Showing posts with label resto. Show all posts
Showing posts with label resto. Show all posts

Thursday, January 10, 2013

Mencermati bisnis resto bebek dari Kwak Kwek

TAWARAN KEMITRAAN

Mencermati bisnis resto bebek dari Kwak Kwek

Bisnis makanan olahan bebek tak pernah surut. Setiap saat ada saja pemain yang menawarkan waralaba atau kemitraan olahan bebek.
Salah satu pemain yang menawarkan kemitraan bebek adalah Danang Sutowijoyo, pemilik Restoran Kwak Kwek di Cikarang, Jawa Barat.
Restoran bebek ini fokus mengolah bebek peking khas China. Berdiri September 2011, Restoran Kwak Kwek resmi menawarkan kemitraan pada Februari nanti.
"Namun, sejak awal tahun ini, kami sudah bisa menerima mitra," kata Sidik Rizal, Staf Pemasaran Restoran Kwak Kwek.
Restoran Kwak Kwek menawarkan tiga paket investasi. Pertama, paket booth dengan biaya investasi Rp 50 juta. Dengan biaya ini, mitra akan mendapatkan fasilitas booth, seragam, peralatan memasak, meja kursi, dan bahan baku awal.
Mitra yang mengambil paket ini fokus menjual aneka menu olahan bebek cepat saji, seperti siomay bebek, pangsit bebek, dan bakso bebek. Ia memperkirakan, mitra paket ini bisa meraup omzet Rp 20 juta per bulan.
Kedua, paket mini resto dengan biaya investasi Rp 150 juta. Setengah dari biaya itu, yakni Rp 75 juta akan dipakai untuk perlengkapan masak, peralatan makan, meja kursi, freezer, dan bahan baku untuk 40 menu makanan.
Sementara, sisanya sebesar Rp 75 juta dipakai buat biaya pendampingan dari pusat selama dua tahun. Sama dengan paket pertama, paket ini juga tidak dikenakan biaya royalti.
Target omzet dalam paket ini sebesar Rp 50 juta per bulan. Selain olahan bebek cepat saji seperti di paket pertama, mitra yang mengambil paket ini juga menyediakan menu, seperti bebek goreng, bebek bakar, dan sate bebek.
Terakhir, paket paket restoran dengan biaya investasi Rp 300 juta. Mitra akan mendapatkan perlengkapan masak, peralatan makan, meja kursi, freezer, dan bahan baku untuk 50 menu makanan.
Omzet paket ini diperkirakan Rp 60 juta per bulan. Khusus paket ini dikenakan royalti fee sebesar 5% dari omzet. Menu yang dijual di paket terakhir ini lebih lengkap. Selain menu paket mini resto, juga terdapat menu barbeque bebel, kwetiau bebek, dan bebek lada hitam.
Harga menu olahan bebek ditempat ini dibanderol mulai Rp 8.000 hingga Rp 45.000 per porsi. Sidik mengatakan, laba bersih setiap paket sekitar 50% dari omzet. Dengan laba tersebut, mitra bisa balik modal dalam waktu 14 bulan hingga 22 bulan.
"Nanti, pusat  akan menyediakan koki dan mitra tinggal mencari karyawan sendiri," ujar Sidik.
Konsultan waralaba dari International Franchise Business Management, Evi Diah Puspitawati menilai, peluang bisnis olahan bebek masih menjanjikan. "Menu olahan bebek dan ayam diminati masyarakat Indonesia," ujarnya.
Selama makanannya enak dan lokasinya bagus, bisnis tersebut bisa saja laku dan ramai dikunjungi pembeli. Namun demikian, ia tetap mengingatkan calon mitra untuk berhati-hati dalam mengambil sebuah tawaran kemitraan olahan bebek.
Begitu pun dengan tawaran kemitraan Restoran Kwak Kwek. Sebagai pemain baru, Restoran Kwak Kwek mestinya memperbanyak cabang sendiri dulu. Bila kinerja cabang memuaskan, baru menawarkan kemitraan.
"Paling tidak tiga tahun dulu dan sebaiknya sudah punya cabang yang terbukti balik modal," kata Evi. Menurut Evi, jika pengalaman masih kurang, franchisor bisa kerepotan saat mitra semakin banyak.
Makanya, penting bagi mitra untuk memperhatikan apakah bisnis yang ditawarkan berjalan bagus selama ini, ada standardisasi dan dukungan yang diberikan oleh kantor pusat.       

