Showing posts with label perencanan. Show all posts
Showing posts with label perencanan. Show all posts

Tuesday, November 6, 2012

Perencanaan Bisnis yang Ideal

Hits : 100 PDF Cetak E-mail
Selasa, 06 November 2012 14:15
biz_planUntuk memastikan apa yang Anda rencanakan dapat selalu terwujud, ada beberapa hal terpenting yang perlu diperhatikan :
Pertama, kita perlu mengenali posisi atau keberadaan Anda sekarang, serta tujuan yang ingin dicapai. Tanpa mengetahui dengan pasti kondisi dan tujuan yang ingin diraih, perencanaan yang Anda buat akan sia-sia. Mengapa itu bisa terjadi, karena tidak ada kejelasan mengenai tujuan dan titik awal untuk memulai bisnis.
Kedua, Anda harus bersikap realistis. Jangan membuat sebuah perencanaan yang rumit dan berlebihan. Buatlah perencanaan yang sebagus mungkin.
Ketiga, pastikan Anda melakukan perencanaan secara detail dan sistematis. Semakin detail perencanaan yang Anda buat, maka peluang perwujudan rencana tersebut menjadi semakin besar.
Keempat, Anda perlu membuat beberapa perencanaan dengan tujuan yang sama, inilah yang disebut sebagai perencanaan rangkap.
Kelima, pastikan Anda mempunyai orang-orang yang dapat memberi input, atau masukan, sehingga dapat membantu mencapai rencana bisnis yang akan Anda jalani. Semakin banyak orang yang menolong Anda dalam membuat perencanaan bisnis, maka semakin baik rencana bisnis tersebut. Bicara mengenai perencanaan bisnis yang ideal, alangkah indahnya jia Anda membuat perencanaan setiap 6 bulan sekali, tapi tujuan besar yang ingin diraih minimal harus direncanakan dalam kurun waktu 3-5 tahun ke depan.
Selain itu, tujuan besar yang ingin Anda raih tersebut, harus mulai diuraikan dengan apa yang Anda raih setiap 6 bulan atau satu tahun. untuk hal tersebut akan menolong Anda untuk mengevaluasi apakah perencanaan berjalan sesuai dengan yang direncanakan atau mungkin bisa sebaliknya.
Sebenarnya, selama Anda membuat perencanaan serealistis, sedetil dan sesistematis mungkin, apalagi jika Anda membuat perencanaan setiap 3-6 bulan dan perencanaan tersebut dibagi lagi menjadi satu bulan, maka akan jauh lebih mudah untuk mengevaluasi perencanaan yang Anda buat.
Pastikan Anda merencanakan hidup dengan baik, karena perencanaan bisnis yang baik, akan menghasilkan kesuksesan yang baik juga. Orang yang gagal membuat perencanaan adalah orang yang sedang merencanakan kegagalannya. (*DI)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/21407-perencanaan-bisnis-yang-ideal.html

Friday, November 2, 2012

Membuka Simpul Proses Perencanaan

KIAT MANAJEMEN

Compact_planning ----- Pada kenyataannya masih banyak perusahaan yang menempatkan perencanaan strategis sebagai prioritas kedua--

Kebutuhan akan sebuah perencanaan strategis yang berkelanjutan adalah hal yang tidak terbantahkan, mengingat eksekutif-eksekutif bisnis saat ini yang harus senantiasa melihat perkembangan, perubahan, kompleksitas lingkungan bisnis, dan siklus pengambilan keputusan yang semakin pendek.

Masih jelas teringat oleh kita semua bahwa tidak banyak eksekutif perusahaan maupun pengambil kebijakan ekonomi yang mampu meliha tren tetang peristiwa pada 2008 yang membawa resesi di dunia. Bahkan bagi mereka yang bisa memprediksinya, hanya sedikit yang bisa mengambil strategi yang tepat dalam memitigasi resiko yang timbul.

Tidak mengejutkan apabila survei yang dilakukan oleh A.T. Kearney Global Policy Council memperlihatkan bahwa lebih dari separuh eksekutif dan pengambil kebijakan memberifokus yang lebih besar terhadap proses dan tools yang digunakan dalam perencanaan strategis paskaresesi 2008/2009.

