Showing posts with label merek dagang. Show all posts
Showing posts with label merek dagang. Show all posts

Friday, August 3, 2012

Merek, Aset Istimewa Binis Anda

Hits : 207 PDF Cetak E-mail
Jumat, 03 Agustus 2012 10:22
merek0812Perkembangan dunia industri terus berkembang secara dinamis. Akibatnya, persaingan begitu ketat yang meningkatkan kesadaran para pelaku bisnis akan pentingnya dari sebuah merek atau brand. Bahkan untuk mendapatkan merek, banyak perusahaan besar yang berani membeli merek dari perusahaan besar juga. Sebagai contoh Salim Group (holding yang cukup besar di Indonesia) berani membeli merek Bimoli senilai Rp 25 miliar dari Sinarmas. Salim Group juga membeli banyak merek yang dianggap memiliki nilai ekuitas tinggi seperti Kopi Tugu Luwak dan Kecap Piring Lombok.

Merek merupakan aset yang mempunyai nilai tinggi, banyak orang menyebutnya dengan sebutan goodwill dan terpampang di neraca. Merek yang bagus akan memberikan jaminan pendapatan di masa yang akan datang.

Namun banyak yang berpikir, apakah arti sejatinya sebuah merek? Menurut David A. Aaker, merek adalah nama atau simbol yang bersifat membedakan (seperti sebuah cap, logo, atau sebuah kemasan) dengan maksud mengidentifikasi barang atau jasa dari seseorang penjual atau sebuah kelompok penjual tertentu. Dengan demikian suatu merek berfungsi membedakan suatu barang dan jasa dengan produk sejenis yang dihasilkan kompetitor.

Sedangkan menurut William J.Stanton, merek adalah sebuah nama, simbol, desain khusus atau beberapa kombinasi unsur-unsur tersebut yang dirancanguntuk mengidentifikasikan barang atau jasa yang ditawarkan.

Dengan demikian, dapat diambil sebuah garis lurus bahwa merek mempunyai dua unsur, yaitu nama yang terdiri dari huruf-huruf yang dapat terbaca, serta simbol. (*/DI)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/19056-merek-aset-istimewa-binis-anda.html

6 Nilai yang Terkandung dalam Sebuah Merek

Hits : 149 PDF Cetak E-mail
Jumat, 03 Agustus 2012 14:52
merek08
Brand atau merek lebih dari sekadar jaminan kualitas tertinggi, karena di dalamnya tercakup pengertian berikut ini:

1. Atribut produk,
seperti halnya mengenai kuaitas, gengsi, nilai jual kembali, desain, dan lain-lain. Mercedes menyatakan sesuatu yang mahal, produk yang dibuat dengan baik, terancang baik, tahan lama, pastinya bergengsi tinggi, dan sebagainya.

2. Manfaat, meskipun suatu brand atau merek membawa sejumlah atribut konsumen sebenarnya membeli manfaat dari produk tersebut. Dalam hal ini atribut merek diperlukan untuk diterjemahkan menjadi manfaat yang fungsional atau manfaat emosionalnya. Sebagai gambaran, atribut digambarkan sebagai objek yang "mahal", maka cenderung diterjemahkannya sebagai manfaat emosional, sehingga orang yang mengendarai Mercedes akan menganggap dirinya sendiri sebagai orang penting dan perlu dihargai.

3. Nilai,
merek juga menyatakan sesuatu tentang nilai produsen. Mercedes menyatakan produk yang berkinerja tinggi, aman, bergengsi, dan sebagainya. Dengan demikian produsen Mercedes juga mendapat nilai yang tinggi di mata masyarakat banyak.

4. Budaya, merek menggambarkankan pada budaya tertentu. Mercedes mencerminkan budaya Jerman yang terorganisir, konsisten, tingkat keseriusannya tinggi, efisien, dan berkualitas tinggi.

5. Kepribadian,
merek mencerminkan kepribadian tertentu. Sering kali produk tertentu menggunakan kepribadian orang yang terkenal untuk mendongkrak atau menopang merek produk-produknya.

6. Pemakai, merek menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau menggunakan produk tersebut. Pemakai merek Mercedes pada umumnya diasosiasikan dengan orang kaya, kalangan manager puncak, dan sebagainya. Pemakai Dimension Kiddies tentunya dari kalangan anak-anak.

Jadi, merek sendiri adalah nama, terminologi, tanda, simbol, desain atau kombinasi kelompok diantaranya, yang ditujukan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari suatu penjual atau kelompok penjual, dan untuk membedakannya dari pesaing. Beberapa bagian merek antara lain adalah nama merek, tanda merek, merek dagang, dan hak cipta.

