Showing posts with label modal. Show all posts
Showing posts with label modal. Show all posts

Tuesday, July 3, 2012

Butuh modal besar segera, ini solusinya

KIAT KOCEK

Butuh modal besar segera, ini solusinya! 


Butuh modal besar segera, ini solusinya! (1)
JAKARTA. Satu bulan lagi, umat Islam akan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Bagi Ria, kebahagiaan datang tidak hanya karena bisa menjalankan ibadah sebagai seorang muslim, tetapi juga lantaran meraih keuntungan besar dari berjualan kue kering lebaran.

Ya, Ria memang rutin menerima pesanan kue kering menjelang hari raya lebaran atau Idul Fitri. Jumlahnya melonjak hingga mencapai puluhan kali lipat pesanan pada bulan-bulan di luar Ramadan dan Idul Fitri. Ketika awal-awal berbisnis kue kering, kadang, Ria terpaksa menampik sejumlah pesanan lantaran cekak modal. Maklum, kue mesti dibikin dulu, pembayaran menyusul belakangan.

Namun, sejak beberapa tahun terakhir, Ria sudah tahu solusi untuk kebutuhan modal besar dalam tempo singkat tersebut. Singkat cerita, ibu satu anak ini menutup kebutuhan modal tersebut dengan cara menggadaikan koleksi emas batangan bersertifikat Logam Mulia miliknya ke kios Pegadaian. Tahun ini pun, ia menempuh jurus yang sama.

Saat ini, Pegadaian mematok bunga sekitar 1,5% per 15 hari. Ria hanya membutuhkan waktu sekitar 2 bulan - 3 bulan untuk menebus kembali emas batangannya. Baginya, tingkat bunga Pegadaian cukup kompetitif ketimbang menarik dana dari kartu kredit atau kredit tanpa agunan (KTA).

Memang, untuk menarik dana dari kartu kredit, seseorang sebaiknya memastikan terlebih dahulu bisa melunasinya saat jatuh tempo. Itu berarti, perputaran uangnya cuma satu bulan. Jika tidak, ia akan kena tingkat bunga yang tinggi. Sementara, menarik dana dari KTA sudah pasti akan kena bunga tinggi.

Perencana keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto menambahkan, skema gadai emas memang baik untuk sumber pendanaan usaha. “Program gadai itu dibuat untuk tujuan produktif. Artinya, dengan gadai, kita menggunakan dana tadi untuk usaha yang memberikan harapan hasil lebih besar daripada bunganya,” ujarnya.

Eko sangat tidak menyarankan gadai emas dipakai untuk kegiatan yang tidak produktif, apalagi spekulasi. “Sebaiknya hindari!” tandasnya.

KRASIDA untuk tenor lebih panjang

Nah, ada kabar gembira bagi pengusaha kecil dan rumahan seperti Ria. Pegadaian, kini, menawarkan program Kredit Angsuran Dengan Sistem Gadai (KRASIDA). Program ini menawarkan bunga 1% per bulan atau sepertiga lebih murah dari gadai konvensional. Program ini sejatinya adalah kredit yang diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan sistem usahanya.

Selain menawarkan bunga lebih rendah, program ini juga memberikan keleluasaan jangka waktu pinjaman. Nasabah bisa memilih tenornya. Ada empat pilihan tenor, yakni 12 bulan, 18 bulan, 24 bulan, dan 36 bulan. Tentu saja, skema ini menarik bagi pelaku usaha yang butuh modal cepat dalam tempo yang relatif panjang. Sebagai pembanding, dalam skema gadai emas biasa, Pegadaian menawarkan tenor per 15 hari, dengan batasan maksimal 120 hari atau empat bulan.

Enaknya lagi, prosedur pencairan dana dalam sistem gadai ini relatif lebih mudah. Bila semua dokumen persyaratan terpenuhi, tak lebih dari dua jam, dana tunai pinjaman sudah bisa nasabah bawa pulang. Persyaratannya juga tidak susah-susah amat, kok. Berdasarkan reportase KONTAN di lapangan, Pegadaian hanya meminta surat keterangan kepemilikan usaha dari kelurahan. Selebihnya, sama seperti persyaratan dokumen gadai pada umumnya.

Direktur Pengembangan Pegadaian Wasis Djuhar mengatakan, tahun ini saja, pihaknya menganggarkan dana sekitar Rp 200 miliar bagi program KRASIDA. “Kami berharap para pengusaha UMKM dapat memanfaatkannya dengan baik,” ujar Wasis.

Sekarang, mari kita lihat skema program KRASIDA milik Pegadaian. Misalnya, Anda ingin mengembangkan usaha dan berniat menggadaikan 100 gram emas bersertifikat Logam Mulia sebagai jaminannya.

Anda tinggal datang ke kantor cabang Pegadaian dengan membawa sejumlah dokumen yang diminta, termasuk surat keterangan dari kelurahan yang menyatakan kepemilikan usaha Anda. Plus, usaha Anda tersebut setidaknya sudah berjalan minimal selama satu tahun.

Berdasarkan hasil reportase KONTAN, Kamis (28/6) pekan lalu, salah satu kantor cabang Pegadaian di bilangan Jakarta Selatan memberikan simulasi sebagai berikut.

Pegadaian awalnya akan menentukan harga taksiran alias harga dasar emas (HDE) versi mereka. Tak disebutkan jelas berapa besar HDE tersebut dari patokan harga PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Namun, pada Kamis lalu, saat harga jual 100 gram emas di Antam dibanderol Rp 49,92 juta, Pegadaian memberikan HDE senilai Rp 48 juta atau 3,85% lebih murah dari harga Antam.

Dari HDE tersebut, Pegadaian memberikan maksimum pembiayaan sebesar Rp 45 juta. Angka ini memberikan gambaran loan to value (LTV) sebesar 93,75%. Namun, dalam brosur Pegadaian terpampang bahwa pembiayaan KRASIDA bisa mencapai 95% dari nilai taksirannya.

Selanjutnya, Anda tinggal memilih jangka waktu pinjaman antara 12 bulan hingga 36 bulan. Di awal, Anda akan dikenakan biaya administrasi sebesar 1% dari nilai pinjaman Anda plus dua buah meterai nominal Rp 6.000 untuk keperluan perjanjian kredit. Biaya administrasi dipangkas langsung dari nilai pinjaman tadi.

Pinjaman minimum yang bisa Anda peroleh sebesar Rp 20 juta dan maksimum Rp 250 juta. Karena pinjaman ini menggunakan metode angsuran, setiap bulan, Anda diharuskan mencicil pokok pinjaman beserta bunganya.

