Showing posts with label kesalahan. Show all posts
Showing posts with label kesalahan. Show all posts

Tuesday, August 14, 2012

Lima Faktor Kesalahan dalam Menyusun Rencana Bisnis

Hits : 151 PDF Cetak E-mail
Selasa, 14 Agustus 2012 13:35
Penyusunan_rencana_bisnis
Dalam melakukan penyusunan rencana bisnis, Anda harus benar-benar mengetahui secara detailnya agar Anda dapat memahami rancangan dan rencana bisnis yang akan dijalankan. Maka dari itu dengan adanya rencana bisnis, Anda akan mengerti celah-celah yang bagus dalam melihat keadaan.

Berikut ini adalah lima kesalahan yang sering terjadi dalam penyusunan rencana bisnis berkenaan dengan pengajuan pinjaman dan menarik investor, yaitu:

1. Terlalu banyak informasi

Apakah rencana bisnis itu terdiri dari 25-50 halaman lebih atau mungkin lebih dari 200 halaman? Jawaban yang akan terucap adalah kata YA. Sebagian besar pemberi pinjaman dan investor akan fokus pada beberapa poin yang spesifik saja, serta melihat peluang bisnis yang ditawarkan, sehingga rencana bisnis yang di tulis di banyak lembar halaman memungkinkan tidak dibaca dan membosankan.

Perlu diingat dan dipertegas, bahwa tujuan Anda membuat rencana bisnis bukan untuk menunjukkan pada pembaca atas luas dan dalamnya pengetahuan Anda. Tetapi untuk menunjukan elemen kunci rencana bisnis yang memberikan harapan masa depan cerah bagi bisnis yang dimaksud.

Jika ada informasi yang tidak dapat dipisahkan dari rencana bisnis, sebaiknya disisipkan pada bagian di belakang sebagai lampiran untuk informasi pendukung pembaca.

2. Menyembunyikan kelemahan bisnis

Beberapa pemikiran yang diyakini oleh penulis dalam melihat rencana bisnis yang gagal, karena mereka sering menyembunyikan kelemahan bisnisnya. Contohnya: mengapa kita menulis sesuatu yang justru akan memberikan kesan negatif atau setelah kita mendapatkan dana, kami dapat menangani kelemahan yang ada.

Jika penulis rencana bisnis menyembunyikan kelemahan bisnisnya maka ia berpotensi gagal dan fatal dalam usahanya. Sementara, investor yang cerdas akan menemukan jawabannya mungkin dalam 10 menit pertama, kemudian timbul pertanyaan pada benak dan pikiran investor. Yang dipikirkan investor adalah, Apa lagi yang belum Anda sampaikan kepada saya?

Ketika Anda telah kehilangan unsur kepercayaan, maka telah hilanglah kesempatan untuk mendapatkan dana. Cara terbaik menangani kelemahan bisnis adalah menjelaskan kelemahan yang ada dan rencana yang efektif untuk mengatasi kelemahan yang dimaksud.

3. Saluran distribusi tidak jelas

Rencana bisnis harus menjelaskan bagaimana produk dan jasa secara efektif sampai kepada pasar yang dituju. Ketidakjelasan sistem dalam proses distribusi maka berakibat terhambatnya produk dan jasa sampai ke pelanggan. Dan pada akhirnya dapat mengancam kelangsungan bisnis.

Di bawah ini  contoh pernyataan yang menginformasikan kepada investor bahwa produk yang tidak mempunyai sistem distribusi yang jelas akan mengancam kelangsungan bisnis.

Contoh: Kami akan pasarkan produk kami melalui internet,  distributor, agen, grosir, direct selling, gerai ritel, telemarketing.

Maka harus cermatlah dalam mencari saluran distribusi yang baik, agar bermanfaat dalam memasarkan suatu produk yang akan ditawarkan dan dijual.

4. Lemahnya analisa persaingan

Daftar nama dan alamat dari pesaing bisnis yang ada tidaklah cukup. Setiap investor sangat tertarik untuk mengetahui apa yang Anda ketahui tentang pesaing bisnis. Misalnya strategi bisnis, kompetensi inti, sistem distribusi, keunggulan, serta kelemahan yang mereka miliki. Dengan mengetahui info hanya sedikit saja tentang pesaing Anda, adalah bukti bahwa Anda tidak mempersiapkan bisnis dengan benar, termasuk melakukan persaingan bisnis.

Karena itu cermatilah dengan seteliti mungkin mengenai analisa persaingan diantara sesama pebisnis. Mungkin hal itu akan membuat perjalanan rencana bisnis Anda akan berjalan lebih bagus ke depannya.

5. Proyeksi keuangan tidak berkualitas

Proyeksi keuangan yang tidak didukung dengan banyak analisa dan perkiraan yang memadai, maka akan memberikan dampak bagi ketidakpercayaan kepada investor.

Rencana bisnis itu harus benar-benar bisa membuktikan kepada kreditor dan investor, bahwa perusahaan mampu membayar kembali pinjaman dan menghasilkan pengembalian yang menarik. Itu yang dinamakan proyeksi keuangan yang mempunyai kualitas bagus dan baik. (*DI)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/19352-lima-faktor-kesalahan-dalam-menyusun-rencana-bisnis.html

Wednesday, July 4, 2012

8 Kesalahan Saat Berbisnis Kuliner

Hits : 2130 PDF Cetak E-mail
Rabu, 04 Juli 2012 15:20
CE-logoBisnis kuliner termasuk yang menjadi pilihan banyak orang, karena dianggap jenis bisnis yang lebih mudah dilakukan daripada bisnis lainnya. “Padahal bisnis kuliner termasuk bisnis yang tergolong rumit karena membutuhkan banyak inovasi dan kreativitas yang berkelanjutan,” tukas Ali Bagus Antra, pemilik usaha Bebek Garang, saat talkshow ”Kiat Sukses Wirausaha dalam Menghadapi Persaingan” dalam acara Sedap Mighty Culinary di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Anggapan enteng mengenai bisnis kuliner membuat banyak pengusaha gulung tikar karena tak mampu menghadapi persaingan bisnis. Ali mengungkapkan, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan para pelaku bisnis kuliner:

1. Tidak fokus

Para pemilik usaha sering terlena setelah merasa bisnisnya sudah sukses. Kesuksesan pada tahap awal ini membuat Anda mulai tak fokus pada pengembangan usaha, dan malah berusaha membangun usaha sampingan lainnya. Ali mengungkapkan, adalah hal yang wajar untuk memiliki lebih dari satu bisnis. Namun, jangan terburu-buru untuk memiliki banyak cabang dalam waktu dekat, atau membangun bisnis lain dalam saat yang bersamaan, karena hanya akan membuat perhatian terpecah.

2. Konsumtif

Usaha yang sukses akan memberikan penghasilan yang lumayan. Namun, penghasilan sering membuat Anda jadi lebih konsumtif. “Uang yang didapat dari usaha sering dianggap sebagai bonus dan upah kerja keras Anda, sehingga uang lalu digunakan untuk memanjakan diri,” paparnya.

Sifat konsumtif ini akan sangat berbahaya untuk Anda, terutama untuk perkembangan bisnis. Ali menambahkan, sampai saat ini banyak orang yang lebih memilih menghabiskan penghasilan usahanya untuk kepuasan diri seperti membeli gadget, dan lain-lain, ketimbang menginvestasikan uangnya kembali untuk memperbaharui alat atau investasi untuk cabang baru.

3. Tak mau berbagi kepemilikan

Salah satu cara untuk mengembangkan usaha adalah dengan berbagi kepemilikan usaha dengan orang lain. Misalnya melalui penanaman saham, ataupun dengan model waralaba. Namun banyak orang yang takut untuk melakukan hal ini. Mereka berpikir bahwa berbagi kepemilikan akan membuat keuntungan Anda berkurang, atau membuat Anda rugi. Padahal jika dilakukan dengan sistem yang tepat dan kuat, pembagian kepemilikan akan membuat usaha lebih besar.

