Showing posts with label manajemen. Show all posts
Showing posts with label manajemen. Show all posts

Thursday, December 20, 2012

Pendelegasian yang Efektif


Hits : 1327 PDF Cetak E-mail
Kamis, 20 Desember 2012 10:33
Dua orang manajer, yang satu terlihat begitu rajin, tumpukan dokumen in-and-out berserakan di mejanya. Ia datang paling pagi, pulang paling malam, belum lagi membawa setumpuk dokumen pekerjaan ke rumahnya.

delegasi98Tiba di rumah hanya mengambil waktu sebentar untuk mandi, makan dan bicara dengan istri dan anak, kemudian tenggelam lagi dengan pekerjaan yang harus ia selesaikan karena esok hari diperlukan untuk bahan rapat dengan atasan. Rapat sering membuatnya panik karena tidak siap dengan materi yang harus dipersiapkannya.

Sudah tiga tahun lebih ia tidak sempat mengambil cuti karena begitu sibuknya. Manajer yang satu lagi, terlihat begitu santai, hanya beberapa tumpukan tipis di mejanya, memang sepertinya banyak berbicara dengan anak buah bergantian, ketika waktu rapat tiba dengan santainya ia masuk ruang rapat.

Sore hari tidak terlihat membawa setumpukan dokumen seperti rekannya yang tadi. Tiba di rumah, mandi, makan dan sempat bercengkerama dan bersenda-gurau dengan istri dan anaknya. Tiap tahun ia mengambil cuti untuk menikmati liburan bersama keluarga. Mereka sama-sama sarjana, lulusan universitas terkemuka.

Di atas adalah gambaran atau contoh ekstrem dari dua orang manajer. Yang pertama bukan seorang manajer yang efektif, sekalipun ia rajin, serius–jarang tertawa, sedangkan yang kedua manajer yang efektif sekalipun terlihat kurang rajin bahkan cenderung santai–banyak tertawa, lebih ceria.

Anda sudah dapat menebaknya apa yang membedakan keduanya. Delegasi! Manajer yang pertama tidak bisa menjalankan atau melakukan delegasi, sedangkan yang kedua melakukan delegasi dengan baik.

Seorang manajer yang efektif adalah seorang yang melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan efektif, sesuai dengan kurun waktu yang diberikan kepadanya, melalui orang lain yang menjadi bawahan atau anak buahnya. Semua pekerjaan selesai pada waktunya, tanpa ia sendiri harus mengerjakannya.

Seorang manajer yang pandai mendelegasikan akan menikmati keuntungan bagi dirinya sendiri. Pertama, mencapai atau memperoleh lebih banyak hasil, ketimbang dengan mengerjakannya sendiri. Kedua, mempunyai lebih banyak waktu untuk memikirkan hal-hal yang bersifat strategis, berdampak luas dan berjangka panjang. Ketiga, karena dua alasan yang disebutkan, ia akan mempunyai kesempatan lebih besar untuk memperoleh promosi.

Delegasi akan bermanfaat bukan saja terhadap dirinya, namun juga terhadap bawahan yang dipimpinnya akan memperoleh manfaat, antara lain memberikan mereka kesempatan untuk mengambil bagian, meningkatkan keterampilan dan kerja sama dengan manajer, juga memperoleh kesempatan untuk naik jabatan.

Dan akhirnya, tentu organisasi atau perusahaan akan memperoleh keuntungan seperti meningkatnya atau tingginya output, dalam waktu yang lebih singkat dan ruang lingkup yang lebih luas. Banyak manajer yang enggan, tidak mau melakukan delegasi, bukan karena tidak bisa, namun karena alasan-alasan yang bersifat pribadi.

Yang paling umum antara lain merasa terancam jika ia mendelegasikan pekerjaan maka akan terlihat oleh atasan, tanpa keberadaan dirinya pun pekerjaan berjalan lancar; karena merasa bahwa anak buahnya tidak siap, tidak dapat menangani pekerjaan yang akan didelegasikan.

Lalu bagaimana sebaiknya? Robert B Nelson, dari Blanchard Training and Development, dalam bukunya, Delegation (Scott,Foresman and Company), mengatakan bahwa untuk dapat melakukan delegasi dengan baik dan efektif, ada empat tahap yang perlu diperhatikan:

Pertama, persiapan. Manajer harus menyediakan waktu untuk terlebih dahulu membuat persiapan sebelum mendelegasikan. Ada pekerjaan-pekerjaan biasanya yang bersifat rutin dan tidak bersifat strategis yang tidak perlu ia sendiri yang melakukannya, itulah pekerjaan yang paling tepat untuk didelegasikan.

Kedua,proses delegasi.Setelah persiapan matang, maka manajer harus berbicara dengan jelas dengan setiap anggota tim atau masing-masing bawahan seperti soal maksud dan sasaran yang harus dicapai, apa saja yang harus dicapai dalam kurun waktu yang ditetapkan, ukuran atau standardisasi yang bersifat kuantitatif, disertai wewenang yang mengiringi pendelegasian pekerjaan yang bersangkutan.

Ketiga, monitoring (pemantauan) dan mentoring (bimbingan pribadi). Ada ungkapan “trust is good, but control is better.” Manajer harus memberikan kepercayaan terhadap bawahan, akan tetapi bukan berarti kepercayaan tanpa reserve yang membabi buta. Apabila ada penyimpangan atau kekurangan dapat segera dilakukan koreksi atau perbaikan.