Nama merek adalah bagian dari merek, di mana bagian dari merek yang dapat disebutkan atau dieja dengan lantang. Tanda merek adalah bagian dari merek yang tidak dapat dieja atau disebutkan, seperti simbol, desain, warna, atau huruf yang berbeda. Merek dagang adalah merek atau bagian merek yang diberikan untuk melindungi secara hukum yaitu melindungi penjual untuk menggunakan hak eksklusif untuk menggunakan nama atau tanda merek. Sedangkan hak cipta adalah hak hukum eksklusif yang diberikan untuk menggandakan, mempublikasikan, dan menjual segala sesuatu yang berbentuk buku, musik, karya artistik, seni dan lain sebagainya. (*DI)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/19069-6-nilai-yang-terkandung-dalam-sebuah-merek.html

Wednesday, August 1, 2012

5 Kiat Hindari Permasalahan Merek Dagang

PDF Cetak E-mail
Rabu, 01 Agustus 2012 13:42
Pendaftaran dan pencarian trademark atau merek dagang mungkin sangat memakan biaya, kadang begitu mahal hingga mencapai puluhan atau ratusan juta. Pelanggaran merek dagang bahkan akan lebih mahal. Untuk menghindari permasalahan yang bisa timbul, Donald. F. Kuratko mengatakan bahwa terdapat 5 aturan dasar yang perlu diikuti oleh para entrepreneur saat memilih merek dagang untuk bisnis baru mereka, sebagai berikut:
  • Hindarilah memilih nama perusahaan atau merek tanpa pertama-tama memastikan apakah merek itu sudah dipakai atau belum.
  • Bila penasihat hukum Anda mengatakan Anda memiliki permasalahan potensial dengan suatu merek, percayalah dengan penilaian dan pertimbangannya.
  • Carilah nama atau merek yang diciptakan secara kreatif dan imajinatif sebelum Anda memilih nama yang sangat sugestif atau deskriptif.
  • Kapanpun pertimbangan marketing atau yang lain mendikte penggunaan sebuah nama atau merek yang sudah sangat sugestif mengenai sebuah produk di pasaran, pilihlah logo yang berbeda dan khas untuk kata-kata sugestif atau deskriptif tersebut.
  • Hindari singkatan dan akronim sepanjang memungkinkan, dan saat tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh, pilihlah logo yang berbeda dalam singkatan atau akronim yang muncul. (*AP)
http://www.ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis.html


Friday, April 27, 2012

Resep Membuat Merek Anda Konsisten

Views :851 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 27 April 2012 08:56
CE-logoBrand atau merek merupakan ciri yang membedakan bisnis Anda dengan bisnis orang lain. Merek menunjukkan konsep dan cara Anda melakukan suatu bisnis. Lebih dari itu, merek juga merupakan cara Anda dalam berkomunikasi dengan dunia. Ibarat memasak, menciptakan suatu merek dengan komposisi yang sempuna, memerlukan kecermatan bahan dan cara mengolahnya.

Dalam membuat merek yang berhasil pada media komunikasi internet, pastikan Anda telah membangun reputasi yang kuat. Selain itu, merek Anda juga harus konsisten, dalam artian berada pada jalur yang jelas. Bagaimana caranya? Simak lima langkah berikut untuk mencapai branding yang konsisten.

1. Gunakan gambar, logo, dan gaya penulisan yang sama di semua media komunikasi
Merek, umumnya dikaitkan dengan kemampuan menggambarkan atau mendeskripsikan bisnis secara visual, padahal sebenarnya lebih dari itu. Merek seharusnya dapat mewakili cara Anda dalam melihat poduk Anda. Cara inilah yang harus sampai ke persepsi orang lain. Jadi, pastikan Anda menggunakan elemen-elemen yang konsisten untuk semua media Anda.

Artinya, desain grafis untuk semua materi promosi harus konsisten. Pastikan logo perusahaan Anda tersiar dengan warna, tipografi, dan pencitraan yang seragam. Media yang anda gunakan misalnya berupa e-mail, iklan pada situs jaringan sosial internet, maupun berupa materi cetakan. Gunakan logo atau foto Anda sebagai avatar, gantilah semua ikon yang bukan ikon bisnis Anda, supaya pembaca tahu siapa yang membuat posting tersebut.

Tentukan pesan utama bisnis Anda. Buatlah narasi yang optimistis, cerdas, serius, dapat dipercaya, serta meyakinkan. Dalam berkomunikai dengan pembaca Anda, gunakanlah bahasa dan nada yang mudah mereka terima, sehingga mereka akan mudah mengingatnya.

Merek Anda sebaiknya mewakili kebutuhan dan sasaran khalayak. Tentukan kata kunci yang dapat membuat khalayak teringat pada bisnis Anda. Perjelas jenis produk Anda, apakah berupa barang atau jasa. Banyak orang hanya tergoda untuk menggunakan media pemasaran yang sedang tren misalnya dengan menggunakan Twitter atau Facebook. Tapi jangan terkecoh. Lebih dari itu, isi iklan Anda harus konsisten dengan pesan yang sama.

2. Kelola dengan baik orang-orang yang mewakili nilai merek Anda
Yang dimaksud di sini adalah karyawan, staf pemasaran, atau siapapun yang berkomunikasi dengan pelanggan untuk menyampaikan pesan merek Anda. Ini adalah hal penting, terutama jika Anda mempekerjakan orang-orang tertentu untuk membuat posting di internet atas nama Anda atau merek Anda.

