. Jadi, berapapun omzet anda atau sebaik apapun bisnis, anda akan terus terikat dengan peraturan ini.

Ongkos sewa tahunan ini merupakan syarat paling standar dalam dunia waralaba. Bahkan, Burger King meminta tambahan 4,5% jika ongkos waralabanya mencapai Rp 450 juta, sama seperti Dunkin' Donuts yang meminta tambahan 5,9% untuk franchise fee di kisaran Rp 360-720 juta tergantung lokasi.

Dikurangi gaji karyawan, uang makan dan pajak, bisa terlihat bahwa memegang lisensi waralaba tidak semudah seperti kelihatannya.

5. Biaya bahan baku yang mahal

Untuk anda bisa tetap berbisnis, kebanyakan pemilik waralaba memaksa para pemegang lisensinya untuk membeli bahan baku dari pensuplai yang biasanya masih ada hubungan 'spesial' dengan si pemilik waralaba. Biasanya, harga yang ditetapkan oleh pensuplai ini lebih tinggi ketimbang harga pasar.

Bahkan, beberapa pemilik waralaba makanan cepat saji mematok 5-10% lebih tinggi dari harga pasar untuk produk-produk seperti sayuran, tomat atau bahan baku lainnya. Padahal, sayuran tetap sayuran yang harganya biasanya hampir sama, tapi ini menjadi salah satu cara lain si pemilik waralaba menggenjot laba.

Jangan sekali-sekali anda membatalkan pesanan bahan baku dari si pemilik waralaba, karena bukan tidak mungkin ia kan memutus kontrak anda di tengah jalan sehingga anda tak lagi bisa berbisnis.

4. Minimnya pendanaan

img Ilustrasi Foto: dok detikFinance
Kebanyakan pemegang lisensi waralaba tidak punya akses ke pendanaan yang baik. Jadi, jika butuh tambahan modal, kebanyakan pemegang lisensi waralaba harus merogoh koceknya sendiri. Bisa dibilang, pemegang lisensi waralaba bergantung pada diri sendiri.

Beberapa pemilik waralaba mengetahui hal ini dengan baik sehingga memberikan opsi cicilan untuk franchise fee, modal awal, bahan baku dan peralatan untuk memulai waralaba. Situasi seperti ini biasanya lebih menarik para calon pemegang lisensi waralaba.

3. Minimnya kontrol lokasi

img Ilustrasi Foto: dok detikFinance
Beberapa waralaba punya aturan untuk tidak terlalu banyak membuka tokonya di sebuah kota demi menghindari saturasi pasar dan omzet yang anjlok. Akan tetapi banyak juga waralaba yang membuka toko sebanyak mungkin di sebuah kota demi menggenjot penjualan.

Itulah mengapa bukanlah sesuatu yang aneh jika anda melihat lima gerai McDonald dalam radius 8 km karena perusahaannya berusaha untuk meraup setiap uang yang ada di wilayah tersebut. Pemilik waralaba memang dapat untung banyak, tapi yang menderita adalah gerai si pemegang lisensi waralaba, karena tiap muncul satu waralaba di lokasi yang sama, maka omzetnya bisa turun sampai setengah.

2. Kurang kreatif

img Ilustrasi Foto: dok detikFinance
Sebuah waralaba biasanya mewajibkan keseragaman. Mulai dari dekorasi toko, papan reklame, produk yang ditawarkan sampai seragam pelayannya harus sama. Untuk orang yang menyukai kreatifitas, ini bisa membuat frustasi.

Jadi, jika anda yang terbiasa menjadi bos bagi diri sendiri, keseragaman ini mungkin cukup sulit dilakukan. Mungkin anda tidak cocok untuk berbisnis waralaba.

1. Pemilik waralaba kurang mengenal daerah baru

img Ilustrasi Foto: dok detikFinance
Anda pasti sering mendengar kalau kunci sukses dalam berbisnis adalah lokasi, lokasi, lokasi. Pasalnya, lokasi memang sangat mentukan sukses atau gagalnya sebuah bisnis.

Intinya, jika anda tidak bisa menemukan lokasi yang tepat untuk membuka waralaba, anda pasti akan kesulitan, karena si pemilik waralaba pun tidak bisa banyak membantu anda dalam menentukan lokasi.