Keempat, evaluasi. Semakin banyak jumlah anak buah, semakin diperlukan evaluasi atas semua pekerjaan yang dialokasikan dan didelegasikan terhadap masing-masing bawahan. Proses evaluasi akan juga memperlihatkan bawahan yang mana yang sangat berpotensi dan kelak bisa menggantikan diri sang manajer.

Ingat delegasi yang dilakukan efektif memberikan manfaat kepada manajer yang bersangkutan, kepada bawahan dan perusahaan atau organisasi. Delegation is the art of doing and accomplished tasks through others.

*) Disarikan dari artikel Eliezer H. Hardjo PH.D. CM, Anggota Dewan Juri ReBi & Institute of Certified Professional Managers di Koran Sindo

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/10604-pendelegasian-yang-efektif.html

Tuesday, December 11, 2012

3 Kunci Menjalankan Roda Bisnis dengan Piawai

Hits : 731 PDF Cetak E-mail
Senin, 10 Desember 2012 14:10
Employee-and-Employer-Relationship1

Awalnya terasa mudah tetapi harus disadari bahwa pengelola bisnis bukan perkara gampang. Apalagi jika Anda entrepreneur yang masih merintis. Ada begitu banyak pekerjaan yang harus Anda selesaikan. Mungkin Anda menjabat sebagai seorang CEO tetapi jika kondisi mendesak, mau tak mau Anda harus turun tangan membantu dalam marketing, sales, distribusi, dan sebagainya.

Sebagai entrepreneur, Anda juga seorang sosok pemimpin bagi karyawan. Untuk itu, Anda juga tidak boleh mengabaikan 3 kunci manajemen bisnis berikut ini agar roda bisnis Anda tetap berjalan dengan baik.

Beri inspirasi
Sebagai seorang pemimpin di perusahaan Anda, Anda harus menjadi sosok teladan yang menginspirasi setiap saat. Seorang entrepreneur dan pemilik bisnis yang pasif, kurang pro aktif, dan apatis (pasrah) dalam mengendalikan bisnisnya tentu akan menjadi teladan yang buruk bagi para pegawai yang ia pimpin. Untuk memotivasi para karyawan, Anda harus terus menerus menebarkan energi dan antusiasme saat bekerja dengan mereka.


Segera tindak pemicu kinerja buruk
Kepekaan seorang entrepreneur dalam mengatasi sumber permasalahan dalam roda bisnisnya sangatlah krusial. Anda jangan menunda penyelesaian permasalahan. Begitu juga saat menghadapi masalah bisnis yang berasal dari sisi internal. Anda perlu melakukan konsolidasi dan menindak mereka yang menghasilka  kinerja yang kurang memuaskan. Mengapa? Jika Anda membiarkan pekerjaan yang buruk begitu saja, karyawana secara tidak langsung akan merasa disetujui untuk bertindak demikian, dan akhirnya produktivitas dan kualitas pekerjaan akan menurun dalam jangka panjang.      

Tetapkan arah yang jelas
Pemimpin yang lemah tidak memiliki perspektif yang optimis terhadap bisnis yang dijalankan. Mereka juga tidak bisa menjawab dengan memuaskan saat ditanya tentang arah bisnis mereka dalam beberapa tahun mendatang. Jangan menjadi pemimpin yang demikian. Setidaknya Anda harus memiliki perencanaan dan arah yang jelas dalam mengelola bisnis. Dengan memiliki perencanaan dan arah yang tegas, Anda akan memberikan arah kerja yang lebih terfokus pada karyawan. Pada gilirannya, mereka akan mampu untuk bekerja lebih fokus dan efisien. (*AP)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/21882-3-kunci-menjalankan-roda-bisnis-dengan-piawai.html

Monday, December 3, 2012

3 Langkah Berikan Arahan pada Tim Bisnis secara Efektif

Hits : 482 PDF Cetak E-mail
Selasa, 20 November 2012 13:28
Sangat sering kita jumpai, para entrepreneur yan bekerja membanting tulang mengerjakan sebuah proyek tanpa sepenuhnya memiliki pemahaman bahwa upaya-upaya yang mereka lakukan berkontribusi pada tercapai tidaknya tujuan perusahaan secara umum.


Karenanya, jika Anda berada dalam proses pengerjaan sebuah proyek dan merasa kebingungan dalam memberikan arahan kepada tim kerja Anda, cobalah 3 langkah sederhana namun efektif berikut ini sebagaimana dirangkum dari pendapat Roy Ashkenas:
  1. Jangan berasumsi setiap orang sudah mengetahui dan memahami dengan baik dan mendalam mengenai strategi yang diterapkan: Jangan berasumsi bahwa hanya karena para pelaksana proyek memiliki startegi bersama dalam bekerja, mereka secara otomatis akan memiliki pemahaman dan interpretasi yang sama terhadap startegi yang dimiliki itu. Terkadang kita masih harus menjelaskan kembali secara gamblang untuk menghindari kesalahpahaman, perbedaan pendapat, dan sebagainya. Anggaplah mereka semua belum mengetahui daripada Anda berasumsi mereka sudah mengetahui.
  2. Tegaskan pemahaman bersama: Gambarkan secara umum diagram atau grafik yang menjelaskan mengenai proses atau prosedur yang dijalankan dalam pengerjaan proyek secara sederhana agar mudah dipahami semua orang yang terlibat. Tunjukkan sudah berada di mana posisi perusahaan yang sekarang sudah dicapai dan seberapa jauh posisi itu ke tujuan besarnya. Jangan lupa bagikan ini dengan semua pihak yang berkepentingan. Ini sangat penting agar semua elemen dalam perusahaan Anda memahami visi dan misi yang sama. Saat kesatuan pikiran dan tujuan sudah tercapai, sinergi untuk mencapai sukses akan lebih mudah dilaksanakan.
  3. Hubungkan yang masih terpisah: Dengan bantuan semua anggota tim Anda, susunlah 2 daftar: satu daftar memuat proyek-proyek besar dan yang satu memuat tujuan-tujuan penting dalam perusahaan. Tarik garis antara 2 daftar tersebut. Jika ada proyek yang tidak terhubung, pertimbangkan untuk memfokuskan kembali proyek tersebut agar selaras denga n upaya pencapaian tujuan perusahaan dan jika terpaksa, singkirkan saja proyek tersebut.(*AP)
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/21668-3-langkah-berikan-arahan-pada-tim-bisnis-secara-efektif.html