Oleh Yuwono Triatmodjo -

Butuh modal besar segera, ini solusinya! (selesai)



JAKARTA. Modal, hingga kini, selalu menjadi kata sakti yang bisa mewujudkan mimpi sebagian masyarakat dalam membangun usaha. Dari mana asalnya? Banyak cara bisa ditempuh. Salah satunya dengan menggadaikan logam mulia dan perhiasan emas.
Yang terbaru, Pegadaian menawarkan program Kredit Angsuran Dengan Sistem Gadai (KRASIDA). Program ini menawarkan bunga 1% per bulan atau sepertiga lebih murah dari gadai konvensional.
Program ini sejatinya adalah kredit yang diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan sistem usahanya. (baca: Butuh modal besar segera, ini solusinya! bag. 1)
Perhatian arus kas dan biaya-biaya lainnya

Nah, jika Anda berniat mengambil program KRASIDA, maka faktor cicilan per bulan tersebut yang mesti dipertimbangkan. Sebab, itu berarti, si nasabah harus mampu menyisihkan dana saban bulan untuk membayar cicilan. Lain halnya dengan gadai emas syariah di perbankan syariah.

Pada sistem gadai emas syariah di perbankan, nasabah cukup membayar pokok berikut bunga atau biaya gadai yang telah ditentukan pada akhir periode gadai.
Jadi, menurut Direktur Pillar Business Accerator Sonny B. Sofyan, skema gadai syariah ini lebih menguntungkan bagi pengusaha kecil, terutama dari sisi pengelolaan arus kas atau cash flow. “Kalau pengusaha bisa membayar pokok di akhir masa pinjaman, tentu hal itu akan lebih memudahkan,” ujar Sonny, yang juga pendiri lembaga pendampingan UKM Indonesia.

Ambil contoh, Anda menggadaikan emas dengan berat bersih 45 gram dan karatase 21. Setelah dihitung, nilai taksirannya Rp 16.734.375. Nah, lantaran loan to value hanya 85%, maksimal plafon pinjaman sebesar Rp 14.224.218,75. Dikurangi biaya administrasi Rp 45.000, pinjaman bersih yang Anda terima Rp 14.179.218,75. Kemudian, untuk biaya pinjaman selama 120 hari ditetapkan sebesar Rp 870.187,50.

Nah, selama tiga bulan masa pinjaman berjalan, Anda tidak perlu membayar apa pun. Baru pada akhir periode pinjaman atau pas tiga bulan kemudian, Anda mesti membayar pokok pinjaman berikut biaya yang telah ditetapkan. Jadi, total senilai Rp 15.094.406,25. Hitung punya hitung, biaya tadi setara 6,14% atau sekitar 1,53% per bulan.

Merujuk pada hitungan tersebut dan hitungan Sonny, bunga gadai emas biasa maupun KRASIDA yang ditawarkan Pegadaian memang cukup kompetitif. Bahkan, masih lebih rendah dibandingkan dengan tawaran gadai di perbankan syariah.

Mau gadai emas konvensional atau pun syariah, Perencana keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto mengingatkan, agar nasabah memperhatikan bunga pada pembiayaan konvensional atau bagi hasil pada pembiayaan syariah. “Bila bunga terlalu besar, sangat mungkin akan mempengaruhi kinerja usaha mereka,” ujarnya. Nah, jangan sampai, laba habis hanya untuk membayar bunga.

Di samping tingkat bunga, nasabah harus memperhatikan biaya-biaya yang ada dalam skema gadai KRASIDA ini. Salah satu kelemahannya adalah Pegadaian menerapkan biaya penalti yang cukup besar untuk pelunasan lebih awal dari tenor yang telah disepakati.

Nilai penalti bervariasi, merujuk persentase tertentu atas sisa pokok pinjaman nasabah. “Persentasenya tidak bisa disebutkan karena sudah masuk dalam sistem,” ujar salah seorang staf kantor cabang Pegadaian yang menolak disebut namanya. Namun, ia menambahkan, jumlahnya sepertinya tidak akan lebih dari 5% dari sisa pokok pinjaman.

Di luar itu, nasabah harus memperhatikan jadwal pembayaran cicilan. Sebab, terlambat 7 hari saja, nasabah akan didenda sebesar 2% dari jumlah angsuran bulanan. Bahkan, bila sampai terlambat 14 hari, dendanya akan naik menjadi 4%, begitu seterusnya. Tapi, ada maksimum pengenaan denda, yakni 10% untuk 30 hari. Bila lewat dari masa ini, Pegadaian akan melelang barang jaminan Anda. Tentu, Anda tidak ingin emas yang menjadi investasi Anda melayang gara-gara tidak bisa mencicil pinjaman gadai, bukan?

Sebagai catatan, ketentuan gadai emas dalam bentuk Logam Mulia tersebut juga berlaku bagi gadai dengan jaminan emas perhiasan. Kadar emas perhiasan yang diterima sebagai barang jaminan minimal sebesar 70% atau yang memiliki karat tak kurang dari 16 karat.

Nah, sekarang kembali pada Anda, mana skema gadai yang lebih sesuai dengan kebutuhan pendanaan Anda? Jika Anda membutuhkan dana dalam tempo kurang dari tiga bulan, skema gadai emas biasa tentu lebih menguntungkan bagi Anda.

Namun, jika Anda membutuhkan dana untuk keperluan lebih dari satu tahun, KRASIDA bisa menjadi pilihan pendanaan. Tentu, Anda harus menyadari konsekuensi berikut biaya-biayanya. Yang terpenting, Anda sanggup memenuhi kewajiban cicilan bulanan dan pastikan arus kas bisnis Anda tidak terganggu oleh kewajiban membayar cicilan bulanan.

Ada baiknya juga, sebelum mengambil fasilitas gadai di Pegadaian ini, Anda mempertimbangkan dan membandingkan terlebih dulu dengan skema gadai emas di perbankan syariah.

Lebih murah di Bank Syariah

Bukan cuma Pegadaian yang menyediakan fasilitas gadai emas bagi masyarakat. Perbankan syariah pun menawarkan fasilitas gadai emas dengan prinsip syariah. Bahkan, gadai emas di perbankan syariah ini sempat ramai ketika harga emas terus menanjak. Ketika itu, ditengarai, nasabah cenderung memanfaatkan produk tersebut untuk kegiatan spekulasi.

Lantaran melihat kecenderungan tersebut, Bank Indonesia (BI) sebagai pengawas perbankan sempat menghentikan praktik gadai emas di perbankan syariah. Setelah menentukan aturannya, kini praktik gadai emas syariah di perbankan syariah sudah kembali berjalan. Nah, seperti apa gadai emas di perbankan syariah?

Pertama, mari kita lihat dari sisi taksiran. Kita ambil contoh praktik di Bank Syariah Mandiri (BSM). Pada Kamis (28/6), BSM menaksir emas bersertifikat Logam Mulia seberat 100 gram senilai Rp 42,5 juta. Itu berarti, hanya sekitar 80% dari harga yang ditetapkan Antam. Padahal, pada hari yang sama, Pegadaian menetapkan nilai taksiran sebesar Rp 45 juta atau sekitar 93,75% dari harga Antam. Nah, dari sini terlihat, nilai taksiran di perbankan syariah lebih rendah ketimbang di Pegadaian.

Kedua, dari sisi plafon pinjaman atau loan to value (LTV). Secara ketentuan, BSM bisa memberikan plafon hingga 90% dari nilai taksiran. Sementara, Pegadaian berani memberikan plafon sampai dengan 95% dari nilai taksiran. “Dengan dasar taksiran yang lebih rendah, pendanaan yang bisa kita ambil dari bank syariah jadi sedikit lebih rendah,” tutur Eko.