Contohnya waralaba pizza. Anda tidak bisa dengan mudah membuka gerai pizza di sebuah daerah yang cukup ramai penduduk. Tetapi, anda juga harus perhatikan tingkat usia di lokasi tersebut.

Salah besar jika anda membuka gerai pizza di lingkungan ramai tapi isinya orang tua. Lebih baik anda cari lingkungan yang lebih sepi tapi isinya anak muda semua.

Riset seperti ini lah yang biasanya tak dimiliki oleh si pemilik waralaba. Si pemegang lisensi waralaba lah yang bertugas untuk melakukan riset ini sendirian tanpa bantuan kantor pusat.

Kesimpulan

img Ilustrasi Foto: dok detikFinance
Menjalankan bisnis waralaba adalah sebuah keputusan serius yang harus dilaksanakan dengan hati-hati. Sebelum anda menyewa waralaba, banyak belajarlah mengenai perusahaan yang jadi target, begitu pula dengan produk dan lokasinya. Karena bahkan dengan produk dan lokasi yang baik, belum tentu anda bisa meraup laba. Jadi, pastikan adan tahu risikonya sebelum membuka waralaba.

http://finance.detik.com/read/2012/09/06/072821/2009595/4/0/6-alasan-bisnis-waralaba-sering-gagal




 

Tuesday, July 31, 2012

Situs-Situs Sumber Belajar Dunia Waralaba

Hits : 2796 PDF Cetak E-mail
Senin, 30 Juli 2012 11:04
Internet menjadi sumber informasi penting bagi semua orang semua rentang usia, wilayah negara dan minat.  Seseorang yang berminat menjadi terwaralaba dapat menemukan segala macam informasi untuk memastikan peluang keberhasilan sebuah waralaba/ franchise, memilih dan merencanakan bisnis waralabanya tanpa harus meninggalkan rumah.

Anda bisa mencari jawaban yang sesuai dengan berdasarkan lokasi, kategori, investasi dan waralaba yang riil di http://www.bethebosss.com.  Situs ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan informasi yang relevan mengenai waralaba tertentu melalui semacam “demo” atau pameran yang memberikan informasi sejarah, ringkasan bisnis, pertanyaan yang sering dilontarkan dan dan persyaratan investasi secara lengkap. Informasi waralaba yang dasar termasuk lembar kerja keuangan interaktif, cara-cara memilih waralaba yang sesuai dengan kondisi terwaralaba, informasi ekspo, dan tautan menuju sumber web lainnya juga tersedia.

Tautan dalam jumlah banyak dari http://franchise1.com, Panduan Waralaba, memberikan jawaban-jawaban yag informatif bagi orang yang serius ingin membuka walaraba. Direktori, asosiasi, papan pesan, dan berita industri waralaba terkini hanyalah sebagian saja yang tersedia di situs waralaba terpopuler di Internet ini.

Franchise Works bisa ditemukan di alamat http://www.franchiseworks.com/. Di sini Anda bisa menemukan daftar waralaba yang tercantum dan dikelompokkan dalam sejumlah kategori, demikian juga peluang bisnis lainnya. Selain itu, terdapat pula sumber-sumber yang bisa digunakan untuk mengetahui segala macam aspek yang dibutuhkan untuk memulai sebuah bisnis waralaba.

The International Franchise Association ialah sumber utama untuk data industri waralaba. Kunjungi http://franchise.org untuk tetap mengetahui kabar terbaru perkembangan pemerintahan terkini dan topik-topik terhangat yang mempengaruhi dunia pewaralaba dan terwaralaba di seluruh dunia.

