Monday, September 5, 2011

Yang Dibutuhkan dalam Bisnis Franchise


PDF Cetak E-mail
Minggu, 04 September 2011 10:20
Salah satu cara mudah memulai bisnis sendiri adalah dengan ikut serta bisnis franchise (waralaba). Peminat waralaba tinggal memilih usaha apa yang ingin dia jalani, tentu dengan menyesuaikan kemampuan modal dan keahlian yang dimilikinya.

FranchisingVarian bisnis franchise sendiri cukup luas. Mulai dari usaha makanan, laundry, pakaian, hingga jasa pindah. Tiap bisnis juga bisa dimulai sesuai kemampuan modal karena pemilik waralaba biasanya membuat level-level yang bisa dipilih calon pembeli lisensi.

Sebelum memutuskan memilih franchise tertentu, pastikan Anda memiliki semua yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ini seperti yang dilansir situs konsultanwaralaba.com.
Pengetahuan

Tahap awal semua usaha adalah memiliki pengetahuan tentang usaha yang akan Anda masuki. Lakukanlah riset tentang sistem dan jenis waralaba yang Anda minati. Perkaya juga 'modal' Anda dengan pengetahuan mengenai aspek hukum yang berhubungan dengan bisnis tersebut.

Modal
Perhitungkan modal yang Anda miliki ketika akan menentukan jenis bisnis waralaba yang akan Anda geluti. Jika belum yakin, mulailah dengan level paling rendah yang ditawarkan pemberi waralaba. Pastikan Anda juga mampu memenuhi persyaratan lain seperti ketersediaan ruang dan tempat berjualan.

Mengikuti sistem

Setelah menjatuhkan pilihan pada satu jenis waralaba, fokus dan berkomitmenlah untuk mengikuti sistem yang ditentukan pemberi waralaba. Pastikan Anda tidak menyalahi aturan yang telah disepakati bersama.

SDM berkualitas

Jika akan mempekerjakan orang lain, pastikan mereka memiliki kualitas yang dapat mendukung usaha Anda. Jangan lupa untuk meningkatkan kemampuan pegawai Anda dengan mengikutsertakan mereka pada berbagai pelatihan secara berkala.

Jangan hanya fokus pada sistem pemasaran dan manajemen, tetapi lupa pada pengembangan profesionalitas pegawai. Sebab, merekalah yang menjadi garda terdepan dalam pengembangan usaha waralaba Anda.

Manajemen yang baik

Kepopuleran merek waralaba yang kita usung tidak akan ada artinya jika kita tidak mengelola usaha kita dengan baik. Manajemen di sini tidak melulu mengenai kondisi keuangan, tetapi juga bagaimana mempertahankan dan mengembangkan usaha.

Buatlah perencanaan bisnis dengan matang. Meskipun pemberi waralaba telah memiliki pakem bisnis tersendiri, bukan berarti Anda tidak perlu merencanakan bisnis Anda. Dengan perencanaan yang baik, tidak mustahil usaha Anda akan berkembang pesat, atau bahkan Anda memulai merek waralaba sendiri.

Inovatif dan kreatif

Hal lain yang juga diperlukan untuk mengembangkan bisnis waralaba Anda adalah inovasi dan kreativitas. Berpikirlah di luar kotak untuk mencapai kesuksesan. Misalnya, menggunakan cara-cara unik dalam mempromosikan usaha Anda.

Relasi bisnis
Kesuksesan sebuah bisnis juga ditentukan dengan kemampuan Anda menjaga hubungan dengan relasi bisnis, pelanggan, maupun karyawan di perusahaan Anda.

Konsultasi
Meski saat ini banyak literatur yang memberi penjelasan tentang bisnis waralaba, berkonsultasi dengan konsultan tetap menjadi langkah terbaik untuk mencari solusi atas semua masalah yang Anda hadapi.

