Sunday, May 6, 2012

Melirik Bisnis Penyewaan "Function House"

Views :298 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 06 Mei 2012 07:22
fhouseBila kebetulan Anda memiliki sebuah rumah kosong, yang terletak di lokasi strategis dengan desain arsitektural menarik namun masih bingung memanfaatkannya, cobalah melirik bisnis "function house".

Sesuai dengan arti katanya, function house atau rumah berdaya guna adalah rumah yang disewakan untuk kepentingan pribadi. Misalnya, pesta pribadi, konferensi pers, shooting video klip dan film, komersial, talkshow dan sebagainya.

rumah yang dialihfungsikan sebagai function house umumnya disewakan. Kehadirannya bagi kalangan tertentu sangat dibutuhkan karena banyak dari mereka bosan mengadakan acara di hotel dan gedung pertemuan. Sementara, di function house, nuansa baru akan memberi kesan lebih mendalam.

Beberapa function house yang cukup sukses antara lain, rumah Imam Bondjol, rumah Kertanegara, dan rumah Maroko.

Jika Anda tertarik, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menyulap rumah sebagai sebuah function house. Pertama, rumah ditata dan dilengkapi fasilitas selayaknya sebuah hotel berbintang. Kedua, rumah harus memiliki keunikan tersendiri yang menjadi keunggulannya. Nilai unik dari rumah ini akan menarik minat para penyewa. Ketiga, untuk memperkenalkan function house butuh promosi cukup lama. (*/Kompas.com)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/kembangkan-uang-anda/16601-melirik-bisnis-penyewaan-qfunction-houseq.html

Pebisnis Harus Berubah

Pebisnis Harus Berubah
| Marcus Suprihadi | Minggu, 6 Mei 2012 | 12:47 WIB

TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA Ilustrasi pesawat Garuda

KOMPAS.com- Hari-hari ini, publik Indonesia disuguhkan berita menarik mengenai penjualan saham Garuda Indonesia Tbk. Terakhir diberitakan mengenai pembelian 10,27 persen saham Garuda oleh PT Trans Airways milik PT Trans Corporation.
Kemajuan Garuda baru terasa menarik dibahas kalau kita mencoba melihatnya dari aspek spesifik. Misalnya, perusahaan ini sangat rajin meninjau kelayakan rute penerbangan.
Berita ini menarik untuk beberapa hal, di antaranya, pertama, nama Garuda Indonesia tengah bagus-bagusnya. Lembaga riset Australia Roy Morgan pada Maret lalu menyatakan Garuda sebagai the Best International Airline. Penumpang selalu ”hampir penuh” dan total pendapatan Garuda tahun 2011 mencapai Rp 27,2 triliun, naik 39,2 persen dibandingkan dengan pendapatan tahun 2010. Laba komprehensif mencapai Rp 858,8 miliar, naik 285,4 persen dari tahun 2010. Penjualan sebesar 10,27 persen saham itu senilai Rp 1,439 triliun.
Hal kedua, pembeli saham Garuda itu adalah PT Trans Corporation, milik Chaerul Tanjung. Pembelian saham Garuda ini kian meneguhkan posisi PT Trans Corporation sebagai salah satu raksasa bisnis di Indonesia. Usaha Trans Corporation kini merebak mulai dari kafe, perbankan, sentra ritel raksasa, hiburan dan hotel, hingga media televisi.
Kinerja yang diraih Garuda Indonesia patut dicatat sebagai fenomena baru maskapai penerbangan dunia. Garuda menjadi lebih baik dalam hal pelayanan dan mutu, merupakan hal wajar. Sebab, semua maskapai dunia mengejar kualitas dan layanan prima. Kalau kemudian penumpang Garuda selalu penuh sesak, baik penerbangan di dalam maupun di luar negeri, itu juga merupakan hal wajar. Sebab, terjadi lonjakan signifikan golongan menengah di Indonesia dan lonjakan kepercayaan warga dunia terhadap Garuda.
Kemajuan Garuda baru terasa menarik dibahas kalau kita mencoba melihatnya dari aspek spesifik. Misalnya, perusahaan ini sangat rajin meninjau kelayakan rute penerbangan. Lihatlah, misalnya, ketika diketahui rute Jakarta-Amsterdam dan Amsterdam-Jakarta tidak selalu penuh, manajemen perusahaan ini mengurangi frekuensi penerbangan. Kalau ada keberatan dari konsumen, itu urusan kemudian.
Perusahaan ini pun rajin masuk ke rute-rute yang sangat gemuk. Kalau rute itu penuh sesak dengan maskapai lain, Garuda tetap percaya diri untuk berkompetisi, bahkan berani menjual tiket jauh lebih mahal di banding maskapai dalam negeri lainnya. Dan, Garuda tetap sangat diminati. Ini salah satu aspek yang membuat Garuda mampu meraih kinerja bagus.
Dalam konteks global, kinerja Garuda bisa disebut sebuah fenomena yang menarik dibahas. Ia naik daun ketika maskapai penerbangan lain, seperti JAL, Singapore Airlines, Swiss Air, Malaysia Airlines, dan Lufthansa, tidak meraih kinerja luar biasa. Beberapa perusahaan tersebut malah menderita kerugian sehingga harus dibantu pemerintahnya.
Jika dilihat lebih jauh, bisa disebutkan bahwa dari banyak aspek, terdapat beberapa hal penting yang dilakukan Garuda, yakni keinginan berubah yang luar biasa. Segenap pimpinan dan kru Garuda ingin membawa maskapai ini lebih baik lagi. Jika itu teraih, nama bangsa ini juga menjadi masyhur. Salah satu yang dilakukan adalah dengan melihat SQ, Emirates, Lufthansa, dan beberapa maskapai ”bintang lima” lainnya. Pengamatan sampai pada isi kabin, pelayanan, dan sikap para kru.
Kini, Garuda tengah meraih nama yang harum, saatnya untuk terus menata diri menjadi maskapai nomor satu, setidaknya mencapai taraf setingkat atau lebih baik daripada maskapai ”bintang lima” yang ada. Tentu ini bukan pekerjaan mudah, melainkan dengan semangat mau berubah, ini mestinya bisa dicapai. (Abun Sanda)
 