Situs-situs tentang waralaba yang juga patut Anda kunjungi:
American Bar Association Forum on Franchising (www.abanet.org/forums/franchising)
U.S. Small Business Administration (www.sba.gov)
Statistics -USA (www.stat-usa.gov)
Entrepreneur Magazine (www.entrepreneur.com/franchises/bestofthebest/index.html
Minority Business Entrepreneur Magazine (www.mbemag.com)
Franchise Times (www.franchisetimes.com)
Franchise Update (www.franchise-update.com)
Restaurant Business Magazine (www.restaurantbiz.com)
Source Book Publications (www.franchisordatabase.com)
Federal Trade Commission (http://www.ftc.gov/bcp/franchise/netfran.shtm)
Franchise.com (http://www.franchise.com)
World Franchising (http://www.worldfranchising.com)
Franchise Solutions (http://www.franchisesolutions.com)
Franchise Opportunities (http://www.franchiseopportunities.com)
Franchise Trade (http://www.franchisetrade.com)
The Franchise Magazine (http://www.thefranchisemagazine.net)
Franchise Info Mall (http://www.franchiseinfomall.com)
Franchise Advantage (http://www.franchiseadvantage.com)
U.S. Franchise News (http://usfranchisenews.com)

Sumber gambar:
okyusan7.blogspot.com

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/180-waralaba/18929-situs-situs-sumber-belajar-dunia-waralaba-.html

Tuesday, June 12, 2012

Yuk, Gabung Waralaba Es Balok


Hits : 1822 PDF Cetak E-mail
Senin, 11 Juni 2012 14:20
CE-logoTingginya permintaan es balok mendorong CV Lintas Artha Engineering menawarkan kemitraan bisnis dengan investasi Rp 250 juta dan Rp 750 juta. Dengan omzet mitra ditargetkan Rp 1,5 juta-Rp 2 juta per hari, mitra bisa balik modal dalam waktu 10 bulan.

Es batu atau es balok memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Selain untuk industri kuliner, es batu juga dibutuhkan oleh nelayan untuk mengawetkan ikan hasil tangkapannya. Es batu juga dibutuhkan industri pengolahan ikan untuk keperluan gudang pendinginan ikan.

Menyadari tingginya permintaan pasar, CV Lintas Artha Engineering di Malang, Jawa Timur menawarkan kemitraan bagi para investor yang ingin membuka pabrik es balok dan es tube (es balok ukuran kecil) sejak 2010 lalu.

Andre Wiwanto, pemilik CV Lintas Artha Engineering, mengatakan bahwa bisnis es batu lumayan menguntungkan. "Permintaannya tak pernah sepi," ujarnya. Ia telah terjun ke usaha ini dengan mendirikan pabrik es batu pertamanya di Malang pada tahun 2008. Karena peluang bisnisnya bagus, "Saya pun berani menawarkan kemitraan," katanya kepada Kontan.co.id.

Saat ini, Lintas Artha telah memiliki dua mitra usaha di Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam waktu dekat, ada beberapa permintaan lagi dari calon mitra yang berada di Malang, Lampung, dan Medan.

Menurut Andre, lokasi pabrik sangat menentukan kelangsungan usaha ini. Makanya, sebelum memenuhi permintaan mitra, ia akan melakukan survei lokasi dulu. "Jika wilayah itu permintaannya cukup besar maka pembangunan bisa segera dilakukan," katanya.

Lelaki 28 tahun ini menawarkan kemitraan pembangunan pabrik dalam dua skala investasi. Yakni, pabrik es tube dan es balok dengan investasi minimal Rp 250 juta dan Rp 750 juta.

Investasi itu belum termasuk tempat. Nilai investasi itu sudah termasuk mesin pembuat es, instalasi listrik, dekorasi pabrik, biaya pelatihan, dan standar operasional prosedur menjalankan usaha. "Kami tak ada biaya royalty fee, dan mitra bebas menentukan nama usahanya," jelasnya.

Untuk harga jual es balok dan es tube, diserahkan kepada mitra sesuai pasaran yang ada di wilayah tersebut. Jika lokasi pabrik strategis, dalam sebulan ditargetkan bisa memproduksi 10 ton es balok dan 2 ton es tube per hari.

Dengan produksi sebanyak itu, mitra bisa memperoleh omzet sekitar Rp 1,5 juta-Rp 2 juta per hari. "Labanya bisa mencapai 40% dan dalam 10 bulan hingga tiga tahun sudah balik modal ," katanya.

Penjualan es balok ini sudah dikemas dalam kantong berukuran 50 kilogram (kg). Anton bilang, harga es balok ukuran 50 kg biasanya dijual Rp 10.000 dan es tube 10 kg sekitar Rp 7.500-Rp 10.000.

