Tuesday, April 24, 2012

5 Saat Tepat Menjual Usaha Anda

Views :830 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 24 April 2012 13:16
bisnis_act0212Sebagai entrepreneur, pikiran untuk menjual bisnis Anda bukanlah sebuah ide yang tidak mungkin terlintas. Sebagian entrepreneur bahkan mendirikan bisnis agar bisa dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi kelak. Meski begitu, ada juga yang lebih suka untuk tetap bekerja dalam bisnis yang ia dirikan, tak peduli ada yang ingin membeli bisnisnya atau tidak.

Bila Anda adalah seorang entrepreneur yang memiliki bisnis, mungkin Anda pernah juga bertanya, “Adakah saat yang tepat untuk menjual bisnis saya?” Jawabannya memang ada. Berikut adalah 5 skenario yang memungkinkan Anda bisa menjual bisnis Anda sekarang.


Tawaran yang diberikan terlalu menggiurkan untuk ditolak
Anda mungkin bahkan tidak bertujuan untuk menjual saat seorang investor yang tertarik memberikan tawaran pembelian bisnis. Namun, itulah yang terjadi. Biasanya, inilah indikator bahwa Anda sedang di atas puncak. Kini saatnya Anda harus menimbang kemungkinan penjualan bisnis. Jika tawaran tunai cukup tinggi dan Anda mungkin masih ingin terlibat dalam bisnis yang sudah Anda dirikan susah payah, Anda bisa mengajukan kesepakatan untuk bisa tetap bekerja di dalamnya meski akan ada pengurangan otoritas. Di sisi lain, Anda mungkin sudah siap menjual bisnis. Bila tawaran bagus atau masih dalam kisaran yang wajar, mungkin waktunya bagi Anda untuk menimbang lebih masak faktor-faktor lain di bawah ini.

Misi tercapai
Anda mungkin awalnya memasuki dunia bisnis dengan satu misi di benak. Dan saat Anda kini sudah merasa bahwa tujuan tersebut tercapai, mungkin sudah saatnya Anda menjual bisnis yang sekarang dan berlanjut untuk mendirikan usaha baru yang lain. Itulah rasa haus akan tantangan yang dirasakan entrepreneur sejati. Anda tak begitu menyukai kemapanan dan status quo dan ingin mencetak prestasi terus menerus dengan menaklukkan berbagai tantangan.

Misalnya tujuan Anda ialah membuka 5 restoran sukses atau membangun basis klien atau pelanggan dalam tingkatan yang representatif yang akan menarik lebih banyak pembeli. Jika ini adalah apa yang Anda alami, tak ada salahnya untuk mempertimbangkan opsi menjual dan berpindah ke usaha selanjutnya sebelum Anda bosan.

Merasa muak
Anda merasa sudah bekerja di sana terlalu lama dan Anda merasa bosan waktu demi waktu bekerja di usaha yang sama. Mungkin sudah waktunya Anda menjual  usaha tersebut atau bisa jadi ada opsi-opsi lain dalam kasus ini.

Mungkin menjualnya bukan satu-satunya opsi di sini. Mungkin Anda akan lebih bahagia saat memasuki peran yang berbeda dan merekrut pengganti atau menggunakan jasa outsource untuk menangani aspek-aspek pekerjaan yang tak terlalu Anda sukai. Sebenarnya Anda menemukan manfaat yang demikian besar dalam mengambil langkah mundur sejenak, bahkan liburan 1 minggu bis amembantu Anda untuk menjernihkan pikiran. Mungkin itu jawabannya untuk menggairahkan kembali semangat Anda dalam bekerja. Mungkin juga Anda semakin mantap dengan keputusan untuk berpindah ke usaha lain.


Merasa lebih baik mencurahkan potensi di tempat lain
Berbagai hal berubah seiring berjalannya waktu. Bahkan perusahaan yang sudah mapan dan berusia tua seperti sebuah firma hukum harus mengubah cara mereka melakukan kegiatan bisnisnya. Berbagai pembaruan harus dilakukan seperti dalam aspek teknologi, software dan pemasaran. Seorang pemilik firma hukum mungkin akan sangat muak untuk menjalankan bisnisnya dan merasa bahwa ia menikmati atau mencetak prestasi lebih baik dalam pengembangan software inovatif untuk firma hukum, sehingga saatnya ia mengubah lansekap bidang industri yang ia tekuni. Tentunya ini bisa berarti akan ada lebih banyak jenis industri yang lebih transitif  pula. Katakanlah berpindah dari restoran elegan nan mewah menuju restoran yang lebih santai namun tetap bergaya. Semua tergantung pada selera pemilik dan perubahan pasar. Tak ada yang patut dihindari dalam perubahan!