Restoran Kwak Kwek
Jl. Tarum Barat 2 (Ruko Niaga Mas 2), Cikarang Baru
HP: 081385386583

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/mencermati-bisnis-resto-bebek-dari-kwak-kwek

Saturday, January 28, 2012

Langkah-langkah Menjalankan Sebuah Restoran


Views :428 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 28 Januari 2012 10:13
Menjalankan sebuah restoran merupakan suatu bisnis yang berat. Anda harus berhadapan dengan berbagai macam tipe kepribadian orang, dan Anda harus mengatur secara berkala agar mendapat kesepakatan dengan orang lain yang menginginkan sesuatu dari Anda. Dari pegawai yang menginginkan jadwal yang tepat hingga para pelanggan yang menginginkan segala sesuatunya dapat selesai menurut cara mereka. Untuk menghadapi berbagai macam tuntutan merupakan suatu tugas yang sangat besar. Menjalankan sebuah restoran harus ada perbuatan yang seimbang. Anda tidak perlu menunggu suatu keajaiban, tetapi membutuhkan keuletan.

Berikut ini beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:

Langkah ke-1

Prioritas. Sadarlah bahwa Anda tidak dapat melakukan semuanya sendiri. Anda dapat berhadapan dengan sesuatu, meskipun, pentingnya perintah itu. Buatlah daftar dalam tugas harian Anda, untuk memastikan bahwa restoran sedang buka dan sedang melayani orang lain.

Langkah ke-2

Selalu dengarkan karyawan Anda. Mereka mungkin akan berada di restoran Anda dimulai dari ketika Anda mulai mengatur mereka. Mendengar Anda berkata kepada mereka apa yang dilakukan setelah kerja di restoran selama satu minggu. Empatilah dengan hal itu. Ketika Anda harus meminta mereka untuk memperlakukan Anda dengan hormat, Anda pada akhirnya mendapatkan penghormatan dari semua karyawan Anda. Sebuah bisnis yang benar-benar sukses harus mempunyai karyawan yang peduli terhadap orang lain dan tidak akan pernah peduli jika ada orang lain memperlakukan mereka secara buruk.

Langkah ke-3

Ambillah langkah yang tepat. Pelanggan yang kecewa akan mencoba untuk memanipulasi Anda untuk mendapatkan sesuatu yang gratis. Ketika ada dari beberapa pelanggan Anda melihat seorang manajer yang baru, mereka melihat suatu kesempatan dalam mengambil keuntungan yang tidak berarti. Tetaplah jujur kepada aturan-aturan restoran yang ada dan jangan memberi semudah itu karena seseorang sedang berteriak kepada Anda.

Langkah ke-4

Sudahi jika salah satu pelanggan terlihat kasar. Jika ini bukan merupakan kebijakan pemilik untuk menendang seorang pelanggan keluar untuk berbicara dalam bahasa yang kasar, sadarlah bahwa ini merupakan hak Anda untuk menghindari perlakuan kejam. Katakan padanya bahwa Anda membutuhkan cukup waktu dan pergilah.

Langkah ke-5

Cari tahulah pelanggan Anda jika memungkinkan. Hubungilah seseorang dari namanya ketika memungkinkan.

Langkah ke-6

Jagalah komunikasi yang jelas dengan pemilik dan pelanggan. Ini merupakan kunci dalam menjalankan sebuah restoran dan merupakan sesuatu yang membahagiakan dalam mendapatkan keuntungan.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/122-peluang-bisnis-perempuan/14688-langkahlangkah-menjalankan-sebuah-restoran.html

Wednesday, November 9, 2011

Membangun Resto yang Bisa Bertahan Lama


Views :3999 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 09 November 2011 11:40
Anda hobi masak? Pernah mengikuti kursus memasak di dalam dan luar negeri? Ingin menjadi entrepreneur? Lalu mengapa tak mendirikan restoran saja? Bagi yang ingin mendirikan resto, perlu diketahui bisnis di dunia kuliner memang takkan surut oleh waktu, sepanjang manusia ada, hidup dan membutuhkan makanan. Tapi terkadang, teori dan praktik bertolak belakang.

restoDari pantauan laman YoungEntrepreneur.com banyak resto yang silih berganti meramaikan industri kuliner. Baru buka selama beberapa tahun atau bahkan hitungan bulan kemudian tutup dan digantikan resto baru yang juga mengalami nasib senada. Menurut perkiraan, ada sekitar 75% resto di jagat kuliner yang tak mampu mempertahankan keberadaan restonya selama lima tahun. Sementara yang bisa survive hanya 25%.

Membangun resto tak hanya sekedar membuat menu menarik dan memeroleh omzet dari penjualannya. Ibaratnya, Anda bisa saja meracik katakanlah seafood paling enak yang pernah ada tapi jika hanya menjualnya beberapa ratus item per hari, bisa diprediksi resto baru Anda bakal tutup lebih cepat dari yang bisa Anda duga.