Amir Karamoy, Ketua Dengan Pengarah Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) menilai, prospek bisnis kemitraan pabrik es memiliki pasar yang bagus di tanah Air. Es balok banyak dibutuhkan restoran, kafe, nelayan sampai kebutuhan rumah tangga.


http://www.ciputraentrepreneurship.com/kembangkan-uang-anda/17575-yuk-gabung-waralaba-es-balok.html

Thursday, May 24, 2012

Inilah Prosedur Hukum Waralaba


Views :211 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 24 Mei 2012 13:53
waralaba0212Jika usaha Anda terbilang sukses, Anda dapat mewaralabakan usaha tersebut agar semakin dikenal luas. Anda mungkin bingung karena terbentur masalah kurangnya pengetahuan mengenai hukum tentang waralaba. Tentunya, untuk membuat badan usaha waralaba, Anda perlu mengetahui landasan hukumnya.

Waralaba merupakan salah satu upaya untuk semakin membuat bisnis Anda moncer. Sebab, waralaba akan membuat bisnis Anda berekspansi dengan cara yang jauh lebih murah ketimbang membuka cabang yang Anda kelola sendiri.

Untuk memulainya, Anda perlu mempelajari peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu Peraturan Pemerintah RI No. 42 Tahun 2007 tentang Waralaba. Dalam beleid itu, yang dimaksud dengan waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh perseorangan atau badan usaha, terhadap suatu sistem bisnis tertentu, yang bekerja memasarkan barang dan/atau jasa. Produk barang/jasa itu adalah produk yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan Perjanjian Waralaba.

Suatu usaha dapat diwaralabakan apabila memenuhi enam kriteria, yaitu; memiliki ciri khas usaha, terbukti sudah memberikan keuntungan, memiliki standar pelayanan dan barang/jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis, mudah diajarkan dan diaplikasikan, memiliki dukungan berkesinambungan, dan Hak Kekayaan Intelektual-nya telah terdaftar.

Selanjutnya Anda perlu membuat Prospektus Penawaran Waralaba kepada calon Penerima Waralaba. Prospektus ini setidaknya terdiri atas; data identitas pemberi waralaba, legalitas usaha pemberi waralaba, sejarah kegiatan usahanya, struktur organisasi pemberi waralaba, laporan keuangan dua tahun terakhir, jumlah tempat usaha, daftar penerima waralaba, hak dan kewajiban pemberi waralaba dan penerima waralaba. Prospektus tersebut harus didaftarkan di Kementerian Perdagangan, dan dari sana Anda akan mendapatkan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba. (*/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/180-waralaba/17115-inilah-prosedur-hukum-waralaba.html

Sunday, May 13, 2012

Kunci Sukses Menjalankan Waralaba

Views :285 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 13 Mei 2012 09:37
waralaba0212Tidak sedikit investor yang sudah menjalankan bisnis waralaba, tetapi tidak tahu cara mempertahankannya. Sebagian merugi karena tak menguasai cara memenuhi harapan pelanggan. Berikut adalah beberapa upaya yang dapat membantu Anda mempertahankan bisnis waralaba Anda.