4. Berhenti berinovasi

Dalam bisnis kuliner, inovasi dan kreativitas merupakan salah satu syarat wajib. Ketika produk usaha kuliner yang dijual sudah mendapatkan respons yang memuaskan dan menghasilkan keuntungan besar, orang cenderung lalai untuk terus berinovasi. Jika ingin sukses berbisnis, sebaiknya selaris apapun usaha Anda jangan berhenti berinovasi dengan berbagai cara. Ingatlah bahwa persaingan akan selalu ada, dan jika tak ingin kalah dalam persaingan sebaiknya tetap kreatif untuk menciptakan inovasi menu baru yang unik.

5. Tidak komersil

Makanan kesukaan seringkali jadi inspirasi bagi seseorang untuk menjadikannya sebuah ladang usaha. Hanya aja, perlu diingat bahwa tak semua makanan yang Anda sukai juga akan disukai orang lain. “Banyak orang yang punya selera berbeda tentang makanan. Sekalipun makanan itu adalah makanan kesukaan Anda, namun tetap sesuaikan dengan selera pasar dan konsumen,” sarannya.

Jangan ragu untuk melakukan survei pasar sebelum menentukan produk yang akan dijual. Kesalahan memilih produk akan berakibat produk Anda tidak komersil dan tidak laku.

6. Persaingan harga

Dalam menjalankan usaha, persaingan memang tak mungkin dihindari. Persaingan ini tidak hanya terlihat dalam persaingan barang dagangan yang sama, tapi juga persaingan harga. “Persaingan harga adalah hal yang harus diantisipasi. Karena seringkali kompetitor Anda akan menjual barang yang sama dengan harga yang lebih murah, untuk menarik pelanggan,” bebernya.

Usahakan untuk menjual produk yang murah namun rasa dan kualitasnya tetap baik. Untuk menghasilkan harga jual yang murah dan kualitas yang baik, tekan sedikit keuntungan Anda. Lebih baik jangan terlalu banyak menargetkan pengambilan keuntungan dari produk yang dijual.

7. Tidak profesional

Menjalankan bisnis bukan sekadar seperti berinvestasi atau menanam modal semata. Banyak orang yang hanya mempertimbangkan masalah modal, dan hanya ingin menikmati hasil keuntungannya saja. Padahal bisnis juga merupakan sebuah proses pembelajaran, serta buah dari pemikiran dan kerja keras yang dilakukan oleh berbagai pihak. Ali mengungkapkan, dalam bisnis sekecil apapun kita tetap membutuhkan sikap profesional dalam menjalankan bisnis, perencanaan keuangan, sampai pemilihan karyawan.

8. Fondasi tidak kuat

Buatlah sebuah perencanaan yang matang di awal bisnis Anda. Sebuah business plan akan sangat diperlukan sebagai bentuk kesiapan usaha. Perencanaan dan fondasi usaha yang kuat akan membuat usaha Anda tidak mudah hancur, karena sudah memiliki berbagai bekal sebagai antisipasi kegagalan.

Selain itu, fondasi usaha juga sangat dibutuhkan sebelum memutuskan membuka sebuah cabang baru. “Cabang yang banyak memang bisa menjadi strategi bisnis yang menguntungkan, hanya saja buat fondasi dan sistem usaha yang stabil terlebih dulu agar cabang selanjutnya bisa sesukses cabang pertama,” sarannya. (*/Kompas.com)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/18277-8-kesalahan-saat-berbisnis-kuliner.html

Tuesday, July 3, 2012

8 Kesalahan di Bisnis Kuliner

8 Kesalahan di Bisnis Kuliner
Penulis : Christina Andhika Setyanti | Selasa, 3 Juli 2012 | 14:28 WIB

Banyaknya para pelaku usaha yang cenderung menganggap enteng berbisnis kuliner ini tak heran membuat banyak pengusaha yang gulung tikar karena tak mampu menghadapi persaingan bisnis yang ada.
KOMPAS.com — Bisnis kuliner termasuk yang menjadi pilihan banyak orang karena dianggap jenis bisnis yang lebih mudah dilakukan daripada bisnis lainnya. "Padahal, bisnis kuliner termasuk bisnis yang tergolong rumit karena membutuhkan banyak inovasi dan kreativitas yang berkelanjutan," tukas Ali Bagus Antra, pemilik usaha Bebek Garang, saat talkshow "Kiat Sukses Wirausaha dalam Menghadapi Persaingan" dalam acara Sedap Mighty Culinary beberapa waktu lalu.
Anggapan enteng mengenai bisnis kuliner membuat banyak pengusaha yang gulung tikar karena tak mampu menghadapi persaingan bisnis. Ali mengungkapkan, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan para pelaku bisnis kuliner:
1. Tidak fokus
Para pemilik usaha sering terlena setelah merasa bisnisnya sudah sukses. Kesuksesan pada tahap awal ini membuat Anda mulai tak fokus pada pengembangan usaha, dan malah berusaha membangun usaha sampingan lainnya. Ali mengungkapkan, adalah hal yang wajar untuk memiliki lebih dari satu bisnis. Namun, jangan terlalu terburu-buru untuk memiliki banyak cabang dalam waktu dekat, atau membangun bisnis lain dalam saat yang bersamaan, karena hanya akan membuat perhatian terpecah.
2. Konsumtif
Usaha yang sukses akan memberikan penghasilan yang lumayan. Namun, penghasilan sering membuat Anda jadi lebih konsumtif. "Uang yang didapat dari usaha sering dianggap sebagai bonus dan upah kerja keras Anda sehingga uang lalu digunakan untuk memanjakan diri," paparnya.
Sifat konsumtif ini akan sangat berbahaya untuk Anda, terutama untuk perkembangan bisnis. Ali menambahkan, sampai saat ini banyak orang yang lebih memilih menghabiskan penghasilan usahanya untuk kepuasan diri, seperti membeli gadget dan lain-lain, ketimbang menginvestasikan uangnya kembali untuk memperbarui alat atau investasi untuk cabang baru.
3. Tak mau berbagi kepemilikan
Salah satu cara untuk mengembangkan usaha adalah dengan berbagi kepemilikan usaha dengan orang lain. Misalnya melalui penanaman saham, ataupun dengan model waralaba. Namun, banyak orang yang takut untuk melakukan hal ini. Mereka berpikir bahwa berbagi kepemilikan akan membuat keuntungan Anda berkurang, atau membuat Anda rugi. Padahal, jika dilakukan dengan sistem yang tepat dan kuat, pembagian kepemilikan akan membuat usaha lebih besar.
4. Berhenti berinovasi
Dalam bisnis kuliner, inovasi dan kreativitas merupakan salah satu syarat wajib. Ketika produk usaha kuliner yang dijual sudah mendapatkan respons yang memuaskan dan menghasilkan keuntungan besar, orang cenderung lalai untuk terus berinovasi. Jika ingin sukses berbisnis, sebaiknya selaris apa pun usaha Anda, jangan berhenti berinovasi dengan berbagai cara. Ingatlah bahwa persaingan akan selalu ada, dan jika tak ingin kalah dalam persaingan, sebaiknya tetap kreatif untuk menciptakan inovasi menu baru yang unik.
5. Tidak komersial
Makanan kesukaan sering kali jadi inspirasi bagi seseorang untuk menjadikannya sebuah ladang usaha. Hanya saja, perlu diingat bahwa tak semua makanan yang Anda sukai juga akan disukai orang lain. "Banyak orang yang punya selera berbeda tentang makanan. Sekalipun makanan itu adalah makanan kesukaan Anda, namun tetap sesuaikan dengan selera pasar dan konsumen," sarannya.
Jangan ragu untuk melakukan survei pasar sebelum menentukan produk yang akan dijual. Kesalahan memilih produk akan berakibat produk Anda tidak komersial dan tidak laku.
6. Persaingan harga
Dalam menjalankan usaha, persaingan memang tak mungkin dihindari. Persaingan ini tidak hanya terlihat dalam persaingan barang dagangan yang sama, tapi juga persaingan harga. "Persaingan harga adalah hal yang harus diantisipasi. Sebab, sering kali kompetitor Anda akan menjual barang yang sama dengan harga yang lebih murah untuk menarik pelanggan," bebernya.
Usahakan untuk menjual produk yang murah, tetapi rasa dan kualitasnya tetap baik. Untuk menghasilkan harga jual yang murah dan kualitas yang baik, tekan sedikit keuntungan Anda. Lebih baik jangan terlalu banyak menargetkan pengambilan keuntungan dari produk yang dijual.
7. Tidak profesional
Menjalankan bisnis bukan sekadar seperti berinvestasi atau menanam modal semata. Banyak orang yang hanya mempertimbangkan masalah modal, dan hanya ingin menikmati hasil keuntungannya. Padahal, bisnis juga merupakan sebuah proses pembelajaran, serta buah dari pemikiran dan kerja keras yang dilakukan oleh berbagai pihak. Ali mengungkapkan, dalam bisnis sekecil apa pun, kita tetap membutuhkan sikap profesional dalam menjalankan bisnis, perencanaan keuangan, sampai pemilihan karyawan.
8. Fondasi tidak kuat
Buatlah sebuah perencanaan yang matang di awal bisnis Anda. Sebuah business plan akan sangat diperlukan sebagai bentuk kesiapan usaha. Perencanaan dan fondasi usaha yang kuat akan membuat usaha Anda tidak mudah hancur karena sudah memiliki berbagai bekal sebagai antisipasi kegagalan.
Selain itu, fondasi usaha juga sangat dibutuhkan sebelum memutuskan membuka sebuah cabang baru. "Cabang yang banyak memang bisa menjadi strategi bisnis yang menguntungkan. Hanya saja, buat fondasi dan sistem usaha yang stabil terlebih dulu agar cabang selanjutnya bisa sesukses cabang pertama," sarannya.
Editor :
Dini
Sumber:
http://female.kompas.com/read/2012/07/03/14285172/8.Kesalahan.di.Bisnis.Kuliner.

