Showing posts with label bebek. Show all posts
Showing posts with label bebek. Show all posts

Thursday, January 10, 2013

Mencermati bisnis resto bebek dari Kwak Kwek

TAWARAN KEMITRAAN

Mencermati bisnis resto bebek dari Kwak Kwek

Bisnis makanan olahan bebek tak pernah surut. Setiap saat ada saja pemain yang menawarkan waralaba atau kemitraan olahan bebek.
Salah satu pemain yang menawarkan kemitraan bebek adalah Danang Sutowijoyo, pemilik Restoran Kwak Kwek di Cikarang, Jawa Barat.
Restoran bebek ini fokus mengolah bebek peking khas China. Berdiri September 2011, Restoran Kwak Kwek resmi menawarkan kemitraan pada Februari nanti.
"Namun, sejak awal tahun ini, kami sudah bisa menerima mitra," kata Sidik Rizal, Staf Pemasaran Restoran Kwak Kwek.
Restoran Kwak Kwek menawarkan tiga paket investasi. Pertama, paket booth dengan biaya investasi Rp 50 juta. Dengan biaya ini, mitra akan mendapatkan fasilitas booth, seragam, peralatan memasak, meja kursi, dan bahan baku awal.
Mitra yang mengambil paket ini fokus menjual aneka menu olahan bebek cepat saji, seperti siomay bebek, pangsit bebek, dan bakso bebek. Ia memperkirakan, mitra paket ini bisa meraup omzet Rp 20 juta per bulan.
Kedua, paket mini resto dengan biaya investasi Rp 150 juta. Setengah dari biaya itu, yakni Rp 75 juta akan dipakai untuk perlengkapan masak, peralatan makan, meja kursi, freezer, dan bahan baku untuk 40 menu makanan.
Sementara, sisanya sebesar Rp 75 juta dipakai buat biaya pendampingan dari pusat selama dua tahun. Sama dengan paket pertama, paket ini juga tidak dikenakan biaya royalti.
Target omzet dalam paket ini sebesar Rp 50 juta per bulan. Selain olahan bebek cepat saji seperti di paket pertama, mitra yang mengambil paket ini juga menyediakan menu, seperti bebek goreng, bebek bakar, dan sate bebek.
Terakhir, paket paket restoran dengan biaya investasi Rp 300 juta. Mitra akan mendapatkan perlengkapan masak, peralatan makan, meja kursi, freezer, dan bahan baku untuk 50 menu makanan.
Omzet paket ini diperkirakan Rp 60 juta per bulan. Khusus paket ini dikenakan royalti fee sebesar 5% dari omzet. Menu yang dijual di paket terakhir ini lebih lengkap. Selain menu paket mini resto, juga terdapat menu barbeque bebel, kwetiau bebek, dan bebek lada hitam.
Harga menu olahan bebek ditempat ini dibanderol mulai Rp 8.000 hingga Rp 45.000 per porsi. Sidik mengatakan, laba bersih setiap paket sekitar 50% dari omzet. Dengan laba tersebut, mitra bisa balik modal dalam waktu 14 bulan hingga 22 bulan.
"Nanti, pusat  akan menyediakan koki dan mitra tinggal mencari karyawan sendiri," ujar Sidik.
Konsultan waralaba dari International Franchise Business Management, Evi Diah Puspitawati menilai, peluang bisnis olahan bebek masih menjanjikan. "Menu olahan bebek dan ayam diminati masyarakat Indonesia," ujarnya.
Selama makanannya enak dan lokasinya bagus, bisnis tersebut bisa saja laku dan ramai dikunjungi pembeli. Namun demikian, ia tetap mengingatkan calon mitra untuk berhati-hati dalam mengambil sebuah tawaran kemitraan olahan bebek.
Begitu pun dengan tawaran kemitraan Restoran Kwak Kwek. Sebagai pemain baru, Restoran Kwak Kwek mestinya memperbanyak cabang sendiri dulu. Bila kinerja cabang memuaskan, baru menawarkan kemitraan.
"Paling tidak tiga tahun dulu dan sebaiknya sudah punya cabang yang terbukti balik modal," kata Evi. Menurut Evi, jika pengalaman masih kurang, franchisor bisa kerepotan saat mitra semakin banyak.
Makanya, penting bagi mitra untuk memperhatikan apakah bisnis yang ditawarkan berjalan bagus selama ini, ada standardisasi dan dukungan yang diberikan oleh kantor pusat.       

