Showing posts with label utang. Show all posts
Showing posts with label utang. Show all posts

Monday, September 3, 2012

Bebas dari Cengkeraman Utang

Hits : 283 PDF Cetak E-mail
Senin, 03 September 2012 15:09
CE-logo
Terjerat cengkeraman utang. Kalimat itu tentu menakutkan bagi Anda. Bagaimana menghindarinya?

Terjerat cengkeraman utang bukanlah akhir dari segalanya. Selama kita punya kemauan untuk terbebas dari cengkeraman utang, yakinlah Sang Maha Pencipta akan memberi petunjuk dan kemudahan. Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk bebas dari cengkeraman hutang:

1. Merubah gaya hidup finansialKendala terbesar dalam rangka tekad kita terbebas dari cengkeraman utang adalah merubah gaya hidup finansial kita. Gaya hidup finansial adalah dinamisasi hubungan antara pendapatan (income) dan bagaimana kita memanfaatkannya (spending). Perlu disadari bahwa gaya hidup finansial kita selama ini telah membawa kita terjebak dalam cengkeraman utang. Jadi milikilah tekad untuk mengubah gaya hidup. Mulailah dengan mengenali betul, apakah pola belanja kita selama ini lebih kepada memenuhi keinginan kita?

Prihatinlah dulu untuk lebih memenuhi kebutuhan kita ketimbang keinginan kita. Paling tidak sampai kita terbebas dari cengkeraman utang ini kelak. Buatlah rencana perubahan gaya hidup finansial yang fokus pada efisiensi anggaran bulanan. Saya sarankan untuk dibuat secara tertulis.

2. Mengenali struktur utang saat iniUntuk mendapatkan solusi masalah secara optimal, syarat utamanya adalah kita harus tahu persis masalah yang dihadapi. Berapa jumlah utang yang masih tertunggak? Berapa beban bulanan yang harus tersedia untuk menyelesaikan utang-utang tersebut. Susunlah secara tertulis dan buat daftar prioritas dari jumlah utang yang terkecil.

3. Identifikasi kemampuan saat iniDari hasil tekad merubah gaya hidup finansial, kita tahu berapa kemampuan kita menyisihkan pendapatan kita untuk dialokasikan pada rencana pelunasan beban utang kita. Sehingga kita dapat menghitung berapa jumlah kekurangan dana untuk memenuhi kebutuhan minimum beban bulanannya. Bila sampai langkah ini, ternyata hasilnya kita sudah mampu membayar kebutuhan minimum beban hutang kita. Segera lakukan tindakan sesuai rencana dengan disiplin.Perlu diingat, bahwa menyisihkan pendapatan adalah kegiatan yang harus dilakukan lebih dulu sebelum kita memanfaatkannya lebih lanjut. Bila masih defisit, lanjutkan langkah berikutnya.

4. Negosiasi ulang dengan pemberi utangSelalu ada jalan untuk meringankan beban utang kita melalui pendekatan dengan pihak pemberi pinjaman. Bicarakanlah kesulitan yang kita hadapi dan negosiasikan skema terbaik yang bisa diberikan pihak pemberi utang sebagai solusi, baik dari sisi penjadwalan ulang waktu pelunasan hingga pertimbangan kembali pembebanan bunga. Bila hasil negosiasi ini belum dapat memenuhi kebutuhan rencana pelunasan utang, kita bisa mencoba langkah selanjutnya.

5. Memanfaatkan aset yang adaJika kita masih memiliki aset, jalan termudah dalam memanfaatkan aset untuk mengurangi atau melunasi beban utang kita adalah dengan menjualnya. Namun sebagai konsekuensinya, kita kehilangan manfaat dari aset tersebut. Ada baiknya kita mempertimbangkan untuk memanfaatkan aset tersebut sebagai jaminan/agunan untuk utang baru. Sebagai catatan,  dana yang bisa dihasilkan harus bisa melunasi seluruh utang kita atau paling tidak sebagian besar (minimal 80 persen dari total beban utang).

Carilah skema utang baru yang memberikan peluang waktu pengembalian yang cukup panjang dan tingkat suku bunga serendah-rendahya untuk mendapatkan jumlah pinjaman yang cukup besar, dengan beban cicilan yang ringan. Langkah ini biasa disebut pengambil alihan utang (Debt Take Over). Bila tidak bisa secara langsung, saat ini ada pihak ketiga yang bisa membantu dan bertindak atas nama kita. Pihak ketiga ini yang akan berhadapan dengan bank (atau institusi finansial lainnya). Tentu saja ada fee yang harus dibayarkan atas jasa pengurusan ini.