1. Pastikan Anda memiliki cukup uang untuk investasi. Tak hanya uang investasi, Anda juga memerlukan dana cukup sebagai cadangan jika Anda harus mengalami rugi. Dana tersebut juga termasuk dana cadangan hidup Anda sendiri selama 12 bulan ke depan.
2. Taati dan patuhi seluruh sistem waralaba dari pewaralaba. Pewaralaba adalah orang yang mengerti dan berpengalaman di bisnisnya. Mereka lebih paham dan telah jatuh bangun hingga mencapai kesuksesannya sekarang.
3. Jangan abaikan keluarga dan teman-teman Anda. Walau Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu untuk menjalankan bisnis tersebut, tapi tetap sisihkan waktu untuk keluarga dan teman-teman Anda.
4. Perlakukan pelanggan dengan layanan terbaik. Jangan lupa senyum dalam melayani mereka, dan beri tahu mereka bahwa Anda senang berbisnis dengan mereka.
5. Libatkan diri dalam komunitas lokal setempat. Ikuti dan sponsori kegiatan-kegiatan lokal di sekitar gerai Anda, seperti kegiatan sosial, perayaan, acara sekolah, dll.
6. Selalu berkomunikasi dengan pewaralaba dan terwaralaba lain. Jagalah hubungan baik dengan mereka, dan jika ada masalah jangan disimpan sendiri saja. Sebaliknya, seorang pewaralaba juga selayaknya bersikap terbuka terhadap perkembangan gerai Anda. Ada baiknya jika Anda banyak bertanya dan menyampaikan keluhan atau kesenangan yang diperoleh dari menjalankan waralaba. Pewaralaba akan dengan senang hati menerima masukan dan membantu menyelesaikan masalah Anda.
7. Perhatikan detail gerai Anda. Masalah pembukuan harus cermat dan teliti, tidak boleh ada selisih uang walau hanya beberapa ratus rupiah. Tegaskan hal ini pada karyawan Anda. Uang sekecil apapun harus tercatat dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Tekan biaya pengeluaran, dan maksimalkan pendapatan Anda. (*/ehow/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/180-waralaba/16806-kunci-sukses-menjalankan-waralaba.html

Thursday, April 5, 2012

Melirik Tawaran Kerjasama Gerai Sang Ratih

Views :106 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 05 April 2012 13:20
CE-logoMengenakan busana muslim sudah sudah menjadi tren di kalangan perempuan Indonesia. Mulai dari kalangan remaja hingga ibu-ibu banyak mengenakan busana penutup aurat ini. Tren seperti itu tentu memicu penjualan busana muslim.

Makanya, banyak pebisnis buru-buru menangkap peluang besar ini. Salah satunya adalah Ratih Sanggarwati, mantan model yang kini menjadi desainer busana muslim. Ia juga memiliki butik yang dinamakan Gerai Ratih Sang yang berdiri sejak 2007 di Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Nah, sejak awal tahun ini, ia menawarkan kemitraan bagi calon investor yang tertarik memasarkan produk-produknya. Saat ini, Gerai Sang Ratih sudah memiliki empat mitra di Kemang, Tangerang, Depok, dan Bandung.

Format kerja sama yang ditawarkan berupa perpaduan waralaba dan penjualan langsung. Sang Ratih mematok paket investasi sebesar Rp 100 juta. Itu belum termasuk biaya sewa tepat. Dengan membayar sebesar itu, mitra akan mendapat pasokan produk busana, herbal, dan kosmetik.

Direktur Operasional Gerai Sang Ratih, Andi Irwansyah, mengatakan bahwa pasokan barang tersebut senilai Rp 135 juta. Jika pasokan barang tersebut habis terjual, mitra dapat memesan kembali dengan potongan harga hingga 33%.

Selain pasokan barang, mitra juga akan mendapat fasilitas berupa promosi penjualan, pelatihan atau pendidikan busana, serta paket asuransi senilai Rp 1 juta dan Rp 2 juta. Dalam kerja sama ini berlaku ketentuan dalam satu kota madya hanya ada satu mitra.

Gerai Ratih Sang mematok harga busana mulai Rp 132.000-Rp 460.000. Sementara itu, obat herbal dan kosmetik mulai Rp 20.000-Rp 160.000.

Menurut Andi, rata-rata mitra yang baru buka gerai mendapatkan omzet Rp 200 juta per bulan. Ia menargetkan, di bulan ketiga atau keempat omzet mitra tembus Rp 1 miliar. Dengan omzet sebesar itu, mitra bisa balik modal pada bulan ketiga atau keempat.

"Laba kotor sebesar 10%, sementara laba bersihnya tinggal dikurangi sewa tempat dan pegawai," jelas Andi seperti dilansir Kontan.co.id.

Selain paket Rp 100 juta, Gerai Ratih Sang juga menawarkan paket sub-gerai senilai Rp 6 juta. Dalam paket ini, mitra akan mendapatkan produk senilai Rp 7,5 juta. Mitra juga mendapat potongan harga 28% untuk pembelian produk selanjutnya. “Kami juga membuka kesempatan kerja sama menjadi reseller. Modal awalnya cukup Rp 100.000 dapat kartu diskon pembelian 20%,” tukasnya.