Restoran Kwak Kwek
Jl. Tarum Barat 2 (Ruko Niaga Mas 2), Cikarang Baru
HP: 081385386583

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/mencermati-bisnis-resto-bebek-dari-kwak-kwek

Thursday, October 11, 2012

Peluang sedap bisnis kuliner olahan bebek

TAWARAN KEMITRAAN

Peluang sedap bisnis kuliner olahan bebek

Bisnis kuliner olahan bebek kian menjamur. Setiap saat selalu saja ada pemain baru yang meramaikan usaha ini. Bisnis ini makin ramai pemain baru lantaran banyak dari mereka yang menawarkan waralaba dan kemitraan. Tawaran kemitraan terbaru datang dari Andhika Arya Ramadhani, pemilik rumah makan Raja Bebek (Rabek) di Madura, Jawa Timur. Andhika mendirikan usaha ini sejak tahun 2010. Sejatinya, kerjasama kemitraan ini baru ditawarkan resmi pada November mendatang.
Soalnya, sekarang ia sedang menjalani pelatihan program pengembangan waralaba nasional (PPWN) oleh Kementerian Perdagangan. "Tapi kalau sekarang ada calon mitra berminat sudah bisa," katanya.
Menurut Andhika, saat ini sudah ada beberapa calon mitra yang mengajukan proposal kerjasama. Ia sendiri sudah memiliki dua cabang Raja Bebek di Madura dan Surabaya.
Dalam kemitraan ini, Andhika menawarkan paket mini resto senilai Rp 150 juta untuk lokasi Jawa Timur. Sementara di luar Jawa Timur dikenakan biaya Rp 200 juta. Biaya itu sudah termasuk franchisee fee Rp 50 juta.
Mitra mendapatkan desain interior dan eksterior restoran, meja, kursi, kitchen set, training karyawan, dan bahan baku senilai Rp 20 juta. Andhika juga akan membantu mitra dalam hal promosi.
Mitra sendiri diwajibkan menyediakan tempat seluas 120 meter persegi, dan memiliki cadangan modal untuk tiga bulan usaha. “Saya tak mau sudah promosi satu dua bulan, tapi ternyata usaha tak berjalan karena modal kurang,” ujarnya.
Pasokan bebeknya  bisa dibeli di pusat atau ke suplier yang telah ditentukan oleh Rabek. Namun, untuk bumbu masakan wajib membeli dari pusat. Untuk keperluan bahan baku ini, mitra bisa menghabiskan dana minimal Rp 40 juta per bulan.
Restoran Rabek menyediakan menu andalan bebek muda goreng yang dihargai Rp 18.000 per porsi dan bebek protol goreng seharga Rp 16.000 per porsi. Ia menargetkan, mitra Rabek bisa menjual 160 porsi bebek muda dan 40 porsi bebek protol per hari. Dari situ, omzet per bulan mencapai Rp 100 juta. Ln Ia menjanjikan laba bersih usaha ini 20% dari omzet. Dengan royalti fee 2% dari omzet per bulan, mitra bisa balik modal dalam waktu 14 bulan.