6. Mencari pinjaman “LUNAK”Mengingat masalah finansial cukup sensitif dan bersifat pribadi, langkah ini bisa dijadikan alternative terakhir. Pinjaman “LUNAK” yang dimaksud adalah dengan meminjam sejumlah uang kepada keluarga atau kerabat terdekat kita. Ajukan jangka waktu yang cukup panjang dan cicilan tanpa bunga. Bicara apa adanya kesulitan yang dihadapi. Berkomitmen penuh untuk menepati pelunasan yang kita janjikan. Mohon diingat, tali silaturahmi jauh lebih penting daripada uang.

7. Mempertahankan dan mengembangkan gaya hidup finansial yang baruKita jangan cepat puas pada saat sasaran kita untuk bebas dari cengkeraman utang tercapai. (kalau sudah mampu membayar cicilan utang tepat waktu berarti kita sudah bebas dari cengkeraman bukan?). Lanjutkan gaya hidup yang sudah lebih baik ini untuk mencapai sasaran-sasaran finansial kita berikutnya. Tingkatkanlah nilai yang bisa disisihkan sesuai kemampuan. Kita akan terkagum-kagum akan kekuatan menyisihkan pendapatan diawal ini. Boleh jadi di suatu saat kelak, kita terkaget-kaget mendapati kemampuan finansial yang kita miliki.

Masih ada potensi untuk mengembangkan kemampuan finansial yang kita miliki, yakni dengan menggali lagi kemampuan kita untuk mendapatkan pendapatan lebih (pendapatan tambahan). Teruslah menggali potensi ini sesuai minat yang kita miliki. Kita bukan hanya akan terbebas dari cengkeraman utang, bahkan akan mampu mengejar cita-cita finansial kita. Semoga bermanfaat. (*/Kompas.com)


http://ciputraentrepreneurship.com/entertainment/personal-finance/19753-bebas-dari-cengkeraman-utang.html

Tujuh Jurus Bebas dari Utang

Hits : 369 PDF Cetak E-mail
Senin, 03 September 2012 09:18
utang0912
Tidak sedikit orang merasa kesulitan membebaskan diri dari jeratan utang. Jika pandai mengelola keuangan, Anda dapat segera bernapas lega karena terbebas dari utang, sekaligus mengembalikan keadaan finansial ke jalur yang benar.

Nah, berikut ini adalah sejumlah jurus yang dapat diterapkan untuk melepaskan diri dari belitan utang:

1. Menilai kondisi keuangan

Untuk membebaskan diri dari jerat utang dan melunasinya, Anda perlu mengetahui berapa jumlah total utang yang dimiliki, berikut tingkat suku bunganya. Keluarkan semua kertas tagihan Anda dan tulis daftar untuk menentukan berapa banyak utang Anda sesungguhnya. Begitu mengetahui jumlah utang keseluruhan, Anda bisa mulai membuat rencana untuk melunasinya.

2. Prioritaskan pembayaran

Anda harus bisa memprioritaskan kebutuhan agar dapat mengetahui pengeluaran mana yang harus dibayar lebih dulu. Misalnya, Anda membutuhkan rumah. Jadi, masuk akal apabila memprioritaskan pembayaran hipotek atau sewa rumah terlebih dulu. Anda juga membutuhkan listrik, air, dan telepon sehingga membayar tagihannya juga perlu diprioritaskan. Sementara itu, utang-utang lainnya seperti utang kartu kredit atau cicilan furnitur dan perangkat elektronik misalnya, menempati urutan kesekian.

3. Penghasilan ekstra

Setelah mengetahui jumlah utang secara keseluruhan, Anda perlu mencari tahu ke mana larinya uang sehingga dapat memangkas pengeluaran yang tidak perlu. Dengan demikian, Anda dapat menggunakan uang yang tersisa untuk membayar utang. Selain itu, temukan cara untuk mendapatkan penghasilan ekstra.

4. Lunasi utang kartu kredit

Kunci untuk membebaskan diri dari utang kartu kredit adalah membayarnya dengan jumlah di atas pembayaran minimum yang ditetapkan. Cara lain untuk melunasi utang kartu kredit adalah lewat program transfer balance, yakni memindahkan saldo tagihan kartu kredit kepada kartu kredit terbitan bank atau lembaga keuangan lain yang lebih rendah.

5. Tahan nafsu belanja

Cara tercepat untuk memperbaiki kondisi finansial Anda adalah dengan tidak menghambur-hamburkan uang. Hindari membawa kartu kredit saat berbelanja, lalukan pembayaran dengan uang tunai, bayar tagihan kartu kredit tepat waktu, dan lain sebagainya.