Carilah konsultan waralaba yang terpercaya dan berpengalaman. Mereka biasanya akan memberikan bimbingan dari awal hingga Anda mampu menjalankan bisnis Anda sendiri. (*/okezone)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/180-waralaba/10816-yang-dibutuhkan-dalam-bisnis-franchise.html

Kepercayaan sebagai Aset Usaha

Views :1220 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 05 September 2011 08:48
Perusahaan harus berjalan secara etis. Perusahaan yang mengeksploitasi karyawannya atau lingkungan sekitarnya atau gagal untuk bekerjasama dengan komunitas dunia atau lokal, akan semakin  menyadari bahwa diri mereka rentan terhadap kritik destruktif. Perusahaan juga akan menyadari betapa sulitnya merekrut dan mempertahankan orang-orang berbakat.

asset_0911Sir Christopher Gent, pimpinan GlaxoSmithKline, mengatakan bahwa kepercayaan ialah ‘izin usaha’ sebuah perusahaan. “Kebutuhan untuk dihargai dalam komunitas Anda menjadi sebuah isu yang semakin penting. Harus ada semacam tingkat kepercayaan, karena kepercayaan itu ialah izin usaha. Itu sangat penting dalam bisnis farmasi seperti GlaxoSmithKline. Di samping itu, kepercayaan adalah urusan hidup atau mati bagi orang-orang yang kita kasihi. Persepsi nilai komunitas tersebut kini cukup luas diterima.”

Indra Nooyi, pimpinan dan CEO PepsiCo, berbicara tentang kewajiban moral untuk menghormati lingkungan dan tentang kewajiban perusahaan untuk menunjukkan praktik yang berkelanjutan dan etis.

“Kami menyebut ini sebagai ‘kinerja yang bertujuan’, dan kelestarian lingkungan menjadi bagian penting dari kinerja yang bertujuan tersebut. Pada dasarnya tujuan kami ialah memastikan bahwa kami memelihara lingkungan dan mengembalikannya seperti dalam keadaan semula terutama sehubungan dengan air dan energi. Jadi di seluruh penjuru dunia kami telah melepaskan kekuatan orang-orang kami untuk muncul dengan ide-ide mengurangi, mendaur ulang, melestarikan lingkungan dan kami membuat kemajuan yang besar dengan mengurangi jumlah air yang digunakan dalam manufaktur dan jejak karbon kami di lingkungan. Sebagai konsekuensinya, apa yang kami saksikan ialah suatu investasi luar biasa dalam segala prakarsa lingkungan ini…dalam dua cara: satu ialah investasi keuangan yang kasat mata, kedua ialah laba yang besar dalam investasi dan karena pegawai baru biasanya adalah orang muda yang idealis dan baru saja lulus kuliah. Mereka ingin bekerja dalam sebuah perusahaan dengan suatu tujuan yang bijak terhadap generasi selanjutnya. Dan mereka menganggap PepsiCo sungguh membuat perubahan dalam lingkungan secara keseluruhan. Mereka sungguh ingin bekerja di PepsiCo karena mereka ingin sebuah perusahaan yang bekerja demi makna daripada sekadar mengambil untung.”

Menekuni bisnis berarti membuat keputusan-keputusan yang etis. Terdapat kewajiban moral untuk berperilaku baik terhadap lingkungan, komunitas lokal dan nasional serta pegawai. Juga terdapat kewajiban praktis: perusahaan yang berperilaku buruk bisa kehilangan ‘izin usaha’-nya yang diberikan oleh kepercayaan komunitas yang menjadi wadahnya bergerak. Orang membeli merek yang mereka percayai. Di dunia modern, ‘kepercayaan’ memiliki konteks luas yang jaub melampaui kepercayaan terhadap merek untuk memberikan janjinya dengan segera dan mencakup sejumlah perilaku etis. Orang-orang berbakat semakin ingin bekerja untuk perusahaan yang mereka yakini membuat kontribusi positif terhadap masalah dunia dan lokal dan yang bergerak secara etis. (*/Akhlis)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/10824-kepercayaan-sebagai-aset-usaha.html

Menjadi Entrepreneur yang Visioner


Views :896 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 05 September 2011 16:28
Satu karakteristik penting dari entrepreneur yang sukses ialah kemampuan mereka untuk melihat gambaran yang lebih besar. Seorang entrepreneur bisa memprediksi dengan baik perubahan signifikan dalam pasar atau dalam masyarakat sebagai suatu kesatuan memiliki kelebihan tersendiri.