Raja Bebek                                                                                                                                       Jalan Raya Teuku Umar Blok 2.nbsp:                                                                                                                                                                                     Pertokoan Senenan Bangkalan,                                                                                                                                                                                 Madura, Jawa Timur                                                                                                                                                                                                           HP: 085655221119


http://peluangusaha.kontan.co.id/news/peluang-sedap-bisnis-kuliner-olahan-bebek

Monday, August 27, 2012

Mengolah untung dari kuliner olahan bebek

TAWARAN KEMITRAAN

Mengolah untung dari kuliner olahan bebek

Usaha kuliner olahan bebek kian semarak. Setiap tahun, selalu saja ada pendatang baru yang meramaikan bisnis ini, baik yang mengusung brand sendiri maupun waralaba atau kemitraan.
Salah satu pelaku usaha yang kini sedang getol menawarkan kemitraan adalah Mohammad Ghozali, dengan mengusung merek Rumah Makan Bebek Kalila. Rumahmakan ini baru Ghozali rintis pada 2011 lalu. Toh, mulai awal 2012, dia berani menawarkan kemitraan dan sudah menjaring dua mitra. "Mitra usaha saya ada di Bali dan Jakarta," katanya.
Selain itu, masih ada enam calon mitra yang akan bergabung. Ghozali mengklaim, tawaran kemitraannya diminati karena menawarkan citarasa olahan bebek yang khas. Ciri khasnya terletak pada sambalnya yang beragam: sambal rempah, sambal bawang, sambal gejrot, dan sambal ijo.
Tak hanya olahan bebek, Rumah Makan Bebek Kalila juga menawarkan menu lain, mulai dari ayam, ikan lele, ikan gurami, ikan bandeng, iga dan buntut sapi, jeroan, serta tempe dan tahu.
Anda tertarik menjadi mitra? Dalam kerjasama kemitraan ini, Ghozali menawarkan tiga paket invetasi. Pertama, paket gerobak senilai Rp 25 juta. Mitra akan mendapat fasilitas gerobak, peralatan masak, pelatihan, dan bahan baku awal. Estimasi omzet mitra Rp 350.000 per hari. Dengan laba 20%-30%, mitra bisa balik modal dalam delapan bulan. "Dalam paket gerobak, mitra cuma boleh menjual menu ayam, bebek, tempe, dan tahu," kata Ghozali.
Kedua, paket resto senilai Rp 50 juta. Mitra akan mendapat perlengkapan masak, freezer, kulkas, bahan baku awal, dan pelatihan. Dalam paket ini, mitra harus menyiapkan tempat seluas minimal 30 meter persegi. Paket ini mendapat tambahan menu olahan ikan lele dan gurami. Estimasi omzet sebesar Rp 750.000 - Rp 1 juta sehari. Dengan laba 20% - 30%, mitra bisa balik modal dalam setahun.
Ketiga, paket resto senilai Rp 80 juta. Luas tempatnya minimal 100 meter persegi. Menu yang dijual dalam paket ini komplet. Fasilitas mitra ada tambahan meja, kursi, dan renovasi tempat. Dengan omzet Rp 1,5 juta sehari, mitra bisa balik modal lebih dari setahun. "Kerjasama ini tanpa royalti fee," tegasnya.
Khoerussalim Ikhsan, pengamat waralaba dari Entrepreneur College, bilang, bisnis kuliner olahan bebek yang ditawarkan Bebek Kalila cukup bagus dan mampu berkembang dengan beberapa catatan. "Makanannya harus enak, harga bersaing, dan target pasarnya jelas," ujarnya.

Rumah Makan Bebek Kalila Jl. Kayun 18 A Surabaya HP: 085850313882

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/mengolah-untung-dari-kuliner-olahan-bebek

Friday, November 25, 2011

TAWARAN KEMITRAAN KULINER: BANDENG DAN BEBEK

Peluang Usaha

 
Jumat, 25 November 2011 | 14:28  oleh Ragil Nugroho
TAWARAN KEMITRAAN KULINER: BANDENG DAN BEBEK
Menikmati lezatnya laba bisnis olahan bandeng dan bebek
 
Ini pilihan menarik bagi Anda yang ingin berbisnis makanan di luar masakan olahan ayam. Fauzun A. Mustofa, pemilik CV Tiara Raya di Semarang, Jawa Tengah, mengenalkan tawaran waralaba Super Babe 175.