Wednesday, November 21, 2012

Ajak Pengkritik Masuk dalam Tim Anda

Hits : 821 PDF Cetak E-mail
Kamis, 04 Oktober 2012 11:29
Tim-tim bisnis akan lebih berkembang dalam sebuah lingkungan kerja yang didalamnya terdapat berbagai macam sudut pandang. Ini akan memperkaya tim yang bersangkutan sehingga akan lebih kuat dalam menghadapi tantangan.

Berlawanan dari pemikiran umum, Beth Comstock menyarankan untuk mendapatkan sudut pandang yang bervariasi dalam kelompok Anda, mulailah dengan menemukan para pengkritik paling vokal terhadap proyek yang sedang Anda kerjakan bersama tim. Mungkin ini terdengar konyol, tetapi cobalah merekrut orang-orang yang berpikir proyek Anda adalah proyek yang sia-sia, tak berguna, atau yang menginginkan arah yang lain.

Aturlah sebuah rapat santai dengan para tukang kritik dan penentang ini. Kemudian berikan kesempatan bagi mereka untuk mengeluarkan pendapat. Usahakan untuk tidak bersikap defensif terhadap pendirian Anda saat berada di hadapan mereka. Kemudian yang menjadi bagian terberat, yakni Anda harus meminta tukang kritik itu untuk bergabung dalam tim bisnis Anda.

Dalam skenario terburuk, mereka tentu akan menolak mentah-mentah. Namun, Anda mungkin akan mengetahui cara alternatif untuk memecahkan masalah yang Anda hadapi. Dalam skenario terbaik, setidaknya akan ada salah satu dari tukang kritik itu yang mau untuk bergabung.

Anda akan mampu mengubah pengkritik terbesar proyek bisnis Anda menjadi pendukung paling setia dan memperkaya sudut pandang dalam tim bisnis Anda. (HBR/*AP)

Sumber gambar:
alliedtime.com

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/20522-ajak-pengkritik-masuk-dalam-tim-anda.html

Tuesday, November 13, 2012

Ini Tips Menarik Strategi Manajemen Uang

Hits : 625 PDF Cetak E-mail
Senin, 12 November 2012 10:57
manajemen_keuangan
Uang bisa diibaratkan sebagai keran bocor jika tidak dikelola dengan baik. Uang hanya akan singgah sebentar di tabungan atau dompet Anda tanpa bekas apabila tidak tahu bagaimana pengelolaannya.

Nah, berikut ini ada lima strategi manajemen uang yang dijelaskan oleh Bryan, Head of Business Development Kresna Securities dalam workshop "Money Management", Minggu (7/10) di Jakarta Convention Center.

Pertama, harus buat daftar "value".
Setiap orang mempunyai value atau nilai yang berbeda-beda. Ada yang menginginkan mobil ataupun rumah. "Di sini kita harus tahu apa yang kita mau," tutur Bryan.

Kedua, mengatur tujuan (mengacu pada nilai).
Di sini, ketika kita sudah mengetahui nilai apa yang ingin kita capai, selanjutnya adalah kita harus melakukan apa untuk mencapai nilai itu.

Ketiga, menentukan pendapatan dan pengeluaran.
Di sini, kita membuat catatan pada pendapatan kita. Kita meninjau di mana uang atau pendapatan kita akan dikeluarkan. "Kita harus tahu pengeluaran kita di mana," ungkap Bryan.

Keempat, merencanakan anggaran.
Yang penting di sini adalah anggaran kita harus mencakup keperluan dulu, bukan keinginan. Pengeluaran kita harus kurang atau sama dengan total pendapatan.

Kelima, kembangkan uang.
Pertama, Isilah dengan dana darurat. Dan dalam hal ini, terang Bryan, bisa dilakukan dalam bentuk produk asuransi yang dapat digunakan apabila sakit. Simpanlah uangmu sebisa yang Anda mampu setiap bulannya, dan temukan cara untuk menyimpan atau menginvestasikannya. (*kontan.co.id)


http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/21516-ini-tips-menarik-strategi-manajemen-uang.html




Wednesday, October 24, 2012

9 Cara Elegan Menghadapi Konflik


Rabu, 24 Oktober 2012 | 14:39 WIB

Senyum menjadi "senjata" ampuh untuk mengatasi perbedaan pendapat juga konflik di kantor.
KOMPAS.com - Debat, konflik, adu argumen adalah hal biasa dalam dunia kerja, bahkan dalam kehidupan sehari-hari.  Baik itu dengan bos, rekan, klien, bahkan petugas kebersihan di kantor. Kalau di lomba debat, Anda boleh saja memakai jurus bertahan supaya menang, tapi di lingkungan kerja, dibutuhkan cara elegan untuk mengakhiri "perang".