Masa depan suram
Memulai, menjalankan dan memiliki bisnis sendiri berarti Anda memiliki lebih banyak pengetahuan mengenai industri tertentu dari kebanyakan orang.  Anda mungkin melihat tantangan besar bagi bisnis Anda yang membuat Anda begitu kewalahan sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan untuk mengubah arah bisnis.

Jika Anda menemui suatu ‘bahaya’ dalam perjalanan bisnis Anda, mungkin sudah saatnya bagi Anda untuk menjualnya atau melikuidasinya sebelum benar-benar terlambat. Menjual bisnis Anda bukan keputusan yang mudah dan harus dipertimbangkan dari segala aspek dengan matang.

Apa yang akan Anda lakukan dalam kondisi di mana Anda diharuskan menjual usaha Anda? Akankah Anda akan beralih ke usaha lain yang lebih menjanjikan, kembali menimba ilmu di bangku kuliah atau mungkin memulai bekerja untuk perusahaan lain karena Anda sekarang paham betapa sulitnya beban kerja seorang entrepreneur? (*AP)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/16307-5-saat-tepat-menjual-usaha-anda.html



Mengenal Reksa Dana Pendapatan Tetap

Views :161 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 24 April 2012 09:24
reksadana0412Reksa dana pendapatan tetap merupakan reksa dana yang melakukan investasi sebagian besar pada efek bersifat utang. Umumnya reksa dana ini melalui manajer investasi melakukan investasi pada obligasi.

Manajer investasi membeli obligasi yang terdaftar di BEI atau melalui transaksi pribadi (over the counter atau OTC). Penerbit obligasi bisa perusahaan, agensi pemerintah seperti misalnya bank lokal atau nasional. Organisasi lain juga dapat menerbitkan obligasi, seperti misalnya World Bank.

Untuk investor, membeli obligasi mirip dengan membuat pinjaman kepada penerbit obligasi. Penerbit tersebut membayar bunga secara teratur selama usia obligasi tersebut (term to maturity) dan pada saat maturity tersebut jumlah pokok utang akan dibayarkan kepada investor. Perusahaan atau pemerintah harus memiliki manajemen keuangan yang kuat untuk dapat melakukan pembayaran bunga secara teratur dan pembayaran hutang pokok tersebut secara tepat waktu. Untuk sebagian obligasi, penerbit membayar agen penilai rating untuk menilai rating yang mengindikasikan kemampuan membayar bunga dan pokok sesuai yang telah disepakati.

Obligasi telah dikembangkan sejak 20-30 tahun terakhir. Beberapa obligasi sekarang memiliki struktur yang kompleks. Sebagian obligasi juga memiliki derivatives.
Pembayaran kepada investor dilakukan dengan mata uang yang telah disepakati ketika obligasi tersebut diterbitkan. Seperti misalnya akan menggunakan rupiah atau dolar.  Obligasi diterbitkan dengan jangka waktu 1-5 tahun yang dianggap berumur pendek. Obligasi dengan jangka waktu 5-12 tahun dianggap berumur sedang. Sedangkan yang berjangka waktu diatas 12 tahun dianggap berumur panjang. Biasanya yang paling panjang umurnya adalah 30 tahun. (*/Bapepam-LK/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/182-investasi/16291-mengenal-reksa-dana-pendapatan-tetap.html

Pertimbangan Memilih Pengembang Perumahan


Views :153 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 24 April 2012 10:23
CE-logoBanyak pengembang mengumbar janji-janji manis kepada konsumen. Umbar janji itu kerap disertai beragam gimmick pemasaran agar konsumen bisa terpikat dan setuju dengan penawarannya.