Pengertian lain dari “melihat gambaran yang lebih besar” ialah memandang perusahaan dari perspektif seluas mungkin sehubungan dengan hubungan dengan karyawan, pemangku kepentingan dan masyarakat sebagai satu kesatuan.

ent_vis0911Bill Gates, mantan CEO Microsoft, ialah salah satu orang pertama di dunia yang melihat bahwa komputer bisa menjadi sebuah produk rumah tangga yang universal. Seorang lulusan perguruan tinggi Harvard University mengenang: “Bill ialah salah satu orang pertama yang saya kenal yang memiliki konsep komputer yang berada di mana-mana. Ia memandang konsep tersebut sebagai suatu konsep masa depan. Ia juga berkata pada saya tentang konsep bahwa setiap orang bisa menyingkirkan buku dan bahan kertas dan mengakses semua hal yang mereka inginkan dengan menggunakan komputer, melakukan semua komunikasi dengan komputer.”

Siswa juga mengingat bahwa Gates membayangkan komputer pribadi akan ditemui di mana-mana seperti di rumah-rumah tetapi tidak di perkantoran.

Profesor Harvard Business School dan penulis Michael Beer menyusun sebuah penelitian tentang entrepreneur yang ia sebut sebagai perusahaan-perusahaan “Komitmen Tinggi Kinerja Tinggi”; perusahaan yang memegang posisi teratas di dalam industri mereka selama 10 tahun lebih dan dalam apa yang disebut Beer sebagai budaya “komitmen tinggi” telah diciptakan.

“Para CEO sangat berbeda dalam kepribadian, latar belakang dan gaya keentrepreneuran. Namun, mereka semua memiliki kesamaan dalam hal tujuan perusahaan. Mereka berbagi pandangan bahwa sebuah perusahaan memiliki tujuan yang lebih besar daripada hanya mencari laba dan meningkatkan harga saham, meskipun mereka semua sangat berfokus pada profitabilitas dan menganggapnya penting untuk mencapai tujuan yang lebih besar bagi perusahaan. Mereka memiliki pandangan yang mencakup banyak pemangku kepentingan dari perusahaan sebagai kebalikan dari pandangan pemegang saham. Tujuannya yaitu menambah nilai terhadap pegawai, pelanggan, komunitas dan masyarakat, bukan hanya pemangku saham. Para CEO ini bekerja dari kepercayaan dan prinsip mereka yang terdalam. Tujuan mereka ialah mewariskan sesuatu kepada perusahaan yang besar.”

Entrepreneur yang memiliki gambaran lebih besar sehubungan dengan perubahan pasar dan perubahan dalam masyarakat sebagai satu kesatuan memiliki kelebihan tersendiri dibanding pesaing lainnya. Entrepreneur dalam perusahaan yang paling berhasil terbiasa untuk memandang perusahaan sebagai sebuah kesatuan. Ia mempertimbangkan pegawai, konsumen dan setiap pemangku kepentingan serta pemangku saham lainnya. Para entrepreneur ini mempertimbangkan hubungan perusahaan dengan masyarakat dan memikirkan tujuan lebih besar yang dimiliki perusahaan. (*/Akhlis)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/10856-menjadi-entrepreneur-yang-visioner.html

Friday, September 2, 2011

Lakukan Renovasi Sebelum Berinovasi

Hits : 956 PDF Cetak E-mail
Kamis, 01 September 2011 07:16
Rasanya semua pembaca mengenal dan akrab dengan kata "innovation" (inovasi). Bukan saja mengenal namun merasakan getaran yang kuat ketika membaca dan mendengar kata ini.

renovation_innovationPara pelaku bisnis sangat gandrung dengan kata-kata seperti "breakthrough" (terobosan), "innovation" (inovasi), sekalipun memiliki gambaran yang berbeda-beda; bervariasi sesuai dengan pengalaman mereka.