Ketiga, dalam hal tenor atau jangka waktu pinjaman. Untuk gadai emas biasa, Pegadaian memang membatasi tenor cuma sampai dengan 120 hari atau 4 bulan. Namun, pada skema KRASIDA, tenor bisa mencapai 3 tahun. Di bank syariah, tenor per periode pinjaman hanya 4 bulan dan bisa diperpanjang selama dua kali periode. “Kami tentu menjalankan apa yang diminta BI,” ujar Hanawijaya, Direktur BSM.

Namun, ia berharap, BI bisa memperpanjang ketentuan tenor tersebut kelak. “Karena di lapangan, banyak pelaku usaha yang membutuhkan dana dengan sistem gadai ini, tetapi waktu yang singkat menjadi kendala bagi mereka,” tuturnya.

Keempat, soal bunga atau bagi hasil. Merujuk hitungan di tulisan utama, bunga di Pegadaian ternyata lebih murah dibandingkan dengan bagi hasil atau biaya penitipan gadai di perbankan syariah.

Kelima, soal biaya administrasi dan pelunasan dipercepat, bank syariah jelas lebih unggul. Sebab, bank syariah hanya menetapkan biaya administrasi di muka dengan besaran sesuai dengan jumlah emas yang digadaikan. Nasabah tidak memiliki kewajiban mencicil pokok dan biaya pinjaman per bulan. BSM pun tidak mengenakan penalti untuk pelunasan yang dipercepat.

Setelah membandingkan skema gadai di Pegadaian dan di perbankan syariah, Anda tentu lebih tahu mana yang paling sesuai dengan kebutuhan pendanaan modal usaha Anda. “Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan,” tandas Eko.

Nah, selamat berwirausaha dan semoga sukses!



Wednesday, June 20, 2012

Kedisiplinan Jadi Modal Utama Berbisnis

Kedisiplinan Jadi Modal Utama Berbisnis Views :1001 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 20 Juni 2012 09:24
memulai_bisnis0212Apakah Anda termasuk orang yang takut memulai berbisnis? Jika iya, sebaiknya buang jauh-jauh perasaan itu. Memang, bagi seorang entrepreneur pemula, faktor modal dan pengelolaan keuangan kerap menjadi kendala utama untuk memulai suatu usaha.

Namun, faktor kedisiplinan juga menjadi modal utama. Persoalan modal sudah bukan lagi menjadi kekhawatiran utama untuk memulai usaha. Orang yang tidak punya modal sudah bisa mulai usaha sekarang. Modal bisa didapatkan melalui pinjaman dari pihak perbankan atau mengandeng investor.

Persoalan modal jangan dijadikan alasan untuk memulai usaha. Sebaiknya buang jauh-jauh perasaan itu. Saat ini ada banyak cara untuk mulai usaha. Salah satu bentuk usaha yang bisa dipilih bagi para pemula adalah bisnis dalam bentuk franchise atau kemitraan.

Faktor minat menjadi hal yang terpenting bagi mereka yang akan memulai bisnis melalui franchise. Setelah itu, manajemen pengelolaan keuangan menjadi hal yang harus diperhatikan. Sebab, biasanya pada tahun pertama memulai bisnis, para pemula sering mengalami kerugian. Hal itu biasanya disebabkan oleh tidak disiplinnya pengelolaan keuangan. Untuk itu, sebaiknya rekening pribadi dan perusahaan dibuat terpisah.

Namun, yang terpenting bagi mereka yang baru memulai bisnis, adalah pencatatan keuangan yang harus terus dipantau. (*/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/47-memulai-bisnis/17834-kedisiplinan-jadi-modal-utama-berbisnis.html

Wednesday, June 13, 2012

Dapatkan Modal dengan Ide Anda


Views :562 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 12 Juni 2012 13:58
ide0612Jika Anda tidak mempunyai modal untuk memulai usaha Anda, namun Anda mempunyai sebuah ide yang sangat bagus yang bisa menguntungkan Anda. Tidak ada salahnya Anda menjual ide Anda tersebut.

Karena pada dasarnya jika Anda menjual ide, Anda tidak memerlukan yang namanya modal. Yang Anda perlukan jika Anda ingin menjual ide Anda, Anda harus mempunyai keberanian untuk menawarkan dan mempresentasikan kepada orang lain serta harus punya jurus marketing yang dahsyat. Atau Anda juga bisa mengatakan jika proyek yang Anda jalankan berhasil, maka sebagian persen dari keuntungan akan disumbangkan.

Dengan Anda mengatakan akan “disumbangkan”, Anda akan mendapatkan dukungan dari beberapa kalangan. Jangan main-main dengan kata- kata tersebut, namun Anda juga harus sungguh-sungguh dengan apa yang telah Anda katakan tersebut. Karena dengan Anda tidak sungguh-sungguh, Anda tidak akan dipercaya. Dan jika Anda sungguh-sungguh Anda akan dipercaya untuk ke depannya dan seterusnya.

Setelah mempunyai sebuah ide dan mempunyai modal yang cukup, maka lakukanlah! Jika Anda sudah mempunyai ide yang sangat bagus namun Anda tidak mau mempraktikannya, maka semua ide Anda akan sia-sia. Jadi yang paling terpenting di sini adalah Anda praktikan semua yang Anda punyai, dengan begitu Anda akan mendapatkan sesuatu yang lebih. (*/Okezone/Tung Desem Waringin)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/17613-dapatkan-modal-dengan-ide-anda.html

Friday, May 25, 2012

8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha

Metta Pranata - detikfinance
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB

img
Jakarta - Selama bertahun-tahun, banyak pengusaha yang masih mengandalkan cara tradisional untuk menggenjot modal. Dimulai dengan menabung, setelah itu cari mitra atau pinjaman bank dan seterusnya. Padahal ada banyak cara untuk mengenjot modal di zaman sekarang

Modal yang kuat memang bukan jaminan perusahaan bisa sukses, tapi setidaknya Anda akan berada di garis start dengan persiapan yang kuat. Meski kini makin banyak cara untuk genjot modal, tapi caranya tidak mudah.

Semua cara ada kelebihan dan kekurangan, ada pula keuntungan dan risiko yang didapat. Jadi, dengan cara apa saja anda bisa menggenjot modal usaha? Seperti dikutip dari CNBC, Jumat (24/5/2012), berikut ini:

1. Modal Keringat

img
Ini merupakan modal yang paling awal. Jangan salah, dengan modal keringat alias niat saja sebuah perusahaan bisa berjalan. Tanpa harus mengeluarkan uang, anda bisa merancang kode untuk aplikasi android atau buka bengkel di garasi rumah.

Mereka yang berhasil: Facebook diluncurkan dari sebuah kamar asrama Harvard oleh Mark Zuckerberg, Dustin Moskovitz, Chris Hughes, dan Eduardo Saverin.