Dua dari tiga CEO global mengatakan bahwa dunia menjadi sangat berbeda paskaresesi.Satu-satunya hal yang tetap dimasa datang adalah perubahan yang tiada henti. Perubahan harga energy I, kejadian-kejadian tragis dan bencana alam, pergerakan politik dan sosial di berbagai belahan dunia serta berbagai ketidakpastian lainnya akan senantiasa mengintai di depan.

Faktor-faktor seperti itulah yang kemudian menuntut suatu proses perencanaan yang benar-benar bersifat strategis ruang lingkupnya, global dalam cakupan pandangannya, dan inovatif dalam desainnya, menjadi suatu keharusan. Kecendrungan untuk mengoptimalkan tools seperti skenario analysis, war gaming, mitigasi resiko, dan foresight analysis – semakin lazim digunakan untuk membantu para eksekutif dalam mengidentifikasi tren yang semakin kompleks.

Walau pada kenyataannya perusahaan melakukan investasi yang tidak sedikit untuk meningkatkan kemampuan perencanaan strategisnya, pada kenyataannya masih banyak perusahaan yang menempatkan perencanaan strategis sebagai prioritas kedua.

Cukup banyak alasan yang bisa diberikan untuk menjelaskan mengapa hal itu terjadi, tetapi yang kami amati adalah beberapa tekanan kepada para eksekutif yang kemudian membatasi efektivitas suatu rencana strategis:

Budaya: dalam budaya seperti sekarang ini, para eksekutif mendapat tekanan untuk berfokus dan bereaksi pada kejadian yang terjadi saat ini.

Prioritas: prioritas jangka pendek dan urgent seringkali mendominasi pertimbangan-pertimbangan jangka panjang.

Strategi sebagai suatus pekulasi: perencanaan strategis seringkali dianggap tidak empiris, beberapa metodologinya kurang konkrit dan sulit dipahami

Perspektif jangka pendek: struktur insentif para eksekutif yang berat pada jangka pendek, serta sulitnya untuk menghubungkan kinerja sekarang dengan masa datang.

Dengan segala tekanan dan dinamika seperti ini, tidak mengherankan jika perencanaan strategis menjadi fungsi yang dinomorduakan. Sangat sering kita dapati dimana pada satu siklus perencanaan, perusahaan memilih untuk melaksanakan pertemuan off-site bagi para eksekutifnya, untuk menyepakati visi dan inisiatif-inisiatif yang dibutuhkan untuk mencapai hal tersebut.

Hasilnya –apa yang kami sebut sebagai strategi yang “terbelenggu” (stranded strategy) – adalah inisiatif-inisiatif jangka pendek yang sangat taktis dan mudah dilupakan sebagai akibat sibuknya perusahaan berhadapan dengan aktivitas bisnis sehari-hari. Akhirnya, investasi perusahaan yang cukup besar untuk perencanaan strategis menjadi tidak ekonomis dan tidak membuahkan hasil sebagaimana diharapkan.

Langkah Menjadi Strategis

Perusahaan mungkin mampu bertahan dengan proses perencanaan strategi yang sederhana pada era-era sebelumnya, tetapi perubahan lingkungan bisnis yang cepat saat ini menjadikan strategi yang hanya mengacu pada kondisi titik waktu tertentu tidak akan pernah cukup.

Resep Perusahaan

A.T. Kearney menyarankan resep yang dapat dilakukan perusahaan untuk membawa proses perencanaan strategisnya ke tahap lebih lanjut:

Membuka radar: adalah hal yang lazim bagi eksekutif untuk membuat pemahaman dasar tentang tren global dan secara agresif memetakan faktor-faktor dominan yang akan mempengaruhi lingkungan eksternal.

Pemahaman tentang bagaimana faktor- faktor tersebut saling berhubungan dan mempengaruhi operasional bisnis. Melakukan stress-test terhadap berbagai skenario. Cobalah untuk membuat skenario yang mungkin mengejutkan pada masa datang.

Melalui penggunaa tools seperti scenario planning, foresight analysis, ataupun cara pandang yang non-tradisional terhadap suatu faktor – akan membantu perencana untuk mengantisipasi berbagai kejadian, bahkan membawa ide dan pandangan-pandangan baru pada proses perencanaan strategis secara keseluruhan.