Gerai Ratih Sang
Jl. Radio Dalam Raya
No. 47 D Jakarta Selatan
Telp: 021-7204620

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/kembangkan-uang-anda/15802-melirik-tawaran-kerjasama-gerai-sang-ratih.html

Tuesday, April 3, 2012

Ciri-ciri Waralaba yang Menjanjikan

Views :1637 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 03 April 2012 17:05
CE-logoUmumnya ada dua hal yang menjadi perhatian utama seseorang sebelum membeli bisnis waralaba, yaitu masalah harga dan perjanjian kerja samanya. Dua hal ini memang penting, karena menentukan kita untuk membeli atau tidak. Modal dan kerja sama, keduanya tidak boleh merugikan. Sebaliknya, sebisa mugnkin harus dapat memberi keuntungan.

Yang pertama berhubungan dengan ketersediaan modal. Di Indonesia, modal untuk membeli waralaba lebih kecil dibandingkan di luar negeri. Besarnya yaitu pada kisaran Rp10–400 juta. Uang itu sudah termasuk antara lain initial fee, renovasi, suplai, inventori, deposit biaya sebelum memulai bisnis, dan biaya pelatihan tenaga kerja. Setelah usaha berjalan, ada pula biaya royalti (royalty fee), yang besarnya 2–15 persen dari penjualan.

Hal ke dua adalah perjanjian kerja sama. Jika Anda berminat untuk membuka bisnis waralaba, Anda perlu mencermati perjanjian kerja samanya. Dalam perjanjian kerja sama akan dijelaskan hak dan kewajiban pemberi dan penerima waralaba. Jika salah satu pihak gagal memenuhi kewajibannya, maka perjanjian kerjasama waralaba dianggap batal. Namun ada juga pewaralaba yang memberi kelonggaran-kelonggaran dalam hal-hal tertentu.

Selain dua hal tersebut, Anda juga perlu tahu beberapa ciri bisnis waralaba yang menjanjikan. Ciri-ciri waralaba yang menjanjikan antara lain:
1. Memiliki sistem kuat dan bermodal besar.
2. Memiliki laporan keuangan yang rapi, mudah dibaca, dan tak dibuat
berdasarkan karangan. Akan lebih baik bila dibuat oleh akuntan publik.
3. Tak sekadar menjual bisnisnya. Tak pelit membagi pengalaman selama menggeluti usahanya, memberikan saran pada pewaralaba soal lokasi yang bagus, ada standar pelayanan dan kontrol kualitas.
4. Menyediakan pelatihan kepada tenaga kerja, hingga mereka mahir melakukan tugasnya.
5. Menyediakan alat-alat yang dibutuhkan, sehingga pewaralaba tidak perlu membeli alat yang mahal.
6. Menyuplai bahannya, supaya kualitas produk di semua pewaralaba tetap terjaga.
7. Jujur pada pewaralaba mengenai manajemen dan kondisi keuangan waralaba miliknya. (*/dari berbagai sumber/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/180-waralaba/15773-ciri-ciri-waralaba-yang-menjanjikan.html

Wednesday, March 28, 2012

Tips Sukses Berwaralaba Kuliner Tradisional

Views :279 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 28 Maret 2012 08:51
waralaba0312Efek fenomena wisata kuliner memang benar-benar dahsyat. Belum lagi tren waralaba (franchise) yang makin menjamur.

Simak kiat sukses berwaralaba makanan tradisional berikut ini agar tak salah langkah.

Tak perlu heran melihat restoran soto kudus, restoran masakan padang, kedai bakso malang, bahkan gerai donat, dan sate jamur dengan nama usaha yang sama, tersebar di beberapa tempat di satu kota, bahkan di berbagai belahan dunia lainnya. Bisa jadi, cabang-cabang restoran dan gerai makanan itu dibuka sendiri oleh si pemilik usaha. Tapi, bukan tidak mungkin merupakan waralaba yang dibeli pihak lain.

Jika dulu hanya "segelintir" orang yang berbisnis waralaba, karena bisnis waralaba kebanyakan berasal dari luar negeri dan membutuhkan dana sangat besar, kini bisnis waralaba justru berkembang pesat. Menurut Fauziah Arsiyanti, SE, MM, Dip. IFP., advisor lembaga keuangan First Principal Financial Singapura, hal ini disebabkan orang yang membeli waralaba, yang disebut pewaralaba atau franchisee, tak perlu memulai usahanya dari nol.