Keuntungan: dengan menginvestasikan sumber daya alias keahlian diri sendiri Anda bisa lebih kreatif dan bisa menentukan arah perusahaan.

Hati-hati: jika Anda mitra, jangan ambil risiko. Bikin perjanjian tertulis mengenai kontribusi anda yang hanya mengandalkan skill. Jangan sampai anda 'ditendang' di kemudian hari karena tidak ikut menyetor modal secara tunai.

2. Tabungan dan kartu kredit

img
Modal awal perusahaan yang berasal dari simpanan si pendiri sangat lazim ditemui. Seorang pengusaha pasti rela mengeluarkan tabungannya untuk pertumbuhan perusahaan. Jika, masih tidak cukup, Anda bisa menggunakan kartu kredit pribadi.

Mereka yang berhasil: penjaga toko kelontong Kevin Smith menjual koleksi komiknya yang berharga dan memaksimalkan pinjaman di kartu kreditnya untuk membesut film "Clerks" di tahun 1994. Dia berhasil mengumpulkan modal US$ 27.000 termasuk beberapa pinjaman dari keluarga dan kerabat. Filmya sendiri meraih pendapatan lebih dari US$ 3 juta.

Keuntungan: Anda punya kendali penuh atas perusahaan. Selain itu, Anda akan lebih serius menjalankan perusahaan karena ada risiko kehilangan uang yang sudah susah payah dikumpulkan.

Hati-hati: Jika Anda tidak terbiasa menyusun anggaran, belajar dari sekarang. Manajemen uang yang buruk bisa menghilangkan modal Anda dengan cepat tanpa mendapat apa-apa.

3. Keluarga dan kerabat

img
Ketika pengusaha muda dinilai punya potensi, keluarga dan kerabat biasanya ingin membantu dalam menambah modal. Orangtua biasanya akan memberikan modal secara cuma-cuma, sementara teman dan kerabat lainnya ingin punya sedikit saham di perusahaan Anda.

Mereka yang berhasil: penulis naskah muda, Edward Burns, menulis sebagian besar naskah film perdananya "The Brothers McMullen" di rumah ibunya. Teman-temannya menjadi pemeran dalam film tersebut. Film itu mendapatkan penghargaan Grand Jury Prize di festival film Sundance, kemudian dijual ke Searchlight Pictures, anak usaha 20th Century Fox. Filmnya pun menjadi film terlaris di tahun 1995.

Keuntungan: Keluarga dan kerabat biasanya menolong dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan, ya mungkin sedikit imbalan boleh-boleh saja.

Hati-hati: Alangkah baiknya jika Anda membuat perjanjian tertulis. Meski keluarga biasanya memberikan pinjaman tanpa bunga, secara tidak langsung mereka jadi pemegang saham di perusahaan Anda. Mereka berhak mendapat imbalan.


4. Pinjaman bank

img
Pinjaman bank sangat berguna bagi mereka yang ingin memulai usaha tapi tak punya banyak modal ataupun sumber modal lain. Jika perusahaan mulai mencetak laba, biasanya bank akan makin mesra mendekati Anda.

Mereka yang berhasil: Insinyur pensiunan Oscar Wong memproduksi bir sebanyak 6.500 barel setahun, melalui usaha miliknya Highland Brewing Company di Asheville, N.C. Ia dapat pinjaman US$ 1,9 juta dari Avista Business Development Corporation dan Banking Branch & Trust Co. Kini produksi birnya berhasil digenjot sampai 30.000 barel per tahun.

Keuntungan: Anda tidak perlu mengeluarkan uang sendiri dan bank tidak akan menjadi pemegang saham di perusahaan Anda.

Hati-hati: Bank melihat bisnis yang baru berdiri punya risiko tinggi. Untuk bisa dapat kepercayaan bank, siapkan rencana bisnis yang solid juga aset-aset yang bisa jadi jaminan jika ternyata nanti bisnis Anda tidak berjalan dengan baik.

5. Pinjaman alternatif

img
Web commerce dan media sosial memberikan perusahaan-perusahaan kecil alternatif di luar pinjaman bank. Web-web ini menemukan basis pelanggan potensial yang besar dari mereka yang pengajuan kreditnya sering ditolak oleh bank.

Mereka yang berhasil: Perusahan Seth Perlman, Gaines Motor Coaches di Las Vegas meminjam US$ 35.000 dari On Deck musim gugur tahun lalu. Uang itu digunakan untuk memperbarui bus-bus besarnya dan disewakan sebagai transportasi kru tur konser band-band rock. Bus hijau yang dinamai Emerald itu sekarang sudah di-booking untuk lebih dari 320 hari setahun.

Keuntungan: Proses aplikasi bisa lebih sederhana dan cepat daripada aplikasi ke bank.

Hati-hati: Meski beberapa pemberi pinjaman mengatakan bunganya kompetitif, tingkat suku bunga bisa melampaui 30% tergantung dari kondisi peminjam.

6. Investor 'Malaikat'

img
Orang-orang kaya yang disebut investor 'malaikat' senang bertaruh di tahap awal perusahaan tertutup yang sekiranya mampu bertumbuh pesat tapi masih terlalu kecil untuk minta dana jutaan dolar dari perusahaan investasi. Pembelian saham sebagai investasi dengan dana pribadi ini disebut private placement.

Mereka yang berhasil: Pada tahun 1998 salah satu pendiri Sun Microsystems, Andy Bechtolsheim memberi Larry Page dan Sergey Brin selembar cek bernominal US$ 100.000 untuk membantu berdirinya Google Inc.

Keuntungan: Investor 'malaikat' kebanyakan pengusaha berpengalaman dan bisa jadi penasehat berharga bagi perusahaan-perusahaan muda.

Hati-hati: Melepas saham ke investor baru berarti mengurangi kebebasan pengusaha dalam membuat keputusan bisnis secara sepihak. Struktur kepemilikan baru juga akan membatasi penilaian dan pilihan untuk pendanaan tahap berikutnya. Saham yang dimiliki pribadi biasanya sulit dijual lagi.

7. Merger dan akuisisi

img
Perusahaan kecil bisa mencapai tahap pertumbuhan berikutnya jika bergabung dengan perusahaan besar yang mau beli. Perusahaan raksasa kerap berminat mengakuisisi perusahaan kreatif yang punya produk atau jasa baru menjanjikan.

Mereka yang berhasil: Instagram yang dibeli Facebook seharga hampir US$ 1 miliar.

Keuntungan: Anda, mitra dan investor mendapat bayaran tunai atas keberanian menelurkan ide brilian dan mewujudkan jadi nyata. Pendapatan ini bisa digunakan untuk membangun bisnis baru atau beristirahat.

Hati-hati: Jika Anda memutuskan keluar setelah perusahaan diakuisisi, orang lain yang akan menikmati potensi dan hasil dari bisnis yang Anda bina dari nol.

8. Initial Public Offering (IPO)

img
Perusahaan tertutup bisa mengumpulkan sejumlah dana segar untuk ekspansi dengan menawarkan sahamnya ke publik lewat IPO. Pendiri dan investor dini punya nilai kekayaan yang ditentukan harga perdagangan saham harian.