Semua resto, besar atau kecil, bagian dari jaringan waralaba atau independen, adalah pemain yang sama ketika berhadapan langsung dengan konsumen. Orang-orang lapar dan Anda sebagai pemain industri kuliner menyediakan makanan. Target Anda adalah semua orang yang ingin makan dan yang membutuhkan makanan. Dengan begitu, Anda perlu menjaring mereka semua serta menginformasikan karakteristik resto yang terbagi dalam rumus “4W” yakni Who (nama resto dan rekomendasi atau penghargaan yang pernah diterima), What (menu dan servis yang ditawarkan), Where (lokasi resto) dan When (jam operasional) semenarik mungkin, seperti contoh berikut;

Who: Capt. Jack’s Crab Shack and Seafood Market, 540-582-8868, www.welovecrabs.com, terpilih sebagai “Best Seafood” oleh NBC dan Washington Post.
What: Menyediakan 350 macam seafood, bisa dibawa pulang atau disantap di sini. Anda juga bisa membeli spesial produk-yang-paling-susah-ditemui di resto kami.
Where: Sangat mudah ditemukan dan sulit untuk ditinggalkan, misalkan resto kami beralamatkan di 6330 Morris Rd, seberang Indian Acres di Spotsylvania, Virginia.
When: buka 7 hari dalam seminggu setiap tahun dan tersedia tempat duduk di luar ruang.
Untuk menarik perhatian konsumen, promosi melalui kalimat menarik juga dibutuhkan di samping foto-foto menu nan menggiurkan. Bagi sebagian orang, kalimat bisa membuat rasa penasaran mereka memuncak. Dan hal itulah yang selayaknya dapat ditangkap pemilik resto untuk menggaet konsumen. Jadi, konsumen tahu mengapa ia harus datang ke resto Anda dan memesan menu yang ditawarkan.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dijadikan referensi untuk mendirikan resto yang bisa bertahan lama dan meraih sukses.

Brand
Konsumen harus bisa merasa familiar dengan brand serta logo resto Anda agar mereka bisa terhubung secara visual dengan menu yang ditawarkan. Menciptakan brand terkadang menjadi prosedur yang membutuhkan waktu lama. Cara efektif adalah dengan menetapkan pangsa pasarnya terlebih dahulu sehingga Anda bisa dengan mudah menjaring mereka dengan brand yang Anda ciptakan. Cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda telah melakukannya dengan baik adalah dengan mengadakan survei atau polling kepada para pelanggan seiring resto berjalan.

Jika ingin meng-online-kan resto Anda, pilih domain dengan nama yang sederhana dan mudah diingat. Misalkan nama resto Anda adalah “Jennifer’s Sweet Treats and Coffees”, ciptakan dot com seperti  Sweet.com, BonBon.com, JavaJen.com dan lain sebagainya.

Menu Take Away
Bila Anda menawarkan jasa antar makanan kepada pelanggan, buatlah brosur menu yang menarik. Jangan hanya berupa kertas hitam putih hasil cetak di printer rumah atau selembar kertas berisi nama menu tanpa deskripsi dan foto. Jika Anda asal-asalan dalam membuat brosur menu karena ingin menghemat anggaran misalkan, bisa dipastikan bisnis Anda takkan langgeng. Brosur menu yang Anda buat itupun dijamin takkan dilirik konsumen.

Sebelum membuat brosur menu, lebih baik posisikan diri Anda sebagai konsumen dan bertanya dalam hati seperti apakah brosur menu yang menarik perhatian sehingga Anda tergugah dan ingin segera memesannya untuk sajian makan siang atau makan malam di rumah. Bila ide tersebut sudah Anda temukan lebih baik dikonsultasikan kembali kepada orang terdekat yang juga dapat berperan bak konsumen.

Promosi
Ada beragam strategi promosi yang bisa Anda pakai dalam bisnis kuliner, antara lain sebagai berikut :
  • Membuat lomba makan tercepat atau terbanyak dengan menu yang Anda sajikan dan undang media untuk meliputnya. Profil pemenang bisa dipajang di website atau dinding resto Anda.
  • Memperkenalkan menu spesial berdasarkan hari, contohnya Senin Tanpa Daging, Selasa Teriyaki, Rabu All-U-Can-Eat Kentang Goreng dan sebagainya.
  • Menawarkan diskon untuk menu tertentu dengan mengajukan syarat minimal order tertentu.
  • Membuat kaos dengan grafis yang menarik dan unik mengenai resto Anda. Jual dengan harga khusus kepada pelanggan. Bila pelanggan memakainya, secara tak langsung resto Anda telah dipromosikan melalui teknik “billboard berjalan”.