1. Pelajaran penting dari sidang skripsi.
Dosen penguji pasti akan mengeluarkan semua kritikan tentang skripsi yang kita buat. Itu juga yang mungkin akan terjadi saat kita mendiskusikan program baru dengan bos atau klien, apalagi bila kita tak menguasai masalah dengan baik. Pastikan apa yang kita utarakan punya alasan dan tujuan jelas agar risiko diserang tak jadi kenyataan. Ambil pelajaran penting saat sidang: persiapan itu penting.

2. Satukan persepsi.
Menurut ahli karier, alasan terbanyak mengapa konflik terjadi ternyata bukan karena perbedaan pendapt, melainkan karena salah persepsi. Nah, sebelum debat makin memanas, sebaiknya pahami dulu, apa sih sebenarnya tujuan berdebat. Apa maksud yang sebenarnya ingin di sampaikan lawan bicara. Jangan-jangan tujuannya sama tapi hanya beda cara pandang.

3. Gunakan "bahasa jerapah"

Seringkali debat berujung pada pertengkaran. Di ruang rapat heboh, di kantin diam seribu bahasa. Itu sebabnya, para pakar karier menyarankan kita untuk menggunakan giraffe language, yaitu komunikasi untuk mengobati perang argumen melalui apresiasi dan minta maaf, seperti:

Ganti kalimat “Kan Anda yang bilang sendiri kalau saya harus…” dengan “Maaf kalau saya salah mengerti tentang maksud Anda. Kita bisa membicarakannya lagi supaya tidak ada salah paham.” Contoh lainnya, ganti kalimat ”Kan sudah saya bilang kalau laporannya harus .... ” dengan “Terima kasih ya sudah menolong saya membuat laporan, tapi masih perlu perbaikan.”

4.  Tunjukkan dukungan.
Saat rapat dengan klien, supaya "jualan" Anda sukses, tekankan dari awal kalau program yang  Anda buat akan menguntungkan mereka, misalnya, “Program ini bagus untuk meningkatkan brand awareness, karena…” atau “Event yang saya tawarkan berpotensi meningkatkan penjualan produk Anda.”

Konflik biasanya timbul saat ada pihak yang merasa kepentingannya tidak diutamakan. Tapi, jangan sampai tawaran yang kita sampaikan terlalu berbunga-bunga, nanti target perusahaan malah tak tercapai.

5. Tersenyumlah.
Saat menerima kritik, jangan ragu untuk pasang wajah seperti saat ingin foto buat KTP, SIM, atau profil di Twitter. Sebab, senyum dinilai bisa melancarkan masuknya oksigen dan aliran darah sehingga ampuh meredam emosi. Sama seperti efek menganggukkan kepala saat sedang adu argumen. Dan cara ini diyakini bisa membuat lawan bicara tertular sehingga suasana debat bisa lebih damai.

6. Tidak menyimpang dari topik.
Debat panjang berpotensi bikin obrolan jadi tak karuan. Dari yang awalnya membahas tentang konten, berujung pada membongkar aib lawan bicara. Kontrol diri Anda agar tak terjebak pada kondisi ini, sebab ini menunjukkan Anda kurang profesional.

7. Mencari solusi bersama.
Debat yang sehat bukan mencari ide siapa yang paling layak, namun bagaimana kita mengombinasikan ide-ide menjadi sesuatu yang lebih baik. Istilahnya win-win solution, sehingga tak ada pihak yang merasa dirugikan. Misalnya dengan mengutarakan kalimat “Saya setuju dengan pendapat Anda, itu akan lebih baik lagi bila (utarakan ide yang kita punya).”

8. Berpikir positif.
Wajar saja jika Anda merasa mengganjal saat ide ditolak atasan atau penawaran kerjasama tak memikat hati klien. Tapi, debat bisa mengasah kemampuan argumentasi, menajamkan ide, menguatkan mental "perang", hingga belajar terbuka menerima pendapat orang lain. Berpikirlah positif bahwa ide yang Anda hasilkan bagus, tapi mungkin belum jadi yang terbaik.

9. Mengalah untuk menang.
Sama seperti olahraga, butuh pendinginan biar otot enggak kejang. Debat juga perlu pendinginan supaya hubungan dengan lawan bicara tetap adem. Bila debat berakhir dengan bencana, jangan malu untuk minta maaf. Maaf bukan tanda kalah, namun pembuktian kalau kita bisa bersikap dewasa menghadapi konflik. Misalnya katakan, “Maaf ya kalau saya sempat emosional, maklum terbawa emosi.” Yakinlah, satu kata maaf bisa menghapus seribu benci di hati.

(Majalah Chic/Ayunda Pininta Kasih)


Editor :
wawa
http://female.kompas.com/read/2012/10/24/14394142/9.Cara.Elegan.Menghadapi.Konflik.

Thursday, September 27, 2012

Langkah-langkah Mengelola Bisnis Rumahan

Hits : 886 PDF Cetak E-mail
Rabu, 26 September 2012 09:18
bisnisrumahan
Mengelola bisnis di rumah memang memiliki keuntungan. Anda dapat mengatur jadwal Anda dan menikmati kebebasan setiap hari. Meski begitu, Anda membutuhkan kedisiplinan dan organisasi yang baik untuk menjalankan bisnis rumahan yang sukses. Ikuti langkah-langkah untuk membuat perusahaan Anda lebih kuat.