Monday, July 2, 2012

Ini 5 Kesalahan Investor Pemula


Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Senin, 02/07/2012 09:59 WIB
 
Jakarta - Mempelajari sesuatu hal akan lebih mudah jika anda masih muda. Adanya kesalahan-kesalahan kecil dalam pembelajaran adalah hal yang wajar. Tapi, jika kesalahan ini berhubungan dengan uang, maka konsekuensinya akan besar.

Investor pemula yang biasanya masih muda tak hanya lebih mudah membuat kesalahan, tetapi juga mudah bangkit kembali dan mengambil hikmah dari kesalahannya di masa lalu. Akan tetapi, anda bisa jauh lebih sukses jika belajar dari kesalahan orang lain sambil menghindari kesalahan tersebut terjadi pada diri sendiri.

Seperti dikutip dari Investopedia, Senin (2/6/2012), berikut adalah kesalahan-kesalahan umum yang biasa dilakukan investor muda. Semoga kesalahan ini bisa memberi pengetahuan untuk anda sehingga bisa menghindari hal tersebut:

1. Menunda-nunda rencana berinvestasi

img
Menunda-nunda sesuatu bukanlah hal yang baik, terutama dalam hal berinvestasi karena situasi pasar sangat cepat berubah. Waktu yang sangat tepat untuk mulai berinvestasi sangatlah sulit ditentukan. Setelah banyak melakukan riset, biasanya ide dan waktu untuk mulai berinvestasi suka muncul begitu saja.

Anda harus lebih siap untuk bertindak sebelum situasi pasar berbalik, sehingga anda tidak perlu tergantung pada situasi pasar. Biasanya, karena minim pengalaman, investor muda kadang tidak percaya diri dengan keputusannya dalam berinvestasi. Semakin lama menunda investasi, biasanya dua hal ini terjadi pada investor muda:
- Keputusannya yang telat berujung pada harga yang lebih tinggi dari rata-rata. Contohnya pada investasi saham, saat harganya murah, investor muda biasanya ragu-ragu untuk membeli. Akan tetapi setelah harganya naik karena banyak orang membeli, si investor muda malah ikut-ikutan membeli. Padahal, dia akan lebih untung jika menjadi orang pertama yang membeli saham tersebut.
- Investor akan mencari pengganti investasinya yang terlanjut dibeli. Melihat contoh yang sebelumnya, setelah investor muda membeli saham di harga yang mahal. Dia akan langsung mencari saham lain yang dikiranya bisa naik seperti saham sebelumnya tanpa melakukan riset terlebih dahulu. Investor menjadi ketakutan ia akan 'ketinggalan kereta' seperti sebelumnya. Padahal, belum tentu saham tersebut kinerjanya akan lebih baik.

2. Berspekulasi daripada berinvestasi

img
Seorang muda punya banyak kesempatan berinvestasi dalam hidupnya. Usianya yang masih dini biasanya berpengaruh pada risiko yang bisa dia ambil. Jadi, investor muda lebih sering mengambil investasi berisiko tinggi tapi dengan imbal hasil yang tinggi pula.

Mengapa begini, karena jika investor muda kehilangan banyak uang, ia masih punya banyak waktu untuk memulai kembali investasi dari awal. Jadi, jangan habiskan waktu muda hanya untuk berspekulasi, tapi segeralah berinvestasi.

Spekulasi biasanya dilakukan investor muda karena minim informasi atau tidak mengerti benar mengenai instrumen investasinya. Yang memisahkan antara berspekulasi dan berjudi hanyalah garis tipis, karena keduanya dilakukan tanpa mengetahui hasil yang pasti. Ini berbahaya, karena banyak investor senior yang bisa memanfaatkan kebodohan para investor muda seperti ini.

Daripada harus berspekulasi atau berjudi, investor muda sebaiknya melakukan banyak riset, atau mencari perusahaan berisiko tinggi tapi dengan potensi pendapatan yang jauh lebih tinggi untuk jangka panjang. Manfaatkan masa muda untuk mengambil risiko, karena hasilnya akan sepadan.

Sisi negatif dari berspekulasi juga bisa membuat trauma pada investor muda yang secara langsung akan mempengaruhi pengambilan keputusannya untuk jangka panjang.

3. Terlalu banyak menghamburkan uang

img
Berinvestasi dalam jumlah banyak bisa menjadi pisau bermata dua. Saat yang tepat untuk berinvetasi dalam jumlah cukup banyak adalah masa muda. Seperti disinggung tadi, jika investor muda menderita kerugian, ia punya banyak waktu untuk bangkit dan mulai berinvestasi kembali. Akan tetapi, mirip dengan berspekulasi, terlalu banyak menghabiskan uang tanpa informasi bisa menghancurkan portofolio.

4. Tidak banyak bertanya

img
Jika pasar saham sedang turun, investor muda biasa optimistis akan segera membaik dalam waktu dekat, tapi yang terjadi biasanya sebaliknya. Salah satu faktor penting dalam mengambil keputusan di situasi seperti ini adalah bertanya 'mengapa' atau 'kenapa', jangan cuma diam saja. Investor muda harus bisa mempertahankan dan mempertanggungjawabkan portofolionya dengan baik.

Jangan malu atau gengsi meminta masukan dari investor senior karena mereka tahu lebih banyak mengenai apa yang terjadi di pasar. Jangan sampai investor muda mengambil keputusan yang buruk di tengah situasi pasar yang tak pasti.


5. Tidak berinvestasi

img
Seperti disebutkan sebelumnya, investor punya kelebihan untuk melihat imbal hasil tinggi di tengah tingginya risiko secara jangka panjang. Semakin muda, semakin jangka panjang kesempatan yang dimiliki, sehingga risiko yang tinggi bisa dilewati saat masih muda.

Kebiasan buruk anak muda juga biasanya kurang berpengalaman memegang uang. Mereka pikir uang tersebut harus dihabiskan saat itu juga, tanpa melihat jangka panjang. Menghambur-hamburkan uang tanpa memikirkan tabungan atau simpanan hari tua bisa merugikan diri sendiri.