Sumber :
Kompas Cetak
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/05/06/12471974/Pebisnis.Harus.Berubah

Saturday, May 5, 2012

5 Strategi Pemulihan Bisnis

Views :318 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 05 Mei 2012 12:16
Berikut merupakan 5 strategi pemulihan yang bisa Anda terapkan jika keadaan bisnis kurang cerah:
  1. Mengejar bisnis yang masih berulang:  Akan jauh lebih murah untuk mempertahankan  prospek bisnis yang berulang dari pelanggan yang sudah ada daripada berjuang mendapatkan prospek bisnis yang sama sekali baru.  Kini sudah saatnya untuk menuai manfaat dari hubungan pelanggan yang sudah terbina baik yang Anda sudah pelihara selama ini.
  2. Fokus pada kompetensi kunci Anda: Periksalah setiap pengeluaran dalam bisnis Anda. Mungkin ini saatnya untuk melakukan outsourcing pada sejumlah bagian usaha seperti call center atau pendirian manufaktur yang rumit. Carilah kegiatan yang mengoptimalkan sumber daya tanpa menghasilkan pemasukan signifikan.
  3. Dapatkan tenaga kerja: Jika keadaan ceruk pasar Anda kurang menggembirakan secara umum, peluang Anda untuk mendapatkan tenaga kerja ahli di bidang tersebut juga akan lebih mudah dari biasanya.
  4. Respon dengan cepat terhadap perubahan pasar: Ekonomi hampir pasti mempengaruhi pelanggan Anda.  Mereka mungkin sudah mengubah kebiasaan dan pola pembelian mereka dan merasa memiliki kebutuhan lain. Peluang Anda sekarang untuk menanggapi perubahan itu. Ini merupakan celah peluang untuk memperluas jajaran produk Anda, mengubah kanal distribusi Anda atau menawarkan layanan baru.
  5. Carilah pemasukan tersembunyi: Kadang sumber pemasukan baru terbaik berada tepat di sekitar Anda. Misalnya, menawarkan layanan baru untuk mendukung produk Anda bisa menjadi awal yang baik.
Mayoritas pendiri bisnis yang kita ketahui sepakat bahwa keadaan ekonomi atau sektor industri yang kurang menggembirakan bisa mengajarkan pentingnya untuk tetap fokus, membuat keputusan dengan lebih baik dan terarah, menjadi lebih efisien dan mengawali sistem dan prosedur yang akan membantu posisi mereka dalam pemulihan ekonomi. Dengan hanya memutuskan untuk bermain aman, Anda tidak akan pernah menang dari pesaing.