Satu hal yang ketika ditanyakan kepada sekian puluh, ratus, dan ribu orang, mereka akan menyiratkan jawaban yang sama bahwa innovation (inovasi) adalah kunci terobosan untuk menjadi sukses. Entah itu inovasi yang berkaitan dengan produk, ataupun yang berkaitan dengan marketing; kesan yang sama adalah bahwa inovasi akan menjadi terobosan dan kunci keberhasilan bagi sebuah perusahaan untuk eksis, established dan berkembang di pasar.

Namun, betulkah bahwa setiap inovasi akan membawa perusahaan ke puncak keberhasilan? Ternyata tidak selalu! Secara inovasi produk dan konsep, mungkin berhasil. Tetapi, dalam perjalanan berikutnya, karena tidak didukung atau ditunjang dengan pengelolaan yang benar dan terlebih counter-attack dari pesaing terkuat, tidak jarang hasil inovasi gugur di tengah jalan.

Entah betul atau tidak, sembilan dari 10 hasil inovasi mengalami kegagalan. Bagi yang pesimistis, akan mengatakan buat apa melakukan inovasi jika kesempatan berhasil begitu kecil. Tetapi, orang yang berpikiran positif dan biasanya optimistis akan berkata justru karena chance begitu kecil maka harus melakukan inovasi sebanyak-banyaknya.

Bukankah sikap, keputusan, dan tindakan dalam bisnis tidak mutlak seperti dalam matematika; jikainput begini pasti output begitu? Tidak jarang yang pada awal mulanya terlihat seperti sebuah kegagalan, justru tanpa diduga menjadi faktor keberhasilan ataupun sebaliknya.

Demikian pula dengan inovasi; tidak salah jika Anda tak bersedia melakukan inovasi karena berbagai faktor yang menghambat, menghalangi, dan tidak mengizinkan Anda untuk melakukannya. Oleh karena itulah kali ini kita akan berkenalan dan mengakrabkan diri dengan kata "Renovation" atau "Renovate" (renovasi-kata kerja).

Tidak terlalu sukar untuk menggambarkannya. Bayangkan sebuah rumah yang telah ada atau berdiri sebelumnya kemudian dengan berjalannya waktu menjadi "out of date" dan ditambah pula mengalami kerusakan di sanasini. Nah, Anda harus berbuat sesuatu. Sebuah analogi sederhana.

Sergio Zyman, Chairman Zyman Group, bekas petinggi marketing The Coca-Cola Company, penulis buku best seller, The End of Marketing as We Know It, dalam bukunya yang terbaru, "Renovate before you Inovate" (Penguin Group, 2004) memberikan tips bagaimana dan apa saja yang Anda perlu perhatikan dalam melakukan renovasi.

Anda harus melakukan review (tinjau ulang) dan revision (revisi-perbaikan) terhadap enam komponen bisnis Anda:

1. The way you think (cara Anda berpikir). Anda harus berpikir sebagai penantang, bukan sebagai juara. Tujuannya agar Anda dapat berpikir lebih keras untuk menjadi juara dengan mengumpulkan dan memilih pemikiran-pemikiran renovasi.

2. Your destination (tujuan akhir Anda). Tetapkan kembali tujuan dan apa yang Anda harapkan bagi perusahaan Anda dalam sekian puluh tahun ke depan.

3. Your competitive frame (kerangka atau ruang lingkup persaingan atau daya saing Anda). Apa saja situasi yang menjadikan Anda bersaing dengan pesaing Anda.