1. Ciptakan ruang khusus untuk bisnis Anda

Jika Anda membutuhkan meja atau komputer, gunakan ruangan yang khusus jika memungkinkan. Ini akan berguna ketika Anda bertemu dengan klien dan menunjukkan dedikasi perusahaan Anda.

2. Pisahkan dengan hal-hal pribadi

Anda harus fokus pada bisnis Anda. Anda harus membuat account email, bank, dan alamat pos secara terpisah. Idealnya Anda juga harus memiliki saluran telepon dan mesin fax terpisah dengan kebutuhan pribadi Anda.

3. Jadwal harian Anda

Mengatur jadwal harian yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan bisnis. Anda harus menyediakan waktu untuk istirahat, memeriksa email, menerima panggilan telepon, dan kegiatan lainnya.

4. Buat daftar pekerjaan

Anda perlu memiliki waktu yang cukup untuk membuat produk atau jasa Anda serta memasarkannya. Jadwalkan waktu untuk semua tugas seorang pemilik usaha kecil dengan orientasi target pertumbuhan.      

5. Pekerjakan orang lain

Pekerjakan orang lain untuk membantu apabila Anda tidak dapat melakukan semua fungsi bisnis Anda sendiri. (*/AS)


http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/20363-langkah-langkah-mengelola-bisnis-rumahan.html

Tuesday, September 25, 2012

3 Cara Tangani Gangguan Mendadak dalam Bisnis

Hits : 567 PDF Cetak E-mail
Senin, 24 September 2012 11:38
Dalam dunia masa kini yang akrab dengan krisis, perubahan nilai tukar mata uang dan ancaman teroris serat bencana alam, penting sekali bagi entrepreneur untuk memiliki ketrampilan menghadapi keadaan yang mengganggu jalannya roda bisnis mereka secara parsial atau keseluruhan, dalam waktu sementara atau permanen.


Ketrampilan menghadapi yang tak terduga merupakan bagian inti menjadi entrepreneur sukses dan berikut ini merupakan 3 cara yang Anda bisa lakukan untuk meningkatkan memberikan tanggapan dan antisipasi terhadap berbagai jenis gangguan pada bisnis dan meminimalkan dampak buruknya menurut Rosabeth Moss Kanter dalam tulisannya "Surprise! Four Strategies for Coping with Disruptions":

Cara 1: Susun rencana cadangan
Anda mungkin tidak selalu mampu melaksanakan rencana B tetapi Anda seharusnya memiliki pendekatan alternatif lainnya yang dapat membantu Anda  keluar dari krisis secepatnya. Tanpa adanya sebuah rencana cadangan, fleksibilitas mental dapat membantu Anda merespon dengan lebih cepat dan efektif.

Cara 2: Percepat komunikasi
Informasi perlu sekali untuk disampaikan ke sepanjang jajaran perusahaan secara cepat dan efektif. Temukan cara untuk mengumpulkan dan membedah dan menganalisis serta menginterpretasi data dalam siklus pendek.

Cara 3: Terapkan prinsip-prinsip berbisnis yang mencerminkan kultur perusahaan
Prinsip dan nilai yang ada dalam perusahaan membantu menemukan solusi dari krisis tanpa harus memberitahukannya pada seluruh staf dan jajaran direksi yang ada atau menunggu perintah atasan. Prinsip dan nilai budaya perusahaan bisa mempersatukan orang-orang yang bernaung di dalamnya dan membantu pemulihan agar terjadi lebih cepat dan efektif. (*AP)

Sumber gambar:
Edudemic.com.

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/20316-3-cara-tangani-gangguan-mendadak-dalam-bisnis-.html

Monday, August 27, 2012

Lima Kunci Membuat Manajemen Kinerja Lebih Baik


Hits : 213 PDF Cetak E-mail
Minggu, 26 Agustus 2012 13:42
Manajemen_Kinerja
Lima area kunci Manajemen Kinerja adalah perencanaan, pemantuan, pengembangan, penilaian, dan penghargaan karyawan.

1. Merencanakan Beban Bisnis
Perencanaan adalah: tidak hanya merencanakan tugas apa yang harus dikerjakan, cara yang harus dilakukan untuk menyelesaikan. Melibatkan karyawan dalam proses ini adalah hal penting, karena dengan melibatkan karyawan, mereka akan merasa sebagai bagian dari proses. Dengan kata lain, melibatkan karyawan dalam proses perencanaan meningkatkan moral. Juga membantu untuk memastikan tidak adanya gap dalam komunikasi dalam penyampaian rencana. Setelah tahap perencanaan, seluruh karyawan harus memiliki ide yang jelas terhadap apa yang diharapkan dari mereka.

2. Memantau Bisnis dan Kinerja Individu
Pemantauan adalah penjelasan pribadi. Pemanatauan melibatkan pemantauan karyawan oleh manajernya untuk memastikan tugas mereka terselesaikan secara efisien dan mempertimbangkan kemampuan karyawan dalam melakukan fungsinya. .

Pemantauan memastikan bahwa harapan yang tidak realistis bukan ditentukan oleh manajemen atau karyawan, dan menyimpan jejak rekam tidak hanya untuk apa yang sudah mereka selesaikan tapi juga yang sedang mereka kerjakan.