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/16585-5-strategi-pemulihan-bisnis.html

Raymondo Hansiever: Dulang Rupiah dari Lukisan Kayu


Views :205 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 05 Mei 2012 11:31
Dari melukis kayu, Raymondo raup Rp 85 jutaMelukis di atas kayu memang membutuhkan keahlian tersendiri. Supaya lukisannya laku, pelukis juga harus mampu membaca selera konsumen. Itulah yang dilakukan Raymondo Hansiever yang sukses menekuni bisnis ini.

Menekuni kerajinan wood painting sejak tahun 2000, Raymond Hansiever kini sukses meraup omzet tebal dari ceruk usaha ini. Dalam sebulan, omzetnya mencapai Rp 85 juta dengan laba bersih lebih dari 25%.

Usaha ini mulai dirintisnya di Bandung, Jawa Barat dalam skala kecil. Kala itu, setiap lukisan yang dibuatnya ditawarkan ke teman-teman terdekatnya. "Responsnya cukup bagus, banyak teman-teman yang pesan," ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, pesanan yang diterimanya semakin banyak. Demi kelancaran usahanya, di bulan Februari 2011, ia mendirikan galeri di Bandung. Di galeri tersebut, ia memajang hasil-hasil karyanya.

Hingga saat ini, ia sudah memiliki jaringan pemasaran di beberapa kota, seperti Jakarta, Bandung, Makassar, Bali dan Palembang. "Lukisan saya digemari banyak orang," klaimnya.

Ia membanderol lukisan kayu tersebut mulai dari Rp 55.000 untuk ukuran kecil sampai Rp 5 juta untuk ukuran besar. Selain ukuran, harganya juga tergantung kerumitan dan material yang digunakan.

Sebagian besar karya lukisnya merupakan pesanan pelanggan. Umumnya, mereka memesan gambar khusus dengan desain eksklusif untuk dijadikan hadiah kepada orang terdekat. (Kontan.co.id)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/nasional/intrapreneur/16584-raymondo-hansiever-dulang-rupiah-dari-lukisan-kayu.html

Friday, May 4, 2012

10 Tips Sukses Berbisnis Makanan


Views :636 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 04 Mei 2012 09:03
resto0512Kaum hawa sangat familiar dengan urusan dapur. Hal ini tentunya membuat mereka mempunyai peluang untuk sukses di bisnis makanan?

Untuk memulai bisnis ini, syarat awalnya tidak susah. Anda harus menyukai makanan tersebut! Kemudian, tentu Anda harus jeli mengingat bagaimana suasana tempat makan yang membuat Anda nyaman. Berikut adalah sebagian tips yang dapat Anda ikuti agar usaha Anda sukses:

1. Pilih makanan yang Anda kuasai resep dan cara pembuatannya.
2. Mulai dari yang sederhana dan mudah dikerjakan. Misalnya, jika ingin membuka restoran khas Jawa dengan menu pecel, belajarlah membuat bumbu pecel yang pas, baik rasa maupun kekentalannya.
3. Membuka bisnis makanan juga bisa dimulai dengan melakukan riset mengenai jenis makanan apa yang belum ada di kawasan tertentu. Dengan demikian, Anda tak memiliki kompetitor langsung di kawasan tersebut.
4. Bila Anda membuka restoran dengan menu yang sudah ada di kawasan tertentu, buat inovasi baru pada restoran Anda. Misalnya, jika restoran Anda menyajikan menu bebek, ciptakan menu bebek yang lain selain bebek goreng. Inovasi juga bisa ditampilkan dengan, misalnya, mengangkat menu "pinggir jalan" menjadi hidangan di restoran dengan pendingin udara.
5. Selalu perhatikan harga jual. Jangan terlalu mahal. Untung sedikit tak apa, yang penting pelanggan datang.
6. Selalu ramah kepada pembeli. Bila Anda dibantu tenaga tambahan, ajari mereka untuk bersikap ramah juga. Banyak restoran tutup hanya karena petugasnya memasang wajah judes, tidak ramah.
7. Memperhatikan dengan baik apa yang diminta pelanggan, termasuk jika ada pesanan khusus untuk makanannya (misalnya, jika pelanggan minta agar makanannya tidak terlalu pedas, tidak memakai seledri, dan lain-lain).
8. Kebersihan selalu nomor satu. Jangan jorok, jangan biarkan lalat beterbangan.
9. Bila pelanggan sudah makin bertambah, sebisa mungkin tambah jumlah pegawai Anda, supaya pelanggan dapat dilayani dengan cepat.
10. Jam buka dan tutup harus teratur. Ganti-ganti jam operasi akan membuat calon pelanggan bingung dan akhirnya malas datang lagi. (*/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/122-peluang-bisnis-perempuan/16545-10-tips-sukses-berbisnis-makanan.html