Kesimpulan

img
Investor muda harus memanfaatkan masa mudanya untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya sambil mengambil risiko. Banyak belajar mengenai instrumen investasi sejak dini bisa banyak menolong anda dalam merancang portofolio yang solid. Memang ada banyak risiko menanti mereka yang masih hijau. Tapi, setidaknya risiko dan kesalahan-kesalahan tersebut bisa membantu investor muda mengukir pengalaman yang berharga.

 Sumber:
http://finance.detik.com/read/2012/07/02/095911/1955370/479/1/ini-5-kesalahan-investor-pemula


Thursday, June 21, 2012

Inilah Kesalahan Fatal Saat Memulai Bisnis

Views :392 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 21 Juni 2012 13:31
bisnis_gagal0312Setiap orang tentu berharap bisnis baru yang mereka kembangkan bisa berjalan lancar dan menguntungkan. Akan tetapi, jika kurang berhati-hati, sejumlah kesalahan finansial yang dilakukan bisa berakibat fatal dan menghancurkan kelangsungan bisnis.

Jika Anda berniat untuk memulai bisnis, ada baiknya belajar dari beberapa kesalahan-kesalahan yang umumnya dilakukan pemilik bisnis, seperti diuraikan berikut ini:

Perencanaan buruk

Banyak pebisnis baru membuat perkiraan optimistis yang liar tentang penjualan di masa depan. Agar bisa bertahan, Anda harus membuat perkiraan keuangan secara mendetail yang mencakup strategi harga, perkiraan pengeluaran langsung serta variabelnya, dan perencanaan arus kas. Jika ragu, pikirkan kemungkinan penjualan terburuk dan lebihkan perkiraan tagihan Anda. Anda juga harus menganalisis target pasar dan mempelajari para pesaing Anda.

Kekurangan modal

Hal ini merupakan kesalahan terbesar dalam memulai bisnis baru. Modal awal yang kurang bisa menghancurkan usaha dan membahayakan biaya hidup keluarga Anda. Sebelum memulai sebuah bisnis, pastikan Anda memiliki uang tunai di tangan untuk mencukup kebutuhan hidup sehari-hari, sampai mendapatkan pelanggan yang memberikan keuntungan untuk bisnis Anda.

Tidak membuat catatan akurat

Gagal membuat catatan keuangan secara akurat bisa menimbulkan masalah dengan pajak usaha, dan berisiko mengancam masa depan bisnis Anda. Catatan akunting memberitahu Anda apa yang berjalan benar dan apa yang salah, dan memberi petunjuk mengenai jebakan yang mungkin muncul di masa depan.

Tidak mengelola arus kas dengan baik

Kelebihan inventaris, manajemen akun piutang yang buruk, dan kebijakan kredit yang buruk dapat membuat bangkrut usaha yang dinyatakan layak. Hal ini adalah penyebab seretnya aliran kas Anda. (*/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/17883-inilah-kesalahan-fatal-saat-memulai-bisnis.html

Sunday, June 10, 2012

10 Kesalahan dalam Merintis Bisnis

Views :1272 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 10 Juni 2012 09:31
Tantangan terbesar seorang entrepreneur adalah saat memulai bisnis rintisannya. Tentunya, saat-saat tersebut merupakan saat yang sangat menentukan bagi kesuksesan bisnis di masa depan. Berikut ini kami sajikan 10 kesalahan yang harus dihindari dalam memulai sebuah bisnis.

1. Mencoba menjadi kaya secara instan

Keberhasilan yang terjadi secara mendadak sebenarnya membutuhkan waktu 15-20 tahun untuk dicapai. Jika Anda berusaha hanya untuk menjadi kaya secara secara cepat hanya dalam waktu semalam, Anda hanya akan menjadi putus asa dan menyerah dengan lebih cepat dalam meraih impian Anda. Ketahui bahwa keberhasilan itu dicapai dengan susah payah dan memerlukan waktu. Dibutuhkan pula keteguhan hati dan keberuntungan dalam jumlah tertentu. Berikan usaha Anda waktu untuk berkembang. Hanya jika usaha Anda mengalami kemandekan untuk jangka waktu yang lama, mungkin sudah saatnya Anda mempettimbangkan sebuah usaha lain yang baru dan lebih menjanjikan.

2. Beranggapan bahwa kompetisi itu tidak ada

Bahkan jika Anda memiliki pendekatan yang terbaru dan terbaik yang belum pernah dilakukan sebelumnya, jangan berasumsi bahwa Anda pasti tidak akan memiliki pesaing. Kompetisi lebih dari sekedar persaingan secara langsung dan sederet pesaing yang kasat mata. Persaingan juga bisa berupa pilihan alternatif yang tersedia selain produk atau jasa Anda. Hal lain apakah yang  para konsumen bisa lakukan jika mereka tidak memilih produk atau jasa Anda? Apakah mungkin mereka tidak melakukan apa-apa? Pelanggan pastinya selalu memiliki banyak pilihan untuk menggunakan yang lainnya. Ini juga harus dianggap sebagai salah satu ancaman pesaing yang serius.

3. Menjadi pemimpin yang lemah

Keberhasilan perusahaan Anda tergantung pada kemampuan Anda menjadi pimpinan yang kuat dan efektif. Hal ini bukan berarti Anda harus menjadi seorang pemimpin otoriter dan tidak juga berarti Anda harus menjadi teman semua orang. Seorang pemimpin yang baik menetapkan tujuan dan cara bagi perusahaan, mengkomunikasikannya secara terus menerus dan menginspirasi timnya untuk meraih keberhasilan tersebut.

4. Berfokus pada bisnis setiap waktu

Banyak pengusaha berfokus penuh pada kehidupan bisnis mereka daripada kehidupan pribadi. Akibatnya kedua-duanya akan menderita. Tidak ada keraguan bahwa usaha membutuhkan perhatian serta usaha penuh dari Anda tetapi hanya dalam jangka pendek. Seperti layaknya seorang atlet profesional, selain berusaha keras untuk menjadi unggul pada saat berlaga dalam pertandingan, Anda harus menjalani program pelatihan yang bagus dan memadai. Anda harus menjalani diet yang tepat, beristirahat yang cukup, dan rehat di saat yang diperlukan. Cobalah untuk menyeimbangkan kehidupan pribadi dan bisnis Anda dan Anda akan berprestasi di kedua bidang itu.

5. Tujuan keuangan yang muluk-muluk

Bila semua rencana bisnis bisa menjadi nyata dengan sangat mudah dan tanpa usaha keras, menjadi miliuner bukanlah sesuatu yang istimewa lagi. Banyak entrepreneur menjalani usaha baru dengan berencana untuk  mendapatkan laba yang sebesar-besarnya. Namun, kebanyakan dari mereka tidak pernah dapat menjalankan usaha dengan sebenar-benarnya. Tujuatujuan yang tidak realistis tidak hanya mencederai kredibilitas Anda tetapi juga bisa melelahkan Anda secara emosional. Tetapkan tujuan yang spesifik, terukur (measurable), dapat dipertanggungjawabkan (accountability), realistis, dan spesifik dalam hal waktu untuk memastikan kemajuan yang berkelanjutan. Peluang untuk menjadi sukses dalam waktu semalam saja  (meskipun dalam jangka waktu 15 hingga 20 tahun) sangatlah besar dan luas.

6. Tidak ada titik penyatuan

Selalu ada alasan mengapa para karyawan meninggalkan perusahaan yang bersedia membayar gaji tinggi untuk beralih untuk merintis usaha, dan biasanya bukan karena uang semata. Orang-orang terdorong untuk mengabdikan diri pada tujuan yang penting, di samping membawa pulang rejeki untuk seluruh anggota keluarga. Banyak usaha tidak pernah mendefinisikan tujuan nyata mengenai keberadaan mereka. Dan hal ini membuatnya terus menerus menarik berbagai macam karyawan yang mencari keberhasilan dengan cara yang bermacam-macam pula. Jelaskan tujuan perusahaan Anda selain tujuan mengumpulkan keuntungan semata. Dengan demikian Anda akan dapat memberikan kesempatan bagi para karyawan yang bertujuan serupa untuk datang dan bekerjasama. Sebuah tim yang terfokus pada satu tujuan yang sama merupakan sebuah kekuatan yang amat kuat.