3. Mengembangkan Kinerja Individu dan Tim
Pengembangan mengacu pada menjaga keterlibatan karyawan untuk memenuhi meningkatnya standard di tempat kerja. Meliputi pengajaran ketrampilan baru, menerapkan prosedur baru agar proses kerja lebih bisa diakses. Terkadang berarti memberikan tanggung jawab baru pada karyawan. Pengembangan memastikan pertumbuhan karyawan dan bisnis.

4. Menilai Kinerja Individu
Penilaian adalah cara dimana kinerja karyawan dievaluasi. Karyawan diberikan "kartu laporan" secara teratur. Penilaian bisa memberikan gambaran area dimana karyawan perlu tumbuh serta area yang menjadi keahliannya. Ini memberikan peta yang jelas dimana karyawan mengacu pada tanggal dan waktu yang penting untuk memastikan bahwa karywan menjaga nilai pengembangan yang baik didalam bisnis.

5. Menghargai Kinerja yang Bagus
Penghargaan Karyawan mungkin adalah bagian penting dalam Manajemen Kinerja. Seorang karyawan yang bahagia adalah karyawan yang produktif dan memberikan penghargaan pada karyawan yang pekerjaannya luar biasa adalah faktor kunci untuk memastikan tingkat kerja mereka tidak keropos. Setiap orang ingin memastikan bahwa dirinya dihargai. Studi menunjukkan bahwa karyawan yang dihargai atas pekerjaan yang diselesaikan dengan baik jauh lebih termotivasi untuk melakukan pekerjaannya dengan level yang lebih tinggi daripada mereka yang kinerjanya kurang atau "dihukum" karena hasil yang diberikan kurang memuaskan.

Manajemen Kinerja adalah metode dimana seorang pengusaha bisa memastikan bisnisnya tumbuhsecara konstan dan mencapai level yang diinginkan. Ini merupakan sistem yang mudah diterapkan dan paling efektif untuk memastikan tercapainya tujuan bisnis. (*DI)

Sumber: Buku Muhammad Yusuf

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/19520-lima-kunci-membuat-manajemen-kinerja-lebih-baik.html

Langkah Training Manajemen Berbuah Kesuksesan

Hits : 130 PDF Cetak E-mail
Minggu, 26 Agustus 2012 14:03
management-training
Langkah Training manajemen adalah hal vital di semua bisnis, terlepas dari ukuran perusahaan atau produk atau jasa yang diberikan. Pada manajemen inti adalah kemampuan untuk mengelola orang dan membuat mereka terus termotivasi serta senang ditempat kerjanya.

Namun, yang mengejutkan masih banyak manajemen yang mengingkari aspek fundamental ini dalam bisnis. Bagian dari masalah adalah orang-orang dalam posisi manajemen biasanya tidak mengenali kekurangan mereka dan hasilnya adalah penolakan untuk menghadapi masalah dengan gaya manajemen mereka. Namun apa yang akan dikatakan karyawan pada bosnyaa dalah mereka sudah bisa mengatasi situasi tertentu. Ini merupakan contoh dimana seorang manajer memiliki tingkat refleksi diri tertentu dimana dia bisa mengenali kesalahannya. Ini adalah bakat yang langka yang dimiliki sedikit orang.

Hal terpenting bagi bisnis apapun adalah manajemen dinilai secara teratur dan dilatih untuk menyelesaikan tugas secara efektif. Ini adalah hal yang umum, tapi seberapa banyak bisnis yang melakukannya? Menurut pengalaman saya : tidak banyak. Reward untuk bisnis yang dilakukan adalah hal yang jamak. Jika Anda bisa mengelola karyawan dengan baik dan termotivasi, maka Anda bisa melanjutkan kesuksesan. Jadi apa yang terlibat dalam training manajemen?

Ada sejumlah training inti manajemen dimana Anda dan staf bisa mendapatkan keuntungan. Kebanyakan penyedia training akan menawarkan jasa dimana mereka akan melihat kebutuhan khusus manajemen tapi ada juga program training inti bagi mereka yang tahu apa yang mereka butuhkan untuk peningkatan. Beberapa training yang tersedia biasanya mengenai keberadaan manajemen, perubahan manajemen, manajemen bagi profesional HR, disiplin, keterampilan feedback, pengembangan manejemen, teknik wawancara, mengelola kinerja, motivasi ditempat kerja, pengembangan manajemen senior, pengembangan tim leader dan team building.

Menurut saya aspek inti dalam membangun perusahaan yang baik dan meraih kesuksesan adalah membuat staff Anda tetap termotivasi. Keuntungan yang diraih dari semua ini tidakterhitung besarnya. Jika staf memberikan usahanya secara penuh didalam pekerjaannya, maka tidak ada yang menghentikan Anda agar sukses.

Cara pertama untuk meningkatkan motivasi karyawan Anda adalah dengan memiliki  pengetahuan teori motivasi. Membandingkan dan menelaah teori dari Maslow, Herzberg,Handy, Taylor dan Mcgregor akan memberikan Anda pandangan yang obyektif apa yang memotivasi orang. Kemudian training manajemen akan mengajarkan pada Anda bagaimanamenggabungkan teori-teori ini dalam kegiatan harian. Anda akan diajarkan apa yang bisa dilakukan oleh organisasi milik klien dan memahami hubungan antara nilai-nilai dan motivasi. Pelatihan juga akan menunjukkan pada Anda bagaimana menggunakan insetif sebagai alatmotivasi.