Secara menerus melakukan uji asumsi. Dalam era informasi dan pengetahuan seperti saat ini, hampir tidak mungkin untuk menjadi update atas setiap informasi. Seiring dengan penemuan dan pemahaman yang lebih akan lingkungan, sangat perlu untuk melakukan kalibrasi ulang asumsi yang ada.

Perhatikan “hal-hal yang belum diketahui”. Adalah sangat mengejutkan apabila di era yang berubah dengan cepat ini, perencana strategis hanya berfokus pada faktor-faktor yang sudah diketahuinya sejak lama yang mempengaruhi bisnis.

Perencana strategis perlu melakukan scanning kemungkinan-kemungkinan baru dan mulai memasukkannya dalam perencanaan bisnis. Pandangan yang lazim mengenai pasar, pesaing dan kondisi politik di suatu Negara dimana perusahaan beroperasi sudah harus mulai diperkuat dengan analisis-analisis terkait kondisi pasar, pesaing, politik dan ekonomi global.

Membuat peringatan-peringatan dini. Fungsi perencana strategis harus mampu mengembangkan parameter-parameter peringatan dini yang akan memicu perusahaan agar secara proaktif melihat asumsi dan menentukan langkah-langkah selanjutnya untuk mengantisipasi suatu perubahan.

Proses perencanaan yang terinstitusionalisasi dan terintegrasi agar mampu merespon pada perubahan yang terprediksi maupun yang tidak terprediksi. Sebuah strategi jitu sangat bergantung pada proses masukannya yang konsisten. Proses perencanaan, dengan level-level detail yang sesuai, haruslah terintegrasi disetiap dimensi perusahaan – dari tingkat eksekutif hingga operasional.

Lakukan investasi pada proses. Perkuat kemampuan analis internal, secara proaktif berhubungan dengan pakar-pakar eksternal, dan melakukan inovasi dan adopsi tools perencanaan strategi yang ada.

Pengalaman kami dalam memberikan advis pada perusahaan-perusahaan terkemuka di dunia, langkah-langkah tersebut akan membantu perusahaan untuk membuka simpul perencanaan strategis mereka yang selama ini terikat sehingga mereka siap menghadapi situasi yang semakin tidak menentu.

Perusahaan yang dilengkapi dengan kemampuan perencanaan strategi yang kuat memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk bertahan dalam jangka pendek dan menjadi pemenang pada jangka panjangnya.(msb)


*GBPC Managing Director A.T. Kearney, Washington, D.C

http://www.bisnis.com/articles/kiat-manajemen-membuka-simpul-proses-perencanaan

Tuesday, October 9, 2012

Keuntungan Perencanaan Korporat bagi Bisnis Anda

Hits : 362 PDF Cetak E-mail
Senin, 08 Oktober 2012 11:06
korporateplanning
Perencanaan perusahaan merupakan proses yang berkesinambungan di mana perusahaan mendefinisikan filosofi, visi, dan misi dalam rencana strategis kemudian menggunakan hal tersebut untuk mengarahkan, memantau, dan mengelola bisnis. Perencanaan strategis, perencanaan operasional, dan pemantauan kinerja merupakan tiga komponen perencanaan perusahaan.

Berikut beberapa keuntungan dari perencanaan perusahaan:

Lebih unggul

Studi membuktikan bahwa perusahaan yang melakukan perencanaan perusahaan melakukan secara signifikan lebih baik dibanding pesaing yang tidak menggunakan perencanaan perusahaan. Sebuah survei tahunan oleh konsultan manajemen Bain and Company  menegaskan bahwa eksekutif mendapatkan nilai lebih baik dari perencanaan strategis dari pada alat manajemen lainnya.

Time frame

Rencana strategis menentukan visi jangka panjang. Rencana tersebut biasanya ditinjau setiap lima sampai sepuluh tahun. Departemen bisnis akan merinci perencanaan setiap tahun dan memantau hasil operasi kelompok sepanjang tahun.