Ada yang mungkin tidak diperlukan (redundant) atau sebaliknya ada yang diperlukan tetapi selama ini tidak Anda lakukan (lack, neglected).

4. Your segmentation How you think about customers (Segmentasi - apa yang Anda pikir tentang pelanggan atau pemakai produk atau layanan Anda).

Rencana atau program awal ketika produk diluncurkan bisa saja mengalami perubahan karena pelanggan dan pengguna produk Anda berbeda dari yang Anda pikirkan pada awal mulanya.

5. Your brand positioning (penempatan brand Anda di benak pelanggan dan pengguna).

Sama halnya dengan review yang dilakukan terhadap segmentation maka brand positioning kita juga perlu di-review apalagi dengan adanya counter-attack dari pesaing terutama market leader, bisa sajabrand positioning Anda menjadi tidak tajam, melenceng dari tujuan.

6. Your customers brand experience (pengalaman pelanggan dan pengguna terhadap brand produk atau layanan Anda).

Ini adalah faktor yang paling penting yang banyak para pemasar mengabaikannya karena mereka terbius dengan success story melihat angka-angka sales yang menanjak terus. Pengalaman para pelanggan atau pengguna produk atau layanan Anda menjadi input atau feedback yang sangat penting untuk dan dalam menentukan baik positioning maupun segmentation ke depan.

Yang terpenting Anda terus menerus berpikir dan berusaha; jika tidak melakukan “inovasi”, setidaknya “renovasi,” jangan tanpa sama sekali agar produk dan atau layanan Anda tetap eksis dan terkesan tetap segar di pasar. (*/okezone)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/10779-lakukan-renovasi-sebelum-berinovasi.html

Empat Kunci Sukses Menangi Pasar


PDF Cetak E-mail
Selasa, 30 Agustus 2011 09:11
Dunia bisnis Indonesia terus menggeliat, seolah tidak mempedulikan kisruh bail out Bank Century. Untuk itu perlu bagi para pelaku bisnis dalam menyusun strategi handal dalam memenangi pasar.
marketKonsultan Marketing Simon Jonatan mengungkapkan dalam rangka memenangi pasar di tengah dunia yang terus berubah karena globalisasi terdapat setidaknya empat kunci sukses. Apabila keempat kunci tersebut diterapkan secara maksimalm kemungkinan besar pebisnis akan meraih hati konsumen. Keempat strategi tersebut antara lain:
1. Awareness: yang termasuk dalam poin ini adalah iklan yang gencar untuk membangkitkan kesadaran terhadap produk tersebut bagi konsumen.
2. Attractiveness: apakah produk tersebut menarik. Harus ada sesuatu yang berbeda dipandingkan produk lain yang diproduksi kompetitor.
3. Availability: apakah produk juga dilengkapi oleh ketersedian yang menunjung. Misalnya, produk rumah dilengkapi dengan akses yang mudah dan strategis.
4. Affordability: untuk menarik konsumen, penjualan produk disertai dengan berbagai macam potongan harga maupun kredit ringan sehingga dapat dijangkau semua lapisan masyarakat.
Kunci-kunci sukses di atas dapat meningkatkan brand of mind konsumen. Hal ini penting karena kalau konsumen mau membeli sesuatu, di otaknya sudah mengingat satu produk yang dipercaya dan terjangkau. (*/ dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/582-empat-kunci-sukses-menangi-pasar.html

5 Tips Marketing Saat Hari Raya

PDF Cetak E-mail
Rabu, 31 Agustus 2011 15:43
maaf0911Pekan liburan Idul Fitri ini bagi sebagian besar masyarakat indonesia adalah momen istimewa yang sangat dinantikan. Namun bagi seorang pemilik bisnis, justru inilah saat-saat emas yang harus dimanfaatkan untuk bekerja lebih optimal menaikkan performa bisnisnya. Saat liburan banyak konsumen memiliki kepekaan emosional dan responsif yang lebih tinggi daripada saat lain.