Aspek penting lainnya dalam menerapkan teori motivasi di tempat kerja adalah menciptakan rencana motivasi. Rencana ini menetapkan tujuan dan sasaran manajemen secara keseluruhan. Training juga akan membantu Anda untuk mengacu pada tujuan operasional dan budaya organisasi. Ini juga akan membantu Anda menetapkan proses kendali dan evaluasi untuk staff Anda sekaligus mengembangkan pendekatan kreatif untuk menginspirasi orang.

Training manajeman akan mengajarkan Anda bagaimana berkomunikasi dan menerapkan rencana yang telah Anda kembangkan. *(DI)


Sumber : Blog Muhammad Yusuf

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/19521-langkah-training-manajemen-berbuah-kesuksesan.html

Cara Terbaik Mengatur Karyawan

Hits : 378 PDF Cetak E-mail
Minggu, 26 Agustus 2012 14:41
Mengatur_Karyawan
Sebagai seorang manager, Anda harus mampu mengetahui apa yang diinginkan oleh setiap orang. Alat terbaik adalah statement misi, dimana sebuah dokumen pendek menjelaskan pada orang-orang, konsumen dan supplier tentang jati diri Anda.

Pernyataan misi akan mempermudah setiap orang untuk bekerja sama jika mereka tahu apa yang menjadi objeknya. Dengan statement ini Anda memberikan gambaran kemana arah dan melihat apakah organisasi dapat mendukung sasaran ini. Jika organisasi tidak mampu, maka Anda harus merubahnya dengan maksimal.

Setelah menyusun ulang organisasi serta sasaran Anda, Anda harus mengkomunikasikannya dengan pada setiap orang yang terlibat. Hal ini dapat dilakukan melalui strukutur organisasi, dimana panduan yang cepat digambarkan di bagan departemen Anda.

Karyawan harus mendapatkan jawaban setiap pertanyaan mereka. Jika seseorang didalam organisasi mengurusi publik, Anda harus memiliki ketentuan bagi semua karyawan. Ketentuan ini adalah dokumen sederhana yang mengatur orang diberbagai fungsi atas pekerjaan apa yang sesuai dan alasannya.

Kemudian, sebagai salah satu fitur penting dari manajer yang baik adalah menanyakan opini mereka. Anda harus mengetahui apa yang mereka pikirkan dan dapat menjadikan Anda seorang manajer yang lebihbaik? Topik apa yang ingin mereka bicarakan? Ingat, membuka komunikasi sama dengan memberikan kepercayaan dan kesetiaan.

Setelah menentukan dasar-dasar kerja, Anda harus mendengarkan isu atau "keretakan" yang ada di pondasi.

Beth memiliki sebuah "perilaku".  Supervisornya yakin dia memiliki masalah karena dia adalah orang yang efisien. Rekannya mengeluh karena dia kasar dan tidak dapat bekerjasama.

Masalah perilaku harus diatasi dengan cepat dan efektif. Kita harus mengetahui hal ini dapat membentuk budaya dan perilaku orang-orang di dalam tim kearah bentuk yang kita sebut dengan kompetensi inti.

Hal ini dapat dilakukan dengan aspek inovasi bisnis, orientasi hasil, fleksibilitas atau fokus pada pelanggan.

Perilaku yang terkait dengan team work berarti anggota bersedia berbagi informasi dengan yang lain atau mendukung untuk keberhasilan mereka, Perilaku ini tumbuh dalam lingkungan kerja dan karyawan mencapai keberhasilan dalam level ini. Sehingga perusahaan memiliki alasan agar mereka memenuhi standar minimum. (*DI)

Sumber: Blog Muhammad Yusuf
http://www.scribd.com/doc/28263704/Koleksi-Artikel-Strategi-Bisnis
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/19523-cara-terbaik-mengatur-karyawan.html


Wednesday, August 22, 2012

Arti Penting Dari Manajemen Bisnis

Hits : 272 PDF Cetak E-mail
Selasa, 21 Agustus 2012 17:03
Manajemen_Bisnis
Manajemen bisnis merupakan upaya pengaturan secara menyeluruh untuk menjalankan sebuah usaha bisnis yang profesional dan menghasilkan tujuan bisnis yang dituju dan diinginkan. Manajemen bisnis dibutuhkan dalam rangka tercapainya tujuan sebuah usaha bisnis baik dari aspek profit maupun tujuan lain sesuai yang diinginkan oleh pihak dari pengelola bisnis.

Sebuah proses pengaturan diperlukan agar sebuah usaha tidak sembarangan, mampu melakukan perencanaan, target-target yang diinginkan serta dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan sebuah resiko usaha bisnis.

Sebuah langkah profesional yang dilakukan sebelum merancang sebuah manajemen bisnis biasanya dilakukan dengan membuat sebuah rancangan global sebuah bisnis atau yang dikenal dengan business plan.

Business plan menyangkut bagaimana manajemen bisnis serta perencanaannya dari berbagai aspek, diantaranya adalah manajemen pemasaran, manajemen produksi, manajemen finansial dan sebagainya. Melalui sebuah business yang mantap, biasanya sebuah usaha akan meyakinkan untuk dikelola secara maksimal.

Untuk bentuk usaha bisnis dengan skala kecil pun diperlukan sebuah upaya manajemen bisnis yang baik, hanya berbeda pada ukuran skala saja serta pengerjaannya yang lebih sederhana dan bisa dikerjakan rangkap oleh satu atau dua orang dari pengelola bisnis tersebut. Beberapa hal yang menjadi patokan utama manajemen bisnis diantaranya adalah beberapa hal berikut ini:

1. Manajemen produksi
Manajemen produksi merupakan pengaturan dan perencanaan terkait ketersediaan bahan baku maupun bahan jadi yang siap dipasarkan pada sebuah perusahaan bisnis. Manajemen bisnis di bidang produksi menyangkut bagaimana proses produksi itu bisa berlangsung dengan baik sehingga mampu menghasilkan produk atau layanan yang diminati oleh konsumen.