6. Rencana pengeluaran

Bikin rencana pengeluaran bulanan yang berisi rincian perkiraan pengeluaran Anda setiap bulannya. Dengan membuat timeline, Anda bisa mengawasi jumlah uang masuk dan keluar, sekaligus memangkas kebutuhan yang tidak diperlukan jika telah menghabiskan uang lebih banyak daripada yang direncanakan.

7. Berkorban

Jika Anda tetap tidak menemukan cara untuk menghasilkan lebih banyak uang dan mulai melunasi utang, perlu ditempuh cara lain yang lebih ekstrim. Misalnya, pindah ke rumah yang lebih sederhana, mengganti kendaraan dengan yang lebih terjangkau, atau memasukkan anak ke sekolah negeri daripada sekolah swasta. Dengan begitu, dana yang tersisa bisa digunakan untuk melunasi utang, dan Anda pun mendapatkan kesempatan untuk menata ulang kehidupan finansial. (*/mediaindonesia.com)

http://ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/209-personal-finance/19729-tujuh-jurus-bebas-dari-utang.html

Tuesday, November 22, 2011

Langkah-langkah Lepas dari Belenggu Utang

Views :473 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 22 November 2011 10:45
debtMengelola keuangan memang tak mudah, apalagi keuangan dalam dunia bisnis. Terkadang, pengeluaran bisa jauh lebih besar daripada pemasukan. Karena itu, tak jarang pula ditemui banyaknya entrepreneur yang terlilit utang demi menghidupi bisnisnya.

Jika hal itu menimpa Anda, tak perlu khawatir. Pecahkan masalah dengan kepala dingin dan ikuti beberapa langkah keluar dari belenggu utang berikut.

Langkah pertama: rinci
Duduk dan rinci berapa besar utang Anda dan kepada siapa saja Anda berutang. Ketika melakukan langkah pertama ini, jujurlah atau Anda hanya akan membuat masalah bertambah besar di kemudian hari.

Jika pembayaran kredit lebih dari 20 persen dari pendapatan bersih bulanan, Anda masuk dalam zona bahaya dan harus mengambil langkah untuk segera melunasinya.

Langkah kedua: budget
Ketika telah merinci dan mengetahui secara pasti berapa jumlah utang yang Anda miliki, langkah selanjutnya adalah membuat budget serta jadwal untuk melunasi utang tersebut. Realistislah dalam membuat anggaran pembayaran utang itu, sesuaikan dengan pendapatan serta biaya lain yang juga harus Anda penuhi.

Langkah ketiga: disiplin
Tahan keinginan Anda untuk berbelanja. Jangan membeli produk apapun dahulu sebelum utang Anda terlunasi.

Langkah keempat: kebutuhan sehari-hari
Ambil dana dengan jumlah secukupnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dari tabungan. Untuk memastikan tak tergiur menambah pengeluaran, titipkan buku tabungan, kartu kredit, ATM serta aset keuangan lainnya kepada orang yang sangat Anda percaya.

Langkah kelima: urus tagihan
Bayarlah sejumlah tagihan dengan tunai untuk mengurangi beban utang Anda. Pembayaran secara tunai juga menguntungkan Anda dibanding dengan menggunakan kartu kredit karena takkan terimbas bunga.

Langkah keenam: ganti supplier fasilitas umum
Anda bisa menghemat pengeluaran dengan mengganti supplier fasilitas umum, seperti listrik, gas, air, telepon dan sebagainya. Pilihlah dengan bijak dan carilah yang benar-benar bisa menghemat pengeluaran Anda.

Langkah ketujuh: konsultasi
Bila utang sudah sangat menumpuk dan Anda tak memiliki cara lain untuk melunasinya, carilah bantuan kepada ahli finansial. Konsultasikan masalah keuangan Anda dan belajarlah dari pengalaman agar hal serupa tak terjadi lagi di kemudian hari. (*/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/12950-langkah-langkah-lepas-dari-belenggu-utang.html

Friday, October 21, 2011

Kiat Meminimalisir Utang Saat Memulai Bisnis


Views :855 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 20 Oktober 2011 17:02
duit1011Dalam memulai bisnis, tidak dipungkiri banyak yang bermodalkan pinjaman atau utang. Ada pula pebisnis yang memiliki cukup modal namun di tengah jalan, ia berutang karena ingin mengembangkan usahanya.