Manfaat

Perencanaan perusahaan memberikan pedoman yang konsisten perusahaan untuk membuat keputusan. Ketika ada krisis, peluang atau evolusi bertahap dari kondisi bisnis, perencanaan membantu perusahaan mempertahankan strateginya. (*/AS)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/20620-keuntungan-perencanaan-korporat-bagi-bisnis-anda.html

Sunday, August 5, 2012

3 Alasan Kuat Menyusun Perencanaan Bisnis yang Dinamis

Hits : 405 PDF Cetak E-mail
Sabtu, 04 Agustus 2012 15:10


Pemenang Juara Tinju Dunia, Mike Tyson berkata : setiap orang harus mempunyai sebuah perencanaan sampai mereka mendapatkan beberapa tekanan dan pukulan di wajahnya.

Pada awal memulai berbisnis seperti petinju, dan permintaan untuk rencana tertulis sebagai dokumen awal memulai investasi saya mendapatkan suatu kebingungan.

Tentu, Anda sendiri menggambarkan perjalanan bisnis ialah untuk menggapai kesuksesan, tapi di dalam perjalanan Anda akan menemukan banyak tekanan yang mengejutkan. Namun, lebih penting mencoba daripada meramalkannya, dan mengetahui bagaimana cara untuk menghindarinya.

Sebagai alasannya, banyak investor kredibel dan inkubator yang mengalihkan pandangannya dari bisnis secara tertulis. Mereka lebih suka melihat pendiri perusahaan membangun konsep daripada menghabiskan waktu untuk menulis ide. Dan inilah mengapa diperlukan penyusunan rencana secara dinamis, dan mengapa rencana bisnis selalu di jalan yang bukan ditetapkan.

1. Rencana bisnis merupakan snapshots dalam waktu. Dalam rencana tertulis yang statis, tapi rencana awal secara dinamis. Sebuah konsep atau ide yang baik bagi pemula dapat menyimpan rencana yang dibuat dalam berbagai tahap, dan meninjau yang telah berubah, serta yang terpenting bagaimana realitas atau kenyataan berbeda dengan ide yang pertama kali direncanakan dari awal. Investor yang baik itu memperhatikan secara detail bisnis dari pada memikirkan proyeksi masa depan.

2. Rencana awal terdiri dari. Data keuangan yang ada dalam rencana mungkin hanya menunjukkan bahwa penggagas memiliki beberapa pengetahuan bisnis secara dasar.

3. Sebuah rencana tidak mempunyai konsep komunikasi dan sebagai kendaraan untuk melakukan demo. Kebanyakan orang belajar mengenai visual. Bayangkan saja mempelajari fitur alat tekhnologi dalam 500 kata. Sekarang bandingkan saja banyak yang melakukan tindakan nyata bukan hanya dengan perkataan terlontar saja. Maka dari itu jika pelanggan dan investor tidak memahami nilai perkiraan dari sesuatu yang disampaikan, bagaimana juga kita bisa mengajak dan mengubah pola pikir mereka ?

Struktur konsep, seperti rencana bisnis merupakan latihan berharga untuk mendapatkan sosok pengusaha yang mampu berpikir untuk masa depan. Tapi akan menjadi hambatan bagi mereka yang memiliki kreatifitas dan dorongan untuk membangun sesuatu yang lebih menakjubkan, tapi tidak memiliki keterampilan untuk mengartikannya dalam rencana tertulis yang matang. Bakat dalam permintaan lebih bagus dari pada yang terakhir.

Kecerdikan wirausaha sejati berasal dari tidak mengetahui tekanan itu tiba-tiba akan datang. Tetapi dari rencana B bila itu tidak datang. Tyson sendiri menjadi kelas berat juara dunia tak terbantahkan, karena ia tahu rencana pertarungan akan selalu berubah terus menerus. Demikian juga, pengusaha cerdas harus fokus lebih pada produk mereka dan titik akhirnya akan terbentuk pada akhir rencana tertulis. Investor dan pelanggan ingin tahun Anda berpikir tentang masa depan, tetapi mereka ingin tahu seberapa besar Anda menangani apa pun ke arah masa depan dengan baik. (*DI)

Sumber gambar:
marketinggrrl.com


http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/19082-3-alasan-kuat-menyusun-perencanaan-bisnis-yang-dinamis.html