2. Manajemen pemasaran
Manajemen bisnis di bidang pemasaran menyangkut segala bentuk perencanaan, bentuk, target serta tujuan dan hasil dari sebuah proses marketing atau pemasaran. Penjualan yang meningkat dan upaya untuk memperkenalkan produk kepada konsumen merupakan target utama dari sebuah manajemen pemasaran.

Tanpa adanya sebuah manajemen pemasaran yang baik, maka sebuah perusahaan akan mengalami kondisi sulit dalam hal pemasukan atau income yang diperoleh. Pemasaran memegang peran vital terhadap eksistensi sebuah perusahaan. Produk atau jasa yang kurang bermutu pun akan bisa terjual laris apabila perusahaan Anda memiliki seorang manajer pemasaran yang handal. Kreatifitas dan inovasi perlu dijalankan dalam merancang sebuah manajemen bisnis di bidang pemasaran.

3. Manajemen distribusi
Manajemen bisnis di bidang distribusi memegang peran mendukung manajemen pemasaran. Meskipun pemasaran telah berjalan dengan baik, namun apabila manajemen distribusi mengalami hambatan, maka marketing juga akan terganggu. Proses penyaluran barang produksi atau layanan jasa kepada konsumen sangat ditentukan oleh bagaimana pola manajemen distribusi tersebut dirancang oleh sebuah perusahaan.

4. Manajemen finansial
Manajemen finansial di dalam sebuah usaha bisnis menyangkut transparansi dan pengelolaan sirkulasi keuangan sebuah perusahaan. Manajemen keuangan menyangkut bagaimana keuangan perusahaan mampu dibagikan sesuai dengan anggaran yang dimiliki.

Tanpa adanya sebuah manajemen bisnis yang baik di bidang keuangan, maka biasanya perusahaan tidak mendapatkan data keuangan yang jelas. Hal ini biasa dialami oleh para pengelola bisnis kecil yang masih amatiran, dimana manajemen keuangan jarang diperhatikan sehingga untung atau ruginya saja sebuah usaha bisnis sulit ditentukan.

Beberapa bentuk manajemen bisnis di atas sangat penting diperhatikan oleh para pengelola usaha bisnis yang ingin sukses dalam menjalankan sebuah bisnis usaha. Tanpa adanya sebuah manajemen yang baik, maka mustahil sebuah perusahaan akan mampu berjalan dengan baik seperti yang menjadi harapan pemiliknya. (*DI)

sumber: rajapresentasi.com

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/19461-arti-penting-dari-manajemen-bisnis.html


Thursday, August 2, 2012

Pentingnya Manajemen dalam Berbisnis

Pentingnya Manajemen dalam Berbisnis Hits : 550 PDF Cetak E-mail
Kamis, 02 Agustus 2012 14:39
strategi0312Setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses produksi, distribusi, dan penjualan berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang, pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang tidak efektif dan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas.

Dalam topik permasalahan ini, artikel ini akan memberikan pengetahuan dasar dan aspek-aspek penting yang harus dipelajari oleh calon bisnis entrepreneur dalam menghindari risiko manajemen yang dapat menyebabkan kegagalan bisnis yang dijalani. Maka dari itu ilmu manajemen merupakan pokok yang penting dalam berbisnis sebab sedikit kesalahan dalam manajemen akan berakibat fatal kedepannya.

Selain ilmu manajemen, sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha yang sangat penting. Banyak pakar bisnis angkat bicara, bahwa untuk memulai usaha kita perlu merekrut pegawai yang tepat sehingga berpotensi dapat menutup kelemahan manajemen. Dengan memilih SDM yang tepat maka kita sudah \setengah jalan menuju kesuksesan. Di sini kami akan membahas bagaimana memahami kriteria pegawai yang baik dan sesuai kebutuhan dalam berbisnis.

Manajemen SDM secara umum masuk ke dalam sistim penilaian kinerja pegawai sehingga setiap pegawai akan merasa puas dengan memotivasi pegawai baik secara psikologi umum maupun dengan sistim insentif untuk mengoptimalkan kinerja. Dengan kinerja pegawai yang meningkat juga akan memaksimalkan kinerja perusahaan.

Dalam memulai usaha, setiap calon entrepreneur umumnya akan mengalami banyak permasalahan. Banyak kegagalan terjadi karena kurangnya kreativitas, kepemimpinan, dan pembuatan keputusan yang salah. Kreativitas bersifat "berpikir keluar dari kotak" atau kemampuan melakukan analisa permasalahan di luar pemahaman yang sudah ada dan mencari alternatif solusi yang kreatif akan sangat membantu usaha Anda dalam menggapai tingkat keberhasilan.

Kreativitas juga akan membantu Anda untuk menyesuaikan produk-produk yang dihasilkan agar dapat diterima oleh pasar dan juga melihat berbagai peluang dalam membangun usaha.

Jiwa kepemimpinan pun sangat penting dalam membuat setiap pegawai dan semua orang yang terlibat dalam usaha Anda bekerja sesuai dengan target. Anda dapat menjadi "solusi" atas semua permasalahan dan menjadi panutan. (*/DI)


http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/19038-pentingnya-manajemen-dalam-berbisnis.html