Pelayanan
Bisnis didirikan dengan menjual produk dan juga servis. Akan lebih mudah menggaet konsumen yang sedang lapar misalnya dibanding menggaet mereka untuk kembali lagi ke resto Anda dalam jeda waktu tiga hari, seminggu atau bahkan setahun. Cara terbaik agar pelanggan Anda tak lari atau jenuh adalah dengan memberikan servis atau pelayanan terbaik.

Servis bisa beragam wujudnya. Bisa dengan teknik menjamu konsumen bisa juga dengan “atmosfer” di dalam resto Anda. Tak bisa disangkal, selain cita rasa hidangan, pelanggan akan memilih resto dengan situasi serta lingkungan yang dapat membuat mereka merasa nyaman, santai dan senang. (*/ely)

http://ciputraentrepreneurship.com/kembangkan-uang-anda/12644-membangun-resto-yang-bisa-bertahan-lama.html

Tuesday, October 4, 2011

Langkah-langkah Mendirikan Rumah Makan Padang


PDF Cetak E-mail
Selasa, 04 Oktober 2011 09:30
Seperti kita semua telah ketahui, rendang menjadi jawara dalam daftar makanan terlezat di dunia dalam sebuah survei baru-baru ini yang diadakan di laman cnngo.com September yang lalu. Ini menambah pamor masakan Padang yang memang memiliki basis penggemar yang luas bahkan di luar Sumatra Barat dan Indonesia. Karena itulah, usaha rumah makan Padang tak pernah meredup dan selalu ditemui di berbagai tempat.

rm_padangNah jika Anda tertarik untuk terjun dalam usaha rumah makan Padang tetapi belum tahu persis apa saja yang harus dilakukan, penjelasan yang disarikan dari paparan Henky Eko Sriyantono berikut semoga bisa menjawabnya secara singkat dan padat. Silakan disimak!

Langkah 1: Susun rencana bisnis
Business plan, begitu istilah populernya, adalah sebuah perencanaan yang biasanya meliputi banyak aspek penting. Beberapa di antaranya ialah lokasi, modal, harga bahan makanan, upah pegawai, perijinan, dan lain-lain.

Langkah 2: Hitung modal awal yang dibutuhkan
Ambil selembar kertas dan kalkulasi modal awal yang diperlukan untuk mendapatkan lokasi dan bangunan yang akan dijadikan rumah makan Padang. Biaya ini bisa berupa biaya sewa atau renovasi tempat. Jangan lupa untuk menyertakan investasi peralatan memasak ke dalam perhitungan.

Langkah 3: Tetapkan harga
Jangan lupa untuk melakukan penelitian kecil untuk mengetahui harga normal berbagai menu di rumah makan Padang lainnya terutama yang lokasinya berdekatan dengan milik Anda. Bila memang terpaksa harus mematok harga lebih mahal, pastikan makanan Anda menawarkan nilai tambah. Nilai tambah itu bisa berupa porsi yang lebih besar, atau variasi menu yang lebih banyak, dan sebagainya.

Langkah 4: Tentukan lokasi
Memilih lokasi yang tepat adalah sebuah kunci keberhasilan usaha rumah makan Padang. Selezat apapun masakan Anda, jika lokasi tempat yang dipilih kurang tepat, usaha bisa tutup. Pilih lokasi yang ramai, mudah dijangkau, dilihat, dan dikenali orang. Kebersihan dan keamanan lokasi juga perlu dipertimbangkan.

Langkah 5: Rekrut pegawai
Setidaknya diperlukan seorang juru masak, seorang pegawai dapur , seorang pramusaji, dan satu pegawai kasir untuk memulai usaha ini. Jika memang dana masih terbatas, tak ada salahnya jika Anda terjun sendiri mengelolanya atau mengajak teman, anggota keluarga untuk bersama mengelola rumah makan. Selain Anda tak perlu melakukan proses perekrutan yang lama dan rumit, Anda juga bisa menyediakan lapangan kerja untuk orang-orang terdekat Anda.

Langkah 6: Laksanakan pemasaran dan promosi
Sebelum membuka rumah makan secara resmi, sebarkanlah selebaran ke masyarakat sekitar lokasi. Cantumkan kapan rumah makan Anda akan buka, di mana alamatnya, berapa diskon yang diberikan jika mereka bersedia menjadi pelanggan di hari pertama pembukaan, dan sebagainya.