7. Memotong harga

Sering hal pertama yang dilakukan para entrepreneur saat bisnis mereka mengalami kesulitan ialah dengan mencoba melakukan diferensiasi harga. Harga yang lebih rendah berarti lebih banyak pembeli, bukan? Salah! Sebagian besar pembeli ingin membeli barang-barang yang lebih mahal karena memiliki kualitas yang lebih baik atau tingkat kenyamanan yang lebih tinggi. Selama saat-saat sulit, biasanya kenaikan harga, diiringi dengan perbaikan dalam kualitas atau kenyamanan dapat membuat pelanggan menjadi terdorong. Pemotongan harga merupakan permainan yang berbahaya. Pada beberapa titik, Anda harus melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri agar tetap menekan harga.

8. Tidak ada pesan pemasaran yang jelas

Anda tidak akan pernah tahu di mana, kapan, atau bagaimana sebuah calon pelanggan/ mitra baru akan muncul dan melihat keberadaan bisnis Anda. Jika Anda memiliki suatu campuran dari banyak pesan di luar sana, si calon pelanggan/ mitra potensial akan merasa tidak jelas mengenai harapan yang mereka miliki terhadap tawaran Anda. Perusahaan Anda harus menampilkan sebuah pesan yang jelas dan konsisten ditinjau dari segala sisi. Anda tidak akan mendapatkan kesempatan kedua untuk membuat mereka terkesan pada pandangan pertama. Pastikan juga setiap kesempatan  yang didapatkan pelanggan atau mitra potensial baru itu untuk melihat usaha Anda pertama kalinya mengirimkan pesan yang serupa secara konsisten.

9. Tidak bersikap terus terang

Sudah bukan saatnya Anda harus berbelit-belit dan menutup-nutupi. Karakteristik internet yang anonim dan luasnya cakupan internet membuat semua orang, bahkan anak-anak bisa memublikasikan apapun dengan bebas. Jika usaha Anda mencoba untuk menutupi kesalahan, hanya masalah waktu sebelum rahasia itu terbongkar dan Anda akan dicap sebagai pembohong. Itu tentunya menjadi preseden buruk bagi usaha Anda. Jadilah yang pertama yang mengabarkan berita buruk yang menimpa Anda. Justru Anda akan dianggap lebih dapat dipercaya dan jujur.

10. Mencoba untuk melakukan semua hal sendirian

Kesalahan terbesar yang dibuat entrepreneur ialah memercayai bahwa mereka dapat melakukan semua hal sendiri. Sementara seorang entrepreneur dapat melakukan sebagian besar hal sendiri, mereka melakukan banyak hal dengan kualitas yang kurang memadai. Seperti juga orang lain, seorang entrepreneur memiliki satu atau dua bakat yang diberikan oleh Tuhan. Sebagai seorang entrepreneur justru itulah pekerjaan Anda: mengenali sedikit hal yang dapat Anda lakukan dengan lebih baik dari orang lain dan lakukanlah dengan sepenuh hati dan tenaga. Jika Anda merasa lemah dan membutuhkan dukungan, dapatkan sebuah lingkungan yang dipenuhi dengan teman-teman yang suportif. Perusahaan yang baik dibangun  berdasarkan pada pondasi dalam mengeksploitasi sedikit kelemahan, daripada dibangun dengan mendasarkan diri pada penguasaan untuk melakukan semuanya dengan baik. (*/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/17546-10-kesalahan-dalam-merintis-bisnis.html

Thursday, May 24, 2012

Kesalahan Fatal Berinvestasi

Views :543 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 24 Mei 2012 09:44
investasi0512Meminimalisasi risiko merupakan rahasia terbesar dari kesuksesan berinvestasi. Dengan bersikap waspada, Anda dapat terhindar dari berbagai jebakan sehingga lebih memuluskan jalan mencapai tujuan finansial.

Simak lima kesalahan fatal berinvestasi seperti terangkum dalam buku "The Elements of Investing" karya Burton G. Malkiel, profesor ekonomi Princeton, serta Charles D. Ellis berikut ini:

1. Terlalu percaya diri

Beberapa tahun belakangan, sekelompok psikolog dan ekonom telah menciptakan bidang baru yang penting mengenai tingkah laku keuangan. Riset yang mereka lakukan menunjukkan bahwa kita tidak selalu bersikap rasional dan cenderung terlalu percaya diri. Ketika kita sukses berinvestasi, kita kerap salah mengartikan keberuntungan sebagai keahlian.

2. Mengikuti arus

Para investor cenderung semakin optimistis dan berani mengambil risiko besar saat mengalami euforia di pasar modal. Akan tetapi, investasi yang telah menjadi topik pembicaraan luas di antara teman atau di-blow up media massa sangat mungkin tidak akan mencapai sukses.

Sepanjang sejarah, beberapa kesalahan investasi terburuk dibuat oleh orang-orang yang tersapu ke dalam gelembung spekulatif. Misalnya saja, tren real estate di Jepang selama tahun 1980-an atau saham internet di AS selama penghujung 1990-an, telah menuntun orang-orang membuat sejumlah kesalahan investasi terburuk.

3. Menganggap memiliki kontrol

Para psikolog menemukan kecenderungan pada orang-orang untuk berpikir bahwa mereka memiliki kendali atas peristiwa-peristiwa, bahkan ketika mereka sesungguhnya tidak memilikinya. Akibatnya, para investor mengalami kerugian besar di pasar saham.

Di samping itu, hal tersebut juga dapat menyebabkan para investor membayangkan tren yang sebenarnya tidak ada, atau memercayai bahwa mereka bisa membaca pola dalam grafik saham sehingga dengan demikian bisa memprediksi masa depan.

Faktanya, perubahan harga saham lebih mendekati sebuah pola acak. Tidak ada yang dapat diandalkan untuk memprediksi pergerakan harga saham di masa depan berdasarkan pergerakannya di masa lampau.

4. Biaya tinggi

Salah satu nasihat berinvestasi yang sebaiknya Anda ikuti adalah minimalkan biaya investasi. Berdasarkan pengamatan terhadap reksadana ekuitas dengan periode 15 tahun dan pengukuran tingkat pengembalian dana yang dihasilkan untuk para investor, serta semua biaya yang dibebankan dan biaya pembelian dan penjualan saham, disimpulkan bahwa reksadana dengan kuartil terendah menghasilkan keuntungan terbaik.

5. Memercayai pialang saham

Pekerjaan utama seorang pialang saham sebenarnya bukan menghasilkan uang untuk Anda, melainkan menghasilkan uang dari Anda. Pialang saham cenderung ramah untuk satu alasan utama, yakni mendapatkan lebih banyak bisnis. Tergantung dari kesepakatan yang telah disetujuinya dengan perusahaan tempatnya bekerja, pialang saham mendapatkan sekitar 40 persen dari komisi yang Anda bayarkan.

Seorang pialang saham memiliki satu prioritas: memastikan membuat Anda mengambil tindakan apa pun. Oleh karena itu, jangan melompat dari satu saham ke saham lain atau dari satu reksadana ke reksadana lain seperti membuang dan mengambil kartu dalam sebuah permainan. Hal itu hanya akan membuat kocek Anda terkuras untuk membayar komisi, dan mungkin juga menambah jumlah tagihan pajak Anda. (*/mediaindonesia.com)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/182-investasi/17102-kesalahan-fatal-berinvestasi.html

Thursday, May 10, 2012

Hindari Kesalahan Ini Saat Memulai Bisnis

Views :449 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 09 Mei 2012 15:29
membangun_bisnis0412Mungkin Anda memiliki ide cemerlang, sudah punya rencana matang, modal ada, pendek kata siap menjalani bisnis. Tetapi tahukah Anda, orang sering membuat kesalahan yang tidak terpikirkan pada awal merencanakan bisnisnya. Mau tahu apa saja kesalahan itu?