Thursday, May 3, 2012

3 Cara Terbaik Bangun Kepercayaan Diri Entrepreneur

Views :687 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 02 Mei 2012 10:19
entr0212Sedikit orang berhasil dalam bisnis tanpa memiliki kepercayaan diri yang kokoh. Namun, setiap orang memiliki sedikit banyak perasaan kurang percaya diri dari waktu ke waktu. Berikut ialah 3 cara yang Anda bisa gunakan untuk mendorong munculnya rasa percaya diri sebagai entrepreneur pemula:
  • Bersikap jujur: Ketahui apa yang menjadi kelebihan yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dan kelemahan yang mesti diperbaiki. Dengan pengujian kemampuan yang akurat, Anda bisa mengetahui perbedaan antara keraguan diri dan kurangnya ketrampilan.
  • Praktik: Jika ada pekerjaan atau tugas yang Anda cemaskan, praktikkanlah. Lakukan sesuatu untuk menyelesaikannya. Persiapan yang matang akan sedikit demi sedikit membangun kepercayaan diri dan ketrampilan.
  • Sambut peluang baru: Memainkan kelebihan Anda merupakan cara yang cerdas tetapi tidak jika itu berarti Anda tidak mencoba hal baru. Taklukkan tantangan baru untuk mengingatkan Anda bahwa Anda sebenarnya mampu dan bisa mencetak prestasi yang lebih baik dari yang Anda sendiri duga. (Amy Gallo/*AP)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/16504-3-cara-terbaik-untuk-membangun-kepercayaan-diri-entrepreneur.html

Bagaimana Mengelola Tangis di Tempat Kerja

Views :406 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 02 Mei 2012 10:29
CE-logoSebagian besar orang mengalami saat-saat yang membuat mereka ingin menumpahkan air mata di tempat kerja. Penyebabnya bermacam-macam. Bisa jadi seorang teman dekat Anda dipecat, ide yang Anda rancang ternyata ditolak mentah-mentah oleh atasan, atau Anda menerima penilaian kinerja yang kurang baik padahal Anda sudah merasa melakukan yang maksimal. Atau jika Anda seorang entrepreneur, Anda harus menahan tangis saat mitra Anda meninggal dunia, atau mengalami kerugian yang tak disangka dalam jumlah besar atau kehilangan peluang bisnis besar setelah melakukan berbagai daya upaya.

Jika Anda termasuk orang yang kurang bisa mengelola tangisan di lingkungan kantor, cobalah untuk melakukan hal berikut ini:
  1. Keluar ruang kantor: Pergilah keluar dari ruang kantor untuk beberapa saat dan Anda bisa menuju kamar mandi terdekat, atau kedai kopi terdekat atau mobil Anda. Setelah menemukan tempat yang tak banyak dilalui orang, Anda bisa mencari udara segar dan menumpahkan emosi dengan menangis hingga lega. Atau bisa juga telepon seorang teman, atau anggota keluarga untuk menjadi tempat curahan hati.
  2. Kembali pada situasi semula: Setelah Anda mendapat waktu dan ruang untuk menenangkan diri, kini saatnya memandang situasi tadi dengan sudut pandang lain. Jika Anda merasa dicurangi atau menjadi korban, bicarakanlah secara pribadi dengan teman kerja atau kolega dan jelaskan mengapa perlakuan itu sangat tidak adil. Pertahankan stabilitas emosi dan air muka dan tawarkan saran mengenai bagimana cara menanganinya dengan lebih baik setelah itu. (Jodi Glickman/*AP)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/16506-bagaimana-mengelola-tangis-di-tempat-kerja.html