Langkah 7: Susun strategi kuasai pasar
Buatlah desain dan konsep yang berbeda dari pesaing. Perhatikan kecepatan layanan dan keramahan yang diperlukan agar bisa terus mempertahankan kesetiaan pelanggan. Diperlukan prosedur yang standar dalam memasak agar cita rasa makanan tidak berubah-ubah . (*/Akhlis)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/bisnis-mikro/11674-langkah-langkah-mendirikan-rumah-makan-padang.html

Saturday, August 20, 2011

Sensasi Menikmati Salad Segar di Kandang Sapi


THE COW FEED RESTO
Sensasi Menikmati Salad Segar di Kandang Sapi
Natalia Ririh | Latief | Jumat, 19 Agustus 2011 | 17:32 WIB

RODERICK ADRIAN MOZES/KOMPAS.com
Meskipun dalam bahasa Inggris nama resto salad ini mengandung arti "sapi", konsep interior awal sebenarnya tidak sengaja berwujud kandang sapi.

KOMPAS.com - Anda penyuka salad? Atau, sedang belajar makan sajian khas vegetarian? Cobalah buat salad Anda sendiri di The Cow Feed Resto yang terletak di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan.
Saya inginnya natural, tidak banyak sekat, ruangan benar-benar terasa lega.
-- Yana Heryana
Mungkin, acara berbuka puasa di tempat ini akan menjadi pengalaman baru buat Anda. Karena, pengalaman makan salad di sini semakin nikmat didukung interior ala kandang sapi.
Menurut Yana Heryana, pemilik The Cow Feed Resto, meskipun dalam bahasa Inggris nama resto salad ini mengandung arti "sapi", konsep interior awal sebenarnya tidak sengaja berwujud kandang sapi.
"Awalnya, saya bilang ke desainer interiornya, bahwa saya tidak mau berkonsep minimalis. Saya inginnya natural, tidak banyak sekat, ruangan benar-benar terasa lega," ujarnya saat ditemui Kompas.com awal Agustus lalu.
Keinginan Yana itu diwujudkan dengan pemakaian kayu yang ditata seperti pagar peternakan sapi. Pagar tampak rapi mengelilingi restauran.
Penggunaan kayu yang mengesankan rasa hangat ini dituangkan pula pada hampir keseluruhan ruangan. Sentuhan vertical garden tiruan pada salah satu area duduk memberi sensasi hijau yang menandakan kesegaran.
Tapi, apakah bisa nyaman makan di kandang sapi?
Tentu saja, nyaman. Menurut Yana, di restauran salad ini disediakan lima pilihan tempat duduk yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumennya. Ada empat kursi yang ditata mengelilingi meja kayu bagi Anda yang ingin suasana lebih pribadi.
Untuk Anda yang butuh suasana santai, namun tidak ingin tampak formil, Anda bisa duduk di aneka kursi bar dengan meja tinggi. Sementara Anda yang ingin terasa elegan bisa duduk di kursi sofa berbalut warna pink di bagian teras restauran ini.
The Cow Feed Resto, lanjut Yana, merupakan salad bar pertama di Jakarta. Dengan menyajikan 46 item campuran salad, Anda dibebaskan membuat salad yang disukai. Bila masih pemula, Anda tidak perlu khawatir karena akan dibantu dalam memilih item saladnya.
"Orang yang datang kemari dapat memilih aneka pilihan salad. Di tempat lain, tidak akan ditemukan pilihan sebanyak datang kemari," ujarnya.

Tuesday, August 9, 2011

INSPIRASI DONI TIRTANA


PELUANG USAHA 
 
Kamis, 04 Agustus 2011 | 12:30  oleh Handoyo
INSPIRASI DONI TIRTANA
Doni belajar jadi pengusaha sejak masih kuliah (1)
 
Sejak muda, Doni Tirtana terbiasa mencari uang sendiri. Saat menjadi mahasiswa, ia sudah menyambi bekerja. Kini, pria asal Malang ini sukses membangun perusahaan penyedia perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja di Indonesia. Berkat tangan dinginnya, Doni mampu meraup omzet Rp 600 juta per bulan.

Jeli dalam melihat dan menangkap peluang. Itulah kunci sukses Doni Tirtana. Berawal dari bisnis iseng, pemilik Lorco Menara Multimedia ini kini mampu menggaji 50 karyawan.

Bukan bisnis restoran atau waralaba yang sudah jamak dijumpai, usaha yang digeluti Doni ini berkait dengan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Tak tanggung-tanggung, dalam sebulan Doni bisa menangguk omzet Rp 600 juta.

Lorco merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa dan produksi media cetak (desain grafis), audio, dan produksi video. Lorco memfokuskan diri pada pengembangan aplikasi yang mendukung kampanye kesehatan dan keselamatan kerja, penghematan energi, peningkatan mutu, dan kualitas karyawan, dengan memanfaatkan teknologi multimedia yang terbaru.