Istilah babe di sini bukan sebutan untuk bapak di masyarakat Betawi. Babe adalah singkatan dari bandeng dan bebek. Inilah dua menu andalan restoran Fauzun.

Awalnya, Fauzun hanya mengenalkan masakan ikan bandeng cabut duri saat memulai usaha pada 2009. Bandeng yang ia gunakan merupakan bandeng yang sudah disisihkan duri-durinya secara manual sehingga bandeng sudah minus duri ketika dikudap. Sebagai variasi, setahun kemudian, dia menjual masakan bebek goreng. "Kami ingin masyarakat mempunyai alternatif makanan sehat di luar ayam," kata Fauzun.

Seiring berjalannya waktu, banyak tawaran kerja sama dari pelanggan. Fauzun pun tak ingin pelanggannya bertepuk sebelah tangan. Apalagi, sejalan dengan pengembangan usaha, sejak November 2010, Fauzun menawarkan konsep waralaba yang berlaku selama tiga tahun.

Ada empat paket tawaran waralaba yang disodorkan Fauzun, yakni paket booth outdoor, booth plus tenda outdoor, semiresto, dan resto. Biaya tiap paket berturut-turut Rp 17,5 juta, Rp 35 juta, Rp 75 juta, dan Rp 175 juta.

Saat ini Fauzun sudah memiliki empat mitra di Semarang, Cilacap, Bekasi, dan Pekanbaru. Ada lagi dua calon mitra di Yogyakarta yang sudah tahap akhir kesepakatan. "Kami juga tak mau buru-buru menambah mitra," ujarnya.

Perbedaan di tiap paket terletak pada perlengkapan dan jumlah porsi di bulan pertama. Di paket resto, mitra memperoleh layanan renovasi interior dan eksterior, freezer ukuran 200 liter, kompor, mesin grill, dan bahan baku hingga 200 porsi. Adapun paket booth, mitra hanya dapat freezer 120 liter dan bahan baku 50 porsi.

Mitra harus membeli bahan baku dari pusat selama masa kerja sama. Ihwal ketersediaan, Fauzun menjamin kualitas dan kuantitas pasokan karena sudah memiliki mitra peternak bandeng dan bebek di Semarang.

Pewaralaba akan memberi pelatihan enam hingga delapan pegawai untuk tipe resto. Mitra dikenakan biaya royalty fee 2% dari omzet per bulan. "Agar tidak memberatkan, kami baru mengenakan royalti fee di bulan ke delapan," ujar Fauzun.

Untuk harga jual, mitra bisa menjual sesuai harga pasaran di tiap kota. Namun secara umum harga berkisar mulai Rp 15.000 hingga Rp 18.000 per porsi. Fauzun menyebut harga jual di Pekanbaru mencapai Rp 21.000 per porsi.



Unik, tanpa pesaing

Hitung-hitungan kasar, bila terwaralaba bisa melego hingga 200 porsi per hari untuk paket resto, maka bisa meraup omzet Rp 3 juta per hari atau Rp 90 juta per bulannya. Dengan laba bersih yang mencapai Rp 14,7 juta per bulan, usaha ini bisa balik modal dalam waktu sekitar 12 bulan.

Lyaniza Ikaristi, mitra Super Babe 175 di Pekanbaru, melihat keunikan menu waralaba ini. Dia membeli paket booth outdoor sejak Oktober lalu. Saat ini, omzet rata-rata tiap pekan di kisaran Rp 1 juta - Rp 2 juta. "Saya sedang menghitung untuk kemungkinan membuka gerai baru berkonsep resto," kata Lyaniza.



Super Babe 175
Jl. Bukit Kelapa Sawit II AH-44 Bukit Kencana Jaya
Semarang, Jawa Tengah,
Telp. (024)70510606

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/83652/Menikmati-lezatnya-laba-bisnis-olahan-bandeng-dan-bebek-