Berikut merupakan 5 kiat sederhana tetapi efektif yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan pemasukan bisnis di musim liburan seperti Idul Fitri, Natal, dan sebagainya.

Sikronisasikan logo perusahaan
Salah satu gimmick yang digunakan ialah menyandingkan logo dengan acara yang tengah berlangsung. Misalnya kita bisa contoh Google. Ia mengubah logonya di kesempatan-kesempatan penting untuk menyelaraskan dengan perasaan pelanggan. Teknik ini sangat berguna untuk restoran dan jaringan makanan siap saji.

Kirimkan kartu ucapan
Kartu ucapan bisa jadi salah satu teknik paling umum yang digunakan. Dengan mengirimkan kartu ucapan ke pelanggan potensial dan yang sudah ada, Anda mengingatkan mereka bahwa Anda peduli dan menghargai perasaan mereka.

Kirimkan hadiah
Hari raya selalu berkaitan dengan kedermawanan. Dengan memberikan sesuatu pada mereka,  Anda menunjukkan penghargaan atas momen istimewa yang mereka alami.

Berikan resep makanan khas
Hari raya identik dengan makanan yang berlimpah. Berikan resep di brosur perusahaan yang dirilis mendekati hari raya. Atau mencantumkannya di situs bisnis.

Menyesuaikan situs perusahaan dengan atmosfer hari raya
Marketing online dan media sosial tengah tumbuh dengan pesat. Dan usaha kecil harus memanfaatkan momen ini demi usaha pemasarannya. Dengan situs perusahaan yang disesuaikan dengan suasana hari raya, Anda bisa memberikan dampak besar pada pelanggan melalui laman web dan fakta-fakta menarik tentang hari raya. (*/Akhlis)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/37-advise/10775-5-tips-marketing-saat-hari-raya.html

Thursday, September 1, 2011

7 Saran Entrepreneurial dari Dale Carnegie


PDF Cetak E-mail
Rabu, 31 Agustus 2011 10:37
dale_c0911Dale Carnegie ialah seorang pengajar terkenal dan penulis sekaligus pengembang kursus yang sangat populer dalam bidang pengembangan diri, keahlian menjual, pelatihan korporat, ketrampilan interpersonal, dan ketrampilan berbicara di depan publik.

Carnegie menulis buku pertamanya yang berjudul “How to Win Friends and Influence People”.  Buku itu menjadi best seller dan mempengaruhi pikiran banyak pembacanya.

Sejumlah prinsip yang dikemukakan Carnegie dalam menjalani kehidupan yang lebih baik dijelaskan di bawah ini. Semuanya relevan dengan kehidupan entrepreneur yang penuh tantangan. Silakan menyimak.


Ubah reaksi untuk ubah perilaku orang lainSalah satu prinsip dasar dalam berhubungan dengan manusia lain adalah kemampuan untuk mempengaruhi atau membujuk orang lain untuk berpikir/ bertindak sesuai apa yang kita inginkan. Namun di kehidupan nyata, tidak semudah itu.

Carnegie berargumen bahwa kita bisa mengubah perilaku orang lain terhadap Anda dengan mengubah reaksi Anda terhadap mereka. Renungkan, terapkan dan itu akan mengubah kehidupan Anda.


Diam timbulkan ketakutan

Diam membuat kita merasa ragu dan takut. Tindakan sebaliknya akan mendorong munculnya kepercayaan diri dan keberanian. Jika Anda hendak menaklukkan ketakutan (dalam berbisnis, misalnya),  jangan hanya duduk diam dan berpikir tentang hal itu. Keluarlah dan sibukkan diri Anda dengan kegiatan yang positif dan tepat.