Mereka yang berhasil: Pada tahun 2007, Mark Pincus mendirikan Zynga, produsen game-game media sosial seperti FarmVille dan Cityville. Desember 2011, Zynga mengumumkan IPO 100 juta saham umumnya di harga US$ 10 per sahamnya.

Keuntungan: Anda dan pemegang saham bisa meraup profit jika harga saham melejit. Pendiri dan investor dini seperti perusahaan investasi juga punya kesempatan melepas sahamnya ke bursa.

Hati-hati: Harga saham bisa saja anjlok di bawah harga IPO, tergantung pada performa perusahaan dan kondisi ekonomi. Terdaftar sebagai perusahaan terbuka juga berarti mengharuskan Anda mengumumkan laporan keuangan ke publik. Selain itu, banyak syarat serta ketentuan lainnya yang harus dipenuhi.

http://finance.detik.com/read/2012/05/25/073315/1924328/4/8-cara-mudah-genjot-modal-usaha

Wednesday, April 25, 2012

Tiga Jalan Mengumpulkan Modal Usaha

Views :380 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 25 April 2012 14:36
modal0412Salah satu faktor penting yang diperlukan untuk membuka usaha adalah modal. Modal yang diperlukan untuk usaha biasanya terbagi menjadi tiga: Modal investasi awal, Modal kerja, dan modal operasional. Namun setelah mengetahui hal ini, beberapa orang malah makin pusing. "Menghitung modal sih memang gampang. Masalahnya sekarang, gimana caranya supaya modalnya bisa terkumpul?" begitu mungkin yang Anda pikirkan.

Ini memang bahasan menarik, karena banyak orang kesulitan mengumpulkan modal usaha. Sebagai contoh, kalau seseorang ingin buka usaha laundry dengan memiliki mesin cuci sendiri, dan ia membutuhkan modal dana sebesar Rp 20 juta, sementara dananya sendiri baru Rp 3 juta, dari mana ia bisa mengumpulkan modal?

Ada tiga jalan untuk mengumpulkan modal usaha:

1. Modal sendiri

Pertama jelas, kalau Anda ingin membuka usaha, Anda bisa memakai modal sendiri. Caranya bisa dengan mengambil dari simpanan yang Anda miliki sekarang, entah dari tabungan atau deposito, atau dengan menjual aset yang Anda punya. Sebagai contoh, banyak orang yang menjual sepeda motornya untuk dijadikan modal usaha, atau menjual perhiasan yang dimiliki.

Menjual barang untuk menambah modal usaha adalah hal yang biasa. Yang paling penting, jangan merasa terlalu sayang untuk menjual beberapa aset Anda untuk menambah modal usaha. Contohnya, kalau Anda tidak mempunyai uang untuk modal usaha dan harus menjual perhiasan Anda, ya jual saja. Kelak bila usaha Anda sudah berhasil, Anda toh bisa membeli lagi perhiasan yang lebih bagus.

2. Meminjam

Meminjam uang untuk modal usaha juga sering dilakukan orang. Dengan meminjam, seringkali usaha yang memang Anda impikan bisa lebih cepat terwujud. Hal ini lebih baik daripada menunggu hingga modal terkumpul. Hanya saja, karena modal itu Anda dapatkan dengan meminjam, Anda betul-betul harus memperhatikan arus kas Anda. Ini karena Anda pasti harus mengembalikan uang yang Anda pinjam. Entah dengan mengembalikannya secara bulanan, enam bulanan, atau mungkin tahunan.

Dalam hal meminjam, bahwa banyak orang yang seringkali terlalu fokus kepada bagaimana mereka bisa mendapatkan pinjaman, tetapi tidak memikirkan apa yang bisa mereka lakukan untuk mengembalikan pinjaman tersebut. Jadi, ketika meminjam, cobalah untuk memikirkan bagaimana caranya Anda bisa mengembalikan pinjaman tersebut.

Tipsnya, ketika Anda memikirkan caranya, jangan terlalu optimistis bahwa pendapatan dari usaha Anda pasti bisa langsung besar di bulan-bulan pertama. Kalau perlu, buatlah perkiraan sepesimis mungkin. Dari perkiraan yang pesimistis tersebut, Anda pasti bisa melakukan penilaian apakah pengembalian yang akan Anda lakukan nantinya bisa lancar atau tidak.

3. Kerja sama

Daripada Anda memakai dana milik Anda sendiri semuanya, atau daripada Anda meminjam, mengapa tidak mencoba menjalin kerja sama dengan orang lain? Dengan menjalin kerja sama, maka risiko usaha Anda bisa lebih kecil karena harus dibagi bersama teman-teman Anda. Cuma, keuntungan yang Anda dapatkan tentu juga harus dibagi. Artinya, risiko dibagi, keuntungan juga harus dibagi.

Sekarang masalahnya, adakah orang yang mau kerjasama dengan Anda? Itu tergantung apakah Anda bisa dengan baik menawarkan keuntungan yang masuk akal pada usaha yang Anda tawarkan. Tetapi, tawaran keuntungan saja belum cukup lho. Anda juga harus bisa memberikan pendekatan yang baik, tidak sombong pada orang-orang yang ingin Anda ajak kerjasama.

Selain itu, bila memungkinkan, penjelasan yang Anda berikan juga harus masuk akal, seadanya, dan tidak melulu memaparkan keuntungan pada orang yang ingin Anda ajak kerjasama.

Nah, sekarang, Anda sudah tahu bagaimana mengumpulkan modal untuk membuka usaha. Mudah-mudahan dari tiga pilihan tersebut di atas, Anda bisa menentukan pilihan mana yang terbaik.

*) Disarikan dari tulisan Safir Seduk, perencana keuangan yang dipublikasikan di Harian Kompas.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/16338-tiga-jalan-mengumpulkan-modal-usaha.html

Sunday, April 15, 2012

Ini Cara Dapat Modal untuk Pengusaha Pemula

Views :599 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 15 April 2012 07:47
modal0412Selain soal proteksi dari gelombang aplikasi luar negeri, perkembangan start up (pengusaha pemula) tingkat lokal juga terkendala pendanaan. CEO MindTalk, Danny Oei, punya saran agar pengembang start up mendapatkan modal.

"Pertama kembangkan produk yang bagus, dan kesadaraan soal kualitas. Investor nanti akan melihatnya," kata Danny seusai peresmian Kompetisi INIACTA 2012 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi RI di Jakarta, Selasa 10 April 2012.

Jika perlu, ia melanjutkan, menggunakan skema crowd funding. Ini merupakan metode iuran dari beberapa pihak yang tertarik untuk mengembangkan start up.

Selanjutnya, yakni adalah mengikuti kompetisi start up. Sehingga, nantinya sertifikat dari kompetisi tersebut dapat diajukan ke perbankan untuk mendapatkan pendanaan.

Menurutnya, perlu juga stimulasi dari institusi dengan model venture capital. "Seperti di Singapura dengan match fund, dukungan finansial diberikan institusi BUMN di sana. Jadi misalnya kita punya dana 100 juta, lembaga memberikan dana 100 juta," ujar Danny.