1. Salah pilih mitraPastikan Anda melakukan bisnis secara legal. Seorang akuntan yang curang akan menghilang begitu ada pemeriksaan dari kantor pajak atau kantor keuangan. Bahkan mitra yang tidak ikut bekerja secara operasional pun, bisa memiliki niat jahat yang tersembunyi kendati ia merupakan sahabat baik Anda. Anda harus berhati-hati karena mereka dapat menjadi bumerang bagi Anda bila kepribadian serta etika kerja Anda berdua tidak sesuai. Bicarakan pembagian kerja, tanggung jawab, dan harapan-harapan Anda sejak awal, untuk menghindari masalah di kemudian hari.

2. Memutus networkingMungkin usaha yang Anda jalani memberikan keuntungan dan pemasukan keuangan yang baik. Terbuai dengan sukses ini, Anda jadi "lupa" pada komitmen untuk selalu melakukan rencana masa depan. Jadi, jangan pernah lelah mempromosikan perusahan Anda dan cari jalan untuk meningkatkan reputasi serta jaringan pelanggan. Pengusaha properti rumah, contohnya, mendapat hasil gemilang setelah ia berpromosi lewat kalender, buletin, pamflet, dll. Dari promosi itulah nama perusahaannya makin dikenal. Cari peluang jaringan di berbagai acara dan kesempatan. Ingatkan teman-teman dan kenalan-kenalan pada produk serta layanan yang Anda berikan dan jangan lupa untuk memperbarui barang-barang promosi Anda.

3. Malas bersaing

Bila Anda berhasil membuat suatu penemuan yang inovatif seperti konsep baru atau hak paten, tidak berarti semua ini dapat betul-betul dapat melindungi Anda dari para plagiat. Adalah wajar jika semua orang yang melihat keberhasilan Anda, ingin menirunya. Anda harus siap untuk berkompetisi dan memasukkan poin ini ke dalam rencana bisnis. Jangan lupa untuk membuat proyeksi perkembangan untuk 5 tahun ke depan. Akan luar biasa jika Anda bisa mempertahankan tingkatan yang sama di tahun-tahun mendatang dan bukannya menurun dari tahun ke tahun.

4. Pengeluaran berlebihan

Mungkin salah satu impian Anda adalah memiliki ruang kerja di sudut kantor menghadap kolam renang atau meja kerja beserta kursi buatan Prancis yang harganya amat sangat mahal. Anda harus bersabar. Menggunakan sebagian besar modal untuk hal-hal seperti itu jelas tidak bijaksana. Membelanjakan uang hasil jerih payah Anda hanya untuk kesenangan dalam satu malam benar-benar merupakan suatu kebodohan.

5. Kehilangan perspektif

Umumnya, pengusaha yang baru mulai berkecenderungan menenggelamkan dirinya dalam kesibukan operasional harian. Jangan lupa untuk bersantai sebentar seperti minum kopi dengan teman-teman sesudah jam kantor, pergi ke pantai, atau makan malam di restoran kesayangan saat akhir pekan. Sesudah pembicaraan bisnis yang pendek, alihkan pembicaraan ke topik yang lebih ringan. Misalnya tentang olah raga, hobi, dan lainnya. Untuk menjadi pengusaha yang sukses, Anda memerlukan keseimbangan dalam kehidupan.

6. Tak punya rencana cadangan

Sebagai seorang pengusaha, Anda harus mempersiapkan diri untuk hal-hal yang mungkin terjadi di luar dugaan dan kemampuan Anda. Mulai dari produk yang dilarang sampai pada permasalahan buruh, asuransi, serta bursa pasar. Intinya, Anda harus mempersiapkan diri untuk hal yang terburuk yang mungkin saja terjadi. Siapkan sejumlah rencana cadangan. Jadi, jika gagal di rencana A, Anda masih bisa menjalani rencana B, dan seterusnya. Dengan demikian Anda dapat menyiapkan segala sesuatunya secara matang sebelum perusahaan yang baru Anda rintis hancur berantakan. (*/Nova/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/16711-hindari-kesalahan-ini-saat-memulai-bisnis.html

Wednesday, April 18, 2012

Inilah 6 Kesalahan Keuangan Entrepreneur Pemula

Views :990 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 18 April 2012 09:16
bisnis0412Ada beberapa kesalahan dalam mengelola keuangan yang kerap terjadi pada pebisnis pemula. Jika bisnis sudah mulai menapaki kesuksesan banyak yang terjebak pada kesalahan-kesalahan kelola keuangan. Yang pada akhirnya justru menjadikan gagalnya bisnis yang semestinya tidak perlu terjadi. Kesalahan mengelola keuangan tersebut terkadang tidak disadari oleh pebisnis pemula. Karena itu kita perlu jeli dalam mengenai kesalahan-kesalahan mengelola keuangan.

Setidaknya ada enam kesalahan mengelola keuangan yang banyak dilakukan pebisnis pemula. Hal ini dikemukakan Eric Johnson, senior client strategist di Signature, firma manajemen kekayaan yang berbasis di Norfolk, Virginia, Amerika Serikat.

Kesalahan-kesalahan mengelola keuangan dan cara mengatasinya adalah sebagai berikut:

1. Over investasi

Banyak pebisnis pemula menghabiskan dana untuk investasi yang tidak perlu, demi alasan prestise misalnya. Alih-alih meningkatkan produktivitas justru akan menghabiskan modal dan tabungan. Solusinya adalah gunakan setiap uang yang dimiliki untuk menciptakan produk yang baik, dan tunjukkan kepada pengguna.

2. Tidak menggaji diri sendiri

Pemilik bisnis muda cenderung menanamkan semua sumber daya ke dalam bisnis tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Sulit jika bisnis harus membiayai kehidupan pribadi Anda. Seperti karyawan yang lain, berikan gaji secukupnya untuk Anda sendiri untuk memastikan keuangan pribadi Anda tetap sehat dan terpisah dari bisnis. Namun, jangan mentang-mentang Anda pemilik bisnis lantas memberi gaji tinggi untuk Anda. Anda harus menyediakan cukup banyak dana untuk bisnis Anda supaya tetap dapat beroperasi dalam masa-masa sulit.

3. Tidak mempertimbangkan kemungkinan terburuk

Kalangan muda sering berpikir bahwa mereka sangat berpotensi dan tak mungkin gagal. Akan tetapi, siapa pun bisa gagal, dan Anda perlu membuat rencana setelah memprediksi kemungkinan terburuk.

Buat sebuah rencana pengganti dan beberapa bentuk asuransi untuk mendukung bisnis ketika Anda tak mampu menjalankannya. Jika Anda mempunyai rekanan dan bisnis Anda tidak mudah dijual, Eric Johnson menyarankan untuk membuat suatu perjanjian jual-beli. Perjanjian ini mengatur apa yang terjadi jika salah satu pemilik bisnis meninggal, dan biasanya mencakup komponen asuransi yang menyediakan dana apabila sewaktu-waktu terjadi sesuatu pada pemilik bisnis.

4. Mencampur aset bisnis dan pribadi

Entah itu menjamin pinjaman secara pribadi atau meminta orangtua Anda membeli rumah kedua, meningkatkan aset pribadi untuk tujuan bisnis tidak akan baik bagi kondisi keuangan pribadi. Mengapa demikian? Bayangkan, ketika bisnis Anda menurun, para kreditor bisa saja mengejar aset pribadi Anda.

5. Menggunakan kartu kredit pribadi untuk tujuan bisnis

Akan sangat berisiko jika Anda bergantung pada kartu kredit pribadi untuk membiayai usaha ketika bank tidak bersedia memberikan dana untuk Anda. Anda bisa saja tergoda untuk men-charge hal-hal yang tidak seharusnya pada kartu kredit pribadi. Mencampur tagihan bisnis dan pribadi bisa menimbulkan kekacauan organisasi. Jika bisnis Anda diaudit, Anda tentu harus menyediakan catatan pengeluaran bisnis paling tidak tiga tahun ke belakang. Mampukah Anda menyediakannya? Sudah pasti tidak. Jadi, sebaiknya Anda membuat kartu kredit khusus untuk urusan bisnis, dan hanya digunakan untuk pengeluaran bisnis yang penting.