Membuat posting iklan atau blog di portal memang bisa jadi hal yang mudah. Namun jika tidak terkonsep dengan baik, justru bisa membahayakan bisnis Anda. Luangkan waktu untuk mendiskusikan tujuan Anda dengan tim Anda. Dan ingat, Anda tidak harus menggunakan semua media pemasaran di internet. Teliti dan cermatlah tentang kondisi pelanggan Anda, apakah mereka umumnya pengguna internet atau bukan.

3. Pisahkan akun pribadi dengan akun profesional
Misalnya Anda punya akun pribadi di Facebook. Di akun Anda itu Anda punya jaringan teman, keluarga, dan masyarakat umum. Lalu rekan bisnis Anda  menemukan akun pribadi Anda itu. Seiring perkembangan waktu, akun pribadi Anda akan banyak membicarakan bisnis. Tapi kontennya jadi campur aduk dan tidak sesuai lagi dengan tujuan bisnis, karena di sana Anda akan perlu mengatur bisnis dan mengatur relasi dengan keluarga dan teman sepergaulan. Akun Anda akan kelihatan berantakan. Rasanya tidak lucu jika klien bisnis Anda disuguhkan foto keluarga saat Anda libuan di pantai. Bisnis Anda jadi tidak terurus dan tidak terfokus.

Jadi, buatlah akun terpisah. Anda perlu merancang kesan yang berbeda untuk bisnis Anda, dan secara bersamaan tetap mengatur relasi dengan pelanggan. Hormati pelanggan Anda, dan jangan sampai mereka justru jadi lebih tertarik dengan hal-hal pribadi Anda. Anda memang perlu (bahkan harus) menunjukkan beberapa sisi kepribadian Anda kepada mereka, karena hal itu merupakan bagian dari brand yang Anda jual. Tapi lakukanlah sebatas hanya memberi tahu tentang dunia bisnis, pekerjaan, dan keahlian industri Anda.

4. Gabungkan media pemasaran surat elektronik dengan media lain
Buatlah posting yang konsisten dengan pesan merek Anda. Publikasikanlah kisah sukses pelanggan Anda. Dalam ilmu komunikasi pemasaran, tidak ada cara yang lebih efektif dibanding testimoni kisah kesenangan pelanggan Anda dalam menggunakan brand Anda.

5. Pantau respon pembaca
Perhatikanlah, apakah bisnis Anda sesuai dengan merek yang Anda janjikan? Anda harus sering-sering mengecek website, situs jaringan sosial, atau blog. Perhatikan komentar positif dan negatif mereka tentang bisnis Anda. Coba ketik di mesin percari nama merek Anda dengan kata kunci ‘review’ atau ‘komentar’. Setelah itu lihat apa yang pembaca katakan tentang bisnis Anda, tentang industri Anda, dan tentang pesaing Anda.

Anda perlu memperkuat brand dalam semua media komunikasi. Cara ini akan membantu pelanggan Anda dalam memahami manfaat yang Anda tawarkan, dan apa keunggulan bisnis Anda. Pastikan semua koki di dapur Anda mampu mewakili merek Anda secara konsisten untuk semua media. Jika mereka berhasil mengelolanya, bisnis Anda dijamin akan cepat berkembang, dan akan semakin banyak pelanggan yang puas.

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/16378-resep-membuat-merek-anda-konsisten.html

Monday, April 9, 2012

Alasan Merek yang Banyak Dibenci Lebih Berkembang

Views :692 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 09 April 2012 16:01
pelangganHal yang paling diidamkan oleh pemilik merek ialah memiliki cinta dan kesetiaan tertinggi dari pelanggannya. Merek-merek dunia seperti Apple, Google, Southwest Airlines dan sebagainya bekerja keras untuk meraih kesetiaan pelanggan dan mereka mampu melampaui prestasi pesiang karena ekutas merek yang telah dibangun dengan konsisten sejak lama.

Namun bagaimana dengan merek yang tak disukai pelanggan? Anehnya sebagian merek yang dibenci oleh pelanggannya sendiri itu justru mampu bertahan dan bahkan berkembang besar.

Dua contoh jenis merek yang dibenci oleh pelanggannya tetapi tetap bisa berkembang adalah merek-merek yang bergerak dalam dunia supermarket dan maskapai penerbangan. Sebuah studi oleh Consumer Reports menyatakan bahwa Walmart merupakan merek yang hampir menduduki urutan terbawah saat dikaitkan dengan pendapat konsumen padahal dlama kenyataannya Walmart-lah yang menjadi supermarket terbesar di negeri paman Sam, lebih sibuk daripada para pesaingnya yang lebih disukai pelanggan.

Sementara itu, merek maskapai penerbangan ialah jenis merek lainnya yang paling banyak menuai kebencian dan ketidakpuasan di antara pelanggan. Brian Solis menyatakan banyak kata-kata negatif yang ditemukan dalam social media jika dikaitkan dengan opini konsumen mengenai pelayanan maskapai penerbangan.

Terdapat penjelasan yang sederhana atas fenomena ini. Merek-merek yang dibenci ini makin berkembang karena pelanggan akan terus berhadapan dengan merek yang mereka benci dengan syarat merek yang dibenci itu memiliki kelebihan dan kekuatan lain yang amat kuat dan tak bisa disaingi. Faktor-faktor penting itu ialah harga, kenyamanan, dan ketersediaan yang mudah. Ini semua banyak mempengaruhi keberlangsungan usia sebuah merek meski merek itu dibenci banyak orang sekalipun.