Namun, acapkali konsumen justru malah merasa "tertipu". Karena, janji-janji manis pengembang justeru tak sesuai kenyataan. Untuk itu, ada baiknya Anda berhati-hati saat memilih proyek dan penawaran pengembang. Berikut beberapa saran bagi Anda agar lebih jeli memilih pengembang:

Reputasi baik

Pengembang dengan reputasi baik dapat dilihat dari cara mereka mengelola proyek yang dibangun. Anda dapat melakukan survei kecil dengan bertanya langsung kepada para pembeli proyek. Bahkan, tada ada salahnya Anda melihat langsung kondisi proyek yang dibangun, misalnya perumahan.

rumah contoh

Jangan remehkan rumah contoh! Saat Anda melakukan survei dari satu pengembang ke pengembang lainnya, pastikan pengembang tersebut memiliki rumah contoh. Sebaiknya, Anda tak langsung percaya dengan perincian gambar dan miniatur.

Lewat rumah contoh, Anda akan memiliki gambaran seperti apa rumah yang nantinya akan dibangun. Dari situ, Anda bisa mengajukan pertanyaan seputar bangunan, mulai meterial sampai desainnya kepada pengembang.

Aspek legalitas

Memeriksa legalitas pengembang hukumnya wajib untuk Anda. Jangan sampai terlanjur membeli, sementara pengembang tersebut tersangkut masalah tanah, IMB, atau sertifikasi. Agar lebih yakin, Anda dapat mengecek ke beberapa lembaga terkait.

Cek fasilitas

Untuk mengetahui kredibilitas si pengembang, salah satu cara perlu dilakukan adalah mengecek langsung fasilitas perumahan yang disediakan pengembang. Fasilitas perumahan penting untuk memenuhi kebutuhan para pembeli sebagai penghuninya kelak. Hal tak kalah penting pula untuk memilih pengembang yang peduli terhadap lingkungan sekitar, seperti masalah saluran air dan pengelolaan sampah.

Manajemen

Pilihlah pengembang yang memiliki manajemen yang baik, serta memiliki kepastian serah terima perumahan ke warga. Anda harus memastikan janji para pengembang untuk urusan serah terima ini.

Kerjasama bank

Jangan lupa, tanyakan kepada pengembang mengenai fasilitas penyediaan kredit pemilikan rumah (KPR). Apabila banyak perbankan yang menjalin kerjasama dan menyalurkan kredit ke perumahan tersebut, maka dapat menjadi indikator pengembang tersebut kredibel serta dapat dipercaya. Seperti diketahui, perbankan saat ini sangat ketat dalam menyeleksi calon kreditornya juga kemampuan pengembang membangun rumah. (*/Kompas.com)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/153-tips-membeli-rumah/16296-pertimbangan-memilih-pengembang-perumahan.html

Bagaimana Memilih Bentuk Kepemilikan Bisnis?

Views :304 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 24 April 2012 09:40
memulai_usaha0212Sebagai seorang calon entrepreneur, kita perlu memahami berbagai bentuk kepemilikan usaha. Mengapa? Karena dengan memahami seluk beluk kepemilikan usaha ini, kita bisa lebih mudah menentukan langkah apa yang harus diambil kelak saat harus mengantongi perizinan usaha. Di samping itu, kita akan mendapatkan gambaran umum mengenai  berbagai jenis biaya yang harus dipikul, serta kesinambungan jalannya bisnis dalam jangka panjang.

Bentuk kepemilikan usaha ini sangat krusial sehingga kita sebaiknya tidak ceroboh dalam memilihnya. Mendasarkan pilihan pada bentuk usaha yang lebih lazim dijumpai atau kemudahan dalam mendirikan adalah beberapa di antara banyak kekurangcermatan yang harus kita hindari.

Seperti dikutip dari “Pengantar Entrepreneurship” oleh Serian Wijatno terdapat beberapa bentuk kepemilikan usaha yang dikenal di tanah Air, yaitu perusahaan perseorangan, yayasan, koperasi, CV, PT, dan firma. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kita terapkan dalam memilah bentuk kepemilikan usaha.

Pertimbangan pajakLakukan penelitian yang mendalam tentang konsekuensi pajak dari masing-masing bentuk usaha. Tiap bentuk kepemilikan usaha mempunyai tata cara pembayaran pajak yang berbeda pula. Aturan-aturan perpajakan yang berbeda-beda inilah yang harus Anda pahami terlebih dahulu. Setelah itu pertimbangkan plus minusnya.