6. “Merampok” kas perusahaan

Ketika berhasil melakukan penjualan yang hebat dalam dua atau tiga bulan, pengusaha muda biasanya akan menjadi kelewat percaya diri. Pengusaha yang belum berpengalaman kemudian akan mulai menghabiskan arus kas perusahaan tanpa pandang bulu. Ambil contoh, ketika membutuhkan mobil operasional, mereka akan membeli mobil-mobil terbaik (dalam arti dengan merek terbaik dan harga yang lebih mahal), lalu menyadari bahwa pada beberapa bulan berikutnya ternyata tidak terjadi penjualan yang berarti. (*/ian)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/16153-inilah-6-kesalahan-keuangan-entrepreneur-pemula.html

Tuesday, March 27, 2012

5 Kesalahan Fatal dalam Berbisnis

Views :848 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 27 Maret 2012 09:08
bisnis_gagal0312Gagal dalam berbisnis memang momok menakutkan. Sering dikatakan bahwa lebih dari separuh bisnis baru, gagal di tahun pertama. Pendapat ini tidak sepenuhnya benar. Menurut Small Business Association (SBA), hanya sekitar 30 persen dari bisnis baru yang gagal di dua tahun pertama, 50 persen di tahun kelima, dan 66 persen selama 10 tahun pertama. Hanya 25 persen yang berhasil meneruskan bisnis hingga 15 tahun ke atas.

Kita memang tidak bisa memprediksi sebuah bisnis akan berhasil atau gagal. Namun, kita bisa belajar dari kesalahan orang lain yang pernah mengalami kegagalan. Apa saja kesalahan mereka dalam berbisnis?

1. Tidak ada perencanaan

Berkali-kali mendatangi seminar bisnis atau membaca profil pengusaha sukses seringkali membuat kita terdorong untuk segera memulai bisnis sendiri. Tak ada yang salah dengan semangat tersebut. Tapi hati-hati, menjalankan bisnis hanya bermodal semangat, salah-salah akan berujung pada kebangkrutan. Agar itu tidak terjadi, selalu dampingi semangat menggebu tersebut dengan perencanaan matang. Tentukan dulu visi, sasaran, dan arah bisnis yang akan Anda geluti. Termasuk menggali informasi lebih banyak tentang bisnis tersebut, bagaimana dan di mana membeli bahan bakunya, siapa saja yang akan menjadi konsumen, serta di mana dan bagaimana memasarkannya. Intinya, bila ingin usaha bertahan jangan memulai usaha sebelum Anda melakukan survei pasar.

2. Pemasaran yang lemah

Di awal usaha, kita pasti tergoda untuk memproduksi sebanyak-banyaknya produk agar segera mencicip keuntungan berlipat. Tak salah memang, asal kita tahu bagaimana memasarkan produk tersebut. Jelilah memanfaatkan setiap celah untuk mempromosikan produk Anda. Tak perlu nekat memasang iklan di media massa bila modal Anda tak memungkinkan untuk itu. Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mempromosikan produk pada calon konsumen, seperti melalui media sosial atau mailing list. Tapi ingat, jangan melupakan netiket karena jika salah berpromosi, bukannya mendapatkan pembeli, promo produk Anda bisa dianggap spam.

3. Manajemen yang buruk

Bukan berarti kita harus memiliki latar belakang manajemen atau akuntansi untuk menjadi pebisnis sukses. Kita bisa belajar membuat arsip dan catatan yang baik setiap transaksi yang terjadi. Tak ada salahnya juga bila Anda membuat catatan rinci seputar tahapan apa saja yang sudah dilakukan. Dengan pencatatan yang baik, kita bisa mengevaluasi, apakah bisnis yang sudah berjalan semakin dekat dengan keuntungan berlipat atau justru ancaman jurang kebangkrutan.

4. Pegawai tak terkendali

Tak salah memang bila membayangkan bisnis yang akan Anda geluti mempekerjakan banyak pegawai. Tapi apakah Anda betul-betul membutuhkan pegawai di saat bisnis baru berjalan? Banyak pengusaha sukses yang memulai usahanya dengan menjalankan sendiri bisnisnya. Mereka baru merekrut pegawai ketika bisnis sudah berkembang. Jangan buru-buru merekrut pegawai bila belum membutuhkannya. Sebaiknya, rekrut pegawai hanya ketika bisnis sudah berkembang pesat dan Anda sudah merumuskan job description bagi calon pegawai Anda. Tak perlu dalam jumlah banyak, cukup rekrut sesuai yang Anda butuhkan. Pastikan juga bahwa orang yang direkrut memenuhi kriteria.

5. Terlalu cepat menarik uang

Siapa yang tak tergiur melihat rekening di bank membengkak akibat keuntungan bisnis yang berlipat? Hati-hati, konon banyak pengusaha pemula yang akhirnya gulung tikar hanya karena tidak tahan untuk tidak menghabiskan uang hasil keuntungan tersebut. Pisahkan rekening pribadi dengan rekening usaha agar tidak tergoda untuk menghabiskannya. Sebaiknya manfaatkan keuntungan tersebut untuk mengembangkan dan melakukan ekspansi bisnis. (*/Kompas.com)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/15567-5-kesalahan-fatal-dalam-berbisnis.html

Sunday, January 22, 2012

6 Kesalahan Gaya dan Eksekusi Business Plan

Views :514 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 22 Januari 2012 13:50

business-plan-writerKesalahan Gaya


Tata bahasa dan ejaan kacau
Jika Anda membuat kesalahan yang konyol dalam business plan Anda, hal apa yang akan mereka katakan tentang bagaimana Anda menjalankan bisnis Anda kelak? Gunakan alat pemeriksa ejaan dan tata bahasa sebelum menyerahkan business plan pada orang lain, atau jika ingin lebih baik lagi , minta bantuanlah kepada teman Anda yang mengetahui kemampuan berbahasa yang baik. Minta nasihat dan konsultasi singkat dengan entrepreneur lain atau mentor jika ditemui kesalahan dalam business plan. Lakukan apa saja yang mungkin untuk menyempurnakan business plan.

Sering mengulang ide
Sering kita temui uraian dari poin yang sudah dijelaskan sebelumnya, padahal pembaca sudah bosan. Business plan yang baik harus mencakup poin-poin penting hanya maksimal 2 kali! Satu kali di executive summary dan sekali lagi di isi business plan dengan lebih rinci.

Tampilan berpengaruh
Kapanpun juga seorang investor bisa memiliki lusinan atau bahkan ratusan business plan yang menanti dibaca. Jadikan business plan Anda menduduki yang teratas dengan memastikan bahwa sampulnya menarik, bersih dan rapi. Cara menjilidnya juga baik. Halaman yang dicetak juga mudah dibaca dan tertata rapi. Fontasi atau jenis huruf juga cukup nyaman di mata. Namun jangan berlebihan dalam urusan gaya. Cukup sewajarnya.




Kesalahan pelaksanaan atau eksekusi

Menunggu hingga terlambat
Proses pengumpulan modal butuh waktu lama. Umumnya, dibutuhkan antara 6 hingga 1 tahun penuh dari saat memulai business plan hingga Anda memiliki uangnya di bank.
Jangan menunda. Tim manajemen Anda harus siap berinvestasi sekitar 500 jam untuk wujudkan rencana ini. Jika Anda terlalu sibuk membangun produk, perusahaan atau pelanggan Anda, pertimbangkan untuk mendapatkan tenaga luar untuk tangani pengembangan business plan.


Tidak mencari pendapat luar
Pastikan bahwa Anda setidaknya memiliki beberapa orang di luar bisnis Anda untuk dimintai pendapat tentang business plan sebelum mengirimkannya.
Lebih baik lagi jika orang-orang itu memahami pasar Anda, mengerti strategi penjualan dan distribusi Anda, pasar pemodal ventura, dan sebagainya.