Utang dalam bisnis bisa datang dari mana saja. Ongkos sewa tempat, membeli peralatan dan bahan baku, pembelian inventaris, hingga klien yang belum membayar sehingga pemasukan Anda jadi terhambat.

Hal ini tentunya tidak baik untuk bisnis, karena mencegah perkembangan dan kemampuan perusahaan untuk bertahan. Apabila Anda memiliki bisnis sendiri, mengelola utang sangat penting untuk kelangsungan usaha. Berikut beberapa hal yang dilakukan untuk meminimalisir utang.

1. Negosiasi dengan pemasok barang untuk mendapatkan diskon dari pembelian banyak jika memungkinkan.
2. Hindari membeli inventaris atau peralatan yang sekiranya belum diperlukan untuk periode bisnis berikutnya.
3. Sebisa mungkin, hindari meminjam uang. Kalaupun diharuskan, pinjamlah uang dalam jumlah yang secukupnya. Kebanyakan pinjaman disertai dengan bunga yang justru membuat Anda makin banyak utang.
4. Sewalah tempat sesuai keperluan. Lebih hemat menyewa tempat sesuai keperluan saat ini ketimbang menyewa tempat besar yang diperkirakan untuk beberapa tahun depan. Membayar sewa tempat hingga beberapa tahun ke depan juga tidak penting mengingat ketidakpastian usaha.
5. Tawarkan fasilitas cicilan pembayaran hanya kepada klien dan konsumen yang memiliki riwayat pembayaran tepat waktu dan pembelian yang rutin. Dengan demikian, Anda mencegah perusahaan merugi dari klien atau pembeli nakal yang tidak akan membayar.
6. Hindari membayar barang yang tidak dipesan atau rusak karena proses pengemasan dan pengiriman yang buruk.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/12128-kiat-meminimalisir-utang-saat-memulai-bisnis.html

Friday, September 9, 2011

Tak perlu kabur, bayar utang dengan cerda

Personal Finance

MANAJEMEN UTANG | 
 
Kamis, 08 September 2011 | 16:16  oleh Yuwono Triatmodjo
KIAT LEPAS DARI UTANG
s (1)
JAKARTA. Gali lubang tutup lubang, pinjam uang bayar utang. Gali lubang tutup lubang, sana lunas sini utang. Beberapa kalimat di atas adalah penggalan lirik lagu berjudul "Gali Lubang Tutup Lubang" yang dipopulerkan oleh Rhoma Irama. Intinya, si Raja Dangdut ini berpesan hidup sederhana lebih baik ketimbang hidup mewah tapi selalu dililit utang.
Sejatinya, banyak alasan orang terpaksa berutang. Mulai dari memenuhi biaya kebutuhan yang mendesak atau hanya sekadar memuaskan nafsu gaya hidup dan keinginan semata. Apapun motivasi Anda, pinjaman tersebut tetap merupakan kewajiban yang harus diselesaikan. Tindakan nakal dengan mengemplang utang sampai berhadapan dengan juru tagih utang tidak menyelesaikan masalah, malah bisa mendatangkan kesulitan baru.
M. Ichsan, perencana keuangan dari Prime Planner Family, mengatakan, potensi terjerat utang umumnya timbul saat seseorang tidak disiplin mengatur arus kasnya. Dalam kamus perencana keuangan, beban cicilan pinjaman atau kredit maksimal 30% dari pendapatan.
Namun, orang sering mengabaikan atau melanggar batasan tersebut. Mereka baru kebingungan ketika pokok utang tidak ada habisnya meski sudah membayar lebih besar dari minimal cicilan yang diperkenankan oleh pemberi kredit.

Jika Anda sudah berada dalam kondisi seperti itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah berhenti berutang dalam bentuk apapun. "Sebelum persoalan timbunan utang beres, jangan pergunakan kartu kredit Anda," ujar Ichsan.

Langkah berikutnya adalah memulai proses penyelesaian kredit. Nah, di sini ada beberapa cara yang direkomendasikan oleh sejumlah perencana keuangan. Pertama, memperbesar cicilan terhadap utang yang memiliki bunga paling tinggi.

Misalkan Anda memiliki utang kepada tiga bank penerbit kartu kredit, dari ketiga kartu kredit itu buatlah urutan utang yang memiliki beban bunga paling besar. Setelah menemukan yang terbesar, upayakan mencicil utang itu dengan jumlah lebih besar dari sebelumnya. "Tujuannya agar utang berbunga tinggi bisa cepat dilunasi," kata Ichsan.

Sementara terhadap tagihan dua kartu kredit lain, cicilan dapat dilakukan seperti biasa. Tapi jangan memperkecil porsi cicilan atau malah sengaja tidak dibayar untuk menutup tagihan kartu kredit berbunga besar. Ini menambah persoalan baru.