Dalam kasus Walmart misalnya, layanan yang lama dan buruk atau toko yang kacau akan bisa ditolerir saat pelanggan mendapati mereka bisa menghemat 10-20 dollar saat membayar di kasir. Di sini terlihat besarnya kontribusi pragmatisme yang erdasarkan logika dibandingkan faktor kesukaan atau preferensi yang lebih  berdasarkan pada emosi.

Namun, jangan terlalu mengandalkan faktor-faktor pendukung tadi sebagai andalan dalam memastikan keberlangsungan mereka Anda dalam jangka panjang. Anda juga harus mempertimbangkan kemungkinan mucnulnya para pesaing baru yang bisa merebut konsumen Anda karena mereka juga memiliki faktor-faktor tersebut. Kemungkinan yang terburuk saat Anda terlalu andalkan faktor signifikan tadi dibandingkan kesetiaan konsumen ialah beralihnya konsumen saat ada pesaing yang menawarkan layanan atau produk lebih baik. (*AP)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/53-pelayanan-konsumen/15924-alasan-merek-yang-banyak-dibenci-lebih-berkembang.html

Saturday, April 7, 2012

12 Tips Dapatkan Merek Dagang yang Efektif

Views :357 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 07 April 2012 07:48
merekkkSebuah merek dagang yang efektif bagi sebuah usaha sangatlah penting, terutama dalam pemasaran dan penjualan. Pemasaran dan penjualan produk dan jasa Anda akan berjalan relatif lebih lancar jika merek dagang Anda menarik bagi para pelanggan.

Inilah 12 tips yang dapat Anda laksanakan untuk mendapatkan merek dagang yang efektif bagi usaha Anda.

Langkah 1: Pilih nama yang berdaya pembeda
Mungkin ini bukan hal baru lagi, tetapi ini adalah syarat pertama dan fundamental untuk memilih sebuah nama bagi merek dagang. Nama yang terdengar mirip dengan kompetitor Anda yang sudah eksis dalam bidang usaha yang Anda tekuni tidak akan efektif dalam mendongkrak popularitas usaha dan merek dagang Anda, karena itu hanya akan membuat Anda terjebak dalam persengketaan hukum yang pelik, menguras tenaga, uang serta waktu bila pesaing Anda mengajukan keberatan dengan merek dagang Anda itu. Ingatlah bahwa semakin berbeda merek dagang Anda dari para pesaing, semakin besar peluang usaha Anda untuk maju dan berkembang.

Langkah 2: Pilih yang tidak membingungkan
Pernahkah Anda merasa kesulitan melafalkan nama sebuah benda kemudian Anda memutuskan untuk tidak menyebutkannya dan cenderung melupakannya? Begitulah yang dapat terjadi pada merek dagang yang terlalu 'unik'. Meskipun harus terdengar unik dan berbeda, bukan berarti Anda harus membuat sesuatu yang terlalu aneh dan di luar jangkauan pengetahuan orang.

Langkah 3: Hindari merek dagang yang tidak dapat didaftarkan.
Tidak ada gunanya mencoba untuk mendaftarkan nama-nama yang tidak memenuhi syarat. Dengan mendaftarkannya ke pihak yang berwenang, merek Anda akan terlindung dari niat jahat para pesaing dan  Anda mendapatkan hak kepemilikan yang pantas Anda dapatkan. Di bawah Anda akan ketahui bahwa ada nama-nama yang harus Anda hindari untuk digunakan sebagai merek dagang.

Langkah 4: Hindari kata-kata yang bersifat deskriptif.
Kata-kata deskriptif misalnya adalah "Deterjen Bubuk", "Telepon Selular", atau "Gula Merah". Semua kata-kata tersebut menggambarkan karakteristik yang melekat pada benda tertentu. Jika kata-kata seperti ini didaftarkan, kemungkinan besar Anda akan ditolak karena persetujuan terhadap merek dagang seperti itu hanya akan membuat banyak orang harus menghindari pemakaian istilah "Deterjen Bubuk" dalam kemasan deterjen mereka. Padahal itu semestinya adalah istilah yang umum dan bisa digunakan siapa saja tanpa harus mendapatkan ijin.

Langkah 5: Singkirkan nama depan.
Nama-nama yang sering digunakan sebagai nama depan seseorang biasanya tidak dapat didaftarkan sebagai merek dagang. Mengapa? Bayangkan betapa banyaknya orang memiliki nama seperti merek dagang Anda. Apakah pelanggan akan dengan mudah mengingat merek Anda? Merek "Kopi Arabica Pak Joko", misalnya, adalah contoh dari merek dagang yang harus dihindari. Selain karena mengandung istilah yang bersifat deskriptif ("Kopi Arabica"), juga terdapat nama yang sangat sering digunakan sebagai nama depan orang ("Pak Joko").