Namun ia tidak merinci apakah skema seperti di Singapura dapt diterapkan di Indonesia.

Sementara CEO Brainmatics, Romi Satria Wahono menyarankan agar pengembang start up mengupayakan sertifikat standar kualitas dari Kominfo untuk mendapatkan jaminan pinjaman dana. "Nah Pemerintah perlu buat standar kualitas ini," katanya. (*/VIVAnews)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/16075-ini-cara-dapat-modal-untuk-pengusaha-pemula.html

Saturday, February 18, 2012

Modal Non-Uang untuk Bisnis yang Solid

Views :471 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 18 Februari 2012 15:34
business-communityApa yang terlintas dalam pikiran Anda saat kata “modal” diucapkan? Uang mungkin adalah salah satu jawaban yang  sering terpikirkan saat topik modal disinggung. Akan tetapi perlu Anda ketahui bahwa kata modal itu sendiri tidak melulu  hanya seputar uang.

Pengertian “modal” ada bermacam-macam. Namun secara garis besar ada 4 macam modal yang diperlukan seorang entrepreneur dalam membangun bisnis yang solid.

Modal Ekonomi

Modal ekonomi bisa dibagi dua jenis, yaitu modal dana dan modal fisik. Modal ekonomi yang dipertimbangkan bukan saja yang sudah dimiliki tetapi juga yang masih tersimpan dalam bentuk potensi. Modal ekonomi potensial misalnya dapat diperoleh dari mempunyai modal sosial, di antaranya dengan memanfaatkan jejaring sosial di dalam keluarga, teman, maupun jejaring bisnis. Untuk memulai usaha umumnya modal ekonomi yang digunakan dari dana sendiri, keluarga atau teman dekat.


Modal Sosial

Istilah yang lain untuk merujuk pada modal sosial ialah hubungan, relasi, atau koneksi. Ada tiga jenis hubungan sosial yang perlu diperhatikan secara seimbang, yaitu hubungan dalam jejaring yang tertutup dan erat yang menghasilkan  kepercayaan, hubungan yang longgar yang memberikan akses kepada informasi, kesempatan, dan sumber daya baru, dan hubungan dengan pengambil keputusan di masyarakat. Hubungan jenis yang terakhir dimaksudkan untuk mendapatkan perijinan dan kesempatan untuk memanfaatkan peluang.


Modal Manusia

Yang dimaksud dengan “modal manusia” ialah potensi yang ada pada diri seorang individu dan kelompok orang. Ada yang mengartikan lebih fokus ke modal individual. Modal yang berada dalam diri seseorang manusia tidak memiliki wujud konkret. Ada yang mengelompokkannya menjadi 3 kategori yaitu pengetahuan, ketrampilan dan sikap.

Modal Industri

Istilah ini dapat dirumuskan lebih spesifik menjadi modal tentang pengetahuan atas suatu bidang usaha. Setiap bidang atau jenis usaha memiliki karakteristiknya sendiri, yang berupa peraturan yang tertulis maupun tidak untuk menjadi anggota di bidang usaha tersebut, tingkat kompetisi dan halangan untuk masuk dan keluar dari bidang tersebut.

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/index.php/bina-usaha/52-pembiayaan-/14524-modal-non-uang-untuk-bisnis-yang-solid.html

Wednesday, February 8, 2012

Bisnis Online Modal Minim, Seperti Apa?

Rabu, 08/02/2012 16:20 WIB
Bisnis Online Modal Minim, Seperti Apa? 
Iim Rusyamsi - detikFinance




Foto: Iim Rusyamsi

Jakarta - Saya ibu rumah tangga, mau mulai usaha kecil-kecilan dari rumah sambil mengurus rumah. Namun inginnya bisnisnya online karena memang modal saya sangat masih sedikit. Bisnis apa yang bisa saya mulai dari rumah dengan online?

Terima kasih

Zeni Kusuma, Bandung

Jawaban:

Saya senang seorang ibu rumah tangga mau mempunyai usaha sendiri di rumah.

Benar jika untuk usaha yang baru dan dengan modal yang tidak terlalu banyak, adalah menggunakan jalur online sehingga bisa menjangkau lebih luas pasarnya. Pilihan usaha untuk di-online-kan tentu banyak sekali. Banyak kisah sukses mereka yang sudah menjalani usaha dengan online. Lakukan riset di Internet bagaimana mereka yang sudah sukses tersebut menjalankan usaha onlinenya.

Saya berikan beberapa tips jika Anda ingin menetapkan usaha yang akan dijalani dengan online dan dari rumah yaitu:

1. Pilihlah barang atau jasa yang mempunyai permintaan yang tinggi.

Yaitu Anda memilih barang atau jasa yang mempunyai permintaan/demand yang tinggi dari calon pembeli. Kita melihat beberapa peluang yang daya beli dan kebutuhan masyarakat meningkat maka tidak ada salahnya kita pasarkan suatu produk untuk dijual melalui online.

2. Disarankan memilih barang yang tidak ada inventory

Contohnya, ada suatu toko online dengan brand ternama tetapi pada saat pembeli ingin memilih suatu produk di toko offline-nya langsung, toko online tersebut tidak mempunyai stock/inventory, toko hanya mengambil pada supplier pada saat sudah ada transaksi. Karena yang ditawarkan hanya pelayanan dan jasa saja. Sebagai pemula, ini salah satu cara yang aman untuk menjajaki seberapa besar suatu pasar pada nilai suatu barang.

3. Dibutuhkan juga oleh negara lain (Global)

Ada baiknya jika memilih suatu produk yang akan dipasarkan, tidak hanya pada titik penjualan secara lokal saja tetapi sektor pasar luar negeri juga membutuhkan. Minimal untuk negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan lainnya yang masih serumpun. Cari produk yang juga bisa digunakan atau diminati negara-negara tersebut juga.

4. Margin yang didapat tinggi

Apabila kita bisa menjual kepercayaan pada pelanggan, melayani sepenuh hati, jujur dan dapat mendefinisikan produk yang akan dijual maka pembeli akan kembali pada kita. Pelanggan akan royal dan tidak akan mempermasalahkan suatu harga apabila anda bisa menjamin apa yang menjadi kepuasan pelanggan itu sendiri. Kepuasan mereka akan membuat mereka bertransaksi lagi dan tidak begitu mempermasalahkan harga.

5. Mulai dari modal seminim mungkin

Dengan sistem penjualan online, maka pengeluaran seperti biaya tempat, pegawai, listrik, dll tidak akan membuat Anda pusing karena hanya memerlukan modal yang sedikit saja. Mulailah dari yang kecil untuk menciptakan produk yang unik sehingga bisa menghasilkan pemasukan yang besar.

Semoga bermanfaat dan selamat memulai usaha dari rumah dengan online di Internet.