Kedua, silakan mencairkan aset yang dimiliki di tabungan atau deposito untuk menutup atau memperkecil saldo pinjaman. Hitung-hitungannya, jika menempatkan duit di deposito bank hanya memperoleh imbal hasil 6% per tahun, alangkah berharga jika dana itu dialokasikan untuk mempercepat pelunasan utang yang berbunga hingga 42% per tahun.

Ketiga, merestrukturisasi utang atau tagihan kredit tersebut. Cara restrukturisasi adalah membayar utang lama dengan membuat utang yang baru. "Yang perlu diperhatikan, bunga pinjaman baru harus lebih rendah dari pinjaman yang lama," kata Budi Triadi Pratama, perencana keuangan dari Akbar Financial Check Up. Tentu saja Anda perlu memperhatikan jangka waktu utang. Usahakan jangan lebih panjang dari waktu kredit yang direstrukturisasi.

Oh, iya, apabila pinjaman lama tidak menggunakan jaminan, pertahankan kondisi tersebut. Artinya, Anda jangan mencari pinjaman baru yang membebankan jaminan aset Anda. Risikonya jelas, aset Anda bakal disita oleh kreditur bila utang tersebut tidak terselesaikan.

Keempat, usahakan melunasi utang konsumtif terlebih dahulu. Karena pada umumnya utang jenis ini mematok bunga yang paling tinggi. Sementara terhadap utang produktif, beban Anda dapat sedikit berkurang lantaran kenaikan nilai atas aset yang dibeli lewat kredit produktif tersebut. (Bersambung)


 
Selasa, 13 September 2011 | 12:15  oleh Yuwono Triatmodjo
KIAT LEPAS DARI UTANG
Tak perlu kabur, bayar utang dengan cerdas (2)
JAKARTA. Jika upaya untuk melunasi utang tak bisa dilakukan sementara kemampuan membayar utang Anda makin kecil, cara terakhir yang dapat dilakukan adalah bernegosiasi dengan pemberi utang agar mendapatkan keringanan pembayaran.
"Bernegosiasi sangat dimungkinkan, tetapi masyarakat banyak yang tidak tahu dan enggan melakukannya," kata M. Ichsan, perencana keuangan dari Prime Planner Family. Padahal, lewat cara ini debitur bakal mendapat banyak kemudahan asalkan tetap menunjukkan iktikad baik. Umumnya ruang bernegosiasi mulai terbuka saat cicilan minimum bulanan sudah mencapai 60% dari pendapatan bulanan si pengutang. Pihak bank tentu senang jika nasabah memiliki iktikad melunasi utang.

Sementara praktik intimidasi dan ancaman kekerasan yang diterima debitur lantaran sulit membayar utang, sering menjadi momok menakutkan. Contoh paling anyar adalah kematian Irzen Octa, nasabah kartu kredit Citibank, akhir Maret lalu. Octa diduga meninggal dunia setelah menjadi korban kekerasan oleh oknum juru tagih (debt collector) kartu kredit bank asing tersebut.

Agar kasus semacam ini tidak terulang, nasabah dapat secepat mungkin memberitahukan kondisi keuangannya kepada bank. Selanjutnya, meminta agar bunga pinjamannya diturunkan atau dihapus sama sekali. Ini sangat mungkin dilakukan. "Ada sejumlah bank yang mau menerima negosiasi ini," kata Ichsan. Dari semula bunga 3% per bulan, ada debitur yang mendapat penurunan bunga 0,99%, bahkan tanpa bunga.

Setelah memberikan keringanan bunga, biasanya pihak bank akan memberikan jangka waktu tertentu kepada debitur agar melunasi seluruh utangnya. Ambil contoh, selama tiga tahun sisa utang itu harus lunas tanpa dibebani bunga lagi.

Dari sisi bank, cara semacam ini lebih menguntungkan dibandingkan harus menggunakan jasa juru tagih. Selain menghindari cara-cara kekerasan, negosiasi ulang utang merupakan alternatif penyelesaian paling bijak dan menguntungkan kedua belah pihak.

Bank pun tidak akan rugi meski memberikan potongan bunga. Maklum, selama ini mereka sudah menikmati bunga yang besar. Bagi debitur, kegagalan membayar utang akan menyulitkan transaksi keuangannya kelak di kemudian hari setelah masuk dalam daftar hitam Bank Indonesia.
Tulisan ini diambil dari Edisi Khusus KONTAN Agustus 2011