Setelah membeli, pewaralaba tinggal menjalankan usahanya berdasarkan manajemen dan peraturan yang ditentukan pemiliknya. Meski banyak yang melirik bidang lain, bisnis waralaba di bidang makanan, termasuk makanan tradisional, lebih banyak diminati. Sebab, kata konsultan yang akrab disapa Zizi ini, masyarakat Indonesia memang menyukai makanan tradisional.

Selain itu, mau tak mau, orang memang membutuhkan makan. Ditambah lagi, berbisnis waralaba makanan tradisional tak selalu butuh modal besar. Zizi mengingatkan, tetap bersikap hati-hati dan selektif memilih waralaba, menjadi syarat utama sebelum memutuskan membeli waralaba.

Jika ingin mulai menjadi pewaralaba, berikut ini poin-poin penting yang harus diperhatikan dalam memilih waralaba makanan tradisional:

1. Punya hasratMemiliki hasrat untuk menjual makanan yang Anda inginkan juga menjadi modal penting. Untuk berbisnis retail (perdagangan eceran), memang harus menyukai bidang yang akan digeluti. Sehingga, kondisi usaha sedang naik maupun turun, Anda tetap tekun menjalaninya.

2. Riset dan berundingTeliti dulu terwaralaba atau pihak yang menjual waralaba, yang disebut juga franchisor, yang Anda inginkan. Bandingkan dengan terwaralaba lain yang sejenis. Jangan membeli usaha dari terwaralaba yang tak jelas identitasnya. Jika perlu, cek ke lembaga waralaba yang ada di Indonesia. Jika memang terwaralaba tersebut resmi dan bagus, bisa dipastikan akan terdaftar di sana. Bila memang suka, barulah berunding untuk mendapatkan kesepakatan.

3. CekTak ada salahnya mengecek usaha terwaralaba yang Anda inginkan ke orang yang sudah lebih dulu menjadi pewaralabanya, baik yang masih berjualan maupun yang tidak. Tanya pendapat mereka. Meski satu sama lain belum tentu punya kepuasan yang sama, setidaknya Anda mendapat gambaran lebih.

4. Hak ciptaTeliti lebih dulu hak cipta makanan milik terwaralaba yang sudah diincar untuk dibeli. Jangan sampai hak cipta yang diklaim olehnya, ternyata milik pihak lain dan akhirnya bisa bermasalah.

5. Lama dan kuatJika Anda tak suka risiko tinggi dan kurang berjiwa bisnis, pilih terwaralaba yang sudah lama berjalan, setidaknya lima tahun, memiliki sistem kuat, misalnya memiliki banyak cabang dan manajemen bagus, serta bermodal besar. Usaha yang masih baru, belum cukup teruji menghadapi siklus roda bisnis.

6. Kondisi keuanganSebelum memutuskan membeli, periksa dulu kondisi keuangan terwaralaba. Jika perlu, minta bantuan akuntan publik atau pakar keuangan untuk membaca laporan keuangan terwaralaba.

7. Bayar di mukaHati-hati bila terwaralaba meminta seluruh modal harus disetorkan di muka. Cari penyebabnya. Bukan tidak mungkin kondisi keuangan terwaralaba tidak bagus. Selain itu, kini banyak terwaralaba yang baru muncul, meminta modal di muka hanya karena ingin menarik initial fee (biaya yang diperlukan untuk memulai bisnis) dari pewaralaba, lalu kabur. Lebih baik, cari terwaralaba yang pembayarannya fleksibel. Artinya, pembayarannya bisa dilakukan bertahap. (*/Tabloid Nova)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/180-waralaba/15588-tips-sukses-berwaralaba-kuliner-tradisional.html

Wednesday, March 21, 2012

Angkringan Pak Camat: Harga Cerdas, Rasa Terhormat

Views :202 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 21 Maret 2012 14:53
angkringan_pkcamatAngkringan yang biasanya dijumpai di desa-desa dan pinggir jalan di Yogyakarta saat ini merambah pasar ibu kota. Salah satunya adalah Angkringan Pak Camat. Dengan tagline, "Harga Cerdas, Rasa Terhormat," Angkringan Pak Camat ingin menaikkan harkat angkringan di luar kota Yogyakarta.