Ikuti juga tips lainnya dengan follow saya di twitter: @iimrusyamsi

Sumber:
http://finance.detik.com/read/2012/02/08/162010/1837594/1340/bisnis-online-modal-minim-seperti-apa

Thursday, February 2, 2012

Alternatif Modal Memulai Usaha

Views :522 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 02 Februari 2012 09:07
money_coinNiat memulai usaha sudah mantap. Namun, modal untuk memulai berbisnis belum ada. Ingin mengajukan kredit di bank tapi tidak mempunyai agunan.
Jangan biarkan hambatan tersebut membuat Anda berkecil hati. Mungkin Anda perlu mencari alternatif sumber modal yang lebih murah. Caranya? Banyak yang dapat Anda lakukan. Antara lain mungkin dengan mengajak sahabat atau saudara Anda untuk menanamkan modalnya pada usaha Anda, atau malah Anda berdua atau bertiga bisa membuka usaha tersebut secara patungan dan menjalankannya bersama-sama.

Alternatif lainnya, cobalah meminjam uang dari kerabat dekat atau sahabat terdekat. Karena umumnya mereka telah mengenal Anda dan memahami tujuan Anda untuk membuka usaha. Maka bisa jadi mereka rela memberikan pinjaman uang dengan bunga di bawah bunga bank atau malah tanpa bunga.

Tapi ingat, meski saudara, yang namanya meminjam sesuatu tetap harus dikembalikan, termasuk meminjam uang. Jangan sampai malah hubungan Anda dengan kerabat atau sahabat jadi rusak nantinya gara-gara masalah uang.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/14831-alternatif-modal-memulai-usaha.html

Monday, January 9, 2012

7 Senjata Pamungkas Kalahkan Keterbatasan Modal Uang

Views :592 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 09 Januari 2012 11:50
ciputra_dalam_Q_TVMenjadi entrepreneur ialah cita-cita bagi sebagian anak muda di luar sana. Mereka memiliki keyakinan teguh berdasarkan apa yang dikatakan teman dan senior yang sudah memulai berbisnis bahwa tak peduli seberapa tingginya sebuah impian , peluang untuk berhasil itu ada.

Sayangnya, keyakinan yang kokoh itu terpaksa layu dan memudar setelah dihadapkan dengan keterbatasan modal finansial. Anak-anak muda ini terus bertanya apa mungkin menemukan sumber pendanaan tanpa menguras aset pribadi? Apakah Anda juga merasa hal yang sama menimpa Anda pula?


Bilamana Anda mendapati diri Anda berada dalam kondisi yang sama, dengan tantangan yang sama, ingatlah bahwa modal itu tak hanya berupa uang! Keringat kita juga bisa dianggap sebagai modal, kerja keras juga sebuah modal yang ternilai yang tak sembarang orang mampu memiliki. Sayang sekali banyak calon entrepreneur muda melupakan ini.

Kerja keras sebagai salah satu jenis aset bisnis justru ialah jenis modal utama yang harus dimiliki entrepreneur muda yang ingin bertahan dan sukses untuk seterusnya dalam dunia entrepreneurship. Bahkan, sebagian entrepreneur sukses berhasil dengan prinsip “Just Do It!”.

Apa yang saya kemukakan berikut ini merupakan 7 senjata pamungkas yang Anda harus gunakan saat modal uang tak ada di tangan.

Senjata 1: Tetap tekuni pekerjaan semula
Ini terutama berlaku bagi Anda yang masih bekerja dan ingin beralih menjadi entrepreneur dengan melakukannya secara bertahap sehingga bisa lebih mantap hasilnya. Terjun dalam dunia entrepreneurship bukan seperti loncat indah, apalagi jika Anda masih sama sekali asing. Anda tak disarankan untuk masuk begitu saja tanpa ‘pemanasan’ ke dalam air yang dingin di dalam kolam, tanpa menguasai teknik berenang, meloncat yang benar dan aman, dan sebagainya.Mulailah dengan menguji suhu air dan kedalamannya, menggerakkan badan secukupnya sehingga kemungkinan cedera/ kram lebih rendah. Hal-hal itu juga harus diterapkan dalam entrepreneurship. Lakukan secara bertahap, sehingga bisa mengukur risikonya. Itu lebih baik daripada tergesa-gesa berbisnis dengan mengorbankan pekerjaan sekarang, hanya untuk kemudian menyesal dan kembali menjadi karyawan selamanya karena merasa trauma. Apalagi jika Anda adalah penopang hidup bagi orang lain. Dibutuhkan waktu bagi sebuah usaha sukses sekalipun untuk menghasilkan laba dalam jumlah yang signifikan.

Senjata 2: Pelajari sebanyak mungkin mengenai cara memulai dan menjalankan sebuah bisnis.
Dapatkan buku-buku yang berkualitas, misalnya “Money Hunt: 27 New Rules for Creating and Growing a Breakaway Business” oleh Spencer dan Ennico, dan “The Art of the Start” oleh Guy Kawasaki. Keduanya merupakan buku umum untuk para pemula. Temukan pula buku-buku yang memperkuat kelemahan Anda dalam berbisnis seperti buku-buku penjualan, pemasaran, keuangan manajemen, dan sebagainya.


Senjata 3: Rekrutlah penasihat yang andal.
Seorang pengacara perusahaan yang andal penting peranannya di sini. Jangan lupa temukan sejumlah entrepreneur berpengalaman yang bersedia membantu.

Senjata 4: Buat rencana bisnis Anda.
Software murah seperti Business Plan Pro merupakan software yang bisa digunakan untuk menyusun business plan.

Senjata 5: Buat produk Anda.
Bersikaplah kreatif dan temukan cara untuk mengemabangkan purwarupa / prototip yang murah untuk berikan pemahaman bahwa ide Anda itu bisa diwujudkan secara nyata.

Senjata 6: Tunjukkan pada pelanggan potensial dan lihat apa yang Anda pikirkan.
Apakah ini memecahkan masalah nyata? Akankah hal itu menghemat uang , membuat mereka merasa lebih baik atau merasa bahwa sebagian kebutuhan telah terpenuhi?

Senjata 7:  Dapatkan pesanan pertama dari pelanggan.
Yakinkan mereka untuk membayar Anda sebelumnya. Buat produknya, kirimkan produk itu dan buat pelanggan/ pembeli gembira.

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/ciputra-notes-inspirasi/14140-7-senjata-pamungkas-kalahkan-keterbatasan-modal-uang.html

Monday, December 12, 2011

Modal Terjun Ke Dunia Entrepreneurship

Views :1269 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 11 Desember 2011 12:00
entrepreneurshipModal melakoni dunia entrepreneurship tak hanya uang saja. Ada beragam modal lain yang juga memegang peranan penting dalam berbisnis dan mencapai kesuksesan. Apa sajakah?