Boleh dibilang, bidang bisnis Lorco ini adalah lini baru. Bahkan, latar belakang pendidikan Doni pun tak mendukung bisnis yang digelutinya saat ini. Pria 31 tahun ini mengambil pendidikan di Jurusan Teknik Fisika di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Meski memilih jurusan teknik fisika, Doni memiliki ketertarikan dengan dunia grafis dan fotografi. Karena alasan itu, ia aktif dalam kegiatan liga film di almamaternya.

Berbekal hobi fotografi dan desain grafis itulah, Doni memutuskan bekerja sembari kuliah. Maklum, ia harus menanggung hidupnya sendiri di Bandung, lantaran orang tuanya jauh berada di Malang. "Kiriman uang dari orang tua sering terlambat, saya harus pintar memutar otak agar bisa bertahan," tutur Doni yang menghabiskan masa kecilnya di kota apel ini.

Lantas, Doni pun sering jadi fotografer pernikahan. "Setiap ada momen pernikahan, saya ikut jadi fotografernya," kenang Doni.

Ia juga tak melewatkan peristiwa-peristiwa penting, seperti acara wisuda. Doni bilang, ketika itu ia hanya berbekal kamera analog untuk menawarkan jasa foto saat prosesi wisuda. "Hasilnya lumayan, karena ITB menyelenggarakan tiga kali wisuda setiap tahun," kata Doni. Walaupun enggan menyebutkan fulus hasil jepretannya, Doni bilang, hasilnya cukup untuk menambah uang saku.

Selain dari dunia fotografi, Doni juga menggantungkan pendapatan lainnya sebagai operator pemutar film. "Waktu itu kalau mau menonton video masih menggunakan film rol yang besar," jelas Doni.

Selain untuk menyalurkan hobi, Doni memilih pekerjaan sampingan di dunia multimedia karena dalam penilaiannya, tren dunia multimedia cepat berkembang. Karena itu, Doni pun memutuskan terjun ke bisnis karena bisa lebih mudah memutarkan uang dari bidang ini. Apalagi kalau dia harus dengan bergantung dari ilmu fisika yang dia tekuni.

Setelah lima tahun menuntut ilmu di ITB, pada tahun 2003, Doni berhasil merampungkan kuliahnya. Namun, ia tak berniat pulang ke kampung halamannya di Malang. "Saya memutuskan tetap tinggal di Bandung," ujarnya.

Setamat kuliah, orang tua Doni pun tak memberikan dukungan finansial lagi. Ia harus mandiri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. "Saya melakukan pekerjaan apa saja asal bisa hidup," tutur Doni.

Tanpa meninggalkan dunia fotografi, ia juga menjajal usaha pembuatan compact disk (CD) interaktif. Awalnya, CD interaktif itu memuat profil komunitas. Lantas, ia pun mengembangkannya hingga pembuatan video profil perusahaan.

Dari pembuatan video company profile itulah, Dony bertemu banyak relasi. Hingga akhirnya, pada tahun 2007, salah satu relasi Doni memintanya untuk membuat video mengenai safety induction (video pengantar keselamatan) untuk Unilever. "Padahal, saya sendiri tidak paham dengan safety induction," ungkap Doni.

Namun, karena sudah telanjur basah, Doni pun menyanggupi permintaan itu. Tanpa disangka, ia justru mendapat pujian dari pihak Unilever. Semangat Doni kian membara untuk menekuni bisnis baru tersebut. Sejak saat itulah, Doni lebih fokus pada jasa safety campaign design ini yang masih jarang pemainnya di Indonesia.

 
Jumat, 05 Agustus 2011 | 14:58  oleh Handoyo
INSPIRASI DONI TIRTANA
Doni awali bisnis dengan sepeda motor buntut (2)
 
Doni Tirtana mengaku mendapat ide menjadi wirausaha berawal setelah membaca sebuah buku. Namun ia sempat gagal membuka usaha fotografer keliling. Namun begitu ia berhasil membuat buku digital tentang kampus dalam format cakram optik (CD), hasil produksinya itu laris dibeli wisudawan senilai Rp 35.000 per keping.

Buku adalah jendela dunia. Tamsil inilah yang berhasil dibuktikan Doni Tirtana. Pria asal Malang ini sukses membuka usaha bernama Lorco Menara Multimedia di Bandung, Jawa Barat.

Usai membaca buku karya Fadel Muhammad berjudul Saya Pilih Jadi Pengusaha, Doni kemudian bertekad ingin menjadi pengusaha juga. Lewat buku itu pula Doni mengaku belajar menjadi wirausaha.

Hanya selang beberapa bulan setelah lulus kuliah, Doni menyampaikan keinginan menjadi pengusaha kepada kepada orang tuanya yang menetap di Malang.