Ukur kapabiltas dalam tunaikan kewajibanBeberapa bentuk kepemilikan memberikan perlindungan terhadap harta pribadi dalam menyelesaikan kewajiban yang berkaitan dengan usaha. Entrepreneur harus memutuskan sejauh mana mereka mau bertanggung jawab atas kewajiban perusahaannya.

Hitung jumlah modal awal dan masa depanSetiap bentuk kepemilikan usaha mempunyai kemampuan yang berbeda dalam memperoleh  modal usaha. Entrepreneur harus memutuskan bentuk kepemilikan karena akan mempengaruhi arah perkembangan usaha.

Tentukan pengendalianBentuk kepemilikan usaha tertentu memberikan wewenang kepada pihak lain untuk menjalankan usaha. Entrepreneur harus memutuskan sejak awal seberapa banyak kewenangan yang bisa ia limpahkan kepada pihak lain.

Ukur kemampuan manajerialEntrepreneur harus dapat mengukur kemampuan dalam menjalankan bisnis. Jika untuk menutup kekurangan yang ada karena minimnya pengalaman dengan mengajak pihak lain untuk bergabung, entrepreneur harus memutuskan bentuk kepemilikan yang dapat memfasilitasi keinginan tersebut.

Tentukan tujuan bisnisSeorang entrepreneur yang baik harus dapat memprediksi perkembangan keuntungan bisnis di masa datang. Bentuk kepemilikan dapat mempengaruhi jalannya perusahaan dalam pencapaian tujuan. Perpindahan bentuk kepemilikan ke bentuk yang lain di tengah jalan akan menimbulkan kerumitan dan biaya tinggi.

Rencanakan pengantian manajemenEntrepreneur memiliki rencana untuk perkembangan perusahaan di masa datang termasuk masalah pergantian kepemimpinan. Beberapa bentuk kepemilikan memberikan kemudahan bagi entrepreneur untuk melakukan peralihan manajemen dengan mulus.

Biaya pembentukanEntrepreneur harus mempertimbangkan biaya dan manfaat dari bentuk kepemilikan yang dipilihnya. (*/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/16292-bagaimana-memilih-bentuk-kepemilikan-bisnis.html

Menata laba dari desain ruang dapur

PELUANG BISNIS FURNITUR DAPUR

Menata laba dari desain ruang dapur


Menata laba dari desain ruang dapur

Dapur merupakan bagian dari keindahan rumah. Tak heran jika ruangan ini mendapat perhatian khusus dari sang pemilik rumah. Sering pemilik rumah rela merogoh kocek hingga puluhan juta untuk dapur yang nyaman.

Keinginan punya dapur yang cantik dan nyaman yang menyebabkan bisnis desain dan pembangunan pernak-pernik dapur alias kitchen set tetap marak. Maka itu, pebisnis kitchen set ini harus kreatif untuk menuangkan ide pemilik rumah, ataupun memberikan solusi soal desain dapur bagi mereka.

Seperti yang dilakukan Aluysia, pemilik VEA Kitchen Set yang berbasis di Malang, Jawa Timur. Ia bilang, di bisnis ini, pelaku usaha harus memahami ketentuan aerodinamis penataan dapur. Mulai dari menata kabinet, dan lemari penyimpan, juga tata letak sejumlah perabotan yang ada di dapur. "Misalnya kulkas dan kompor jangan terlalu jauh karena fungsinya saling mendukung," katanya.

Selain itu, penataan dapur pun harus menyesuaikan dengan letaknya. Maklum, kini dapur tidak melulu berada di bagian belakang rumah. Bisa juga dapur terletak di tengah rumah agar pemilih bisa gampang menjamu tamu-tamu mereka.

Aluysia yang menggeluti bisnis kitchen set sejak 2008, kini lebih fokus dengan desain dapur minimalis. Ia menawarkan paket desain, produksi kabinet, dan pemasangan. Adapun bahan yang ia gunakan berasal dari plywood atau multipleks. “Plywood ini perawatannya lebih mudah, tahan gores, panas, dan air,” terangnya. Plywood pun menyediakan ragam pilihan corak, mulai dari corak kayu halus, kayu bertekstur, bunga, hingga motif-motif logam.