Rencana Anda mungkin terlihat sempurna saat dilihat sekilas tetapi itu mungkin karena Anda sudah memikirkannya begitu lama. Ulasan yang objektif dan mendalam dari orang luar diperlukan untuk memberikan perspektif segar yang bermanfaat.


Berlebihan dalam menyusun business plan
Anda boleh saja habiskan hari-hari Anda menyempurnakan business plan agar makin sempurna.Banyak waktu Anda yang harusnya bisa dicurahkan untuk bekerja menyempurnakan produk, perusahaan dan membangun basis pelanggan. Pada saat yang sama, Anda juga perlu memicu dan menyebarkan business plan itu pada sejumlah investor. Bila reaksinya bagus, dan mereka ingin bekerjasama lebih lanjut, Anda berhasil. Jika tanggapan yang diberikan negatif (dengan syarata Anda menemui investor yang kredibel) maka Anda bisa saja berada di jalur yang kurang sesuai. Dapatkan masukan dan kritik dari para investor dan jika ada konsensus umum yang timbul setelahnya, perbaikilah kembali. (sumber: caycon.com)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/14515-6-kesalahan-gaya-dan-eksekusi-business-plan-.html

Thursday, November 17, 2011

5 Kesalahan Mengelola Bisnis

Views :420 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 17 November 2011 10:52
bisnis_aman1111Dalam berbisnis, Anda perlu berhati-hati dan penuh perhitungan. Jika Anda telah salah langkah dan melakukan kesalahan, kegagalan telah mengintai bisnis Anda.

Tidak peduli seberapa pengalaman Anda dalam berbisnis, Anda terikat untuk mengalami masalah di beberapa titik. Kunci keberhasilan dalam bisnis adalah dengan cepat mengidentifikasi kesalahan-kesalahan Anda, belajar dari hal tersebut dan mencegah kesalahan yang sama terjadi lagi

Berikut beberapa kesalahan yang dibuat pebisnis ketika memulai dan mengelola bisnis  seperti dikutip dari laman CNBC:

1. Mencoba untuk mendapatkan kekayaan dengan cepat

Kesuksesan dalam bisnis biasanya membutuhkan waktu 15 sampai 20 tahun untuk mencapainya. Jika Anda mengharapkan untuk menjadi kaya dalam semalam, Anda mungkin menjadi berkecil hati dari awal dan menyerah untuk impian Anda sebelum waktunya. Ketahuilah bahwa keberhasilan membutuhkan waktu, ketekunan, dan sedikit keberuntungan. Berikan waktu bisnis Anda untuk tumbuh.

2. Mengasumsikan tidak memiliki pesaing

Bahkan jika Anda memiliki yang terbaru dan terbesar Anda tidak boleh berasumsi bahwa Anda tidak memiliki persaing. Kompetisi adalah lebih dari sekadar berhadapan langsung. Persaingan juga meliputin semua alternatif yang tersedia.

3. Menjadi pemimpin yang lemah

Kesuksesan perusahaan tergantung pada Anda untuk menjadi pemimpin yang efektif dan kuat. Seorang pemimpin besar menetapkan target perusahaan, berkomunikasi terus-menerus, dan menginspirasi tim untuk mendapatkan ke tingkat berikutnya.

4. Menjadikan semua bisnis setiap saat

Banyak pengusaha menempatkan kehidupan pribadi mereka ditahan untuk fokus secara eksklusif pada bisnis mereka. Pada akhirnya, keduanya menderita. Tidak ada pertanyaan tentang bisnis Anda yang membutuhkan perhatian penuh dan usaha. Sama seperti seorang atlet dalam pelatihan, Anda harus memiliki diet, benar-benar sehat, cukup istirahat. Keseimbangan kehidupan pribadi dan bisnis, dan Anda benar-benar akan tampil lebih baik di keduanya.

5. Menetapkan tujuan keuangan dengan tidak realistis

Tujuan yang tidak realistis tidak hanya menyakiti kredibilitas Anda, tetapi juga dapat menguras emosi. Tetapkan tujuan spesifik, terukur, akuntabel spesifik, realistis, dan tepat waktu untuk memastikan kemajuan yang berkelanjutan. Jika Anda melakukan ini, peluang Anda untuk menjadi sukses jauh lebih besar

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/12828-5-kesalahan-mengelola-bisnis.html

Wednesday, November 2, 2011

Empat Kesalahan Umum Finansial Startup

Views :1663 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 02 November 2011 15:18
money-mistakeSetiap bulan bisa saja bermunculan startup baru di dunia entrepreneurship. Formula, business plan, target, produk dan lain sebagainya bisa saja berbeda tapi ada satu hal persamaan secara mendasar yakni para startup ini membutuhkan manajemen keuangan yang tepat agar bisa survive.

Steve Strauss, penulis Get Your Business Funded: Creative Methods for Getting the Money You Need, memaparkan empat kesalahan finansial yang biasanya terjadi pada startup seperti dikutip dari laman Entrepreneur.com berikut ini.

Meremehkan biaya memulai usaha
Menurut Strauss kesalahan yang paling sering dibuat pelaku bisnis saat merintis usahanya adalah meremehkan jumlah modal yang mereka butuhkan. Biaya usaha, repaying untuk investor dan gaji untuk para pendiri adalah area estimasi yang cenderung mengalami kesalahan. Biasanya mereka terlalu meremehkan area-area tersebut sehingga mematok ongkos yang relatif rendah. Bila dalam kenyataannya ternyata pengeluaran tersebut lebih besar maka banyak yang akan mengeluh bahwa budget mereka telah mengalami kenaikan. Dan mereka tak siap menghadapinya.

Gagal dalam menetapkan biaya pemasaran
Media sosial, marketing melalui surat elektronik dan serangkaian kegiatan publisitas berbiaya rendah dianggap cocok untuk memperkenalkan bisnis Anda. Tapi ketika para pemilik usaha berpikir mereka bisa melangkah dengan biaya kecil untuk promosi, mereka biasanya mengalami masalah. Strauss berkata, “Satu-satunya cara untuk maju serta memperkenalkan bisnia Anda kepada masyarakat adalah dengan marketing dan iklan atau Anda tidak akan memiliki customer sama sekali”.

Beberapa orang berasumsi bahwa budget untuk marketing adalah 5 persen dari pendapatan tahunan tapi menurut Strauss setiap bisnis dapat menyesuaikan budget marketing-nya sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Misalnya saja, bisnis skala regional tidak bisa langsung dipatok sama dengan bisnis berskala nasional ataupun internasional. Masing-masing memiliki area marketing yang berbeda.

Tidak membuat anggaran untuk pajak
Pengetahuan mengenai pajak usaha sangat penting, bagi startup sekalipun. Bila pengetahuan mengenai pajak usaha ini minim, pelaku bisnis bisa meminta bantuan konsultan yang kompeten di bidangnya. Banyak pebisnis yang terperosok ketika berhubungan dengan pajak usaha ini. Banyak pebisnis startup yang tak membuat anggaran pengeluaran untuk pajak, itu adalah kesalahan besar.

Melakukan pengeluaran besar-besaran
Ketika memeroleh kredit usaha atau memiliki modal usaha yang cukup besar, godaan untuk memiliki kantor yang luas atau mempunyai banyak karyawan akan muncul dengan sendirinya. Menurut Strauss hal itu harus dihindari. Pembatasan dalam pengeluaran di saat merintis usaha sangat dianjurkan. Inventaris yang tak dibutuhkan seperti membeli furnitur baru misalnya, tidak perlu dilakukan di kala sedang merintis usaha.

“Bila ada anggaran, lebih baik dialokasikan untuk investasi jangka lama yang lebih menjanjikan bagi pertumbuhan bisnis Anda. Atau bila Anda tak ingin berinvestasi, anggaran itu bisa disimpan sebagai cadangan modal bila suatu saat diperlukan,” saran Strauss. (*/ely)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/12471-empat-kesalahan-umum-finansial-startup.html