Sayang, keinginan Doni bertepuk sebelah tangan lantaran sang orang tua menolak mentah-mentah keinginannya itu. Maklum, kedua orang tua Doni adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang juga ingin anaknya mengikuti jejaknya. "Orang tua tidak rela saya berwirausaha, dan berharap saya bisa menjadi PNS," kata Doni.

Memang, tidak ada orang tua yang tak sayang anaknya. Meski orang tua Doni keberatan menjadi pengusaha, mereka tetap mau memberi modal berupa sepeda motor untuk Doni. "Karena sayang, mereka tetap memberi modal," jelas Doni.

Keinginan Doni menjadi pengusaha sempat menjadi bahan pikiran kedua orang tuanya. Bahkan, kedua orang tua Doni sempat jatuh sakit, menerima kenyataan Doni menjadi wirausaha.

Namun, tekad Doni sudah bulat. Dia pun kembali ke Bandung untuk mengejar mimpinya sebagai pengusaha itu. Tapi tekad saja tidak cukup, karena ternyata Doni belum memiliki gambaran usaha secara detail. "Saat itu saya bingung mengerjakan apa," kata Doni.

Hingga akhirnya Doni berpikir untuk unjuk kemampuan di bidang fotografi dengan bekerja sebagai fotografer keliling. Namun, siapa sangka, karya amatiran Doni justru mendapat banyak apresiasi. Teman-teman Doni memuji hasil jepretan Doni sebagai karya menarik karena sukses menampilkan peristiwa-peristiwa penting saat pernikahan atau wisuda.

Namun persaingan bisnis di dunia fotografi kian ramai. Ketatnya persaingan ini membuat Doni memilih hengkang dari profesi fotografer pernikahan dan wisuda.

Namun begitu, Doni tidak patah semangat. Ia masih bertekad untuk menjajal keberuntungan lain. "Malu gagal, karena pamit ingin menjadi pengusaha," terang Doni.

Setahun setelah tamat kuliah, Doni memutuskan membuat buku digital tentang kampusnya. Buku digital itu berbentuk informasi tentang kampus dan juga mahasiswa yang disimpan ke dalam cakram optik (CD). "Nama produknya itu CD interaktif," kata Doni.

CD interaktif itu mirip dengan buku katalog kampus yang dijual kepada mahasiswa terutama yang akan diwisuda. Tak sulit bagi Doni membuat CD interaktif itu, apalagi Doni sudah menguasai fotografi dan aplikasi program komputer. "Tampilan CD itu lebih nyaman untuk ditonton ketimbang buku," kata Doni.

Karena produk CD interaktif karya Doni itu terbilang baru, banyak mahasiswa yang akan menjadi wisudawan tertarik dan membeli. Alhasil, pemesan CD interaktif itu datang dari fakultas lainnya di seluruh Institut Teknologi Bandung (ITB).

Untuk setiap keping CD interaktif itu, Doni menjualnya seharga Rp 35.000 per keping. Adapun modal yang dibutuhkan untuk membuat satu keping CD itu hanya Rp 5.000 per keping. Jika setiap fakultas ada 100 orang pembeli, omzetnya bisa mencapai Rp 3,5 juta per hari, saat wisuda terjadi.

Selain menawarkan kepada mahasiswa ITB, Doni juga menjelajah ke berbagai instansi seperti sekolah-sekolah, dan juga berbagai komunitas untuk menawarkan produknya. "Pernah saya menawarkan sampai ke Subang dengan menggunakan sepeda motor pemberian orang tua ini," ujar Doni tertawa.

Hanya dalam setahun, Doni bisa menggandeng 10-12 mitra yang membantunya menjual CD interaktif. Lewat mitra juga Doni mendapatkan pelanggan baru.

Namun, setelah Doni melakukan evaluasi, ternyata proses pembuatan CD itu membutuhkan banyak tenaga kerja dan juga pikiran. "Meskipun bisnisnya mengasyikkan, tapi capek," ungkap Doni. 
 
Senin, 08 Agustus 2011 | 14:12  oleh Handoyo
INSPIRASI DONI TIRTANA
Doni: Bersedekah jadi kunci sukses usaha (3)
 
Setelah mencoba berbagai jenis usaha, Doni Tirtana akhirnya mantap jadi produsen alat keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Untuk mencari pembeli, Doni berjualan di milis Club K3 sekaligus menimba ilmu. Produk Doni pun laris manis dan mencatat omzet Rp 600 juta per bulan. Kini 60% pelanggan Doni adalah perusahaan asing.