Langkah 6: Buatlah merek dagang yang jelas dan tidak membingungkan pelanggan.
Sebuah merek dagang yang baik sebaiknya membuat pelanggan tahu bahwa barang yang akan ia beli berbeda dari barang lain yang sejenis yang telah ada lebih dahulu di pasaran. Misalnya nama "Babie" untuk sebuah produk boneka mainan adalah merek dagang yang membuat pelanggan bingung (dan jika tidak teliti, tertipu) karena sebelumnya telah ada merek dagang yang lebih dahulu terkenal dan familiar di telinga konsumen, yaitu "Barbie". Hal ini selain tidak membuat produk dan layanan Anda berbeda dari pesaing, juga akan membuat Anda harus menghadapi tuntutan hukum yang sebenarnya tidak perlu dan bisa dihindari. Sebagai tindakan pencegahan, lakukan penelitian seksama terhadap direktori merek dagang yang dimiliki oleh badan berwenang (dalam hal ini Ditjen HKI).

Langkah 7: Gunakan kata-kata yang unik dan berbeda.
Hal ini dilakukan agar Anda mendapatkan sebuah merek dagang yang sebisa mungkin unik serta berbeda dari yang lain. Maka dari itu, jangan gunakan kata-kata yang bersifat general atau mencakup makna yang luas, misalnya "bagus", "ekonomis", "efisien", "mewah", dan sebagainya. Meskipun membawa konotasi dan asosiasi positif, kata-kata tersebut terlalu umum dan sering digunakan orang. Merek dagang Anda aka tenggela dan sulit dibedakan dari kompetitor.

Langkah 8: Hindari akronim tiga huruf serta angka.
Mengapa harus Anda hindari? Karena akronim biasanya sulit diingat (meski ada beberapa pengecualian seperti IBM dan ATT yang tetap mudah diingat meski adalah akronim), berlawanan dengan kata-kata terutama yang dicetak warna-warni yang akan lebih mudah diingat.  Angka juga cenderung dilupakan lebih mudah.

Langkah 9: Gunakan kata-kata temuan.
Kata-kata temuan adalah kata-kata yang tidak dapat kita jumpai di kamus bahasa mana pun dan diciptakan secara kreatif oleh manusia. Di masa sekarang, kata-kata seperti inilah yang sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar untuk menarik pelanggan, contohnya Verizon, Spandex, Exxon, Kodak, dan sebagainya. kelompok kata ini ideal untuk dijadikan merek dagang karena unik dan bukan kata yang umum digunakan orang untuk menggambarkan sesuatu. Untuk menciptakan kata yang unik, Anda cukup gabungkan beberapa kata yang mencerminkan usaha/ produk/ jasa Anda.

Langkah 10: Pertimbangkan nama tumbuhan atau hewan.
Nama hewan atau tumbuhan yang menncerminkan  sifat atau karakteristik tertentu yang sesuai dengan produk Anda mungkin akan  lebih mudah diingat dan menarik.

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/15855-12-tips-dapatkan-merek-dagang-yang-efektif.html

Monday, January 16, 2012

Langkah-langkah Membuat Merek Dagang yang Efektif

Views :343 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 16 Januari 2012 09:49
merek0112Sebuah merek dagang yang efektif bagi sebuah usaha sangatlah penting, terutama dalam pemasaran dan penjualan. Pemasaran dan penjualan produk dan jasa Anda akan berjalan relatif lebih lancar jika merek dagang Anda menarik bagi para pelanggan.

Inilah beberapa langkah yang dapat Anda laksanakan untuk mendapatkan merek dagang yang efektif bagi usaha Anda.

Pilih nama yang berdaya pembedaMungkin ini bukan hal baru lagi, tetapi ini adalah syarat pertama dan fundamental untuk memilih sebuah nama bagi merek dagang. Nama yang terdengar mirip dengan kompetitor Anda yang sudah eksis dalam bidang usaha yang Anda tekuni tidak akan efektif dalam mendongkrak popularitas usaha dan merek dagang Anda, karena itu hanya akan membuat Anda terjebak dalam persengketaan hukum yang pelik, menguras tenaga, uang serta waktu bila pesaing Anda mengajukan keberatan dengan merek dagang Anda itu. Ingatlah bahwa semakin berbeda merek dagang Anda dari para pesaing, semakin besar peluang usaha Anda untuk maju dan berkembang.

Pilih yang tidak membingungkanPernahkah Anda merasa kesulitan melafalkan nama sebuah benda kemudian Anda memutuskan untuk tidak menyebutkannya dan cenderung melupakannya? Begitulah yang dapat terjadi pada merek dagang yang terlalu 'unik'. Meskipun harus terdengar unik dan berbeda, bukan berarti Anda harus membuat sesuatu yang terlalu aneh dan di luar jangkauan pengetahuan orang.

Hindari merek dagang yang tidak dapat didaftarkanTidak ada gunanya mencoba untuk mendaftarkan nama-nama yang tidak memenuhi syarat. Dengan mendaftarkannya ke pihak yang berwenang, merek Anda akan terlindung dari niat jahat para pesaing dan Anda mendapatkan hak kepemilikan yang pantas Anda dapatkan. Di bawah Anda akan ketahui bahwa ada nama-nama yang harus Anda hindari untuk digunakan sebagai merek dagang.