Sibukkan diri Anda hari ini! Jika Anda punya ide bagus, ujilah ide itu di kehidupan nyata. Diam hanya akan membuahkan diam dan tindakan membuahkan tindakan. Satu hal yang bisa dipastikan ialah jika Anda ingin sukses, Anda harus melakukan tindakan-tindakan yang besar. Jadi isilah waktu Anda dengan kesibukan!

Kegagalan ialah batu pijakan menuju keberhasilan

Kembangkan keberhasilan dari kegagalan. Keputusasaan dan kegagalan ialah dua batu pijakan yang pasti mengantarkan kita menuju keberhasilan.

Sering kita jumpai orang-orang yang mengalami kekalahan paling besar juga menikmati kemenangan paling besar. Dalam dunia bisnis, kita ketahui banyak entrepreneur luar biasa sukses justru karena ‘kekalahan’ mereka di masa lalu yang teramat pahit.

Tentukan kebahagiaan Anda sendiri

Kebahagiaan bagi Carnegie tidak bergantung kepada kondisi eksternal apapun. Kebahagiaan ditentukan oleh sikap mental kita.

Kebahagiaan ialah keputusan, bukan berdasarkan pada apa yang terjadi di sekeliling kita. Apa yang ada di dalam diri kitalah yang lebih menentukan kebahagiaan. Kebahagiaan didasarkan pada pikiran yang kita pilih untuk perhatikan, pikiran yang kita pilih untuk miliki.

Carnegie berpendapat, “Kebahagiaan bukan apa yang Anda miliki atau siapa Anda atau di mana Anda atau apa yang Anda lakukan. Kebahagiaan ialah apa yang Anda pikirkan.”

Sebagai entrepreneur, jangan sampai kebahagiaan Anda sepenuhnya ditentukan oleh pencapaian finansial (meski itu krusial), atau melupakan kebahagiaan lain yang lebih hakiki, yaitu kebahagiaan spiritual.

Ingatlah tiap tindakan Anda menyampaikan pesan

Ada 4 cara manusia berhubungan dengan dunia. Kita dievaluasi dan dikelompokkan berdasarkan 4 jenis hubungan ini: apa yang kita lakukan, bagaimana kita terlihat, apa yang kita katakan dan bagaimana kita mengatakannya.

Tentukan pesan apa yang ingin Anda sampaikan ke dunia dan perbaiki diri Anda sehingga pesan itu bisa tersampaikan dengan baik ke dunia. Kirimkan pesan keberhasilan dan dunia akan menerimanya.

Lakukan yang Anda nikmati

Orang sangat jarang berhasil kecuali mereka benar-benar menikmati apa yang mereka lakukan. Jika Anda ingin berhasil, jangan lakukan pekerjaan (atau mendirikan bisnis) hanya untuk uang. Uang tidak bisa menjadi motivasi yang cukup kuat bagi seseorang untuk tetap berpegang teguh dalam usahanya di saat banyak kendala akan muncul. Jika Anda ingin berhasil, habiskan waktu kita untuk melakukan pekerjaan yang kita sukai. Dengan begitu saat Anda berhasil, Anda akan menikmati kesuksesan itu.

Raih peluang

Orang yang menjangkau paling jauh biasanya adalah mereka yang mau untuk bekerja dan memiliki keberanian. Anda harus meraih peluang. Kadang  Anda harus mengambil risiko untuk dipermalukan atau risiko mengalami kegagalan.

Keberhasilan membutuhkan semua hal dalam diri Anda. Anda harus menggunakan semua potensi diri. Beranilah untuk menjadi berbeda, beranilah untuk berhasil. Carnegie mengatakan, “Kita semua memiliki kemungkinan yang tidak pernah kita ketahui. Kita bisa melakukan berbagai hal yang bahkan kita tak pernah impikan sekalipun.”

Namun jika Anda berani, Anda tidak akan pernah mengetahui potensi apa dalam diri Anda. (*/Akhlis)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/37-advise/10771-7-saran-entrepreneurial-dari-dale-carnegie-.html