Desain kitchen set berbahan dasar plywood ini lebih murah dan bisa diterima pasar. Ia pun mematok biaya untuk satu kali proyek berdasarkan luas area. Untuk dapur berukuran 2-9 meter persegi, ia mematok harga Rp 9 juta hingga Rp 21 juta. Tiap satu proyek, bisa ia garap dalam waktu tiga pekan sampai sebulan.

Kini, pesanan yang ia tangani terus membanjir. Kalau di tahun awal cuma sekitar satu paket desain dapur plus kitchen set per bulan, kini bisa mencapai enam paket dalam kurun satu bulan.


Butuh kreativitas

Nova Aryanto, pemilik Rumah Desain 2000 memilih konsumen premium untuk jasa desain dapur dan kitchen set. Awalnya, ia memulai usaha dengan desain rumah, tapi sejak 2009 silam ia lebih fokus ke desain dapur kitchen set saja. Berdasarkan pengalaman dia, pembangunan rumah modern bisanya menyerahkan detail seperti kitchen set kepada ahlinya. "Agar hasilnya maksimal, penataannya diberikan pada orang yang mengerti soal interior dapur," terang Nova.

Untuk bisa mendesain dapur cantik, Nova memperkirakan ukuran ruang minimal 3x4 meter. "Kurang dari itu, ide yang bagus sukar diimplementasikan," jelasnya.

Kini, dalam sebulan, ia paling tidak menerima dua sampai tiga proyek dengan nilai per meter per segi sebesar Rp 1,5 juta-Rp 2,5 juta. Nova juga menawarkan perabotan yang sesuai dengan konsep yang dibangun namun dengan kualitas standar. Rata-rata dalam sebulan omzet Nova sekitar Rp 15 juta dengan margin sekitar 50%.

Lain halnya dengan Jeki Casiro Kuncoro (36 tahun). Pemilik PT Sun Arta Pantaran ini memasang banderol harga desain dapur mulai Rp 1,7 juta - Rp 4 juta per proyek. Maklum. ia memang menyasar masyarakat berpenghasilan menengah bawah. Meski begitu, rata-rata order per bulan bisa 10 - 15 proyek. Hanya, ia enggan membuka berapa omzet usahanya tiap bulan.

Bagi dia, kalau konsumen meminta bahan kitchen set yang bagus, margin yang didapat pun bisa lumayan.
Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/menata-laba-dari-desain-ruang-dapur/?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Monday, April 23, 2012

Elemen yang Harus Ada dalam Rencana Penjualan

Hits : 974 PDF Cetak E-mail
Minggu, 22 April 2012 08:23
rencana_pemasaran0412Perusahaan menyusun sebuah rencana penjualan yang diharapkan akan dapat mendatangkan sebanyak mungkin keuntungan. Rencana penjualan dalam sebuah perusahaan terdiri dari penentuan tujuan produk untuk jumlah produk yang diproyeksikan akan dijual. Lokasi di mana produk paling banyak diminati dan penentuan harga yang tepat yang tergantung pada besaran penjualan yang hendak dicapai. Sebuah rencana penjualan yang ideal mencakup fleksibilitas saat berkenaan dengan situasi tak terduga saat.

Berikut elemen yang harus ada dalam perencanaan penjualan:

Tujuan produk

Sebuah rencana penjualan yang baik meliputi pengembangan tujuan yang masuk akal berdasarkan pada periode tahunan, bulanan, atau mingguan. Sebuah perusahaan akan menggunakan proyeksi pasar dan meneliti tren untuk mengembangkan sebuah representasi grafis. Dengan berbekal grafik dan diagram penjualan, perusahaan dapat merancang prosedur operasional perusahaan dalam memberikan produk atau jasa ke tangan pelanggan versus kebutuhan pelanggan.

Saluran penjualan

Unsur-unsur yang ada dalam sebuah rencana penjualan memperkenalkan saluran penjualan yang sesuai, yaitu di mana saja sebaiknya produk bisa dipasarkan. Perusahaan bisa menjual produk atau jasa dengan menggunakan katalog, melalui pengecer, lewat telepon, atau via online. Namun, perusahaan harus mempertimbangkan konflik apa saja yang bisa muncul saat menjual secara langsung ke pelanggan versus menyediakan produk kepada para pengecer. Mungkin akan ditemui generasi penjualan yang berbeda berdasarkan perusahaan yang mengendalikan penentuan harga secara langsung kepada pelanggan atau para pengecer yang menentukan harga yang ditetapkan untuk menghasilkan keuntungan.