Hindari kata-kata yang bersifat deskriptifKata-kata deskriptif misalnya adalah "Deterjen Bubuk", "Telepon Selular", atau "Gula Merah". Semua kata-kata tersebut menggambarkan karakteristik yang melekat pada benda tertentu. Jika kata-kata seperti ini didaftarkan, kemungkinan besar Anda akan ditolak karena persetujuan terhadap merek dagang seperti itu hanya akan membuat banyak orang harus menghindari pemakaian istilah "Deterjen Bubuk" dalam kemasan deterjen mereka. Padahal itu semestinya adalah istilah yang umum dan bisa digunakan siapa saja tanpa harus mendapatkan izin.

Singkirkan nama depanNama-nama yang sering digunakan sebagai nama depan seseorang biasanya tidak dapat didaftarkan sebagai merek dagang. Mengapa? Bayangkan betapa banyaknya orang memiliki nama seperti merek dagang Anda. Apakah pelanggan akan dengan mudah mengingat merek Anda? Merek "Kopi Arabica Pak Joko", misalnya, adalah contoh dari merek dagang yang harus dihindari. Selain karena mengandung istilah yang bersifat deskriptif ("Kopi Arabica"), juga terdapat nama yang sangat sering digunakan sebagai nama depan orang ("Pak Joko").

Buatlah merek dagang yang jelas dan tidak membingungkan pelangganSebuah merek dagang yang baik sebaiknya membuat pelanggan tahu bahwa barang yang akan ia beli berbeda dari barang lain yang sejenis yang telah ada lebih dahulu di pasaran. Misalnya nama "Babie" untuk sebuah produk boneka mainan adalah merek dagang yang membuat pelanggan bingung (dan jika tidak teliti, tertipu) karena sebelumnya telah ada merek dagang yang lebih dahulu terkenal dan familiar di telinga konsumen, yaitu "Barbie". Hal ini selain tidak membuat produk dan layanan Anda berbeda dari pesaing, juga akan membuat Anda harus menghadapi tuntutan hukum yang sebenarnya tidak perlu dan bisa dihindari. Sebagai tindakan pencegahan, lakukan penelitian seksama terhadap direktori merek dagang yang dimiliki oleh badan berwenang (dalam hal ini Ditjen HKI).

Gunakan kata-kata yang unik dan berbedaHal ini dilakukan agar Anda mendapatkan sebuah merek dagang yang sebisa mungkin unik serta berbeda dari yang lain. Maka dari itu, jangan gunakan kata-kata yang bersifat general atau mencakup makna yang luas, misalnya "bagus", "ekonomis", "efisien", "mewah", dan sebagainya. Meskipun membawa konotasi dan asosiasi positif, kata-kata tersebut terlalu umum dan sering digunakan orang. Merek dagang Anda akan tenggela dan sulit dibedakan dari kompetitor.

Hindari akronim tiga huruf serta angkaMengapa harus Anda hindari? Karena akronim biasanya sulit diingat (meski ada beberapa pengecualian seperti IBM dan ATT yang tetap mudah diingat meski adalah akronim), berlawanan dengan kata-kata terutama yang dicetak warna-warni yang akan lebih mudah diingat. Angka juga cenderung dilupakan lebih mudah.

Gunakan kata-kata temuanKata-kata temuan adalah kata-kata yang tidak dapat kita jumpai di kamus bahasa mana pun dan diciptakan secara kreatif oleh manusia. Di masa sekarang, kata-kata seperti inilah yang sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar untuk menarik pelanggan, contohnya Verizon, Spandex, Exxon, Kodak, dan sebagainya. kelompok kata ini ideal untuk dijadikan merek dagang karena unik dan bukan kata yang umum digunakan orang untuk menggambarkan sesuatu. Untuk menciptakan kata yang unik, Anda cukup gabungkan beberapa kata yang mencerminkan usaha/produk/jasa Anda.

Pertimbangkan nama tumbuhan atau hewan
Nama hewan atau tumbuhan yang menncerminkan  sifat atau karakteristik tertentu yang sesuai dengan produk Anda mungkin akan lebih mudah diingat dan menarik.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/14348-langkah-langkah-membuat-merek-dagang-yang-efektif.html

Monday, December 12, 2011

Bagaimana Membangun Merek Baru ala Donald Trump

Views :630 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 12 Desember 2011 14:01
donald_trumpUntuk membangun merek, Anda haruskan untuk mengembangkan strategi merek. Karena Anda membangun merek baru, kanvas masih kosong sehingga pilihan utama Anda ialah menentukan pasar sasaran dan penempatan merek. Karena pelanggan yang dibidik mungkin tidak mengetahui Anda, Anda membutuhkan tekanan yang lebih besar pada konten dan penentuan waktu komunikasi merek Anda.

Bila Anda tengah kebingungan bagaimana langkah yang harus diambil untuk membangun merek dengan lebih baik, uraian berikut ini bisa jadi adalah jawaban untuk itu.

Langkah 1:Pahami pelanggan Anda
Seperti biasa, upaya membangun merek dimulai dengan secara menyeluruh memahami pelanggan Anda, mengapa dan bagaimana mereka membeli dan apa keuntungan yang mereka dapatkan. Jika Anda adalah seorang entrepreneur yang memulai sebuah perusahaan untuk jasa konsultan perkawinan. Anda harus berbicara dengan konsumen potensial dan temukan apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka sukai atau benci tentang jasa yang Anda tawarkan.