Bosan menggeluti bisnis fotografi lantaran mulai banyak pesaing, Doni Tirtana beralih membuat cakram optik (CD) yang berisi informasi atau katalog tentang kampus.

Tangan Doni memang dingin. CD interaktif itu juga laris manis. Dia pun mengembangkan usahanya dengan membuat CD interaktif untuk sekolah dan komunitas tertentu. Semakin dikenalnya produk CD interaktif buatan Doni, membuat pria asal Malang ini makin dikenal piawai menyusun informasi untuk dikemas dalam bentuk CD.

Hingga suatu saat, Doni mendapat tawaran membuat company profile perusahaan milik orang tua seorang temannya. Tidak perlu berpikir dua kali, Doni menyanggupi tawaran itu dan langsung memproduksinya. Kurang lebih selama setahun, Doni mengerjakan CD company profile perdananya itu.

Begitu company profile yang pertama kelar, "Ada empat perusahaan lain yang menjadi klien saya," kata Doni. Dari setiap perusahaan, Doni mendapat imbal jasa sebesar Rp 20 juta.

Tapi, lagi-lagi, saat pesanan CD company profile lagi ramai, Doni justru memutuskan meninggalkan bisnis ini. "Produsen company profile sudah banyak, saya mesti cari usaha lain" kata Doni.

Beruntung bagi Doni, order kembali datang. Dia mendapat pesanan untuk membuat video safety induction yang berkait dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari sebuah perusahaan swasta. Doni pun mengerjakan pesanan itu dengan baik sehingga si pemesan terkesan dengan produk K3 tersebut.

Dari si pemesan itulah kemudian Doni tahu bahwa ada "kekosongan" di bisnis perlengkapan K3. Si pemesan yang kebetulan senior Doni di kampus ITB itu menyarankan Doni untuk terjun di bisnis K3 ini.

Namun, untuk memulai bisnis perlengkapan K3 ternyata tidak mudah, Doni mesti belajar banyak tentang K3. "Bagi saya itu bukan masalah, karena masih bisa dipelajari," jelas Doni.

Setelah belajar tentang K3, Doni kemudian bergabung dengan milis Club K3, milis yang beranggotakan pekerja bagian K3 atau HSE (health, safety, environment) di perusahaan dan instansi tertentu. "Sejak bergabung di milis itu saya mengerti tentang K3," terang Doni.

Gayung pun bersambut, setelah paham dunia K3, Doni lantas menawarkan produk kepada penghuni milis berupa poster yang memuat informasi tentang keselamatan kerja. "Pertama saya hanya bikin empat sampai lima poster saja," hitung Doni.

Karena banyak peminat, Doni menambah produksi. Doni bilang, untuk membuat poster mesti mengetahui informasi dan prosedur K3. Tak hanya itu, poster K3 juga memiliki persyaratan warna, dan font standar. "Ada standar baku yang mesti dipatuhi," terang Doni.

Cukup lumayan keuntungan yang diraih Doni dalam membuat poster K3 itu. Dengan biaya produksi hanya Rp 25.000 per poster, tahun 2007 Doni bisa menjual seharga Rp 125.000 per poster.

Poster informasi K3 milik Doni terdiri dari poster jenis template dan costume. Untuk poster template dijual Rp 140.000 per poster. "Poster jenis costume dijual lebih mahal Rp 2,5 juta per poster," kata Doni.

Seiring waktu, bisnis Doni kian berkembang. Sekarang ini, Doni memiliki tiga divisi kerja yakni divisi safety sign, divisi desain, dan multimedia. Produknya antara lain safety poster, safety booklet, safety animation, safety sticker serta video safety induction. "Produk ini merupakan media informasi tentang K3," terang Doni.

Kini, pelanggan Doni tidak hanya perusahaan domestik saja. Justru pelanggan Doni, 60% adalah perusahaan asing. "Kebanyakan klien kami dari perusahaan minyak dan gas," ungkap Doni.

Doni menghitung, hingga kini setidaknya sekitar 40 perusahaan yang dia tangani dengan omzet hingga Rp 600 juta per bulan. Doni bilang, untuk mencapai sukses mesti mau bermimpi, kerja keras, disiplin, dan jangan lupa bersedekah. "Antara pekerjaan dan ibadah harus seimbang," kata Doni.

Kini, Doni menyisihkan 10% dari laba perusahaannya untuk kegiatan amal. "Sedekah itu membuat bisnis saya menjadi lebih lancar," terang Doni.

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1312435802/74616/Doni-belajar-jadi-pengusaha-sejak-masih-kuliah-1
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1312531097/74723/Doni-awali-bisnis-dengan-sepeda-motor-buntut-2
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/74880/Doni-Bersedekah-jadi-kunci-sukses-usaha-3