Pembayaran dan penentuan harga

Sebuah rencana penjualan perusahaan yang ideal terdiri dari mengetahui bagaimana menentukan harga produk atau jasa. Hal ini bisa dilakukan dengan berdasarkan riset pasar sehubungan dengan harga pesaing. Sebuah rencana penjualan harus memuat dan menitikberatkan pada opsi pembayaran yang akan diterima seperti cek, tunai, kartu kredit, kartu debit dan layanan pembayaran online lainnya seperti PayPal. Sebuah elemen dari rencana penjualan yang baik akan memasukkan sebagai pertimbangan jenis pelanggan yang akan membeli paling banyak produk perusahaan dan proses pembayaran baku yang pelanggan tersebut gunakan selama transaksi. (*/AS)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/16252-elemen-yang-harus-ada-dalam-rencana-penjualan.html

Peluang Bisnis Miniatur Unik dari Barang Bekas Ala Gandring

Senin, 23/04/2012 11:27 WIB
Peluang Bisnis Miniatur Unik dari Barang Bekas Ala Gandring 
Feby Dwi Sutianto - detikFinance



Jakarta - Berawal dari kreativitas, seseorang bisa menghasilkan karya yang luar biasa bahkan mendatangkan bisnis yang menjanjikan. Melalui ide kreatif, barang bekas yang tak terpakai bisa berubah menjadi produk bernilai seni dan ekonomi yang tinggi.

Seperti yang dilakukan oleh Gandring, pengusaha asal Semarang ini memanfaatkan logam bekas di sekitarnya untuk dibuat berbagai bentuk miniatur. Dari kegiatannya ini, Gandring dalam sebulan bisa menghasilkan omzet mencapai Rp 10 juta.

Menurutnya usaha yang digelutinya berawal dari keinginan membuat produk yang unik dan berbeda. Lalu ia berinisiatif memanfaatkan barang bekas yang tidak terpakai untuk dibuat produk yang unik dan berbeda dari biasanya tetapi bisa dinikmati oleh khalayak banyak.

"Kita ingin membuat produk lain daripada yang lain. Karena sekarang banyak produk yang bermacam sekali tapi yang recycle gini masih jarang," katanya kepada detikFinace beberapa waktu lalu.

Gandring mengaku tidak memperoleh kesulitan untuk mencari logam bekas sebagai bahan baku produknya. Ia biasa mencari logam bekas di pasar-pasar barang bekas atau memanfaatkan barang bekas yang tidak terpakai di sekitar lingkungannya. Dari logam bekas itu, mas gandring bisa membuat berbagai macam miniatur barang-barang.

"Produk kita ada miniatur mobil antik, kapal layar, orang-orangan kecil, semuanya dari bahan logam," ungkapnya.

Usaha yang dirintis sejak 2009 ini, juga merupakan mitra binaan dari PT Pelindo III (Persero). Selain itu, pada saat berdiri hingga kini, ia baru memiliki 2 orang karyawan karena penjulannya masih terbatas dari pameran dan juga pesanan melalui internet. Harga produknya sendiri berkisar Rp 50.000 sampai Rp 400.000. Sementara omzet per bulannya bisa mencapai puluhan juta.

"Penjualan kita nggak bisa rutin karena kita masih berdasar pada pesanan. Mungkin sepuluh juta bisa dan untungnya bisa setengahnya per bulan," tambahnya.

Ia menuturkan usaha yang ia jalaninya bukan tanpa kendala, karena usahanya masih relatif baru. Ia masih menggunakan peralatan manual sehingga masih terbatas dalam menghasilkan ragam dan jumlah produk.

"Banyak sekali, terutama peralatan, karena alat kita masih manual maka perlu pengembangan untuk pengerjaan," tutupnya.

Jika anda tertarik untuk memasan atau ingin tahu lebih dalam mengenai usaha unik ini. Anda bisa datang ke workshop Gandring di jalan Anjasmoro Tengah VI/48 Semarang, Jawa Tengah.

(feb/hen)

Sumber:
http://finance.detik.com/read/2012/04/23/112723/1898923/480/peluang-bisnis-miniatur-unik-dari-barang-bekas-ala-gandring