Langkah 2: Evaluasi produk atau jasa Anda
Apa yang produk atau jasa Anda lakukan dengan baik? Apakah ia memberikan manfaat yang dikehendaki pelanggan potensial? Apakah Anda memiliki keuntungan kompetitif yang memungkinkan Anda untuk melakukan keuntungan tersebut?
Jika Anda tidak menemukan keuntungan kompetitif, Anda seharusnya mungkin tidak mencoba untuk menjual produk atau jasa tertentu kepada pelanggan dalam pasar tertentu. Sebuah produk atau jasa tanpa keuntungan kompetitif (dan dengan demikian tidak memiliki keuntungan man

Langkah 3: Pilih pasar yang akan dibidik
Pasar yang dibidik oleh Anda ialah para pelanggan potensial yang menjadi fokus upaya pembangunan merek Anda. Anda bisa memilih berdasarkan kemampuan relatif anda untuk memenangkan hati konsumen ini dan berfokus pada daya tarik pasar sehubungan dengan penghasilan, laba atau arus kas dan kemudian mengembangkan posisi merek yang Anda yakini akan menarik konsumen.


Langkah 4: Tentukan posisi merek yang Anda hendaki
Setelah memilih pasar yang menjadi target, Anda bisa, menentukan posisi merek yang lebih sesuai.Untuk itu And aharus lebih jeli mengamati dan meneliti medan pertempuran.

Langkah 5: Desain dan impelementasikan strategi komunikasi Anda
Umumnya akan lebih mudah untuk membangun merek lebih awal daripada kemudian. Semakin lama Anda menunggu, semakin tinggi peluang Anda berbenturan dengan pesaing yang memiliki posisi merek serupa dan semakin tinggi peluang Anda untuk menemukan pelanggan yang tak lagi tertarik dengan produk atau jasa yang Anda miliki.(*Akhlis)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/bina-usaha/49-rencana-bisnis/13408-bagaimana-membangun-merek-baru-ala-donald-trump.html

Friday, November 18, 2011

Merek Harus Mengikuti Perkembangan Pasar

Views :96 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 18 November 2011 13:29
branding1111Pernahkah Anda mempertanyakan sebuah situasi di mana kerap kali ditemukan seseorang berpikir telah melakukan branding dan mengalami kegagalan dalam membangun brand tersebut.

Pada akhirnya, banyak pelaku bisnis yang sering menyalahkan proses branding sebagai sesuatu yang sia-sia dilakukan dan banyak memakan biaya percuma. Lalu, memilih kembali bertumpu dengan gaya-gaya konvensional. Dari sejumlah pengalaman yang didapat selama bertahun-tahun di dalam industri branding, hasilnya sangatlah mengejutkan. Khususnya di Indonesia, hingga saat ini proses pembangunan branding masih banyak disalahartikan dengan definisi sebatas pembuatan logo yang bagus, kolateral yang menarik, hingga sekadar menjalankan proses pendaftaran paten/ hak cipta dari logo tersebut. Ingatlah bahwa brand Anda mungkin saja sangat dikenal oleh masyarakat (high brandawareness) namun belum dapat dipastikan apakah brand itu menjadi pilihan (brand retention and brand loyalty).

Bayangkan Anda hendak membeli sebuah telepon genggam. Tentunya hal pertama yang biasanya menjadi pertimbangan adalah harga. Selain itu, jika memungkinkan, pilih model dengan teknologi teranyar dari semua yang tersedia. Di masa era perdagangan bebas dan globalisasi seperti saat ini banyak merek-merek telepon genggam baru yang bermunculan.

Produknya didukung berbagai fitur dengan variasi harga yang ditawarkan. Pembeli kebanyakan mencari merek-merek lain yang memiliki model serupa dan mungkin dengan spesifikasi dan harga yang jauh lebih rendah. Apa yang dapat kita pelajari dari situasi seperti ini? Situasi terburuknya adalah saking banyaknya produk serupa sehingga ketika merek yang ada disamarkan dalam sebuah uji produk, banyak konsumen mengalami kesulitan dalam melakukan proses identifikasi. Artinya, akibat tuntutan pasar yang demikian hebat, banyak produsen yang akhirnya terlalu terbawa arus tren tanpa memikirkan diferensiasi.

Memang sulit membangun sebuah diferensiasi unik tanpa didasari oleh jiwa dari pemilik suatu brand. Industri saat ini sangat dinamis, arus perputaran staf terjadi secara cepat,dan di antara mereka memiliki dasar pendidikan mirip satu dengan lainnya.Apa yang kemungkinan terjadi adalah ide yang dihasilkan tentunya bisa menjadi banyak kemiripan sehingga relevansi harga menjadi pertarungan akhir di antara berbagai produsen yang ada. Mengapa diferensiasi itu penting? Karena publik terlalu banyak diberikan pilihan. Kita sebagai bagian dari publik tidak punya banyak waktu untuk mencari dan meneliti satu per satu yang ditawarkan.