“Awalnya kami lihat franchise-franchise itu rata-rata makanan luar semua. Kemudian kami pikir kenapa tidak produk lokal ikut di-franchise-kan juga, orang bisa semakin kenal makanan tradisional kita,” ujar Deven, Marketing Director Angkringan Pak Camat saat ditemui di sela-sela acara pameran Info Franchise & Business Concept Expo 2012 di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dengan mengusung konsep waralaba, Angkringan Pak Camat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati laba dari kuliner khas di dalamnya, seperti nasi kucing, tempe dan tahu bacem, bihun cabe rawit, wedang jahe, dan lain sebagainya.

“Kami jadi waralaba itu baru 2 tahun lalu. Kalau merek Pak Camatnya sendiri sudah dari tahun 2000 di Yogyakarta,” jelas Deven.

Perkembangan bisnis ini cukup pesat, dalam 2 tahun sejak mulai diwaralabakan, Angkringan Pak Camat saat ini telah memiliki 14 cabang di Jabodetabek dan 1 gerai di Bandung. Perkembangan tersebut wajar karena Angkringan Pak Camat menawarkan paket-paket kemitraan yang menguntungkan para franchisee.

Keuntungan menjadi pewaralaba Angkringan Pak Camat salah satunya tidak adanya syarat khusus jika ingin membuka Angkringan ini, cukup sediakan lahan 3x3 meter. Selain itu Angkringan Pak Camat memiliki 2 jenis paket waralaba yang disebut paket prima dan paket Mandiri. Bagi yang memilih paket prima dikenakan biaya Rp 25 juta dan untuk paket Mandiri dikenakan biaya Rp 15 juta.

“Biaya 25 juta sudah termasuk semua, dari gerobak, pelatihan karyawan, stok makanan, sampai alat-alat makannya. Pokoknya tinggal buka saja,” jelas Deven.

Sedangkan untuk yang memilih paket Mandiri, para mitra bebas untuk memilih sendiri bahan makanannya, tidak disuplai dari franchisor. “Biasanya ini pilihan masyarakat yang mau buka di luar kota. Kita tidak mungkin suplai makanan tiap hari ke sana, jadi mereka bebas pilih sendiri. Tapi tetap kita sesuaikan rasanya dengan yang lain,” jelas Deven.

Jika setelah membuka usaha ini tiba-tiba terjadi penurunan omzet, pihak franchisor pun tidak segan untuk memberikan saran kepada franchisee-nya. “Kita ajak jalan ke tempat makan lain, kita jembatani mereka ngobrol dengan pemilik tempat makan itu, jadi franchisee bisa belajar juga dari yang sudah sukses,” ujarnya.

Untuk menjaga keaslian rasanya, tim Angkringan Pak Camat akan melakukan kunjungan 1 bulan sekali ke setiap mitra mereka.

Mengenai omzet, saat ini omzet rata-rata di tiap gerainya berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per harinya. Dari omzet ini lah Angkringan Pak Camat berani mengklaim bahwa mitranya dapat balik modal hanya dalam waktu 6 bulan saja.

"Royalti fee-nya kita kasih sebesar pada saat mereka sudah BEP, itu dari bulan ke tujuh, 3% untuk Angkringan Pak Camat sampai tiga tahun. Setelah itu, akan kita tanyakan apakah mereka mau memperpanjang atau tidak,” jelas Deven.

Keuntungan lain yang didapat mitra ini adalah para mitra bebas menjual minuman atau makanan di luar dagangan pokok angkringan sendiri tanpa dikenakan royalty fee. Misalnya seorang mitra ingin menjual jus buah, itu dimungkinkan dan tidak dipotong 3% untuk biaya royaltinya. “Justru kami kasih masukan, ini bagusnya ditambah jualan jus, soft drink, atau makanan apa begitu,” aku Deven. (*/ian)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/perusahaan-a-merek/nasional/merek/15432-angkringan-pak-camat-harga-cerdas-rasa-terhormat.html