  • Perencanaan jenis usaha. Perencanaan ini sebaiknya dibuat secara lengkap, mulai dari bidang usaha, lokasi, karakter pasar, membuat daftar para pesaing, business plan jangka pendek dan sebagainya.
  • Memaksimalkan daya kreatifitas. Dunia entrepreneurship sarat akan persaingan karena itu maksimalkan daya kreatifitas untuk hasilkan produk yang tak hanya bisa menarik perhatian konsumen tapi juga mampu menguasai pasar. Selain untuk menciptakan produk, memaksimalkan daya kreatifitas juga dapat membantu entrepreneur menghadapi masalah serta keluar dari masa-masa pailit.
  • Berani mengambil risiko. Entrepreneur dituntut untuk berani menerima risiko terburuk dalam perjalanan menekuni bisnisnya. Mengapa? Sebab perjalanan sebuah usaha pada dasarnya memiliki berbagai macam kendala. Misalnya mengalami kerugian, mendapat banyak pesaing hingga berakibat pada kebangkrutan.
  • Memperluas networking. Salah satu cara untuk membuat bisnis sukses adalah dengan memperluas networking. Cara ini bermanfaat untuk mempromosikan serta memasarkan produk. Jalinan relasi bisnis yang luas dan berkualitas juga mampu lahirkan beragam saran yang bersifat membangun untuk laju serta pertumbuhan bisnis.
  • Percaya diri dan bertanggung jawab. Entrepreneur harus memiliki rasa percaya diri tinggi. Percaya diri bisa membangkitkan rasa optimis dan menciptakan sosok yang tidak mudah menyerah. (*ely/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/13388-modal-terjun-ke-dunia-entrepreneurship.html

Sunday, December 4, 2011

Agar Usaha Franchise Cepat Balik Modal

Views :934 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 04 Desember 2011 13:20
Siapa yang tidak senang jika usahanya menghasilkan keuntungan lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya? Untuk itu harus melewati titik BEP (Break Even Point) alias balik modal terlebih dulu. Rata-rata usaha umumnya diperkirakan akan bisa balik modal di akhir tahun kedua, walau begitu tergantung jenis atau bidang usahanya.

franchiseJenis usaha di bidang makanan biasanya lebih cepat balik modal dibandingkan usaha di bidang lainnya. Makanya bidang makanan ini selalu menjadi favorit calon franchisee. Walau begitu persaingan usaha di bidang makanan pun sangat ketat. Tak jarang sesama franchisee bersaing sengit karena pengaturan teritori yang makin sempit. Akibatnya omzet usaha bukannya makin meningkat, malah makin turun.

Dalam situasi begini, bagaimana mau untung kalau balik modal saja susah? Nah, supaya lebih cepat balik modal, ada beberapa ide bisnis yang bisa dilakukan para franchisees seperti yang dikutip dari Kompas.com berikut ini.

1. Lokasi strategis
Tempat usaha atau outlet di pinggir jalan utama, di persimpangan, di sudut pinggir jalan, lalu lintas yang ramai, mudah dijangkau, mudah terlihat, punya tempat parkir memadai, adalah lokasi-lokasi yang harus dipilih untuk menarik pembeli. Makin banyak pengunjung, makin besar kesempatan terjadi penjualan, makin besar omzet usaha, makin cepat balik modal.

2. Take over
Dibandingkan dengan merintis outlet baru, yang kemungkinan memerlukan waktu sampai orang mengenal tempat usaha Anda, mengapa tidak mempertimbangkan mengambil alih franchise yang sudah berjalan baik dari pemilik lama kemudian menjalankannya sendiri? Ini merupakan salah satu cara memastikan Anda akan segera mendapatkan pembeli. Dengan pelanggan yang sudah ada ditambah sedikit kreativitas dalam berpromosi, Anda akan mendapat pelanggan baru.

3. Beli hak waralaba utama
Jika memiliki dana cukup besar dan bertujuan untuk mengembangkan area bisnis di suatu daerah sasaran, Anda bisa mempertimbangkan membeli hak waralaba utama di daerah tersebut. Sehingga calon franchisee lain yang akan buka di sana harus seizin Anda. Cara ini akan menjamin teritori pengembangan usaha Anda tetap kompetitif di tengah persaingan usaha yang makin ketat.

4. Kontinuitas stok barang
Pelanggan dengan mudah beralih ke pesaing terutama sesama franchisee jika mereka tidak bisa mendapatkannya dari outlet Anda. Karena itu menjaga ketersediaan stok barang adalah keharusan untuk memastikan kelancaran penjualan. Makin tinggi penjualan makin cepat balik modal.

5. Efisiensi biaya
Dalam rumusan BEP maka biaya tetap (fixed cost seperti listrik, telepon, gaji karyawan, franchise fee, dan biaya tidak tetap (variable cost, seperti bahan baku) adalah faktor-faktor yang sangat menentukan cepat atau lambatnya balik modal. Dalam kaitannya dengan aneka biaya ini, cobalah menghemat pemakaian listrik, telepon, dan usahakan pilih feewaralaba yang realistis. Lebih baik kalau franchise fee dibayar tiap tahun ketimbang dibayar di muka. Artinya kalau sudah ada pemasukan usaha baru, bayar franchise fee. Kemudian mengoptimalkan cara kerja agar lebih produktif, dan mendapatkan bahan baku murah dengan kualitas yang baik. Semua upaya tadi akan membantu efiesiensi biaya. Artinya makin kecil biaya-biaya yang dikeluarkan, makin cepat balik modalnya.

Beri nilai tambah
Pelayanan memuaskan. Berilah nilai lebih pada outlet Anda. Jangan hanya terpaku pada konsep standar yang diberikan franchisor, tapi tambahkan juga keunikan pada gerai Anda. Selain itu, pemilik harus terjun langsung mengelola waralaba agar paham dengan kondisi bisnisnya. Sebelum terjun ke pengelolaan waralabanya, calonfranchisee perlu mempelajari betul sang franchisor. Oleh karena itu pilihlah yang sesuai dengan minat atau hobi, sehingga tidak terasa sedang bekerja tetapi melakukan sesuatu yang disukai.

Sebaiknya tidak terlalu bergantung pada sistem yang sudah ada. Biasanya, karena sudah mendapatkan SOP (standard operating procedure) dari franchisor, calon franchisee enggan mencari tahu lagi keinginan pelanggan seperti apa.Franchisee juga harus berupaya agar kinerja gerainya lebih baik daripada yang ditargetkan. Walaupun sudah ada sistem yang tinggal dijalankan dan memiliki pegawai untuk menjalankan sistem tersebut, paling tidak 2-3 hari sekali cek kondisi di masing-masing gerai. Dengan begitu, Anda tahu langsung masalahnya di mana, dan segera mencari solusi.

Ciptakan nilai tambah dari standar pelayanan yang sudah diberikan franchisor. Selama dikomunikasikan dan mendapat persetujuan franchisor, boleh-boleh saja kita membuat kejutan yang menyenangkan untuk pelanggan. Misalnya program diskon pada hari-hari istimewa, paket hemat, memberi gimmick berupa hadiah kecil. Yang pasti para pelanggan senang jika Anda perlakukan seperti raja. Pelanggan yang puas akan kembali lagi, mengajak siapapun ke gerai Anda. Itu artinya lebih banyak penjualan, omzet meningkat, makin cepat balik modal.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/180-waralaba/13229-agar-usaha-franchise-cepat-balik-modal.html