Oleh karenanya, kita harus disodorkan satu atau dua alasan yang kuat mengapa kita harus memilih satu produk di antara ratusan merek yang ada. Pikirkan bagaimana secangkir kopi dapat dilihat menjadi sebuah gaya hidup dan berharga jauh lebih tinggi dibandingkan warung-warung kopi di sekitar kita. Apa yang harus kita pahami sebelum menciptakan formulasi sebuah diferensiasi? Pertama, yang harus kita tanyakan pada diri sendiri sebagai pemilik brand adalah hal-hal apa yang mendasari terciptanya produk tersebut. Apa saja elemen-elemen yang mendorong kita untuk masuk dan menjadi pemain dalam industri tersebut secara khusus dan apakah visi yang ingin dicapai pada jangka panjang.

Faktor ini harus secara detil diungkapkan, tidak sebatas ingin membuat produk terbaik, perusahaan terbesar,dan lainnya. Kita harus mengetahui kesempatan apa yang hendak diambil dari persaingan yang ada. Kemudian persepsi apa yang ingin Anda bangun dalam relasinya serta bagaimana publik melihat brand tersebut. Kedua, untuk menciptakan sebuah diferensiasi tidaklah harus dalam bentuk yang fungsional (tangible), bisa saja bersifat emosional (intagible), misalnya untuk menjual sebuah produk sepatu tidaklah harus didasari oleh material atau teknologi belaka (yang terus berubah setiap waktu). Namun, semangat apa yang harus dibawa bagi pemakai sepatu tersebut. Jangan kita membuat formulasi diferensiasi yang justru memperkecil ruang gerak dalam perkembangan bisnis ke depan.

Sebuah brand juga harus tumbuh secara organik mengikuti perkembangan zaman dan perilaku pangsa pasarnya. Dalam hal ini, diferensiasi bersifat emosional juga membantu memberikan fokus pada manajemen untuk mengembangkan produk mereka dengan koridor-koridor yang lebih jelas tertata dan mampu membangun persepsi dan keterikatan dengan publik dengan lebih baik.

*) Disarikan dari artikel Daniel Surya (Chairman dm IDHOLLAND) dan Michael Jordon (Technical Advisor dm IDHOLLAND) yang dimuat dalam Harian Seputar Indonesia

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/12862-merek-harus-mengikuti-perkembangan-pasar.html

Saturday, November 12, 2011

Langkah-langkah Membuat Merek Dagang

Views :301 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 11 November 2011 16:14
Salah satu aset yang paling penting dalam mengembangkan bisnis anda adalah merek dagang yang mempunyai pengaruh kuat. Merek dagang bukan hanya sekadar suatu logo atau berisi kata-kata semata. Merek dagang adalah suatu puncak yang menunjukkan siapakah Anda, apa yang membedakan Anda dari pesaing lain, dan mengapa seorang pembeli harus membeli produk atau memanfaatkan jasa Anda.

merek1111Meski perusahaan Anda termasuk perusahaan kecil yang baru mulai dari awal, suatu merek dagang harus memiliki dampak yang besar. Merek menanamkan kepercayaan diri, menciptakan kesetiaan, dan sering kali mendapatkan harga yang melebihi harga nominal. Secara keseluruhan, suatu merek dagang yang baik mengurangi risiko persepsi pembeli dan membuat penjualan semakin mudah.

Mengembangkan suatu merek dagang lebih dari sekadar memutuskan nama apa yang tepat atau warna apa yang cocok. Suatu merek dagang adalah penjumlahan dari apa yang telah anda lakukan. Hal ini diperoleh dari kedekatan anda dengan pelanggan dan prospek masa depan. Mengembangkan suatu merek dagang membutuhkan suatu rencana yang secara terus-menerus membutuhkan wujud nyata Anda, kesan Anda, dan kepribadian Anda.

Di dalam StartupNation: Open for Business, diperkenalkan suatu konsep dari “barisan merek dagang” --sesuatu yang konsisten, secepatnya dapat dikenal dan memiliki kesan yang dapat menyampaikan suatu pesan yang jelas dan mendorong.

Konsultan merek dagang dan penulis Karen Post, membandingkan gagasan ini menjadi suatu “tato otak” --meletakkan disana oleh karena pilihan, tetapi pasti dapat dibuang kapan saja. Ini adalah nama dari buku terakhirnya, "Brain Tattoos, Creating Unique Brands" yang mengacu kepada pikiran pelanggan Anda. Bukunya belajar dari ide-ide kreatif perusahaan sehingga orang lain dapat membangun dan mempengaruhi merek dagang mereka.

Dalam langkah-langkah di bawah ini, terdapat beberapa rekomendasi Karen Post dan aksi pokok dalam membuat suatu merek dagang yang luar biasa:
1. Buatlah konsep atau intisari DNA merek dagang Anda
2. Definisikan dan hubungkan ke dalam target Anda
3. Pilihlah satu nama merek dagang
4. Ciptakan sebuah logo
5. Ciptakan suatu situs web
6. Buat sebuah daftar bagi relasi Anda yang lain
7. Ciptakan suatu permintaan bagi merek dagang Anda

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/12701-langkah-langkah-membuat-merek-dagang.html